Anda di halaman 1dari 4

BUNUH DIRI DAN EUTHANASIA DALAM

PANDANGAN ISLAM

Disusun guna memenuhi tugas agama, oleh:


PRODI DIII KEPERAWATAN SEMARANG
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTRIAN KESEHATAN SEMARANG
2012/2013

BAB I
PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
Kehidupan manusia bukan menjadi hak milik pribadi, sebab dia tidak dapat
membuat dirinya, anggotanya ataupun sel-selnya. Diri manusia pada hakekatnya
hanyalah sebagai barang titipan yang di berikan Allah. Oleh karena itu tidak
boleh titipan ini diabaikannya.
Islam menghendaki kepada setiap muslim hendaknya selalu optimis dalam
menghadapi setiap musibah. Oleh karena itu islam tidak membenarkan dalam
situasi apapun untuk melepaskan dari hidup dan menanggalkan pakaian karena
ada suatu bala yang menimpanya atau karena gagal dalam cita-cita yang
diimpikan. Sebab seorang mumin dicipta justru untuk berjuang, bukan untuk
tinggal diam, dan untuk berperang bukan untuk berlari. Iman dan budinya tidak
mengijinkan dia lari dari arena kehidupan. Sebab setiap mumin mempunyai
senjata yang tidak bisa sumbing dan mempunyai kekayaan yang tidak bisa habis,
yaitu senjata iman dan kekayaan budi.(Halal dan Haram dalam Islam : 1990 :
452-453)
Hal yang biasa kita jumpai dalam masyarakat adalah peristiwa bunuh diri dan
euthanasia. dalam makalah ini akan dibahas tentang bunuh diri dan euthanasia
lebih dalam.
Bunuh diri (dalam bahasa Inggris: suicide; dalam budaya Jepang dikenal

istilah harakiri) adalah perbuatan menghentikan hidup sendiri yang


dilakukan oleh individu itu sendiri atau atas keinginannya.
(wikipedia.org/wiki/bunuh_diri)
Euthanasia adalah membiarkan seseorang mati dengan mudah dan baik.
(Fiqih Kesehatan 2007:148)
2. Rumusan Masalah
Apa definisi bunuh diri?

3. Tujuan

BAB II

BUNUH DIRI DAN EUTHANASIA

2.1. Pengertian
Bunuh diri adalah (dalam bahasa Inggris: suicide; dalam budaya Jepang

dikenal istilah harakiri) adalah perbuatan menghentikan hidup sendiri


yang dilakukan oleh individu itu sendiri atau atas keinginannya.
2.2. Motif bunuh diri

Pada dasarnya, segala sesuatu itu memiliki hubungan sebab akibat. Dalam
hubungan sebab akibat ini akan menghasilkan suatu alasan atau sebab
tindakan yang disebut motif. Motif yang melandasi seseorang melakukan
bunuh diri antara lain:
1. Depresi
60% dari semua kasus bunuh diri dilakukan oleh orang yang mengalami
gangguan mood atau suasana hati. Gangguan ini cukup luas, meliputi depresi
berat dan gangguan bipolar. Orang yang mengalami depresi berkepanjangan
sangat beresiko melakukan bunuh diri.

2. Gangguan mental
30% kasus bunuh diri dilakukan oleh orang yang memiliki gangguan
mental selain gangguan mood, misalnya ganggun stress pasca trauma,
skizofrenia, gangguan kepribadian.
3. Luka emosional
Penolakan, penghinaan, atau rasa malu dapat mendorong seseorang
melakukan bunuh diri yang disebabkan oleh seseorang yang dikucilkan
di lingkungan masyarakat.
4. Rasa bersalah
Seseorang yang memilki rasa bersalah yang diakibatan dari
menyaksikan atau mengalami penyiksaan, pelecehan seksual,
pembantaian, atau kekerasan bisa menjadi penyebab bunuh diri.
5. Menderita penyakit parah
Orang yang menderita penyakit kronis, lumpuh, cacat anggota tubuh
terkadang melakukan bunuh diri karena merasa tidak nyaman dengan
kondisi yang dialaminya atau bisa juga karena rasa sedih akibat
kehilangan fungsi tubuh sehingga membuat penampilannya menjadi
buruk.
6. Kehilangan dan kesedihan
Kehilangan dan kesedihan juga berkaitan dengan bunuh diri, misalnya
kehilangan pekerjaan, status sosial, aset keuangan atau sesuatu lain
yang biasanya memicu kesedihan. Kehilangan dan kesedihan dapat
memicu bunuh diri karena seseorang tidak dapat melihat alasan untuk
terus hidup.

Dalam ilmu sosiologi, ada tiga penyebab bunuh diri dalam masyarakat,
yaitu:
1. egoistic suicide (bunuh diri karena urusan pribadi)
2. altruistic suicide (bunuh diri untuk memperjuangkan orang lain)
3. anomic suicide (bunuh diri karena masyarakat dalam kondisi
kebingungan)
2.3.

Pandangan Bunuh Diri Menurut Hukum Islam


Pada dasarnya bunuh diri diharamkan dalam islam. Hal ini diperkuat oleh
beberapa surat dan al hadist yang menyatakan larangan bunuh diri,antara lain:
1. QS. Annisa : 29
2. QS. Al-kahfi : 6
3. Hadist (shahih muslim) Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw., bersabda :
Siapa yang bunuh diri dengan senjata tajam, maka senjata itu akan
ditusuk-tusukannya sendiri dengan tangannya ke perutnya di neraka untuk
selama-lamanya; dan siapa yang bunuh diri dengan racun, maka dia akan
meminumnya pula sedikit demi sedikit nanti di neraka, untuk selamalamanya; dan siapa yang bunuh diri dengan menjatuhkan diri dari gunung,
maka dia akan menjatuhkan dirinya pula nanti (berulang-ulang) ke neraka,
untuk selama-lamanya.
4. Hadits (Shahih Muslim) Dari Tsabit bin Dhahhak ra, Nabi Muhammad
saw,bersabda : Siapa yang bersumpah menurut cara suatu agama selain
Islam, baik sumpahnya itu dusta maupun sengaja, maka orang itu akan
mengalami sumpahnya sendiri. Siapa yang bunuh diri dengan suatu cara,
Allah akan menyiksanya di neraka jahanam dengan cara itu pula.
5. Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Sebelum kamu, pernah ada seorang laki-laki luka, kemudian marah
sambil mengambil sebilah pisau dan di potongnya tangannya, darahnya
terus mengalir sehingga dia mati. Maka berkatalah Allah: hambaku ini
mau mendahulukan dirinya dari (takdir) Ku. Oleh karena itu Kuharamkan
surga atasnya." (Riwayat Bukhari, dan Muslim).
6. Rasulullah s.a.w. bersabda sebagai berikut:
"Barangsiapa menjatuhkan diri dari atas gunung kemudian bunuh diri,
maka dia berada di neraka, dia akan menjatuhkan diri ke dalam neraka
untuk selama-lamanya. Dan barangsiapa minum racun kemudian bunuh
diri, maka racunnya itu berada di tangannya kemudian minum di neraka
jahanam untuk selama-lamanya. Dan barangsiapa bunuh diri dengan alat
tajam, maka alat tajamnya itu di tangannya akan menusuk dia di neraka
jahanam untuk selama-lamanya." (Riwayat Bukhari dan Muslim).