Anda di halaman 1dari 11
|Petlsesa ey il KESEHATAN LINGKUNGAN Universitas Hasanuddin ISSN 1829 - 6890 The potential risks of total mercury accumelation i aquatic stom in traditional Lawak old mine Central mesh Indonesia 2012 raat Anwar Fed Selamat Haein, Ab Fuad [Riso Kesehatan Pajanan Kromium +6 pada Masy Austin, Mchammod Sefer hep Frovinsl Sulawesl Selatan bakanTerhacap Kepadatan Larva Anopheles pp dl Dea Lowa Kabupaten acon nha, lira Wahid Stadt Kemampuan Tanaman Jerangat (Acorscalamas) dalam Menurankan Amoniak (Nhs) dalam Air Limba Rumah Sakit Muna Amaneyah Asa Daud, Noor Bac Noor Risto Paparan Kadmium (Cd) pada Mary Si Scprinto Matsa. Ain Manan 9 Sklar Sunga Pangkajene Kes Bangoro Kabupaten Panghep Risko Paparan Arsen pada Masyarakat Sehitar Sungai Fangkajene Kecamatan Bungore Kabupaten Pangkep SH Novant Bahar Anwar Daud, nda deo Kener Stor Dose (S00) Kasson Pemokiman Sei Indusrl Semen Kabupaten Panghp Sulees Slt Syahral Basri, Burhanuddin Bahar eens FaktorRisiko Lingungan, Kendst Rumah, dan Keblasnan Masyarakat Terhadap Kejadian Malaria di Kabupsten Kepalatan Slayar Moh Baa Hida, lira Wake ah Kerfa Puskesmas Lama "Efekfies P2DBD Terhadap Fakior-Faktor yang Mempengarshi Kejadian DED di Kota Kendari MNirwan, asanuddin sh, Ridwan Me Pha Sistem Pengolahan Limbah Padat Medie dt Ramah Saki dr. Wahidia Sudirobusodo Makassar ro Rahman, Ve Hades , amet, aeaeees JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN PENERBIT JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN FKM UNHAS, Pelindung Dekan FKM Unhas Kewa Penyunting ‘Anwar Mallongi Wakil Ketua Penyunting Ruslan La Ane Penyunting Alli Nur Nasry Noor Rafael Djajakusli ‘Anwar Daud Hasanuddin Ishak Wisit Thongkam Penyunting Pelaksana Emniwati Ibrabim ‘Syamsuar Manyullei Agus Bintara Birawida Hasnavati Amgam Tata Usaha Suiriani Bakr Mustika N Alamat Redaksi + Bagian Kesehatan Lingkungan FEM Unbas Jl. Pesintic Kemerdekaan KM 10 Tamalanrea Makassar, Telp, 0411 595658 28-36 Jurnal Kesehatan Lingkungan Studi Kemampuan Tanaman Jerangau (Acorus calamus) dalam Menurunkan Amoniak (NH) dalam Air Limbah Rumah Sakit Studi on Sweetflag’s ability (Acorus calamus) in reducing content of Ammonia (NH,) in Hospital wastewater Munawir Amansyah'*, Anwar Daud ', Noer Bachry Noor? + Bagian Kesehatan Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin, Makassar. 2Bagian Administrasi Rumah Sakit Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin, ‘Makassar * Koresponden : Griya Fajar Mas Blok K No.22 Makassar HP : 085255666660 e-mail : himuratachi@yahoo.co.id ABSTRACT “This study aims to determine the rate of decrease in levels of Ammonia (NHL) in hospital wastewater using Je- rangau plant (Acoruscalamus). This type of research is a Quasi-experimental/ Pseudo experiments with ries design. The study was conducted ina special container of PVC (polyvinyl chloride) with a medium volume 45 L/tub and the glass container equipped with a water pump. The data inthis study were processed using statistical regression test with significance level = 0,05. The results showed that a deerease in Ammonia levels that peak at (0003 mg/l or by 99-48% in container grown plans Jerangau. while in the container without plants Jerangau reduc- tion reached 0.317 mg/l or by 45.63%. System while inthe pool with water for 8 hours decreased Ammonia levels each 0.007 mg/l. From these results it can be concluded that the use of plants Jerangau able to reduce levels of “Ammonia in waste water, so itis expected that the hospital can use the plantas an alterative Jerangau final stages of processing hospital waste before the waste into water bodies. Besides, it takes effort to socialize the use of plants Jerangau by the govemment as a method of application inthe lower levels of Ammonia (NHs) in hospital environment Keyword: Acorus ealamus, Ammonia, pytoremediation, and wastewater ISSN : 1829-6890 Universitas Hasanuddin VOLUME 4, NO. 2, MEI~AGUSTUS 2012 JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN » ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faju penurunan kadar Amoniak (NHL) dalam air fimbah rumah sakit dengan ‘menggunakan tanaman Jerangau (Acorus calamus). Jenis penelitian ini adalah Quasi Eksprimen’ Eksprimen Semu dengan rancangan rangkaian waktu. Penelitian ini dilaksanakan pada suatu wadah Khusus berupa PVC (polivinil klorida) dengan volume media 45 L/bak dan pada wadah kaca yang dilengkapi dengan pompa air. Data dalam penelitian ini diolah dengan ‘menggunakan statistic uji regression dengan tingkat kemaknaan ~ 0,05, Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan kadar Amoniak yang mencapi 0.003 mg/l atau sebesar 99.48% dalam wadah yang. ditumbuhi tanaman Je- rangau . sedangkan pada wadah tanpa tanaman Jerangau penurunan mencapai 0,317 mg/l atau sebesar 45,63% . Se- ‘dangkan dalam kolam dengan sistem aliran air selama 8 jam penurunan kadar Amoniak meneapai 0,007 mg/l. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan tanaman Jerangau mampu menurunkan kadar Amoniak dalam air limbah, sehingga diharapkan agar pihak rumah sakit dapat memanfeatkan tanaman Jerangau sebagai salah satu alternatif pen- golahan tahap akhir limbah rumah sakit sebelum di buang ke badan air. Disamping itu diperlukan upaya sosialisasi enggunaan tanaman Jerangau oleh pihak pemerintah sebagai suatu metode aplikas' dalam menurunkan kadar Amoniak (NEL) di lingkungan rumah sakit Kata Kunci: Acorus calamus, Amoniak, fitoremediasi, dan air limbah Pendabuluan Rumah sakit_merupakan instansi_ pelayanan kkesehatan yang kegiatannya dapat menimbukan dam pak positif maupun negatif bagi masyarakat dan ling kungan. Dampak positif rumah sakit diantaranya ada- Jah meningkatkan derajat kesebatan masyarakat, se- dangkan dampak negatif diantaranya adalah Timbah ‘yang dihasifkan oleh rumah sakit. (Anonim, 2008) Limbah yang qihasitkan oleh rumah sakit ten- funya bukan jenis limbah yang umum ada dalam masyarakat maupun industri. Limbah yang dihasilkan oleh rumah sakit lebih kompleks dan dapat merupakan perpaduan antara limbah industri, rumah tangga dan Jimbab infeksius. Limbah rumah sakit dengan karakter- ist hampir sama dengan limbah rumah tangga terse- bbut dapat dikatagorikan sebagai limbah yang mengan- dung berbagai bahan organik yang salah satunya mengandung Amoniak. Salah satu tantangan yang ‘muncul pada pengolahan limbah cair adalah pen- cepaian konsentrasi total Nitrogen dalam effluent yang sesuai dengan standar baku mutu, (Khusnuryani, 2008) Dari hasil penclitian yang dilakukan oleh Djaja ddan Maniksulistya (2006) menunjukkan bahwa hasi dari pengolahan limbah Rumah Sakit X di Jakarta pada bbulan Februari 2006 tidak ditemukan parameter kimia yang melewati baku mutu kecuali pada parameter ‘Amoniak, Pada bak ekualisasi kadar Amoniak tinggi ddan menurun pada bak aerasi, akan tetapi kadarnya meningkat pada bak clarifier dan bak effluent yaitu sebesar 19 mg/l dan 19.5 mg/l. Selain it rata-rata hasill ISSN: 1829-6890 Univer Pengolatan rutin yang dilakukan oleh Rumah Sakit X sepanjang tahun 2005 diperoleh kadar Amoniak sebe- sar 11.4 mg/T melebihi baku mutu yang ditetapkan da- Jam Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup ‘No. 58iMenLH/12/1995 sebesar 0.1 mil Penggunaan taraman, termasuk pohon-pohonan, rumput-umputan dan tanaman ait, untuk langkan atau memevahkan bahan-bahan berba- haya baik organik maupun anorganik dari lingkungan isebut fitoremediasi. Aplikasi teknologi ini telah dil- skukan secara komersial seperti di USA dan Eropa, sedangkan di Indonesia. sendiri teknologi ini’ masih relaif baru (Suryati dan Priyanto, 2003). Beberapa fanaman hias secara signifikan mampu_ mengurangi Jeadar total Nirogen dan memiliki nila pasar yang ting- ai di Meksiko. Selain itu, tanaman hias seperti Acorus ‘calamus diangeap sebagai tanaman mampu beradaptasi ‘dengan baik pada air limbah. (Zhang dkk., 2007) Acorus calamus memiliki distrbusi di mana- ‘mana, baik di daerah lahan basah, di daerah beriklim sedang maupun subtropis di dunia (Pai, 200). Dari ‘sil penelitian Husain dkk (2011) menunjukkan bah- ‘wa tanaman Jerangau memiliki Kemampuan untuk me- nyerap beberapa jenis logam berat yang diperoteh di beberapa wileyah di Pakisian, diantranya Fe 16.16 mpkg, Cr 44.20 mgikg, Zn 39.20 mg/kg, Mn 51.40 mgkg, Cu 10.00 mks, Co 0.200 my/kg, Ni 24.20 mg/ ka, Na 148 mglkg, K 19000 mg/kg, Cd 0.20 mg/kg, dan Pb 2.20 mg/ks. Teloologitraisional untuk membersihkan tanah dan air yang terkontaminasi telah terbuktiefisien, na- Hasanuddin x» JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN ‘mun biasanya sangat mahal dan memerlukan_padat ra (Singh dkk., 2011). Berdasarkan uraian tersebut di atas maka penulis berkeinginan mengadakan penelitian tentang studi kemampuan tanaman Jerangau (4. calamus) dalam menurunkan kadar Amoniak dalam limbah rumah sakit. Bahan dan Metode Lokasi dan Rancangan Penelitian Lokasi penelitian dilaksanakan pada suat wa <éah khusus berupa PVC (polivinil Klorida) dengan uku- ran panjang 50 cm, lebar 30 om dan tinggi 30 em ‘dengan volume media 45 L/bak. Sedangkan untuk wa- dah yang didesain untuk sistem aliran air berupa kaca dengan panjang, 50 cm, tinggi 40 om dan Iebar 30 em. ‘Tanaman Jerangau diadaptasikan di wadah tersebut selama satu minggu. Pemeriksaan dilakukan pada La~ boratorium. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Quasi Eksprimen/ Eksprimen Semu dengan rancangan rangkaian waktu. Populast dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah air timba, yang diperoleh dari tempat pengolahan Timbah Rumah Sakit Umum Syekh Yusuf Kab.Gowa serta Tanaman Jerangau yang diperoleh dari rawa-rawa/ persawahan penduduk. Sampel dalam penelitian ini adalah air limbah yang mengandung Amoniak yang diperoleh di kolam influent rumah sakit sebagai media tumbuh tana- ‘man Jerangau pada hari 0, hari ke-S, hari ke-10 dan Gambar 1. Skema oper VOLUME 4, NO. 2, MEI-AGUSTUS 2012 hari ke-15, yang telah diketahui kemudian dibandingkan dengan sampel yang diperoleh dari kolam effluent rumah sakit. consentrasi awalnya, Bahan dan Cara Penelitian Acorus calamus yang, akan digunakan dalam penelitian ini dikumpulkan dan divkur tinggi rata- ratanya dan panjang rata-ata akar dengan jumlah tum- buban yang digunakan sebanyak 2/3 dari volume ko- Jam buatan ‘Tanaman Jerangau diambil dalam —perairan kemudian dibersibkan untuk menghilangkan_partkel atau senyawa kimia dengan menggunakan aquedes ‘yang dapat mempengaruhi pengukuran kadar Amoniak. Setelah itu tanaman diadaptasikan dan ditumbuhkan dalam wadah Khusus dengan ukuran tertentu sebanyak 6 rumpun masing-masing untuk perlakukan dan kontrol dlengan jarak tanam 10 em. ‘Ait Limbah yang digunakan diperoleh dari limbah rumah sakit tempat penampungan limbah sebe- Jum diolah dan tempat hasil pengolahan Timbah sebe~ Jum masuk ke badan air dengan menggunakan botol sampel, plastik sampel, timbangan, gayung dan pla- belan Wadeh yang digunakan dalam penelitian ini terdiri sebanyak 3 buah dengan pembagian kelompok eksprimen sebanyak 1 buah dengan tanaman Jerangau, dan 1 buah untuk kontrol tanpa tumbuban, (Gamibar 1) serta | buah wadah yang didesain untuk pengaturan aliran’sir dengan tanaman Jerangau (Gamibar 2) ISSN : 1820-6890 Universitas Hasanuddin VOLUME 4, NO. 2, HEI—AGuSTUS 2012 JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN u Gambar 2, Desain penelitian untuk peagukuran konsentrast herdasarkan aliran air Pengumputan data Data primer diperoleh dari Labolatorium hasil dari pengujian air limbah dari kolam influent sebelum dn setelah digunakan sebagai media tumbuh tanaman dan kolam effuent ait limbah rumah sakit, Sedangkan data sckunder diperoleh dari beberapa literatur seperti jjumal, karya ilmiah, dan buku, Analisis Data Data yang diperoleh berdasarkan hasil uji pada 0- 15 hari dengan dengan menggunakan alat spektrometer yang dilakukan di labolatorium, kemudian untuk mengetahui tingkat penurunan kadar ~Amoniak (removal rate) dapat dihitung dengan menggunakan formula: : R=(S—S,)/S, dimana S adalah nitai dalam sampel air limbah sebelum pperlakuan dan Sq adalah nilai awal sampel air limbah, Sedangkan untuk memprediksi kadar penurunan Amoniak setiap hari maka digunakan analisis regresi Jiniear dengan formula: Y=a+bx, Tabel 1. Perubahan Kadar Amoniak dalam perlakuan selama 15 hari dimana Y adalah kadar Amoniak, a adalah intercep (Konsentrasi awal), b adalah slope dan X adalah hati Penyajian data dilakukan dalam bentuk tabel dan grafik yang dilengkapi dengan narasi Hasil Penelitian Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui peru: bahan kadar Amoniak (NH) jumiah dissolve oxygen, BOD, suhu, pH, kekeruhan air, jumlah MPN Coliform dalam sampel air limbah rumah sakit sebelum dan pada saat dilakukan perlakuan, Berdasarkan hasil pemeriksaan sarapel air limbah seperti yang ditunjukkan pada tabel 1 menunjukkan bahwa terjadi penurunan kadar Amoniak dari air Timbah dengan tingkat efekttitas sebesar 99,48%. Ka- dar Amoniak dalam sampel air limbah turun menjadi 0,003 mg/l setelah ditumbuhi tanaman Jerangau selama 15 hari Berdasarkan hasil pemeriksaan sampel air timbah ‘yang dijadikan sebagai kontrol seperti yang ditunjuk- kan pada tabel 2 menunjukkan bahwa terjadi limbah dengan menggunakan tanaman Jerangau pada kolam Konsentrasi pada air limbah Parameter Waktu perubahan harike-O harikeS harike10hariket®_Konsentrasi 7% “Anoniak 0383 0387 0268 1.005 05809938 MPN Coliform 3,500,000 20,000 4,000 400, 3,499,600 99.9 Suh 27 27 27 26 oo 7 72 aA SSN : 1829-6890 Universitas Hasanuddin a JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN ‘Tabel 2. Perubahan Kadar Amoniak dalam air i Kontrol selama 15 hari ibah tanpa menggunakan tanaman J VOLUME 4, NO. 2, HEI—AGUSTUS 2012 ‘Konsentrasi pada air limbah Parameter ‘Waktu perubahan 9 harike-O harikeS harike-10harike iS Konsentrasi ei 0583 0.433 0.353 0317 0.266 45,63 3,500,000 40,000 23,000 033 3,500,000 99.99 27 27 27 033) 7 74 74 033 penurunan kadar Amoniak dari air lifnbah dengan ting- kat efektifitas sebesar 45,63%. Kadar Amoniak dalam sampel air limbah turun menjadi 0.266 mg/l tanja di- ‘umbuhi tanaman Jerangau selama 15 hari. Berdasarkan hasil pemeriksaan sampel air limbah yang berasal dari kolam prototipe seperti yang di- tunjukkan pada tabel 3 menunjukkan bahwa terjadi penurunan kadar Amoniak dari air imbah dengan ting- kat efektifitas sebesar 98.80%. Kadar Amoniak dalam sampel air limbah turun menjadi 0.007 mg/l dengan ditumbuhi tanaman Jerangau serta bantuan aliran air selama 8 jam (Gambar 3). Pada tabel 4 menunjukkan perbedaan kadar Amoniak dalam air limbah pada hari ke-5 dengan menggunakan tanaman Jerangau sebesar 0.047 mg/l dibandingkan dengan kadar Amoniak pada air limbah, tanpa menggunakan tanaman Jerangau. Pada hari ke-10 ‘menunjukkan perhedazan penurunan sebesar 0,090 mg/ ‘Tabel 3. Perubahan kadar Amoniak (NH3) dengan sistem aliran air dalam kolam prototipe selama 8 jam pada tahun 2012 ‘Konsentrasi pada air limbah Parameter Waktu arabia = 0 2 4 6 8 onsentrasi ‘Amoniak 0.583 0450 0.180 0.015 0.007 0576 98.80 DO. 0 0 19. 24 36 36 100 BOD 154.97 99.16 6238 36.77 1173 137.24 38.56 Kekeruhan 189, 7 1 52. 46 13 75.66 ‘Subu 27 27 27 27 27 pH 71 72 72 14 74 1. Sedangkan pada hari ke-15 menunjukkan perbedaan penurunan kadar Amoniak sebesar 0.314 megll (Gambar 4) Dari tabel 5 menunjukkan bahwa dari hasil uji korelasi bivariate diperoleh nilai P 0,067 yang berarti nilai P< 0,250 yang, memaparkan bahwa data tersebar normal dan dapat dilakukan pengujian lanjutan. Selain itu dalam tabel tersebut menunjukkan bahwa dari hasil Uji regresi diperoleh nilai Koefesien konstan 0,589 dan nilai Koefesien hari 0,37 dengan R-menunjukkan nilai 0,991 yang berarti bahwa persamaan yang terbentuk dari kedus nilai koefesien akan memiliki nilai korelasi sobesar 99.1 %, ISSN : 1829-6890 ‘Dari tabel terscbut juga memaparkan hasil uji one way anova yang menunjukkan nilai P ~ 0,009 yang berartinilai P <0.05 yang dapat disimpulkan bahwa persamaan yang diperoleh dari hasil uji regresi layak untuk digunakan, Pembahasan, Katar Amoniak (NH,) Dalam Air Limbah “Hisil pemerikssan terhadap kadar Amoniak dalam sampel air Himbeh yang menunggurakan tanaman Je- rangau menunjukkan terjadinya penurunan Konsentrasi yang cukup besar seperti terdapat pada tabel 3. Ber- Universitas Hasanuddin VOLUME 4, NO. 2, MEI-AGUSTUS 2012 JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN a ‘Tabel 4. Perbedaan kadar Amoi k (NH), dalam air limbah berdasarkan waktu perlakuan, Waits Menggonakn naman JeranganTanpa Tontman Jrangan(pvakuan)_ Pevbeean o Ta 785 n 5 0386 033 T0a7 To 0263 0383 0.090 1s 0003 0317 IT Gambar 3. Grafik perubahan kadar Amoniak yang Gambar 4, Grafik perbedaan kadar Amoniak dalam ipengaruhi oleh sistem aliran air dalam air limbah pada kolam kontrol dan per- kolam prototipe lakuan selama 15 hari Perbedaan Kadar Amoniak | Io 6 — os i tailed tiles tailed tates ‘Tabel 5. Hasil analisis korelasi bivariate untuk mengetahui penyebaran data Perlakuan Kontrol Perlakuan Pearson Correlation” 1 933 Sig, @atailed) 067, N 4 4 Kontrol Pearson Correlation 933 i Sep sae ena pee ee ee N 4 ‘Tabel 6. Hasil analisis regresi untuk mengetahui besarnya korelasi dari kedua persamaan Adjusted R Std. Error of the Esti- Model R R Square Square mate T 991(@) 982, 973 039920 ‘Tabet 7. Hasil analisis oneway anova untuk mengetahui Kkelayakan persamaan yang digunakan dari uji regresi Sum of Model Squares at Mean Square FE Sig. 1 Rearession 174 f 174 109.014 _.009(@) Residual 003, 2 (002 Toad 177 3 SN: 1829-6890 Universitas Hasanuddin Py JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN. dasarkan pengamatan diperoleh hasil bahwa konsentra- si Amoniak pada media yang menggunakan tanaman Jerangau dalam kurun waktu 15 hari mengalami penururan hingga mencapai 0,003 me/! dari 0.583 mg/l (09,48%) Penurunan kadar Amoniak juga terjadi pada. air limbah yang tidak menggunakan tanaman_Jerangau selama proses pengamatan 15 hari, namun penurunan onsentrasinya hanya sebesar 45,63% seperti terlihat pada tabel 3. Bila hal tersebut dibandingkan antara Konsentrasi air Timbah dalam media perlakuan dan Kontrol selama 15 hari maka perbedaan penurunan eduanya mencapai 0,313 mg/l seperti yang ditunjuk- kan pada tabel 4. ‘Berdasarkan basil tersebut menunjukkan terdapat perbedaan perubahan Konsentrasi Amoniak pada air limbah yang ditanami Jerangau dengan air limbah tanpa menggunkan tanaman Jerangeu, sehingga pengunaan tanaman Jerangau dalam upaya menurunk- ‘an kadar Amoniak dalam limbah rumah sakit sangat cefektif selama 15 har Hal ini didukung dengan penelitian yang. di akukan oleh Zhang dkk. (2006) yang di dalam penelitiannya memaparkan hasil bahwa tanaman Je- rangaa_mampu menurunkan total Nitrogen dalam limbah drainase beberapa pabrik di Jinhua, Cina, yaitu pada hari ke-S scbesar 66.5%, hari ke-10 sebesar 84.9% dan hari ke-15 sebesar 88.3%. Penurunan konsentrasi Amoniak pada air limbah ‘yang ditumbubi tanaman Jerangau dapat terjdi sebab ‘mengalami proses berbasis bioteknologi yaitu secara bioremoval. Proses bioremoval ini merupakan proses terakumulasinya dan terkonsentrasinya polutan dati suatu cairan olch materi biologi dengan menggunakan mikroorganisme seperti alga, bakteri, fungi maupun tanaman air yang dapat merekoveri polutan sehingga air limbah tersebut dapat dibuang kebadan air dan ramah terhadap lingkungan Menurut Haberl (2002), bahwa proses fotosintetis, pada tanaman air (fydrophyta), memungkinkan adanya Pelepasan oksigen pada daerah sekitar perakaran (zona rizosfet). Dengan kondisi zona rizosfer yang kaya akan oksigen, menyebabkan perkembangan bakteri aerob di zona tersebut Kelompok mikroorganisme yang berada di daerah rizosfer atau sering disebut mikroba chizosfera, tidak hanya jenis bakteri, naman juga beberapa jenis dari Kiclompok jamur. Mikroba thizosfera ini hidup seeara simbiosa disckitar kar tanaman dan kehadirannya secara khas fergantung pada akar tanaman tersebut ISSN : 18296890 VOLUME 4, NO. 2, HEI—AGUSTUS 201, ‘Berdasarkan hal tersebut diatas, maka peran utama mikroorganisme dalam mendegradasi bahan organik sehingea dapat menjelaskan _trend/kecenderungan Penurunan bahan organik dari hasil percobaan, Adanya proses aklimatisasi tanaman pada awal percobaan, akan ‘memberikan Kesempatan pada bakteri yang terdapat rizosfer untuk tumbuh dan beradaptasi. Dengan demikian maka pada awal penelitian, —pertumbuhan bakteri telah mencapai fase pertumbuhan eksponensial (Exponential growth phase). Perbedaan Penurunan Kadar Amoniak (NH,) dalam Alt Limba. Pada gambar 4 menunjukkan grafik perbedaan kadar Amoniak pada kolam kontrol dan_perlakuan. Dengan menunggunakan sampel air limbah yang sama dengan kadar Amoniak awal sebesar 0.583 mg/l dil- akukan perbandingan melalui media perlakuan dan kontrol. Pada hari ke-S, masing-masing sampel air Jimbah menunjukkan penurunan kadar Amoniak, akan tetapi media perlakuan yang menggunanakan tanaman Jerangau mampu menurunkan kadar Amoniak 0,047 ‘mg/l lebih besar dibandingkan dengan media kontrol Begitu pula pada hari ke-10 dan ke-15_terjadi penurunan kadar Amoniak pada ke dua media dengan perbandingan penurunan kadar Amoniak masing- rmasing sebesar 0,090 mg/l dan 0,313 mg/l. Hal ini menunjukkan behwa penggunaan tanaman Jerangau sebagai altemnatif penurunan kadar Amoniak