Anda di halaman 1dari 2

CERITA PENDEK TENTANG SISWA BERPRESTASI

"Menjadi siswa berprestasi"

Cerita ni menceritakan tentang kegigihan seorang anak yang bernama Udin Syaifullah,
seorang anak Penjual Es Cendol. Ia ingin bisa membahagiakan kedua orang tua nya dengan cara
belajar dengan sungguh sungguh agar bisa menjadi anak yang berguna dan bia mengangkat
derajat kedua orang tuanya.
Suatu saat di sekolah Udin di SMP Negeri 25 Jakarta diadakan pemilihan siswa/siswi
berprestasi, Udin pun sangat antusias mendengar berita tersebut. Udin ingin ia menjadi salah satu
siswa berprestasi di sekolahnya. Suatu hari Udin mempunyai sahabat yang bernama Sinta.
"Sin aku ingin dapat penghargaan itu !" kata Udin kepada Sinta.
"Penghargaan apa din?" jawab Sinta.
"Itu loh! Penghargaan siswa berprestasi, memang kamu belum liat pengumuman nya?
"ohh itu!, aku sudah, aku pasti dukung kamu din, selama itu bermangfaat bagi kamu"
Hhmm, terima kasih ya sin, memang kamu sahabat terbaikku. lanjut Udin.
" ahh kamu din bisa aja " .
Sejak saat itu josua pun lebih meningkat kan lagi belajar nya .
Dua bulan telah berlalu, kini saatnya di umumkan siapa siswa/siswi berprestasi itu . Udin
dan Sinta cepat-cepat ke halaman sekolah untuk mendengarkan pengumuman yang akan di
bacakan oleh bapak kepala sekolah. hati Udin pun berdegup-degup kencang mendengar
pengumuman itu. Lepas itu, dua nama pun telah di sebutkan. Kini tinggal satu nama lagi yang
belum di sebutkan, Akhirnya nama Udin pun temasuk dari tiga siswa/siswi berprestasi di sekolah
nya. hati Udin pun sangat senang.
"Selamat ya din, akhirnya apa yang kamu cita cita kan selama ini telah tercapai"
"Terima kasih ya sin, ini juga berkat kamu yang selalu memotivasi aku" jawab Udin
kepada sinta sambil mengucapkan selamat.
Bel pulang pun berbunyi, Udin sudah tak sabar memberitahukan berita bahagia ini
kepada kedua orang tuanya. Sesampainya di rumah Udin langsung memberitahukan kepada
kedua orang tuanya.
"Ayah, ibu, Udin dapat penghargaan siswa berprestasi dari sekolah kata Udin kepada
kedua orang tuanya.
" yang benar Udin?" jawab Ibunya Udin.
"Alhamdulillah Pak, Bu Jawab udin sambil memeluk Ayah dan Ibunya.
Kedua orang tua Udin pun sangat bangga mempunyai anak seperti Udin.
*sekian*