Anda di halaman 1dari 8

TUGAS KIMIA FARMASI I

ANALISIS KUALITATIF SENYAWA OBAT


PARASETAMOL DAN FENILBUTAZON

Disusun oleh:
Ratnawati (0540028812)
Dosen pengampu:
Siska Rusmalina, S. Farm, Apt.

UNIVERSITAS PEKALONGAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
PROGRAM STUDI D-III FARASI
2015

A. Analisis Kualitatif
Analisis kualitatif merupakan suatu proses dalam mendeteksi
keberadaan suatu unsur kimia dalam cuplikan yang tidak di ketahui. Analisis
kualitatif merupakan suatu cara yang paling efektif untuk mempelajari kimia
dan unsur-unsur serta ion-ionnya dalam larutan. Dalam metode analisis
kualitatif, biasanya menggunakan beberapa pereaksi, diantaranya pereaksi
golongan dan pereaksi spesifik ( Miessler, 1991 ).
B. Senyawa Obat Paracetamol

Parasetamol (Asetaminofen) merupakan senyawa organik dengan


rumus molekul C8H9NO2 yang banyak digunakan dalam obat sakit kepala
karena bersifat analgesik (menghilangkan sakit), sengal-sengal, sakit ringan,
dan demam. Analisis parasetamol dilakukan untuk memastikan bahwa tablet
parasetamol sesuai dengan kriteria yang tertera pada Farmakope Indonesia dan
memastikan bahwa parasetamol dapat memberikan efek farmakologi yang
diharapkan pada pasien (Ansel, 1989).
Identifikasi kualitatif dari senyawa obat paracetamol sebagai berikut:
1. Uji Organoleptis
Bentuk
Warna
Bau
Rasa

: Serbuk hablur
: Putih
: Tidak berbau
: Pahit

2. Uji Kelarutan
Larut dalam 70 bagian air, dalam 7 bagian etanol (95%), dalam 13
bagian aseton, dalam 40 bagian gliserol dan

dalam 9 bagian

propilenglikol;

larut

dalam

larutan

alkali

hidroksida.

3. Reaksi Identifikasi Pembentukan Warna


Zat uji + 10 ml akuades + 1 tetes FeCl3 Biru violet
Zat uji + 1 ml NaOH 3N, panaskan setelah dingin + 1 ml

asam sulfanilat + beberapa tetes NaNO2 Warna merah


Zat uji + 1 ml HCl, panaskan 3 menit kemudian + 10 ml
akuades setelah dingin + 1 tetes K 2Cr2O7 Warna violet
yang tidak berubah menjadi merah

C. Senyawa Obat Fenilbutazon

Fenilbutazon merupakan asam dengan kekuatan sedang, dimana


fenilbutazon tersebut memiliki kemampuan untuk membentuk garam misalnya
dengan amin. Dalam pengobatan, disamping bentuk asam bebas juga
digunakan terutama dalam bentuk garam natrium dan garam kalsium
(Ebel, 1979).
Fenilbutazon merupakan turunan pirazolon dengan rumus molekul
C19H20N2O2. Fenilbutazon merupakan antiradang non steroid yang banyak
digunakan untuk meringankan rasa nyeri yang berhubungan dengan rematik,
penyakit pirai dan sakit persendian (Siswandono, 1995).
Identifikasi kualitatif dari senyawa obat fenilbutazon sebagai berikut:
1. Uji Organoleptis
Bentuk
Warna
Bau
Rasa

: Serbuk hablur
: Putih atau putih kekuningan
: Tidak berbau
: Tidak berasa

2. Uji Kelarutan
Sangat sukar larut dalam air, larut dalam etanol (95 %) P, mudah
larut dalam eter P, dan dalam kloroform P.
3. Reaksi Identifikasi Pembentukan Warna
a. Reaksi Mandelin
Zat uji + reagen Mandelin (amonium metevanadat yang
dilarutkan dalam asam sulfat) Warna kuning

Gambar 1. Perubahan warna fenilbutazon dengan reagen


Mandelin
b. Reaksi Ferri Amonium Sulfat
Zat uji + reagen Ferri Amonium Sulfat (ferri amonium sulfat
yang dilarutkan dalam aquades) Perubahan warna dari
kuning transparan menjadi kuning

Gambar 2. Perubahan warna fenilbutazon dengan reagen


Ferri Amonium Sulfat
c. Reaksi Kobalt Tiosianat

Zat uji + reagen Kobalt Tiosianat (kobalt tiosianat yang


dilarutkan dalam aquademin) Warna merah menjadi warna
ungu

Gambar 3. Perubahan warna fenilbutazon dengan reagen


Kobalt Tiosianat
d. Reaksi Tembaga Asetat
Zat uji + reagen Tembaga Asetat (tembaga asetat yang
dilarutkan dalam asam asetat dan diencerkan dengan aquades)
Warna hijau

Gambar 4. Perubahan warna fenilbutazon dengan reagen


tembaga asetat

DAFTAR PUSTAKA

Ansel, Howard.C. 1989. Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi. Edisi keempat.


Penerjemah: Farida Ibrahim. Penerbit Universitas Indonesia Press: Jakarta.
Bahar, Hisbullah. 2015. Praktikum Kimia Analis Paracetamol. Sekolah Tinggi
Ilmu Kesehatan Vicenna: Kendari
Ebel, Robert. 1979. Essential of Education Meassurement. Prentice-Hall: New
Jersey
http://documents.mx/documents/analisis-kualitatif-fenilbutazon.html Diakses pada
hari Kamis tanggal 12 November 2015 pukul 19:27 WIB

Missler, G.L dan Tarr, D.A. 1991 . Inorganic Chemistry. Prentik-Hal inc. London
Siswandono, Bambang Soekardjo. 1995. Kimia Medisinal. Airlangga University
Press: Surabaya

Reagen mandelin terbuat dari amonium metevanadat yang dilarutkan dalam


asam sulfat dengan berbagai macam variasi konsentrasi dari asam sulfatyaitu
5, 6 dan 7 M.

Reagen ini dibuat dengan melarutkan 8000 mg feri amonium sulfat kedalam
100 ml aquades kemudian 2x standar yaitu melarutkan 16000mg dalam100
ml aquades dan 3x standar yaitu melarutkan sebanyak 24000 mg dalam 100
ml aquades.

Reagen kobalt tiosianat terbuat dari kobalt tiosianat yang dilarutkan dalam
aquademin dengan konsentrasi awal sebesar 2000mg dalam 100 ml
aquademin. Selanjutnya dilakukan peningkatan dengan memvariasikan massa
dari kobalt tiosianat menjadi 2x dan 3x.

Reagen tembaga asetat terbuat dari 33 g tembaga asetat yang dilarutkan dalam

5 ml asam asetat dan diencerkan hingga 500 ml aquades. Kemudian


divariasikan 2x dan 3x dari standar berturut-turut yaitu melarutkan 66 dan 99
gr tembaga asetat dalam 5 ml asam asetat dan diencerkan hingga 500 ml.