Anda di halaman 1dari 5

TANTANGAN ASEAN DALAM MENGHADAPI ASEAN COMMUNITY

PADA SEKTOR OTOMOTIF

Oleh : Muh.Ikvi Zainal Wafa (1302045082) (HI B)


TUGAS MATA KULIAH HUBUNGAN INTERNASIONAL DI ASIA
TENGGARA

A. Tantangan ASEAN dalam menghadapi ASEAN COMMUNITY pada sektor


Otomotif
Penjualan kendaraan di enam negara pasar utama Asia Tenggara tengah menghadapi
tantangan. Keenam negara yang selama ini menjadi pasar utama mobil ASEAN antara lain
Thailand, Indonesia, Malaysia, Singapura, Vietnam, dan Filipina. Tantangan tersebut berupa
upaya untuk memulihkan kembali kekuatan pasar yang sempat surut pada 2014. Pasar mobil
ASEAN pada 2014 turun 9,7% menjadi 3.203.256 unit dari 3.547.521 unit pada 2013.

Surutnya pasar mobil ASEAN pada 2014 disebabkan melambatnya pertumbuhan


ekonomi. Ini membuat kepercayaan konsumen dan bisnis perlahan ikut surut. Fenomena ini
terutama terjadi di dua negara Thailand dan Indonesia yang selama ini selalu memimpin
pasar ASEAN. Meski surut pada 2014, padar mobil Thailand dan Indonesia masih yang teratas di
ASEAN.
Pasar kendaraan Asia Tenggara yang lebih kecil Malaysia, Filipina, dan Vietnam
mencatat rekor baru penjualan pada 2014. Ini karena kuatnya pertumbuhan ekonomi. Penjualan
kendaraan di Malaysia pada 2014 meningkat 1.6% jadi 666.464 unit. Penjualan kendaraan
Singapura juga tumbuh pada 2014 meski produk domestik bruto (PDB)-nya melambat.

Pertumbuhan ekonomi di Filipina pada 2013 mencapai 8%. Pada 2014, pasar kendaraan
mereka meningkat hingga 27% menjadi 270.372 unit. Memasuki 2015 diperkirakan masih terjadi
pertumbuhan pada pasar otomotif berkat suku bunga rendah, dan kepercayaan konsumen yang
tinggi.
Penjualan kendaraan di Vietnam meningkat 38% menjadi 133.588 unit pada 2014.
Perekonomian Vietnam membaik pasca inflasi pada 2011 dan 2012. Walau belum gemuk,
diperkirakan pasar kendaraan Vietnam masih sanggup berkembang.
B. Potensi ASEAN dalam menghadapi ASEAN COMMUNITY pada sektor Otomotif
Di tengah munculnya tantangan, Indonesia dan Thailand masih mempertahankan
posisinya merajai pasar ASEAN. Data penjualan otomotif ASEAN pada 2014 menunjukkan
penurunan hampir 10%, sebagai dampak dari penurunan penjualan di Indonesia dan Thailand.

INDONESIA

Penjualan kendaraan di Indonesia sepanjang 2014 menghadapi tekanan. Penjualan


kendaraan turun di tiap kuartal. Di kuartal keempat 2014 penurunan sebesar 16% (dibanding
kuartal satu) menjadi 275.351 unit. Penurunan pasar mobil ini akibat keadaan ekonomi yang
membuat kalangan bisnis dan konsumen bersikap hati-hati.

Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) menjadi faktor lain yang ikut menekan pasar
mobil di Indonesia. Kenaikan harga BBM 33% terjadi pada November 2014, tak lama setelah
Joko Widodo dilantik menjadi presiden Republik Indonesia. Harga minyak dunia yang turun
tajam pada beberapa bulan terakhir pada 2014 memang sempat membuat Pemerintah sedikit
menurunkan kembali harga BBM agar dapat memulihkan daya beli masyarakat. Tapi pada
dasarnya, tren harga BBM di Indonesia dibuat mengikuti dinamika harga minyak dunia yang
turun-naik.
Suku bunga acuan pada 2014 juga naik untuk mengantisipasi lonjakan inflasi yang tak
terhindarkan. Pertumbuhan ekonomi pada 2015 ini diperkirakan tak jauh berbeda dari tahun
sebelumnya.
Dengan penurunan suku bunga yang telah diberlakukan, prospek ekonomi dalam negeri
dan penjualan kendaraan diharapkan akan membaik hal ini sangat berguna untuk menghadapi
ASEAN COMMUNITY pada akhir tahun 2015.

THAILAND

Menurut Federation of Thai Industries (FTI), penjualan kendaraan di Thailand turun


33,4% menjadi 881.832 unit pada 2014, dari 1.325.079 unit pada 2013. Kondisi di tahun 2014
memberikan gambaran kurang cerah bagi industri otomotif di Thailand. Pergolakan politik ikut
mengakibatkan turunnya ekonomi hingga di bawah 1%. Utang dalam negeri serta rendahnya
harga produk pertanian dan komoditas turut mempengaruhi tingkat konsumsi dalam negeri.

Kepercayaan dalam negeri sirna akibat kerusuhan politik yang meruncing dan memuncak
dengan kudeta militer pada Mei 2014. Belanja masyarakat terkendala oleh gonjang-ganjing
politik dan perubahan pemerintahan. Sementara itu, semua sektor pariwisata penting terpuruk
akibat rendahnya kunjungan wisatawan hampir sepanjang tahun.
FTI memperkirakan penjualan kendaraan pada 2015 dapat bangkit kembali menjadi
sekitar 1 juta unit, selaras dengan pulihnya ekonomi dalam negeri serta menyongsong mulainya
ASEAN COMMUNITY pada akhir tahun 2015.