Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FARMASI

GLP (GOOD LABORATORY PRACTICE) DAN PENGGUNAAN ALAT


DASAR LABORATURIUM

Kamis, 17 September 2015


Kelompok I
Kamis, Pukul 07.00 10.00 WIB

Nama Novi Dwi Apriliani

NPM 260110150089

LABORATORIUM KIMIA FARMASI


FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS PADJADJARAN
2015

Nilai

TTD

(Fenanya R.A)

(Michael D.)

Abstrak
Good Laboratory Practice atau praktikum dilaboratorium dengan baik
merupakan suatu metode agar dapat bekerja dilaboratorium dengan baik,benar dan
aman. Dengan memahami GLP diharapkan kita mampu untuk mengetahui dan
mengenal alat-alat laboratorium kimia farmasi, mengetahui cara membersihkan,
mengeringkan, dan menggunakan berbagai alat gelas yang digunakan di
laboratorium kimia farmasi, dan mengembangkan keterampilan penggunaan
neraca. Melalui pratik langsung di laboratorium sesuai modul yang diberikan,
hingga kita benar benar memahami cara praktikum yang baik di laboratorium.
Abstract
Good Laboratory Practice is a method in order to work in laboratory with
properl y, correctly and safely. By understanding GLP, expected we were able to
know and recognize laboratory equipment pharmaceutical chemistry, to know
how to clean, drain, and use a variety of glassware used in the laboratory
pharmaceutical chemistry, and to develop skills using the balance sheet. By doing
practice in laboratory until very understand how to have a good laboratory
practice
Dibutuhkan

I. Pendahuluan
Laboratorium adalah tempat
khusus untuk melakukan percobaan
juga

penelitian

yang

berkaitan

dengan barang-barang dan bahanbahan yang butuh kecermatan dalam

kecermatan

dapat

menyebabkan

didalam

dan

laboratorium

oleh karena itu setiap orang yang


akan

melakukan

kegiatan

di

laboratorium wajib untuk memahami


Good Laboratory Practice.

pengerjaannya. Kecelakaan kerja di


laboratorium

kehati-hatian

Good
adalah

Laboratory

suatu

cara

Practice

pengelolaan

berbagai hal yang tidak diinginkan

laboratorium sebagai data generator

mulai dari kerugian karena alat-alat

dapat menghasilkan data yang dapat

laboratorium yang rusak serta cedera

dipercaya

yang dialami oleh laboran itu sendiri.

memenuhi persyaratan keselamatan

kebenarannya

dengan

dan kesehatan (Angga, 2005). Tujuan

tertera pada kemasannya (muchtaridi,

dari pratikum kali ini bukan hanya

2004).

untuk memahami GLP tetapi masih

Peralatan

Laboratorium

banyak lagi diantaranya mengetahui

dibagi

dan mengenal alat-alat laboratorium

berdasarkan bahan dasar alat yaitu

kimia

cara

gelas, logam, kayu, plastik, porselen,

membersihkan, mengeringkan dan

karet, ada juga campuran dari bahan

menggunakan berbagai alat gelas

bahan

yang digunakan di

laboratorium

disebutkan seperti plastik dan gelas,

kimia farmasi, juga mengembangkan

logam dan plastik, logam dan kayu,

keterampilan menggunakan neraca.

logam

farmasi,mengetahui

Pada dasarnya keselamatan


kerja dibagi kedalam lima point yaitu
pengenalan bahan kimia, mengenal
peralatan dan cara kerja dari setiap
benda, teknik kerja di laboratorium,
database

bahan

pengelolaan

limbah

kimia

dan

(muchtaridi,

2004)

menjadi

di

yang

dan

berbagai

macam

sebelumnya

karet

dan

telah

lain-lain.

Dengan mengetahui bahan dasar dari


suatu alat kita dapat menentukan dan
memperhitungkan cara penggunaan
dan penyimpananya (haedar, 2014).
Dalam
aktivitas
orang

di

pengerjaan

atau

Laboratotium

setiap

perlu

melaksanakan

dan

mentaati tata tertib praktikum yang


ada (Basuki dan Bismo, 2003).

Setiap

bahan

kimia

itu

Memahami bahan kimia yang akan

berbahaya, namun tidak perlu merasa

digunakan serta cara penggunaan dan

takut bekerja dengan bahan kimia

memindahan, juga keselamatan kerja

bila tahu cara yang tepat untuk

di

menanggulanginya. Yang dimaksud

rencanakan percobaan yang akan

berbahaya ialah dapat menyebabkan

dilakukan, gunakan perlatan kerja

terjadinya kebakaran, mengganggu

seperti kacamata pengaman untuk

kesehatan, menyebabkan sakit atau

melindungi mata, jas laboratorium

luka, merusak, menyebabkan korosi

untuk melindungi pakaian dan sepatu

dsb. Jenis bahan kimia berbahaya

tertutup

dapat diketahui dari label yang

dilarang memakai sandal atau sepatu

laboratorium

untuk

diantaranya

melindungi

kaki,

terbuka atau sepatu berhak tinggi,

Bahan

wanita/pria yang berambut panjang


harus diikat, dilarang makan, minum
dan

merokok

di

laboratorium,

jagalah kebersihan meja praktikum,


apabila meja praktikum basah segera
keringkan dengan lap basah, hindari
kontak

langsung

dengan

bahan

Bahan bahan yang digunakan


dalam praktikum kali ini adalah
kalsium karbonat, Natrium Klorida,
dan larutan X sebagai titran, larutan
X yang dipakai yaitu aquades.
Prosedur

kimia, hindari mengisap langsung


uap bahan kimia, bila kulit terkena
bahan Kimia, janganlah digaruk agar
tidak tersebar, pastikan kran gas
tidak

bocor

apabila

hendak

mengunakan bunsen, pastikan kran


air dan gas selalu dalam keadaan
tertutup pada sebelum dan sesudah
praktikum selesai. Tidak hanya itu
kita juga harus mengetahui data base
bahan kimia B3 (Berbau, berbahaya,
beracun) dan penanggulangan limbah
kimia (muchtaridi, 2004).

Tahapan

praktikum

yaitu

pertama-tama kita menyiapkan alatalat, dicuci dengan cairan pembersih


dan dikeringkan sebelum digunakan.
Percobaan pertama kita melakukan
pemisahan larutan dari endapannya.
Hal pertama yang dilakukan dalam
adalah

menimbang

1,21

gram

Kalsium karbonat dengan neraca


ohaus, lalu melarutkannya ke dalam
42,5 ml air dan mambagi larutan
tersebut menjadi dua bagian. Sebaian
larutan disaring dengan kertas saring

II. Metode

hingga endapan terpisah dari larutan.


Cara menggunakan kertas saringnya

Alat
Alat-alat

yang

digunakan

dalam praktikum ini adalah beker


gelas, botol reagen, corong, gelas
ukur, kertas saring, labu ukur, neraca
ohaus, neraca analitik, pipet tetes,
ring clamp, dan statif.

yaitu dengan cara meotong kertas


saring hingga berukuran lingkaran
dan menilapnya menjadi dua bagian
lalu

bentuk

setengah

lingkaran

tersebut dibuat seperti kerucut dan


dipasangkan pada corong.

Praktikum kedua yaitu titrasi, hal

dengan air dan mencatat volumenya

pertama

hingga

yang

dilakukan

adalah

hampir

0,1

mL,

menimbang NaCl seberat 1,5 gra

memindahkan massa padatan yang

dengan neraca analitik kemudian

diketahui ke dalam gelas ukur,

memasukannya

botol.

memutar padatan seputar dinding

Selanjutnya NaCl dilarutkan pada

tabung, menghilangkan gelembung

labu ukur berukuran 100 ml, larutan

udara yang terjebak atau menempel

ini dipipet dengan pipet 10 ml dan

pada padatan, lalu mencatat batas air

larutan yang telah dipipet dimasukan

yang baru. Volume padatan

ke dalam labu erlenmeyer. Sebelum

adalah perbedaan antara dua batas

titrasi buret diisi larutan X (pada

air.

praktikum

kedalam

kali

digunakan

Praktikum kelima kerapatan

aquades). Barulah larutan dititrasi

pada zat cair,pertama berihkan dan

hingga volume yang keluar dari buret

mengeringkan

gelas

tepat 20,50 ml, 23,25 ml, 24,15 ml.

terkecil

mengukur

Praktikum

ini

yang

beratnya

adalah

mengukanakan neraca yang telah

pengenceran NaCl, pertama-tama air

ditentukan, menimbang dengan teliti

10 ml dimasukan ke dalam beker

dan mencatat massanya. Selanjutnya

gelas

Lalu

memipet 5 mL air ke dalam gelas

ditambahkan NaCl sebanyak 5 ml,

kimia lalu mentukan massa gelas

sedikit demi sedikit sambil diaduk

kimia dan air, terakhir menghitung

dan

kerapatan air dari data yang telah

berukuran

terakhir

ketiga

lalu

kimia

250

adalah

ml.

menghitung

berpa persen volume pengenceran

didapat.

yang dilakukan.
Praktikum

Praktikum keenam kerapatan


yaitu

pada cairan yang tidak diketahui.

kerapatan pada zat padat, pertama

Pada praktikum kali ini digunakan

ambil suatu padatan yang tidak

larutan

diketahui, mencatat nomornya dan

mengeringkan gelas kimia dan pipet.

ditimbang beratnya menggunakan

Lalu membilas pipet dengan

neraca

dua kali 1 mL cairan y, mengulangi

yang

keempat

telah

ditentukan,

mengisi setengah gelas ukur 10 mL

pengukuran

gliserin,

seperti

Pertama

praktikum

kelima, ganti yang tidak diketahui

kedua. Terakhir menghitung rata-rata

dengan

kerapatan cairan.

air.

Lalu

mengulangi

percobaan ini untuk percobaan


III. Hasil
A. Titrasi
Kel 1.
No.

Larutan NaCl

Titrasi dengan aquades (ml)

1,5 g/ 250 ml

20,50

1,5 g/ 250 ml

23,25

1,5 g/ 250 ml

24,15

Kel.2
No.

Larutan NaCl

Titrasi dengan aquades (ml)

1,55 g/ 250 ml

20,50

1,55 g/ 250 ml

23,25

1,55 g/ 250 ml

24,15

Kel.3
No.

Larutan NaCl

Titrasi dengan aquades (ml)

1,4356 g/ 250 ml

20,50

1,4356 g/ 250 ml

23,25

1,4356 g/ 250 ml

24,15

B. Pengenceran
Larutan NaCl 5 ml + Aquades 10 ml
%:

x 100 % =

x 100% = 33,3 %

C. Kerapatan
Kel. 4 kerapatan padatan
Kerapatan padatan

Massa padatan (g)

Percobaan 1

Percobaan 2

Percobaan 3

2,722

2,7231

2,7236

Volume air (cm3)

Volume air dan padatan

5,8

5,9

Volume padatan (cm3)

0,8

0,9

Kerapatan padatan (g/cm3)

3,404

3,025

2,723

Rata-rata kerapatan (g/cm3)

3,051

Percobaan 1

Percobaan 2

Percobaan 3

Massa gelas kimia (g)

99,9989

99,9987

99,9850

Massa gelas kimia + cairan

104,5060

104,5018

104,4996

Massa cairan 5 ml (g)

4,50704

4,5030

4,5146

Volume cairan (ml)

Kerapatan cairan (g/ml)

0,9014

0,9006

0,9029

Rata-rata kerapatan cairan

0,9016

Percobaan 1

Percobaan 2

Percobaan 3

Massa gelas kimia (g)

95,8787

98,7776

95,9138

Massa gelas kimia + cairan

101,5442

104,5552

101,4093

Massa cairan (g)

5,6655

5,7776

5,4955

Volume cairan (ml)

Kerapatan cairan (g/ml)

1,1331

1,1552

1,0991

Rata-rata kerapatan cairan

1,12924

Kel.5 kerapatan cairan

Kel.6 Kerapatan cairan gliserin

Laboratorium

IV. Pembahasan
Laboratorium adalah ruangan
yang dirancang sesuai kebutuhan
untuk

melakukan

berkaitan

yang

fungsi

fungsi

penelitian,

dan

dengan

pendidikan,
pengabdian

aktivitas

kepada

(dachlan, 2010).

masyarakat

berasal

dari

kata

laboratory yang memiliki pengertian


yaitu

tempat

peralatan

yang

untuk

eksperiment

dilengkapi

melangsungkan

di

dalam

atau

melakukan pengujian dan analisis.


Laboratorium
pengertian

juga
tempat

memiliki
memproduksi

bahan kimia atau obat. Eksperiment

diartikan sebagai rangkaian kegiatan

secara merata dengan didiamkan pun

(menyusun

larutan

alat,

mengoperasikan

dapat

terpisah

dengan

alat, mengukur dsb) dan mengamati

endapannya, digunakan kertas saring

untuk memverifikasi dan menguji

agar hasil pemisahan yang di dapat

suatu hipotesis berdasarkan bukti-

benar- benar bersih dan tidak ada

bukti empiris. Fungsi laboratorium

campuran kalsium karbonat yang

dikatagorikan ke dalam tiga pokok

tersisa.

yaitu

dilakukan

fungsi

peningkatan

yang

memberikan

pengetahuan,

fungsi

kerja sangat diperhatikan karena di


laboratorium terdapat berbagai zat
kimia, peralatan gelas dan instrument
khusus yang dapat membuat cedera
orang tersebut dan orang yang ada
disekitarnya, sumber bahaya terbesar
berasal dari bahan-bahan kimia, oleh
sebab itu diperlukan pemahaman
mengenai jenis bahan kimia dan cara
menangulanginya

bila

terjadi

kecelakaan ( haedar, 2014)

lain

yaitu

yang

dengan

dapat
metode

sentrifugasi.

peningkatan keterampilan, dan fungsi


menumbuhkan sikap. Keselamatan

Cara

Pada percobaan yang kedua


yaitu titrasi, pada percobaan ini
diperlukan buret agar volume titran
yang keluar dapat seakurat mungkin,
diperlukan ketelitian dalam membaca
buret terutama untuk buret yang
berskala 1 ml, pembacaan pada buret
dibagi menjadi dua cara untuk cairan
atau larutan yang tidak berwarna dan
bening di gunakan meniskus bawah,
namun untuk cairan atau larutan
yang pekat di gunakan meniskus
atas. Dalam menetesannya juga hatus

Sebelum memulai praktikum

sangat berhati-hati karena bila kita

terlebih dahulu semua alat yang

memutar geran buret dengan tidak

diperlukan di cuci dengan bersih

hati-hati cairan yang keluar akan

mengunakan

cairan

jauh dari nilai yang kita inginkan,

Pada

juga tetap memperhatikan tabung

praktikum pertama yaitu pemisahan

erlenmeyer tempat zat analit, jangan

kalsium karbonat, larutan kalsium

sampai hanya terfokus pada nilai zat

karbonat memang tidak tercampur

yang

air

dan

pembersih lalu dikeringkan.

keluar

dari

buret

tanpa

memperhatikan putaran pada tabung

agar larutan dapat melarut secara

erlenmeyer sehingga larutan yang

sempurna.

ada tidak tercampur dengan baik,


kesalahan yang sering tercadi yaitu
pada pembacaan nilai di buret,
kontrol pada keran buret yang tidak

Rumus pengenceran yang digunakan


adalah:
%:

x 100 %

berhati hati serta pemutaran tabung


Percobaan keempat hingga ke enam

erlenmeyer.

mengenai kerapatan, ketelitian dalam


Pada percobaan ketiga yaitu
pengenceran

NaCl,

pengenceran

penimbangan
untuk

sangatlah

diperhatikan.

penting
Dalam

harus dilakukan secara perlahan-

menentukan kerapatan pada zat padat

lahan agar zat terlarut dan pelarut

dapat digunakan rumus

dapat tercampur secara sempurna,


pengenceran

dapat

dilakukan

Kerapatan = massa / volume

di

dalam beker gelas atau erlenmeyer


dan

alat

tersebut

didapat dari pengurangan volume

disesuaikan dengan alat alat yang ada

akhir terhadap volume awal (Vakhir

di laboratorium. Pengadukan saat

Vawal).

perlu

yang

padatan

dapat

pencampuran

lainnya

Volume

diperhatikan,

V. Kesimpulan
1. Memahami GLP dapat dilakukan dengan mempelajari prosedur dengan baik
dan mempraktikan langsung di laboratorium.
2. Mengetahui dan mengenal alat alat laboratorium dapat dilakukan dengan cara
memperlajari dari berbagai sumber dan pratik langsung di laboratorium.
3. Cara membersihkan alat yaitu dengan cara mencucinya dengan cairan
pembersih dan air lalu dikeringkan dengan tissue atau lap.
4. Keterampilan menggunakan neraca dapat dilakukan dengan atau melalui neraca
ohaus.

VI. Daftar Pustaka


Angga. 2005. Praktek Laboratorium Yang Baik (II). Tersedia di http://
http://angga.staff.ipb.ac.id/files/2013/02/1115053032_0251-0476.pdf. [di akses
pada tanggal 15 september 2015]
Basuki, Atastiana Sri dan Setidjo Bismo. 2003.Buku Panduan Praktikum Kimia
Fisika. Depok : Universitas Indonesia
Dahlan, A. 2010. Standar Laboratorium Farmasi. Jakarta: Kementrian Kesehatan.
Haedar,

D.

2014.

Good

Laboratory

Practice.

Tersedia

di

http://www.slideshare.net/darmayantihaedar/good-laboratory-practice40109499. [di akses pada tanggal 15 september 2015].


Muchtaridi.2004.Keselamatan
di
Laboratorium.
Tersedia
online
di
http://pustaka.unpd.ac.id/wpcontent/uploads/2009/06/keselamatan_laboratorium.
pdf. [di akses pada tanggal 15 september 2015].
LAMPIRAN