Anda di halaman 1dari 2

Hiperkolesterolemia (Bagian 1)

Technorati
Tags:
kolesterol,hiperkolesterolemia,ldl,trigliserida,lemak,obesitas,kegemukan,
aterom,aterosklerosis,penyakit jantung koroner
Kadar kolesterol yang tinggi di dalam darah mempunyai peran penting
dalam proses aterosklerosis yang selanjutnya akan menyebabkan
kelainan kardiovaskuler. Dari banyak penelitian kohort menunjukkan
bahwa makin tinggi kadar koleterol darah, makin tinggi angka kejadian
kelainan kardiovaskuler. Begitu juga dengan makin rendah kadar
kolesterol maka makin rendah kejadian penyakit kardiovaskuler baik
untuk pencegahan primer maupun pencegahan sekunder. Setiap
penurunan kadar kolesterol total 1 % menghasilkan penurunan risiko
mortalitas kardiovaskuler sebesar 1,5%. Begitu juga dengan besarnya
kadar kolesterol LDL dan HDL. Penurunan Kolesterol Low Density
Lipoprotein (LDL) sebesar 1 mg/dl menurunkan risiko kejadian
kardiovaskuler sebesar 1% dan peningkatan kadar kolesterol High
Density Lipoprotein (HDL) menurunkan risiko kejadian kardiovaskuler
sebesar 2-3%.
Di Indonesia, angka kejadian hiperkolesterolemia penelitian MONICA I
(1988) sebesar 13.4 % untuk wanita dan 11,4 % untuk pria. Pada
MONICA II (1994) didapatkan meningkat menjadi 16,2 % untuk wanita
dan 14 % pria. Prevalensi hiperkolesterolemia masyarakat pedesaan,
mencapai 200-248 mg/dL atau mencapai 10,9 persen dari total populasi
pada tahun 2004,. Penderita pada generasi muda, yakni usia 25-34
tahun, mencapai 9,3 persen. Wanita menjadi kelompok paling banyak
menderita masalah ini, yakni 14,5 persen, atau hampir dua kali lipat
kelompok laki-laki.
Hiperkolesterolemia adalah salah satu gangguan kadar lemak dalam
darah (dislipidemia) yang mana kadar kolesterol dalam darah lebih dari
240 mg/dl. (perkeni 2004). Hiperkolesterolemia berhubungan erat
dengan kadar kolesterol LDL di dalam darah. Dislipidemia adalah
kelainan metabolisme lipid yang ditandai peningkatan kolesterol total,
kolesterol LDL, trigliserida di atas nilai normal serta penurunan
kolesterol HDL.
Tabel 1. Klasifikasi dislipidemia menurut WHO
Fredrickson
Klasifikasi dislipidemia
Peningkatan lipoprotein

I
Kilomikron
IIa
Hiperkolesterolemia
LDL
IIb
Dislipidemia kombinasi
LDL + VLDL
III
Dislipidemia remnant
VLDL remnant + kilomikron
IV
Dislipidemia endogen
VLDL
V
Dislipidemia campuran
VLDL + kilomikron
Keterangan LDL = Low Density Lipoprotein
VLDL = Very Low Density Lipoprotein(Trigliserida)