Anda di halaman 1dari 3

Penyebab, Sebab dan Akibat Pencemaran Lingkungan

Terjadinya pencemaran air dan tanah


Penyebab terjadinya pencemaran lingkungan sebagian besar disebabkan oleh tangan
manusia. Pencemaran air dan tanah adalah pencemaran yang terjadi di perairan sep
erti sungai, kali, danau, laut, air tanah, dan sebagainya. Sedangkan pencemaran
tanah adalah pencemaran yang terjadi di darat baik di kota maupun di desa.
Alam memiliki kemampuan untuk mengembalikan kondisi air yang telah tercemar deng
an proses pemurnian atau purifikasi alami dengan jalan pemurnian tanah, pasir, b
ebatuan dan mikro organisme yang ada di alam sekitar kita.
Jumlah pencemaran yang sangat masal dari pihak manusia membuat alam tidak mampu
mengembalikan kondisi ke seperti semula. Alam menjadi kehilangan kemampuan untuk
memurnikan pencemaran yang terjadi. Sampah dan zat seperti plastik, DDT, deterj
en dan sebagainya yang tidak ramah lingkungan akan semakin memperparah kondisi p
engrusakan alam yang kian hari kian bertambah parah.
Sebab Pencemaran Lingkungan di Air dan di Tanah :
1. Erosi dan curah hujan yang tinggi.
2. Sampah buangan manusia dari rumah-rumah atau pemukiman penduduk.
3. Zat kimia dari lokasi rumah penduduk, pertanian, industri, dan sebagainya.
Salah satu penyebab pencemaran di air yang paling terkenal adalah akibat penggun
aan zat kimia pemberantas hama DDT. DDT digunakan oleh para petani untuk mengusi
r dan membunuh hama yang menyerang lahan pertanian.
DDT tidak hanya berdampak pada hama namun juga binatang-binatang lain yang ada d
i sekitarnya dah bahkan di tempat yang sangat jauh sekalipun akibat proses alira
n rantai makanan dari satu hewan ke hewan lainnya yang mengakumulasi zat DDT. De
ngan demikian seluruh hewan yang ada pada rantai makanan akan tercemar oleh DDT
termasuk pada manusia.
DDT yang telah masuk ke dalam tubuh akan larut dalam lemak, sehingga tubuh kita
akan menjadi pusat polutan yang semakin hari akan terakumulasi hingga mengakibat
kan efek yang lebih menakutkan.
Akibat adanya biological magnification / pembesaran biologis pada organisme yang
disebabkan oleh penggunaan DDT.
a. merusak jaringan tubuh makhluk hidup
b. menimbulkan otot kejang, otot lehah dan bisa juga kelumpuhan
c. menghambat proses pengapuran dinding telur pada hewan bertelur sehingga telur
nya tidak dapat menetas.
d. lambat laun bisa menyebabkan penyakit kanker pada tubuh.
(sumber ; pencemaran lingkungan air dan tanah)
Terjadinya pencemaran udara
Kelembaban udara bergantung pada konsentrasi uap air, dan H2O yang berbeda-beda
konsentrasinya di setiap daerah. Kondisi udara di dalam atmosfer tidak pernah d
itemukan dalam keadaan bersih, melainkan sudah tercampur dengan gas-gas lain dan
partikulat-partikulat yang tidak kita perlukan. Gas-gas dan partikulat-partikul
at yang berasal dari aktivitas alam dan juga yang dihasilkan dari aktivitas manu
sia ini terus-menerus masuk ke dalam udara dan mengotori/mencemari udara di lapi
san atmosfer khususnya lapisan troposfer. Apabila bahan pencemar tersebut dari h
asil pengukuran dengan parameter yang telah ditentukan oleh WHO konsentrasi baha
n pencemarnya melewati ambang batas (konsentrasi yang masih bisa diatasi), maka
udara dinyatakan dalam keadaan tercemar. Pencemaran udara terjadi apabila mengan
dung satu macam atau lebih bahan pencemar diperoleh dari hasil proses kimiawi se
perti gas-gas CO, CO2, SO2, SO3, gas dengan konsentrasi tinggi atau kondisi fisi
k seperti suhu yang sangat tinggi bagi ukuran manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan
. Adanya gas-gas tersebut dan partikulat-partikulat dengan konsentrasi melewati
ambang batas, maka udara di daerah tersebut dinyatakan sudah tercemar. Dengan me
nggunakan parameter konsentrasi zat pencemar dan waktu lamanya kontak antara bah
an pencemar atau polutan dengan lingkungan (udara), WHO menetapkan empat tingkat
an pencemaran sebagai berikut:
Pencemaran tingkat pertama; yaitu pencemaran yang tidak menimbulkan kerugian bag
i manusia.
Pencemaran tingkat kedua; yaitu pencemaran yang mulai menimbulkan kerugian bagi
manusia seperti terjadinya iritasi pada indra kita.
Pencemaran tingkat ketiga; yaitu pencemaran yang sudah dapat bereaksi pada faal
tubuh dan menyebabkan terjadinya penyakit yang kronis.
Pencemaran tingkat keempat; yaitu pencemaran yang telah menimbulkan sakit akut d
an kematian bagi manusia maupun hewan dan tumbuh-tumbuhan.
Pencemaran Udara Yang Terjadi Di Indonesia
Indonesia merupakan negara di dunia yang paling banyak memiliki gunung berapi (s
ekitar 137 buah dan 30% masih dinyatakan aktif). Oleh sebab itu Indonesia mudah
mengalami pencemaran secara alami. Selain itu adanya kebakaran hutan akibat musi
m kemarau panjang ataupun pembakaran hutan yang disengaja untuk memenuhi kebutuh
an seperti terjadi di Kalimantan dan di Sumatera dalam tahun 1997 dan tahun 1998
menyebabkan terjadinya pencemaran yang cukup menghawatirkan, karena asap tebal
hasil kebakaran tersebut menyeberang ke negara tetangga seperti Singapura dan Ma
laysia. Asap tebal dari hasil kebakaran hutan ini sangat merugikan, baik dalam s
egi ekonomi, transportasi (udara, darat dan laut) dan kesehatan. Akibat asap teb
al tersebut menyebabkan terhentinya alat-alat transportasi karena dikhawatirkan
akan terjadi tabrakan. Selain itu asap itu merugikan kesehatan yaitu menyebabkan
sakit mata, radang tenggorokan, radang paru-paru dan sakit kulit. Pencemaran ud
ara lainnya berasal dari limbah berupa asap yang dihasilkan dari pembakaran baha
n bakar kedaraan bermotor dan limbah asap dari industri.
Cara penanggulangannya
Untuk dapat menanggulangi terjadinya pencemaran udara dapat dilakukan beberapa u
saha antara lain: mengganti bahan bakar kendaraan bermotor dengan bahan bakar ya
ng tidak menghasilkan gas karbon monoksida dan diusahakan pula agar pembakaran y
ang terjadi berlangsung secara sempurna, selain itu pengolahan/daur ulang atau p
enyaringan limbah asap industri, penghijauan untuk melangsungkan proses fotosint
esis (taman bertindak sebagai paru-paru kota), dan tidak melakukan pembakaran hu
tan secara sembarangan, serta melakukan reboisasi/penanaman kembali pohon pohon
pengganti yang penting adalah untuk membuka lahan tidak dilakukan pembakaran hut
an, melainkan dengan cara mekanik.
Dampak negatif dan dampak positif
Di atas telah Anda pelajari bahwa pencemaran udara dapat memberikan dampak negat
if bagi makhluk hidup, manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan. Kebakaran hutan dan g
unung api yang meletus menyebabkan banyak hewan yang kehilangan tempat berlindun
g, banyak hewan dan tumbuhan mati bahkan punah. Gas-gas oksida belerang (SO2 dan
SO3) bereaksi dengan uap air, dan air hujan dapat menyebabkan terjadinya hujan
asam yang dapat merusak gedung-gedung, jembatan, patung-patung sehingga mengakib
atkan tumbuhan mati atau tidak bisa tumbuh. Gas karbon monoksida bila terhisap m
asuk ke dalam paru-paru bereaksi dengan haemoglobin menyebabkan terjadinya kerac
unan darah dan masih banyak lagi dampak negatif yang disebabkan oleh pencemaran
udara.
Pencemaran udara selain memberikan dampak negatif, juga dapat memberikan dampak
positif antara lain, lahar dan partikulat-partikulat yang disemburkan gunung ber
api yang meletus, bila sudah dingin menyebabkan tanah menjadi subur, pasir dan b
atuan yang dikeluarkan gunung berapi yang meletus dapat dimanfaatkan sebagai bah
an bangunan. Gas karbon monoksida bila bereaksi dengan oksigen di udara menghasi
lkan gas karbon dioksida bisa dimanfaatkan bagi tumbuh-tumbuhan untuk melangsung
kan fotosintesis untuk menghasilkan karbohidrat yang sangat berguna bagi makhluk
hidup.
(sumber : pencemaran lingkungan udara)