Anda di halaman 1dari 10

CATATAN TENTANG CARA MENGAJARKAN MODUL INI.

Berhubung modul ini diberikan menjelang akhir dari pelatihan, mungkin saja
waktu yang tersisa tinggal sedikit. Dalam hal ini, saudara harus mengaturnya
sedemikian rupa sehingga peserta dapat menyelesaikan modul dan
memahaminya. Jika waktu terlalu singkat, saudara bisa memberikan modul
pada malam sebelumnya. Mintalah semua peserta untuk membacanya lebih
dahulu dan mengerjakan latihannya.

Modul ini sangat penting, meskipun menjelang akhir pelatihan peserta


sudah lelah dan mungkin ingin cepat-cepat menyelesaikan pelatihan, modul
7 - Pedoman Penerapan MTBS di Puskesmas - sangat perlu dipelajari
karena memberikan informasi tentang cara memulai penerapan MTBS,
sehingga peserta dapat menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan.
Dalam mempelajari modul ini, fasilitator lebih banyak memandu diskusi
dengan peserta.

Persiapkanlah alat-alat yang diperlukan untuk suatu diskusi, seperti: flip


chart, spidol, tidak perlu memakai OHP.

Ingatkan peserta bahwa Manajemen Terpadu Balita Sakit merupakan suatu


pendekatan dalam memberikan pelayanan kepada balita sakit, sehingga
dalam penerapannya tetap menggunakan sistem pelayanan yang telah ada
di puskesmas. Dengan menerapkan MTBS tidak berarti mengubah sistem
pelayanan yang ada.

Ingatkan kepada peserta bahwa setelah selesai mengikuti pelatihan ini,


peserta harus mampu menerapkan MTBS sesuai dengan kondisi
puskesmas masing-masing.

1. MEMBAGI DAN MENGENALKAN MODUL


Jelaskan bahwa modul ini menguraikan mengenai langkah-langkah yang perlu
dikerjakan sebelum menerapkan MTBS, sejak dari diseminasi informasi
kepada seluruh petugas puskesmas hingga tata cara pencatatan dan
pelaporannya. Peserta diharapkan memahami bagian ini sehingga mampu
merencanakan kegiatan dan mulai menerapkan MTBS di tempat tugas
masing-masing setelah selesai mengikuti pelatihan.
Pada saat saudara berdiskusi dengan peserta, pastikan bahwa pada akhir
modul peserta mampu:

Melaksanakan diseminasi informasi mengenai MTBS kepada seluruh


petugas puskesmas.

Melakukan penilaian dan penyiapan obat obat yang diperlukan dalam


pemberian pelayanan.

Melakukan penyiapan pengadaan formulir MTBS.

G-1

PEDOMAN FASILITATOR - 2008

Melakukan penilaian dan pengamatan terhadap alur pelayanan, sejak


penderita datang, mendapatkan pelayanan hingga konseling serta
melaksanakan pengaturan dan penyesuaian dalam pemberian pelayanan.

Menentukan upaya penerapan MTBS di puskesmas secara bertahap.

Melaksanakan pencatatan dan pelaporan hasil pelayanan.

Mintalah peserta membaca PENDAHULUAN


dan 1.0 PERSIAPAN
PENERAPAN MTBS DI PUSKESMAS dan selanjutnya peserta dibagi dalam 2
kelompok dan mintalah berdiskusi untuk membahas Latihan A.

2. LATIHAN A : Bekerja secara kelompok diikuti dengan diskusi


kelompok - Rencana diseminasi informasi MTBS di tempat kerja.

Mintalah peserta untuk mendiskusikan rencana diseminasi informasi MTBS


di tempat kerja masing-masing. Dalam diskusi bahaslah tentang kapan
diseminasi informasi akan dilakukan, siapa saja yang dilibatkan dalam
pertemuan tersebut, jadwal pertemuan dan siapa penanggungjawab materi.

Untuk memulai diskusi, saudara dapat mengajukan suatu pertanyaan untuk


memancing diskusi misalnya: Mengapa kita perlu melakukan diseminasi
informasi kepada petugas puskesmas yang lain? atau Mengapa kita harus
melibatkan petugas puskesmas yang lain untuk memulai menerapkan
MTBS?

Dengarkan sejenak interaksi peserta dalam berdiskusi. Pastikan bahwa


peserta memahami tujuan diseminasi informasi dan mengapa harus
melibatkan petugas puskesmas yang lain. Bila diskusi dalam kelompok
tidak berlangsung dengan baik ajukan beberapa pertanyaan untuk
memancing diskusi, sebagai contoh: Mengapa kita perlu melibatkan
petugas loket obat dalam penerapan MTBS? atau Apakah petugas gizi
berperan dalam penanganan balita sakit campak? Mengapa?

Setelah selesai diskusi selama 10 menit, mintalah setiap kelompok untuk


menyajikan secara singkat rencana mereka.

Lakukan tanya jawab antar peserta sekitar 15 menit. Kemudian fasilitator


membuat rangkuman mengenai topik bahasan.

Mintalah peserta membaca bagian 1.2 PENYIAPAN LOGISTIK dan selanjutnya


peserta dibagi dalam 2 kelompok dan mintalah berdiskusi untuk membahas
Latihan B.

3. LATIHAN B: Bekerja secara kelompok diikuti dengan diskusi


kelompok:

Mintalah peserta untuk mendiskusikan tentang:


1). Penilaian ketersediaan obat dan alat di puskesmas dan
2). Rencana pengadaan formulir MTBS di tempat kerja masing-masing.

PEDOMAN FASILITATOR - 2008

G-2

Dalam diskusi bahaslah tentang siapa saja yang dilibatkan dalam kegiatan
tersebut dan gunakan salah satu puskesmas peserta pelatihan sebagai
bahan diskusi.

Untuk memulai diskusi, saudara dapat mengajukan suatu pertanyaan untuk


memancing diskusi misalnya: Untuk memulai penerapan MTBS di
puskesmas, kita harus mengetahui ketersediaan obat di puskesmas
saudara. Bagaimana ketersediaan obat Kotrimoksazol di puskesmas
saudara? Cukup? Kurang? Apakah selama ini setiap balita yang menderita
pneumonia memperoleh kotrimoksazol? Apakah tersedia obat-obat anti
malaria dan alat pemeriksaan RDT?

Dengarkan sejenak interaksi peserta dalam berdiskusi. Pastikan bahwa


peserta memahami tujuan penyiapan logistik sebelum penerapan MTBS.
Bila diskusi dalam kelompok tidak berlangsung dengan baik ajukan
beberapa pertanyaan untuk memancing diskusi: Apakah di puskesmas
saudara tersedia timer? Bila tidak, bagaimana cara saudara
memperolehnya? Dengan cara membeli sendiri atau meminta ke Dinas
Kesehatan Kabupaten/Kota?

Untuk penyiapan alur pelayanan, mintalah salah satu peserta untuk


menjelaskan alur pelayanan bagi balita sakit di puskesmasnya. Ajaklah
peserta berdiskusi. Ajukan pertanyaan misal: Apakah alur tersebut tetap
dapat digunakan bila nantinya MTBS diterapkan? Apakah memerlukan
penyesuaian? Bagaimana bentuk penyesuaian tersebut?

Untuk perencanaan pengadaan formulir MTBS, mintalah peserta berdiskusi


dengan menggunakan data salah satu puskesmas sebagai latihan. Setelah
peserta menghitung kebutuhan formulir dalam 3 bulan, ajukan pertanyaan
mengenai sumber dana untuk pengadaan formulir tersebut. Bagaimana
cara pengadaannya? Dengan cara di fotokopi atau dicetak? Bisakah kita
berkoordinasi dengan puskesmas lain atau Dinas Kesehatan
Kaupaten/Kota untuk pengadaan formulir MTBS?

Setelah selesai diskusi selama 20 menit, mintalah seluruh peserta


berkumpul kembali, lakukan penyajian singkat dan lakukan tanya jawab
antar peserta sekitar 10 menit. Kemudian fasilitator membuat rangkuman
mengenai topik bahasan.

Mintalah peserta melanjutkan membaca 2.0 PENERAPAN MTBS DI


PUSKESMAS dan selanjutnya peserta dibagi dalam 2 kelompok dan mintalah
berdiskusi untuk membahas Latihan C.

4. LATIHAN C : Bekerja secara kelompok diikuti dengan diskusi


kelompok Rencana penerapan MTBS di puskesmas

Mintalah peserta untuk mendiskusikan Rencana penerapan MTBS di


puskesmas. Dalam diskusi bahaslah tentang kapan MTBS akan diterapkan
di puskesmas, siapa saja yang dilibatkan dalam perencanaan tersebut dan
gunakan salah satu puskesmas yang ada sebagai latihan.
G-3

PEDOMAN FASILITATOR - 2008

Untuk memulai diskusi, saudara dapat mengajukan suatu pertanyaan misal:


Untuk memulai penerapan MTBS di puskesmas, kita tidak mungkin
langsung memberikan pelayanan MTBS kepada seluruh balita sakit
sedangkan petugas yang dilatih baru 2 orang. Bagaimana cara
memulainya? Berapa persen balita yang akan di MTBS dalam 3 bulan
pertama?

Dengarkan sejenak interaksi peserta dalam berdiskusi. Pastikan bahwa


peserta memahami tujuan rencana penerapan MTBS di puskesmas. Bila
diskusi dalam kelompok tidak berlangsung dengan baik ajukan beberapa
pertanyaan untuk memancing diskusi misal: Apakah hanya petugas yang
dilatih MTBS yang akan memberikan pelayanan kepada balita sakit?
Apakah petugas puskesmas pembantu dan bidan di desa perlu
melaksanakan MTBS? Bagaimana cara agar petugas yang lain dapat
memberikan pelayanan MTBS kepada balita sakit?

Mintalah masing-masing kelompok untuk membuat rencana kerja langkahlangkah penerapan MTBS di Puskesmas dimulai dari diseminasi informasi
hingga saat penerapan MTBS dengan menggunakan tabel sebagai berikut :
NO.

Kegiatan

Tujuan

Sasaran

Waktu

Sumber
dana

Penanggung
jawab

1
2
3
4

Setelah selesai membuat rencana kerja 20 menit, mintalah kelompok untuk


mempresentasikannya dan fasilitator memimpin diskusi singkat serta
merangkum hasil presentasi tersebut.

Mintalah peserta melanjutkan membaca


PELAPORAN HASIL PELAYANAN.

PEDOMAN FASILITATOR - 2008

G-4

3.0.

PENCATATAN

DAN

Klasifikasi MTBS dalam LB 1 berdasarkan ICD 9


2 BULAN 5 TAHUN
NO
I

II

III

KLASIFIKASI

KODE

BATUK ATAU SUKAR BERNAPAS


1. Pneumonia Berat atau Penyakit
Sangat Berat
2. Pneumonia
3. Batuk: Bukan Pneumonia
DIARE
1. Diare Dehidrasi Berat
2. Diare Dehidrasi Ringan/Sedang
3. Diare Tanpa Dehidrasi
4. Diare Persisten Berat
5. Diare Persisten
6. Disenteri
DEMAM
1. Penyakit Berat dengan Demam
2. Malaria

1401/*
1401
1302/*
0102
0102
0102
0102
0102
0103
*
0501

3.
4.
5.

IV

VI

LB 1 SP3 ICD 9
DIAGNOSIS

Demam : Mungkin Bukan Malaria


Campak dengan Komplikasi Berat
Campak dengan Komplikasi Mata
atau Mulut
6. Campak
7. Demam Berdarah Dengue
8. Demam: Mungkin Bukan DBD
MASALAH TELINGA
1. Mastoiditis
2. Infeksi Telinga Akut
3. Infeksi Telinga Menahun
4. Tidak Ada Infeksi Telinga
STATUS GIZI
1. Sangat Kurus
2. Kurus
3. Normal
ANEMIA

0502
0503
*
0402
0402

Pneumonia

Diare (termasuk suspek kolera)


Diare (termasuk suspek kolera)
Diare (termasuk suspek kolera)
Diare (termasuk suspek kolera)
Diare (termasuk suspek kolera)
Disenteri

Malaria dengan pemeriksaan


laboratorium (P vivax dll)
Malaria tropika ( P falsiparum)
Malaria klinis
Campak
Campak

0402
0405
*

Campak
Demam Berdarah Dengue

1102
1101
1101
-

Infeksi Mastoid (Mastoiditis)


Infeksi Telinga Tengah
Infeksi Telinga Tengah

*
*
*

Tanda * dalam pedoman tersebut berarti klasifikasi tersebut harus disesuaikan dengan
diagnosa berdasar hasil pemeriksaan oleh dokter. Sedangkan dalam kelompok klasifikasi Gizi
buruk dan Anemia dapat dimasukkan dalam LB3 (bagian Gizi).

G-5

PEDOMAN FASILITATOR - 2008

BAYI MUDA UMUR KURANG DARI 2 BULAN


NO

KLASIFIKASI

KODE
1803
0902*

I.

PENYAKIT SANGAT BERAT

INFEKSI BAKTERI BERAT

INFEKSI BAKTERI LOKAL

DIARE
DIARE DEHIDRASI BERAT
DIARE DEHIDRASI RINGAN/ SEDANG
DIARE TANPA DEHIDRASI
IKTERUS BERAT
IKTERUS
BERAT BADAN RENDAH MENURUT
UMUR
BERAT BADAN TIDAK RENDAH
MENURUT UMUR

5
6

1101
1005
2001
1005
2001

MASALAH PEMBERIAN ASI

LB 1 SP3 ICD 9
DIAGNOSIS
Tetanus Neonatorum
Penyakit dan Kelainan
Susunan Syaraf Lainnya
Infeksi Telinga
Infeksi Mata
Infeksi Kulit
Infeksi Mata
Infeksi Kulit

0102

Diare termasuk suspek Kolera

22/*

Penyakit lainnya

22/*

Penyakit lainnya

1505
atau
22/*

Penyakit Rongga Mulut,


kelenjar ludah, rahang dan
lainnya atau penyakit lainnya

Tanda * dalam pedoman tersebut berarti klasifikasi tersebut harus disesuaikan dengan
diagnosa berdasar hasil pemeriksaan oleh dokter. Misalnya dalam kelompok Mungkin Infeksi
Bakteri Sistemik, bisa juga termasuk Pneumonia Berat dan lain-lain.

Tulislah nomor kode diagnosa LB 1 SP3 di bawah tulisan klasifikasi.


Informasi mengenai konversi klasifikasi menjadi kode diagnosa LB 1 SP3 harus
diketahui oleh petugas kesehatan lain di Puskesmas.

PEDOMAN FASILITATOR - 2008

G-6

Klasifikasi MTBS dalam LB 1 berdasarkan ICD 10


2 BULAN 5 TAHUN
NO
I

II

III

IV

VI

KLASIFIKASI

KODE

BATUK ATAU SUKAR BERNAPAS


1. Pneumonia Berat atau Penyakit
Sangat Berat
2. Pneumonia
3. Batuk: Bukan Pneumonia
DIARE
1. Diare dengan Dehidrasi Berat
2. Diare dengan Dehidrasi
Ringan/Sedang
3. Diare Tanpa Dehidrasi
4. Diare Persisten Berat
5. Diare Persisten
6. Disenteri
DEMAM
1. Penyakit Berat dengan Demam
2. Malaria

LB 1 SP3 ICD 10
DIAGNOSIS

J 18.9

Pneumonia

J 18.9
J 06.9

Pneumonia

A 09
A 09

Diare (termasuk suspek kolera)


Diare (termasuk suspek kolera)

A 09
A 09
A 09
A 03.9
A 06

Diare (termasuk suspek kolera)


Diare (termasuk suspek kolera)
Diare (termasuk suspek kolera)
Disenteri basiler
Disenteri amuba

Penyakit Infeksi saluran pernafasan


atas akut tidak spesifik

3. Demam: Mungkin Bukan Malaria


4. Campak dengan Komplikasi Berat
5. Campak dengan Komplikasi Mata
atau Mulut
6. Campak
7. Demam Berdarah Dengue Berat
8. Demam Berdarah Dengue
9. Demam: Mungkin Bukan DBD
MASALAH TELINGA
1. Mastoiditis
2. Infeksi Telinga Akut
3. Infeksi Telinga Menahun
4. Tidak Ada Infeksi Telinga
STATUS GIZI
1. Sangat Kurus
2. Kurus
3. Normal
ANEMIA

B 54
*
B 05.9
B 05.9

Malaria dengan pemeriksaan


laboratorium (P vivax dll)
Malaria tropika ( P falsiparum)
Malaria klinis
Campak
Campak

B 05.9
A 91
A 91
*

Campak
Demam Berdarah Dengue
Demam Berdarah Dengue

H 70.9
H 65.9
H 65.9
-

Infeksi Mastoid (Mastoiditis)


Infeksi Telinga Tengah
Infeksi Telinga Tengah

*
*
*

Tanda * dalam pedoman tersebut berarti klasifikasi tersebut harus disesuaikan dengan
diagnosa berdasar hasil pemeriksaan oleh dokter. Sedangkan dalam kelompok klasifikasi Gizi
buruk dan Anemia dapat dimasukkan dalam LB3 (bagian Gizi).

G-7

PEDOMAN FASILITATOR - 2008

BAYI MUDA UMUR KURANG DARI 2 BULAN


NO

KLASIFIKASI

KODE

1.

PENYAKIT SANGAT BERAT

A 33
G 98

INFEKSI BAKTERI BERAT

A 33
G 98

INFEKSI BAKTERI LOKAL

DIARE
1. Diare dehidrasi berat
2. Diare dehidrasi ringan /sedang
3. Diare tanpa dehidrasi
IKTERUS
1. Ikterus Berat
2. Ikterus
BERAT BADAN RENDAH MENURUT
UMUR
BERAT BADAN TIDAK RENDAH
MENURUT UMUR
MASALAH PEMBERIAN ASI

5.

H 57.9
L 98

LB 1 SP3 ICD 10
DIAGNOSIS
Tetanus Neonatorum
Penyakit dan Kelainan
Susunan Syaraf Lainnya
Tetanus Neonatorum
Penyakit dan Kelainan
Susunan Syaraf Lainnya
Infeksi Mata
Infeksi Kulit

A 09

Diare dan GE tidak dapat di


kelompokkan dalam
A 00 A 08

K 76.9

Penyakit hati tidak spesifik

*
*

Membuat rangkuman tentang pedoman penerapan MTBS di


Puskesmas

Pimpinlah diskusi singkat untuk mengkaji ulang ketrampilan yang diajarkan dalam
bagian ini. Lihat kembali tujuan pembelajaran yang ada pada bagian ini.

Ajukan beberapa pertanyaan untuk mengingatkan peserta akan hal-hal yang telah
didiskusikan.

Ingatkan peserta bahwa setelah selesai pelatihan ini diharapkan peserta segera
menerapkan MTBS.
Buatlah catatan disini tentang berbagai hal
yang akan saudara tekankan kembali kepada peserta

PEDOMAN FASILITATOR - 2008

G-8

G-9

PEDOMAN FASILITATOR - 2008

PEDOMAN FASILITATOR - 2008

G-10