Anda di halaman 1dari 1

BIOGRAFI dan PEMIKIRAN WIDJOJO NITISASTRO

Widjojo Nitisastro adalah seorang begawan ekonomi Indonesia yang juga dikenal sebagai
arsitek utama perekonomian orde baru. Pria kelahiran 23 September 1927 ini pernah menjabat
sebagai Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional dari tahun 1971 sampai 1973.
Selain itu, ia juga pernah ditunjuk sebagai Menko Ekuin sekaligus Ketua Bappenas untuk
periode 1973-1978 dan 1978-1983. Debut karir Widjojo di bidang politik dimulai ketika ia dan
beberapa rekannya yang juga merupakan ekonom-ekonom FE-UI diangkat sebagai Tim Ahli di
Bidang Ekonomi dan Keuangan oleh Presiden Soeharto. Selanjutnya Widjojo dipercaya untuk
menduduki posisi Ketua Badan Perancang Pembangunan Nasional (Bappenas) periode 19671971, Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional dari tahun 1971 hingga 1973, serta
Menko Ekuin merangkap Ketua Bappenas periode 1973-1978 dan 1978-1983.
Widjojo berpandangan bahwa pembangunan ekonomi tak sekadar mengejar laju
pertumbuhan ekonomi, bahkan juga harus berangkat dari persoalan manusia. Pertumbuhan
ekonomi tidak akan ada artinya tanpa pembangunan manusia melalui pengendalian populasi
serta berbagai program pembangunan kesehatan dan pendidikan. Widjojo Nitisastro pernah
menyampaikan pidato tentang Analisa Ekonomi dan Perencanaan Pembangunan yang
menekankan pentingnya analisis ekonomi dan pembangunan. Pidato ini sangat kontroversial
karena pada saat itu politik menjadi panglima, sedangkan ekonomi diremehkan karena ilmu
ekonomi dianggap telah memerosotkan kehidupan masyarakat Ekonom M Chatib Basri
berpendapat, kebijakan Wijoyo adalah resep dari kombinasi tiga hal, yakni, pertama,
pembangunan sektor pertanian yang kemudian dilanjutkan dengan penciptaan lapangan kerja di
sektor industri. Kedua, akses kepada penduduk miskin dalam bentuk pendidikan dan kesehatan
yang dikenal dengan sekolah dasar instruksi presiden (inpres) dan inpres kesehatan. Ketiga,
mengendalikan jumlah penduduk melalui program Keluarga Berencana. Kombinasi ketiga hal
inilah yang mendorong ekonomi Indonesia tumbuh di atas 7 persen dan menekan kemiskinan,
Widjojo merupakan peletak dasar-dasar perencanaan pembangunan nasional modern.
Widjojo sadar sekali sejak awal bahwa pertumbuhan penduduk harus dikendalikan agar beban
peningkatan produksi pangan dan kebutuhan pokok rakyat tidak terlalu berat. Kedua, Widjojo
sangat sadar politik dan ekonomi politik. Ia tahu bagaimana teknokrasi bisa berperan optimal di
tengah konstelasi politik yang ada.