Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH

MATA KULIAH GANESA BAHAN GALIAN


BATU GRANIT

OLEH
SIMPLISIUS N. SAWU (1206101020)
MUHAMMAD IQBAL T. SAGALA (1206101005)
LUKAS C. B. WANGA (1206107058)

JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN


FAKULTAS SAINS DAN TEKNIK
UNIVERSITAS NUSA CENDANA
KUPANG
2014

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan saya rahmat
dan berkatnya sehingga makalah ini dapat diselesaikan. Makalah ini yang berjudul
BATU GRANIT .
Dalam kesempatan ini izinkanlah kami untuk mengucapkan terima kasih kepada
rekan-rekan yang telah membantu pembuatan makalah ini agar dapat selesai tepat waktu.
Akhirnya dengan penuh kesadaran bahwa dalam penyusunan makalah ini masih jauh
dari kesempurnaan dan masih terdapat kekurangan-kekurangan dalam makalah ini. Namun
harapan kami hendaknya makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua serta dapat mencapai
sasaran yang kita inginkan.
Hasil makalah ini hendaknya dapat menjadi bahan informasi atau penunjang bagi
rekan- rekan untuk pembuatan makalah selanjutnya.
Demikianlah semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca untuk kehidupan
sehari-hari.
Kupang, April 2014

Penulis

DAFTAR ISI
Halaman Judul ......................................................................................................i
Kata Pengantar......................................................................................................ii
Daftar Isi................................................................................................................iii
BAB I : PENDAHULUAN...................................................................................1
1.1.
1.2.

Latar Belakang..............................................................................1
Tujuan dan manfaat.......................................................................1

BAB II : ISI...........................................................................................................3
2.1........................................................................................................Defini
si....................................................................................................3
2.2........................................................................................................Potens
i Batu Granit di Indonesia.............................................................4
BAB III : PERTAMBANGAN..............................................................................5
3.1........................................................................................................Tekni
k Pertambangan.............................................................................5
BAB IV : PEMANFAATAN.................................................................................7
4.1........................................................................................................Di
Sektor Konstruksi..........................................................................7
4.2........................................................................................................Di
Sektor Industri ..............................................................................7
BAB V : PENUTUP..............................................................................................8
5.1. Kesimpulan.........................................................................................8
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................9

BAB I
PENDAHULUAN
I.1

Latar Belakang
Batu adalah benda padat yang tebuat secara alami dari mineral dan atau
mineraloid. Lapisan luar padat Bumi, litosfer, terbuat dari batu. Dalam batuan
umumnya adalah tiga jenis, yaitu batuan beku, sedimen, dan metamorf. Dalam
bangunan batu biasanya dipakai pada pondasi bangunan untuk bangunan dengan
ketinggian kurang dari 10 meter, Batu juga dipakai untuk memperindah fasade
bangunan dengan memberikan warna dan tekstur unik dari batu alam.
Batuan umumnya diklasifikasikan berdasarkan komposisi mineral dan kimia,
dengan tekstur partikel unsur dan oleh proses yang membentuk mereka. Ciri - ciri ini
mengklasifikasikan batuan menjadi beku, sedimen, dan metamorf. Mereka lebih
diklasifikasikan berdasarkan ukuran partikel yang membentuk mereka. Transformasi
dari satu jenis batuan yang lain digambarkan oleh model geologi.
Kata granit berasal dari bahasa Latin granum. Granit adalah batuan terobosan
yang terjadi melalui proses pembekuan magma di permukaan bumi dengan temperatur
yang stabil. Granit ditemukan dalam pluton-pluton besar pada benua, ketika kerak
bumi telah mengalami pengikisan yang besar. Granit mengalami proses pendinginan
yang sangat lambat pada kedalaman jauh dari permukaan tanah, untuk membentuk
butiran-butiran mineral besar.

I.2

Tujuan dan Manfaat


Tujuan dan Manfaat dari pembuatan makalah ini yaitu mengetahui apa
pengertian dari batu granit dan juga sebagai sumber referensi bagi kita untuk
memahami bagaimana cara eksplorasi, penambangan dan pengolahan Batu Granit
dengan baik dan benar.

BAB II
ISI
2.1. Definisi
Granit adalah batuan terobosan yang terjadi melalui proses pembekuan magma
di permukaan bumi dengan temperatur yang stabil.

Batu granit memiliki sifat asam; berbutir kasar hinggga sedang; serta bewarna
terang keabuan, kecoklatan, dan kemerahan. Selain itu, batu granit merupakan jenis
batuan intrusif, felsik, igneus yang umum dan banyak ditemukan. Granit kebanyakan
besar, keras dan kuat, dan oleh karena itu banyak digunakan sebagai batuan untuk
konstruksi. Kepadatan rata-rata granit adalah 2,75 gr/cm dengan jangkauan antara
1,74 dan 2,80. Kata granit berasal dari bahasa Latin granum.Dalam bidang industri
dan rekayasa, granit banyak dipakai sebagai bidang acuan dalam berbagai pengukuran
dan alat pengukur. Hal ini dikarenakan granit bersifat kedap air, kaku (rigid), nonhigroskopis dan memiliki koefisien ekspansi termal yang sangat rendah. Salah satu
penerapannya adalah pada mesin pengukur koordinat (Coordinate Measuring
Machine). Granit Termasuk batuan beku. Batu ini terbentuk sebagai hasil dari
kristalisasi yang berlangsung lambat dari magma cair yang berada jauh di dalam kerak
bumi. Proses Mengangkat dan erosi yang terjadi lebih dari jutaan tahun
mengakibatkan outcropping yang mengakibatkan bahan ini naik ke permukaan.
Mineral yang membentuk granit umumnya kuarsa, feldspars, dan mineral lainnya.
Ukuran, dan komposisi kimia yang tepat dari bahan-bahan tersebut membentuk warna
granit.
2.2 Cara Terjadi
Granit ditemukan dalam pluton-pluton besar pada benua, ketika kerak bumi telah
mengalami pengikisan yang besar. Granit mengalami proses pendinginan yang sangat
lambat pada kedalaman jauh dari permukaan tanah, untuk membentuk butiran-butiran

mineral besar. Pluton yang ukurannya kurang dari 100 km 2 disebut dengan galang dan
yang lebih besar disebut batolit.Selain itu, granit juga terbentuk dari letusan gunung
berapi yang mengeluarkan lava pijar. Ketika lava keluar dari dalam perut bumi dan
memenuhi daratan bumi, tetapi lava dengan komposisi sama dengan granit hanya ke
luar pada permukaan bumi. Ini berarti, granit harus terbentuk melalui pelelehan
batuan benua yang dapat terjadi karena dua alasan, yaitu penambahan panas dan
penambahan volatil (air atau karbon dioksida atau keduanya).
Permukaan benua relatif panas karena mengandung sebagian besar uranium
dan potasium yang memanaskan daerah sekelilingnya melalui peluruhan radiokatif.
Proses lempeng tektonik terutama subduksi dapat menyebabkan magma basaltik naik
di bawah benua. Selain panas, karbon dioksida ini melepaskan magma dan air yang
membantu semua jenis batuan meleleh pada suhu lebih rendah. Diperkirakan bahwa
sejumlah besar magma basaltik dapat menempel ke bagian bawah sebuah benua
dalam proses yang disebut underplating. Dengan pelepasan panas dan cairan yang
lambat, sejumlah besar kerak benua bisa berubah menjadi granit pada waktu
bersamaan.
Ada tiga hal yang membedakan granit dengan batuan lainnya, yaitu :

Granit terbetuk dari butiran-butiran mineral besar yang bersatu erat.


Granit selalu terdiri atas mineral kuarsa dan feldspar, dengan atau tanpa jenis

mineral lain di dalamnya.


Hampir semua jenis granit berbentuk beku dan plutonik. Pengaturan acak
butiran pada batu granit merupakan bukti otentik asal plutoniknya. Batuan
dengan komposisi yang sama seperti granit bisa terbentuk melalui proses
metamorfisme batuan sedimen yang lama. Akan tetapi, jenis batuan ini

memiliki corak yang kuat dan biasanya disebut dengan granit gneiss.
Granit yang murni hanya salah satu jenis granitoid. Sebuah granitoid
mengandung 20-60 % kuarsa dan kandungan feldspar. Granit adalah batuan
yang kuat karena memiliki butiran mineral yang terbentuk selama periode
proses pendinginan yang sangat lambat. Penambahan kuarsa dan feldspar
menunjukkan kekuatan granit lebih kuat dibandingkan baja. Karena
kekuatannya tersebut, granit banyak dipakai untuk bangunan dan benda hiasan
seperti batu nisan.Kuarsa dan Feldspar umumnya memberikan granit
bercahaya terang, dari warna merah muda sampai warna putih. Warna dasar
tersebut disisipkan oleh mineral-mineral pengaya lainnya yang warnanya lebih

tua. Mineral pelengkap yang paling umum adalah mika biotit hitam dan
hornblenda amfibol hitam.Granit merupakan batuan beku dalam bertekstur
holokristalin, feneritik, berbutir kasar, mengandung mineral-mineral : kuarsa
10-4- %, felsparkalium 30-60 %, plagioklas natrium 0-35%, mineral mafis
(biotit, hornblenda) 35-10 %.Batuan leleran dari granit adalah Riolit. Secara
fisik riolit berbutirhalus, bertekstur holokristalin hingga hipokristalin, afanitik.
Mempunyai komposisi mineral sama dengan granit. Riolit terbentuk sebagai
batuan gang dan batuan leleran dalam bentuk retas, sill, dan aliran. Berwarna
abu-abu kemerahan hingga kehijauan, berbutir kasar dengan komposisi
mineral feldspar, kuarsa, hornblende dan biotit. Granit memiliki ciri-ciri
sebagai berikut:
o Batuan beku asam berbutir kasar.
o Batuan granit berwarna kelabu dan terdapat bintik-bintik hitam.
o Mineral pembentuknya berwarna terang (Kuarsa Ortoklas).
o Proses pembekuannya perlahan dan jauh dari permukaan bumi.
o Susunan kimianya terdiri dari Al2O3, SiO2, TiO2, K2O, Fe2O3, MgO,
CaO, MnO, FeO, Na2O, H2O+, P2O5.
o Batuan granit berbentuk padat tak bereaksi dengan asam sulfat,
permukaan kasar, berat, tidak mudah hancur, dan berkilau.
2.3. Potensi batu granit di Indonesia
Keterdapatan batu granit di Indonesia dapat kita lihat pada gambar peta
persebaran SDA di bawah ini. Tempat dimana batu granit didapatkan antara lain:

BAB III
PERTAMBANGAN
3.1 Teknik Penambangan
Teknik penembangan granit atau granodiorit dilakukan seperti pada
penambangan andesit. Mempertimbangkan warna dan tekstur granit atau granodiorit
lebih indah dibanding dengan andesit, penambangan dalam bentuk balok untuk
selanjutnya dipotong atau digrenda dengan ukuran tertentu, kemudian dipoles sangat
dianjurkan. Sisa hasil pemotongan dapat dimanfaatkan untuk pembuatan teraso.
3.1.1. Eksplorasi
Penelusuran

keterdapatan

endapan

batu

granit

dilakukan

dengan

mempelajar struktur geologi batuan di daerah sekitar jalur gunung api, antara
lain dengan mencari singkapan-singkapan dengan geolistrik atau melakukan
pengeboran

dan pembuatan

beberapa

sumur

uji.

Selanjutnya,

dibuat

peta

topografi daerah yang diperkirakan mengandung endapan batu apung dengan


skala yang besar guna melakukan eksplorasi detail. Eksplorasi detail bertujuan
untuk mengetahui kualitas dan kuantitas cadangan dengan lebih pasti. Metode
eksplorasi yang digunakan diantaranya adalah dengan pengeboran (bor tangan
dan bor mesin) atau dengan pembuatan sumur uji.
Dalam menentukan metode mana yang akan dipakai, harus dilihat kondisi
dari lokasi yang akan dieksplorasi, yaitu didasarkan pada peta topografi yang dibuat
pada tahap penelusuran (prospeksi). Metode eksplorasi dengan pembuatan sumur
uji, diawali dengan membuat pola empat persegi panjang (dapat juga dengan
bentuk bujur sangkar) dengan jarak dari satu titik atau dari sumur uji yang satu ke
sumur uji berikutnya antara 25-50 m. peralatan yang dipakai dalam pembuatan
sumur uji diantaranya adalah cangkul, linggis, belincong, ember dan tali.
Pada eksplorasi dengan pengeboran dapat dilakukan dengan menggunakan
alat bor yang dilengkapi dengan bailer (penangkap contoh), baik bor tangan ataupun
bor mesin. Dalam eksplorasi ini, dilakukan juga pengukuran dan pemetaan yang
lebih detail untuk digunakan dalam perhitungan cadangan dan pembuatan
perencanaan tambang.

3.1.2 Penambangan
Pada umumnya, endapan batu granit terletak dekat ke permukaan bumi,
sehingga penambangannya dilakukan dengan cara tambang terbuka dan selektif.
Pengupasan tanah penutup dapat dilakukan dengan alat-alat sederhana (secara
manual) ataupun dengan alat-alat yang mekanis, seperti bulldozer, scraper, dan
lain-lain. Lapisan endapan batu apungnya sendiri dapat digali dengan menggunakan
excavator antara lain buildozer atau power shovel, lalu dimuat langsung ke dalam
truk untuk diangkut ke pabrik pengolahan.
3.1.3. Pengolahan
Untuk menghasilkan batu granit dengan kualitas yang sesuai dengan
persyaratan ekspor atau kebutuhan di sector konstruksi danindustri, batu granit dari
tambang diolah terlebih dahulu, antara lain dengan menghilangkan pengotor dan
mereduksi ukurannya.
a. Pemilahan (sorting)
untuk memisahkan batu apung yang bersih dari batu apung yang masih
banyak pengotornya (impuritis), dan dilakukan secara manual atau dengan scalping
screens.
b. Peremukan (crushing)
dengan tujuan untuk mereduksi ukuran, dengan menggunakan crusher,
hammer mills, dan roll mills.
c. Sizing
untuk memilah material berdasarkan ukuran yang sesuai dengan
permintaan pasar, yang dilakukan dengan menggunakan saringan (screen).

BAB IV
PEMANFAATAN
Batu granit lebih banyak digunakan di sektor konstruksi dibandingkan dengan
sektor industri.
4.1. Di sektor konstruksi
Manfaat batu granit antara lain sebagai bahan baku pembuatan tegel, batu hias,
selain itu lembaran granit atau granodiorit yang sudah dipoles dapat dipergunakan
sebagai lantai atau ornamen dinding. Batuan ini apabila terkena sinar matahari dan air
hujan relatif lebih resisten dibanding dengan marmer. Disamping itu granit atau
granodiorit dimanfaatkan juga sebagai meja dan lainnya. Sisa potongan granit atau
granodiorit dicetak bersama semen putih untuk membuat teras
Kegunaan Granit sebagai bahan Bangunan rumah dan gedung, untuk
bangunan Monumen, jalan dan jembatan, sebagai batu hias (dekorasi)., sebagai bahan
baku industri poles (tegel, ornamen, dll) dan bahan bangunan (gedung, jalan ,
jembatan, dll), selain itu dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan aksesoris
rumah seperti lantai,wastafel dan meja serta di bidang konstruksi yang lainnya.
4.2. Di sektor industri
Granit biasanya digunakan untuk dalam bidang industri dan rekayasa, granit
juga banyak dipakai sebagai bidang acuan dalam berbagai pengukuran dan alat
pengukur. Hal ini dikarenakan granit bersifat kedap air, kaku (rigid), non-higroskopis
dan memiliki koefisien ekspansi termal yang sangat rendah. Salah satu penerapannya
adalah pada mesin pengukur koordinat, selain itu bisa untuk pembuatan kaca.

BAB V
PENUTUP
V.1

Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat di ambil dari pembahasan di atas adalah:
Granit adalah batuan terobosan yang terjadi melalui proses pembekuan
magma di permukaan bumi dengan temperatur yang stabil. Batu granit
memiliki sifat asam; berbutir kasar hinggga sedang; serta bewarna
terang keabuan, kecoklatan, dan kemerahan. Selain itu, batu granit
merupakan jenis batuan intrusif, felsik, igneus yang umum dan banyak
ditemukan. Granit kebanyakan besar, keras dan kuat, dan oleh karena
itu banyak digunakan sebagai batuan untuk konstruksi. Kepadatan ratarata granit adalah 2,75 gr/cm dengan jangkauan antara 1,74 dan 2,80.
Teknik penembangan granit atau granodiorit dilakukan seperti pada
penambangan andesit. Mempertimbangkan warna dan tekstur granit
atau granodiorit lebih indah dibanding dengan andesit, penambangan
dalam bentuk balok untuk selanjutnya dipotong atau digrenda dengan
ukuran tertentu, kemudian dipoles sangat dianjurkan. Sisa hasil
pemotongan dapat dimanfaatkan untuk pembuatan teraso.
Manfaat batu granit antara lain sebagai bahan baku pembuatan tegel,
batu hias, selain itu lembaran granit atau granodiorit yang sudah
dipoles dapat dipergunakan sebagai lantai atau ornamen dinding.