Anda di halaman 1dari 16

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Otitis media atau penyakit telinga tengah merupakan penyakit kedua
tersering pada anak- anak setelah infeksi saluran pernapasan atas. Penyakit ini
sering ditemukan dalam bentu kronik atau lambat yang menyebabkan kehilangan
pendengaran dan pengeluaran sekret.
1.2 Anatomi telinga

1. Telinga Luar

: daun telinga
liang telinga
Membran timpani

2. Telinga Tengah

: Tuba Eustachius
Cavum Timpani
Mastoid

3. Telinga Dalam

: Kokhlear / Rumah Siput


Vestibular / kanalis Semilunaris

Telinga bagian tengah terdiri dari :


a. Tuba Eustachius
Adalah saluran yang menghubungkan rongga telinga tengah dengan
nasofaring
Referat Oma @nisakura_chan

Tuba eustachius terdiri dari tulang rawan pada 1/3 ke arah nasofaring dan
2/3 terdiri dari tulang
Fungsi tuba eustachius :
1. Drainage sekret yang berasal dari antrum mastoid bersama sama
cavum tymphani masuk ke nasofaring
2. Ventilasi : mengatur tekanan udara antara cavum tymphani dengan
udara luar ( 1 atm). Adanya fungsi ventilasi ini dapat dibuktikan
dengan perasat valsava dan persata toynbee
Pada anak anak , fungsi tuba eustachius belumlah sempurna, diamter
tuba masih relatif lebih besar daripada dewasa dan kedudukannya lebih
horizontal sehingga mudah terjadi refluks dari nasofaring

ke kavum

timphani. Akibatnya bila terjadi rhinitis pada anak mudah menjadi


komplikasi menjadi Otitis Media Akut (OMA). Tuba biasanya dalam
keadaan tertutup dan baru terbuka apabila O2 diperlukan masuk ke telinga
tengah atau pada saat mengunyah , menelan dan menguap.
b. Cavum tympani
Berbentuk kubus, merupakan rongga/ ruangan yang mempunyai 6 dinding,
yaitu :
1. Superior

: Basis cranii

2. Inferior

: Bulbus Jugularis

3. Posterior

: Aditus ad antrum, kanalis semilnaris pars vertikalis

4. Anterior

: Tuba Eustachius

5. Medial

: Promontorium, foramen ovale, foramen rotundum

6. Lateral

: Membran timpani

c. Tulang mastoid
Tulang mastoid terbentuk melalui proses pneumatisasi rongga mastoid
berhubungan dengan aditus ad antrum dan dibawahnya berjalan n. fascialis

Referat Oma @nisakura_chan

1.3 Fisiologi Telinga


Fungsi telinga tengah adalah sebagai penghantar getaran suara ke telinga bagian
dalam yaitu :
Suara ditangkap oleh daun telinga dan alirkan melalui liang telinga untuk
menggetarkan membran timpani, dan getaran tersebut dilajutkan ke tulang maleus,
lalu ke inkus dan ke stapes sehingga menimbulkan suatu gelombang di membran
basilaris dan organ corti dengan menggerakkan perilimfe dan endolimfe sehingga
terjadi potensial aksi pada serabut serabut saraf pendengaran , disini gelombang
suara mekanis diubah menjadi energi elektrokimia lalu ditransmisikan ke saraf
cranialis VIII dan meneruskannya ke pusat saraf sensorik pendengaran di otak
(area 39 40) melalu saraf pusat yang ada di lobus temporalis
1.4 Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan referat ini adalah untuk mengetahui definisi,
etiologi, patofisiologi, manifestasi klinik, diagnosis, penatalaksanaan, komplikasi,
pencegahan dari otitis media akut.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Definisi
Otitis media akut (OMA) adalah suatu radang mukoperiosteum dari rongga
telinga tengah yang disebabkan oleh kuman. Pada umumnya merupakan

Referat Oma @nisakura_chan

komplikasi dari infeksi atau radang saluran nafas atas, misalnya common cold,
influenza, sinusitis, morbili, dan sebagainya. Infeksi kebanyakan melaui tuba
Eustachii, selanjutnya masuk ke telinga tengah.
Adapun infeksi saluran nafas bagian atas akan menyebabkan invasi kuman ke
telinga tengah bahkan sampai ke mastoid. Kuman penyebab utama adalah bakteri
piogenik seperti :
- Streptococcus hemolitikus,
- Staphylococcus aereus,
- Streptococcus pneumonia dan
- Haemophilus influeza.
OMA lebih sering terjadi pada anak oleh karena infekasi saluran nafas atas
sangat sering terjadi pada anak anak dan bentuk anatomi tuba Eustachii pada
anak lebih pendek, lebar dan agak horisontal letaknya dibanding orang dewasa.
Dengan keadaan itu infeksi mudah menjalar melalui tuba Eustachii. Menurut
Klein dan Howie frekuwensi tertinggi di OMA terdapat pada bayi dan anak
berumur 0-2 tahun. Sedangkan menurut Moch. Zaman melaporkan 50 % dari
kasus OMA ditemukan pada anak berumur 0 5 tahun dan frekwensi tertinggi
pada umur 0-1 tahun.

Referat Oma @nisakura_chan

2.2 Etiologi
Etiologi peradangan pada telinga tengah dapat di kelompokkan menjadi :
1. Peradangan pada telinga tengah yang disebabkan oleh adanya kelainan pada

nasofaring,yaitu :
a. waktu

pilek

mukosa

nasofaring

mengalami

peradangan

dan

mikroorganisme terdorong masuk melalui tuba eustachius waktu


membuang ingus keras-keras.
b. adenoid meradang sehingga menyumbat muara tuba, akan menyebabkan

terjadinya absorbsi udara dalam telinga dan di gantikan oleh mukous. Pada
suatu saat mukous ini akan berubah menjadi mukopus.
c. mukopus dari proses peradangan akan mengalir ke rongga belakang

hidung dan menyebabkan peradangan tuba.


Walaupun infeksi saluran nafas atas disebabkan oleh virus, sebagian besar
OMA disebabkan oleh bakteri piogenik. Bakteri yang sering di temukan
adalah streptokokus pneumonia, hemophilus influenza,

hemolitikus.

Sejauh ini streptokokus pneumonia merupakanstreptokokus organisme


penyebab tersering pada semua kelompok umur, sedangkan hemophilus
influenza adalah patogen yang sering ditemukan pada anak di bawah usia
5 tahun, meskipun juga merupakan patogen pada orang dewasa.
Adapun mikrorganisme penyebab OMA :
1. Sreptococcus pneumonia
2. Hemophilus influenza
3. Streptococcus grup A
4. Branhamella catarrhalis
5. Staphilococcus aureus
6. Staphilococcus epidermidis
7. Pada bayi : Chlamydia trachomatis, Escherchia coli, spesies Klebsiela.

Referat Oma @nisakura_chan

2. Penyakit-penyakit umum seperti morbili atau scarlet fever dapat di ikuti


OMA hebat dengan dekstruksi struktur telinga tengah.

2.2 Epidemiologi
Di dunia terdapat usia 1 tahun sebesar 62% dan usia 3 tahun sebesar 83%
Di amerika serikat 75 % anak mengalami minimal 1 kali sebelum usia 3
tahun dan hampir setengahnya mengalami 3 kali atau lebih.di inggris 25
anak mengalami 1 kali sebelum usia 10 th.

2.3 Faktor Resiko


Usia
Prematur dan bayi lahir dengan berat lahir rendah
Alergi / penyakit atopi
Tidak menyusui, penggunaan botol susu terlalu lama
Defisiensi Imun
Abnormalitas kraniofasial
Kecenderungan genetik
Perokok
Perawatan saat bayi
>> ANAK-ANAK
Sistem Imun
Anatomis Tuba Eustachius
Adenoid
Faktor Predisposisi
1. infeksi kronis adenoid
2. tonsilitis
3. rhinitis
4. sinusitis
5. batuk rejan
6. morbili
7. pada anak : kondisi tuba yang pendek, lebar, horizontal

2.4 Klasifikasi OMA

Referat Oma @nisakura_chan

Perubahan mukosa telinga tengah sebagai akibat infeksi dapat dibagi atas 5
stadium:
1. Stadium Oklusi Tuba Eustachius
Adanya gambaran retraksi membran timpani akibat terjadinya tekanan negatif
di dalam telinga tengah, karena adanya absorpsi udara. Kadang membran
timpani terlihat normal atau berwarna keruh pucat. Efusi mungkin telah
terjadi, tapi tidak dapat dideteksi. Stadium ini sulit dibedakan dengan otitis
media serosa yang disebabkan oleh virus atau alergi
2. Stadium Hiperemis (presupurasi)

Tampak pembuluh darah melebar di membran timpani sehingga membran


timpani tampak hiperemis serta edema. Sekret yang telah terbentuk mungkin
masih bersifat eksudat yang serosa sehingga sukar dilihat
3. Stadium Supurasi
Edema yang hebat pada mukosa telinga tengah dan hancurnya sel epitel
superficial, serta terbentuknya eksudat yang purulen di kavum timpani yang
menyebakan membran timpani menonjol (bulging) ke arah telinga luar. Pasien
tampak sangat sakit, nadi dan suhu meningkat, serta rasa nyeri di telinga
bertambah hebat.
Bila tidak dilakukan insisi (miringotomi) pada stadium ini, kemungkinan besar
membran timpani akan ruptur dan keluar nanah ke liang telinga luar. Dan bila
ruptur, maka lubang tempat ruptur ( perforasi ) tidak akan menutup kembali.
4. Stadium Perforasi
Karena beberapa sebab seperti terlambatnya pemberian antibiotika atau
virulensi kuman yang tinggi, maka dapat terjadi ruptur membran timpani.
Awalnya anak gelisah menjadi tenang dan anak dapat tidur nyenyak
5. Stadium Resolusi
Membran timpani utuh, membran perlahan-lahan normal kembali. Bila
perforasi, secret akan berkurang dan kering.

2.6 Gejala Klinik OMA

Referat Oma @nisakura_chan

Gejala tergantung pada stadium penyakit dan umur pasien.


Gejala klinis dari OMA antara lain sakit telinga, demam, kadang disertai otore
bila telah terjadi perforasi dari membran timpani. OMA dapat sembuh dengan
atau tanpa disertai perforasi membran timpani, tetapi dapat pula berlanjut
menjadi otitis media kronik (OMK) dan otitis media dengan efusi (OME).
Proses peradangan akut pada telinga tengah berjalan cepat dan sebagian dapat
menimbulkan proses destruktif, tidak hanya mengenai mukoperiostium saja
tetapi juga mengenai tulang-tulang sekitarnya karena telinga tengah hanya
dibatasi tulang-tulang yang tipis. Adapun penjalaran penyakit ke daerah
sekitarnya tergantung pada keadaan penyakitnya sendiri dan terapi yang
diberikan.
Pada anak yang sudah dapat berbicara keluhan utamanya adalah rasa nyeri
didalam telinga dan panas yang tinggi, biasanya terdapat riwayat batuk pilek
sebelumnya,.
Pada anak yang sudah lebih besar/dewasa, disamping rasa nyeri juga terdapat
gangguan pendengaran berupa rasa penuh di telinga atau rasa kurang dengar.
Pada bayi dan anak kecil, gejala khas OMA adalah suhu tubuh tinggi dapat
sampai 39,5 C (pada stadium supurasi), anak gelisah dan sukar tidur, tiba
tiba anak menjerit waktu tidur, diare, kejang, dan kadang kadang anak
memegang telinga yang sakit. Bila terjadi ruptur membran timpani, maka
sekret mengalir ke liang telinga, suhu tubuh turun anak tertidur tenang.
2.7 Patogenesis
Gangguan fungsi tuba Eustachius merupakan faktor utama awal terjadinya
otitis media. Pada keadaan tersebut fungsi tuba sebagai equalizer, proteksi telinga
tengah, dan fungsi ventilasi tidak dapat berjalan dengan baik. Dengan demikian
akan terjadi tekanan negatif di telingah tengah, yang menyebabkan transudasi
cairan hingga supurasi.
Pada telinga normal, telinga tengah memiliki penghalang sehingga biasanya
dalam keadaan steril, terdapat infeksi bakteri pada nasofaring dan faring,
mekanisme pencegahan penjalaran penyakit oleh enzim pelindung & bulu halus
tuba, bila sistem perlindungan ini tidak berfungsi akibat peradangan/sumbatan
tuba, terjadilah OMA.
Referat Oma @nisakura_chan

OMA terdiri atas beberapa stadium, yaitu (1) stadium oklusi tuba; (2) stadium
hiperemis (presupurasi); (3) stadium supurasi; (4) stadium perforasi; (5) stadium
resolusi. Keluhan dan gejala klinik tergantung dari stadium tersebut.

Patogenesis terjadi otitis media


OMA OME OMSK / OMP
Sembuh / normal
f. tuba tetap
terganggu
Gangguan tuba

Tekanan
Negatif telinga
Tengah

Efusi

OME
Infeksi (-)

Etiologi :
Perubahan tekanan udara tiba-tiba
Alergi
Infeksi
Sumbatan : Sekret
Tampon
Tumor

Fungsi Tuba
tetap
terganggu,
Ada infeksi

OMA
Sembuh

OME

OMSK/OMP

2.8 Manifestasi Klinis


Gejala klinik otitis media supuratif akut (OMA) tergantung dari stadium
penyakit dan umur penderita. Biasanya gejala awal berupa sakit telinga yang berat
dan menetap. Bisa terjadi gangguan pendengaran yang bersifat sementara. Gejala
stadium supurasi berupa demam tinggi dan suhu tubuh menurun pada stadium
perforasi. Gejala klinik otitis media supuratif akut (OMA) berdasarkan umur
penderita, yaitu : Gejalanya : demam tinggi bisa sampai 39C
Referat Oma @nisakura_chan

Bayi dan anak kecil (khas), sulit tidur, tiba-tiba menjerit saat tidur, mencret,
kejang-kejang, dan kadang-kadang memegang telinga yang sakit. Gejalanya :
biasanya rasa nyeri dalam telinga, suhu tubuh tinggi, dan riwayat batuk pilek.
Anak yang sudah bisa bicara Gejalanya : rasa nyeri dan
Anak lebih besar dan orang dewasa gangguan pendengaran (rasa penuh dan
pendengaran berkurang), mual, muntah, diare dan demam sampai 40.5C.

2.9 Diagnosis
Diagnosis OMA harus memenuhi 3 hal berikut ini :
1. Penyakit ini onsetnya mendadak (akut)
2. Ditemukannya tanda efusi (efusi: pengumpulan cairan di suatu rongga
tubuh) di telinga tengah. Efusi dibuktikan dengan memperhatikan tanda
berikut:
a. Mengembangnya gendang telinga
b. Adanya bayangan cairan di belakang gendang telinga
c. Cairan yang keluar dari telinga
3. Adanya tanda/gejala peradangan telinga tengah yang dibuktikan dengan
adanya salah satu diantara tanda berikut :
a. Kemerahan pada gendang telinga
b. Nyeri telinga yang mengganggu tidur dan aktivitas normal
Anak dengan OMA dapat mengalami nyeri telinga atau riwayat menariknarik daun telinga pada bayi, keluarnya cairan dari telinga, berkurangnya
pendengaran, demam, sulit makan, mual dan muntah serta rewel. Namun gejalagejala ini tidak spesifik untuk OMA sehingga diagnosis OMA tidak dapat
didasarkan pada riwayat semata.
Efusi telinga tengah diperiksa dengan otoskop untuk melihat dengan jelas
keadaan gendang telinga/membrane timpani yang menggembung, eritema bahkan
kuning dan suram serta adanya cairan berwarna kekuningan di liang telinga.
Pemerisaan Diagnostik
1. Otoscope untuk melakukan inspeksi pada bagian telinga luar
2. Timpanogram untuk mengukur kesuaian dan kekakuan membrane timpani

Referat Oma @nisakura_chan

3. Kultur dan uji sensitifitas ; dilakukan bila dilakukan timpanosentesis (Aspirasi


jarum dari telinga tengah melalui membrane timpani).
Pemeriksaan penunjang Garpu Tala

Audiometri

Laboratorium

2.10 Diagnosa Banding


1.
2.
3.
4.
5.

Otitis media efusi / Otitis media serosa akut


Otitis media adhesiva
Otitis Media Supuratif Kronis
Otosklerosis
Benda asing pada telinga

2.11 Penatalaksanaan
Pencegahan
Pencegahan primer mengurangi factor risiko terutama pada anak-anak

Pencegahan ISPA pada bayi dan anak-anak.

Pemberian ASI minimal selama 6 bulan.

Penghindaran pemberian susu di botol saat anak berbaring.

Penghindaran pajanan terhadap asap rokok.

Penghindaran pengeluaran mucus dengan paksaan/tekanan yang berlebihan.


Jangan mengorek-ngorek liang telinga terlalu kasar
Jika ada benda asing yang masuk, datanglah ke dokter
Jauhkan telinga dari suara keras
Lindungi telinga selama penerbangan

Pengobatan OMA tergantung stadium penyakitnya. Pada stadium oklusi,


penggobatan terutama bertujuan untuk membuka kembali tuba eustachius,
sehingga tekanan negatif pada telinga tengah hilang, sehingga diberikan obat tetes
hidung HCl efedrin 0,5 % dalam larutan fisiologik untuk anak <12 tahun, atau
HCl efedrin 1 % dalam larutan fisiologik untuk anak > 12 tahun dan pada orang
Referat Oma @nisakura_chan

dewasa. Sumber infeksi harus diobati antibiotik diberikan jika penyebabnya


kuman, bukan oleh virus atau alergi
Stadium Presupurasi adalah antibiotika, obat tetes hidung dan analgetika. Bila
membran timpani sudah terlihat

hiperemis

difus, sebaiknya

dilakukan

miringotomi. Antibiotik yang dianjurkan ialah golongan penisilin (ampicillin).


Antibiotik yang dianjurkan ialah dari golongan penisilin atau ampicilin. Terapi
awal diberikan penicillin intramuscular agar didapatkan konsentrasi yang adekuat
di dalam darah, sehingga tidak terjadi mastoiditis yang terselubung. Gangguan
pendengaran sebagai gejala sisa dan kkekambuhan. Pemberian antibiotika
dianjurkan minimal 7 hari . Bila pasien alergi terhadap penisilin, maka diberikan
eritromisin.
Pada anak, ampisilin diberikan dengan dosis 50 100 mg/kgBB per hari, dibagi
dalam 4 dosis, atau amoksisilin 40 mb/kgBB dibagi dalam 3 dosis, atau
eritromisin 40 mg/kgBB/hari
Pada stadium supurasi disamping diberikan antibiotik, idealnya harus disertai
dengan miringotomi, bila membran timpani masih utuh.
Dengan miringotomi gejal gejala klinis lebih cepat hilang dan ruptur dapat
dihindari.
Pada stadium perforasi sering terlihat sekret banyak keluar dan kadang terlihat
keluarnya sekret secara berdenyut (pulsasi). Pengobatan yang diberikan adalah
obat cuci telinga H2O2 3% selama 3 5 hari serta antibiotik yang adekuat.
Biasanya sekret akan hilang dan perforasi dapat menutup kembali dalam waktu 7
10 hari
Pada stadium resolusi, maka membran timpani berangsur normal kembali, sekret
tidak ada lagi dan perforasi membran timpani menutup.
Bila tidak terjadi resolusi biasanya akan tampak sekret mengalir di liang telinga
luar melalui perforasi membran timpani. Keadaan ini dapat disebabkan karena
berlanjutnya edema mukosa teling tengah. Pada keadaan demikian, antibiotika
Referat Oma @nisakura_chan

dapat dilajutkan sampai 3 minggu. Bila 3 minggu setelah pengobatan sekret masih
tetap banyak, kemungkinan telah terjadi mastoiditis.
Bila OMA berlanjut dengan keluarnya sekret dari telinga tengah lebih dari 3
minggu, maka keadaan ini disebut OMS subakut.
Bila perforasi menetap dan sekret tetap keluar lebih dari satu setengah bulan atau
dua bulan, maka keadaan ini disebut OMSK

MIRINGOTOMI
Miringotomi adalah tindakan insisi pada pars lensa membran timpani , agar terjadi
drainase sekret dari telinga tengah ke liang telinga luar.
Istilah ini sering dikacaukan dengan parasintesis, dimana parasintesis adalah
pungksi membran timpani untuk mendapatkan sekret guna pemeriksaan
mikrobiologik (dengan semprit atau jarum khusus).
Miringotomi merupakan tindakan pembedahan kecil yang dilakukan dengan
syarat tindakan tersebut harus secara a-vue(dilihat langsung), anak harus tenang
dan dapat dikuasai, sehingga membran timpani dapat terlihat dengan baik.
Lokasi miringotomi adalah di kuadran postero-inferior
Untuk tindakan ini memerlukan lampu kepala dengan sinar yang cukup terang,
memakai corong telinga yang sesuai dwengan besar liang telinga, dan pisau
parasintesis yang digunakan berukuran kecil dan steril.
Komplikasi miringotomi

Pendarahan akibat trauma pada liang telinga luar

Dislokasi tulang pendengaran

Trauma pada fenestra rotundum

Trauma pada n. fasialis

Trauma pada bulbus jugulare

Mengingat kemungkinan komplikasi itu, maka dianjurkan untuk melakukan


miringotomi dengajn narkose umum dan memakai mikroskop. Tindakan
Referat Oma @nisakura_chan

miringotomi dengan memakai mikroskop, selain aman, dapat juga untuk


menghisap sekret dari telinga tengah sebanyak banyaknya. Hanya dengan cara
ini biayanya lebih mahal. Bila terapi yang diberikan sudah adekuat, sbetulnya
miringotomi tidak perlu dilakukan , kecuali bila jelas tampak adanya nanah di
telinga tengah. Komplikasi parasentesis kurang lebih sama dengan komplkasi
miringotomi
2.12 KOMPLIKASI
Sebelum ada antibiotika, OMA dapat menimbulakn komplikasi.Baru setelah ada
antibiotika, semua jenis komplikasi itu biasanya didapatkan sebagai komplikasi
dari OMSK. Bila pengobatan OMA tidak tepat dan adekuat, maka OMA bisa
memberikan komplikasi atau perluasan ke mastoid.
Komplikasi OMA menurut Mawson 1978, Youwer 1983 dan Paparella 1988 dapat
dibagi menjadi:
1. Komplikasi Intra temporal
- Otitis media supuratif kronik
- Mastoiditis Akut
- Petrositis
- Fasial paralisis
- Labirintitis
- Proses adhesi atau perlengketan 6 minggu.
- Ketulian
2. Komplikasi Intrakranial
- Abses extradural
- Abses subdural
- Abses otak
- Meningitis otogenik
- Otitic Hodrocephalus

2.13 Rujukan
a. Anak dengan OMA yang sering dimana lebih dari 4 kali dalam 6 bulan.
b. Anak dengan efusi selama 3bulan atau lebih, keluarnya cairan dari telinga,
atau berlubangnya gendang telinga
c. Anak dengan kemungkinan komplikasi serius seperti kelumpuhan saraf
wajah atau mastoiditis
d. Anak dengan kelainan kraniofasial, sindrom down, sumbing, atau dengan
keterlambatan bicara.
Referat Oma @nisakura_chan

e. OMA dengan gejala sedang sampai berat yang tidak memberi respon
terhadap 2 antibiotik.

2.14 Prognosis
Dengan pengobatan yang adekuat, prognosis OMA adalah baik untuk
pendengaran dan kesembuhan, khususnya bila dilakukan paasentesis
sebelum terjadi perforasi spontan membran timpani.

BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN

3.1 Kesimpulan
a. Otitis media akut (OMA) peradangan akut mukoperiosteum telinga tengah
yang disebabkan oleh kuman. Pada umumnya OMA merupakan komplikasi
dari infeksi saluran nafas atas.infeksi melalui tuba eustachii, selanjutnya
masuk ke telingan tengah. Sebagian besar OMA terjadi pada anak, karena
infeksi saluran nafas atas banyak pada anak, dan bentuk tuba eustachii pada
anak lebih pendek, lebar, dan mendatar.
b. Diagnosis OMA ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, an
pemeriksaaan penunjang. Dari anamnesis ditemukan rasa nyeri pada kepala
Referat Oma @nisakura_chan

atau teliga, demam, malaise. Pada anak anak keluhan pertama adanya rasa
nyeri di telinga disertai riwayat batuk dan pilek sebelumya, suhu meningkat.
Pada dewasa keluhan terutama nyeri telinga disertai gangguan pendengaran,
dan terasa penuh di telinga. Pada bayi gejala klinik berupa anak, gelisah, sukar
tidur, tiba tiba menjerit saat tidur, dan memegang telinganya yang sakit, suhu
meningkat disertai diare, muntah, dan kejang. Pada stadium I membran timpai
bisa normal, pada stadium II membran timpani tampak berwarna merah, sekret
masih serous hingga sulit dilihat. Pada stadium III membran timpani menonjol
ke CAE (bulging) dan terbentuk sekret purulen dalam cavum timpani. Pada
stadium IV membran timpani bisa utuh dan bisa mengalami perforasi.
c. Penatalaksanaan OMA pada prinsipnya adalah terapi medikamentosa yang
diberikan tergantung dari stadium penyakitnya. Prinsipnya adalah pemberian
antibiotika dan parasentesis untuk menghindari perforasi spontan.

3.2 Saran
a. Perlunya mencegah terjadinya infeksi saluran pernafasan atas terutama pada
bayi dan anak anak. Karena Infeksi saluran nafas atas merupakan faktor
utama penyebab terjadinya OMA pada bayi dan anak anak disamping bentuk
anatomi dari tuba Eustachii yang lebih lebar, pendek dan mendatar dibanding
orang dewasa.
b. Perlunya dilakukan miringotomi pada stadium dua, terutama stadium tiga bila
membran timpani masih utuh, untuk menghindari terjadinya perforasi spontan.

Referat Oma @nisakura_chan