Anda di halaman 1dari 5

Tugas kuliah

: Compounding and dispensing

Dosen

: Dr. Sartini, M.Si., Apt.

RESEP SEDIAAN CAIR

OLEH :

RUGAYA YUNI MUHARRAM

(N211 14 035)

TRISNAWARDANI

(N211 14 036)

MUHAMMAD AHSAN

(N211 14 037)

KELAS : B

PROGRAM STUDI PROFESI APOTEKER


FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2014

1. RESEP ASLI
R/ Codein

0,15

Rhinofed

10 tab

GG

10 tab

Potio Nigra

200 ml

S. 3 dd 1C

2. SKRINING RESEP
Berdasarkan resep diatas setelah dilakukan skrining, maka
kekurangan yang terdapat pada resep tersebut adalah tidak memiliki
perintah pembuatan sediaan dalam bentuk apa (m.f).
3. PENJELASAN KANDUNGAN RESEP
CODEIN
Indikasi:
Antitusif dan Analgetik
Farmakologi:

Kodein merupakan analgesik agonis opioid. Efek kodein terjadi


apabila kodein berikatan secara agonis dengan reseptor opioid di
berbagai tempat di susunan saraf pusat. Efek analgesik kodein
tergantung afinitas kodein terhadap reseptor opioid tersebut.Kodein
dapat meningkatkan ambang rasa nyeri dan mengubah reaksi yang
timbul di korteks serebri pada waktu persepsi nyeri diterima dari
thalamus.Kodein juga merupakan antitusif yang bekerja pada susunan
saraf pusat dengan menekan pusat batuk.
Kontraindikasi:
Asma bronkial, emfisema paru-paru, trauma kepala, tekanan
intrakranial yang meninggi, alkoholisme akut, setelah operasi saluran
empedu.
Efek Samping:
-

Dapat menimbulkan ketergantungan.


Mual, muntah, idiosinkrasi, pusing, sembelit.
Depresi pernafasan terutama pada penderita asma, depresi
jantung dan syok.

Peringatan dan Perhatian:


-

Hati-hati penggunaan pada pasien dengan infark miokardial dan

penderita asma.
Hindari minuman beralkohol.
Tidak boleh melebihi dosis yang dianjurkan karena dapat

menyebabkan kerusakan fungsi hati.


Hati-hati penggunaan obat ini pada penderita penyakit ginjal.
Hati-hati pada pemberian jangka panjang

Interaksi Obat:

a. Hendaknya hati-hati dan dosis dikurangi, apabila digunakan


bersama-sama dengan obat-obat depresan lain, anestetik,
tranquilizer, sedatif, hipnotik dan alkohol.
b. Tranquilizer terutama fenotiazin bekerja antagonis terhadap
analgesik opiat agonis.
c. Dekstroamfetamin dapat menghambat efek analgesik opiat
agonis.
d. Jangan diberikan bersama-sama dengan penghambat MAO dan
dalam jangka waktu 14 hari setelah pemberian penghambat
MAO.
Rhinofed
Kandungan Rhinofed yaitu :
Pseudoefedrin 30 mg
terfenadin 40 mg
Indikasi
Rhinitis alergi dan rhinitis vasomotor
Kontraindikasi
kardiovaskuler, wanita hamil, menyusui, penderita sedang terapi dengan
penghambat MAO, gangguan fungsi hati, hipersensitif

POTIO NIGRA

Kandungan
Glycyrrhizae succus
Ammonii chloridum
Ammonia anisi pritus
Aqua destillata
4. PERHITUNGAN
4.1 PERHITUNGAN DOSIS

4.1.1 CODEIN
DM = 60 mg/300 mg
Sekali Pakai :
15
x 60 mg=60 mg
15
Sehari
3 x 60 mg = 180 mg
4.2 PERHITUNGAN BAHAN
4.2.1 CODEIN
Jika terdapat sediaan tablet codein 10 mg maka untuk digunakan
150 mg maka diambil 15 tablet
4.2.2 RHINOFED
Untuk tablet rhinofed diambil 10 tablet
4.2.3 GG (GLISERIL GUAIKOLAT)
Untuk tablet Gliseril Guaikolat (GG) diambil 10 tablet
5. CARA KERJA
1) Alat dan Bahan Disiapkan
2) Digerus GG, Codein, dan Rhinofed di dalam lumpang hingga halus
3) Ditambahkan potio nigra sedikit demi sedikit hingga semua serbuk
melarut dan tambahkan sampai 200 ml
4) Dimasukkan kedalam wadah
5) Diberi etiket