Anda di halaman 1dari 2

Diabetes merupakan salah satu gangguan kesehatan dengan jumlah penderita yang cukup

besar di dalam populasi penduduk dunia. Diabetes merupakan suatu bentuk kelainan atau
ganguan metabolisme tubuh, dimana tubuh penderita diabetes mengalami gangguan
mengolah karbohidrat dikarenakan kurangnya hormon insulin atau mengalami kekurangan
transporter glukosa. Gangguan metabolisme ini dapat mengakibatkan banyak efek lain
seperti memacu sindrom Down hingga memunculkan hipotiroid. Adapun penanganan
diabetes melitus pada ibu hamil memerlukan perhatian yang serius karena menyangkut dua
nyawa; yaitu nyawa sang ibu serta janin yang tengah dikandung. Ibu hamil memiliki resiko
mengalami gangguan diabetes gestational yang biasanya diakibatkan karena kegemukan
atau tekanan darah tinggi. Diabetes jenis ini juga perlu ditangani secara serius seperti
halnya penanganan diabetes melitus pada ibu hamil karena membawa resiko yang serupa.
Mengalami gangguan diabetes di saat hamil dapat mengakibatkan dampat buruk bagi sang
ibu dan juga janin yang tengah dikandungnya. Oleh karena itupenanganan diabetes melitus
pada ibu hamil harus dijalankan secara serius. Melakukan pemeriksaan teratur guna
mengecek kondisi gula darah merupakan tindakan yang sangat dianjurkan dan juga teratur
mengunjungi dokter guna menjalani konsultasi medis. Adapun penanganan diabetes
melitus pada ibu hamil yang dapat dilakukan sendiri sebagai usaha menjaga kestabilan
kondisi tubuh seperti melakukan pengaturan pola makan guna mengurangi resiko terjadinya
hipoglikemia.
Melakukan pengecekan kondisi fisik dan kandungan gula dalam darah secara teratur
merupakan tindakan penanganan diabetes melitus pada ibu hamil yang wajib dilakukan.
Melakukan cek darah sendiri dengan alat yang pengukur gula darah yang praktis juga
dianjurkan

guna

melakukan

pemantauan

dengan

frekuensi

yang

lebih

sering.

Mengkombinasikan pengecekan darah secara teratur serta menjaga pola makan dan
asupan kalori merupakan bentuk pengelolaan dan penanganan diabetes melitus pada ibu
hamil yang dapat dilakukan oleh setiap orang. Hal tersebut dapat menekan resiko
penurunan kadar gula darah yang dapat berujung pada kondisi lemas atau pingsan pada
penderita.
Karena mengkonsumsi obat untuk menekan kenaikan gula darah dan menaikkan produksi
insulin dalam tubuh tidak diperkenankan untuk ibu hamil; makapenanganan diabetes
melitus pada ibu hamil membutuhkan prosedur suntik insulin secara teratur jika kadar gula
dalam darah sulit dikontrol. Prosedur ini dapat mengurangi resiko komplikasi dan tidak

memberikan efek buruk bagi janin. Sehingga penanganan diabetes melitus pada ibu
hamil dengan melakukan suntik insulin secara teratur dapat menjadi opsi perawatan medis
guna memastikan kestabilan kondisi ibu hamil. Adapun pilihan lain yang dapat dicoba untuk
mengendalikan kadar gula dalam darah adalah mengkonsumsi obat herbal yang tidak
memberikan efek negatif bagi janin yang tengah dikandung. Memastikan keselamatan dan
kesehatan ibu dan juga janin yang tengah dikandung merupakan hal yang utama