Anda di halaman 1dari 5

Nama : Destias Selly H

NIM : 03031381419119
Tekim14 Palembang

A.Fluida Newtonian
Fluida Newtonian(istilah yang diperoleh dari nama Isaac Newton) adalah suatu fluida
yang memiliki kurva tegangan/regangan yang linear. Contoh umum dari fluida yang memiliki
karakteristik ini adalah air . Keunikan dari fluida newtonian adalah fluida ini akan terus mengalir
sekalipun terdapat gaya yang bekerja pada fluida. Hal ini disebabkan karena viskositas dari suatu
fluida newtonian tidak berubah ketika terdapat gaya yang bekerja pada fluida. Viskositas dari
suatu fluida newtonian hanya bergantung pada temperatur dan tekanan.Viskositas sendiri
merupakan suatu konstanta yang menghubungkan besar tegangan geser dan gradien kecepatan
pada persamaan:

Dengan:
- adalah tegangan geser fluida [Pa]
- adalah viskositas fluida suatu konstanta penghubung [Pas]
-

adalah gradien kecepatan yang arahnya tegak lurus dengan arah geser [s1]

Contoh fluida Newtonian banyak sekali di alam. Semua jenis gas di alam ini memenuhi
Hukum Newton tentang viskositas sehingga semua jenis gas termasuk fluida Newtonian. Zat cair
hampir semuanya termasuk fluida Newtonian, tetapi ada beberapa jenis zat cair yang tidak
memenuhi kriteria ini.
Pada fluida Newtonian, viskositas akan tetap meskipun terdapat gaya yang bekerja pada
fluida seperti tercantum dalam grafik. Contoh fluida Newtonian adalah air, minyak, gliserin.

Karena viskositas yang tetap sama pada saat diberikan tekanan/gesekan, fluida ini sangat mudah
untuk diuji.
B. Fluida Non-Newtonian
Fluida non-Newtonian adalah suatu fluida yang akan mengalami perubahan viskositas
ketika terdapat gaya yang bekerja pada fluida tersebut. Hal ini menyebabkan fluida nonNewtonian tidak memiliki viskositas yang konstan. Berkebalikan dengan fluida nonNewtonian, pada fluida Newtonian viskositas bernilai konstan sekalipun terdapat gaya yang
bekerja pada fluida.
1. Fluida Bingham plastic
Bingham plastic adalah suatu model pendekatan fluida Non-Newtonian dimana viscositasnya
akan sangat tergantung pada shear stress dari fluida tersebut, dimana semakin lama viscositasnya
akan menjadi konstan.
Persamaan tegangan geser fluida untuk Bingham Fluid model dapat dituliskan sebagai
berikut :

dengan syarat :

jika :

2. Fluida Pseudoplastis
Pseudoplastis adalah suatu model pendekatan fluida Non-Newtonian dimana viscositasnya
cendrung menurun tetapi shear stress dari fluida ini akan semakin meningkat. Contoh fluida ini
adalah vinil acetate/vinylpyrrolidone copolymer ( PVP/PA). Pseudoplastic, di mana viskositas
akan bekurang (menjadi semakin encer) pada saat gaya yang diberikan semakin besar. Contoh:
saus tomat, mayonnaise, cat, kuteks, krim wajah.

Persamaan pseudoplastik adalah sebagi berikut:

Dimana :
K

= Indeks konsistensi

= Indeks prilaku aliran (power law Index)

u / y

= Laju aliran

= Tegangan geser

3. Fluida Dilatant
Dilatant adalah suatu model pendekatan fluida Non-Newtonian dimana viscositas dan shear
stress dari fluida ini akan cendrung mengalami peningkatan.contoh dari fluida jenis ini adalah
pasta. Dilatant, di mana viskositas akan bertambah (menjadi semakin kental) pada saat gaya yang
diberikan semakin besar. Contoh: larutan maizena dengan air.

Persamaan untuk model ini ditunjukkan sebahai berikut ini:

Dimana :
K

= Indeks konsistensi

= Indeks prilaku aliran (power law Index)

u / y

= Laju aliran

= Tegangan geser

4. Thixotropic (Shear thining)


Fluida dimana viscositasnya seolah-olah semakin lama semakin berkurang meskipun laju
gesernya tetap. Apabila terdapat gaya yang bekerja pada fluida ini maka viscositasnya akan
menurun contoh fluida ini adalah cat,campuran tanah liat (clay) dan berbagai jenis jel.
Thixotrophy, di mana viskositas akan berkurang ketika diberikan gaya dalam waktu yang lama.
Contoh : yoghurt, pectin gel, gelatin gel.

5. Rheopectic (shear thickening)


Fluida yang viscositasnya seolaholah makin lama makin besar. Sebagai contoh adalah
minyak pelumas dimana viscositasnya akan bertambah besar saat minyak pelumas tersebut
mengalami guncangan. Dalam hal ini fluida rheopectic jika ada suatu gaya yang bekerja padanya
maka viscositas fluida ini akan bertambah. Rheopektik, di mana viskositas akan bertambah
ketika diberikan gaya dalam waktu yang lama. Contoh: gypsum paste