Anda di halaman 1dari 31

P

S
T
P

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 27 TAHUN 2009


TENTANG
PELAYANAN TERPADU SATU PINTU DI BIDANG PENANAMAN MODAL

PTSP
Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) adalah
kegiatan penyelenggaraan suatu PERIZINAN DAN
NONPERIZINAN

yang

mendapat

pendelegasian

atau pelimpahan wewenang dari lembaga atau


instansi yang memiliki kewenangan Perizinan dan
Nonperizinan yang PROSES PENGELOLAANNYA
DIMULAI DARI TAHAP PERMOHONAN SAMPAI
DENGAN TAHAP TERBITNYA DOKUMEN YANG
DILAKUKAN DALAM SATU TEMPAT.

PERIZINAN NON PERIZINAN

PERIZINAN
segala bentuk persetujuan untuk
melakukan Penanaman Modal

NON PERIZINAN
segala bentuk kemudahan
pelayanan, fasilitas fiskal, dan

yang dikeluarkan oleh Pemerintah

informasi mengenai Penanaman

dan Pemerintah Daerah yang

Modal, sesuai dengan ketentuan

memiliki kewenangan sesuai

peraturan perundang-undangan

dengan ketentuan peraturan


perudang-undangan.

IZIN-IZIN
IZIN - IZIN PELAKSANAAN DI TINGKAT PUSAT (WEWENANG BKPM)
a. ANGKA PENGENAL IMPORTIR TERBATAS (APIT)
b. RENCANA PENGGUNAAN TENAGA KERJA (RPTK)
c. REKOMENDASI VISA TENAGA KERJA ASING UNTUK IMIGRASI
(TA.01)
d. KARTU IZIN TINGGAL SEMENTARA/KITAS (BUKAN WEWENANG
BKPM)
e. IZIN MENGGUNAKAN TENAGA KERJA ASING (IMTA)
f. SURAT PERSETUJUAN PABEAN BARANG MODAL/ BAHAN BAKU
IZIN-IZIN PELAKSANAAN DAERAH (BUKAN WEWENANG BKPM)
a. IZIN LOKASI
b. HAK ATAS TANAH
c. IZIN MENDIRIKAN BANGUNAN (IMB)
d. IZIN UUG/HO
e. IZIN AMDAL
IZIN USAHA TETAP (WEWENANG BKPM)

TOLOK UKUR PTSP (Pasal 5)


Pelaksanaan PTSP di bidang Penanaman Modal harus
menghasilkan mutu pelayanan prima yang diukur
dengan indikator:
kecepatan,
ketepatan,
kesederhanaan,
transparan, dan
kepastian hukum.

NATIONAL SINGLE WINDOW FOR INVESTMENT (NSWI)


Tentang NSWI
Kejelasan dan kemudahan berinvestasi menjadi salah satu fokus kebijakan
perbaikan iklim investasi di Indonesia.
Pengembangan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) telah menjadi agenda
pemerintah bagi pendaftaran dan pendirian bidang usaha. Akan tetapi, besarnya
variasi perijinan antar Daerah, keterlibatan berbagai instansi teknis, dan
ketiadaan informasi yang terintegrasi, serta valid masih tetap menjadi kendala.
Pembangunan Sistem Pelayanan Informasi dan Perizinan Investasi Secara
Elektronik (SPIPISE) yang diamanatkan kepada BKPM bertujuan untuk
mendukung pelaksanaan PTSP. Ini diharapkan terjadi melalui kemudahan
mendapatkan informasi dan percepatan proses perizinan penanaman modal.
Terdapat tiga platform pada SPIPISE, yaitu:
1.
Pemprosesan Aplikasi Perijinan;
2.
Penelusuran Dokumen dan Status Aplikasi;
3.
Portal Informasi.

Portal NSWI sebagai bagian integral dan pendukung SPIPISE merupakan fasilitasi
kebutuhan informasi terkait kelayakan investasi serta panduan perijinan penanaman
modal.

Dasar Hukum NSWI dan SPIPISE:


Perka BKPM No.11 Tahun 2009 Tentang Tata Cara Pelaksanaan, Pembinaan, dan
Pelaporan Pelayanan Terpadu Satu Pintu di Bidang Penanaman Modal.
Perka BKPM No.12 Tahun 2009 Tentang Pedoman dan Tata Cara Permohonan
Penanaman Modal.
Perka BKPM No.13 Tahun 2009 Tentang Pedoman dan Tatacara Pengendalian
Pelaksanaan Penanaman Modal.
Perka BKPM No.14 Tahun 2009 Tentang Sistem Pelayanan Informasi dan Perizinan
Investasi Secara Elektronik.

POKOK-POKOK PIKIRAN PERATURAN


KEPALA BKPM tentang S P I P I S E

Pusat Pengolahan Data dan


Informasi

DAFTAR ISI

BAB II
MAKSUD DAN TUJUAN

Maksud dan Tujuan


Maksud
Peraturan ini dimaksudkan untuk mengatur penanam
modal, penyelenggara Pelayanan Terpadu Satu Pintu di
bidang penanaman modal, serta instansi teknis dalam
mengajukan permohonan, atau penyelenggaraan
perizinan dan nonperizinan dengan SPIPISE.
Tujuan, untuk mewujudkan:
penyelenggaraan PTSP sebagaimana diatur dalam
Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2009 tentang
Pelayanan Terpadu Satu Pintu di Bidang Penanaman
modal;
integrasi data dan pelayanan perizinan dan nonperizinan;
pelayanan perizinan dan nonperizinan yang mudah,
cepat, tepat, transparan, dan akuntabel;
keselarasan kebijakan dalam pelayanan penanaman
modal antarsektor dan pusat dengan daerah.

BAB III
RUANG LINGKUP

Komponen Solusi (Deliverables)


Informasi

Perizinan Nonperizinan

Pendukung

Matriks Layanan subsistem-subsistem


SPIPISE
Subsistem/ aplikasi Layanan SPIPISE

Publik

Penanam Modal

Pelaksana

Pengelola

No

V
(tanpa Hak Akses)

Hak akses

Hak akses

-Izin Prinsip & Fasilitas

No

Hak Akses

Hak akses

Hak akses

-Izin Usaha

No

Hak akses

Hak akses

Hak akses

-Rekomendasi

No

Hak akses

Hak akses

Hak akses

-Izin & Non Izin daerah

No

Hak akses

Hak akses

Hak akses

B. Pencabutan/Pembatalan

No

No Online

Hak akses

Hak akses

C. LKPM

No

Hak akses

Hak akses

Hak akses

D. Penelusuran

No

Hak akses

Hak akses

Hak akses

E. Audit Trail

No

No

Hak akses

Hak akses

2) Business Intelligent

No

No

Hak akses

Hak akses

3) Knowledge Management

No

No

Hak akses

Hak akses

Informasi: Potensi dan Persyaratan

II

Pelayanan Penanaman Modal


A. Perizinan dan Nonperizinan
-Pendaftaran Penanaman Modal

III

Pendukung
1) Panduan Penggunaan

4) Helpdesk/Call Center

Keterangan : V dapat mengakses tanpa hak akses

Sistem Elektronik Perizinan dan Nonperizinan


yang dibangun pengelola berbentuk:
1.

2.
3.

Sistem elektronik pelayanan untuk perizinan &


Nonperizinan yang menjadi wewenang PTSP secara
terpusat
Antarmuka sistem dengan instansi teknis yang telah
memiliki sistem sesuai persyaratan
Formulir elektronik permohonan dan persetujuan
perizinan dan Nonperizinan untuk Departemen/LPND
yang belum memiliki sistem sesuai dipersyaratkan

Persyaratan Sistem
1.
2.
3.
4.

Sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan


tentang informasi & transaksi elektronik
Menyediakan sistem elektronik pertukaran data sesuai
spesifikasi yang disepakati bersama pengelola
Menyediakan informasi ketersediaan sistem elektronik
kepada pengelola
Terhubung dengan jaringan elektronik yang teramankan

Pengaduan Layanan Perizinan &


Nonperizinan

Disediakan pengaduan online

SPIPISE akan meneruskan pengaduan ke


BKPM/PDPPM/PDKPM/Instansi terkait yang diadakan

BKPM/PDPPM/PDKPM/Instansi terkait harus


menanggapi tidak lebih dari 2 hari kerja

Pengaduan atas kendala/hambatan dan masalah


penggunaan SPIPISE kepada pengelola: secara online

Pengelola harus menanggapi tidak lebih dari 2 hari


kerja setelah pengaduan diterima

Lain-lain

Server SPIPISE ditempatkan di wilayah Negara


Kesatuan Republik Indonesia.

SPIPISE dapat diakses melalui portal SPIPISE yang


diberi nama National Single Window for Investment
(NSWi) dengan alamat www.nswi.bkpm.go.id.

Hak Akses
1.

Penanam Modal:

2.

Penyelenggara PTSP dan Instansi Teknis:

3.
4.
5.

Penanam Modal atau yang dikuasakan datang langsung ke BKPM, PDPPM, PDKPM
yang terhubung dengan SPIPISE.
Pemberian hak akses diterbitkan selambat-lambatnya dalam 1 jam
Penanam modal harus mengganti kode akses dalam 1 x 24 jam.
Apabila tidak diganti setelah 24 jam, otomatis nonaktif.
Pengelola (BKPM) menetapkan jumlah hak akses PDPPM dan PDKPM sesuai
kebutuhan.
Pimpinan PDPPM/PDKPM/Instansi Teknis mengajukan permohonan Hak Akses dan
menetapkan administator hak akses.
Pengelola mengevaluasi kesiapan PDPPM/PDKPM dan menetapkan.
Proses evaluasi PDKPM dapat dilimpahkan kepada PDPPM.
Administrator bertanggung jawab kepada Pimpinan PDPPM/PDKPM/Instansi.
PDPPM/PDKPM/Instansi Teknis bertanggungjawab terhadap Hak Akses yang dikelola
masing-masing instansi.

Pemilik hak akses wajib memelihara keamanan hak akses dan kerahasiaan
kode akses
Kode Akses berlaku secara hukum sebagai bentuk persetujuan dan bobot
tanggung jawabnya setara dengan tanda tangan tertulis
Penyalahgunaan hak akses oleh pihak lain adalah tanggung jawab pemilik
hak akses

Ketentuan Penggunaan
Informasi

Informasi dalam SPIPISE dapat berubah tanpa pemberitahuan

BKPM, PDPPM, PDKPM dan instansi terkait harus


mengintegrasikan informasi Penanaman Modal yang dimiliki

BKPM, PDPPM, PDKPM dan instansi terkait harus menjaga


kebenaran, keamanan, kerahasiaan, keterkinian, akurasi, serta
keutuhan data dan informasi

BKPM dan Instansi Teknis menetapkan standar data dan informasi


yang akan menjadi pedoman bagi BKPM/PDPPM/PDKPM/Instansi
Teknis dalam menyediakan informasi

BKPM melakukan harmonisasi dan verifikasi informasi dalam


SPIPISE

Ketentuan Subsistem Pelayanan


Penanaman Modal
PENANAM MODAL

Penanam modal bertanggung jawab atas kebenaran dan keabsahan data dan informasi

Komunikasi melalui email atau akun

Pendaftaran perusahaan secara online tidak memerlukan hak akses

Nomor perusahaan merupakan identitas perusahaan Nomor perusahaan diberikan secara


otomatis oleh SPIPISE bagi perusahaan yang memiliki Akta yang telah disahkan

PTSP-BKPM Permohonan perizinan dan nonperizinan lainnya yang diajukan secara online
harus menggunakan hak akses.

BKPM/PDPPM/PDKPM akan menyampaikan perizinan dan nonperizinan secara elektronik ke


alamat surat elektronik/email atau ke akun penanam modal setelah seluruh persyaratan
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 ayat (2) dan ayat (3) disampaikan kepada PTSP
BKPM, atau PTSP PDPPM, atau PTSP PDKPM

Dokumen cetak persetujuan perizinan dan Nonperizinan yang ditandatangani Kepala PTSP
dapat diambil di PTSP penerbit, jika dalam waktu 14 hari tidak diambil akan dikirimkan melalui
pos ke alamat korespondensi.

Sistem elektronik LKPM, pencabutan serta pembatalan perizinan dan nonperizinan serta
pengenaan sanksi dan pembatalan sanksi penanaman modal dalam SPIPISE mengacu
kepada Peraturan Kepala BKPM tentang Pedoman dan Tata Cara Pengendalian Pelaksanaan
Penanaman Modal.

Ketentuan Subsistem Pelayanan


Penanaman ModalLanjutan
BKPM/PDPPM/PDKPM

PDPPM/PDKPM terintegrasi dengan SPIPISE harus memiliki tingkat layanan (SLA) untuk semua
perizinan dan nonperizinan

Kewajiban :

PTSP PDPPM dan PTSP PDKPM menggunakan SPIPISE dalam melakukan pelayanan perizinan
dan nonperizinan.
Ketentuan pelayanan perizinan dan nonperizinan:

harus selalu proses dengan SPIPISE


Kode akses sebagai bentuk persetujuan
Tetap memerlukan tandatangan basah
Penomoran mengacu Peraturan Kepala tentang Pedoman dan Tata Cara Permohonan Penaman Modal

Apabila terjadi kesalahan perizinan dan nonperizinan, BKPM/PDPPM/PDKPM melakukan koreksi


atas perizinan dan nonperizinan dengan tembusan kepada pengelola.
Dalam hal sistem tidak berfungsi:

Harus menjaga kerahasiaan data dan informasi penanam modal


Memelihara interkoneksi dari PDPPM/PDKPM ke BKPM
Memelihara piranti keras pendukung perizinan dan nonperizinan

Permohonan tetap harus diterima front office


Dapat diproses secara manual dengan memberitahu (menembuskan) kepada pengelola

LKPM di-entry oleh BKPM/PDPPM/PDKPM ke SPIPISE sesuai Peraturan Kepala BKPM tentang
Pedoman dan Tata Cara Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal

Ketentuan Subsistem Pelayanan


Penanaman ModalLanjutan
Instansi Terkait

Departemen/LPND yang melayani Perizinan dan Nonperizinan


mengintegerasikan sistemnya ke SPIPISE

Kewajiban:

mengoperasikan sesuai panduan

mengikuti SLA yang disepakati

menjaga kerahasiaan data dan informasi penanam modal

memelihara piranti keras dan interkoneksi

menjaga keamanan lalu-lintas pertukaran data

Ketentuan Subsistem Pelayanan


Penanaman ModalLanjutan
Pengelola SPIPISE

Tanggungjawab Pengelola:

Membangun dan mengelola SPIPISE

Koordinasi pengembangan SPIPISE

Menyediakan panduan, ketersediaan layanan dan keamanan

Pemantauan dan evaluasi dan dan pelaporan

Jejak Audit:

Pengeloala menyediakan Jejak Audi sebagai dasar penelusuran kebenaran


data dan informasi

Semua sistem yang terhubung dilengkapi jejak audit

BAB VIII
PEMBIAYAAN

Pembiayaan
Pembiayaan

BKPM

PDPPM/
PDKPM
Instansi
Teknis

Piranti keras (data center, DRC ) & jaringan


Piranti lunak 3 Subsistem SPIPISE, termasuk antar
muka sistem dari BKPM ke Instansi Teknis
International linkinterkoneksi
Piranti keras masing-masing
keterhubungan (koneksi) ke SPIPISE
Piranti keras masing-masing
Piranti lunak sistem elektronik yang dibangunnya
keterhubungan (koneksi) ke SPIPISE

BAB IX
KEADAAN KAHAR

Keadaan Kahar

Dalam hal SPIPISE tidak dapat berfungsi karena


keadaan kahar (force majeur), pelayanan perizinan dan
nonperizinan melalui PTSP dilaksanakan dengan
menggunakan prosedur keadaan darurat.

Prosedur keadaan darurat sebagaimana pada ayat (1)


diatur lebih lanjut dengan Peraturan Kepala BKPM.

Dalam hal terjadi keadaan kahar, pengelola tidak


bertanggung jawab terhadap tidak beroperasinya
SPIPISE dan hilangnya data dan informasi penanaman
modal.

Setelah berakhirnya keadaan kahar, data dan informasi


penanaman modal yang diproses dalam keadaan
darurat dimasukkan ke dalam SPIPISE oleh instansi
penerbit perizinan dan nonperizinan.

BAB X
KETENTUAN PERALIHAN

Ketentuan Peralihan
Dalam hal belum terbangunnya
SPIPISE/sudah terbangun tetapi
PDPPM/PDKPM belum terkoneksi dgn
SPIPISE

PDKPM

Mengirimkan perizinan dan nonperizinan (Pendaftaran/Izin


Prinsip/Izin Usaha) setiap hari ke PDPPM dg tembusan BKPM
melalui faksimile

PDPPM

Mengirimkan perizinan dan nonperizinan (Pendaftaran/Izin


Prinsip/Izin Usaha) setiap hari ke BKPM melalui faksimile

BKPM

Meng-entry data kedalam database

Pusat Pengolahan Data dan


Informasi