Anda di halaman 1dari 10

SIRAIT SIHOTANG AND

PARTNERS.LAW FIRM,
ADVOCAT, AND LEGAL CONSULTANT
Jl. Galang Sewu No. 108,
Jatingaleh, Semarang
Phone/fax. +62 214 4321 / +62 214 4320
Solo, 21 Desember 1996
Kepada Yth. :
KETUA PENGADILAN NEGERI SURAKARTA
Jl. Maron No. 69
Surakarta
Hal

: PEMBELAAN

Dengan hormat,
Yang bertandatangan di bawah ini, Dewi Sartika Putri, SH, MH., Remeinis Sri Hardiyanti
Zagoto, SH., MH, pada Kantor Advokat dan Konsultasi Hukum Simamora and Partners yang
beralamat di Jalan Galang Sewu No.108 Jatingaleh Semarang, berdasarkan Surat Kuasa
Khusus tertanggal 5 Oktober 1996, dalam hal ini selaku Penasihat Hukum Terdakwa I Hosea
Irlano, SE bin Mamuaya dengan ini menyampaikan PEMBELAAN atas Surat Tuntutan
(Requisitor) Penuntut Umum No.Reg.Perkara : PDS-037 / SRKRT / Ft /12/ 1996, sebagai
berikut :

Identitas Terdakwa :
Nama Lengkap

: Hosea Irlano, SE bin Mamuaya

Tempat lahir

: Bonoloyo

Umur, tanggal lahir

: 63 tahun, 26 Juni 1933.

Jenis Kelamin

: Laki laki

Kebangsaan

: Indonesia

Alamat

: Jl. Tunjungsari II No.106 C - Kerembyongan,Surakarta

Agama

: Islam

Pendidikan

: S-1

Pekerjaan

: Swasta

SIRAIT SIHOTANG AND


PARTNERS.LAW FIRM,
ADVOCAT, AND LEGAL CONSULTANT
Jl. Galang Sewu No. 108,
Jatingaleh, Semarang
Phone/fax. +62 214 4321 / +62 214 4320
Menyampaikan Pembelaan atas Surat Dakwaan No. Reg. Perkara : PDM-037 / SRKRT /
Ep.1 / II / 1996 tanggal 9 November 1996 dan Surat Tuntutan No. Reg. Perk: PDS-037 /
SRKRT / Ft /12/ 1996 tanggal 4 Desember 1996.
Kiranya tidaklah perlu kami berpanjang-panjang kata untuk sampai pada materi inti pembelaan
kami untuk TERDAKWA I Hosea Irlano, SE bin Mamuaya. Pembelaan kami ini selain
merupakan materi pembelaan juga merupakan sanggahan atas Surat Dakwaan dan Surat
Tuntutan Penuntut Umum, dikarenakan setelah dicocokkan dengan Berita Acara
Persidangan, banyak sekali kutipan keterangan saksi dan alat bukti dalam Surat Tuntutan
yang tidak akurat.
Struktur Pembelaan ini yang kami susun terdiri dari 5 (lima) bagian yaitu:
A.
B.
C.
D.
E.

Pendahuluan
Kronologis/Duduk Perkara
Fakta-fakta persidangan
Analisis Yuridis
Penutup dan Permohonan

A. PENDAHULUAN
SEKILAS TENTANG Hosea Irlano, SE bin Mamuaya :
-

Hosea Irlano, SE bin Mamuaya merupakan pemilik perusahaan makanan ringan nomor
1 di Surakarta yang bernama PT. Makanan Ringan Mulia yang berdiri sejak 1960.

Hosea Irlano, SE bin Mamuaya telah membayar pajak secara rutin yang tentunya
menjadi pemasukan bagi negara.

Selain itu, PT.Makanan Ringan Mulia memiliki 1.000 orang karyawan dan tentunya hal
ini menambah lapangan pekerjaan dan membantu pemerintah Surakarta dalam
pembukaan lapangan pekerjaan dan meningkatkan taraf hidup masyarakat.

PT. Makanan Ringan Mulia juga telah melakukan Corporate Sosial Responsibility
berupa pembangunan masjid, pembangunan jalan, balai desa dan SD Mulia.

SIRAIT SIHOTANG AND


PARTNERS.LAW FIRM,
ADVOCAT, AND LEGAL CONSULTANT
Jl. Galang Sewu No. 108,
Jatingaleh, Semarang
Phone/fax. +62 214 4321 / +62 214 4320
PT.Makanan Ringan Mulia juga memberikan beasiswa kepada seluruh anak karyawan
hingga jenjang SMA.

B. KRONOLOGIS/DUDUK PERKARA
Berikut kronologi kejadian yang sebenarnya :
-

Hosea Irlano, SE bin Mamuaya menikah dengan Jelita yang usianya jauh lebih muda.
Persoalan bermula dari perselingkuhan antara Jelita dan Samuel sejak tahun 1990an.
Samuel kerap kali meminta uang kepada Jelita dalam jumlah yang besar dan Jelita

memberikan uang tersebut.


Hosea Irlano, SE bin Mamuaya telah berusaha memisahkan mereka, bahkan sampai

menyekolahkan Samuel ke Jogjakarta, namun perselingkuhan itu terus berlanjut.


Samuel menikah, Hosea Irlano, SE bin Mamuaya berfikir bahwa Jelita dan Samuel

tidak lagi berhubungan.


Sampai pada tanggal 26 September 1996, Hosea Irlano, SE bin Mamuaya memergoki

surat dari Samuel untuk Jelita yang intinya meminta uang 25-30juta.
Dari sinilah persoalan bermula, Hosea Irlano, SE bin Mamuaya merasa kalap dan secara
spontan akan memberikan pelajaran kepada Samuel dengan cara-cara yang telah
dikemukakan TERDAKWA I dalam sidang pembuktian pada tanggal 7 Desember lalu.

C. FAKTA-FAKTA PERSIDANGAN
I.

DR. JESSICA CHRISTIN, SP. PD KGH


Di bawah janji secara kristen memberikan keterangan sebagai berikut :
1. Bahwa ahli adalah seorang dokter ahli penyakit dalam di rumah sakit Surakarta di
kabupaten Surakarta.
2. Bahwa berdasarkan Visum et Repertum Nomor: R/4e/XII/1996/Rumkit tanggal 27
September 1996 yang dikeluarkan oleh RS.Surakarta Solo yang ditandatangani oleh
dr.Chaniago Sp.Kf memang diketahui bahwa ada sianida yang masuk ke dalam
tubuh korban, namun hal tersebut bukan merupakan penyebab gagal ginjal yang
dialami korban sampai berakibat matinya korban. Ditemukan pula spritus dan
minuman beralkohol di dalam ginjal dan aliran darah korban.
3. Bahwa Zat sianida tidak dapat menyebabkan gagal ginjal.

SIRAIT SIHOTANG AND


PARTNERS.LAW FIRM,
ADVOCAT, AND LEGAL CONSULTANT
Jl. Galang Sewu No. 108,
Jatingaleh, Semarang
Phone/fax. +62 214 4321 / +62 214 4320
Atas keterangan Ahli, TERDAKWA I tidak menyatakan tanggapannya dan TERDAKWA
II dan TERDAKWA III menyatakan tanggapannya yaitu korban memang kerap meminum
minuman keras yang dicampurkan dengan sedikit spritus.

II.

KETERANGAN TERDAKWA I
Di bawah sumpah secara islam memberikan keterangan sebagai berikut :
1. Bahwa sampai saat ini kurang lebih sudah 36 tahun, yaitu sejak tanggal 7 Maret
1960 Hosea Irlano, SE bin Mamuaya menjadi pengusaha makanan ringan.
2. Bahwa hubungan Samuel dan Jelita sudah berlangsung sejak tahun 1990an, dan
Samuel kerap menghabiskan uang Jelita yang juga uang Hosea Irlano, SE bin
Mamuaya.
3. Hosea Irlano, SE bin Mamuaya telah berusaha memisahkan mereka tanpa
melakukan tindakan-tindakan anarkis.
4. Sampai pada Saat Samuel menikah, ternyata Jelita masih memiliki hubungan
dengan Samuel dan Samuel masih meiminta uang kepada Jelita dalam jumlah yang
besar.
5. Hosea Irlano, SE bin Mamuaya tidak mempunyai niatan untuk merampas nyawa
Samuel apabila tidak menemukan surat yang dimana Samuel meminta uang kepada
Jelita.
6. Bahwa benar Hosea Irlano, SE bin Mamuaya yang menyuruh Riganu Tirta Bin
Prastawa untuk memasukkan sianida ke dalam kopi Samuel, namun Hosea Irlano,
SE bin Mamuaya tidak menyuruh Riganu Tirta Bin Prastawa untuk memasukkan 1
botol racun ke dalam kopi Samuel.

Atas keterangan Hosea Irlano, SE bin Mamuaya, Riganu Tirta Bin Prastawa dan Gihon
Octo Bin Nainggolan tidak berkeberatan.

D. ANALISIS YURIDIS
Majelis Hakim yang arif lagi bijaksana dan Jaksa Penuntut Umum yang terhormat,
sebagaimana telah kita maklumi bersama bahwa Surat Dakwaan dan Surat Tuntutan akan
menjadi dasar bagi Majelis Hakim dalam musyawarahnya untuk menghubungkan fakta-fakta
yang terungkap di muka persidangan dengan tindak pidana yang didakwakan kepada

SIRAIT SIHOTANG AND


PARTNERS.LAW FIRM,
ADVOCAT, AND LEGAL CONSULTANT
Jl. Galang Sewu No. 108,
Jatingaleh, Semarang
Phone/fax. +62 214 4321 / +62 214 4320
TERDAKWA I. Menanggapi hal tersebut, kami selaku Penasihat Hukum TERDAKWA I dan
akan mengajukan Pembelaan sebagai bentuk tanggung jawab hukum kami untuk membela
hak-hak TERDAKWA I dan demi memperoleh putusan seadil-adilnya dalam perkara ini
berdasarkan kebenaran materiil yang terungkap di persidangan yang lalu.
Selanjutnya berdasarkan fakta-fakta yang terungkap di persidangan yang kami kutip
pada bagian fakta-fakta persidangan, telah jelas terungkap apa yang sebenarnya terjadi,
yaitu TERDAKWA I tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak
pidana seperti yang didakwakan Penuntut Umum. Kami tidak ragu-ragu meminta kepada
Majelis untuk membebaskan TERDAKWA dari segala tuntutan hukum karena fakta-fakta
dan kebenaran materiil yang terungkap di persidangan begitu meyakinkan kita semua
akan tidak terbuktinya pasal-pasal yang didakwakan oleh Penuntut Umum kepada
Terdakwa I.
Majelis Hakim yang Terhormat,
Penuntut Umum yang kami hormati,
Sidang yang kami muliakan,
Dalam Surat Tuntutan, Penuntut Umum menuntut TERDAKWA I telah melakukan
tindak pidana pembunuhan berencana yaitu secara bersama-sama dengan sengaja dan
dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain, dengan susunan sebagai
berikut:

UNTUK TERDAKWA I
1. Primair:
Pasal 340 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP
2. Subsidiair:
Pasal 338 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP
Bahwa kami tidak setuju dengan Surat Tuntutan Jaksa Penuntut Umum, oleh karena

SIRAIT SIHOTANG AND


PARTNERS.LAW FIRM,
ADVOCAT, AND LEGAL CONSULTANT
Jl. Galang Sewu No. 108,
Jatingaleh, Semarang
Phone/fax. +62 214 4321 / +62 214 4320
TERDAKWA I sama sekali tidak terbukti melakukan perbuatan yang unsurunsurnya diatur dalam Pasal Pasal 340 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP atau pun
Pasal 338 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP :

UNSUR SECARA BERSAMA-SAMA


Unsur ini adalah subyek hukum, yaitu sebagai penyandang hak dan kewajiban atau siapa
pelaku (pleger) dari suatu pidana yang dapat mempertanggungjwabkan perbuatannya.
Pembuktian unsur secara bersama-sama, yaitu subyek hukum yang diduga atau didakwa
melakukan tindak pidana adalah bergantung pada pembuktian delik intinya, sebab unsur
secara merupakan suatu elemen delik yang tidak dapat berdiri sendiri dan tidak dapat
ditempatkan sebagai unsur pertama atas perbuatan sebagaimana yang dimaksud oleh Jaksa
Penuntut Umum.

Bahwa Terdakwa I dianggap oleh Penuntut Umum sebagai secara bersama-sama dalam
perkara ini didakwa telah secara bersama-sama dengan sengaja dan dengan rencana
terlebih dahulu merampas nyawa orang lain,. Oleh karena itu, yang harus dibuktikan oleh
Penuntut Umum adalah apakah dalam hal ini TERDAKWA I merupakan subyek yang benarbenar melakukan hal yang telah didakwakan oleh Penuntut Umum dan secara bersama-sama
dengan TERDAKWA II dan TERDAKWA II.
Namun dalam hal ini, dengan yakinnya Penuntut Umum menyimpulkan bahwa unsur
secara bersama-sama ini terbukti tanpa sebelumnya membuktikan delik inti dari pasal
yang didakwakan Penuntut Umum.
Dengan demikian unsur secara bersama-sama ini tidak terbukti.

UNSUR DENGAN SENGAJA


Penuntut Umum dalam Surat Tuntutannya sudah memberikan pengertian serta teori yang

SIRAIT SIHOTANG AND


PARTNERS.LAW FIRM,
ADVOCAT, AND LEGAL CONSULTANT
Jl. Galang Sewu No. 108,
Jatingaleh, Semarang
Phone/fax. +62 214 4321 / +62 214 4320
banyak mengenai kesengajaan yang pada intinya menyatakan bahwa kesengajaan yang
dimaksud oleh Penuntut Umum dalam kasus ini adalah kesengajaan dalam konteks
kesengajaan

dengan

sadar

kemungkinan.

Sedangkan

kesengajaan

dengan

sadar

kemungkinan (Dolus eventualis atau voorwaardelijk opzet) yaitu dalam hal ini ada keadaan
tertentu yang semula mungkin terjadi kemudian benar-benar terjadi.
Penuntut Umum sendiri yang mengatakan dalam Surat Tuntutannya bahwa kesengajaan itu
berdasarkan MvT (Memorie van Toelichting), yang mengartikan Kesengajaan (opzet),
sebagai : menghendaki dan mengetahui (willens en wetens). (pompe,cetakan ke 3, 1959
halaman 166).
-

Bahwa benar TERDAKWA I menyuruh TERDAKWA II untuk memasukkan sianida ke


dalam kopi yang akan disuguhkan kepada korban, tetapi sesuai penjelasan dr.Jessica
Christin SP. PD KGH, hal tersebut bukan merupakan penyebab gagal ginjal yang
dialami korban sampai berakibat matinya korban. Ditemukan pula spritus dan minuman
beralkohol di dalam ginjal dan aliran darah korban. Bahwa Zat sianida tidak dapat

menyebabkan gagal ginjal yang mengakibatkan matinya korban


Bahwa harus dibuktikan penyebab matinya korban adalah karna sianida untuk
membuktikan unsur dengan sengaja ini.

Dengan demikian unsur dengan sengaja tidak terbukti.

UNSUR DENGAN RENCANA TERLEBIH DAHULU


Bahwa pengertian dengan rencana terlebih dahulu adalah :
-

organisasi, membuat strategi untuk mencapai tujuan itu, dan mengembangkan


rencana aktivitas kerja organisasi.

Bahwa menurut keterangan TERDAKWA I, ia sengaja membuat rencana untuk


menghabisi korban dengan cara diracun menggunakan sianida.

SIRAIT SIHOTANG AND


PARTNERS.LAW FIRM,
ADVOCAT, AND LEGAL CONSULTANT
Jl. Galang Sewu No. 108,
Jatingaleh, Semarang
Phone/fax. +62 214 4321 / +62 214 4320
-

Bahwa menurut keterangan TERDAKWA I, ia memerintahkan TERDAKWA II


dan TERDAKWA III untuk mencegat korban apabila ketika melihat
TERDAKWA I, korban melarikan diri.

Bahwa menurut keterangan TERDAKWA I, ia memberikan 1 botol sianida dan


menyuruh TERDAKWA II untuk mencampurkan sianida tersebut ke dalam
gelas kopi yang akan disuguhkan kepada korban.

Namun unsur ini baru dapat terbukti jika delik intinya yaitu merampas nyawa
orang lain sudah terbukti. Bagaimana mungkin membuktikan unsur dengan
rencana terlebih dahulu apabila rencana yang dilakukan tidak terlaksana
tujuannya.

Dengan demikian unsur dengan rencana terlebih dahulu tidak terbukti.

UNSUR MERAMPAS NYAWA ORANG LAIN


Kami akan menguraikan pengertian-pengertian merampas nyawa orang lain :
-

Pengertian merampas nyawa orang lain sama dengan mengakibatkan orang lain
meninggal dunia.

Bahwa sesuai Kamus Besar Bahasa Indonesia yang dimaksud dengan meninggal
dunia adalah sudah hilang nyawa, tidak hidup lagi, tidak bernyawa.

Bahwa menurut pasal 25 UU No.56 tahun 1999 Tentang Rakyat Terlatih yang
dimaksud meninggal dunia adalah hilangnya nyawa seseorang yang tidak termasuk
gugur atau tewas.

Bahwa menurut pasal 117 UU No.36 tahun 2009 tentang Kesehatan, seseorang
dinyatakan mati apabila fungsi system jantung-sirkulasi dan system pernafasan
terbukti telah berhenti secara permanen, atau apabila kematian bata otak telah dapat
dibuktikan.

SIRAIT SIHOTANG AND


PARTNERS.LAW FIRM,
ADVOCAT, AND LEGAL CONSULTANT
Jl. Galang Sewu No. 108,
Jatingaleh, Semarang
Phone/fax. +62 214 4321 / +62 214 4320
-

Bahwa menurut PP No.18 tahun 1961 yang dimaksud dengan meninggal dunia
adalah keadaan insane yang diyakini oleh ahli kedokteran yang berwenang bahwa
fungsi otak, pernapasan dan atau denyut jantung telah berhenti.

Bahwa berdasarkan Visum et Repertum Nomor: R/4e/XII/1996/Rumkit tanggal 27


September 1996 yang dikeluarkan oleh RS.Surakarta Solo yang ditandatangani oleh
dr.Chaniago Sp.Kf, setelah diteliti kembali hasil Visum et Repertum oleh dr.Jessica
Christin SP. PD KGH dilihat bahwa sianida bukan merupakan penyebab gagal
ginjal yang dialami korban sampai berakibat matinya korban. Ditemukan pula
spritus dan minuman beralkohol di dalam ginjal dan aliran darah korban. Bahwa Zat

sianida tidak dapat menyebabkan gagal ginjal yang mengakibatkan matinya korban
Bahwa harus dibuktikan penyebab matinya korban adalah karna sianida untuk
membuktikan unsur merampas nyawa orang lain ini.

Dengan demikian unsur merampas nyawa orang lain tidak terbukti.


KESIMPULAN (untuk TERDAKWA I Hosea Irlano, SE bin Mamuaya:
1. Unsur secara bersama-sama ;
2. Unsur dengan Sengaja;
3. Unsur dengan rencana terlebih dahulu;
4. Unsur merampas nyawa orang lain.
dari Pasal 340 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP TIDAK TERBUKTI.
E. PENUTUP DAN PERMOHONAN
Dengan memperhatikan hal-hal yang kami uraikan dalam Pembelaan di atas, maka setelah
melalui persidangan yang panjang dan melelahkan, serta mendengarkan keterangan saksi-saksi
dan mencermati bukti-bukti, maka atas dasar kebenaran materiil yang terungkap di
persidangan, yang tentunya telah memberikan keyakinan bagi Majelis Hakim akan kebenaran
yang sesungguhnya, maka perkenankanlah kami mohon kepada Majelis Hakim untuk
memutuskan :

SIRAIT SIHOTANG AND


PARTNERS.LAW FIRM,
ADVOCAT, AND LEGAL CONSULTANT
Jl. Galang Sewu No. 108,
Jatingaleh, Semarang
Phone/fax. +62 214 4321 / +62 214 4320
1. Menyatakan bahwa perbuatan TERDAKWA I Hosea Irlano, SE bin Mamuaya tidak terbukti
secara sah dan menyakinkan melakukan Tindak Pidana sebagaimana diatur dalam Pasal
Pasal 340 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP;
2. Menyatakan melepas TERDAKWA I Hosea Irlano, SE bin Mamuaya dari segala tuntutan
hukum (ontslag van alle rechtvervolging) karena perbuatan yang dilakukan TERDAKWA I
bukan tindak pidana;
3. Membebankan biaya perkara pidana ini kepada Negara.
Demikianlah Pembelaan ini kami sampaikan, semoga Majelis Hakim diberikan hikmat dan
kebijakan oleh Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa dalam memutus perkara ini.
Biarlah Majelis Hakim yang mulia mewujudkan harapan semua orang yang berpikir, harapan
semua insan pendamba keadilan dan kebenaran, bahwa pada akhirnya kebenaran akan
mengalahkan kebathilan.
Atas seluruh perhatian dan kesempatan yang telah diberikan oleh Majelis Hakim, kami
mengucapkan terima kasih.
Hormat kami,
Penasihat Hukum TERDAKWA I ,

Dewi Sartika Putri, S.H., M.H.

Remeinis Sri Hardiyanto Zagoto, S.H., M.H

10