Anda di halaman 1dari 61

Resume Mata Kuliah Masail Fiqhiyah

Prof.Dr. Hj. Huzaimah Tahido Yanggo, MA


Masail Fiqhiyah:Kajian Hukum Islam Kontemporer, (Bandung
Percetakan Angkasa, 2005),Cet. I

Dosen Pembimbing
Hj. Siti Munawati, S.Pd.i, M.Pd.i

Disusun Oleh;
Bambang Priyanto
NIRM: 4671010114054

SEMESTER 5
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAM ISLAM
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM ASY SYUKRIYYAH
TANGERANG
2015

Kata Pengantar

Resume Buku Masail Fiqhiyah

Segala puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Allah Swt, Tuhan semesta
alam. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada junjungan kita, Nabi
Muhammad SAW, Rasul yang diutus untuk membawa risalah, sebagai penerang jalan
di dunia dan keselamatan di akhirat. Tidak lupa kepada para sahabatnya, tabiin, serta
tabi al-tabiin, dan para ulama pewaris para nabi yang berjasa menyebarkan ajaran
agama islam, sehingga kita bisa mempelajari serta mengamalkan ajaran Allah dan
Rasul-Nya dalam bermuamalah di dunia, sebagai bekal untuk kehidupan di akhirat.
Buku Masail Fiqhiyah: Kajian Hukum Islam, membahas tentang fiqih
kontemporer seperti: Tinjauan Hukum Islam terhadap olah raga tinju, Asuransi, KKN,
Aborsi, dan lain-lain.
Akhirul kalam, penulis ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada para
pihak yang telah membantu membuat resume buku ini, dan juga kepada dosen mata
kuliah Masail Fiqhiyah, Ibu Hj. Siti Munawati, S.Pdi, M.Pdi, yang telah
membimbing selama pembuatan resume ini. Penulis sangat menyadari bahwa resume
ini masih banyak kekurangan. Oleh karena itu, saran dan kritik para pakar dalam
bidang fiqih muamalah sangat penulis harapkan guna perbaikan dimasa yang akan
datang.

Parungpanjang, 31 Oktober 2015

MASAIL FIQHIYAH
KAJIAN HUKUM ISLAM KONTEMPORER
1|

Resume Buku Masail Fiqhiyah

1. Judul Buku

: Masail Fiqhiyah-Kajian Hukum Islam


Kontemporer

2. Tahun Terbit

; Januari 2005

3. Penulis

: Prof. Dr. Hj. Huzaimah Tahido Yanggo, MA

4. Desain Sampul

: Studio Klop

5. Penerbit

: Percetakan Angkasa

6. Alamat Penerbit

: Jln. Cipagalo Girang No. 24 Margacinta, Bandung

7. Jumlah Halaman

: 250 halaman, 23 Bab

8. Cetakan

: Ke-1

Buku ini terbit dengan tebal buku 250 halaman dan terdiri dari 23 bab yang
masing- masing bab khusus membahas permasalahan menurut tinjauan hukum Islam.
Bab-bab yang terdapat dalam buku Masail Fiqhiyah : Kajian Hukum Islam
Kontemporer ini yaitu:
BAB 1

: Tinjauan Hukum Islam terhadap Olahraga Tinju

BAB 2

: Asuransi, Hukum dan Permasalahannya

BAB 3

: Hukum Qurban (Udhiyyah) dengan Uang

BAB 4

: Hukum Puasa Ramadhan Bagi Para Pekerja Berat di Siang Hari

BAB 5

: Pandangan Islam terhadap Penyelenggaraan Asuransi Kesehatan dan


Pembiayaan bersama secara Gotong Royong untuk Masyarakat Miskin

BAB 6

: Korupsi, Kolusi dan Nepotisme

BAB 7

: Penanggulangan Tindak Pidana Pencurian Menurut Hukum Islam

BAB 8

: Dampak Negatif Minum Khamr/Minuman Keras (Miras) dan Hukumnya


Menurut Islam

BAB 9

: Jilbab dalam Persepsi Hukum Islam

BAB 10 : Pandangan Hukum Islam tentang Euthanasia

2|

Resume Buku Masail Fiqhiyah

BAB 11 : Hukum Berpacaran dalam Hukum Islam


BAB 12 : Mengubah Ciptaan Allah dan Mempercantik Diri dalam Perspektif
Hukum Islam
BAB 13 : Pesan Islam tentang Perkawinan
BAB 14 : Poligami dalam Perspektif Islam
BAB 15 : Pandangan Hukum Islam terhadap Perkawinan Beda Agama
BAB 16 : Problematika dan Konflik dalam Perkawinan serta penanggulangannya
Menurut Hukum Islam
BAB 17 : Benarkah Iddah Mendapatkan Tantangan Teknologi Modern?
BAB 18 : Kedudukan Anak Luar Nikah Menurut Hukum Islam
BAB 19 : Pandangan Hukum Islam terhadap Aborsi dan Penggunaan Kontrasepsi
Darurat
BAB 20 : Tinjauan Hukum Islam terhadap Penggantian Kelamin bagi Khuntsa
BAB 21 : Aspek Jual Beli dan Hutang Piutang dalam Fiqih Muamalah
BAB 22 : Upaya Mengentaskan Kemiskinan Melalui Pendayagunaan Zakat
BAB 23 : Pornografi dan Pornoaksi dalam Pandangan Hukum Islam
Catatan-catatan

BAB I
Tinjauan Hukum Islam terhadap Olahraga Tinju

3|

Resume Buku Masail Fiqhiyah

A. Pendahuluan
Tinju sebagai cabang olahraga jenis contact sport, yaitu suatu
olahraga yang melakukan kontak langsung yang banyak diarahkan
ke kepala, muka dan perut yang membuat olahraga tinju menjadi
olahraga

keras

dan

sangat

membahayakan,

karena

dapat

mengakibatkan luka berat, cacat seumur hidup dan perdarahan


pada otak (hematoma subdural) sampai pada kematian, baik ketika
masih di atas ring maupun setelah pertandingan.
Kalangan dokter Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada
(UGM) menyerukan supaya olahraga tinju ditiadakan. Menurut
mereka, olah raga ini berakibat sangat buruk terhadap syaraf-syaraf
petinju terutama tampak di hari tuanya. Seruan atau gagasan dari
para dokter ini mendapat dukungan dari Majelis Ulama Indonesia
(MUI)

yang

mengatakan

bahwa

olahraga

tinju

tidak

berperikamanusiaan.
B. Pengertian dan Macam-macam Olahraga Tinju
Kelas di dalam olahraga tinju ditentukan dari berat badan
petinju, akan tetapi semua kelas tersebut digolongkan menjadi 2
jenis, yaitu: tinju amatir dan tinju profesional.
1. Tinju Amatir
Tinju amatir lebih menekankan pengembangan hobi dan
olahraga tanpa motivasi uang atau bayaran. Tinju amatir
mempunyai aturan yang ketat, yaitu:
a. Memakai pelindung kepala (head guard)

4|

b.

Sarung tangan dengan berat 8-12 ons

c.

Menggunakan pelindung mulut

d.

Aturan

perwasitan

yang

ketat,

diantaranya:

wasit

Resume Buku Masail Fiqhiyah

segera memberi waktu hitungan (istirahat) bila ada salah


satu petinju yang sudah mulai lemah
e.

Pertandingan hanya berlangsung 3 ronde

2. Tinju Profesional
Olahraga tinju profesional adalah olahraga tinu yang dibayar,
dengan peraturan yang tidak begitu ketat, seperti berikut:
a.

Tidak memakai pelindung kepala.

b.

Sarung tangan dengan berat 6-8 ons.

c.

Menggunakan pelindung mulut.

d.

Aturan perwasitan yang tidak ketat, diperbolehkan


meninju lawan walaupun sudah tidak berdaya.

e.

Pertandingan berlangsung dalam 12 ronde.

C. Olahraga Tinju dan Kesehatan


Olahraga tinju secara nyata bertentangan dengan keinginan
manusia untuk menjaga kesehatannya. Adapun risiko bagi petinju
terutama akibat pukulan yang diarahkan ke bagian kepala, sebagai
berikut:
1. Gegar Otak
Dr. Bonokamsi mengatakan bahwa sebuah pukulan pada
kepala dapat menghilangkan kesadaran untuk sementara
waktu.

Itu

adalah

tanda

awal

terjadinya

gegar

otak

(commotio cerebri). Gejala yang tampak pada petinju yang


mengidap gegar otak, antara lain: apatis, tidak dapat
berkonsentrasi, ingatan terganggu, mudah tersinggung dan
insomnia.
2. Memar Otak
Menurut

Sulistijono,

apabila

keadaan

tidak

sadar

diri

berlangsung lama bahkan terjadi koma, ini artinya sang


5|

Resume Buku Masail Fiqhiyah

petinju mengalami memar otak (countusio cerebri).


3. Punch Drunk dan Parkinson
Punch Drunk adalah gangguang pada keterampilan yang
timbul

perlahan-lahan,

lambatnya

aktivitas

otot,

keseimbangan badan agak terganggu, kebingungan serta


sangat menurun tingkat kecerdasannya. Gejala ini lebih
komplit lagi dengan munculnya sindrom Parkinson yang
mengakibatkan gemetaran, berjalan seakan akan didorong
dan muka seperti topeng.
4. Impotensi
Menurut hasil penelitian seorang dokter berkebangsaan
Inggris, Wolgang Scady, kelanjutan kelumpuhan otak dapat
menimbulkan impotensi.
D. Tinjauan Umum Hukum Islam Terhadap Olahraga
Islam memelihara harkat dan martabat manusia. Termasuk
dalam pertandingan olahraga. Sayid Sabiq dalam Fiqh Sunnah
mengatakan bahwa perlombaan / pertandingan adalah hal yang
terpuji, bahkan kadang-kadang dianjurkan dan mubah, bergantung
pada niat dan tujuan. Kebolehan itu tidak hanya bertolak dari hadits
Nabi, tapi juga ditegaskan dalam Al Quran Surah Al Anfal ayat 60.
Yusuf Qhordowi dalam Al halal wa Al Haram merinci olahraga
yang diperbolehkan sebagai berikut:
1. Perlombaan Lari Cepat
2. Gulat
3. Memanah dan Anggar
4. Menunggang Kuda (pacuan Kuda)
E. Tinjauan Hukum Islam terhadap Olahraga Tinju
6|

Resume Buku Masail Fiqhiyah

Hukum Islam bertujuan untuk memelihara lima masalah pokok


dalam hidup dan kehidupan manusia, yaitu:
1. Pemeliharaan terhadap agama,
2. Pemeliharaan terhadap jiws,
3. Pemeliharaan terhadap akal,
4. Pemeliharaan terhadap kehormatan dan
5. Pemeliharaan terhadap harta.
Dalam hukum Islam (Fiqh Jinayat) khusus terhadap tindak pidana
pembunuhan dan pelukaan memberikan 3 kategori, yaitu; sengaja
(Amd), tidak sengaja (khatha), dan semi sengaja (Syibh Al-Amd),
kecuali Malikiyah membagi menjadi dua bagian saja, sengaja (Amd)
dan tersalah (khatha)
Menurut Abd. Rahman Sulaiman dari kalangan Syafiiyah
menjelaskan bahwa pukulan petinju dengan kekuatan 1000 pound
termasuk kategori senjata mematikan. Jika wasit memberikan abaaba

stop,

namun

petinju

terus

melakukan

pukulan

yang

mengakibatkan cedera atau mati maka ini merupakan jarimah yang


disengaja, minimal jarimah semi sengaja.
Jika petinju melancarkan pukulan ke daerah yang ditentukan,
namun meleset ke daerah yang dilarang, maka dikategorikan
jarimah tidak sengaja (Al Khata).
Menurut penulis, olahraga tinju tidak layak bagi moral dan
kemanusiaan dengan melihat akibat-akibat olahraga tinju terhadap
otak.

Wajah

merupakan

wilayah

yang

menurut

hadits

yang

diriwayatkan oleh Ahmad dilarang untuk dipukul, namun pada


olahraga tinju justru menjadi sasaran empuk.

7|

Resume Buku Masail Fiqhiyah

BAB 2
Asuransi, Hukum dan Permasalahannya
A. Pendahuluan
Salah satu persoalan hukum yang tidak ada nashnya secara
tersurat adalah asuransi. Oleh karena itu, masalah asuransi dapat
digolongkan sebagai masalah ijtihadiyah. Pembahasan tentang
masalah asuransi ini akan dibatasi pada pembahasan tentang
pengertian, tinjauan hukum Islam dan masalah penyelesaian yang
berkaitan dengan jamaah haji Indonesia yang meninggal dalam
pelaksanaan ibadah haji.
B. Asuransi
1. Pengertian Asuransi
a. Pengertian Menurut Bahasa
b.
8|

Pengertian Menurut Istilah

Resume Buku Masail Fiqhiyah

2. Pandangan Islam Tentang Hukum Asuransi


a.

Asuransi mengandung unsur perjudian yang dilarang


dalam Islam,

b.

Asuransi mengandung ketidakpastian,

c.

Asuransi mengandung unsur riba yang dilarang dalam


Islam

d.

Asuransi mengandung unsur eksploitasi yang bersifat


menekan.

e.

Asuransi termasuk jual beli yang tidak secara tunai


(Akad Qarh), dan

f.

Asuransi obyek bisnisnya digantungkan pada hidup dan


matinya seseorang, yang berari mendahului takdir Tuhan.
Semua hal yang telah disebutkan, hukumnya haram

menurut Islam. Sedangkan ulama yang berpendapat bahwa


asuransi hukumnya halal dalam Islam, antara lain; Abd Wahab
Khallaf, Muhammad Yusuf

Musa, Abd. Rahman Isa, Mustafa

Ahmad Zarqa, dan Muhammad Najatullah Al Shiddiqy. Alasan


mereka membolehkan asuransi adalah :
a. Tidak ada ketetapan nash Al Quran dan Al Hadits yang
melarang asuransi
b. Terdapat kesepakatan kerelaan kedua belah pihak
c. Kemaslahatan

dari

usaha

asuransi

lebih

besar

dari

madharatnya
d. Asuransi adalah akad yang madharatnya dinafikan atas
dasar lost profit sharing (untung-rugi)
e. Asuransi termasuk kategori koperasi yang dibolehkan Islam
f. Bertujuan gotong-royong dan solidaritas antara orang-orang
yang
9|

diasuransikan

Resume Buku Masail Fiqhiyah

g. Tidak

mengandung

diketahui dengan

gharar

karena

sesuatunya

dapat

jelas

h. Sesuai dengan kaidah : Hukum segala sesuatu adalah


boleh, kecuali
Dalam

ada dalil yang mengharamkannya.


asuransi

tidak

ditemukan

dalil

yang

mengharamkannya.
i. Darurat dan sudah menjadi kebiasaan
j. Akad asuransi itu mudharabah
k. Menganalogikan akad asuransi dengan hukum-hukum yang
telah diakui dalam Islam, seperti Wadiah (titipan), sistrem
pensiun, dan lain-lain.
Namun dalam forum internasional alasan dan dalil mereka
dianggap lemah.
Alasan

yang

dikemukakan

membolehkan

asuransi

oleh

golongan

ditolak

oleh

ulama
ulama

yang
yang

mengharamkannya dengan alasan sebagai berikut:


a. Asuransi

mewajibkan

sesuatu

yang

tidak

diwajibkan,

misalnya membayar ganti rugi yang dalam Islam dapat


dilakukan dengan alasan

permusuhan dan kesewenang-

wenangan.
b. Sesuatu yang dipertanggungkan bersifat spekulatif
c. Asuransi tidak termasuk dalam konsep Al Wadiah karena
barang yang

ditanggung

tidak

berada

di

tangan

penanggung
d. Asuransi tidak termasuk dalam konsep akad mudharabah
(bagi hasil)

karena premi yang disetorkan menjadi milik

perusahaan dan keuntunagn yang diberikan kepada nasabah


sudah ditentukan
10 |

sebelumnya

Resume Buku Masail Fiqhiyah

e. Akad asuransi mengandung gharar


Setelah

memaparkan

pendapat-pendapat

para

ulama

tentang hukum asuransi Tijary/dagang (konvensional), nampak


bahwa pendapat yang kuat adalah pendapat uilama yang
mengharamkan asuransi, karena pendapat mereka ditopang
oleh nash Al quran dan Al Hadits.
3.

Hukum Asuransi Bagi Jemaah haji

Asuransi bagi jemaah haji diasuransikan oleh Depag RI


melalui asuransi-asuransi syariah. Asuransi syariahmerupakan
sistem baru di dunia asuransi yang bercirikan manajemen terbuka
dan bagi hasil. Segala bentuk biaya dan keuntungan dibicarakan
bersama antara perusahaan dan peserta. Peserta adalah Shahibu
Al Maal dan perusahaan hanya sebagai pemegang amanah. Oleh
karena itu, dana yang diserahkan peserta pada perusahaan ada 3
macam, yaitu tabarru, tabungan dan biaya.

11 |

Resume Buku Masail Fiqhiyah

BAB 3
Hukum Qurban (Udhiyyah) dengan Uang
A. Pendahuluan
Qurban sebagai suatu jenis peribadatan yang hukumnya
sunnah

muakkadah,

merupajan

bentuk

ritual

yang

memiliki

peranan penting dalam meningkatkan kesejahteran masyarakat.


Kebutuhan masyarakat akan manfaat qurban membuat banyak
oarng, dikarenakan praktis dan efesien, mengganti hewan qurban
dengan uang. Permasalahannya apakah hal tersebut dibolehkan
secara syariat?
B. Pengertian, Tujuan dan Hikmah Qurban
Qurban yang dimaksud dalam pembahasan ini adalah qurban
dalam

penyembelihan

binatang

ternak,

yang

biasa

disebut

udhiyah, yang memiliki pengertian menyembelih di waktu dhuha.


Sedangkan menurut istilah, al udhiyah adalah suatu penyembelihan
binatang ternak untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT pada
tanggal 10 Dzulhijjah sampai akhir hari tasyriq, yang dagingnya
dibagikan kepada fakir dan miskin.
C. Hukum Qurban (Udhiyyah)
Menurut Imam Malik dan Imam Syafii berqurban
termasuk sunnah muakkadah. Imam Malik memperbolehkan orang
yang sedang berhaji untuk tidak berqurban di Mina, sedang Imam
Syafii tidak membedakannya. Menurut Abu Hanifah, berqurban itu
diwajibkan bagi orang kaya yang tinggal di kota-kota, tetapi tidak
wajib bagi musafir yang bepergian, yang belakangan bibantah oleh
12 |

Resume Buku Masail Fiqhiyah

muridnya sendiri Yusuf dan Muhammad, bahwa berqurban tidaklah


wajib
Perbedaan

tersebut

disebabkan

perbedaan

pemahaman

terhadap 2 hal, yaitu;


1. Nabi tidak pernah meninggalkan qurban walaupun dalam
bepergian, sesuai hadits riwayat Tsauban.
2. Perbedaan pendirian para fuqaha terhadap hadits qurban,
seperti haditsdari Ummu salamah yang menunjukkan qurban
tidak wajib, merujuk pada perkataan, jika salah seorang
diantara kalian akan berqurban.
D. Pendayagunaan Qurban dengan Uang
Apabila

pelaksaaan

hal

tersebut

membantu

dan

menyempurnakan amalan qurban dengan mendekatkan sasaran


qurban, tanpa mengurangi atau merusak nilai-nilai ibadahnya,
maka itu diperbolehkan.
Bentuk-bentuk

pendayagunaan

qurban,

apakah

dapat

dibenarkan syariah atau tidak, dapat dilihat dari analisis berikut;


1. Uang untuk membeli hewan qurban dibelikan barang-barang
lain yang mendesak, karena salah satu hikmah berqurban
adalah memenuhi kebutuhan faqir miskin di hari Raya Idul
Adha. Hal seperti ini tidak dibenarkan, karena tidak sesuai
dengan definisi qurban yang telah disebutkan di mika.
2. Seseorang berqurban, kemudian daging kurbannya dijual
dan uangnya dibagikan kepada fakir miskin. Dilihat dari
logika

maka

hal

seperti

inipun

diperbolehkan,

karena

pelaksanaan penyembelihan sudah dilakukan dan sudah


diberikan manfaatnya kepada fakir miskin. Akan tetapi jika
merujuk
13 |

pada

nash

Al

Quran,

yang

menyebutkan

Resume Buku Masail Fiqhiyah

pemanfaatannya hanya untuk konsumtif, maka hal ini tidak


diperbolehkan, kecuali dalam kondisi darurat.
E. Kesimpulan
Kesimpulan dari uraian di atas adalah sebagai berikut;
1. Ibadah qurban berdimensi sosial, spiritual, kesejahteraan
dan syiar agama.
2. Berqurban dengan uang tanpa harus menyembelih hewan
qurban sebagaimana disyariatkan, akan hilang nilai syiar
kesejarahannya.

Pendayagunaan

yang mengurangi

nilai

ubudiyah qurban tidak diperbolehkan.


3. Suatu

ibadah

harus

dilaksanakan

sesuai

syarat

yang

ditentukan dan dilaksanakan sebaik-baiknya.


4. Nilai-nilai ritual qurban tetapharus dijaga tanpa menutup
kemungkinan

upaya

untuk

memperlancar

dan

mempermudah menuju sasaran,


BAB 4
Hukum Puasa Ramadhan Bagi Para Pekerja Berat di Siang Hari
A. Pendahuluan
Status sosial bukan pilihan manusia. Manusia hanya berusaha
tetapi Allah yang menentukan. Ada manusia yang kaya dan ada
yang miskin. Kenyataan bahwa diantara kaum muslimin ada yang
menjadi pekerja berat atau buruh kasar tidak bisa dipungkiri,
bahkan sudah menjadi hukum alam. Mereka bekerja dibawah panas
terik siang hari yang menguras tenaga, misalnya menjadi tukang
batu, kuli panggul, tukang cor bangunan, dan lain-lain. Pada bulan
Ramadhan mereka tetap bekerja karena tak ada alternatif pekerjaan
yanag lain yang lebih ringan. Kalau tidak bekerja bukan hanya
14 |

Resume Buku Masail Fiqhiyah

dirinya yang terlantar, tapi juga seluruh anggota keluarga yang


menjadi tanggungannya.
Sehubungan dengan fakta di atas, apakah kewajiban puasa tetap
berlaku untuk mereka? Apakah boleh kewajiban puasa diganti
dengan membayar fidyah?
B. Pengertian Pekerjaan Berat dan Jenisnya
Menurut DR. Sumamur, pekerjaan berat adalah pekerjaan yang
memiliki kegiatan-kegiatan yang memerlukan upaya dengan beban
fisik tinggi selama bekerja. Sedangkan menurut Drs. Malayu
Hasibuan, pekerjaan berat adalah sejumlah aktivitas fisik dan
mental yang berat dilakukan oleh seseorang untuk melalukan suatu
pekerjaan.
Adapun jenis pekerjaan berat menurut DR. Sumamur adalah
bongkar-muat barang, pekerjaan tambang, kegiatan dalam industri
logam,

pekerjaan

kehutanan,

dan

pekerjaan

lainnya

yang

dipandang dari segi fisik dan tenaga yang dibutuhkan adalah


pekerjaan berat.
C. Motivasi Menjadi Pekerja Berat dan Konsekuensinya
Pertumbuhan usia kerja yang melambung tinggi, tingkat
pendidikan penduduk usia kerja yang mayoritas hanya sampai SLTA
ditambah dengan kesempatan kerja yang terbatas membuat risiko
pekerjaan yang berat harus diterima.
Menjadi pekerja berat selalu berhadapan dengan kesulitan,
antara lain sebagai berikut;
1. Terpaksa menerima pekerjaan yang berat
2. Tidak memiliki skill yang dapat meningkatkan jenis pekerjaan
3. Bekerja untuk mempertahankan hidup
15 |

Resume Buku Masail Fiqhiyah

D. Hukum

Meninggalkan

Puasa

Bagi

Pekerja

Berat

(Pekerja Kasar)
Menurut

Sayid

Sabiq,

diantara

orang-orang

yang

mendapatkan keringanan untuk tidak berpuasa, adalah orang-orang


yang

mempunyai

pekerjaan

berat

yang

tidak

mendapatkan

pekerjaan lain selain yang mereka kerjakan itu.


Syekh

Muhammad

Abdullah

berpendapat,

yang

dimaksud

dengan orang-orang yang sulit melaksanakan puasa dalam surat Al


baqarah ayat 184, di antaranya adalah orang-orang yang lemah
dan oorang-orang yang menyerupai mereka, seperti orang yang
menekuni pekerjaan rutin yang memayahkan. Oleh karena itu,
mereka diperkenankan tidak berpuasa, tapi dikenakan fidyah.
Begitu juga tentara muslim yang bertugas di medan perang,
setiap malamnya mereka harus berniat puasa, kemudian jika
keesokan harinya berat, merekaboleh berbuka tetapi jika mampu,
mereka boleh meneruskannya.
Pekerjaan berat menurut sifatnya dapat diklasifikasikan menjadi
2 golongan;
1. Pekerjaan berat yang kontinyu, sebagai gantinya mereka
harus membayar fidyah atau memberi makan faqir miskin
setiap hari yang ditinggalkannya, sebanyak 1 mud ( liter)
berupa makanan pokok. Mereka disamakan dengan orang
yang berusia lanjut.
2. Pekerja

berat

diwajibkan

yang

qadha,

sifatnya

sebagaimana

diharapkan kesembuhannya.

16 |

temporer.

Bagi

penderita

mereka

sakit

yang

Resume Buku Masail Fiqhiyah

BAB 5
Pandangan Islam terhadap Penyelenggaraan Asuransi Kesehatan dan
Pembiayaan bersama secara Gotong Royong untuk Masyarakat Miskin
A. Pegertian Asuransi
Para komentator hukum positif menggunakan istilah asuransi
dalam dua pengertian, yaitu:
1. Prinsip dan teori asuransi
2. Wasilah yang digunakan untuk menerapkan prinsip dan teori
asuransi
Wasilah ini berbeda-beda karena mengikuti lembaga
lembaga

yyang

menetapkan

asuransi

dan

persetujuan

yang

ditandatangani oleh lembag tersebut dan para pengikut asuransi.


B. Hukum Asuransi
1. Asuransi sebagai pemikiran dan Sistem
Para ulama telah sepakat bahwa asuransi, sebagai sebagai
sebuah teori atau sistem tolong-menolong dalam rangka
menumbuhkan solidaritas umat Islam adalah halal.
2. Asuransi sebagai kontrak (Persetujuan)
Kehalalan asuransi tidak serta merta membolehkan segala
cara untuk mencapai tujuan, di dalam Islam menuntut antara
tujuan dan wasilah keduanya harus halal.
digunakan

dalam

asuransi,

yaitu

Wasilah yang

kontrak-kontrak

yang

dilaksanakan perusahaaan-perusahaan terbagi menjadi 2


macam, yaitu;
a.

Kontrak asuransi yang dilarang, misalnya asuransi sosial


dan asuransi tolong-menolong yang tidak halal, seperti
asuransi dengan cicilan tetapyang dalam bahasa arab

17 |

Resume Buku Masail Fiqhiyah

disebut (At Tamiin biqisti tsaabit)


b.

Kontrak asuransi yang tidak dilarang. Asuransi yang


tidak melakaukan wasilah (kontrak) yang dilarang olah
Islam. Dalam bahasa arab disebut ( At Tamiinu Al
tabadulani).

C. Jenis-Jenis Asuransi
1. Asuransi dengan Cicilan Tetap
Asuransi

dengan

cicilan

tetrap

ialah

asuransi

yang

dilaksanakan perusahaaan suransi melalui sebuah kontrak


antara perusahaan asransi dan penerima asuransi yang
menetapkan

bahwa

perusahaan

asuransi

berkewajiban

membayar sejumlah uamng kepada penerima asuransi


ketika polis asuransi mengalami kecelakaan tertentu, dengan
imbalan penerima asiransi atau pemegang polis membayar
sejumlah uang kepada perusahaan asuransi.
2. Asuransi Sosial
Asuransi sosial adalah sebuah asuransi yangdilaksanakan
pemerintah

atau

sebuah

badan

usaha

umum

untuk

melindungi kelompok tertentu dari bahaya tertentu, seperti


buruh dari bahaya pengangguran, sakit, dan lansia. Para
ulama memandang asuraansi jenis ini halal asalkan tidak
terjadi gharar.
3. Asuransi Tolong-Menolong
Asuransi gotong-royong yang dilaksanakan perhimpunan
gotong-royong

adalah

halal.

Inti

yang

diberikan

para

pesertanya pada perhiompunan adalah sebagai sumbangan.

18 |

Resume Buku Masail Fiqhiyah

BAB 6
Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN)
Dalam Perspektif Islam

A. Pengertian Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN)


Kata korupsi berasal dari bahasa inggris, corruption, artinya
penyelewengan atau penggelapan uang negara atau perusahaan
dan seabagainya untuk keperluan pribadi atau ortang lain. Kata
kolusi berasal dari kata collution, artinya kerjasama rahasia untuk
maksud tidak terpuji. Kata nepotisme berasal dari kata bahasa
ainggris

juga,

nepotism,

artinya

kecenderungan

untuk

mengutamakan sanak saudara sendiri, terutama dalam jabatan,


pangkat di lingkungan pemerintah untuk tiundakan memilih kerabat
atau sanak saudara untuk memegang pemerintahan.
Dengan pengertian di atas dapat didimpulakn bahwa korupsi,
kolusi dan nepotisme (KKN) adalah mencerminkan tingkah laku,
baik dilakukan sendiri atau bersama-sama atau bersama-sama
berhubungan dengan dunia pemerintahan yang merugikan rakyat,
bangsa, dan negara.

19 |

Resume Buku Masail Fiqhiyah

B. Kriteria KKN
Diantara kriteria KKN adalah sebagai berikut:
1. Penyalahgunaan wewenang
2. Penyelewengan dana, seperti dalam bentuk pengeluaran
fiktif, manipulasi harga, penggelapan atau pencurian.
Penyebab atau sumber KKN biasanya dipicu oleh faktorfaktor seperti:
a. Proyek pembangunan fisik dan pengadaan barang
b. Bea cukai
c. Perpajakan
d. Pemberian izin usaha
e. Pemberian fasilitas kredit perbankan
C. Dampak Negatif KKN
Adapun dampak negatif KKN antara lain;.
1. Menghancurkan wibawa hukum
2. Menurunkan etos kerja
3. Menurunnya kualitas
4. Kesenjangan sosial dan ekonomi
D. Kedudukan KKN Dalam hukum Islam
KKN yangmerupakan praktek memakan harta secara

bathil

maka hukumnya haram. Keharaman KKN dapat ditinjau dari


beberapa aspek, yaitu:
1. Perbuatan KKN adalah perbuatan curang dan penipuan yang
secara langsung merugikan negara dan masyarakat. Allah
memberikan peringatan untuk menghidari perbuatan buruk
tersebut dalam AL Quran surat Ali Imran ayat 161.
2. KKN
20 |

diharamkan

karena

merupakan

suatu

perbuatan

Resume Buku Masail Fiqhiyah

penyalah

gunaan

jabatan

dalam

memperkaya

suatu

kelompok. Suatu perbuatan yang menghianati amanat,


padahal menghianaati amanat adalah perbuatan dilarang
sebagaiman yang disebutkan dalam AL Quran surat AL
Anfaal ayat 27.
3. KKN diharamkan karena itu adalah perbuatan dzalim
4. KKN diharamkan karena merupakan bagian dari perbuatan
suap yang dikutuk oleh Allah SWT.
E. Kesimpulan
Dapat disimpulkan bahwa keharaman KKN disebabkan beberapa
faktor, yaitu:
a. Bertentangan dengan AL Quran, Al Hadits
b. Bertentangan dengan tujuan syariah
c. Bertentangan dengan rasa kemanusiaan, rasa keadilan
d. Merugikan kehidupan masyarakat dan negara
BAB 7
Penanggulangan Tindak Pidana Pencurian Menurut Hukum Islam
Disyariatkannya hukum Islam bertujuan untuk melindungi dan
mewujudkan kemaslahatan ummat manusia, baik keselamatan
individu maupun keselamatan masyarakat.
Untuk itu, Islam telah menetapkan aturan berupa perintah dan
larangan, yang semuanya memiliki konsekuensi masing masing.
A. Hakikat Pencurian Dalam Hukum Islam
Menurut bahasa, pencurian adalah : mengambil sesuatu dari
orang lain dengan cara sembunyi-sembunyi. Sedang menurut
syara, pencurian berarti:
21 |

Resume Buku Masail Fiqhiyah

Pencurian adalah mengambil harta orang lain yang oleh orang


mulkallaf secara sembunyi-sembunyi dengan nisab 10 dirham yang
dicetak, disimpan pada tempat penyimpanan yang biasa digunakan
atau dijaga oleh seorang penjaga dan tidak ada syubhat
Adapun maksud dari pengertian pencurian di atas, adalah:
1. Kalimat diambil oleh orang yang mukallaf yaitu oarang
dewasa yang waras.
2. Secara sembunyi-sembunyi, kalau dilakukan secara terangterangan maka ia tidak berhak dijatuhkan hukum poting
tangan menurut syara
3. Nisab 10 dirham yang dicetak, jika barang curian nilainya
kurang dari 10 dirham, maka ia tidak dianggap pencuri
menurut syara
4. Disimpan pada tempat penyimpanan, barang yang dicuri itu
berada di tempat yang biasa untuk menyimpan.
5. Dijaga oleh seorang penjaga, maksudnya barang tersebut
dibawah pengawasan pihak tertentu, dengan maksud tidak
dicuri
6. Tidak ada syubhat, maksudnya harta yang dicuri itu tidak
ada syubhat, misalnya istri mengambil harta suami.
B. Hukum

dan

Hukuman

Tindak

Pidana

Pencurian

Menurut Islam
Telah sepakat para ulama bahwa mencuri itu hukumnya
haram, sehingga hukuman potong tangan terhadap pencuri wajib
dilakukan oleh hakim jika telah memenuhi syarat dinamakan
pencurian. Di dalam Surat AL Maidah ayat 38 disebutkan tentang
hukum potong tangan bagi pencuri.
Tujuan disyariatkannya hukum potong tangan tersebut adalah
22 |

Resume Buku Masail Fiqhiyah

untuk:
1. Memelihara harta milik
2. Menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat
3. Mencegah si pencuri agar tidak mengulangi perbuatannya
4. Mewujudkan keadilan yang setimpal
5. Memperbaiki dan mendidik pelaku pencurian
C. Pelaksanaan Hukuman Pencurian
Dalam

pelaksanaan

hukuman

pencuris

harus

diperhatikan hal-hal berikut, yaitu unsur-unsur pencurian, situasi,


dan kondisi sosial masyarakat. Ada 3 unsur pencurian yaitu;
pencuri,

barang

yang

dicuri,

dan

diambil

secara

sembunyi-

sembunyi, dengan masing-masing memiliki syarat-syarat sebagai


berikut:
1. Pencurian
Pencurinya adalah seorang mukallaf (dewasa dan waras),
yang berarti dimaafkan bagi orang gila, anak kecil dan orang
yang tidur.
2. Barang curian
Barang curian yang menyebabkan pencurinya dikenakan
hukum potong tangan adalah barang curian yang telah
mencapai

nishabnya,

yang

menurut

pendapat

ulama

dari

tempat

Hanafiah adalah 10 dirham.


3. Diambil

secara

sembunyi-sembunyi

penyimpanannya
Situasi dan kondisi juga merupakan hal yang diperhatikan,
seperti ketika zaman Umar, beliau menangguhkan

hukum

potong tangan bagi pencuri yang mencuri karena darurat.


23 |

Resume Buku Masail Fiqhiyah

BAB 8
Dampak Negatif Minum Khamr/Minuman Keras (Miras) dan Hukumnya
Menurut Islam
A. Pengertian Khamr dan Kriterianya
Secara etimologi, khamr berasal dari kata khamara yang
artinya menutupi. Dinamakan Khamr karena menyelubungi akal lalu
menutupi dan menghalanginya
B. Dampak Negatif Minuman Khamr (Minuman Keras)
Terhadap Peminumnya
Khamr adalah pintu kesesatan dan kerusakan, induk
segala

kekejiab dan kunci segala

keburukan. Khamr sangat

berbahaya bagi tubuh manusia, karenanya ia harus ditinggalkan


untuk menyelamatkan jiwanya.
C. Hukum Minum Khamr dan Hukuman Bagi Peminumnya
Menurut Islam
1. Hukum minum khamr
Haram hukumnya mnum khamr berdasarkannash dari al
Quran, Hadita Rasululllah dan ijma para ulama. Dalil di
dalam AL Quran yaityu surat Al Maidah ayat 90-91 Di dalam
ke dua ayat di atas ada beberapa isyarat :
a. Perkataaan Innamaa bermakna penekanan LitTaukid,
sehingga bermakna Sesungguhnya khaar itu benarbenar najis
b. Perkataan khamr digandeng dengan anshab, yaitu
24 |

Resume Buku Masail Fiqhiyah

berkorban untuk berhala , semacam perbuatan musyrik.


Karena itu meminum khamr termasuk dosa besar
c. meminum khamr itu termasuk perbuatan najis, itu
artinya perbuatan yang dapat mengotorijasmani maupun
rohani.
d.

Disebutkan bahwa meminum khamr adalah pperbuatan


syetan. Perbuatan syetan adalah berusaha menyesatkan
manusia dari jalan Allah sehingga menjadi temannya di
neraka.

e. Disebutkan

pula

bahwa

minum

khamr

itu

dapat

menimbulkan permusuhan di antara manusia dan saling


membenci sesamanya.
f. Disebutkan kata fajtanibu, yang artinya; maka jauhilah
olehmu. Kata tersebut berbentuk fiil amr, yang artinya
perintah, karenanya kalimat di atas bermakna : Wajib
kamu jauhi minuman khamr itu.
g. Ada perkataan Laallakum tuflihuun, maknanya agar
kamu beruntung. Jadi, keberuntungan akan didapatkan
dengan menjauhi minuman khamr

D. Hukuman Peminum Khamr


Melihat bahaya meminum khamr, utamanya dapat merusak akal
dimana memeliharanya merupakan kebutuhan esensial, maka
syariat Islam menetapkan hukuman bagi para peminumnya di
dunia ini untuk jadi pelajaran.
Imam Syafii dan Abu dawud bahwa had (hukuman/sangsi) bagi
para peminum khamr adalah 40 kali dera (cambuk) karena
demikianlah yang diperintahkan Rasulullah dan dilaksanakan di
25 |

Resume Buku Masail Fiqhiyah

masa Abu Bakar, sesuai hadits riwayat dari bukhari dan Muslim.
Sedangkan Imam Malik, Abu Hanifah dan Ahmad berpendapat
80 kali dera, dengan melihat pelaksanaan di masa Umar, yang
ditingkatkan hukumannya, disamakan dengn perbuatan dusta.
Menurut pendapat Sayid Sabiq, perbuatan Rasulullah menjadi
hujjah yang tidak bisa ditinggalkan karena praktek di masa Umar,
dengan demikian tambahan dariUmarbisa dikatakan sebagai tazir
yang boleh dilaksanakan apabila hakim menghendakinya.
a. muslim
b.

berakal

c.

Baligh dan rasyid

d.

Mampu membedakan mana yang baik mana yang buruk

e. Mengetahui keharaman khamr


f.Tidak

sakit,

tetapi

syarat

sakit

itu

hanya

bersifat

sementara. Bila telah sembuh maka had tersebut harus


dilaksanakan
Sedang menurut Wahbah Al Zuhaily, bahwa syarat itu ada 8,
yaitu :
a. muslim
b.

berakal

c.

Baligh

d.

Keinginan sendiri

e.

Tidak dalam keadaan darurat

f. Mengetahui yang diminumnya itu khamr


g.

Mengetahui khamr itu haram

h.

Hendaknya madzhab yang dianutnya mengharamkan


minuman yang diminumnya itu

26 |

Resume Buku Masail Fiqhiyah

E. Kesimpulan
1. Barang Khamr adalah segala sesuatu yang memabukkan
dengan tidak melihat bahan yang dijadikannya..
2. Khamr mengandung alkohol yang bisa membahayakan
jasmani, masyarakat, dan bahkan negara.
3. Pengharaman Islam terhadap khamr sangat beralasan,
karena khamr tersebut tidak hanya merusak sel tubuh
peminumnya tetapi juga merusak mentalnya.
4. Hukuman peminum khamr adalah 40 kali dera cambuk,
namun

jika

hakim

menghendaki

80

kali

dera

demi

kemaslahatan itu dibolehkan sebagai hukuman tazir.

BAB 9
Jilbab dalam Persepsi Hukum Islam, Pancasila dan UUD 1945
A. Pandangan Hukum Islam Terhadap Jilbab
1. Pengertian Jilbab
Kata Jilbab berasal dari bahasa Arab yang berarti
penghalang,

penutup,

kerudung/selendang,.
lebaryang

dipakai

dan
Jilbab

wanita

pelindung,

sarung,

kemeja,

jiga

bermakna

kain

untuk

menutupi

kepala

yang
dan

dadanya. Sedangkan pengertian menurut istilah, Al Qurthuby


mengatakan jilbab adalah pakaian yang lebih besar dari
kerudung yang dapat menutupi seluruh tubuh wanita.
2. Pengertian Aurat
27 |

Resume Buku Masail Fiqhiyah

Menurut bahasa aurat berarti malu, aib dan buruk. Kata


aurat berasal dari kata awira artinya hilang perasaan. Selain
itu aurat berasal dari kata aara artinya menutupi dan
menimbun. Selanjutnya juga berasal dari kata aawara yakni
sesuatu yang dilihat akan mencemarkan.
3. Batas Aurat
Batas aurat wanita berbeda-beda tergantung dengan
siapa wanita itu berhadapan. Aurat wanita secara umum
dapat diuraiakan sebagai berikut:
a.

Ketika shalat, seluruh tubuhnya kecuali muka dan


telapak tangan

b.

Ketika di depan mahramnya:


1) Asy Syafiiyah berpendapat antara pusat dan lutut
2) Al Malikiayh dan Hambaliyah berpendapat

seluruh

badannya kecuali muka, kepala, leher, kedua tangan,


dan kedua kakinya.
c.

Ketika didepan bukan mahramnya


Ulama sepakat bahwa selain wajah, kedua telapak
tangan, dan kedua telapak kaki, seluruh badan wanita
adalah aurat.
Kemudian ulama berbeda pendapat dalam menentukan
apakah wajah, kedua telapak tangan, dan kedua telapak
kaki termasuk aurat atau tidak?
1) Madzhab Jumhur: tidak termasuk aurat
2) Ats Tsauri, AL Hanafiyah: tidak termasuk aurat
3) Imam Ahmad dari Abu Bakar bin Abd Rahman:
termasuk aurat
4) Imam Ahmad, Daud Az Zahiri, Syiah Zaidiyah: hanya
wajah saja yang termasuk aurat

28 |

Resume Buku Masail Fiqhiyah

4. Hukum Menutup Aurat dan Memakai Jilbab


Perintah mengenakan jilbab kepada para muslimah turun
secara bertahap / tadrij sebagaimana pada perintah
larangan minum khamr. Mulai dari perintah di surat Al
Ahzab ayat 32, 33, 53 dan sampai perintah pada ayat ke
59. Menutup aurat menjadi wajib ada beberapa hikmah
yaitu :
a.

Karena menutup aurat itu merupakan faktor penunjang


dari menahan pandangan

b.

Menutup aurat merupakan faktor penunjang menjauhi


zina

c.

Menutup aurat adalah saddu dzariah, menutup pintu


dosa yang lebih besar

5. Hikmah

Menutup

Aurat

dan

Memakai

Jilbab

(Busana

Muslimah)
Adapun hikmah menutup aurat adalah :
a.

Akan mendapat pahala

b.

Jilbab adalah identitas busana muslimah

c.

Jilbab merupakan psikologi pakaian, pakaian adalah


cermin seseorang

d.

Jilbab jadi pelindung rambut dari radiasi

e.

Jilbab membuat pemakaianya lebih hemat dalam biaya


hidup

6. Kriteria Busana Untuk Menutup Aurat/Jilbab


Kriteria busana jilbab yang sesuai syariat::

29 |

a.

Menutup aurat yang waajib ditutup

b.

Bukan dengan tujuan tabarruj

c.

Busana tidak tipis/transparan

Resume Buku Masail Fiqhiyah

d.

Busana

agak

longgar/tidak

ketat

agar

tidak

menampakkan lekuk tubuh


e.

Berbeda dengan pakaian pemeluk agama lain

f. Busana wanita berbeda dengan busana pria


g.

Busana bukan sarana perhiasan kecantikan

B. Pandangan Pancasila dan UUD 1945 Terhadap Jilbab


(Busana Muslimah)
1. Jilbab (Busana Muslimah) dan Pancasila
Mengenakan jilbab tidak bertentangan dengan Pancasila,
bahkan menurut Presiden Soeharto dalam kitab pandangan
Presiden

Soeharto

terhadap

Pancasila

halaman

27

mengatakan : Negara diwajibkan menjamin kemerdekaan


tiap-tiap penduduk memeluk agamanya dan beribadah
menurut ajaran agamanya.
2. Jilbab (Busana Muslimah) dan UUD 1945
Pada BAB XI pasal 29,ayat 2 UUD 1945 mengatakan juga :
negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk
memeluk agamanya dan untuk beribadah menurut agama
dan kepercayaannya itu
Memasyarakatkan busana muslimah memerlukan kerjasama
berbagai elemen yang dapat dijabarkan dengan metode sebagai
berikut :
1. Pribadi
2. Rumah Tangga/Keluarga
3. Masyarakat
Yang bertanggung jawab dlam hal ini adalah:
a. Pimpinan Masyarakat
30 |

Resume Buku Masail Fiqhiyah

b. Para Pendidik
c. Peranan media massa
d. Para Perancang mode
e. Yang berwenang dalam bidang legislatif
f. Badan eksekutif
BAB 10
Pandangan Hukum Islam tentang Euthanasia
A. Pendahuluan
Para penderit penyakit berat ada yang tabah dan sabar dalam
menghadapinya serta tidak berputus asa dalam menghadapinya
disertai dengan usaha penyembuhannya. Tapi tidak sedikit pula
yang tidasabar dan tabah, bahkan ada yang berputus asa dengan
penyakitnya. Setelah ia mengetahui penyakit itu sukar atau tidak
dapat disembuhkan, apalagi biaya yang tak terjangkau, timbul
dalam

pikirannya

bahwa

usaha

apapun

akan

sia-sia

dan

berkeinginan untuk mengakhiri hidupnya.


Usaha-usaha untuk mengakhiri kehidupan disebut Euthanasia.
Bagaimanakah pandangan hukum Islam tentang Euthanasia?
B. Pengertian Euthanasia dan Macam-Macamnya
Kata euthanasia berasal dari bahasa Yunani, yaitu dari kata eu
yang artinya baik, bagus, dan thanotos artinya mati. Euthanasia
artinya mati yang baik tanpa melalui proses kematian dengan rasa
sakit atau penderitaan yang berlarut-larut.
Menurut Dr. H. Ali Akbar, euthanasia memiliki pengertian :
1. Kematian yang mudah dan tanpa rasa sakit
2. Usaha untuk meringankan penderitaan orang yang sekarat
31 |

Resume Buku Masail Fiqhiyah

dan bila perlu untuk mempercepat kematiannya


3. Keinginan untuk mati dalam arti yang baikl
C. Hukum Euthanasia
Di dalam AL Quran banyak ayat yang melarang
pembunuhan, seperti di surat An Nisa ayat 92, 93, Surat al Isra ayat
31, 33, surat Al An aam ayat 151. Dan hadits dari Rasulullah juga
banyak yang berkenaan dengan larangan pembunuhan.
Disamping melarang untuk pembunuhan syariat Islam juga
melarang untuk melakukan perbuatan bunuh diri, sebagaimana
yang disebutkan di surat Al Baqarah ayat 195.
Dalam hadits-hadits Nabi SAW, larangan pembunuhan ini
dipertegas oleh Rasulullah SAW, antara lain:
1. Barang siapa yang menjatuhkan dirinya dari sebuah
gunung

hingga

dia

membunuh

dirinya

sendiri

maka

tempatnya di beraka jahannam...(al hadits) (HR. Bukhari dan


Muslim)
2. Orang yang mencekik dirinya sendiri akan mencekik
dirinya di neraka...(al hadits) (HR. Bukhari dan Abu Hurairah)
Penafsiran pembunuhan yang dibolehkan menurut hadits Nabi,
telah dikemukakan oleh Prof. Mahmud Syaltut dalam bukunya Al
Islam Aqidah wa Syariah:
1. Segi

pelaksanaan

perintah

atau

kewajiban,

seperti

pelaksanaan hukuman mati oleh algojo atas perintah hakim


2. Segi pelaksanaaan hak yang meliputi;
a.

hak wali korban untuk melaksanakan qishash

d.

hak

pemerintah

perampok/pengganggu
32 |

untuk

menghukum

ketertiban

bunuh

Resume Buku Masail Fiqhiyah

3. Segi pembelaan, baik terhadap diri, kehormatan, maupun


harta benda

BAB 11
Hukum Berpacaran dalam Hukum Islam

A. Pengertian Berpacaran dan Hukumnya


Menurut kamus bahasa Indonesia, bahwa berpacaran berasal
dari kata pacar yaitu teman lawan jenis yangtetap yang memiliki
hubungan batin yang biasanya untuk menjadi tunangan atau
kekasih. Berpacaran sama dengan bercintaan atau berkasihkasihan. Berpacaran dapat dikatakan pendahuluan perkawinan
yang disebut tunangan.
Wahbah Az Zuhailymengatakan bahwa
meminang

menunjukkan

keinginan

untuk

bertunangan atau
menikah

dengan

seseorang atau wanta tertentu dan memberitahu kepadanya atau


walinyatentang hal itu, bisa secara langsung atau lewat perantara.
Seorang pria yang bermaksud melakukan akad nikah dengan
33 |

Resume Buku Masail Fiqhiyah

seorang wanita, perlu mengenal calon istrinya itu dan demikian


juga sebaliknya. Ini dimaksudkan untuk mengadakan evaluasi
seperlunya dan menimbulkan gairah satu sama lain, sehingga akad
nikahyang dilangsungkan berdasar atas keridhaan masing-masing.
Inilah tujuan pacaran yang dikenal dalam Islam.
B. Kriteria Calon Yang Dipinang dan Yang Meminang.
1. Asas Pemilihan Calon Istri
Berikut kriteria pemilihan caalon istri;
a.

Pemilihan Atas dasar Agama


b.

Mempunyai Akhlaq yang Baik


Wanita

yang

berakhlaq

baik

adalah

wanita

yangsenantiasa menkjaga kehormatan dirinya ketika


suaminya ada di rumah maupun tidak ada di rumah.
Diantar orang Arab ada yang melarang enam sifat wanita
untuk dinikahi:
1) Ammanah

: selalu susah dan mengeluh

2) Hammanah : suka mengungkit perbuatan kepada


suami
3) Hannanah

: ingin mengawini orang lain

4) Haddaqah

: suka merayu dengan memaksa yang

jadi beban

suami

5) Barraqah

suka

berhias

memperhatikan tugas kepada


6) Syaddaqah

34 |

: terlalu banyak bicara

c.

Wanita karena Kecantikan

d.

Wanita yang Rendah Maharnya

e.

Wanita yang Subur

tanpa
suami

Resume Buku Masail Fiqhiyah

f. Diutamakan Gadis
g.

Karena Keturunannya

h.

Menghindari Perkawinan dengan Kerabat Dekat

2. Asas Pemilihan Calon Suami


a.

Agama dan Akhlaq


b.

Jangan mengawini Lelaki Fasik

c.

Jangan mengawini lelaki Zalim dan Peminum Arak

d.

Tidak mempunyai penyakit seperti Gila, Kusta dan


Impoten

BAB 12
Mengubah Ciptaan Allah dan Mempercantik Diri dalam Perspektif
Hukum Islam

Islam memperbolehkan berhias dan mempercantik diri selama


tidak berlebih-lebihan, sampai menjurus pada merubah ciptaan
Allah SWT.Mengubah ciptaan Allah SWT dipanadang sebagai salah
satu ajakan syaitan, disebutkan dalam firman Allah, yang artinya:
35 |

Resume Buku Masail Fiqhiyah

Sungguh akan kami pengaruhi mereka itu, sehingga mereka


mau mengubah ciptaan Allah SWT. (Q.S. An Nisaa: 119) .
Dari ayat di atas dapat dipahami, bahwa melakukan operasi
plastik dengan tujuan hanya mempercantik diri termasuk perbuatan
setan yang dilaknat Allah SWT, berdasarkan hadits Nabi, antara
lain:
Dari Ibnu Masud Ra. Ia berkata Rasulullah bersabda: Allah
melaknat perempuan0perempuan yang melakukan tato dan minta
di tato, perempuan-perempuan yang mencukur alis dan yang minta
diculurkan alisnya serta perempuan yangmengikir gigi untuk
mempercantik diri dan perempuan-perempuan yang mengubah
ciptaan Allah SWT. (HR.Ahmad, Al Bukhari, Muslim, At Turmudzi,
Abu Daud)
Menurut Dr. Yusuf

Al-Qardhawi perbuatan memberi tanda di

tubuh yang disebut tato adalah tindakan yang dilarang dandilaknat


karena dilakukan dengan menusuk-nusuk dan menyakiti diri.
Mencukur alis mata salah satu tindakan berhias yang berlebihlebihan yang diharamkan dalam Islam, oleh sebab itu Allah
melaknat

orang

yang

melakukannya

maupun

yang

minta

dicukur/ditipiskan alis matanya. Perbuatan mengikir termasuk


sebagai merubah ciptaan Allah dan dilaknat karena dianggap
mengelabui orang lain dan berlebih-lebihan dalam berhias.
Selanjutnya Dr. Yusuf Al Qardhawi mengomentari hadits di atas
bahwa operasi plastik terhadap bagian tubuh karena mengalami
gangguan

fungsional,

baik

karena

bawaan

lahir

maupun

kecelakaan.
Termasuk yang dilarang adalah menyambung rambut bagi
perempuan, maka bagi laki-laki lebih diharamkan lagi. Menyemir
rambut kepala yang sudah beruban termasuk yang dilarang. Para
36 |

Resume Buku Masail Fiqhiyah

ulama berbeda pendapat tentang kebolehan menyemir rambut


dengan warna hitam.
Pada suatu saat Abu bakar membawa ayahnya Abu Quhafah ke
hadapan Rasulullah, sedang Nabi melihat rambutnya seperti pohon
tsaghamah yang serba putih buahnya maupun bunganya, maka
Nabi bersabda, yang artinya:

Rubahlah ini (uban), tetapi hindarilah warna hitam. (HR.

Muslim)

BAB 13
37 |

Resume Buku Masail Fiqhiyah

Pesan Islam tentang Perkawinan


A. Pendahuluan
Perkawinan adalah merupakaan bagian dari ajaran Islam.
Barang

siapa

menghindari

perkawinan,

berarti

dia

telah

meninggalkan sebagian dari ajaran agamanya. Di samping itu,


perkawinan dapat menghindarkan diri dari perbuatan maksiat/zina.
B. Hak dan Kewajiban Suami Istri Dalam Perkawinan
1. Hak Suami-Istri dalam Perkawinan
a. Hak suami atas istri antara lain;
1) Istri hendaklah taatkepada suami dalam urusan rumh
tangga

selama

suami

menjalankan

ketentuan-

ketentuan Islam yang berhubungan dengan kehidupan


suami-istri (QS. An Nisa: 34)
2) Istri mengurus dan menjaga rumah tangga, termasuk
mengasuh dan memelihara anak dan harta rumah
tangga. (QS. An Nisa : 34)
b.

Hak istri atas suami antara lain


1) Memperoleh mahar dan nafkah dari suami ( QS. An
Nisa : 4)
2) Mendapatkan perlakuan yang baik dari suami ( QS.An
Nisa : 19)
3) Suami menjaga dan memelihara istrinya

c.

Hak bersama suami-istri antara lain;


1) Halalnya pergaulan sebagai suamiistri
2) Perlakuan dan pergaulana yang baik
3) Haram mushaharah, yaitu istri haram dinikahi oleh
ayah suaminya

38 |

Resume Buku Masail Fiqhiyah

4) Saling mewarisi
5) Sahnya menasabkan anak kepada suami
2. Kewajiban Suami Istri Dalam Perkawinan
a.

Kewajiban suami
1) Memberikan nafkah kepada istri dan anak-anaknya.
2) Membimbing anak dan istrinya untuk menjalankan
ajaran agama
3) Bergaul dengan cara yang baik dengan istrinya, yaitu
menghormati dan memperlakukannya secara wajar,
memperhatikan

kebutuhan,

menahan

diri

dari

bersikap kasar terhadap istrinya


4) Menciptakan kehidupan suami istri yangnyaman
5) Membantu tugas-tuigas istri
6) Memberi kebebasan bertindak dan berfikir kepada istri
7) Dapat

menjadi

problem

solver

permasalahan

di

keluarga.
b.

Kewajiban bersama suami-istri


1) Saling menghormati keluarga dan orang tua dan
keluarga kedua belah pihak
2) Memupuk rasa cinta dan kasih sayang
3) Hormat menghoramati, sopan santun dan penuh
pengertian
4) Matang dalam berbuat dan berfikir
5) Memelihara kepercayaan dan menjaga rahasia
Rumah

tangga

yanag

aman

dan

damai

adalah

gabungan diantara tegapnya lakai-laki dan halusnya perempuan.


39 |

Resume Buku Masail Fiqhiyah

Laki-laki mencari nafkah daan perempuan mengurus rumah tangga.


Penggabungan laki-laki dan perempuanlah yang menimbulkan
keturunan. Dari kasih sayang ayah dan ibu, dibentuk jiwa anak yang
soleh.

BAB 14
Poligami dalam Perspektif Islam
A. Pendahuluan
Polemik yang muncul berkenaan dengan usaha perubahan
Undang-Undang Perkawinann (UUP), salah satu diantaranya adalah
masalah

poligami.

Bagaimanakah

pandangan

Islam

terhadap

poligami?
B. Pengertian Poligami
Poligami adalah mengawini beberapa lawan jenis dalam waktu
bersamaan. Berpoligami berarti menjalankan poligami. Poligami
sama dengan poligini, yaitu mengawini beberapa wanita dalam
waktu yaang sama.
Menurut Drs. Sidi Ghazalba, poligami ialah perkawinan antara
seorang laki-laki dengan lebih dari satu wanita. Lawannya poliandri,
ialah perkawinan seorang wanita dengan beberapa orang laki-laki.
C. Tantangan Orientalis Terhadap Poligami
Kaum Orientalis selalu mencari celah untuk mencari
40 |

Resume Buku Masail Fiqhiyah

segi-segi nagatif poligami untuk melemahkan, meneror keyakinan


dan menghina ajaran Islam. Padahal jika kita melihat sejarah,
poligami sudah ada sejak dahulu. Ia adalah warisan orang-orang
Yahudi dan Nasrani. Bukti-buktinya adalah sebagai berikut;
1. Westernak berkata: Poligami dengan sepengetahuan Dewan
Gereja itu berjalan sampai abad ke -17 M.
2. Tahun 1960 Majelis Tinggi Prancis memperbolehkan seorang
pria mengawini 2 orang wanita
3. Agama

Yahudi

memperbolehkan

poligami

yang

tidak

terbatas
4. Penduduk asli Australia, Amerika, Cina, Jerman, dan Sisilia
sudah melakukan poligami
5. Ahli pikir Inggris Herbert Spencer di dalam bukunya Ilmu
Masyarakat menjelaskan bahwa sebelum datang Islam,
wanita

itu

diperjualbelikan

ataupun

digadaikaan

dan

dipinjamkan.
Dengan ini jelas, bahwa poligami sudah menjadi kebudayaan
pada masa sebelum Islam datang.
D. Hukum Poligami dalam Islam
Menurut Mahmud Syaltut, mantan Syekh Al Azhar hukum
poligami adalah mubah. Poligami dibolehkan selama tidak ada
kekhawatiran

penganiayaan

terhadap

istri.

Jika

dikhawatirkan

terjadi penganiayaan terhadap istri, dianjurkan agar mencukupkan


satu orang istri saja.
Syamahsyari dalam kitabnya tafsir Al Kasyaf mengatakan,
bahwa poligami menurut syariat Islam adalah merupakan rukhsah
(kelonggaran di waktu darurat). Dasar hukum poligami disebutkan
dalam surat An Nisa ayat 3.
41 |

Resume Buku Masail Fiqhiyah

Ada dua pendapat yang menyatakan asas perkawinan dalam


Islam
1. Bahwa asas perkawinan Islam itu monogami
2. Bahwa asa perkawinan Islam itu poligami
Golongan

pertama

beralasan

bahwa

Allah

SWT

memperbolehkan poligami itu dengan syarat harus adil. Mengenai


keadilan ini harus dikaitkan dengan surat An Nisa ayat 129 yang
menyatakan bahwa sekali-kali tidak bisa berlaku adil.
Bagi yang berpendapat bahwa asas perkawinan adalah poligami,
beralasan bahwa antara ayat 3 dan129 surah An Nisa tidak terdapat
pertentangan. Keadilan yang pertama bersifat lahiriah dan yang ke
dua bersifat bathiniah.
Golongan yang berpendapat bahwa asas melaksanakan poligami
hanya

dalam

keadaan

darurat,

Muhammad

Rasyud

Ridha,

menghalangi

suami

mencantumkan beberapa alasan:


a. Istri mandul
b. Istri

memiliki

penyakit

yang

memberikan nafkah bathin.


c. Suami memiliki dorongan seksual yang luar biasa
d. Bila jumlah perempuan lebih banyak dari jumlah lakilaki
BAB 15
Pandangan Hukum Islam terhadap Perkawinan Beda Agama
Perkawinan bedaagama, yaitu perkawinan antara laki-lakimuslim
dengan perempuan bukan muslimah dan sebaliknya, banyak terjadi
di Indonesia. Banyak hal negatif yang ditimbulkannya, oleh karena
itu seharusnya pernikahan beda agama harus dihindari.
Berkenaan pernikahan beda agama terdapat 3 pendapat yang
42 |

Resume Buku Masail Fiqhiyah

berkembang, yaitu: -

1. Pendapat Pertama

membolehkan

(Imam Abu Hanifah, Imam Ahmad)


2. Pendapat Kedua

: membolehkan dengan syarat (Imam

Syafii)
3. Pendapat Ketiga

: melarang (Dr. Yusuf Qardhawi)

Dr. Yusuf Qardhawi mengharamkan pernikahan beda agama lakilaki musi=lim dengan ahli kitab, tapi membolehkannya dalam
keadaan tertentu dengan syarat yang sangat ketat:
1. Kitabiyah itu benar-benar berpeganng padaajaran samawi,
bukan atheis
2. Kitabiyah yang mushanah (menjaga diri dari zina)
3. Tidak dalam kaum yang bermusuhan dengan kaun muslimin
4. Dibalik pernikahan dengan kitabiyah itu tidak akan terjadi
fitnah, yaitu mafsadah atau kemudharatan
Selanjutnya
madharat

yang

Dr.
akan

Yusuf

Qardhawi

muncul

menyampaikan

dengan

perkawinan

banyak
dengan

perempuan kitabiyah (non muslimah):


1. Akan lebih banyak wanita muslimah yang tidak menikah
dengan laki-laki muslim
2. Suami mungkin akan terpengaruh dengan agama istrinya
3. Perkawinan dengan kitabiyah akan menimbulkan kesulitan
hubungan suami istri dan pendidikan anak
BAB 16
Problematika dan Konflik dalam Perkawinan Serta Penanggulangannya
Menurut Hukum Islam

43 |

Resume Buku Masail Fiqhiyah

Kedamaian,ketentraman, kesejahteraan, kasih sayang dan


keselamatan merupakan idaman setiap rumah tangga. Namun
pasang surut, gelombang dan terkadang badai mungkin pula
menimpa rumah tangga.
1. Sebab-sebab Terjadinya Konflik dalam Perkawinan
Sebab-sebab terjadinya konflik dalam perkawinan pada
umumnya, adalah sebagi berikut:
a. Dominasiyang tidak seimbang
b.

Kendali orang tua atau oranmg tua yang berlebihan

c.

Ketidakmampuan memberikan kepuasan pada salah


satu pihak atau keduanya.

d.

Perbedaan status sosial

e.

Latar belakang kehidupan masa lalu yang kurang baik

f. Masalah ekonomi
g.

Penyakit kronis yang diderita

h.

Pernikahan atas kehendak orang tua

i. Istri lebih dari satu


j. Gangguan jiwa:
-

Cemburu berlebihan

Penyimpangan seksual

Kelainan kepribadian

2. Upaya Pemecahan Problematika dalam Perkawinan dan


Penanggulangan Konflik dalam Rumah tangga Menurut
Hukum Islam

44 |

a.

Saling pengertian

b.

Setia dan cinta mencintai

c.

Mampu menghadapi masalah dengan tenang

d.

Percaya mempercayai

e.

Dapat memahami kelemahan masing-masing

Resume Buku Masail Fiqhiyah

f. Selalu konsultasi dan musyawarah


g.

Lapang dada dan terbuka

h.

Hormat menghormati keluarga masing-masing

i. Dapat mengusahakan sumber penghidupan


j. Anak-anak agar patuh pada orangtua
Untuk mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah dan
rahmah masing masing harus berupaya memecahkan problem dan
menyelesaikan konflikitu dengan baik. Dari sini dapat disimpulkan,
bahwa

kemampuan

menyelesaikan

perbedaan

merupakan syarat terwujudnya keluarga bahagia

BAB 17
45 |

pandangan

Resume Buku Masail Fiqhiyah

Benarkah Iddah Mendapatkan Tantangan Teknologi Modern


A. Macam-Macam Iddah dan Hikmahnya
Masa iddah wanita dalam perceraian berbeda-beda sebagai
berikut:
1. Iddah wanita dengan cerai ditinggal mati suami, masanya
adalah 4 bulan 10 hari, berdasarkan surat Al Baqarah: 234
2. Iddah wanita yang dicerai karena talaq masanya 3 kali quru,
bagi mereka yang masih dalam masa haid
3. Iddah

wanita

yang

belum

baligh

dan

yang

sudah

menopause, masanya 3 bulan


4. Iddah wanita yang dicerai dalam keadaan hamil(cerai mati
atau hidup), rasanya sampai melahirkan.
B. Relevansi

Iddah

dengan

Ilmu

Pengetahuan

dan

Teknologi Modern
Iddah tetap relevan dengan adanya pengetahuan dan
teknologi modern, karena ketetapan itu tidak terdapat padasatu
segi saja melainkan dilatarbelakangi oleh berbagai hal, yaitu:
1. Pembersihan rahim
2. Kesempatan untuk berduka cita
3. Kesempatan untuk berfikir

46 |

Resume Buku Masail Fiqhiyah

BAB 18
Kedudukan Anak Luar Nikah Menurut Hukum Islam

A. Pengertian Anak Luar Nikah


Anak luar nikah adalah anak yang lahir dari hasil hubungan luar
nikah. Dalam Islam yang dipandang sebagai anak luar nikah
adalah :
1. Anak Zina
2. Anak Mulaanah
3. Ggg hubungan di luar nikah
B. Status Anak Luar Nikah
1. Anak Zina
Kedudukan hukum bagi anak zina tidak bernasab kepada
laki-laki yang melakukan zina terhadap ibunya. Secara nyata
akibat yang diterima anak adalah:
a. Hilangna martabat muhrim keluarga
b. Hilangnya kewarisan antara anak dan ayahnya
2. Anak Mulaanah
Kedudukan anak mulaanah sama dengan anak zina, ia tidak
mengikutu

nasab

suami

ibunya

yang

melian,

tetapi

mengikuti nasab ibunya.


3. Anak Syubhat
Kedudukan anak syubhat tidak ada hubungan nasab kepada
laki-laki yang membuahinya (menggauli ibunya), kecuali bila
laki-laki itu mengakuinya.
47 |

Resume Buku Masail Fiqhiyah

BAB 19
Pandangan Hukum Islam terhadap Aborsi dan Penggunaan Kontrasepsi
Darurat
A. Pendahuluan
Hubungan seksual berlainan jenis tak dapat dihindarkan, karena
ini

merupakan

tuntutan

biologis

untuk

mengembangkan

keturunannya. Hasil hubungan seksual yang tidak dikehendaki


membuat

sebagian

orang

melakukan

aborsi.

Bagaimanakah

pandangan Islam tentang hal tersebut?


B. Fase Kejadian Manusia Sebelum Lahir Menurut Al
Quran dan Hadits
1. Menurut Al Quran
Dari ayat-ayat Al Quran dapat dipahami, bahwa proses
kejadian manusia adalah sebagai berikut:
a. Dari tanah
b.

Dari air hina

c.

Dari air yang terpancar

d.

Dari setetes mani

e.

Dari setetes mani yang ditumpahkan

f. Dari setetes air mani yang disimpan di tempat yang


kokoh
g.
48 |

Segumpal darah

Resume Buku Masail Fiqhiyah

h.

Segumpal daging

i. Tulang-belulang
j. Daging
k.

Makhluk lain

C. Pengertian Aborsi
1. Menurut Bahasa
Kata aborsi bersala dari kata bahasa inggris yaitu abortion
yang berarti gugur
2. Menurut istilah
Menurut sardikin Guna Putra, aborsi adalah pengakhiran
kehamilan atas hasil konspsi sebelum jsnin dapat hidup di
luar kandungan
D. Macam-Macam Aborsi
Aborsi itu ada dua macam, yaitu:
1. Aborsi spontan (spontaneous aborts)
2. Aborsi yang disengaja (abottus provocatus)
a. Dorongan ekonomi/pribadi
b.

Dorongan kecantikan

c.

Dorongan moral

d.

Dorongan lingkungan

E. Tinjauan Aborsi Dalam Hukum Islam


Para fuqaha telah sepakat mengatakan bahwa pengguguran
kandungan sesudah ditiupkan roh (selama 4 bulan kehamilan)
49 |

Resume Buku Masail Fiqhiyah

adalah haram, tidak boleh dilakukan karena perbuatan tersebut


merupakan kejahatan terhadap nyawanya.

BAB 20
Tinjauan Hukum Islam terhadap Penggantian Kelamin bagi Khuntsa

A. Pengertian Khuntsa
1. Menurut Bahasa (Etimologi)
Khuntsa adalah orang yang memiliki apa yang dimiliki lakilaki dan perempuan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia
disebutkan sebagai berikut:
a. Banci

adalah

manusianyang

bersifat

laki-laki

dan

perempuan
b.

Banci adalah laki-laki yang bertingkah laku sebagai


perempuan atau sebaliknya

2. Menurut Istilah (Terminologi)


Sayid Sabiq dalam kitab Fiqh Sunnah mengatakan: Khuntsa
adalah orang yang tidak dapat diketahui secara pasti apakah
ia seorang laki laki atau perempuan, karena ia sekaligus
memiliki alat kelamin laki-laki dan perempuan,.
50 |

Resume Buku Masail Fiqhiyah

B. Macam-Macam Khuntsa
Menurut fuqaha khuntsa terbagi dua macam;
1. Khuntsa Wafhid (Ghair Musykil)
Yaitu khuntsa yang jelas dapat dihukumkan sebagai laki-laki
atau perempuan
2. Khuntsa Musykil
Yaitu yang dalam bentuk tubuhnya ada keganjilan, tidak
dapat diketahui apakah dia laki-laki atau perempuan
C. Tinjauan Hukum Islam Terhadap Penggantian Kelamin
Bagi Khuntsa
Dalam menjawab pertanyaan apakah boleh melakukan
operasi penggantian kelamin, bergantung pada dua hal:
1. Apakah

operasi

itu

membentu

penyembuhan

dan

mempertegas identitasnya?
2. Atau

apakah

operasi

itu

justru

membantu

seseorang

msnghilangkan identitas kelaminnya


Dr. Ali Akbar dalam hal operasi kelamin memberikan 2
pendapat :
1. Secara umum beliau berpendapat pergantian kelamin adalah
penipuan berat.
2. Secara khusus, pada alat kelamin ganda dapat dilakukan
operasi untuk menghilangkan salah satu dari kelenjar dan
kelaminnya.
Pengubahan kelamin penderita transeksual juga dibolehkan
apabila dalam keadaan darurat, yaitu mengenai hidup dan
51 |

Resume Buku Masail Fiqhiyah

matinya seseorang.

BAB 21
Aspek Jual Beli dan Hutang Piutang dalam Fiqih Muamalah
A. Pengertian Fikih Muamalah
Fikih Muamalah adalah fikih yang membahas masalah tukar
menukar barang atau sesuatu yang memberikan manfaat dengan
cara ditentukan seperti jual-0beli, sewa-menyewa, dan usaha
lainnya.
B. Jual Beli
52 |

Resume Buku Masail Fiqhiyah

1. Pengertian Jual Beli


Jual beli adalah menukar suatu barang dengan barang yang
lain dengan cara tertentu (akad).
2. Rukun Jual Beli (Ketentuan Jual Beli)
a. Penjual dan Pembeli syaratnya adalah:
1) Berakal
2) Dengan kehendak sendiri
3) Tidak pemboros
4) Baligh
b.

Uang dan benda yang dibeli, syaratnya adalah:


1) Suci
2) Barang itu dapat diserahkan
3) Barang

yang

kepunyaan

dijual
yang

adalah

milik

diwakilinya,

si

penjual,

atau

yang

mengusahakan.
4) Barang yang dijual harus diketahui si penjual dan si
pembeli
5) Ijab dan qabul
3. Jual Beli Terlarang
1) Membeli barang semata mata agar orang lain tidak bisa
mendapatkannya, walaupun dengan harga tinggi
2) Membeli barang yang sudah dibeli orang lain
3) Membeli barang dibawah harga pasar karena penjual
tidak mengetahui haraga pasar
4) Membeli barang untuk ditahan, dan dijual kembali ketika
harga

mahal,

sedangkan

masyarakat

membutuhkan

barang tersebut
5) Menjual

suatu

barang

yang

tidak

berguna,

tetapi

kemnudian dijadikan alat maksiat oleh yang membelinya


53 |

Resume Buku Masail Fiqhiyah

6) Jual beli yang disertai tipuan


4. Macam-Macam Jual Beli
1. Bai Fudhuly, akad beli tanpa izin.
2. Bai Jazaf,

jual beliyang tidak diketahui ukurannya secara

rinci
3. Bai ajal, Jual beli kredit
4. Bai samsarah, jual beli melalui makelar
5. Bai makruh, jual beli karena paksaan
6. Bai Mudhtar, jual beli terpaksa
7. Bai Gharar, Jual beli yang tidak jelas
8. Bai Saham, Jual beli pesanan
9. Bai Taljiah, menjual pura-pura
C. Utang Piutang (Al Qardh)
Utang piutang ialah memberikan sesuatu kepada seseorang ,
denganperjanjian akan membayar yang sama dengan itu. Dasar
hukum hutang piutang adalah Al Quran dan hadits
D. Riba Dalam Jual Beli dan Utang Piutang
1. Pengertian Riba
Rinba menurut bahasa berarti ketambahan. Sedangkan
menurut syara adalah ketambahan modal, sedikit ataui
banyak dalam hutang piutang
2. Hukum Riba
Riba diharamkan berdasarkan Al Quran dan AL Hadits;
a. Al Quran

: Surat Ar Ruum: 39, Ali Imran: 130, Al

Baqarah: 278-279
b. Al Hadits
54 |

Tiap-tiap

piutang

yang

mengambil

Resume Buku Masail Fiqhiyah

manfaat maka iia semacam dari beberapa macam riba


(HR. Al Baihaqi)
E. Penerapan Prinsip Jual Beli dan Utang Piutang dalam
Ekonomi Kontemporer
Penerapan Prinsip Jual Beli
a.

Bai Salam

b.

Bai Murabahah
Kemungkinan risiko yang harus diantisipasi dalah:
1) Default atau kelalaian
2) Fluktuasi harga komparatif
3) Penolakan nasabah

c.

Bai Istishna

F. Penerapan Prinsip Utang Piutang


Memberi utang hukumnya sunnah, bahkan bisa menjadi wajib,
misalnya menghutangi orang yang terlantar. Adapun aplikasi utang
piutang dalam perbankan, biasanya diterapkan sebagai berikut:
1. Sebagain produk pelengkap untukj nasabah
2. Sebagai fasilitas nasabah
3. Sebagai produk untuk menyumbang usaha yanag sangat
kecil

BAB 22
55 |

Resume Buku Masail Fiqhiyah

Upaya Mengentaskan Kemiskinan Melalui Pendayagunaan Zakat


A. Fungsi dan tujuan Zakat
Tujuan zakat bukan hanya sekedar mengumpulkan harta dan
memenuhi kas, bukan pula hanya menolong orang yang lemah
dengan mencukupkan kebutuhannya dan menolongnya keluar dari
kesulitan. Tujuan utamanya adalah agar martabat manusia menjadi
lebih tinggi dari nilai harta, sehingga manusia menjadi tuannya
harta dan bukan menjadi budaknya.
Al Quran merumuskan fungsi dan tujuan zakat bagi si pemberi
zakat denagn2 patah kata sederhana namun luas artinya, yakni
tathhir (membersihkan) dan tazkiyah (mensucikan) seperti Q.S At
Taubah ayat 103, yang dapat diperinci secara etailsebagai berikut:
1. Zakat menyucikan jiwa dari sifat kikir dan bakhil.
2. Zakat mendidik gemar berderma.
3. Dengan berzakat berarti seseorang bersikap dan berakhlak
dengan akhlak Allah.
4. Zakat merupakan manifestasi rasa syukiur pada Allah
5. Zakat mengobati diri dari cinta dunia
6. Zakat mengembangkan kekayaan bathin
7. Zakat menyucikan harta
8. Zakat menarik simpati dan menebar rasa cinta
9. Zakat

mendorong

untuk

berusaha

keras,

kreatif,

dan

produktif.

B. Pendayagunaan Zakat Dalam Usaha Penanggulangan


Kemiskinan
Menurut
56 |

pengamatan

pihak

DEPAG

RI,

bahwa

Resume Buku Masail Fiqhiyah

pendayagunaan zakat selama ini dapat digolongkan menjadi 4


kategori:
1. Pendayagunaan yang konsumtif tradisional
2. Pendayagunaan zakat yang bersifat koinsumtif kreatif
3. Pendayagunaan zakat yang bersifat kreatif tradisional
4. Pendayagunaan zakat yang bersifat produktif kreaatif
Berkaitan dengan upaya pendayagunaan zakat dalam
menanggulangi kemiskinan maka perlu mempertimbangkan kondisi
fakir dan miskin. Dalam hal ini koindisi fakir dan miskin dapat
digolongkan menjadi 2 bagian:
1. Golongan yang lemah fisik dan harta bendanya
2. Golongan yang lemah harta bendanya tetapi fisiknya kuat
Untuk mereka yang lemah fisiknya, seperti jompo atau cacat fisik,
mereka mendapat bagian secara konsumtif, yaiyu diterimakan
langsung dari lembaga-lembaga sosial yang mengurusnya. Tetapi
akan lebih baik jika bagian mereka didayagunakan oleh suatu
badan hukum yang bergerak di bidang usaha produktif, di bawah
pengawasan amil zakat.
Untuk mereka yang lemah harta bendanya tapi memiliki fisik
yang kuat, mereka mendapat bagian secara produktif. Dapat juga
didirikan semacam perkongsian atau koperasi, amil zakat sebagai
pemilik modal dan para pekerjanya terdiri dari mereka yang
menerima zakat. Bagian ke dua ini bisa berupa modal uang atau
barang dagangan, peternak diberi modal hewan ternak, dan lain
sebagainya

57 |

Resume Buku Masail Fiqhiyah

BAB 23
Pornografi dan Pornoaksi dalam Pandangan Hukum Islam

A. Tinjauan Umum Tentang Pornografi dan Pornoaksi


1. Pengertian Pornografi dan Pornoaksi
Menurut bahasa pornografi adalah : Penggambaran tingkah
laku secara erotis dengan lukisan atau tulisan yang bisa
membangkitkan nafsu berahi. Dari pengertian pornografi di
atas, dapat disimpulkan pornoaksi menurut bahasa adalah:
Penggambaran tingkah laku secara erotis dengan bentuk
perbuatan yang nyata yang bisa membangkitkan nafsu berahi.
2. Bahaya Pornografi dan Pornoaksi
Menurut

Prof.

Dadang

Hawari,

ada

banyak

pornografi dan pornoaksi:


a.

Perzinaan (pelacuran) yang semakin meningkat

b.

Peeselingkuhan semakin meningkat

c.

Pergaulan bebas semakin meningkat

d.

Kehamilan di luar nikah semakin meningkat

e.

Aborsi semakin meningkat

f. Anak yang lahir di liuar nikah semakin meningkat


g.
58 |

Tersebarnya penyakit kelamin

dampak

Resume Buku Masail Fiqhiyah

h.

Kekerasan seksual semakin meningkat

i. Perilaku seksual yang menyimpang (LGBT) semakin


meningkat
B. Tinjauan

Hukum

Islam

Terhadap

Pornografi

dan

Pornoaksi
Menurut

hukum

Islam,

perbuatan

pornografi

dan

pornoaksi disamping menampakkan aurat yang sahrusnya wajib


ditutupi, juga akan mendekatkan seseorang pada perzinaan yang
secara tegas dilarang oleh Allah SWT dalam surah Al Isra ayat 32,
yang artinya:
Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina
itu adalah sesuatu pekerjaan yang keji dan suatu jalan yang
buruk.
Mendekati zina yang disebutkan dalam ayat di atas, dapat
ditafsirkan sebagai perbuatan yang erotis, sensual dan yang sejenis
dengannya. Juga dapat ditafsirkan sebagai sikap, tingkah laku yang
menggoda dan dapat membangkitkan nafsu berahi, baik berupa
lukisan, foto, dan tulisan, maupun dalam perbuatan nyata secara
langsung.
Di dalam hadits NabiMuhammad SAW banyak disebutkan
tentang larangan berpakaian transparan dan tenbus pandang,
erotis,

sensual

dan

sejenisnya

serta

berprilaku

yang

dapat

menimbulkan rangsangan seks, antara lain yang artinya :


Dari Al Qamah bin Abi Al Qamah dari ibunya bahwa ia
berkata: Hafshah binti Abd rahman masuk ke dalam rumah
Aisyah istri Rasulullah, dan Hafshah mengenakan tutup
kepala yang tipis, lalu Aisyah menyobeknya dan
mengenakan padanya tutup kepala yang tebal. (HR. Malik
59 |

Resume Buku Masail Fiqhiyah

dalam Muwaththa, hadits nomor 1420)


Berdasarkan ayat-ayat Al Quran dan hadits di atas, dapat
diambil kesimpulan, bahwa membuka aurat, bertpakaian ketat atau
tembus pandaang, berpakaian tipis yang dapat membangkitkan
nafsu berahi untuk diambil gambarnya, baik untuk dicetak, maupun
untuk divisualisasikan adalah haram.

60 |