Anda di halaman 1dari 12

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Mesin adalah gabungan dari seluruh elemen logam dan non logam menjadi satu
prinsip kerja. Elemen mesin merupakan bagian dari suatu alat untuk memindahkan
energi/benda yang mempunyai efisiensi mekanis, termis, hidrolis, maupun elektris. Elemen
mesin juga dapat diartikan sebgai hal-hal mengenai komponen mesin; bentuk, cara kerja, cara
perancangan dan kekuatan komponen tersebut.
Suatu mesin terdiri dari bagian atau elemen yang jumlahnya mencapai lebih dari puluhan.
Semua bagian tersebut bekerja saling mendukung sehingga dapat menghasilkan suatu gerakan. Dalam
merancang suatu komponen mesin kita harus mempertimbangkan segala faktor yang mempengaruhi
hasil akhir komponen yang direncanakan antara lain seperti faktor keamanan, umur, efisiensi, biaya
dan faktor ketahanan komponen tersebut sehingga dapat menjalankan fungsinya dengan baik.
Dalam teknik mesin, ulir terbagi menjadi dua bagian berdasarkan fungsinya, yaitu ulir
pengkat dan ulir daya. Pada

tugas perencanaan elemen mesin I ini kami mengambil

judul

Perancangan Dongkrak Ulir. Ulir daya berfungsi untuk mendapatkan keuntungan mekanik

yang besar, biasanya diterapkan pada dongkrak ulir, klem, mesin pres, ragum, dan sebagainya.

1.2 Tujuan dan Manfaat Penulisan


Tujuan dari tugas perencanaan elemen mesin ini adalah untuk memenuhi kurikulum
pada mata kuliah elemen mesin I. Selain itu untuk dapat menerapkan kajian teoritis yang
kami dapatkan dari kuliah dalam kehidupan sehari-sehari, tugas ini juga dapat melatih kami
untuk lebih mendalami dan memahami fungsi dan karakteristik dari suatu elemen mesin.
Jadi dengan tugas ini diharapkan mahasiswa mampu merancang elemen-elemen
mesin berdasarkan atas perhitungan-perhitungan yang bersumber dari literatur-literatur
sekaligus mengaplikasikan teori yang didapat langsung di lapangan.
1.3 Perumusan Masalah

Dalam tugas perencanaan ini kami akan membahas mengenai konstruksi dan cara
kerja ulir daya pada ragum. Di dalamnya kami juga akan melakukan perhitungan untuk
mendapatkan bentuk dan ukuran yang sesuai dengan perencanaan kami.

1.4 Metode Pembahasan


Pada tugas perencanaan ini pembahasan akan dilakukan dengan menggunakan
literatur yang memuat data-data serta rumus-rumus yang berkaitan dengan masalah yang
diambil, serta dilengkapi data-data dari studi lapangan.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Ulir Daya


Ulir daya merupakan suatu alat yang digunakan untuk mengubah gerak putar,
menjadi gerak linier. Dalam perubahan gerak tersebut, ulir daya menghasilkan daya besar
yang mampu menahan bahkan mendorong atau menarik suatu beban yang sangat besar dan
2

memiliki berat yang jauh lebih besar daripada berat alat ulir daya. Sebelum penggunaannya
yang luas seperti sekarang ini, ulir daya lebih banyak digunakan dalam mesin-mesin
perkakas, alat berat, truk, hingga peralatan persenjataan yang besar. Karena kemampuannya
dapat digunakan untuk menahan, mengangkat dan menarik, maka dibuatlah suatu
pengangkat/dongkrak yang berukuran kecil namun kompak dan memiliki kemampuan
mengangkat dan menahan. Banyak hal yang diperhatikan ketika merancang suatu dongkrak
mekanik, seperti fungsi, kekuatan, kemampuan, serta hal yang terpenting faktor keamanan
yang diutamakan.
Pada tugas elemen mesin ini, penulis melakukan suatu perancangan sederhana
mengenai dongkrak ulir. Dongkrak mekanik merupakan suatu alat yang dapat kita gunakan
untuk mengangkat dan menahan beban yang berat, dengan memutar poros ulir dayanya. Pada
kesempatan ini, penulis melakukan pengamatan pada dongkrak mekanik yang digunakan di
bengkel otomotif.

2.2 Jenis-jenis Ulir Daya


Berdasarkan bentuk alur, dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis, yaitu :
a. Penampang Segiempat (Square Thread)
Penampang segiempat yang digunakan dalam menyalurkan satu dari dua arah kerja.
Penampang ini menghasilkan efisiensi yang tinggi dalam menyalurkan kerja, dan
meminimalkan kerugian gesekan pada mur-nya.Sulit untuk membentuk alur.Untuk
membentuk alur, biasanya digunakan proses pembubutan dengan alat potong tunggal, dan
tidak bisa dalam hal kerusakan pemakaian. Penampang segiempat, umumnya dipakai pada
dongkrak mekanik, alat tekan (press), dan alat penjepit. Ukuran standar umum untuk
penampang segiempat berdasarkan pada standar IS : 4694 1968 (ditetapkan ulang ditahun
1996).

Gambar 2.1 Square Thread


b. Penampang Trapesium (Acme / Trapezoidal Thread)
3

Pada penampang ini, sedikit perubahan dari penanpang segiempat. Penampang miring
yang lebih rendah memberikan sedikit efisiensi dibanding penampang segiempat, dan juga
membuat gesekan dan tekanan pada mur-nya, tetapi terjadi geseran pada penampang
miringnya. Alur pada penampang ini digunakan dengan mur khusus yang dapat membagi dan
penetapannya dibuat untuk meningkatkan pemakaian sebagai alur utama pada mesin
bubut.Pemakaiannya juga dapat dinaikkan dengan penyesuaian. Penampang trapesium dapat
dibentuk dengan dialur, karena itu pembuatannya lebih mudah dibanding penampang
segiempat.

Gambar 2.2 Acme Thread

c. Penampang Setengah Trapesium (Buttress Thread)


Penampang setengah trapesium, digunakan dalam beban yang besar dan hanya pada
sumbu satu arah. Penampang ini digabungkan dengan efisiensi yang tinggi dari penampang
segiempat, dan keringanan dalam pencocokan dengan pembagian pada mur-nya dari
penampang trapesium. Penampang ini lebih kuat dibandingkan penampang yang lain, karena
ketebalan yang lebih besar pada dasar penampangnya. Penampang setengah trapesium
dibatasi dengan penyaluran daya. Penampang ini dipakai pada dongkrak mekanik yang ringan
dan kelengkapannya.

Gambar 2.3 Buttress Thread


4

2.3 Fungsi Ulir Daya


Secara khusus, ulir daya digunakan untuk :
a. Untuk mendapat kelebihan mengangkat/menurunkan beban
b. Untuk memberikan gaya tekan/tarik yang besar
c. Untuk positioning yang akurat

2.4 Bahan Pembuat


Pada umumnya ulir daya dibuat dari bahan stainless stell, baja karbon tinggi, baja
karbon sedang, juga kuningan.

2.5 Proses Pembuatan


Berikut ini beberapa penjelasan dari proses pembuatan ulir daya.
-

Heading

: Proses untuk membuat kepala dan batang namun tidak berulir

Trimming

: Proses ini khusus untuk menguatkan kepala

Rolling

: Proses untuk menghaluskan batang

Washer Inert

: Pencucian bahan yang telah melakukan proses sebelumnya

Tap and Die

: Proses untuk membuat alur dengan ukuran yang disesuaikan

Washing

: Pencucian bahan yang telah dialur

Heat Treatment

: Perlakuan panas untuk menguatkan struktur logam

Plating

: Pelapisan benda yang telah di perlakuan panas

Finishing

: Proses akhir yang biasanya untuk pengecekan dan penilaian


kualitas

Dalam beberapa kondisi, proses Heat Treatment dan Plating dilakukan di pabrik yang lain,
yang bekerja sama dengan pabrik pembuat.
5

2.6 Mekanik
Perhitungan torsi untuk ulir dapat dilakukan dengan rumus :

Dimana
T = torsi
F = beban pada screw
l = lead
dm = diameter rata-rata
Efisiensi diartikan dengan usaha

= koefisien friksi
= sudut friksi
= sudut lead
yang dihasilkan dibagi dengan usaha yang

dimasukkan. Dalam hal ini, usaha yang dimasukkan merupakan hasil kali antara torsi dan
perpindahan angular (radian), untuk satu putaran dirumuskan dengan :
M
Wout = ( t)t
2
Sedangkan dengan usaha yang dihasilkan merupakan perkalian antara beban dengan
perpindahan satu lead pada satu putaran, dirumuskan dengan :
Win = WL
Sehingga didapat rumusan untuk efisiensi adalah :
M
2 ( t)t
Wl
o =

BAB III
PEMBAHASAN

3.1 Perancangan Dongkrak Ulir


Dongkrak ulir yang dirancang menggunakan ulir daya atau power screw sebagai
elemen untuk mentransmisikan daya serta elemen untuk mengubah gerakan angular
menjadi gerakan linear. Ulir daya yang digunakan pada dongkrak ulir berfungsi untuk
memberikan gaya tekan keatas yang besar terhadap beban yang ditahan.
Pada dasarnya, ulir daya yang biasa disebut power screw ini dibagi menjadi tiga jenis
berdasarkan tipe profil ulirnya, yakni: square thread, acme thread, dan buttress thread.
Sedangkan berdasarkan aplikasinya dibagi menjadi dua, yakni aplikasi yang menghendaki
tingkat efisiensi tinggi dan aplikasi yang menghendaki tingkat efisiensi rendah. Aplikasi
yang menghendaki tingkat efisiensi tinggi (application where high efficiency is desired)
biasanya diterapkan pada mesin press. Sedangkan untuk aplikasi yang menghendaki
tingkat efisiensi rendah (application where low efficiency is desired) umumnya diterapkan
pada dongkrak, clamp, serta ragum.
Jenis power screw yang dipilih dalam perancangan dongkrak ulir ini adalah jenis
application where low efficiency is desired dengan tipe profil square thread. Dasar
7

pemilihan jenis power screw ini adalah penggunaan mesin yang tidak membutuhkan
tingkat efisiensi tinggi, tetapi diperlukan transmisi daya yang besar sehingga mesin
mampu memberikan gaya tekan keatas yang kuat terhadap beban yang ditahan.
Tipe profil square thread merupakan salah satu tipe yang cocok diterapkan pada
dongkrak ulir. Tipe profil square thread juga tidak menghasilkan tekanan radial atau gaya
dorong pada sisi nut yang dapat berpengaruh terhadap performansi kerja power screw
tersebut. Oleh karena itu tipe profil square thread dirasa lebih sesuai digunakan pada
dongkrak ulir, selain profil tersebut ada satu profil yang juga cocok digunakan pada
dongkrak ulir, yaitu buttress thread.
Namun di sisi lain, tipe profil square thread juga memiliki sedikit kekurangan. Selain
pembuatannya yang lebih sukar dan lebih mahal dibandingkan acme thread dan buttress
thread, tipe profil square thread juga lebih mudah aus terutama di bagian permukaan
ulirnya. Untuk itu perlu adanya penggantian pada bagian nut atau ulirnya ketika thread
mengalami kerusakan.
Jika membahas mengenai screw, biasanya dikenal istilah pitch dan kisar (lead). Pitch
adalah jarak antara puncak dengan puncak, sedangkan kisar adalah jarak yang ditempuh
mur bila ulir diputar satu putaran. Oleh karena itu berdasarkan kisarnya, power screw
dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis yakni: ulir tunggal, ulir ganda, dan ulir triple.
Pada perancangan dongkrak ulir ini, digunakan jenis ulir tunggal.
Untuk dimensi thread yang direncanakan meliputi nominal diameter, core diameter,
pitch, lead, dan helix angle.
1. Nominal diameter (d)
d=60 mm
2. Core diameter (dc)
d c =45 mm
3. Pitch (p)
p=15 mm
4. Lead (l)
l= p=15mm
5. Mean diameter (dm)
dm=d 0.5 p=600.5 ( 15 )=607.5=52.5 mm
6. Coefficient of friction at the thread and at the nut ( )
=0.15
tan ==0.15
=8.53

7. Helix Angle (
l
15
tan =
=
=0.0901
d m ( 3.14 ) (52.5)
=5.15

8. Inner and outer diameter of collar (D0 dan Di)


D0 = 60 mm
Di = 80 mm
9. Radius of Handle (R)
R=400 mm
10. The weight of the main part
Digunakan asumsi untuk menentukan berat dari kerangka utama dongkrak ulir,
yakni sebesar 60 N.
11. Resultan gaya gesek dalam arah aksial
Digunakan asumsi untuk menentukan resultan gaya gesek dalam arah aksial yang
ditahan oleh ulir yakni sebesar 15 N.
12. Kekuatan yang diberikan oleh tiap lengan untuk mengangkat beban
W =60+15=75 N

M t=

W dm
tan ( + )
2

( 8.53 +5.15 )
( 75 )(52.5)

tan
2
( 13.68 )
3937.5

tan
2
479.20 Nmm

M
D
( 0+ Di )
W
( t )c = c
4

( 0.15 )( 75 ) (60+ 80)


4

393.75 Nmm

M
M
M t +( t)c =479.20+ 393.75
( t )t=

872.95 Nmm
Dua lengan masing-masing memberikan gaya sebesar P pada jarak 175 mm,
sehingga:
M
( t )t =2 P x 175

M
( t)t 872.95
=
=2.5 N
350
350
P=
13. Kekuatan yang diberikan oleh tiap lengan untuk menurunkan beban
W =6015=45 N

M t=

W dm
tan ( )
2

( 8.53 5.15 )
( 45 ) (52.5)

tan
2
( 3.38 )
2362.5

tan
2
139.53 Nmm

M
D
( 0+ Di )
W
( t)c = c
4

( 0.15 )( 45 ) (60+80)
4

236.25 Nmm
10

M
M
M t +( t)c =139.53+236.25
( t)t =

375.78 Nmm
Dua lengan masing-masing memberikan gaya sebesar P pada jarak 250 mm,
sehingga:
M
( t )t =2 P x 175

M
( t)t 375.78
=
=1.08 N
350
350
P=
14. Efisiensi Total (dihitung berdasarkan pengangkatan beban)
M
( 75 ) (15)
2 ( t)t=
=0.205 atau20.5
2 ( 3.14 ) (872.95)
Wl
o =

Dari perhitungan tersebut, telah didapatkan perancangan optimal dengan tingkat


efisiensi sebesar 20.5%. Hal ini membuktikan bahwa power screw berjenis application
where low efficiency is desired dengan tipe profil square thread dan dengan ulir tunggal
merupakan jenis screw yang tepat digunakan dalam perancangan dongkrak ulir.
3.2 Kelebihan dan Kekurangan Mesin Hasil Rancangan
Perancangan dongkrak ulir bertujuan agar diperoleh suatu mesin yang dapat
memberikan efisiensi daya yang besar. Meskipun secara umum power screw tergolong alat
transmisi daya dengan efisiensi kecil, namun pada perancangan ini dapat diperoleh
efisiensi daya yang optimal yakni sebesar 20.5% dengan dimensi perancangan seperti di
atas. Selain dapat diperoleh efisiensi yang optimal, kelebihan lain dari adanya perancangan
dongkrak ulir ini adalah:
1. Transmisi daya dengan ulir daya rancangan ini lebih baik sehingga gaya tekan yang
dihasilkan lebih kuat.
11

Di samping kelebihan-kelebihan tersebut, mesin tambal ban press ini juga memiliki
kekurangan yang antara lain:
1. Karena seluruh rangka hampir terbuat dari besi maka mengakibatkan alat ini
menjadi berat.
2. Karena tipe profil ulir yang dipilih adalah tipe square thread, maka dari segi
ekonomi pembuatan dongkrak ulir ini cenderung lebih mahal.

BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN

4.1

Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan yang telah dipaparkan pada bab sebelumnya mengenai

penerapan power screw pada perancangan dongkrak ulir, dapat ditarik kesimpulan sebagai
berikut:
1. Power screw merupakan salah satu jenis ulir yang termasuk dalam satu keluarga ulir
daya dan berfungsi sebagai elemen untuk mentransmisikan daya serta elemen untuk
mengubah gerakan angular menjadi gerakan linear.
2. Jenis Power screw yang cocok digunakan dalam pembuatan dongkrak ulir adalah
jenis application where low efficiency is desired dengan ulir tunggal (single thread)
dan bentuk profil ulir square thread.
3. Parameter yang dapat mempengaruhi kualitas dari power screw antara lain adalah
mean diameter, berat dari kerangka utama mesin, resultan gaya gesek dalam arah
aksial, koefisien gesek antara ulir dan nut, momen total yang bekerja saat mesin
bekerja, sudut friksi, serta sudut thread.
4. Setelah dilakukan perancangan power screw, diperoleh efisiensi total sebesar
20.5%.
4.2 Saran
Dari rancangan mengenai mesin tambal ban press yang telah dilakukan, terlihat
bahwa hasil rancangan masih memiliki beberapa kekurangan. Oleh karena itu, dapat
diberikan beberapa saran terkait kekurangan tersebut.

12