Anda di halaman 1dari 5

1) Apa yang saudara ketahui tentang pengetahuan, dan bagaimana cara

memperoleh pengetahuan tersebut?


2) Apa yang dimaksud dengan istilah metode, metodik, metodologi dan metodologi
riset?
3) Jelaskan ciri-ciri metode ilmiah, dan berikan contohnya!
4) Apa yang dimaksud dengan berpikir ilmiah, berikan contohnya?
5) Sebut dan jelaskan sasaran dalam penelitian?
6) Apa yang dimaksud dengan berpikir deduktif dan induktif, dan berikan
contohnya!
7)
Apa fungsi penyusunan kerangka pemikiran?
8) Apa yang dimaksud dengan penelitian ilmiah?
9) Jelaskan perbedaan pendekatan ilmiah dengan non ilmiah dan berikan contohnya
dalam ilmu akuntansi!
JAWABAN 1) Yang saya ketahui tentang pengetahuan adalah suatu kegiatan yang
mampu memiliki makna pembelajaran dan cara memperoleh pengetahuan itu
sendiri yaitu dengan adanya pengalaman yang bermakna.
pengetahuan merupakan hasil dari proses mencari tahu, dari yang tadinya tidak
tahu menjadi tahu, dari tidak dapat menjadi dapat. Dalam proses mencari tahu ini
mencakup berbagai metode dan konsep-konsep, baik melalui proses pendidikan
maupun melalui pengalaman.
2) Definisi atau pengertian dari Metode adalah cara yang digunakan untuk
mengimplementasi rencana yg sudah dsusun dalam bentuk kegiatan nyata dan
praktis unt mencapai tujuan. metodologi adalah pengetahuan tentang cara untuk
melakukan sesuatu. metodologi riset adalah pengetahuan tentang cara untuk
melakukan riset.
3) Ciri-ciri metode ilmiah
n Bersifat kritis, analistis, artinya metode menunjukkan adanya proses yang tepat
untuk mengidentifikasi masalah dan menentukan metode untuk pemecahan
masalah.
n Bersifat logis, artinya dapat memberikan argumentasi ilmiah. Kesimpulan yang
dibuat secara rasional berdasarkan bukti-bukti yang tersedia

n Bersifat obyektif, artinya dapat dicontoh oleh ilmuwan lain dalam studi yang sama
dengan kondisi yang sama pula.
n Bersifat konseptual, artinya proses penelitian dijalankan dengan pengembangan
konsep dan teori agar hasilnya dapat dipertanggungjawabkan.
n Bersifat empiris, artinya metode yang dipakai didasarkan pada fakta di lapangan.
4) Pengertian berpikir ilmiah v Proses atau aktivitas manusia untuk menemukan/
mendapatkan ilmu. v Proses berpikir untuk sampai pada suatu kesimpulan yang
berupa pengetahuan. v Sarana berpikir ilmiah. v Sarana berpikir ilmiah merupakan
alat yang membantu kegiatan ilmiah dalam berbagai langkah yang harus ditempuh.
v Tanpa penguasaan sarana berpikir ilmiah kita tidak akan dapat melaksanakan
kegiatan berpikir ilmiah yang baik. v Merupakan alat bagi metode ilmiah dalam
melakukan fungsinya dengan baik.

- Berpikir ilmiah adalah berfikir yang logis dan empiris. Logis: masuk akal,
empiris: Dibahas secara mendalam berdasarkan fakta yang dapat
dipertanggung jawabkan. (Hillway,1956).
- Berpikir ilmiah adalah menggunakan akal budi untuk
mempertimbangkan, memutuskan, mengembangkan dsb. secara ilmu
pengetahuan (berdasarkan prinsip-prinsip ilmu pengethuan. Atau
menggunakan prinsip-prinsip logis terhadap penemuan, pengesahan dan
penjelasan kebenaran. (uripsantoso.wordpress.com)
- (Menurut Salam (1997:139) berpikir ilmiah adalah proses atau aktivitas
manusia untuk menemukan/ mendapatkan ilmu.
- Berpikir ilmiah, yaitu berpikir dalam hubungan yang luas dengan
pengertian yang lebih komplek disertai pembuktian-pembuktian.
( Menurut Kartono (1996, dalam Khodijah, 2006:118)
- Berfikir ilmiah merupakan proses berfikir/ pengembangan pikiran yang
tersusun secara sistematis yang berdasarkan pengetahuan-pengetahuan
ilmiah,yang sudah ada (Eman Sulaeman)
- Berfikir ilmiah adalah pola penalaran berdasarkan sasaran tertentu secara
teratur dan cermat (Jujun S. Suria Sumantri, 1984)
- Berpikir ilmiah adalah metode berpikir yang di dasarkan pada logika
deduktif dan induktif (Mumuh mulyana Mubarak, SE

5) Sasaran dalam penelitian Objek Masalah Proses penyelesaiannya Tujuan

Sasaran dalam penelitian adalah Pernyataan yang lebih spesifik dan bersifat

operasional, yang diturunkan dari Tujuan Penelitian, sehingga bisa jadi lebih
dari satu. Merupakan objek atau target yang akan kita teliti. Sesuatu yang
menjadi tujuan dalam penelitian. Dalam hal ini kaitannya dengan
Masalah
Objek
Proses penyelesaiannya
Tujuan
Masalah merupakan tempat awal berpijak untuk melakukan penelitian, untuk selanjutnya
dipecahkan melalu langkah-langkah yang sistematis seperti yang ada dalam sebuah penelitian
ilmiah. Masalah-masalah dunia pendidikan dalam penelitian merupakan pertanyaan-pertanyaan
tentang keadaan dilapangan yang jawabanya sedang dicari dalam penelitian. Masalah yang
diteliti haruslah jelas, kongkrit yang memerlukan solusi penyelesaian sehingga mendapat
keputusan atau hasil penelitian.
Setelah mengetahui masalah yang akan diteliti, maka seorang peneliti harus menetapkan tujuan
yang hendak dicapai dan manfaat yang diharapakan dari hasil penelitian yang dilakukan.
Tujuan penelitian merupakan rumusan kalimat yang menunjukkan adanya hasil, sesuatu yang
diperolah setelah penelitian penelitian selesai, sesuatu yang akan dicapai/dituju dalam sebuah
penelitian. Rumusan tujuan mengungkapkan keinginan peniliti untuk memperoleh jawaban atas
permasalahan penelitian yang diajukan. Oleh karena, rumusan tujuan harus relevan dengan
identitas masalah yang ditemukan, rumusan masalah dan mencerminkan proses penelitian.
Rumusan Masalah
MENCARI OBYEK PENELITIAN
Obyek penelitian dapat ditemui dengan berbagai cara. Ada yang dapat kita temui secara pasif, ada yang kita cari secara aktif. Contoh obyek
penelitian yang ditemui secara pasif adalah penelitian yang datang berdasarkan autoritas. Misalnya permintaan penelitian yang datang dari
pimpinan suatu lembaga penelitian, atau penelitian pesanan dari suatu sponsor. Untuk hal semacam itu masalah penelitian sudah ada
dengan sendirinya, sehingga sebagai peneliti kita tinggal merumuskan obyeknya dan meneruskan tahap-tahap penelitian selanjutnya.
Suatu masalah hendaknya terumuskan dalam suatu pertanyaan yang jelas. Merumuskan masalah bukanlah suatu yang mudah. Seringkali
apa yang kita lihat sebagai masalah bukanlah masalah itu sendiri, melainkan hanya gejala dari suatu masalah yang belum kita pahami. Yang
kita lihat itu adalah gejala, dan bila kita memproses penyelesaiannya maka yang kita hasilkan adalah penyelesaian suatu gejala, bukan
penyelesaian masalah. Dengan demikian dalam kita merumuskan masalah, pertama kali yang harus dilakukan adalah mendalami apa
sebenarnya masalah yang harus diteliti, apakah ia merupakan pokok masalah atau gejala suatu masalah:
Bila kita dalami maka suatu masalah tersusun atas komponen sebagai berikut:
a.

subyek, yaitu orang atau sekumpulan orang yang melihat atau menetapkan adanya masalah, sehingga merasa perlu untuk
mengatasi atau mencari jawaban.

b.

tujuan (obyektif), yang akan dicapai dari adanya masalah tersebut.

c.

alternatif, beberapa langkah yang dilakukan pada masalah.

d.

lingkungan masalah, dalam arti masalah itu tadi merupakan sistem dalam suatu sistem yang lebih luas dan tidak terpisahkan dari
lingkungan yang mengitarinya.

2. MENCARI PENYELESAIAN
Suatu masalah yang dirumuskan dalam bentuk pertanyaan hendaknya diarahkan pada langkah-langkah untuk mencari jawabannya. Ada
empat elemen yang dapat kita pakai untuk menstrukturkan masalah ke arah penyelesaiannya.
a.

Model, yaitu penggambaran masalah secara kualitatif sehingga tampak bayangan atau citra mental dari persoalan.

b.

Kriteria, yakni keharusan-keharusan yang dijabarkan dari tujuan yang hendak dicapai. Dengan Kriteria kita dapat mengukur
tingkat keberhasilan kegiatan penelitian.

c.

Pembahas (kendala), yaitu faktor-faktor yang mengikat seorang peneliti dalam memecahkan suatu masalah. Pembatas atau
kendala tadi dapat berupa kendala sumber daya tenaga, biaya, waktu, ruang gerak dan sebagainya. Pemecahan masalah harus
diambil yang terbaik dari yang memenuhi kendala tersebut.

d.

Optimasi, yakni pemecahan optimum suatu masalah berdasarkan kemampuan dan batasan yang ada.

6) Berpikir deduktif dan berpikir induktif Berpikir deduktif Pengambilan


kesimpulan dari hal yang bersifat umum menjadi kasus yang bersifat khusus. Fakta :
Semua manusia akan mati (umum) Taka adalah manusia (khusus) Kesimpulan : Taka
akan mati (khusus) Berpikir induktif Pengambilan kesimpulan dari kasus yang
bersifat khusus menjadi kesimpulan yang bersifat umum. Fakta : Tumbuhan akan
mati (khusus) Hewan akan mati (khusus) Manusia akan mati (khusus) Kesimpulan :
Semua makhluk hidup akan mati
7) Fungsi penyusunan kerangka pemikiran adalah untuk memperoleh kesimpulan
dari hasil penyelesaian suatu permasalahan.
8) Penelitian ilmiah adalah rangkaian pengamatan yang sambung menyambung,
berakumulasi dan melahirkan teori-teori yang mampu menjelaskan dan
meramalkan fenomena-fenomena. Penelitian ilmiah sering diasosiasikan dengan
metode ilmiah sebagai tata cara sistimatis yang digunakan untuk melakukan
penelitian.
9) Perbedaan pendekatan ilmiah dan pendekatan non ilmiah Pendekatan Ilmiah : n
Perumusan masalah jelas dan spesifik n Masalah merupakan hal yang dapat diamati
dan diukur secara empiris n Jawaban permasalahan didasarkan pada data n Proses
pengumpulan dan analisis data, serta pengambilan keputusan berdasarkan logika
yang benar n Kesimpulan yang didapat siap/terbuka untuk diuji oleh orang lain
Pendekatan Non Ilmiah : n Perumusan masalah yang kabur atau abstrak n Masalah
tidak selalu diukur secara empiris dan dapat bersifat supranatural/dogmatis n
Jawaban tidak diperoleh dari hasil pengamatan data di lapangan n Keputusan tidak
didasarkan pada hasil pengumpulan data dan analisis data secara logis n
Kesimpulan tidak dibuat untuk diuji ulang oleh orang lain
Pendekatan Ilmiah :

Perumusan masalah jelas dan spesifik

Masalah merupakan hal yang dapat diamati dan diukur secara empiris

Jawaban permasalahan didasarkan pada data

Proses pengumpulan dan analisis data, serta pengambilan keputusan


berdasarkan logika

yang benar

Kesimpulan siap/terbuka untuk diuji oleh orang lain

Contoh :
Penggunaan Metode Ilmiah
Pendekatan Non Ilmiah :

Perumusan kabur atau abstrak


Masalah tidak selalu diukur secara empiris dan dapat bersifat
supranatural/dogmatis
Jawaban tidak diperoleh dari hasil pengamatan data di lapangan
Keputusan tidak didasarkan pada hasil pengumpulan dan analisis data
secara logis
Kesimpulan tidak dibuat untuk diuji ulang oleh orang lain

Contoh :

Penggunaan akal sehat, prasangka, intuisi, penemuan secara kebetulan dan


coba-coba,

pendapat otoritas ilmiah dan pikiran kritis

Anda mungkin juga menyukai