Anda di halaman 1dari 31

SISTEM INDRA

KHUSUS

MODUL 1

KELOMPOK 9

MATA MERAH

TUTOR:

dr. RUSDI EFFENDI,


Sp.KJ

Nadhea Resha 2009730100


Nida Khoiriah 2009730101
Nugraha Akbar Caesar
20097301002
Oktamanda Akbar 20097301003
Ratih Wahyuningsih 2009730106
Rayi Ijqi Asasain 2009730107
Reni Angreini 2009730108
Rifqi Hary Zulfikar 2009730109
Rina Mardiana 2009730110
Ayu Annisahusana 2008730059
Wartono 2008730131
Indra Megantara 2008730136
M. Wudi Rawon 2006730060

SKENARIO
Seorang wanita umur 30 tahun
datang ke poliklinik mata dengan
keluhan mata merah disertai nyeri.
Keadaan dialami sudah 2 hari

KATA/KALIMAT KUNCI
Wanita umur 30 tahun
Keluhan Mata merah disertai nyeri
Keadaan dialami sudah 2 hari

PERTANYAAN
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Faktor-faktor apa saja yang menyebabkan mata merah


Anatomi Mata
Fisiologi mata
Mekanisme penyebab timbulnya mata merah
Sebutkan pemeriksaan penunjang untuk diagnosis mata merah
Penangan awal pada kasus
Hubungan mata merah dan nyeri
Jelaskan mata merah infeksi yang disebabkan oleh bakteri dan virus
Jelaskan penyakit-penyakit penyebabkan mata, penglihatan kabur dan
penurunan tajam penglihatan
10.Jelaskan Patomekanisme penglihatan kabur
11.Jelaskan patomekanisme penurunan ketajaman penglihatan
12.Jelaskan mekanisme Fotophobia
13.Jelaskan mata merah karena Fisiologis dan Non Fisiologis
14.DD:
Konjungtivitis Akut
Skleritis
Glukoma Akut

ANALISA MASALAH

Mata merah
dan nyeri sejak
2 hari
Wanita 30
tahun

Anatomi mata

ORBITA
frontais

spheinodalis

90

Maksilaris

Etmoidalis

iris
Kornea
Aqueous humor

Konjungti
va

lensa

Vitreous

Retina
Choroid

pupil

Sklera

Innervasi Motoris Otot Mata


Otot
M. Rectus
Superior
M. Rectus
Inferior
M. Rectus
Lateralis
M. Rectus
Medialis
M. Obliqua
Superior
M. Obliqua
Inferior

Pergerakan

Innervasi

Elevasi + Adduksi

N. III

Depresi + Adduksi

N. III

Abduksi

N.VI

Adduksi

N. III

Rotasi Medial (Abduksi +


Depresi)
Rotasi Lateral (Adduksi +
Elevasi)

N. III
N. IV

FISIOLOGI PENGELIHATAN
Cahay
a

Mata

Diterima
fotoreseptor

batang

Kornea

Pupil dan Iris


mengatur
intensitas
cahaya

Fokus di retina
bayangan
terbalik

Lensa
refraksi

kerucut

transduk
si

Saraf
opticus

TRANSDUKSI
GMP siklik

Saluran Na
tertutup

Hiperpolar
isasi
membran

Potensial
aksi sel
bipolar

Neuron bipolar
tereksitasi

Potensial
aksi di sel
ganglion

Perambatan PA di
korteks penglihatan

Saluran
Ca
menutup
Penurunan
pengeluar
an
inhibitorik

FAKTOR PENYEBAB MATA


MERAH

Infeksi
Peradangan
Alergi
Trauma
Kimia

Pelebaran pembuluh darah akibat pelepasan


mediator-mediator seperti prostalglandin, histamine

MATA MERAH

MATA MERAH
Virus

Bakteri

Adenovirus tipe 3 & 7, Herpes


Simplex Virus

Neisseria gonorrhoeae
(gonococcus),
Chlamydia trachomatis

Sekret encer & jernih

Sekret muko-purulen & purulen

Fotofobia

Udem kelopak

Pembengkakan kelopak disertai


pseudomembran

Pseudomembran

Demam, faringitis

Mudah menular

Mudah menular

Mengenai kedua mata

Mengenai satu mata, mengenai


mata berikutnya dalam minggu
berikutnya

HISTOLOGI
PENGLIHATAN
Cornea

sclera

Choroid

IRIS

Lensa

RETINA

Sel
Batang
1. Batang / bacili (+/- 120 juta) lebih
sensitive terhadap cahaya,
2. Reseptor pada cahaya berintensitas
rendah
3. Mengandung pigmen rhodopsin
4. Molekul chromophore (retinal),
berikatan dengan molekul protein
scotopsin
5. Defisiensi vit A menyebabkan rabun
senja

SEL
KERUCUT
1. Kerucut / coni (+/- 70 juta), sensitive
terhadap warna, sensitivitas maximal untuk
warna merah, hijau dan biru.
2. Mengandung pigmen Iodopsin, yang terdiri
dari chromatophore dan protein photopsin,
tersimpan didalam discus

PENURUNAN PENGLIHATAN AKUT


Tidak nyeri

Nyeri

Lama

Sementar
a

Glaukoma sudut
tertutup akut
Neuritis optik
Selulitis orbita
endosftalmitis

Emboli
Migren
Peningkatan
intrakranial

Lama

Neuropai optik
iskemik
Oklusi arteri
retina
Oklusi vena
retina
Perdarahan
vitreous
Ablasio retina

Penyakit-penyakit dengan gejala


mata merah
Mata merah visus normal

Mata merah visus menurun

Konjungtivitis

Keratitis

Blefaritis

Ulkus kornea

Skleritis

Endoftalmitis

Entropion

Uveitis anterior

Ekstropion

Glaucoma akut

Mata tenan visus turun


perlahan

Mata tenang visus turun


mendadak

Glaucoma Kronik

Ablasi retin

Katarak

Neuritis optic

Mekanisme Mata Merah

Mikroorganisme
(virus,bakteri dan jamur
Iritasi
menyebabkan
konjugtivitis
Terjadi pelebaran pembuluh
darah

Kelopak mata
terinfeksi
Mata jadi
kering
Disebabkan oleh adanya
peradangan

Konjungtiva dan sklera


berwarna merah

DIFFERENTIAL DIAGNOSA
KONJUNGTIVITIS AKUT
SKLERITIS
GLAUKOMA AKUT

Definisi

Konjungtivitis

skleritis

Glaukoma Akut

Konjungtivitis adalah Radang


atau infeksi pada
konjungtiva dimana batasnya
adalah dari kelopak mata
hingga sebagian bola mata

Gangguan granulomatosa
kronik yg ditandai oleh
destruksi kolagen,
sebukan sel, dan
vaskulitis.

suatu penyakit yang memberikan


gambaran klinik berupa peninggian
tekanan bola mata, penggaungan
papil saraf optik dengan defek
lapang pandangan mata.(Sidarta
Ilyas,2000).
TIO normal = 10 20 mmHg

Etiologi

-Bakteri : Streptococcus,
Staphylococcus,
Corynebacterium ,neiseria
gonnorhae, klamidia
-Viral : herpes simplex
- Alergi
- Jamur : candida albicans,
coccodiodes immits

bakteri : mycobacterium
tubercolosis,
pseudomonas
Viral : herpes virus

Glaukoma sekunder :
iridosiklitis (radang intraokular),
cedera tembus, lesi corpus siliar,
sinekia anterior,

Benda asing
penyebab kebutaan nomor dua di
Indonesia setelah katarak
terjadi pada usia 40 tahun ke atas.

Epidemiologi
Tanda dan
Gejala

Obstruksi pada canal schlemm

-Hiperemia
-Epiphora (berair)
-Eksudasi
-Pseudoptosis (palpebra
turun)
-Folikel virus dan bakteri
klamidida
-Limfadenopati preaurikuler
-Demam virus

Hiperemia
Fotofobia
Nyeri
Epiphora

Pengelihatan kabur.
Terdapat halo (gambaran pelangi)
sekitar lampu.
Sakit kepala.
Sakit pada mata.
Akomodasi lemah.
Kornea keruh.
Bilik mata depan dangkal.
Iris : gambaran, corak bergaris tidak
nyata.

Penatalaksanaan

Konjungtivitis

skleritis

Glukoma akut

Klamidia : doxyciclyne
100mg per os 2x1
selama 3 minggu ;
eritromycin 1gr/hari/os
dibagi dalam 4 dosis
selama 3 minggu

Indometasin 100 mg perhari


ibuprofen 300 mg perhari

Pilokarpin 2% 3x
1hari
Timolol 25% 1-2 dd
Asetazolamid 250 mg

HSV : antivirus topikal


acyclovir 3% 5x1
selama 10 hari

imunosupresif lain juga dapat


digunakan. 2 Siklofosfamid
sangat
bermanfaat apabila terdapat
banyak kompleks imun dalam
darah. Tetapi steroid
topikal saja tidak bermanfaat
tetapi dapat dapat menjadi
terapi tambahan untuk
terapi sistemik.

Bedah iredektomi

Komplikasi

-scar konjungtiva
-Entropian
-trikiasis

keratitis,
uveitis,
glaukoma,
proptosis,
katarak,
hipermetropia.

Sinelia Anterior
Perifer
Atrofi retina

Prognosis

Dengan higiene yang


baik penyakit ini akan
bertambah ringan atau
sembuh

tergantung pada penyakit


penyebabnya. Skleritis
pada spondiloartropati
atau pada SLE biasanya
relatif jinak dan sembuh
sendiri

dapat
mengakibatkan
kebutaan total.
Apabila terdeteksi
dini sebagian besar
dapat ditangani
dengan baik

Gambar 5. Skleritis
Anterior
(Dikutip dari kepustakaan
Bolumleri, 2008)

Gambar 6. Skleritis
Posterior
(Dikutip dari kepustakaan
Bolumleri, 2008)

KESIMPULAN
Pada kasus modul 1 tentang mata
merah,
kelompok
kami
dapat
menyimpulkan
bahwa
pasien
menderita
konjungtivitis
akut,
tetapi
masih
perlu
dilakukan
anamnesis tambahan yang lebih
lengkap
untuk
menegakkan
diagnosis pastinya