Anda di halaman 1dari 24

GOOD

CORPORATE
GOVERNANCE
LIVINIA WIDI - 125140185
NIA FINALIA - 125140189
AFANDI CESARDO - 125120580
VINCENT - 125120238

LATAR BELAKANG GCG


GCG dilatar belakangi oleh maraknya skandal
perusahaan yang menimpa perusahaan-perusahaan
besar.
Timbulnya krisis ekonomi di indonesia disebabkan
karena bad corporate governance dan bad
government governance.

LATAR BELAKANG GCG


Latar belakang kebutuhan atas good
governance (GCG) dapat dilihat dari:
LATAR BELAKANG
PRAKTIS

corporate

LATAR BELAKANG
AKADEMIS

PENGERTIAN GCG
A set of rules that define
the relationship between
shareholders, managers,
creditors, the goverment,
employees, and other
internal
and
external
stakeholders in respect
to
their
right
and
responsibilities, or the
system
by
which
companies are directed
and controlled.

CADBURY COMMITTEE OF
UK

Seperangkat peraturan yang


mengatur hubungan antar
pemegang saham, pengurus
(pengelola)
perusahaan,
kreditur,
pemerintah,
karyawan
serta
para
pemegang
kepentingan
internal
dan
eksternal
lainnya
yang
berkaitan
dengan
hak-hak
dan
kewajiban
mereka,
atau
dengan kata lain suatu sistem
yang
mengarahkan
dan
mengendalikan perusahaan

FCGI

suatu sistem yang mengatur


hubungan
peran
dewan
komisaris, para direksi,
pemegang
saham,
dan
pemangku
kepentingan
lainnya.
Tata
kelola
perusahaan yang baik juga
disebut
sebagai
suatu
proses yang transparan atas
penentuan
tujuan
perusahaan, pencapaiannya,
dan penilaian kinerjanya.

SUKRISNO AGOES

PENGERTIAN GCG
Suatu struktur yang terdiri
atas para pemegang saham,
direktur,
manager,
seperangkat tujuan yang
ingin dicapai perusahaan, dan
alat-alat yang akan digunakan
dalam mencapai tujuan dan
memantau kinerja.

Organization for Economics


Cooperation and Development (OECD)

Mekanisme
administratif
yang mengatur hubunganhubungan
antara
manajemen
perusahaan,
komisaris,
direksi,
pemegang
saham,
dan
kelompok-kelompok
kepentingan (stakeholders)
yang lain.

Wahyudi Prakarsa

KONSEP GCG
WADAH Organisasi ( perusahaan ,sosial, pemerintah )
MODEL Suatu sistem, proses, dan seperangkat peraturan, termasuk
prinsip-prinsip, serta nilai-nilai yang meladasi praktik bisnis yang sehat.
TUJUAN - Meningkatkan kinerja organisasi
-Menciptakan nilai tambah bagi semua pemangkukepentingan
-Mencegah dan mengurangi manipulasi serta kesalahan yang
signifikan dalam pengelolaan organisasi,
-Meningkatkan upaya agar para pemangku kepentingan
tidak dirugikan.

KONSEP GCG
Mekanisme Mengatur dan mempertegas kembali hubungan, peran,
wewenang, dan tanggung jawab :
Dalam arti sempit : antar pemilik atau pemegang saham, dewan
komisaris dan direksi.
Dalam arti luas : antar seluruh pemangku kepentingan

PRINSIP GCG
.

fairness

Prinsip agar para pegelola memperlakukan pemangku kepentingan


secara
adil dan setara, baik pemangku kepentingan primer
(pemasok, pelanggan, karyawan, dan pemodal) maupun sekunder
(pemerintah, masyarakat, dan pihak lain).

Transparansi

Kewajiban bagi para pengelola untuk menjalankan


prinsip keterbukaan dalam proses keputusan dan
penyampaian informasi.

Akuntabilitas

Kewajiban bagi para pengelola untuk membina sistem akuntansi


yang efektif untuk menghasilkan laporan keuangan yang dapat
dipercaya (reliable) dan berkualitas.

PRINSIP GCG
.

Responsibilitas

Kewajiban para pengelola untuk memberikan pertanggungjawaban


atas semua tindakan dalam pengelolaan perusahaan kepada para
pemangku kepentingan sebagai wujud kepercayaan dan wewenang
yang telah diberikan.

Kemandirian

Suatu keadaan dimana para pengelola dalam mengambil suatu


keputusan bersifat profesional, mandiri, bebas dari konflik
kepentingan, bebas dari tekanan serta pengaruh dari pihak
manapun yang bertentangan dengan perundangan yang berlaku dan
prinsip pengelolaan yang sehat.

MANFAAT GCG(Menurut tjager dkk)


.
para investor
institusional lebih
menaruh
kepercayaan
terhadap
perusahaan
-perusahaan di Asia
yang telah
menerapkan GCG.

ada indikasi
keterkaitan antara
terjadinya krisis
financial dan krisis
berkepanjangan di
Asia denngan
lemahnya tata
kelola perusahaan.

Internasionalisasi
pasar

MANFAAT GCG
.

dasar bagi
beberkembangnya
system nilai baru yang
lebih sesuai dengan
lanskap bisnis yang kini
telah banyak berubah.

Secara teoris, praktik


GCG dapat meningkatkan
nilai perusahaan.

MANFAAT GCG

(Menurut Indra Surya dan Ivan Yustiavandana)

.1. Memudahkan akses terhadap investasi domestik maupun asing.


2. Mendapatkan biaya modal(cost of capital)yang lebih murah.
3. Memberikan keputusan yang lebih baik dalam meningkatkan kinerja
ekonomi perusahaan.
4. Meningkatkan keyakinan dan kepercayaan dari para pemangku
kepentingan terhadap perusahaan.
5.Melindungi direksi dan komisaris dari tuntunan hukum.

GCG DAN HUKUM PERSEROAN DI INDONESIA


Dalam penjelasan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun
2007, dikatakan alasan pencabutan Undang-Undang Nomor 1 tahun 1995
untuk diganti dengan Undang-Undang Nomor 40 tahun 2007. Ketentuan
yang disempurnakan ini, antara lain:
a. Dimungkinkan mengadakan RUPS dengan memanfaatkan teknologi
informasi yang ada
b. Kejelasan mengenai tata cara pengajuan dan pemberian pengesahan
status badan hukum dan pengesahan Anggran dasar Perseroan.
c. Memperjelas dan mempertegas tugas dan tanggung jawab direksi
dan dewan komisaris, termasuk mengatur mengenai komisaris
independent dan komisaris utusan
d. Kewajiban perseroan untuk melaksanakan tanggung jawab social dan
lingkungan.

WEWENANG , TUGAS, DAN TANGGUNG


JAWAB RUPS
A.
B.
C.
D.
E.
F.

G.
H.

Menyetujui dan menetapkan Anggaran Dasar Perusahaan


Menyetujui pembelian kembali dan pengalihan saham Perseroan
Menyetujui penambahan dan pengurangan modal Perseroan
Menyetujui dan mengesahkan laporan tahunan termasuk laporan keuangan
Direksi serta laporan tugas pengawasan Komisaris
Menyetujui dan menetapkan penggunaan laba bersih, penyisihan cadangan
dan dividen, serta dividen interim
Menyetujui penggabungan, peleburan, pengambilalihan atau pemisahan,
pengajuan pailit, perpanjang jangka waktu berdirinya, dan pembubaran
perseroan
Menyetujui pengangkatan dan pemberhentian anggota Direksi dan Komisaris
Menetapkan besarnya gaji dan tunjangan anggota direksi dan komisaris

WEWENANG , TUGAS, DAN TANGGUNG JAWAB


DEWAN KOMISARIS
1. Melakukan tugas dan tanggung jawab pengawasan atas kebijakan
pengurusan, jalannya pengurusan pada umumnya, dan memberikan
nasehat kepada Direksi (Pasal 108 dan Pasal 114).
2. Bertanggung jawab rentang secara pribadi atas kerugian perseroan
bila yang bersangkutan atau lalai dalam menjalankan tugasnya (Pasal
114 ayat 3 dan ayat 4).
3. Bertanggung jawab renteng secara pribadi atas kepailitan
perseroan bila disebabkan oleh kesalahan dan kelalian dalam
menjalankan tugas pengawasan dan pemberi nasehat (Pasal 115).
4. Diberi wewenang untuk membrntuk komite yang diperlukan untuk
mendukung tugas Dewan Komiaris.

WEWENANG , TUGAS, DAN TANGGUNG JAWAB


DEWAN DIREKSI
1. Menjalankan pengurusan perseroan untuk kepentingan perseroan
sesuai dengan kebijakan yang dianggap tepat dalam batas yang
ditetapkan Undang-Undang dan Anggaran Dasar Perseroan (Pasal
92)
2. Bertanggung jawab renteng dan penuh secara pribadi atas kerugian
perseroan bila yang bersangkutan bersalah atau lalai dalam
menjalankan tugasnya (Pasal 97)
3. Mewakili perseroan baik di dalam maupun di luar pengadilan (Pasal
98)
4. Wajib membuat daftar pemegang saham, risalah RUPS, dan risalah
rapat direksi (Pasal 100 ayat 1a)
5. Wajib membuat laporan tahunan (Pasal 100 ayat 1b)

ORGAN KHUSUS DALAM PENERAPAN GCG


Indara Surya dan Ivan Yustiavananda (2006) menyebutkan paling tidak
diperlukan empat organ tambahan untuk melengkapi penerapan GCG,
yaitu:
1.
Komisaris Independen
2.
Direktur Independen
3.
Komite Audit
4.
Sekretaris Perusahaan

KOMISARIS DAN DIREKTUR INDEPENDEN


Indra Surya dan Ican Yustiavandana (2006) mengungkapkan ada dua
pengertian independent terkait dengan konsep komisaris dan direktur
independent tersebut.
Pertama, komisaris dan direktur independent adalah seseorang yang ditunjuk
untuk mewakili pemegang saham independent (pemegang saham minoritas).
Komosaris dan direktur independent diangkat semata-mata
pertimbangan profesionalisme demi kepentingan perusahaan.

karena

Independent in fact menekankan sikap mental dalam mengambil keputusan atas


pertimbangan profesionalisme dari dalam diri
Independent in appearance dilihat dari sudut pandang pihak luar yang
mengharapkan calon yang bersangkutan secara fisik tidak mempunyai
hubungan darah

KOMITE AUDIT
Undang-Undang Perseroan terbatas Pasal 121 memunginkan Dewan
Komisaris untuk membentuk komite tertentu yang dianggap perlu untuk
membantu tugas pengawasan yang diperlukan
Aturan mengenai Komite Audit ini, antar alin dapat dilihat pada:
1.
SE Ketua Bapepam Nomor SE-03/PM/2000 tentang Komite
Audit untuk perusahaan public.
2.
Keputusan Direksi PT BEJ Nomor Kep-305/BEJ/07-2004
tentang pencatatan saham dan efek
3.
Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Badan Usaha Milik
Negara Nomor Kep-133/M-BUMN/1999 tentang Pembentukan
Komite Audit bagi BUMN.

SEKRETARIS PERUSAHAAN
Jabatan sekretaris perusahaan menempati posisi yang sangat tinggi
dan strategis karena orang dalam jabatan ini berfungsi sebagai
pejabat penghubung atau semacam public relation antar perusahaan
dengan pihak luar perusahaan, khususnya bagi perusahaanperusahaan besar yang telah mendaftarkan sahamnya di bursa.
Tugas utama sekretaris perusahaan antara lain menyimpan dokumen
perusahaan, daftar pemegang saham, risalah rapat direksi dan
RUPS serta meyimpan dan meyediakan informasi penting lainya bagi
kepentingan seluruh pemangku kepentingan.

GCG dan BUMN


Tujuan GCG diatur dalam pasal 4 adalah :
Memaksimalkan nilai BUMN dengan cara meningkatkan prinsip keterbukaan, akuntabilitas,
dapat dipercaya, bertanggung jawab, dan adil agar perusahaan memiliki daya saing yang
kuat, baik secara nasional maupun internasional.
Mendorong pengelolaan BUMN secara professional, transparan, dan efesien, serta
memberdayakan fungsi dan meningkatkan kemendirian organ.
Mendorong agar organ dalam membuat keputusan dan menjalankan tindakan dilandasi nilai
moral yang tinggi dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku,
serta kesadaran akan adanya tanggung jawab social BUMN terhadap para pemangku
kepentingan maupun kelestarian lingkungan di sekitar BUMN.
Meningkatkan kontribusi BUMN dalam perekonomian nasional.
Menyukseskan program privatisasi.

GCG dan PENGAWASAN PASAR MODAL di


INDONESIA
Keberadaan pasar modal ditentukan oleh lembaga-lembaga
penunjang pasar modal, antara lain:
1.
Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan;
2.
Bursa Efek;
3.
Lembaga Kliring;
4.
Investor;
5.
Akuntan public;
6.
Notaris;
7.
Konsultan hukum.

GCG PERBANKAN INDONESIA


Bank Indonesia mengeluarkan peraturan No 8/4/PBI/2006 pada
tanggal 30 januari 2006 tentang implementasi GCG oleh Bank-bank
komersial. Secara garis besar, peraturan ini mengatur tentang:
Prosedur pengelolaan melalui penerapan prinsip transparansi,
akuntabilitas, tanggung jawab,independensi dan kesetaraan
Tujuan implementasi GCG
Jumlah komposisi, kriteria dan independensi Dewan Komisaris
Jumlah, komposisi, kriteria dan independensi Dewan Direksi
Komite
Ketaatan, Fungsi Auditor Eksternal dan Internal
Implementasi Management Resiko

Ketentuan Dana
Rencana Strategis Bank
Aspek Transparansi Kondisi Bank
Konflik Kepentingan dan Pelaporan Internal
Laporan dan Asesmen Implementasi GCG
Implementasi GCG di Cabang Luar Negeri
Sanksi-sanksi
Ketentuan Peralihan
Ketentuan Penutup