Anda di halaman 1dari 99

PROTEKSI RADIASI

TERHADAP PAPARAN KERJA

Pelatihan PPR Medik Tk. 2 dan Tk. 3

POKOK BAHASAN
I. PENDAHULUAN
II. PERALATAN DAN FASILITAS
A. Pengertian
B. Prinsip Kerja
C. Peralatan dan Fasilitas
III. KETENTUAN KESELAMATAN RADIASI DAN
UJI KESESUAIAN
A. Ketentuan Keselamatan Radiasi
B. Uji Kesesuaian Pesawat Sinar X
Proteksi Radiasi terhadap Paparan Kerja

TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM

Setelah mempelajari modul ini peserta dapat:


menjelaskan proteksi radiasi terhadap paparan kerja
pada radiologi diagnostik dan intervensional

Proteksi Radiasi terhadap Paparan Kerja

TUJUAN INSTRUKSIONAL
KHUSUS
Setelah mempelajari modul ini peserta dapat:
Menjelaskan prinsip radiografi, fluroskopi, dan tomografi;
Menyebutkan jenis pesawat sinar-X yang umum digunakan
pada radiologi diagnostic dan intervensional
Menguraikan persyaratan fasilitas ruangan radiologi
diagnostik dan intervensional;
Menguraikan persyaratan keselamatan radiasi bidang
radiologi diagnostik dan intervensional;

Proteksi Radiasi terhadap Paparan Kerja

Pengertian
Radiologi adalah cabang ilmu kedokteran yang
berhubungan dengan penggunaan semua modalitas
yang menggunakan radiasi untuk diagnosis dan
prosedur terapi dengan menggunakan panduan
radiologi.

Radiologi

diagnostik

adalah kegiatan yang


berhubungan dengan penggunaan fasilitas untuk
keperluan diagnosis.dengan meggunakan teknik
radiografi dan fluoroskopi.

Proteksi Radiasi terhadap Paparan Kerja

Pengertian
Radiologi Intervensional adalah cabang ilmu
radiologi yang terlibat dalam terapi dan diagnosis
pasien, dengan melakukan terapi dalam tubuh pasien
melalui bagian luar tubuh dengan kawat penuntun,
stent, dan lain-lain dengan menggunakan sinar-X.

Proteksi Radiasi terhadap Paparan Kerja

Radiografi
Radiografi adalah pemanfaatan
berkas radiasi eksternal (sinar-X)
untuk menghasilkan citra (image)
dalam rangka mendiagnosa,
memisahkan, dan mengevaluasi
bagian dari suatu penyakit atau
kondisi patologi seseorang. Pasien
ditempatkan diantara tabung sinarX dan kaset film. Citra berupa
lembaran film.

Proteksi Radiasi terhadap Paparan Kerja

Fluoroskopi
Fluoroskopi adalah aplikasi
khusus dalam radiologi
diagnostik maupun
intervensional untuk
menghasilkan pencitraan sinarX di mana layar fluorescent dan
intensifier gambar dihubungkan
ke sistem televisi sirkuit
tertutup. Fluoroskopi
menghasilkan pencitraan realtime dari struktur dalam
gerakan.
Proteksi Radiasi terhadap Paparan Kerja

Tomografi
Tomografi (CT scan) adalah
salah satu teknik pada
radiologi intervensional
dengan menggunakan
sinar-x dimana gambar
yang dihasilkan merupakan
pemetaan dari penyerapan
objek terhadap sinar-X

Proteksi Radiasi terhadap Paparan Kerja

PESAWAT SINAR-X
Pesawat sinar-X umumnya terdiri dari komponen:
tabung sinar-X, generator tegangan tinggi, panel
kontrol, , dan peralatan penunjang (misal kolimator,
cassete holder, meja, dll).
A

Komponen tabung sinar-X


Proteksi Radiasi terhadap Paparan Kerja

10

Anoda

Target

Focusing Cup

Katoda

Pendingin
Sinar-X

Filament
Windows
kV

Pesawat Sinar-X dan Proses Pembangkitan Sinar-X


Proteksi Radiasi terhadap Paparan Kerja

11

PESAWAT SINAR-X

Berdasarkan ukuran dan cara penempatannya, pesawat sinar-X


dibedakan menjadi:
Pesawat sinar-X jinjing (portable), yaitu pesawat pesawat sinarX ukuran kecil dilengkapi dengan wadah pembungkus dan
tidak lagi diperkenakan untuk pemeriksaan manusia.
Pesawat sinar-X berpindah (mobile), yaitu pesawat sinar-X
yang dapat dipindahkan atau digerakan ke beberapa ruangan
untuk pemeriksaan umum secara rutin.
Pesawat sinar-X tetap (stationary,) yaitu pesawat sinar-X yang
terpasang secara tetap dalam ruangan yang digunakan untuk
pemeriksaan umum secara rutin.
Proteksi Radiasi terhadap Paparan Kerja

12

ORTABLE

PESAWAT SINAR-X

MOBILE

Proteksi Radiasi terhadap Paparan Kerja

STATIO

13

Jenis Pesawat Sinar-X


Meliputi:
1.Pesawat sinar-X diagnostik
2. Pesawat sinar-X intervensional
3. Pesawat sinar-X penunjang radioterapi
4. Pesawat sinar-X penunjang
kedokteran nuklir

Proteksi Radiasi terhadap Paparan Kerja

14

Jenis Pesawat Sinar-X


1. Untuk Diagnostik:
Pesawat Sinar-X Mobile (ruangan dan mobile station)
Pesawat Sinar-X Terpasang Tetap
Pesawat Sinar-X Tomografi
Pesawat Sinar-X Pengukur Densitas Tulang
Pesawat Sinar-X Penunjang ESWL (Extracorporeal Shock
Wave Lithotripsy ) (C-Arm dan konvensional)
Pesawat Sinar-X C-Arm Penunjang Bedah;
Pesawat Sinar-X Mamografi,
Pesawat Sinar-X Kedokteran Gigi
Pesawat Sinar-X Fluoroskopi; dan
Pesawat Sinar-X CT-Scan.

Proteksi Radiasi terhadap Paparan Kerja

15

Jenis Pesawat Sinar-X


2. Untuk Intervensional:
a. Pesawat Sinar-X Fluoroskopi;
b. Pesawat Sinar-X CT-Scan Fluoroskopi;
c. Pesawat Sinar-X C-Arm/U-Arm Angiografi; dan
d. Pesawat Sinar-X CT-Scan Angiografi.

Proteksi Radiasi terhadap Paparan Kerja

16

Jenis Pesawat Sinar-X


3. Untuk penunjang radioterapi:
a. Pesawat Sinar-X Simulator
b. Pesawat Sinar-X CT-Scan untuk simulator
c. Pesawat Sinar-X C-Arm untuk brakiterapi

Proteksi Radiasi terhadap Paparan Kerja

17

Jenis Pesawat Sinar-X


4. Untuk penunjang kedokteran nuklir:
Pesawat Sinar-X CT-Scan

Proteksi Radiasi terhadap Paparan Kerja

18

PESAWAT SINAR-X
MOBILE DALAM MOBILE STATION

Proteksi Radiasi terhadap Paparan Kerja

19

PESAWAT SINAR-X MAMOGRAFI

Proteksi Radiasi terhadap Paparan Kerja

20

PESAWAT SINAR-X KEDOKTERAN GIGI

Proteksi Radiasi terhadap Paparan Kerja

21

PESAWAT SINAR-X FLUOROSKOPI

KONVENSIONAL

C-ARM

Proteksi Radiasi terhadap Paparan Kerja

22

PESAWAT CT SCAN

Proteksi Radiasi terhadap Paparan Kerja

23

FASILITAS RUANGAN
Disain bangunan fasilitas pesawat sinar-X
harus memenuhi persyaratan:
a.Pembatas dosis untuk pekerja radiasi untuk
dinding ruangan dan pintu yang berbatasan
langsung dengan ruang kerja pekerja radiasi
b.Pembatas dosis untuk anggota masyarakat untuk
dinding ruangan dan pintu yang berbatasan
langsung dengan akses anggota masyarakat

Proteksi Radiasi terhadap Paparan Kerja

24

FASILITAS RUANGAN
Fasilitas ruang pesawat sinar-X harus memenuhi
persyaratan:
1.Ukuran ruangan pesawat sinar-X harus sesuai dengan
ketentuan yang berlaku
2.Jika ruangan memiliki jendela, maka jendela ruangan
paling kurang terletak pada ketinggian 2 m dari lantai.
3.Dinding ruangan untuk semua jenis pesawat sinar-X
terbuat dari bata merah ketebalan 25 cm atau beton dengan
kerapatan jenis 2,2 g/cm3 dengan ketebalan 20 cm atau
setara dengan 2 mm timah hitam (Pb), dan pintu ruangan
pesawat sinar-X harus dilapisi dengan timah hitam dengan
ketebalan tertentu.

Proteksi Radiasi terhadap Paparan Kerja

25

FASILITAS RUANGAN
Fasilitas pesawat sinar-X harus memenuhi
persyaratan :
4.Kamar gelap atau alat pengolahan film.
5.Ruang tunggu pasien.
6.Ruang ganti pakaian.
7.Tanda radiasi, poster peringatan bahaya
radiasi, dan lampu merah.

Proteksi Radiasi terhadap Paparan Kerja

26

DESAIN DINDING RUANGAN


Disain ketebalan dinding ruangan pesawat bergantung
pada:
Tegangan tabung maksimum (kVp) dan arus tabung
maksimum (mA);
Beban kerja pesawat (W), biasanya dinyatakan dengan
mA.menit/minggu.
Faktor guna (U) : adalah fraksi waktu operasi dimana
berkas radiasi diarahkan pada satu perisai tertentu;
Faktor hunian/ okupansi (T) : adalah fraksi waktu
operasi dimana suatu ruangan ditempati oleh personil/
individu;
Jarak (d) : jarak dari focal spot ke dinding primer atau
dinding sekunder.
Proteksi Radiasi terhadap Paparan Kerja

27

Jenis Pesawat Sinar-X

5panjang (m) x lebar (m) x tinggi (m)

.
5

Ukuran Minimum Ruangan:

Terpasang Tetap,

Mobile dalam ruangan, tidak


termasuk instalasi gawat darurat
daninstalasi perawatan intensif,

Tomografi,

Pengukur Densitas Tulang,

C-Arm untuk Penunjang Bedah,

4x 3 x 2,8

Mamografi

3 x 3 x 2,8

2 x 2 x 2,8

Intraoral Konvesional

Ekstraoral Konvesional

3 x 2 x 2,8

3 x 3 x 2,8

6 x 4 x 2,8

CBCT-Scan

Fluoroskopi
Penunjang ESWL
CT-Scan
CT-Scan Fluoroskopi
C-Arm/U-Arm Angiografi
CT-Scan Angiografi
Simulator
CT-Scan untuk Simulator

Proteksi Radiasi terhadap Paparan Kerja

28

KETENTUAN KESELAMATAN RADIASI


KESELAMATAN RADIASI DALAM PENGGUNAAN
PESAWAT SINAR-X
RADIOLOGI DIAGNOSTIK DAN INTERVENSIONAL
(Perka BAPETEN no.8 Th. 2011)

Program Proteksi dan Keselamatan Radiasi

29

(Perka BAPETEN no.8 Th. 2011)


Meliputi:
Penggunaan Pesawat sinar-X untuk:
1. Pesawat sinar-X diagnostik
2. Pesawat sinar-X intervensional
3. Pesawat sinar-X penunjang radioterapi
4. Pesawat sinar-X penunjang
kedokteran nuklir

Program Proteksi dan Keselamatan Radiasi

30

KESELAMATAN RADIASI
TINDAKAN MELINDUNGI

PEKERJA
MASYARAKAT
LINGKUNGAN HIDUP

EFEK SOMATIK
(STOKASTIK DAN DETERMINISTIK)
EFEK GENETIK
Proteksi Radiasi terhadap Paparan Kerja

31

Persyaratan
KESELAMATAN RADIASI
(1)
Persyaratan
MANAJEMEN
(2)
Persyaratan
PROTEKSI RADIASI

(3)
Persyaratan
TEKNIK
(4)
VERIFIKASI
Keselamatan

PENANGGUNG
JAWAB

PELATIHAN
Proteksi dan
Keselamatan
Radiasi

PERSYARATAN
MANAJEMEN
PERSONIL

PENANGGUNG JAWAB
KESELAMATAN RADIASI

PEMEGANG IZIN
PERSONIL yang TERKAIT
dengan penggunaan pesawat
sinar-X

TANGGUNG JAWAB PEMEGANG IZIN


PROGRAM Proteksi dan Keselamatan Radiasi (dibuat
oleh PPR)
PERSONIL yang ber KOMPETENSI
PELATIHAN Proteksi dan Keselamatan Radiasi
PEMANTAUAN KESEHATAN personil
PERLENGKAPAN Proteksi Radiasi
Lapor BAPETEN : Pelaksanaan Program dan Verifikasi
Keselamatan

PERSONIL
Instalasi pesawat sinar-X terpasang tetap, mobile,
tomografi, pengukur densitas tulang, penunjang
ESWL, dan atau C-Arm penunjang bedah:
Dokter spesialis radiologi
Petugas Proteksi Radiasi (PPR)
Radiografer

PERSONIL
Instalasi pesawat sinar-X mamografi, CT-scan,
fluoroskopi, C-Arm/U-Arm/CT-scan angiografi, CTscan fluoroskopi, simulator, C-Arm brakhiterapi:
Dokter spesialis radiologi
Tenaga ahli dan/atau Fisikawan Medis
Petugas Proteksi Radiasi (PPR)
Radiografer

PERSONIL
Instalasi pesawat sinar-X untuk pemeriksaan
bidang kedokteran gigi:
Dokter gigi spesialis radiologi kedokteran gigi
atau Dokter spesialis radiologi
Petugas Proteksi Radiasi (PPR)
Radiografer atau operator yang memiliki
sertifikasi

TUGAS DAN KEWAJIBAN PPR (1)


Membuat dan memutakhirkan PROGRAM Proteksi dan
Keselamatan Radiasi
Memantau aspek OPERASIONAL Program Proteksi dan
Keselamatan Radiasi
Menjamin bahwa PERLENGKAPAN Proteksi Radiasi
TERSEDIA dan BERFUNGSI
Memantau PEMAKAIAN Perlengkapan Proteksi Radiasi
Meninjau secara SISTEMATIK dan PERIODIK, program
PEMANTAUAN di semua tempat pesawat sinar-X digunakan
Memberikan KONSULTASI yang berkaitan dengan proteksi
dan keselamatan radiasi

TUGAS DAN KEWAJIBAN PPR (2)


Berpartisipasi dalam MENDESAIN fasilitas radiologi
Memelihara REKAMAN
Mengidentifikasi kebutuhan dan mengorganisasi kegiatan
PELATIHAN
Melaksanakan latihan penanggulangan dan pencarian
keterangan dalam hal PAPARAN DARURAT
Melaporkan KEGAGALAN operasi yang berpotensi
kecelakaan radiasi kepada pemegang izin
Menyiapkan LAPORAN TERTULIS pelaksanaan Program
Proteksi dan Keselamatan Radiasi, dan Verifikasi
Keselamatan radiasi

Dokter Spesialis Radiologi atau Dokter yang


Berkompeten
Dokter spesialis radiologi adalah dokter dengan
spesialisasi di bidang radiologi, yang menggunakan
radiasi pengion dan non pengion untuk membuat
diagnosis dan melakskan terapi Intervensi.
Dokter yang berkompeten adalah dokter spesialis
radiologi atau dokter lain yang memiliki kompetensi
dalam bidang Radiologi.

Proteksi Radiasi terhadap Paparan Kerja

41

TUGAS DAN KEWAJIBAN DOKTER SPESIALIS RADIOLOGI


ATAU DOKTER YANG BERKOMPETEN
menjamin pelaksanaan seluruh aspek keselamatan
pasien
memberikan rujukan dan justifikasi pelaksanaan
diagnosis atau intervensional dengan mempertimbang
kan informasi pemeriksaan sebelumnya
mengoperasikan pesawat sinar-X fluoroskopi
menjamin bahwa paparan pasien serendah mungkin
untuk mendapatkan citra radiografi yang seoptimal
mungkin dengan mempertimbangkan tingkat panduan
paparan medik

TUGAS DAN KEWAJIBAN DOKTER SPESIALIS RADIOLOGI


ATAU DOKTER YANG BERKOMPETEN
menetapkan prosedur diagnosis dan intervensional
bersama dengan fisikawan medis dan/atau
radiografer
mengevaluasi kecelakaan radiasi dari sudut
pandang klinis dan
menyediakan kriteria untuk pemeriksaan wanita
hamil, anak-anak, dan pemeriksaan kesehatan
Pekerja Radiasi.

Tenaga Ahli (Qualified Expert)


Tenaga Ahli (Qualified Expert) adalah tenaga
kesehatan yang memiliki kompetensi dalam bidang
fisika medik klinik lanjut, telah mengikuti clinical
residence, dan telah bekerja di instalasi radiologi
paling kurang 7 (tujuh) tahun.
Kualifikasi Tenaga Ahli (Qualified Expert) memiliki
latar belakang pendidikan paling kurang S2 (strata
dua) fisika medik.

Proteksi Radiasi terhadap Paparan Kerja

44

TUGAS DAN KEWAJIBAN TENAGA AHLI


Meninjau ulang Program proteksi dan keselamatan
radiasi
Memberikan pertimbangan berdasarkan aspek
keselamatan radiasi, praktik rekayasa yang teruji,
dan kajian keselamatan secara komprehensif untuk
peningkatan layanan radiologi diagnostik dan
intervensional kepada Pemegang Izin

b. Dokter Gigi Spesialis Radiologi Kedokteran Gigi


atau Dokter Gigi yang Berkompeten
Dokter gigis spesialis radiologi kedokteran gigi adalah
dokter gigi yang mengkhususkan diri pada Ilmu
radiologi dalam pelayanan medis dan pencitraan
diagnostic kedokteran gigi yang berkaitan dengan
penyakit
dan/atau
kelainan
pada
sistem
stomatognatik.
Dokter Gigi yang Berkompeten adalah dokter gigi yang
telah memperoleh kompetensi dalam bidang
radiologi kedokteran gigi tertentu.
Proteksi Radiasi terhadap Paparan Kerja

46

Tugas dan tanggung jawab Dokter Gigi Spesialis


Radiologi Kedokteran Gigi:
1.menjamin pelaksanaan seluruh aspek keselamatan
pasien;
2.memberikan rujukan dan justifikasi pelaksanan
diagnosis dengan mempertimbangkan informasi
pemeriksaan
3.menjamin bahwa paparan pasien serendah mungkin
untuk mendapatkan Citra Radiografi yang seoptimal
mungkin dengan mempertimbangkan tingkat panduan
paparan medik;
Proteksi Radiasi terhadap Paparan Kerja

47

Tugas dan tanggung jawab Dokter Gigi Spesialis


Radiologi Kedokteran Gigi:
4.menetapkan prosedur diagnosis mengevaluasi
kecelakaan radiasi dari sudut pandang klinis; dan
5.menyediakan kriteria untuk pemeriksaan wanita
hamil, anak-anak, dan pemeriksaan kesehatan
Pekerja Radiasi.

Proteksi Radiasi terhadap Paparan Kerja

48

d. Fisikawan Medis
Fisikawan Medis adalah tenaga kesehatan yang
memiliki kompetensi dalam bidang fisika medik
klinik dasar.
Kualifikasi fisikawan medis memiliki latar belakang
pendidikan paling kurang S1 (strata satu) fisika
medik atau yang setara.

Proteksi Radiasi terhadap Paparan Kerja

49

Tugas dan tanggungjawab Fisikawan Medis:


1.berpartisipasi dalam meninjau ulang secara terus
menerus keberadaan sumber daya manusia, peralatan,
prosedur, dan perlengkapan proteksi radiasi;
2.menyelenggarakan uji kesesuaian pesawat sinar-X
apabila instalasi tersebut memiliki peralatan yang
memadai;
3.melakukan perhitungan dosis terutama untuk
menentukan Dosis janin pada wanita hamil;

Proteksi Radiasi terhadap Paparan Kerja

50

Tugas dan tanggungjawab Fisikawan Medis:


4.merencanakan,
melaksanakan,
dan
supervise
prosedur jaminan mutu apabila dimungkinkan;
5.berpartisipasi dalam investigasi dan evaluasi
kecelakaan radiasi;
6.berpartisipasi pada penyusunan dan pelaksanaan
program pelatihan proteksi radiasi; dan
7.bersama Dokter Spesialis Radiologi dan Radiografer,
memastikan kriteria penerimaan mutu hasil pencitraan
dan justifikasi dosis yang diterima oleh pasien.

Proteksi Radiasi terhadap Paparan Kerja

51

Radiografer atau
Kedokteran Gigi

Operator

Pesawat

Sinar-X

Radiografer adalah tenaga kesehatan yang memiliki


kompetensi dengan diberikan tugas, wewenang,
dan tanggung jawab secara penuh untuk
melakukan kegiatan radiologi diagnostik dan
intervensional.
Operator Pesawat Sinar-X Kedokteran Gigi adalah
orang yang mengoperasikan Pesawat Sinar-X
Kedokteran Gigi selain Radiografer, yang memiliki
kompetensi bidang radiologi kedokteran gigi.
Proteksi Radiasi terhadap Paparan Kerja

52

Kualifikasi Radiografer harus memiliki latar


belakang pendidikan paling kurang D-III (diploma
tiga) Radiologi.
Kualifikasi Operator Sinar-X
Kedokteran Gigi
memiliki latar belakang pendidikan paling kurang
SLTA atau setara dan telah mendapat pelatihan
khusus dalam pengoperasian Pesawat Sinar-X
Kedokteran Gigi.

Proteksi Radiasi terhadap Paparan Kerja

53

Tugas dan Tanggungjawab Radiografer atau Operator


Pesawat Sinar-X Kedokteran Gigi:
memberikan proteksi terhadap pasien, dirinya
sendiri, dan masyarakat di sekitar ruang pesawat
sinar-X;
menerapkan teknik dan prosedur yang tepat untuk
meminimalkan paparan yang diterima pasien sesuai
kebutuhan; dan
melakukan kegiatan pengolahan film di kamar gelap.

Proteksi Radiasi terhadap Paparan Kerja

54

PELATIHAN
Proteksi dan Keselamatan
Radiasi
Peraturan PerUU Ketenaganukliran

M
A
T
E
R
I

Sunber radiasi dlm pemanfaatan


Efek biologi radiasi
Satuan dan Besaran Radiasi
Prinsip Proteksi dan Keselamatan Radiasi
Alat Ukur Radiasi
Tindakan Kedaruratan

Proteksi Radiasi terhadap Paparan Kerja

55

PERSYARATAN
PROTEKSI RADIASI

Manfaat > Resiko

Penerapan NBD

JUSTIFIKASI

LIMITASI
DOSIS

NBD ditetapkan BAPETEN


Tidak boleh dilampaui

Paparan Radiasi
Serendah Mungkin

OPTIMISASI
PR

BERLAKU :
Paparan Kerja (Personil)
Paparan Masyarakat
TIDAK BERLAKU
Paparan Medik
Paparan Alam

Mempertimbangkan Faktor :
TEKNOLOGI
EKONOMI
SOSIAL

Proteksi Radiasi terhadap Paparan Kerja

56

Justifikasi penggunaan psw. Sinar-X


Justifikasi paparan medik (diagnostik atau intervensional)
diberikan oleh dokter/dokter gigi dalam bentuk surat rujukan
atau konsultasi
Setiap pemeriksaan untuk keperluan pekerjaan. Legal, atau
asuransi kesehatan tanpa indikasi klinis tidak diperbolehkan,
kecuali diperlukan untuk:
memberi informasi penting mengenai kesehatan seseorang
yang diperiksa; atau
proses pembuktian atas terjadinya suatu pelanggaran
hukum.
Proteksi Radiasi terhadap Paparan Kerja

57

Justifikasi penggunaan psw. Sinar-X


Pemeriksaan massal secara selektif terhadap kelompok
populasi dengan menggunakan pesawat sinar-X hanya
diperbolehkan apabila manfaat yang diperoleh orang
perseorangan yang diperiksa atau bagi populasi secara
keseluruhan, lebih besar dari resiko yang ditentukan oleh
Dokter Spesialis Radiologi atau Dokter yang Berkompeten.

Proteksi Radiasi terhadap Paparan Kerja

58

Justifikasi penggunaan psw. Sinar-X

Psw. Sinar-X mamografi tidak boleh digunakan untuk


pemeriksaan payudara apabila tidak ada indikasi klinis,
kecuali untuk:
Perempuan berusia > 40 tahun dengan pertimbangan:
Manfaat > Resiko
Perempuan berusia < 40 tahun dan memiliki sejarah faktor
risiko yang tidak semestinya, misalnya memiliki sejarah
karsinoma payudara dalam keluarga terdekat.

Proteksi Radiasi terhadap Paparan Kerja

59

NBD
NBD Pesonil

NBD anggota Masyarakat

Dosis Efektif 20 mSv per tahun


(rata-rata), selama 5 tahun
berturut-turut
Dosis Efektif 50 mSv dalam 1
tahun tertentu
Dosis Ekivalen untuk lensa mata
150 mSv dalam 1 tahun
Dosis Ekivalen untuk tangan
dan kaki, atau kulit 500 mSv
dalam 1 tahun

Dosis Efektif 1 mSv dalam


1 tahun
Dosis Ekivalen untuk lensa
mata 15 mSv dalam 1
tahun
Dosis Ekivalen untuk kulit
50 mSv dalam 1 tahun

NBD tidak berlaku untuk pasien dan


pendamping pasien
Proteksi Radiasi terhadap Paparan Kerja

60

BAGAIMANA Pemegang
Izin Memastikan NBD
tidak terlampaui ?

SEDIAKAN

PERLENGKAPAN
PROTEKSI RADIASI

Peralatan pemantau dosis


Perorangan
Peralatan protektif radiasi

DOSIS yang diterima


PERSONIL
PANTAU
PAPARAN RADIASI

FILM BADGE
TLD Badge
Dosimeter Saku (terkalibrasi)
SURVEIMETER (Respon energi,
Rentang pengukuran, dan
Kalibrasi)

Proteksi Radiasi terhadap Paparan Kerja

61

BAGAIMANA Pemegang
Izin Memastikan NBD
tidak terlampaui ?

Peralatan Dosimeter pembacaan langsung harus disediakan oleh PI


minimal 2 buah untuk instalasi yang menggunakan pesawat sinar-X
Konvensional dan C-Arm penunjang bedah
Peralatan protektif tadiasi:
a.Apron
b.Tabir yang dilapisi Pb dan dilengkapi kaca Pb
c.Kacamata Pb
d.Sarung tangan Pb
e.Pelindung tiroid Pb
f.Pelindung ovarium
g.Pelindung gonad Pb
Proteksi Radiasi terhadap Paparan Kerja

62

Peralatan Protektif
Radiasi
a. Apron
Apron yang setara dengan 0,2 mm
Pb, atau 0,25 mm untuk pesawat
radiologi diagnostik, dan 0,35 mm
Pb, atau 0,5 Pb untuk pesawat
sinar-X radiologi intervensional.
Tebal kesetaran timah hitam harus
diberi tanda secara permanen dan
jelas pada apron tersebut.

Proteksi Radiasi terhadap Paparan Kerja

63

Peralatan Protektif Radiasi


b. Pelindung Gonad
Pelindung gonad yang setara dengan
0,2 mm Pb atau 0,25 mm Pb untuk
penggunaan pesawat sinar-X radiologi
diagnostik, dan 0,35 mm Pb, atau 0,5 mm
Pb untuk pesawat sinar-X radiologi
intervensional. Tebal kesetaran Pb harus
diberi tanda secara permanen dan jelas
pada apron tersebut.
Proteksi ini harus dengan ukuran dan
bentuk yang sesuai untuk mencegah
gonad secara keseluruhan dari paparan
berkas utama.
Proteksi Radiasi terhadap Paparan Kerja

64

Peralatan Protektif Radiasi


c. Pelindung Tiroid
Pelindung tiroid terbuat dari
bahan yang setara dengan 1 mm
Pb.
d. Sarung Tangan
Sarung tangan proteksi yang
digunakan untuk fluoroskopi
harus memberikan kesetaraan
atenuasi paling kurang 0,25 mm
Pb pada 150 kVp
Proteksi Radiasi terhadap Paparan Kerja

65

e. Kaca Mata
Kaca mata yang terbuat dari bahan
yang setara dengan 1 mm Pb

f. Tabir
Tabir yang digunakan oleh
Radiografer harus dilapisi dengan
bahan yang setara dengan 1 mm Pb.
Ukuran tabir adalah sebagai berikut:
tinggi 2 m dan lebar 1 m yang
dilengkapi dengan kaca intip Pb yang
setara dengan 1 mm Pb.

Proteksi Radiasi terhadap Paparan Kerja

66

PENERAPAN OPTIMISASI
PROTEKSI DAN KESELAMATAN RADIASI
Penerapan optimisasi proteksi dan keselamatan
radiasi harus diupayakan agar:
pekerja radiasi dan masyarakat di sekitar instalasi
radiologi menerima paparan radiasi serendah
mungkin yang dapat dicapai
pasien menerima dosis radiasi serendah mungkin
sesuai dengan yang diperlukan untuk mencapai
tujuan diagnostik.
Proteksi Radiasi terhadap Paparan Kerja

67

Penerapan optimisasi dilaksanakan melalui prinsip


optimisasi proteksi dan keselamatan radiasi yang
meliputi:
pembatas dosis untuk pekerja radiasi dan anggota
masyarakat; dan
tingkat panduan paparan medik untuk pasien.

Proteksi Radiasi terhadap Paparan Kerja

68

OPTIMISASI
Proteksi Radiasi

PEMBATAS DOSIS PERSONIL:


dari hasil evaluasi dosis max/tahun
Utk fas.Terbuka + Tertutup

PROGRAM Proteksi
Keselamatan Radiasi

Dosis bisa berubah-ubah


Beban Kerja
Perubahan Prosedur
Teknologi Baru

PERSETUJUAN

Proteksi Radiasi terhadap Paparan Kerja

B
A
P
E
T
E
N
69

Nilai Pembatas Dosis


(untuk Radiologi Diagnostik dan Intervensional)

a.Pekerja: 1/2 (satu per dua) dari NBD untuk pekerja


radiasi, yaitu sebesar 10 mSv per tahun atau 0,2 mSv
per minggu; dan
b. Masyarakat: 1/2 (satu per dua) dari NBD untuk
anggota masyarakat yaitu sebesar 0,5 mSv per tahun
atau 0,01 mSv per minggu.
c. Pendamping pasien: tidak melebihi 2 mSv
selama masa pemeriksaan pasien.
Proteksi Radiasi terhadap Paparan Kerja

70

TINGKAT PANDUAN
Tingkat panduan paparan medik diterapkan untuk:
a. Radiografi
b. Fluoroskopi
Tingkat panduan paparan medik dapat dilampaui
asalkan ada justifikasi berdasarkan kebutuhan
klinis

Proteksi Radiasi terhadap Paparan Kerja

71

Tingkat panduan dosis radiografi diagnostik untuk setiap


pasien dewasa tertentu
Jenis
Pemeriksaan

Posisi
Pemeriksaan

Dosis Permukaan
masuk per
radiografi (mGy)

Lumbal spine

AP

10

LAT

AP

30
40
10
10

Hip joint (sendi


panggul)

AP

10

Paru (Chest)

PA

0,4

LAT

1,5

LSJ

Abdomen,
Pelvis

AP

Proteksi Radiasi terhadap Paparan Kerja

72

Tingkat panduan dosis radiografi diagnostik untuk setiap


pasien dewasa tertentu (lanjutan)

Jenis
Pemeriksaan

Posisi
Pemeriksaan

Dosis Permukaan
masuk per
radiografi (mGy)

Torakal Thoracic
Spiine)

AP

LAT

20
7
5

Gigi (Dental)

Periapical
AP

Kepala (Skul)

PA
LAT

Proteksi Radiasi terhadap Paparan Kerja

5
3
73

Tingkat panduan dosis CT-Scan untuk setiap pasien dewasa


tertentu
Jenis Pemeriksaan
Kepala

Dosis rata-rata multiple


scan* (mGy)
50

Lumbal

35

Abdomen

25

Tingkat panduan dosis Mamografi untuk setiap pasien


dewasa tertentu
Normal
Dosis glandular rata-rata untuk setiap proyeksi pasien dewasa tertentu:
1 mGy (tanpa grid)
3 mGy (dengan grid)

Proteksi Radiasi terhadap Paparan Kerja

74

Tingkat panduan laju dosis fluoroskopi untuk setiap


pasien dewasa tertentu

Cara Pengoperasian

Laju Dosis Permukaan Kulit


(mGy/menit)

Normal

25

Tingkat Tinggi

100

Proteksi Radiasi terhadap Paparan Kerja

75

Persyaratan Teknik
Pemegang Izin, dalam memanfaatkan pesawat
sinar-X untuk radiologi diagnostik dan
intervensional wajib memenuhi persyaratan
teknik meliputi :
a. pesawat sinar-X;
b. peralatan penunjang pesawat sinar-X ; dan
c. bangunan fasilitas.

Proteksi Radiasi terhadap Paparan Kerja

76

Pesawat sinar-X
Harus memenuhi ketentuan Standar Nasional
Indonesia (SNI) atau standar lain yang
tertelusur.
Paling kurang terdiri atas komponen utama:
tabung
pembangkit tegangan tinggi
panel kontrol
perangkat lunak

Proteksi Radiasi terhadap Paparan Kerja

77

Pesawat sinar-X
Pesawat sinar-X untuk pemeriksaan umum
secara rutin (selain pesawat sinar-X untuk
Radiologi Kedokteran Gigi, Mamografi,
Fluoroskopi dan Pengukur Densitas
Tulang), harus mempunyai spesifikasi :
daya generator paling rendah 5 kW ;
kuat arus tabung paling rendah 50 mA; dan
tegangan tabung dapat dioperasikan hingga
100 kV
Pesawat sinar-X Kedokteran Gigi Intraoral
harus dilengkapi dengan konus
Proteksi Radiasi terhadap Paparan Kerja

78

Pesawat sinar-X Kedokteran Gigi Intraoral harus


dilengkapi konus dengan spesifikasi:
panjang konus > 20 cm (tegangan operasional > 60 kV)
panjang konus > 10 cm (tegangan operasional = 60 kV)
diameter konus < 6 cm
Pesawat sinar-X Fluoroskopi harus dilengkapi dengan
sistem pencitraan (closed circuit television (CCTV) atau
charge coupled device (CCD)) serta tabir penguat citra
(image intensifier) dan Mass Chest Survey (MCS)

Proteksi Radiasi terhadap Paparan Kerja

79

Pesawat sinar-X mobile hanya boleh digunakan untuk


pemeriksaan rutin di:
instalasi gawat darurat
instalasi perawatan intensif
ruang radiologi apabila pesawat sinar-X terpasang
tetap mengalami kerusakan
mobile station (memenuhi persyaratan ukuran
ruangan)
klinik
Puskesmas
praktek dokter

Proteksi Radiasi terhadap Paparan Kerja

80

Pesawat sinar-X portabel dan pesawat sinar-X


Kedokteran Gigi portabel tidak boleh digunakan untuk
pemeriksaan rutin, kecuali penggunaan pada:
Daerah terpencil
Daerah bencana
Daerah konflik
Pemeriksaan massal (dilakukan oleh instansi
pemerintah) bagi anggota masyarakat yang diduga
terjangkit penyakit menular

Proteksi Radiasi terhadap Paparan Kerja

81

pesawat sinar-X harus dioperasikan oleh


radiografer, kecuali pesawat sinar-X Fluoroskopi.
Pesawat sinar-X Fluoroskopi harus dioperasikan
oleh Dokter Spesialis Radiologi atau Dokter yang
berkompeten.
Interpretasi Citra radiografi dilakukan oleh dokter
spesialis radiollogi atau dokter yang berkompeten
Interpretasi Citra radiografi yang dihasilkan pesawat
sinar-X kedokteran gigi dilakukan oleh dokter gigi
spesialis radiologi kedokteran gigi, dokter gigi yang
berkompeten atau dokter spesialis radiollogi
Proteksi Radiasi terhadap Paparan Kerja

82

Peralatan penunjang pesawat sinar-X:


peralatan penunjang pesawat sinar-X harus
memenuhi ketentuan Standar Nasional Indonesia
(SNI) atau standar lain yang tertelusur
peralatan penunjang pesawat sinar-X paling kurang
terdiri atas komponen:
tiang penyangga tabung
kolimator dan
instrumentasi tegangan.

Proteksi Radiasi terhadap Paparan Kerja

83

Bangunan fasilitas
Disain bangunan harus memenuhi persyaratan pembatas
dosis untuk :
pekerja radiasi (10 mSv per tahun atau 0,2 mSv per
minggu) untuk perisai pada dinding ruangan dan/ atau
pintu yang berbatasan langsung dengan ruang pekerja
radiasi dan
pembatas dosis untuk masyarakat (0,5 mSv per tahun
atau 0,01
mSv per minggu) untuk perisai pada dinding
ruangan dan/ atau pintu yang berbatasan langsung
dengan akses anggota masyarakat.
Proteksi Radiasi terhadap Paparan Kerja

84

VERIFIKASI
Keselamatan

TUJUAN
Menjamin Keselamatan Radiasi
PELAKSANAAN
Sebelum alat digunakan

Dilaksanakan melalui:
Pemantauan Paparan Radiasi
Uji Kkesesuaian Pesawat Sinar-X
Identifikasi terjadinya paparan potensial

Hasil verifikasi harus dicatat dalam log book


Proteksi Radiasi terhadap Paparan Kerja

85

Pemantauan paparan radiasi dilakukan oleh Pemegang


Izin terhadap:
Fasilitas yang baru dimiliki sebelum digunakan
Fasilitas yang mengalami perubahan.
Pelaksanaan pemantauan paparan radiasi dilakukan oleh
Petugas Proteksi Radiasi pada ruang kendali pesawat
sinar-X, ruang di sekitar pesawat sinar-X, dan personil
yang sedang melaksanakan prosedur fluoroskopi.

Proteksi Radiasi terhadap Paparan Kerja

86

Uji Kesesuaian Pesawat Sinar-X


Uji Kesesuaian pesawat sinar-X adalah uji untuk
memastikan pesawat sinar-X dalam kondisi andal, baik
untuk kegiatan radiologi diagnostik maupun intervensional
dan memenuhi peraturan perundang-undangan.
Tujuan: untuk mewujudkan pengoperasian pesawat sinar-X
yang andal dan aman bagi pasien, pekerja dan
masyarakat.
Setiap orang atau badan yang mengajukan permohonan
izin baru, perpanjangan izin dan/ atau memiliki izin
penggunaan pesawat sinar-X wajib melaksanakan Uji
Kesesuaian.
Proteksi Radiasi terhadap Paparan Kerja

87

Uji Kesesuaian harus dilakukan terhadap pesawat


sinar-X yang:
1.belum memiliki sertifikat Uji Kesesuaian
2.masa berlaku sertifikat Uji Kesesuaiannya telah
berakhir (masa berlaku: 4 tahun, Mamografi: 3 tahun)
3.telah memiliki yang sertifikat Uji Kesesuaian tetapi
telah mengalami perubahan spesifikasi teknis yang
dikarenakan perbaikan dan/atau penggantian
komponen signifikan.

Proteksi Radiasi terhadap Paparan Kerja

88

Uji Kesesuaian harus dilakukan terhadap fungsi


kinerja dari komponen signifikan pesawat sinar-X
yang mempengaruhi penerimaan dosis radiasi
pasien dan kualitas citra yang dihasilkan yang
meliputi:
a.generator;
b.panel kendali;
c.tabung insersi;
d.wadah tabung (housing); dan
e.komponen terkait sistem pencitraan.

Proteksi Radiasi terhadap Paparan Kerja

89

Parameter uji secara langsung mempengaruhi dosis


radiasi pasien dan menentukan kelayakan operasi
pesawat sinar-X terhadap pasien meliputi:
kolimasi berkas sinar-X;
kualitas berkas sinar-X;
reproduksibilitas penyinaran;
indikator peringatan penyinaran, termasuk
timer
fluoroskopik; sistem interlock untuk menghentikan
penyinaran secara otomatis bila batas prakondisi
keselamatan terlampaui;
kebocoran wadah tabung Pesawat Sinar-X;
laju dosis radiasi maksimum pada penyinaran
fluoroskopik;
informasi dosis atau laju dosis radiasi yang diterima
pasien.
Proteksi Radiasi terhadap Paparan Kerja

90

Identifikasi terjadinya paparan potensial dilakukan


dengan
mempertimbangkan
kemungkinan
kecelakaan sumber atau suatu kejadian atau
rangkaian kejadian yang mungkin terjadi akibat
kegagalan peralatan atau kesalahan operasional.
Paparan potensial yang dimaksud dapat menjadi
paparan darurat

Proteksi Radiasi terhadap Paparan Kerja

91

Intervensi

Melalui tindakan protektif dan remed


Intervensi
berdasarkan rencana penanggulangan
Paparan
keadaan darurat
Darurat

Prosedur
Rencana
Kedaruratan
Meliputi:
(minimal)

Identifikasi terhadap penyebab terjadinya


paparan darurat
Personil yang melaksanakan intervensi
Sistem koordinasi antar penyelenggara
keselamatan radiasi dalam melaksanakan
intervensi
Penanggulangan paparan darurat
pelaporan
Proteksi Radiasi terhadap Paparan Kerja

92

Intervensi
Penanggulangan
Paparan
Darurst
Meliputi:
(minimal)

a. Tindakan protektif untuk mencegah terjadinya


paparan darurat, meliputi:
Uji kesesuaian dan perbaikan pesawat
sinar-X
Perbaikan perangkat lunak
b. Penanganan dan pemulihan pasien atau pekerja
yang mendapat paparan radiasi berlebih

Rencana penanggulangan keadaan darurat disusun da


gram Proteksi dan Keselamatan Radiasi
Proteksi Radiasi terhadap Paparan Kerja

93

Intervensi
PI harus mencari
paparan darurat:

keterangan

segera

setelah

a.Analisis penyebab kejadian


b.Perhitungan atau kajian dosis yang diterima
c.Tindakan
korektif yang diperlukan untuk
mencegah terulangnya kejadian serupa
Hasil pencarian fakta tersebut harus dicatat dalam
log book

Proteksi Radiasi terhadap Paparan Kerja

94

REKAMAN

Dokumen/Bukti Pelaksanaan
Kegiatan Pemanfaatan Tenaga Nuklir

a. data inventarisasi pesawat sinar-X


(komponen dan spesifikasi serta
penggantian tabung)
b. catatan dosis yang diterima personil
setiap bulan
c. hasil pemantauan laju Paparan Radiasi
di tempat kerja dan lingkungan
d. uji kesesuaian pesawat sinar-X
e. kalibrasi dosimeter perorangan
pembacaan langsung
f. hasil pencarian fakta akibat Kecelakaan
Radiasi........

DIBUAT
DIPELIHARA
DISIMPAN

Proteksi Radiasi terhadap Paparan Kerja

95

Dokumen/Bukti Pelaksanaan
REKAMAN
Kegiatan Pemanfaatan Tenaga Nuklir
g. penggantian komponen pesawat
sinar-X
h. pelatihan yang paling kurang memuat
informasi:
1. nama personil
2. tanggal dan jangka waktu pelatihan
3. topik yang diberikan; dan fotokopi
sertifikat pelatihan atau surat
keterangan.
i. hasil pemantauan kesehatan personil.

DIBUAT
DIPELIHARA
DISIMPAN

Proteksi Radiasi terhadap Paparan Kerja

96

LAPORAN
(Tertulis): 1kali/tahun
PELAKSANAAN Program Proteksi dan Keselamatan Radiasi
Verifikasi Keselamatan
Intervensi terhadap paparan darurat
Meliputi:
Hasil pemantauan dosis untuk radiologi intervensional
Hasil uji kesesuaian pesawat sinar-X
Perbaikan dan/atau penggantian komponen pesawat sinar-X
yang paling kurang meliputi: panel kontrol, filter, kolimator,
dan lampu kolimator

BAPETEN
Proteksi Radiasi terhadap Paparan Kerja

97

LAPORAN
Pelaksanaan Intervensi
Laporan tertulis minimal 3 (tiga) hari kerja terhitung sejak
pelaksanaan intervensi terhadap paparan darurat
selesai dilakukan

Meliputi:
Hasil pelaksanaan rencana penanggulangan
keadaan darurat
BAPETEN
Proteksi Radiasi terhadap Paparan Kerja

98

Proteksi Radiasi terhadap Paparan Kerja

99