Anda di halaman 1dari 44

LAPORAN MAGANG

PENYAMBUNGAN KABEL FIBER OPTIK (DROP CABLE 2


CORE)
PT. TELKOM AKSES
Jln. Cempedak No. 8 - PekanBaru
Disusun Sebagai Syarat Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Menyelesaikan
Praktek Kerja Industri (Prakerin) SMK Negeri 1 UjungBatu

Oleh:

WAHYU KURNIAWAN
NISN: 9992761615

Jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ)


DINAS PENDIDIKAN, PEMUDA DAN OLAHRAGA
KABUPATEN ROKAN HULU
SMK NEGERI 1 UJUNGBATU
2015/2016

PENGESAHAN DARI SEKOLAH

LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI (PRAKERIN)


PT. TELKOM AKSES
Jln. Cempedak No. 8 - PekanBaru

PENYAMBUNGAN KABEL FIBER OPTIK (DROP CABLE 2


CORE)
Diajukan Untuk Salah Satu Persyaratan Menyelesaikan Praktek Kerja Industri
(Prakerin) SMK Negeri 1 UjungBatu
Oleh:

WAHYU KURNIAWAN
NISN: 9992761615
Disetujui :
Ketua Program Studi

Ketua Prakerin

Guru Pembimbing

TKJ

Prakerin

Widia Mayesti, S.Kom


NIP.

Ipelda, S.T
NIP.

Resi Ratna Sari, S.Pd


NIP.

Mengetahui
Kepala SMK Negeri 1 UjungBatu

LENI MARLINA, S.Pd


NIP. 197206241997022001

PENGESAHAN DARI DU/DI


PT. TELKOM AKSES
Jln. Cempedak No. 8 - Pekan Baru

PENYAMBUNGAN KABEL FIBER OPTIK (DROP CABLE 2


CORE)
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Menyelesaikan Praktek Kerja
Industri (Prakerin) SMK Negeri 1 UjungBatu

Oleh :

WAHYU KURNIAWAN
NISN: 9992761615

Disetujui :

Pimpinan Industri

Pembimbing Industri

MOTO

Apapun aku bisa.! Selagi aku mau.!

KATA PENGANTAR
Puji dan Syukur saya panjatkan atas kehadirat Allah SWT yang telah
memberikan rahmat dan hidayahnya sehingga saya bisa kembali ke SMK
NEGERI 1 UJUNGBATU dan dapat menyelesaikan laporan prakerin yang
dilaksanakan di PT. TELKOM AKSES dengan judul PENYAMBUNGAN
KABEL FIBER OPTIK (DROP CABLE 2 CORE)
Laporan ini dapat diselesaikan karena bantuan dari berbagai pihak, oleh
karna itu saya mengucapkan terimakasih yang tidak terhingga kepada :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Kedua Orang Tua saya.


Ibu Leni Marlina S.Pd selaku Kepala Sekolah SMK Negeri 1 UjungBatu.
Bapak .. selaku Manager Perusahaan PT. TELKOM AKSES
Bapak ...... selaku Pembimbing Industri.
Ibu Widia Mayesti S.Kom selaku Ketua Program Studi TKJ.
Ibu Resi Ratna Sari S.Kom selaku Pembimbing Prakerin.
Bapak Susanto S.Kom selaku Wali Kelas XI TKJ II.
Semua pihak yang telah membantu dalam Penyusunan laporan ini.

Saya menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kata sempurna walaupun
saya telah berusaha dengan semaksimal mungkin.
Dan saya hanya dapat memohon semoga amal baik mereka mendapat
imbalan yang lebih besar dari ALLAH SWT.
Akhir kata, semoga prakerin ini banyak memberikan pengalaman dan
manfaat kepada saya sendiri dan teman-teman saya yang melaksanakannya.

UjungBatu, April 2016

WAHYU KURNIAWAN

DAFTAR ISI

LAPORAN MAGANG.............................................................................................i
PENGESAHAN DARI SEKOLAH........................................................................ii
PENGESAHAN DARI DU/DI...............................................................................iii
MOTO.....................................................................................................................iv
KATA PENGANTAR...............................................................................................v
DAFTAR ISI...........................................................................................................vi
DAFTAR GAMBAR............................................................................................viii
DAFTAR LAMPIRAN...........................................................................................ix
BAB I. PENDAHULUAN.......................................................................................1
1.1. Latar Belakang Prakerin................................................................................1
1.2. Tujuan Prakerin.............................................................................................2
1.3. Manfaat Prakerin...........................................................................................3
1.4. Dasar Pelaksanaan Prakerin..........................................................................3
BAB II. LANDASAN TEORI.................................................................................4
2.1. Gambaran Umum Perusahaan/Instansi.........................................................4
SEKILAS PERUSAHAAN..............................................................................4
KEBIJAKAN MUTU.......................................................................................5
KEUNGGULAN..............................................................................................5
Visi Misi PT. TELKOM AKSES :....................................................................6
2.2. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Praktik Kerja Industri................................6
2.3. Kompetensi yang di ajarkan..........................................................................7
PENDAHULUAN............................................................................................7
DASAR TEORI................................................................................................7
2.4. Pembahasan Prakerin..................................................................................24
a)

Peralatan..................................................................................................24

b)

Langkah langkah kerja.........................................................................25

c)

Keamanan................................................................................................25

d)

Hasil.........................................................................................................25

2.5. Masalah yang dihadapi dan Penanganan Masalah......................................26


BAB III. PENUTUP..............................................................................................27
3.1. Kesimpulan..................................................................................................27
3.2. Kritik & Saran.............................................................................................28

Untuk SMK NEGERI 1 UJUNGBATU :.......................................................28


Untuk PT. TELKOM AKSES :.......................................................................28
DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................29
LAMPIRAN - LAMPIRAN...................................................................................30

DAFTAR GAMBAR

DAFTAR LAMPIRAN

BAB I. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Prakerin

Praktek kerja industri (prakerin) disebut praktek dunia usaha/dunia industri


(DU/DI) secara umum merupakan salah satu kegiatan yang wajib dilaksanakan
oleh siswa SMKN di DU/DI yang memadukan secara sistematik dan sinkron.
program pendidikan disekolah dan program pengusahaan keahlian yang diperoleh
melalui kegiatan kerja langsung di DU/DI lebih terarah untuk mencapai suatu
tingkat keahlian tersebut.Secara sederhananya prakerin dapat disebut sebagai

pengalaman belajar dan bekerja sebab siswa prakerin memang berada di dalam
dunia kerja.
Dengan demikian siswa SMK NEGERI 1 UJUNGBATU sebagai calon
tenaga kerja yang siap pakai dan profesional. Pembelajaran langsung melalui
praktek sangat penting di lakukan untuk memberi keahlian kepada para peserta
didik.
Penerapan peraktek kerja industri (PRAKERIN) dalam bentuk praktek
industri untuk Sekolah Menengah Kejuruan umumnya dan khususnya di SMK
NEGERI 1 UJUNGBATU akan dapat membekali peserta didik dengan keahlian
seperti yang dibutuhkan dunia usaha/dunia industri (DU/DI), dengan demikian
pesrta didik menjadi sumber daya manusia (SDM) yang profesional dibidangnya.
Dengan praktek kerja industri (PRAKERIN) para siswa diharapkan mendapatkan
ilmu pengetahuan dari dunia usaha/dunia industri selain ilmu pengetahuan yang
didapat melalui pendidikan sekolah.

1.2. Tujuan Prakerin

Pelaksanaan Praktik Kerja Industri (Prakerin) diselenggarakan Sekolah


Menengah Kejuruan dengan tujuan :

Mengenalkan siswa terhadap situasi kerja di dunia industri.


Memberikan wawasan baru tentang dunia kerja dan kondisi industri masa

kini.
Melatih siswa bekerja sampai kompetensi keterampilan yang diperoleh
disekolah kepada Industri tempat Praktik sebagai CBT (Competencies
Based Training).

Melatih siswa bekerja sesuai dengan standar kerja secara nyata dengan
Standar Industri sebagai realisasi konsep PBT (Production Based

Training).
Melatih siswa magang kerja di industry dalam rangka pendekatan dengan

industry agar dapat mengisi peluang kerja.


Meningkatkan mutu dan relaevansi pendidikan kejuruan melalui peran

dunia industri/usaha.
Menghasilkan tamatan yang memiliki pengetahuan, keterampilan dan etos

kerja yang sesuai dengan tuntutan lapangan kerja.


Menghasilkan tamatan yang memiliki pengetahuan, keterampilan dan
sikap

yang

menjadi

baat

dasar

pengembangan

dirinya

secara

berkelanjutan.
Member pengakuan dan penghargaan terhadap pengalaman kerja sebagai

bagian dari proses pendidikan.


Meningkatkan efisiensi penyelenggaraan pendidikan menengah kejuruan
melalui pendayagunaan sumber daya pendidikan yang ada di dunian kerja.

1.3. Manfaat Prakerin

Adapun manfaat dari peraktek kerja industri (PRAKERIN) manfaatnya


adalah sebagai berikut:

Dapat mengenali suatu pekerjaan industri dilapangan sehingga setelah


selesai dari sekolah menengah kejuruan SMK NEGERI 1 UJUNGBATU
dan terjun kelapangan kerja industri dapat memandang suatu pekerjaan

yang tidak asing lagi baginya.


Dapat menambah keterampilan dan wawasan dalam dunia usaha yang
profesional dan handal.

Untuk megasah keterampilan yang telah diberikan disekolah dan juga


sesuai dengan visi dan misi sekolah menengah kejuruan SMK NEGERI 1
UJUNGBATU.

1.4. Dasar Pelaksanaan Prakerin

1. SISWA
Memahami proses pelaksanaan Praktik Pidustri.
Memahami peraturan dan tata tertib Praktik Industri.
Memahami tugas dan tanggung jawab selama Praktik Industri.
2. GURU PEMBIMBING
Sebagai pedoman dalam membimbing siswa-siswi dari persiapan
pelaksanaan sampai evaluasi Praktik Industri.
3. PEMBIMBING INDUSTRI
Sebagai pedoman dalam membimbing siswa-siswi di Industri.
Sebagai pedoman dalam megevaluasi keberhasilan siswa-siswi
selama Praktik Industri.

BAB II. LANDASAN TEORI

2.1. Gambaran Umum Perusahaan/Instansi

SEKILAS PERUSAHAAN
PT.

Telkom

Akses

(PTTA)

merupakan

anak

perusahaan

PT

Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom) yang sahamnya dimiliki sepenuhnya


oleh Telkom. PTTA bergerak dalam bisnis penyediaan layanan konstruksi dan
pengelolaan infrastruktur jaringan.
Pendirian PTTA merupakan bagian dari komitmen Telkom untuk terus
melakukan pengembangan jaringan broadband untuk menghadirkan akses

informasi dan komunikasi tanpa batas bagi seluruh masyarakat indonesia. Telkom
berupaya menghadirkan koneksi internet berkualitas dan terjangkau untuk
meningkatkan kualitas sumber daya manusia sehingga mampu bersaing di level
dunia. Saat ini Telkom tengah membangun jaringan backbone berbasis Serat
Optik maupun Internet Protocol (IP) dengan menggelar 30 node terra router dan
sekitar 75.000 Km kabel Serat Optik. Pembangunan kabel serat optik merupakan
bagian dari program Indonesia Digital Network (IDN) 2015. Sebagai bagian dari
strategi untuk mengoptimalkan layanan nya, Telkom mendirikan PT. Telkom
Akses.
Kehadiran PTTA diharapkan akan mendorong pertumbuhan jaringan akses
broadband di indonesia. Selain Instalasi jaringan akses broadband, layanan lain
yang diberikan oleh PT. Telkom Akses adalah Network Terminal Equipment
(NTE), serta Jasa Pengelolaan Operasi dan Pemeliharaan (O&M Operation &
Maintenance) jaringan Akses Broadband.

KEBIJAKAN MUTU
PT. Telkom Akses menjamin kepuasan setiap pelanggan, baik itu institusi
maupun pelanggan akhir serta kepuasan stakeholder melalui komitmen seluruh
jajaran

Telkom

Akses

dalam

menerapkan

Sistem

Manajemen

Mutu

ISO9001:2008.
PT. Telkom Akses memiliki komitmen memberikan layanan terbaik melalui
pengelolaan ekselen jasa konstruksi dan manage service sesuai persyaratan Sistem
Manajemen Mutu ISO 9001:2008 yang ditetapkan yang berorientasi kepada tepat
mutu, tepat waktu dan tepat volume.
PT. Telkom Akses Meningkatkan mutu dan kinerja melalui perbaikan secara
berkesinambungan dalam rangka memenuhi persyaratan, meningkatkan kepuasan

pelanggan, dan stakeholder serta mendorong pencapaian tujuan perusahaan baik


jangka pendek maupun jangka panjang.
PT. Telkom Akses akan meninjau kesesuaian Kebijakan dan Sistem Manajemen
Mutu secara berkala sesuai dengan perkembangan Perusahaan.

KEUNGGULAN

Berperan aktif dalam mempercepat proses pembangunan jaringan


akses broadband.

Menerapkan lean operation concept sehingga proses bisnis berjalan lebih


efektif dan efisien,

Memiliki tenaga ahli yang terampil dan kompeten di bidang konstruksi


dan manage service jaringan akses broadband,

Memiliki continuity

business

process yang

lebih

terjamin,

karena

dikendalikan langsung oleh perusahaan induk secara efektif,

Memiliki capital management dan financing yang lebih kuat dan fleksible,
karena didukung penuh oleh PT.Telekomunikasi Indonesia,

Mempunyai lebih dari 61 kantor perwakilan di seluruh Indonesia,

Memiliki

kemampuan manage

service end

to

end

jaringan

akses broadband baik untuk retail maupun corporate customer.


Visi Misi PT. TELKOM AKSES :
Visi
Menjadi perusahaan jasa operasi dan pemeliharaan jaringan
broadband dan jasa konstruksi infrastruktur telekomunikasi yang
6

terdepan di kawasan nusantara yang berorientasi kepada kualitas


prima dan kepuasan seluruh stake holder.
Misi
Mendukung suksesnya pegembangan kualitas infrastruktur jaringan

akses PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk.


Memberikan layanan prima dangan oreintasi tepat mutu, tepat waktu

dan tepat volume infrastruktur jaringan akses.


Menciptakan tenaga kerja yang professional, handal dan cakap
dibidang teknologi jaringan akses dan membina hubungan baik
dengan lingkungan terkait pekerjaan konstruksi.

Memberikan hasil terbaik bagi seluruh stake holder.

2.2. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Praktik Kerja Industri

Waktu dan tempat pelaksanaan kegiatan Praktik Kerja Industri yang telah
dilakukan penulis dilaksanakan pada:

Tempat : PT. TELKOM AKSES PekanBaru, Riau.


Waktu : 13 Januari 2016 - 31 April 2016.

JAM
HARI
SENIN
SELASA
RABU

08:00-12:00

12:00-14:00

14:00-17:00/lebih

LAPANGAN
(Pemasangan ODP, ODC, SPLITER & ANCORING,
Mengidentifikasi Gangguan Jaringan)
GUDANG

GUDANG

KAMIS
JUMAT

(Penyambungan &
Produksi Kabel
Drop Core,
Penginputan Data,
Penataan Barang)

ISTIRAHAT

(Penyambungan &
Produksi Kabel
Drop Core,
Penginputan Data,
Penataan Barang)

FREE
(Masuk jika pihak PT. TELKOM Memanggil)
Tabel 1.1. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Praktik Kerja Industri

SABTU

2.3. Kompetensi yang di ajarkan

PENDAHULUAN

Beberapa tahun ini, perkembangan teknologi fiber optik mengalami


peningkatan yang cukup pesat. Teknologi ini tidak hanya digunakan dalam bidang
telekomunikasi saja, melainkan banyak bidang yang telah menggunakan tekologo
ini. Secara umum, kegunaan media transmisi ini adalah menjadi alat dalam
berkomunikasi dari satu tempat ke tempat yang lain. Kelebihan dari alat transmisi
ini adalah mampu mentransmisikan data yang besar serta yang berkeceptan tinggi.
Salah satu yang paling penting dalam dunia telekomunikasi adalah menyediakan
media komunikasi dengan baik pelayanannya. Dengan sistem fiber optik maka
dapat meminimalisir rugi daya yang terjadi. Hal ini terpengaru dengan jarak
maksimum yang diperbolehkan antara transmiter satu dan yang lainnya.

Salah satu yang sering terjadi masalah pada fiber optik adalah karena
keadaan kotor pada bagian fibernya. Itu terjadi karena ada zat yang masuk
kedalam fiber, mungkin karena pembungkusnya sudah rusak ataupun pada saat
pemasangan ada kotoran yang masuk.

Dengan adanya transmiter fiber ooptik ini diharapkan peningkatan kualitas


telekomunikasi di indonesia bisa lebih baik lagi, karena dengan memakai fiber
optik sangat minimal sekali ada kendala ataupun kerugian yang terjadi.
8

DASAR TEORI

A.

Pengertian Sistem Komunikasi Serat Optik

Sistem komunikasi serat optik adalah suatu sistem komunikasi yang


menggunakan kabel serat optik sebagai saluran transmisinya yang dapat
menyalurkan informasi dengan kapasitas besar dan tingkat keandalan yang tinggi,
berbeda dengan media transmisi lainnya serat optik tidak menggunakan
gelombang elektromagnetik/listrik sebagai gelombang pembawanya melainkan
menggunakan sinar/cahaya laser.
Sistem Komunikasi Fiber optik terdiri dari 3 komponen utama yaitu:

Transmitter berupa Laser Diode ( LD ) dan Light Emmiting Diode (LED).

Media transmisi berupa fiber optik.

Receiver yang merupakan detektor penerima digunakan PIN dan APD.

Dalam perjalanan sinyal optik dari transmitter menuju receiver akan


terjadi redaman cahaya di sepanjang kabel optik, sambungan-sambungan kabel
dan konektor-konektor di perangkatnya. Oleh karena itu untuk transmisi jarak
jauh diperlukan sebuah atau beberapa repeater yang berfungsi untuk memperkuat
gelombang cahaya yang telah mengalami redaman sepanjang perjalanannya.

B.

Orang-orang yang paling Berjasa dalam Sejarah Penemuan Fiber


Optic
9

Di balik kecanggihan dan kehandalan kabel Fiber Optic ada cerita tentang
usaha dan kerja keras dari para perintis dan penemu teknologi ini.
Tahun 1880 Alexander Graham Bell mempatenkan sebuah sistem telpon optik
yang disebut dengan Photophone. Penemuan ini dianggap kurang praktis karena
kualitas sinyal yang dikirim melalui cahaya tidak sebagus pada temuan Graham
Bell sebelumnya berupa telepon biasa yang sinyalnya terkirim melalui sebuah
kawat penghantar.

Gambar 1.1. Alexander Graham Bell


Photophone kemudian dianggap sebagai temuan yang gagal. Pada tahun
1840an fisikawan Swiss, Daniel Collodon dan fisikawan Perancis, Jacques
Babinet menunjukkan bahwa cahaya dapat mengikuti aliran air yang membentuk
air mancur. Kemudian fenomena ini dipopulerkan oleh fisikawan asal Inggris
John Tyndall pada 1854. Seiring pergantian abad ditemukan juga bahwa batang
kuarsa yang bengkok bisa membawa cahaya.

Gambar 1.2. Daniel Collodon, Jacques Babinet dan John Tyndall


Selanjutnya orang pertama yang dianggap berhasil menampilkan gambar
melalui sekumpulan serat optic adalah Heinrich Lamm. Lamm adalah seorang

10

mahasiwa kedokteran di Munich, Jerman. Tujuan dari eksperimennya adalah agar


bisa melihat bagaian dalam tubuh yang tidak bisa dilihat secara langsung. Tahun
1930 ia menyatakan telah berhasil menampilkan gambar pada kertas dengan
menggunakan cahaya dari sebuah kawat pijar yang melewati sekumpulan serat
optic pendek. Namun gambar hasil dari percobaan tersebut tidak begitu bagus.
Sayang Lamm harus pindah ke Amerika karena ia seorang Jahudi.

Gambar 1.3. Heinrich Lamm


Pada tahun 1951, seorang berkebangsaan Denmark mencoba
mempatenkan hasil temuannya dalam bidang fiber optic namun lembaga paten
Denmark menolaknya karena dianggap menjiplak hasil karya John Logie Baird
dari Inggris dan Clarence W. Hansell dari Amerika Serikat yang berjasa untuk
penemuan televisi dan mesin facsimilie. Sejak saat itu tidak terdengar lagi usahausaha pengembangan system fiber optic.

Gambar 1.4. John Logie Baird dan Clarence W. Hansell

Akhirnya di tahun 1954 Abraham van Heel dari Technical University of


Delft, Belanda dan Harold H. Hopkins dan Narinder Kapany dari Imperial

11

College London, secara terpisah mengumumkan kesuksesan mereka pada teknik


pencitraan melalui kumpulan serat optik pada journal Nature di Inggris.

Gambar 1.5. Abraham van Heel, Harold H. Hopkins dan Narinder Kapany
Hasil ini dari percobaan Van Heel semakin baik setelah melalui hasil
diskusinya dengan seorang Fisikawan di bidang optik dari Amerika bernama
Brien OBrien. Van Heel kemudian menutup serat optiknya dengan bahan yang
memiliki indeks bias cahaya yang lebih rendah yang bisa mengurangi dampak
refleksi pada permukaan sehingga mengurangi kontaminasi dan juga efek
Crosstalk antar serat.

Gambar 1.6. Brien OBrien


Selanjutnya seorang dokter bernama Basil Hirschowitz dan asistennya
bernama Lawrence Curtis serta seorang fisikawan C. Wilbur Peter yang sedang
mengerjakan sebuah proyek untuk pemeriksaan bagian dalam perut berhasil
mengembangkan sebuah serat optic yang terselubung. Pada tahun yang sama Will
Hicks yang nantinya bekerja di American Optical Co, membuat serat berselubung
kaca tetapi Hicks kalah dalam mendapatkan hak paten atas temuanya karena
temuan tersebut dianggap memiliki atenuasi atau pelemahan sinyal yang besar (1
dB per meter) sehingga tidak efisien untuk dipakai pada system komunikasi.

12

Gambar 1.7. Basil Hirschowitz, C. Wilbur Peter dan Will Hicks


Selanjutnya seorang peneliti muda Charles K. Kao yang bekerja Standard
Telecommunications Laboratories (STL) meneliti cara mengurangi atenuasi serat
optic yang sudah ada saat itu. Dalam penelitiannya Dr Charles K. Kao berhasil
menemukan bahwa kemampuan serat optic temuannya memiliki kemampuan
untuk menyalurkan 200 saluran Tv atau 200 ribu saluran telepon. Perangkat yang
digunakan dalam penelitiannya terdiri atas sebuah serat optic dilapisi oleh lapisan
kaca yang mengelili intinya dengan indeks refraktif yang satu persen lebih kecil
dari intinya. Total diameter jalur yang akan dilewati oleh gelombang cahaya
tersebut adalah 300 sampai 400 micron. Gelombang cahaya disebarkan sepanjang
permukaan antara dua kaca. Dr. Kao menyatakan bahwa ia memperkirakan bisa
mengurangi atenuasi sebesar 20 dB/ Km. Beliau kemudian mengajukan dana
untuk penelitiannya itu.

Gambar 1.8. Dr Charles K. Kao


Sementara Dr.Kao melakukan penelitian tiga orang yang berkerja pada
perusahaan Corning Glass Works, Robert Maurer, Donald Keck, Peter Schultz
melakukan serangkaian uji coba untuk mendapatkan bahan yang memiliki indeks
bias yang lebih rendah. Pada bulan September 1970 mereka mengumumkan
bahwa mereka telah membuat serat singlemode dengan redaman di 633 nanometer
(nm) helium neon baris di bawah 20 dB / km. Dan setelah dicoba di Laboratorium
Penelitian Martlesham Heath dikonfirmasi bahan tersebut memiliki atenuasi yang
rendah.
13

Gambar 1.9. Robert Maurer, Donald Keck dan Peter Schultz


Selanjutnya banyak perusahaan dan lembaga yang melalukan penelitian
dan pengembangan secara terus menerus hingga sampai pada pencapaian saat ini.

C.

Pengertian Serat Optik


Serat Optik adalah saluran transmisi yang terbuat dari kaca atau plastik

yang digunakan untuk mentransmisikan sinyal cahaya dari suatu tempat ke tempat
lain. Cahaya yang ada di dalam Serat Optik sulit keluar karena indeks bias dari
kaca lebih besar daripada indeks bias dari udara. Sumber cahaya yang digunakan
adalah laser karena laser mempunyai spektrum yang sangat sempit. Kecepatan
transmisi Serat Optik sangat tinggi sehingga sangat bagus digunakan sebagai
saluran komunikasi.
Serat Optik umumnya digunakan dalam sistem telekomunikasi serta
dalam pencahayaan, sensor dan Optik pencitraan.
Serat

Optik

terdiri

dari

bagian,

yaitu cladding

dan core.

Cladding adalah selubung daricore. Cladding mempunyai indek bias lebih rendah
dari pada core akan memantulkan kembali cahaya yang mengarah keluar
dari core kembali kedalam core lagi. Efisiensi dari Serat Optik ditentukan oleh
kemurnian dari bahan penyusun gelas. Semakin murni bahan gelas, semakin
sedikit cahaya yang diserap oleh Serat Optik.
14

Karakteristik yang membedakan Serat optik dari twisted pair/coaxibel cable:

1.

Kapasitas yang lebih besar.

2.

Ukuran yang lebih kecil & bobot yang lebih ringan.

3.

Atenuasi yang lebih rendah.

4.

Isolasi elektromagnetik.

5.

Jarak repeater yang lebih besar.

1.
a.

Struktur Serat Optik

Bagian yang paling utama dinamakan bagian inti (core), dimana

gelombang cahaya yang dikirimkan akan merambat dan mempunyai indeks bias
lebih besar dari lapisan kedua. Terbuat dari kaca (glass) yang berdiameter yang
bervariasi antara 8 62,5 mikron tergantung jenis serat optiknya.
b.

Bagian yang kedua di namakan lapisan selimut (Cladding), dimana bagian

ini mengelilingi bagian inti dan mempunyai indeks bias lebih kecil dibandingkan
dengan bagian inti. Terbuat dari kaca yang berdiameter yang bervariasi antara 125
mm (untuk singlemode dan multimode step index) dan 250 mm (untuk multimode
grade index), juga tergantung dari jenis Serat optiknya.
c.

Bagian yang ketiga dinamakan lapisan jaket (Coating), dimana bagian ini

merupakan pelindung lapisan inti dan selimut yang terbuat dari bahan plastik yang
elastic (PVC).

15

Gambar 2. 1 Struktur Kabel Serat Optik


Walaupun pada dasarnya cahaya merambat sepanjang inti serat, namun kulit
memiliki beberapa fungsi :

Mengurangi loss hamburan pada permukaan inti.


Melindungi serat dari kontaminasi penyerapan permukaan.
Mengurangi cahaya yang loss dari inti ke udara sekitar.
Menambah kekuatan mekanis.

2.

Karakteristik Serat Optik

a. Numerical Aperture (NA)


Numerical Aperture merupakan parameter yang merepresentasikan sudut
penerimaan maksimum dimana berkas cahaya masih bisa diterima dan merambat
didalam inti Serat. Sudut penerimaan ini dapat beraneka macam tergantung
kepada karakteristik indeks bias inti dan selubung Serat Optik.
Jika sudut datang berkas cahaya lebih besar dari NA atau sudut kritis maka
berkas tidak akan dipantulkan kembali ke dalam Serat melainkan akan

16

menembus cladding dan akan keluar dari Serat. Semakin besar NA maka semakin
banyak jumlah cahaya yang diterima oleh Serat. Akan tetapi sebanding dengan
kenaikan NA menyebabkan lebar pita berkurang, dan rugi penyebaran serta
penyerapan akan bertambah. Oleh karena itu, nilai NA besar hanya baik untuk
aplikasi jarak-pendek dengan kecepatan rendah.
b. Redaman
Redaman/atenuasi Serat Optik merupakan karakteristik penting yang
harus diperhatikan mengingat kaitannya dalam menentukan jarak pengulang
(repeater), jenis pemancar dan penerima optik yang harus digunakan.
Redaman serat biasanya disebabkan oleh karena penyerapan/absorpsi
energi sinyal oleh bahan, efek scattering/penghamburan dan pengaruh
radiasi/pembengkokan. Semakin besar atenuasi berarti semakin sedikit cahaya
yang dapat mencapai detektor dan dengan demikian semakin pendek
kemungkinan jarak span antar pengulang.
c. Dispersi
Dispersi adalah pelebaran pulsa yang terjadi ketika sinyal merambat
melalui sepanjang serat optik. Dispersi akan membatasi lebar pita (bandwidth)
dari Serat. Dispersi yang terjadi pada Serat secara garis besar ada dua yaitu
dispersi intermodal dan dispersi intramodal dikenal dengan nama lain dispersi
kromatik disebabkan oleh dispersi material dan dispersi wavegiude.
Serat optic terbuat dari bahan dielektrik berbentuk seperti kaca (glass). Di
dalam Serat inilah energi cahaya yang dibangkitkan oleh sumber cahaya
disalurkan (ditransmisikan) sehingga dapat diterima di ujung unit penerima
(receiver).

D.

Jenis Kabel Serat Optik

1. Jenis Jenis Kabel Serat Optik

17

Menurut jenisnya, kabel serat optik dibedakan menjadi 3 macam :

a. Single Mode Fiber

Pada single mode fiber, terlihat pada gambar bahwa index bias akan
berubah dengan segera pada batas antara core dan cladding (step index).
Bahannya

terbuat

dari silica

glassbaik

untuk cladding maupun corenya.

Diameter core jauh lebih kecil (10 mm) dibandingkan dengan diameter cladding,
konstruksi demikian dibuat untuk mengurangi rugi-rugi transmisi akibat adanya
fading.

Single mode fiber sangat baik digunakan untuk menyalurkan informasi


jarak jauh karena di samping rugi-rugi transmisi yang kecil juga mempunyai band
frekuensi yang lebar. Misalnya untuk ukuran 10/125 mm, pada panjang
gelombang cahaya 1300 nm, redaman maksimumnya 0,4 0,5 dB/km dan lebar
band frekuensi minimum untuk 1 km sebesar 10 GHz. Perambatan cahaya
dalam single mode fiber adalah sebagai berikut :

Gambar 2. 2 Perambatan cahaya dalam single mode fiber

18

Single mode fiber dapat juga dibuat dengan index bias yang berubah secara
perlahan-lahan (graded index).

b. Multimode Step Index Fiber

Serat optik ini pada dasarnya mempunyai diameter core yang besar (50
400 um) dibandingkan dengan diameter cladding (125 500 um). Sama halnya
dengan single mode fiber, pada serat optik ini terjadi perubahan index bias dengan
segera (step index) pada batas antara core dan cladding. Diameter core yang
besar (50 400 um) digunakan untuk menaikkan efisiensi coupling pada sumber
cahaya yang tidak koheren seperti LED.

Karakteristik penampilan serat optik ini sangat bergantung pada macam


material/bahan yang digunakan. Berdasarkan hasil penelitian, penambahan
prosentase bahan silica pada serat optik ini akan meningkatkan penampilan
(performance). Tetapi jenis serat optik ini tidak populer karena meskipun
kadar silicanya ditingkatkan, rugi-rugi dispersi sewaktu transmit tetap besar,
sehingga hanya baik digunakan untuk menyalurkan data/informasi dengan
kecepatan rendah dan jarak relatif dekat. Perambatan gelombang pada multimode
step index fiber sebagai berikut :

19

Gambar 2. 3 Perambatan gelombang pada multimode step index fiber

c. Multimode Graded index

Multimode
multi component

graded

index dibuat

glass atau

dapat

dengan
juga

menggunakan

dengan silica

bahan

glass baik

untuk core maupun claddingnya. Pada serat optik tipe ini, indeks bias berubah
secara perlahan-lahan (graded index multimode). Indeks bias inti berubah
mengecil

perlahan

mulai

dari

pusat

core sampai

batas

antara core dengan cladding.

Makin mengecilnya indeks bias ini menyebabkan kecepatan rambat


cahaya akan semakin tinggi dan akan berakibat dispersi waktu antara berbagai
mode cahaya yang merambat akan berkurang dan pada akhirnya semua mode
cahaya akan tiba pada waktu yang bersamaan dipenerima (ujung serat optik).
20

Diameter core jenis

serat

optik

ini

lebih

kecil

dibandingkan

dengan

diameter core jenis serat optic Multimode Step Index, yaitu 30 60 um


untuk core dan 100 150 um untuk claddingnya.

Biaya pembuatan jenis serat optik ini sangat tinggi bila dibandingkan dengan
jenis Single mode. Rugi-rugi transmisi minimum adalah sebesar 0,70 dB/km pada
panjang gelombang 1,18 um dan lebar band frekwensi 150 MHz sampai dengan 2
GHz. Oleh karenanya jenis serat optik ini sangat ideal untuk menyalurkan
informasi pada jarak menengah dengan menggunakan sumber cahaya LED
maupun LASER, di samping juga penyambungannya yang relatif mudah.

Gambar 2. 4 Perambatan gelombang pada multimode graded index fiber

2. Pembagian Jenis Kabel Serat Optik

21

Pembagian serat optik dapat dilihat dari 2 macam perbedaan :


a. Berdasarkan Mode yang dirambatkan :

1) Single mode : serat optik dengan core yang sangat kecil, diameter
mendekati panjang gelombang sehingga cahaya yang masuk ke dalamnya
tidak terpantul-pantul ke dinding cladding.

2) Multi mode : serat optik dengan diameter core yang agak besar yang
membuat laser di dalamnya akan terpantul-pantul di dinding cladding yang
dapat menyebabkan berkurangnya bandwidth dari serat optik jenis ini.

b. Berdasarkan indeks bias core :

1) Step indeks : pada serat optik step indeks, core memiliki indeks bias yang
homogen.

2) Graded

indeks :

indeks

bias core semakin

mendekat

ke

arah cladding semakin kecil. Jadi pada graded indeks, pusat core memiliki
nilai indeks bias yang paling besar. Seratgraded indeks memungkinkan
untuk membawa bandwidth yang lebih besar, karena pelebaran pulsa yang
terjadi dapat diminimalkan.

c. Bagian bagian Serat Optik Jenis Single Mode

22

Reliabilitas dari serat optik dapat ditentukan dengan satuan BER (Bit
Error Rate). Salah satu ujung serat optik diberi masukan data tertentu dan ujung
yang lain mengolah data itu. Dengan intensitas laser yang rendah dan dengan
panjang serat mencapai beberapa km, maka akan menghasilkan kesalahan. Jumlah
kesalahan persatuan waktu tersebut dinamakan BER. Dengan diketahuinya BER
maka, Jumlah kesalahan pada serat optik yang sama dengan panjang yang berbeda
dapat diperkirakan besarnya.

3. Teknik Penyambungan Fiber Optik

Teknik penyambungan serat optik dengan serat optik ada 3, yaitu :

a. Penyambungan permanen yang disebut splice.

Penyambungan sambungan teknik lebur (fusion) bersifat permanen,


artinya tidak dapat dibongkar pasang. Redaman yang dihasilkan menghasilkan
redaman paling kecil di antara teknik sambung lain.

b. Penyambungan tak permanen dengan menggunakan connector.

Penyambungan serat optik menggunakan konektor bersifat tidak


permanen, artinya dapat dibongkar pasang. Konektor biasanya digunakan untuk
kontak dengan terminal perangkat aktif.
23

c. Penyambungan semi permanen dengan teknik mekanik.

Penyambungan dengan teknik mekanik ini menghasilkan redaman yang


bersifat sedang.

4. Karakter Transmisi pada Serat Optik

Sistem serat optik beroperasi pada daerah 100.000 - 1.000.000 GHz.

Prinsip kerja transmisi serat optik adalah sebagai berikut :

1) Cahaya dari suatu sumber masuk ke silinder kaca atau plastik core.

2) Berkas cahaya dipantulkan dan di propagasikan sepanjang serat,


sedangkan sebagian lagi diserap oleh material sekitarnya.

Serat optik mentransmisikan berkas cahaya yang ditandai dengan sebuah


sinyal dengan memakai total internal reflection. Refleksi jenis ini terjadi pada
berbagai media transparan yang memiliki indeks refraksi lebih tinggi
dibandingkan media disekelilingnya.

Dampak,

serat

optic

bertindak

sebagai

pengarah

gelombang (waveguide) untuk frekuensi dalam rentang sekitar 100 terra hingga
1000 terra hertz. Hal ini menutupi bagian inframerah dan cahaya tampak.

E.

Konektor Serat Optik


24

1. Jenis jenis Konektor Serat Optik/Fiber Optik

Jenis-jenis konektor fiber optic ada beberapa yang sering digunakan


seperti ST, SC, FC, LC ,SMA dll , konektor yang biasa digunakan untuk koneksi
OTB adalah konektor ST atau FC .

Ga
mbar 2. 5 Konektor ST dan FC

Gambar 2.6. Konektor Serat Optik/Fiber Optik

25

2. Cara Kerja Fiber Optic

Sinar dalam fiber optik berjalan melalui inti dengan secara memantul
dari cladding, dan hal ini disebut total internal reflection, karena cladding sama
sekali tidak menyerap sinar dari inti. Akan tetapi dikarenakan ketidakmurnian
kaca sinyal cahaya akan terdegradasi, ketahanan sinyal tergantung pada
kemurnian kaca dan panjang gelombang sinyal.

26

Gambar 2. 6 Cara kerja fiber optic

3. Tempat pemasangan kabel Serat Optik

a) Di wilayah perkotaan banyak lekukan dansaluran yang sudah dipenuhi oleh


kabel lain sehingga pemasangan infrastruktur baru selala dibuat dalam
jumlah kecil, dengan radius belokan serat dan kabel diusahakan tetap kecil.

b) Kabel dalam bermacam macam kondisi, seperti diluar atau di bawah


tanah, di udara atau di dalam ruangan. Konsekuensinya, banyak kondisi
termal, mekanikal dan tekanan lain yang harus diterima kabel serat optik
tersebut.

c) Hindari penyambung yang terlalu banyak. Usahakan seminimal mungkin


agar tidak perlu menggunakan teknisi yang terlatih dan dapat dipersiapkan
dengan mudah.

d) Jangan sampai teerjadi banyak tekukan dan kebocoran jaket pelindung yang
dapat menyebabkan kebocoran cahaya.

e) Biaya jalur koneksi global harus menjadi lebih murah.

27

F.

Keuntungan dan Kerugian dari Serat Optik

1. Keuntungan serat optic

a) Mempunyai lebar pita frekuensi (bandwith yang lebar).

b) Frekuensi pembawa optik bekerja pada daerah frekuensi yang tinggi yaitu
sekitar 10^13 Hz sampai dengan 10^16 Hz, sehingga informasi yang dibawa
akan menjadi banyak.

c) Redaman sangat rendah dibandingkan dengan kabel yang terbuat dari


tembaga, terutama pada frekuensi yang mempunyai panjang gelombang
sekitar 1300 nm yaitu 0,2 dB/km.

d) Kebal terhadap gangguan gelombang elektromagnet. Fiber optik terbuat dari


kaca atau plastik yang merupakan isolator, berarti bebas dari interferensi
medan magnet, frekuensi radio dan gangguan listrik.

e) Dapat menyalurkan informasi digital dengan kecepatan tinggi. Kemampuan


fiber optik dalam menyalurkan sinyal frekuensi tinggi, sangat cocok untuk
pengiriman sinyal digital pada sistem multipleks digital dengan kecepatan
beberapa Mbit/s hingga Gbit/s.

f) Ukuran dan berat fiber optik kecil dan ringan. Diameter inti fiber optik
berukuruan micro sehingga pemakaian ruangan lebih ekonomis. Dan juga
tidak mengalirkan arus listrik Terbuat dari kaca atau plastik sehingga tidak
dapat dialiri arus listrik (terhindar dari terjadinya hubungan pendek).

28

2. Kerugian serat optic

a) Konstruksi fiber optik lemah sehingga dalam pemakaiannya diperlukan


lapisan penguat sebagai proteksi.

b) Karakteristik transmisi dapat berubah bila terjadi tekanan dari luar yang
berlebihan.

c) Tidak dapat dialiri arus listrik, sehingga tidak dapat memberikan catuan
pada pemasangan repeater.

2.4. Pembahasan Prakerin

PENYAMBUNGAN KABEL FIBER OPTIK (DROP CABLE 2


CORE)
a) Peralatan
Gambar Alat

Nama alat
Splicer

Fungsi alat

29

Handheld
Light
Source
Optical
Power
Meter
Splice On
Connector

Cleaver

Drop Cable
Stripper

Stripper

Optical
Fiber
Identifier
Laser

Cutter
Plier / Tang
Potong
Drop
Cable
/
Drop Core

30

Tissue

Tabel 1.2. Peralatan Penyambungan Kabel Fiber Optic

b) Langkah langkah kerja


c) Keamanan

d) Hasil

2.5. Masalah yang dihadapi dan Penanganan Masalah

Masalah yang dihadapi

Penanganan Masalah

Redaman diatas -10,50

Lihat SOC yang pecah, ganti dengan


yang baru

Redaman -50.00

Lihat SOC yang pecah/rusak, ganti


dengan yang baru
31

Saat dilaser, cahaya tidak tembus

Lihat SOC yang pecah/rusak, ganti


dengan yang baru

Saat ARC terdapat gelembung inti

SOC Ganti dengan yang baru

Loss diatas 0.03

SET terus sampai lossnya menjadi


dibawah 0,03

Protect tidak melekat sempurna

Panaskan ulang

Saat pengangkatan selalu patah

Harus tenang, tidak terburu-buru

Tabel 1.3. Masalah yang dihadapi dan Penanganan Masalah

BAB III. PENUTUP

3.1. Kesimpulan

32

Fiber optik adalah salah satu transmiter yang memiliki sedikit sekali kendala,
itu dapat dibuktikan dengan sangat pesatnya perkembangan penggunaan fiber
optik di dalam bidang telekomunikasi. Kabel fiber optik dibedakan menjadi 3
jenis, yaitu single mode step index, multi mode step index dan multi mode
gradde index, dimana pada umum nya tipe multi mode biasanya dipakai
untuk jarnk yang dekat, smemntara single mode untuk jarang yang cukup
jauh. Fiber optik sendiri sangan besar seklai kapasitas untuk transper
datanya. Fiber optik sanagt cocom sekali dengan keadaan geografis di
indonesia khususnya di jawa, karena daerahnya tidak terlalu banyak yang
curam.
Membuat laporan hasil prakerin ternyata tidak serumit yang saya bayangkan,
jika kita benar-benar berniat untuk menyelesaikannya.
Prakerin ini bisa membuat pengetahuan, pengalaman dan pertemanan
semakin bertambah banyak.
Saat membaca laporan

hasil

prakrin

saya

ini

yang

berjudul

PENYAMBUNGAN KABEL FIBER OPTIK (DROP CABLE 2


CORE) mungkin step by step terlihat sangat mudah, tapi kenyataannya jika
langsung praktek sangat membutuhkan kesabaran, ketelitian, ketenangan dan
kefokusan.
Prakerin di PT. TELKOM AKSES mengajarkan saya bahwa Ilmu itu harus
di share, dibagikan ke semua orang. Karena jika hanya 1 dari 10 orang yang
bisa bekerja, itu tidak berguna. Tapi jika 1 orang ini membagikan ilmunya ke
9 orang lainnya, dan mereka semua bekerja sama untuk membangun sesuatu,
pasti akan terasa ringan nantinya.
Prakerin mengajarkan kita bahwa jika bekerjaitu harus professional.
Professional dalam arti tidak main-main.

3.2. Kritik & Saran

Untuk SMK NEGERI 1 UJUNGBATU :


Perbanyak Praktek daripada Teori di Mata Pelajaran Produktif.

33

Jangan bersikap seolah-olah tidak peduli ke kami semua (siswa-siswi


SMKN 1).
Jangan pernah membeda-bedakan kami.
Untuk kedepannya tolong persiapkan Prakerin ini dengan sebaik-baiknya,
jangan sampai membuat malu nama sekolah kita sendiri.
Sesibuk apapun para pembimbing prakerin, tolong luangkan sedikit
waktunya untuk melihat perkembangan para peserta prakerin.

Untuk PT. TELKOM AKSES :


Jika akan ada anggota prakerin lagi tolong para pembimbing industri
mengajarinya dulu sebelum diturunkan untuk bekerja.
Setidaknya berilah mereka uang saku untuk hasil selama 4 bulan magang
di PT. TELKOM AKSES.
Anggaplah kami selama 4 bulan itu sebagai karyawan PT. TELKOM
AKSES bukan sebagai budak ataupun pembantu.

DAFTAR PUSTAKA

34

Kurniawan,

Wahyu.

2016.

Motto

Hidup

by

wahyuKW.

http://wahyukw.heck.in/motto-hidup-by-wahyukw.xhtml . (diakses 30
Januari 2016)
Kurniawan,

Wahyu.

2016.

Informasi

Tentang

PT.

Telkom

Akses.

http://wahyukw.heck.in/informasi-tentang-pt-telkom-akses.xhtml . (diakses
30 Januari 2016)
Kurniawan,

Wahyu.

2014.

Tentang

Wahyu

Kurniawan.

http://wahyukw.heck.in/about.xhtml . (diakses 30 Januari 2016)


Facebook.

2013.

PT.

Telkom

Akses

Pekanbaru.

http://facebook.com/page/about.php?id=294607987345995&expand_all=1
. (diakses 30 Januari 2016)
Prasetya,

Dwi.

2009.

Serat

Optik.

http://unsri.ac.id/upload/arsip/Serat

%20Optik.pdf . (diakses 31 Januari 2016)


Wikipedia. Serat Optik. http://id.wikipedia.org/wiki/serat_optik . (diakses 30
Januari 2016)
Supiannor,

Muhammad.

2014.

Landasan

Teori.

http://skatel-xiv-

121937.blogspot.co.id/2014/10/landasan-teori.html . (diakses 04 Maret


2016)
Francis.

Panic.

2012.

Penyambungan

(splicing

Kabel

Fiber

Optik.

https://www.scribd.com/doc/98987124/PENYAMBUNGAN-SPLICINGKABEL-FIBER-OPTIK . (diakses 05 Maret 2016)

35

LAMPIRAN - LAMPIRAN

36