Anda di halaman 1dari 3

Al-Falu (Merasa Optimis) Yaitu

Berprasangka Baik, Berbeda dengan


Ramalan dan Anggapan Sial
#IndonesiaBertauhid
-Dalam pelajaran TAUHID dibahas mengenai Al-Falu, ini terlihat mirip
dengan ramalan tetapi ia berbeda, Al-Falu positif serta menunjukkan
prasangkan baik kepada Allah
-Sebelumnya telah kami bahas mengenai ramalan yang juga perlu
dibedakan dengan prediksi karena ini berbeda tipis bagi mereka yang belum
tahu ilmunya
Silahkan baca:
-Demikian juga Al-Falu dengan hampir berbeda tipis dengan Anggapan sial
(thiyarah) yang dilarang, karenanya dua pembahasan ini ada dalam satu
konteks hadits,


Tidak ada adwa (keyakinan adanya penularan penyakit tanpa izin Allah),
tidak ada thiyarah (anggapan sial). Dan yang menakjubkanku adalah al-falu
yang baik yaitu kalimat yang baik. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Al-Falu yaitu merasa optimis dan semangat (berhusnudzan kepada Allah)
ketika ada momentum yang dia bisa jadikan penyemangat bagi dirinya
misalnya:
Ada kejadian yang baik
Mendengar perkataan yang baik dan indah
Melihat sesuatu yang baik

-Contoh kejadiannya:
-Ketika hari pertama masuk kuliah, cuaca sangat
cerah dan udara segar, maka dia optimis kuliahnya
akan lancar (berhusnudzan kepada Allah)
-ketika sedang ada masalah kemudian ada
temannya datang bernama untung maka dia
optimis, sepertinya ada jalan keluar dengan datang si Untung atas izin Allah
-Ini bukan meramal tetapi optimis dan berharap kepada Allah akan kebaikan,
sedangkan meramal adalah menebak-nebak dan memastikan kejadian
masa akan datang
-Mengapa berprasangka baik? karena Hamba HARUS senantiasa demikian
dan Allah sesuai dengan prasangka hamba-Nya
Allah berfirman dalam hadits qudsi,

Aku (akan memperlakukan hamba-Ku) sesuai dengan persangkaannya
kepadaku. (HR-Bukhari dan Muslim)
-Agar lebih memahami, silahkan baca mengenai anggapan sial yang dilarang
oleh agama:
-Semoga kita selalu semangat mendakwahkan TAUHID, dakwaj prioritas dan
utama, agar hidup tenang bahagia dunia-akhirat dan negara makmur-berkah
dengan izin Allah Taala
@Markaz YPIA, Yogyakarta Tercinta
Penyusun: Raehanul Bahraen
Artikel www.muslimafiyah.com