Anda di halaman 1dari 18

A.

Topik
Sisem Saraf
B. Tujuan
1. Mendiskripsikan susunan anatomi sistem saraf pusat (SSP) pada kelima kelas
vertebrata
2. Mendiskripsikan susunan anatomi sistem saraf tepi (SST) pada kelima kelas
vertebrata
C. Dasar Teori
Sistem saraf merupakan suatu sistem dari bentuk reaksi tubuh dalam
menyesuaikan diri terhadap lingkungannya dan pengatur seluruh kegiatan organ.
Komponen utama sistem saraf yaitu sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. Sistem
saraf pusat terdiri atas otak yang terdapat di dalam kranium dan medula spinalis di
dalam vertebralis. Sistem saraf tepi terdiri dari saraf kranial yang keluar dari otak dan
saraf spinal keluar dari sumsum tulang belakang. Kedua sistem terdiri dari
serangkaian sel yang disebut neuron. (Tenzer dkk., 2014: 20)
Sistem saraf menerima rangsangan dari satu atau lebih reseptor dan
menyalurkan informasi pada satu atau lebih efektor yang akan merespon rangsangan
tersebut. Efektor meliputi efektor mekenik seperti otot, dan efektor kimiawi seperti
kelenjar. Dengan demikian, respon dari sistem saraf melibatkan kontraksi otot dan
sekresi kelenjar. (Kardong, 2009: 618)
Menurut Tenzer dkk. (2014: 95) bersama-sama dengan sistem endokrin, sistem
saraf merupakan pengendali utama dan pusat integrasi tubuh. Secara umum, sistem
saraf vertebrata memegang tiga peranan penting, antara lain: orientasi terhadap
lingkungan luar, yaitu menerima rangsang, menerjemahkan dan mengadakan respons;
regulasi, yaitu mengatur lingkungan internal tubuh dan kesesuaian kerja seluruh
sistem organ; dan sebagai tempat penyimpan informasi. Dengan kata lain, sistem saraf
merupakan suatu sistem dari bentuk reaksi tubuh dalam menyesuaikan diri terhadap
lingkungan, dan pengaturan kegiatan seluruh organ tubuh.
Menurut Campbell dkk. (2010: 238) otak dan sumsum tulang belakang SSP
vertebrata terkoordinasi secara erat. Otak menyediakan daya integratif yang
mendasari perilaku kompleks vertebrata. Sumsum tulang belakang, yang membentang
di dalam columna vertebralis, menghantarkan informasi ke dan dari otak serta
membangkitkan pola-pola lokomosi dasar. Sumsum tulang belakang juga bertindak
secara independen dari otak sebagai bagian dari sirkuitsaraf sederhana yang
menghasilkan refleks, respon otomatis tubuh terhadap rangsangan tertentu.
Otak (ensefalon) vertebrata mulai dari pisces sampai dengan mamalia
dibangun menurut pola dasar yang sama. Otak merupakan perkembangan dari

bumbung neural bagian anterior, sedangkan bagian bumbung neural yang tersisa akan
berkembang menjadi sumsum tulang belakang. Selama evolusi vertebrata terjadi
perubahan struktur otak secara besar-besaran, dari otak yang relatif lurus pada pisces
dan amphibia, menjadi otak yang kaya akan lipatan-lipatan yang dalam dan sangat
kompleks pada mamalia. Rasio antara berat otak dan berat sumsum tulang belakang
menunjukkan tingkat kecerdasan hewan. Otak dapat dibagi menjadi empat bagian
pokok, yaitu: serebrum, serebelum, diensefalon (terdiri atas talamus dan hipotalamus),
dan batang otak (terdiri atas otak tengah, pons, dan medula oblongata). (Tenzer dkk.,
2014: 96)
Pada laporan ini akan dibahas perbedaan susunan anatomi sistem saraf pusat
terutama bagian otak dan sistem saraf tepi pada kelima kelas vertebrata (Pisces,
Amphibi, Reptil, Aves dan Mamalia) yang telah diamati dalam praktikum.
D. Alat dan Bahan
1. Alat
a. Seperangkat alat bedah
b. Papan bedah
c. Kantung kresek
2. Bahan
1. Otak hewan coba yang berupa ikan tombro (Cyrpinus carpio), katak (Rana
sp.), kadal (Mabouya multifasciata), burung merpati (Columba livia), dan
marmut ( Cavia cobaya).
2. Model otak kelima kelas vertebrata
E. Prosedur
1. Mengamati model otak pada kelima kelas vertebrata dan membandingkan
antara kelima kelas vertebrata tersebut.
2. Membuka dengan hati-hati kranium untuk mendapatkan otaknya sampai batas
medulla spinalis.
3. Mengeluarkan dengan hati-hati otak lengkap dengan bulbus olfaktoriusnya
sampai batas medula oblongata dengan medulla spinalis.
4. Mengamati susunan otak mulai dari depan sampai belakang, saraf tepi dengan
cabangnya. Kemudian menentukan dimana keluarnya seluruh saraf kranial
dari bagian otak.
F. Hasil Pengamatan

Nama Gambar1

Keterangan Gambar

Sistem Saraf Ikan

G. Sistem Saraf Katak


Bagian Dorsal (punggung)

1. Nervus olfactorius
2. Lobus olfactorius
3. Hemisphaerum cerebri
4. Pineal body
5. Epiphysis
6. Lobus opticus
7. Cerebellum
8. Fossa rhomboidea
9. Medulla oblongata
10. Medulla spinalis

1
2
3

5 6
7
89
10
Bagian Ventral (perut)

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Nervus olfactorius
Lobus olfactorius
Hemisphaerum cerebri
Chiasma nervi optici
Infundibulum
Hypophysis
Medulla oblongata
8. Medulla spinalis

4
56

2
3

7
8
1. Otak (otak tapi tidak dapat
terlihat dengan jelas karena
otaknya terpotong saat
membedah)
2. Medulla spinalis

1
2

Sistem Saraf Kadal


Otak bagian dorsal:
7

1
9

2
10
3

4
5

9
8

12

6 11

1. Tractus Olfactorius
2. Lobus Olfactorius
3. Epiphysis
4. Mesencephalon
5. Cerebellum
6. Medulla Oblogata
7. Tractus Olfactorius
8. Chiasma Nervi Optici
9. Nervus Opticus
10. Hypophysis
11. Medulla Oblogata
12. Fossa Rhomboidea

Analisis Data
1. Sistem saraf ikan mujair (Oreochromis mossambicus)
Pada pengamatan ini system saraf pada pisces (ikan) bagian-bagiannya tidak
bias di identifikasi dikarena pengawetan pada kepala pisces formalinnya
kurang banyak sehingga otak pisces mudah hancur saat pembedahan. Oleh
karena otak ikan yang rusak, pengamatan ini dilakukan menggunakan otak
ikan seperti gambar yang terdapat diatas. Tetapi pada pengamatan ini ikan
memiliki cukup kecil otak relatif terhadap ukuran tubuh dibandingkan dengan
vertebrata lainnya. Jadi, bagian saraf terdiri dari Bulbus Olfactorius, Tractus
Olfactorius, Lobus Olfactorius, Mesensefalon, Cerebellum, Medulla Spinalis,
Medulla Oblongata.
2. Sistem saraf katak (Rana sp.)
Pada pengamatan alat peraga sistem saraf katak terlihat bagian-bagian dari
dorsal (punggung) sistem saraf katak yang meliputi Nervus olfactorius, Lobus
olfactorius, Hemisphaerum cerebri, Pineal body, Epiphysis, Lobus opticus,
Cerebellum, Fossa rhomboidea, Medulla oblongata, dan Medulla spinalis.
Sedangkan untuk bagian-bagian dari ventral (perut) sistem saraf katak yang
meliputi Nervus olfactorius, Lobus olfactorius, Hemisphaerum cerebri,
Chiasma nervi optici, Infundibulum, Hypophysis, Medulla oblongata, dan
Medulla spinalis. Untuk pengamatan pada otak katak tidak dapat terlihat
bagian-bagian dari otaknya karena terpotong saat membedah, tetapi medula
spinalisnya masih dapat terlihat meskipun tidak begitu jelas.
3. Sistem saraf kadal (Mabouya multifasciata)
Pada hasil pengamatan otak kadal bagian dorsal dari ujung atas terlihat tractus
olfactorius, di bawahnya terdapat lobus olfactorius dan mesencephalon. Di
antara lobus olfactorius dan mesencephalon, tepat di bagian tengah terdapat
epiphysis. Setelah mesencephalon terdapat cerebellum yang kemudian
diteruskan ke bagian medulla oblogata. Pada bagian basal juga terlihat tractus
olfactorius dan lobus olfactorius. Terdapat pula Chiasma Nervi Optici yang
membentuk percabangan yang seterusnya membentuk Nervus Opticus
Hypophysis. Di bagian bawah terdapat medulla oblogata. Jika diamati
penampang lateralnya, akan terlihat fossa rhomboidea yaitu ruang yang
membatasi cerebellum dan medulla oblongata.
4. Sistem saraf burung merpati (C. domestica)
Pada pengamatan yang telah dilakukan, ada bagian otak amatan yang terlihat
jelas, ada pula bagian yang agak rusak, dan ada juga bagian yang hilang.
Bagian otak Aves, yang dalam hal ini adalah merpati (Columba domestica)
yang dapat terlihat adalah hemisphaerium cerebri kanan dan kiri, chiasmata

nervi optici yang hilang salah satu cabangnya, nervus opticus kanan dan kiri,
lobus opticus kanan dan kiri, medulla oblongata, dan cerebellum yang agak
rusak karena kesalahan ketika mengambil sampel otak tersebut. Bagian
epiphysis tidak dapat terlihat karena terletak agak ke dalam di antara
hemisphaerium kanan dan kiri. Sedangkan bagian yang hilang ialah
hipophysis. Hilangnya bagian tersebut kemungkinan besar terjadi karena
kurangnya kehati-hatian ketika memisahkan otak sampel dari kraniumnya.
5. Sistem saraf marmut (Cavia cobaya)
1. Sistem Saraf Bagian Dorsal
Terlihat pada gambar di atas, otak dari mamalia khususnya marmut
(Cavia cobaya) memiliki beberapa bagian. Bagian yang ditunjuk oleh nomor
satu merupakan otak. Bagian yang ditunjuk oleh nomor dua yaitu
hemisphaerium cerebri yang memiliki ciri-ciri bentuk yang besar dan
menggembung. Sedangkan bagian yang ditunjuk oleh nomor tiga merupakan
fissura longitudinal yaitu garis tengah yang terdapat pada hemisphaerium
cerbri jadi, fissura longitudinal seperti membagi hemisphaerium cerebri
menjadi dua bagain. Bagian yang ditunjuk oleh nomor empat yaitu bulbus
olfactorius yang berada pada atas sendiri yang berbentuk bulat lonjong namun
kecil. Bulbus olfactori ini berada di atas persis hemisphaerium cerebri. Sedang
yang ditunjuk oleh nomor lima itu merupakan lobus lateralis cerebri yang
memiliki ciri-ciri bulat-bulat kecil dan mengelompok. Namun pada gambar ini
tidak begitu terlihat jelas, karena pada amatan ini sendiri lobus lateralis cerebri
juga tidak terlihat jelas. Dan bagian yang ditunjuk oleh nomor enam
merupakan ephyfisis. Ephyfisis terletak diantara hemisphaerium cerbri dan
lobus leteralis cerebri.
2. Sistem Saraf Bagian Ventral
Terlihat pada gambar diatas, bagian-bagian otak pada ventral. Bagian
otak yang ditunjuk oleh nomor satu merupakan erura cerebri. Bagian yang
ditunjuk oleh nomor dua adalah hemisphaeirum cerebri. Ciri-ciri dan letak
hamesphaerium cerebri sama seperti pada bgaian dorsal. Sedangkan bagian
yang ditunjuk oleh nomor tiga merupakan Chaisma nervi optici. Letak dari
chaisma nervi optici ini yaitu pada bagian tengah dari nervis. Dalam gambar
telah terlihat jelas dimana letak chaisma nervi optici. Bagian yang ditunjuk

oleh nomor empat yaitu bulbus olfactori dimana letak dan ciri-ciri sama
seperti pada bagian dorsal. Dalam gambar juga telah terlihat mana yang
disebut bulbus olfactori. Selanjutnya bagian yang telah ditunjuk oleh nomor
yaitu hypophysis. Sebenarnya ephifysis pada bagian dorsal dengan hypophisis
ini sama. Hanya saja hypophisis ini terletak pada dorsal. Letak hypophysis
yaitu antara hemisphaerium cerebri dan chaisma nervi optici. Dan yang
terakhir yang ditunjuk oleh nomor enam merupakan ventris yang berbentuk
seperti huruf V.
H. Diskusi/Pembahasan
1. Sistem saraf ikan mujair (Oreochromis mossambicus)
Sistem saraf pada ikan dibagi menjadi sistem saraf pusat dan sistem
saraf perifer. Sistem saraf pusat terdiri dari otak dan sumsum tulang
belakang (medula spinalis) dan Sistem saraf perifer yang berdasarkan
lokasi atau topografinya dibagi menjadi saraf kranial (yang berasal dari
otak), dan saraf spinal (yang berasal dari sumsum tulang belakang). Kedua
macam saraf tersebut mengandung komponen sensoris (afferen) dan
komponen motoris (efferen) ( Tenzer, dkk. 2014 : 95).
Telencephalon yaitu bagian otak yang paling depan utama yang
keluar dari daerah ini yaitu saraf alfaktori yang berhubungan dengan
hidung sebagai penerima rangsangan dimana terdapat bagian Bulbus
olfactorius yaitu lanjutan dari tractus olfactorius dan berakhir sebagai
sepasang bola, mempunyai lanjutan sebagai benang-benang halus yang
menuju ke dinding lekuk hidung (Azimuh, 2015). Kemudian pada
Serebrum tersusun dari dua hemisfer serebral, yang membentuk bagian
terbesar otak. Pada saraf ikan terdapat Mesencephalon menurut Azimuh
(2015) Mesencephalon merupakan otak bagian tengah dengan organ
utama yang tampak menonjol adalah lobus opticus
Menurut Fkip Universitas Bunghatta (2014 : 82-85) otak ikan
dibagi menjadi 5 bagian yaitu :
1. Dienchephalon yang terbagi menjadi tiga bagian utama
yaitu ephitalamus, thalamus dan hipothalamus. Di
bagian atas terdapat kelenjar hypopisa.

2. Mesenchephalon (otak tengah) relatif besar, berfungsi


sebagai pusat penglihatan. Terdapat lobus optikus yang
terdiri atas tekstum opticum (organ koordinat yang
melayani rangsang penglihatan) dan tegmentum (pusat
saraf motorik).
3. Myenchephalon merupakan otak bagian posterior.
Komponen utamanya adalah medula oblongata yang
berfungsi sebagai pusat saraf cranial. Pada bagian ini
terdapat

cristal

cerebelli

yang

belum

diketahui

fungsinya.
Bagian-bagian dari otak ikan secara keseluruhan pada gambar
dibawah:

Sumber : Walker, 1975 : 26


2. Sistem saraf katak (Rana sp.)
Dalam pengamatan yang dilakukan otak katak tidak dapat
terlihat dengan jelas karena terpotong saat melakukan pembedahan.
Sehingga belum dapat ditentukan bagian-bagian dari otak katak
tersebut. Menurut Tenzer,dkk (2014: 200-204), menjelaskan bahwa
otak amphibia merupakan otak yang kaya akan lipatan-lipatan yang
dalam. Serebrum pada otak amphibia terbagi menjadi belahan kanan

Sumber : Walker, 1975 : 26

dan belahan kiri, yang masing-masing disebut hemisferium serebri.


Permukaan hemisferium serebri pada otak amphibia umumnya licin.
Pada hewan-hewan yang gerakan ototnya tidak kompleks dan tidak
mementingkan keseimbangan tubuh misalnya katak dan ular,
serebelumnya berukuran kecil dan permukaan serebelumnya licin
(Tenzer, 2014: 98).
Pada pengamatan alat peraga sistem saraf katak terlihat bagianbagian dari dorsal (punggung) sistem saraf katak yang meliputi Nervus
olfactorius, Lobus olfactorius, Hemisphaerum cerebri, Pineal body,
Epiphysis, Lobus opticus, Cerebellum, Fossa rhomboidea, Medulla
oblongata, dan Medulla spinalis. Sedangkan untuk bagian-bagian dari
ventral (perut) sistem saraf katak yang meliputi Nervus olfactorius,
Lobus olfactorius, Hemisphaerum cerebri, Chiasma nervi optici,
Infundibulum, Hypophysis, Medulla oblongata, dan Medulla spinalis.
Berikut ini adalah gambar dari sistem saraf pada amphibia

Sumber: ebook vertebrates halaman 648

Sumber: ebook vertebrates halaman 652


3. Sistem saraf kadal (Mabouya multifasciata)

Reptil mempunyai susunan saraf yang serupa dengan susunan


saraf pada burung. Otak pada reptile juga terdiri atas empat bagian.
Kekhususannya

hanyalah

terdapat

tonjolan

otak

besar

yang

berkembang dengan baik sehingga pusat saraf pembau jelas terlihat.


Otak besar ini meluas ke atas sehingga menutupi otak tengah. Bagianbagian otak lainnya kurang berkembang bila di bandingkan dengan
otak pada burung. (Gleason, 2014: 3)
Facies dorsolateralis pada

otak

reptilia

terdiri

atas

hemisphaerium cerebri yang relatif besar, sepasang, menyempit ke


muka sebagai lobus olfactorius, yang ke cranial melanjutkan sebagai
tractus olfactorius dan berakhir sebagai bulbus olfactorius yang
menonjol (Laboratorium Anatomi Zoologi, 70). Pada pengamatan otak
kadal, sudah terlihat bentukan dua lobus olfactorius dan tractus
olfactorius. Namun, belum terlihat bulbus olfactorius yang menonjol
karena kemungkinan patah atau rusak saat pengambilan otak kadal.
Permukaan hemisferium serebri pada pengamatan licin, bagian
korteksnya tidak mengandung lekukan (sulkus) dan gundukan (girus).
Mesencephalon (lobus opticus) sebagian besar tertutup
hemisphaerium cerebri. Terbagi dua oleh sulcus medianus menjadi
corpora bigemina. Cerebellum (metencephalon) berukuran relatif kecil
berada

di

daerah

caudal

mesencephalon.

Medulla

oblongata

(myelencephalon) bagian mukanya lebar, punya cekungan fossa


rhomboidea yang sebagian tertutup cerebellum. Epiphysis berukuran
amat kecil, mediacranial lobus opticus berasal dari diencephalon.
(Laboratorium Anatomi Zoologi, 70)
Pada amatan juga terlihat dua buah lobus opticus di dekat lobus
olfactorius, terlihat pula cerebellum yang berukuran kecil serta medula
oblongata yang berukuran lebar dengan cekungan fossa rhomboidea
dekat cerebellum. Epiphysis terlihat seperti titik kecil yang berada di
antara dua lobus olfactorius dan dua lobus opticus.
Faceis basalis terdapat chiasma nervi optici (dari lobus
opticus), hypophysis pada bagian caudal chiasma dan infundibulum
sebagai

tangkainya

yang

merupakan

tonjolan

hypothalamus

(Laboratorium Anatomi Zoologi, 70). Bagian-bagian ini sudah terlihat


pada perparat amatan.

Reptil memiliki 12 pasang saraf kranial dengan cerebellum


yang lebih besar daripada amfibi, dan hal ini berhubungan dengan
kecepatan kemampuan gerak pada reptil (Sukiya, 2005: 69). Namun
cerebellum pada reptil berukuran jauh lebih kecil dibanding aves dan
mamalia. Menurut Tenzer dkk. (2014: 98) serebelum merupakan pusat
keseimbangan dan pusat koordinasi motoris. Pada hewan-hewan yang
gerakan

ototnya

tidak

kompleks

dan

tidak

mementingkan

keseimbangan tubuh (misalnya katak, ular) serebelum berukuran kecil.


Menurut Tenzer dkk. (2014: 97-98) reptil memiliki dua lapis
meninges, yaitu dura mater

dan pia mater. Medula spinalis yang

merupakan kelanjutan dari medula oblongata ukurannya lebih pendek


dari kolumna vertebralisnya.
4. Sistem saraf burung merpati (C. domestica)
Sistem saraf pusat burung menunjukkan perkembangan lebih
maju daripada sistem saraf reptil. Cerebrum ukurannya sangat besar
dan menutup diencefalon dan lobus opticus. Lobus opticus pada
burung secara proporsional berukuran besar, hal ini merupakan
pengecualian, nampaknya berkaitan dengan ketajaman pandang yang
dimiliki burung (Sukiya dan Wibowo, 2005: 82).
Otak merpati agak pendek dan melebar. Ukuran hemisphaerium
dan cerebellum cukup besar begitu jjuga ukuran lobus opticus, yang
menunjukkan bahwa burung memiliki sistem koordinasi dan indera
yang berkembang cukup baik. Namun di sisi yang lain, lobus
olfactorius cukup kecil yang mengindikasikan pertumbuhan organ
olfaktori yang kurang baik (Hegner dan Stiles, 1951: 534).
Menurut Sukiya dan Wibowo (2005: 83), cerebellum pada
Aves lebih besar daripada cerebellum Reptil, berlekuk dalam meskipun
tidak sebesar/sedalam pada mamalia. Hal ini menunjukkan permulaan
terjadinya perkembangan pons. Aves, juga seperti amniota lain,
memiliki 12 saraf kranial.
Pada mamalia dan beberapa jenis Aves, bagian dasar
mesensephalon yang terletak di antara medulla oblongata dan otak

tengah mengalami diferensiasi menjadi pons. Struktur ini merupakan


suatu jembatan yang gtersusun atas berkas-berkas serabut saraf yang
membawa impuls dari hemisphaer yang satu ke hemisphaer yang lain
dengan demikian, dapat mengkoordinasi otot pada kedua sisi tubuh.
Pons juga mengandung nuclei yang meneruskan impuls dari cerebrum
ke cerebellum (Tenzer, dkk, 2014: 207).
5. Sistem saraf marmut (Cavia cobaya)
Dalam pengamatan yang dilakukan telah diketahui bahwa
sebenarnya otak pada

marmut memiliki pola yang sama dengan

keempat vertebrata yang lainnya. Otak merupakan perkembangan dari


bumbung neural bagian anterior, sedangkan bagian bumbung neural
yang tersisa akan membentuk sumsum tulang belakang. Otak pada
marmut memiliki bagian yang telah kompleks dibandingkan vertebrta
yang lain. Menurut Tenzer, dkk (2014: 200) mengatakan bahwa, otak
vertebrata terdiri dari tiga bagian yaitu prosensefalon (otak depan),
mesensefalon (otak tengah), dan rombensefalon (otak belakang). Pada
mamalia khususnya marmut, otak tengah (mesensefalon) kurang begitu
berkembang. Namun, pada mamalia peran sebagai pusat melihat dan
pusat medengar diambil alih oleh serebrum, mesensefalon membentuk
kolikulus superior sebagai pusat reflek mata, dan kolikulus inferior
sebagai pusat refleks telinga.
Kemudian otak dilindungi oleh tulang tempurung kepala
(kranium) dan dibungkus atau diselaputi oleh selaput otak (meninges).
Menurut Tenzer, dkk (2014: 202) mengatakan bahwa, meninges pada
mamalia terdiri dari tiga lapisan, yaitu dura meter, arakhnoid, dan pia
meter. Durameter terletak paling luar, merupakan lapisan yang kuat
dan berhubungan langsung dengan tulang kranium. Perluasan
durameter memisahkan kedua belahan serebrum, kedua belahan
serebelum, dan juga memisahkan antara serebrum dan serebelum.
Piameter berhubungan langsung dengan jaringan otak, mengikuti
lekukan dan gundukan otak.

Sedang dalam serebrum atau otak besar merupakan derivat otak


depan yang paling penting. Meski disebut dengan otak besar, tetapi
serebrum tidak selalu merupakan bagian otak yang terbesar. Semakin
tinggi tingkatan hewan semakin besar volume serebrumnya. Serebtum
terbagi menjadi belahan kana dan belahan kiri, yang masin-masing
disebut hemisferium serebri, keduanya dihubungkan oleh suatu massa
neural yang disebut dengan korpus kalosum (Tenzer, dkk, 2014: 204).
Serebrum merupakan induk otak dan pusat pengontrolan segala
aktivitas tubuh. Sedang pada serebelum vertebrata terbagi menjadi dua
belahan (hemisferium serebelum). Pada mamlia bagian dasar
metensefalon yang terletak diantara medula oblongatadan otak tengah,
mengalami spesialisasi menjadi pons. Struktur ini merupakan jembatan
yang tersusun atas berkas-berkas serabut saraf yang membawa impuls
dari hemisfer yang satu ke hemisfer yang lain. Pada mamlia,
permukaan serebelum diperluas dengan adanya sulkus dan girus
(Tenzer, dkk, 2014: 207).
Medula oblongata merupakan bagian otak yang paling
posterior, berbentuktabung silindris yang menghubungkan otak dengan
medula spinalis. Walalupun berukuran ekecil, tapi medula oblongata
mempunyai peranan yang sangat vital, yaitu sebgai pengendali denyut
jantung , pernapasan, diameter arteriol, dan penelanan makanan. Pada
pengamatan yang telah dilakukan medula oblongata tidak terlihat jelas.
Mungkin dikarenakan pada saat melakukan percobaan tidak semua
terambil. Untuk medula spinalis pada mamalia lebih panjang daripada
kolumna vertrbbalis. Selanjutnya untuk saraf kranial pada mamalia
terdapat sepuluh pasang saraf kranial namun juga terdapat dua pasang
saraf tambahan, sehingga saraf kranialnya berjumlah 12 pasang.
Saraf spinal merupakan bagian somatik dari sistem saraf perifer
yang bersumber dari medula spinalis. Saraf-saraf ini menguhubungkan
sistem saraf pusat dengan reseptor-reseptor sensoris, otot, dan kelenjar.
I. Kesimpulan
J. Jawaban Evaluasi

1. Perbedaan bulbus olfaktorius dari kelima kelas vertebrata


a. Pisces
Pada pisces bulbus olfaktorius merupakan bagian yang berfungsi sebagai saraf
pembau. Bulbus olfactorius merupakan bagian dari Telencephalon pada pisces ,
adalah bagian otak yang paling depan. Bulbus olfactorius merupakan lanjutan dari
tractus olfactorius dan berakhir sebagai sepasang bola, mempunyai lanjutan
sebagai benang-benang halus yang menuju ke dinding lekuk hidung.
b. Amphibia
Lobus olfaktorius pada amphibia memiliki trunckus bulbus olfactorius. Lobus ini
tidak terlalu berkembang. Oleh karena itu berbentuk relatif kecil dan merupakan
penonjolan dari bagian yang disebut hemisperium serebri. Kurang berkembangnya
lobus olfaktorius yang berperan sebagai pusat pembau pada amphibia
berhubungan dengan cara hidupnya yang tidak terlalu banyak membutuhkan peran
dari lobus olfaktorius sebagai pusat pembau.
c. Reptil
Lebih panjang (menonjol) daripada keempat kelas yang lain.
d. Aves
e. Mamalia
Bulbus olfaktori pada mamalia berkembang cukup baik namun ukuranya relatif
kecil. Organ ini merupakan penonjolan hemisphaerium cerebri.
2. Perbedaan otak depan dari kelima kelas vertebrata
a. Pisces
Telenchephalon adalah otak bagian depan, saraf utama yang keluar dari daerah ini
adalah saraf alfaktori yang berhubungan dengan hidung sebagai penerima
rangsangan. Telenchephalon (otak depan) pada pisces terdiri dari : Lobus
olfactorius, Tractus olfactorius, Bulbus olfactorius, Hemisphaerium cerebri.
b. Amphibia
Otak depan (prosensefalon) terbagi menjadi telensefalon dan diensefalon.
Telensefalon membentuk serebrum (otak besar), diensefalon berkembang menjadi
talamus dan hipotalamus. Otak besar pada amphibia merupakan sumber dari
semua kegiatan atau gerakan sadar dan sesuai kehendak, walaupun ada juga
beberapa gerakan refleks otak. Pada bagian korteks serebrum yang berwarna
kelabu terdapat bagian penerima raangsang (area sensor) yang terletak disebelah
belakang area motor yang berfungsi mengatur gerakan sadar atau merespon
rangsangan. Selain itu terdapat area asosiasi yang menghubungkan area motorik
dengan area sensorik.
c. Reptil
Ukurannya lebih besar dari amphibi, namun lebih kecil daripada aves dan
mamalia. Permukaannya licin, tidak memiliki lekukan maupun gundukan.
d. Aves
e. Mamalia
Pada mamalia otak depan terdiri dari atas bulbus olvaktori lalu berlanjut ke
hemisphaerium serebri , epifisis, hipofisis,

3. Perbedaan otak tengah dari kelima kelas vertebrata


a. Pisces
Mesencephalon merupakan otak bagian tengah pada pisces dengan organ utama
yang tampak menonjol yang disebut lobus opticus. Lobus opticus berbentuk bulat
dan besar, terletak di sebelah belakang bagian dorsal dari diencephalon. Di bagian
sebelah ventral terletak lobi inferior (bagian dari diencephalon) yang merupakan
tempat melekat hypophyse (hypothalamus). Pada bagian anterior hypophyse
terdapat persilangan dari nervus opticus (nervus cerebralis II) yang disebut
chiasma nervi optici. Selain lobus opticus, pada mesencephalon juga terdapat
torus semicircularis. Adapun Lobus opticus

bertindak sebagai pusat refleks

penglihatan yang menerima serabut aferen dari retina. Mesencephalon pada ikan
relatif besar dan berfungsi sebagai pusat penglihatan.. Terdapat lobus optikus yang
terdiri atas tekstum opticum (organ koordinat yang melayani rangsang
penglihatan) dan tegmentum (pusat saraf motorik).
b. Amphibia
Otak tengah (mesensefalon) terletak didepan otak kecil. Di depan otak tengah
terdapat talamus dan kelenjar hipofisis. Talamus pada amphibia terletak dibagian
dorsal dan merupakan jembatan antara serebrum dan mesensefalon. Sedangkan
kelenjar hipofisis terletak pada bagian ventral otak yang berfungsi mengatur kerja
kelenjar-kelenjar endokrin. Pada bagian atas (dorsal) otak tengah juga terdapat
lobus optikus dan sepasang nervus optikus yang saling bersilangan. Selain itu
pada otak tengah terdapat juga kelenjar epifisis. Pada bagian ventral, selain
terdapat kelenjar hipofisis juga terdapat hipotalamus dan infundibulum. Pada
kelenjar hipofisis terdapat sel-sel neurosekretori sedangkan pada infundibulum
merupakan tangkai dari kelenjar hipofisis yang berfungsi menghubungkan
hipofisis dengan hipotalamus.
c. Reptil
Ukurannya relatif lebih kecil dibanding amphibi. Memiliki peran dominan sebgai
pust penglihatan (lobus opticus).
d. Aves
e. Mamalia
Otak tengah merupakan segmen batang otak yang terletak di antara diensefalon
dan pons, menghubungkan pos dan serebelum dengan serebrum. Bagian ini
merupakan tempat timbulnya saraf kranial III dan IV. Pada mamalia otak tengah
kurang berkembang, tetapi pada vertebrata rendah bagian otak ini mempunyai
peranan dominan sebagai pusat melihat (dalam bentuk lobus optikus) dan sebagai
pusat mendengar (dalam bentuk lobus auditorius). Pada mamalia peran sebagai

pusat melihat dan pusat mendengar diambil alih oleh serebrum, mesensefalon
membentuk kolikulus superior sebagai pusat refleks mata dan kolikulus inferior
sebagai pusat refleks telinga.
4. Perbedaan otak belakang dari kelima kelas vertebrata
a. Pisces
Myenchephalon merupakan otak paling belakang (bagian posterior). Komponen
utamanya adalah medulla oblongata berfungsi sebagai pusat yang menyalurkan
rangsangan keluar melalui syaraf cranial. Pada beberapa jenis ikan seperti Clupea
pallasi dan Mugil cephalus medulla oblongata membesar, dibagian ini terdapat
cristal cerebelli yang diduga syaraf ini ada hubungannya dengan kecenderungan
ikan untuk berkelompok.
b. Amphibia
Otak belakang (rombensefalon) terbagi menjadi metensefalon dan miensefalon.
Metensefalon berkembang menjadi pons dan serebelum (otak kacil). Serebelum
pada amphibia mempunyai fungsi utama dalam koordinasi gerakan otot yang
terjadi secara sadar, keseimbangan, dan posisi tubuh.
c. Reptil
Cerebellum berukuran relatif kecil dibanding aves dan mamalia, tanpa guratan.
Namun, sedidkit lebih besar dibanding amphibi.
d. Aves
e. Mamalia
Pada otak belakang mamlia terdapat medula oblongata dan serebelum.
5. Perbedaan saraf kranial dari kelima kelas vertebrata
a. Pisces
Pada Pisces terdapat 10 saraf otak (nervi cranialis) yang menyebar ke organ-organ
sensori tertentu dan otot-otot tertentu. Sebagian besar saraf otak tersebut
berhubungan dengan bagian-bagian kepala, tetapi ada juga yang berhubungan
dengan bagian-bagian tubuh.
1. Nervus olfactorius (NC I), menghubungkan organ olfactorius dengan pusat
olfactorius otak depan, berfungsi membawa impuls bau.
2. Nervus opticus (NC II), menghubungkan retina mata dengan tectum opticum,
berfungsi membawa impuls penglihatan.
3. Nervus oculomotoris (NC III), merupakan saraf motor somatik yang mengatur
otot mata musculus obliquus inferior, muculus rectus superior, musculus rectus
inferior, dan musculus rectus internal berhubungan dengan otak mesencephalon.
4. Nervus trochlearis (NC IV), berhubungan dengan otak mesencephalon,
merupakan saraf motor somatik yang menginervasi otot mata musculus obliquus
superior.

5. Nervus trigeminalis (NC V), terbagi atas tiga cabang yaitu nervus ophthalmicus
dan nervus maxillaris (merupakan saraf sensori somatik) serta nervus
mandibularis (saraf sensori somatik dan saraf motor somatik). Nervus ini
menghubungkan bagian kepala dan rahang dengan medulla oblongata. Fungsinya
berkaitan dengan kepekaan kulit terhadap panas dan sentuhan.
6. Nervus abducens (NC VI), merupakan saraf motor somatik yang menghubungkan
bagian depan medulla oblongata dengan otot mata musculus rectus external.
Fungsinya berhubungan dengan penarikan otot penggerak bola mata.
7. Nervus facialis (NC VII), tersusun atas tiga cabang yaitu nervus ophthalmicus
superficialis, nervus buccalis, dan nervus hyomandibularis. Saraf cabang ini
berkaitan dengan saluran garis rusuk (linea lateralis) di atas kepala, penerima rasa
pada kepala dan tubuh, serta penerima rangsangan sentuhan. Berhubungan
dengan NC V dan NC VIII pada medulla oblongata. Saraf ini punya komponen
yang berkaitan dengan sensori somatik, sensori visceral, dan fungsi motor
visceral.
8. Nervus acousticus (NC VIII), sering dianggap sebagai cabang dari nervus
acousticofacialis pada ikan, mempunyai fungsi sensori somatik yang berkaitan
dengan telinga bagian dalam.
9. Nervus glossopharyngeal (NC IX), terdiri dari komponen sensori dan motoris
yang melayani bagian insang pertama. Fungsinya berkaitan dengan garis rusuk,
organ pengecap pada pharynx dan otot-otot insang.
10. Nervus vagus (NC X), memiliki beberapa percabangan, yaitu nervus accesorius
yaitu saraf yang menuju leher dan nervus hypoglossus yaitu saraf yang menuju ke
otot lidah.
b. Amphibia
Amphibia mempunyai 10 pasang sarafkranial, tetapi terdapat pula 2 pasang saraf
tambahansehingga saraf kranialnya berjumlah 12 pasang.
c. Reptil
Terdapat 12 pasang saraf kranial.
d. Aves
e. Mamalia
Pada mamalia selain 10 pasang saraf kranial seperti pada pisces dan amphibia,
terdapat pula 2 pasang saraf tambahan sehingga saraf kranialnya berjumlah 12
pasang.
6. Perbedaan letak terjadinya pleksus-pleksus pada saraf spinal dan saraf kranial dari
kelima kelas vertebrata
a. Pisces

Pada Pisces spinal cord merupakan suatu tabung, tetapi alur pusatnya (central
canal) berdiameter kecil dibandingkan dengan dindingnya. Saraf spinal ini
merupakan sistem saraf tepi yang terdapat pada pisces, dengan pleksus-pleksus
saraf spinal yang terdiri dari akar dorsal dan ventral yang bersatu, tetapi persatuan
di luar columna vertebralis. Pada beberapa spesies tidak ada dan hanya berupa
akar ventral yang ada. Tetapi ada juga yang disebut nervus spino-occipitale.
Serabut-serabut membentuk nervus hypobranchial yang terdiri serabut-serabut
motoris saja
b. Amphibia
Pada amphibia beberapa urat saraf bersatu membentuk jaringan urat saraf yang
disebut pleksus. Ada 3 buah pleksus pada amphibia, yaitu
1. Pleksus cervicalis, merupakan gabungan urat saraf leher yang mempengaruhi
bagian leher, bahu, dan diafragma.
2. Pleksus branchialis, mempengaruhi bagian tangan pada amphibia.
3. Pleksus jumbo sakralis yang mempengaruhi bagian pinggul dan kaki.
c. Reptil
Akar dorsal terdiri hanya serabut sensoris. Pleksus lumbosacral terdapat pada
Ophidia dan Lacerta. Akar ventral berupa visceral-motoris dan somatis-motoris
serabutnya.
d. Aves
e. Mamalia
Pada mamalia anyaman ramus ventral disebut pleksus. Ada 3 buah pleksus pada
mamalia yaitu
1. Pleksus servikal (anyaman antara saraf-saraf servikal 1-5) : memasok
persarafan kulit dan otot kepala, leher, dan bahu bagian atas, berhubungan
dengan beberapa saraf kranial dan memasok persarafan diafragama.
2. Pleksus brakhial
Memasok persarafan anggota atas dan sejumlah otot leher dan bahu.
3. Pleksus lumbar
Memasok persarafan bagian anterolateral dinding perut, organ genetalia luar
dan sebagian anggota bawah
4. Pleksus sakral
Memasok persarafan pantat, perineum, dan anggota bawah.
Daftar pustaka
Azimuh.

2015.

Sistem

Saraf

Pada

Ikan.

(online)

(ttps://azizmuh.wordpress.com/materi/system saraf-pada-ikan/). Diakses 22 Maret


2015.
Fkip Universitas Bunghatta. 2014. System Saraf. (Online), (http://fpik.bunghatta.ac.id)
Diakses, tanggal 21 maret 2015.
Walker, W. 1975. Vertebrate Disection. USA : Saunders Company.

Hegner, R.W., dan Stiles, K.A. 2001. College Zoology. Singapura: McGraw-Hill Higher
Education.
Sukiya, dan Wibowo, Y. 2005. Biologi Vertebrata. Malang: UM Press.
Tenzer, A., dkk. 2014. Struktur Perkembangan Hewan (SPH 1) Bagian 2. Malang: Jurusan
Biologi FMIPA UM.