Anda di halaman 1dari 50

Storyboarding The

Users Experience
KELOMPOK 4 :
Regina Mia Saraswati - 5214100007
Suryawan Ardi Nugroho - 5214100075
Leonardo Adhiguna - 5214100092
Prafimana Arda - 5214100194

Definisi ruang lingkup project Analisis project


B.O.O.M steps DISCOVERY
Behavioral analysis
Mendeskripsikan system use case
Use-case description template, activity diagram, decision table,
decision tree, condition/response table, advanced use-case
features

Chapter objectives

DISCOVERY
2a) Melakukan behavioral analysis
2b) Melakukan structural analysis (object/data model, class
diagram)
Mendeskripsika system use-cases (use case description
template)
Mendeskripsikan state behavior (state-machine diagram)
2c) Menetapkan testing(test plan/decision tables)
2d) Menetapkan rencana implementasi (implementation plan)
2e) Menetapkan baseline untuk pengembangan lebih lanjut
(BRD/Discovery)

Deliverables of Step 2ai:


Describe Use Cases
Update dari diagram yang ada pada BRD
Menambahkan deskripsi pada setiap use-case yang ada pada
BRD dan menambahkan diagram dan dokumentasi terkait
seperti:
Activity diagrams
Decision tables
Decision trees
Other
related
artifacts
containing
supplementary
documentation

The Use-Case Description Template


Nilai utamanya adalah sebagai cara untuk membentuk best
practices dalam organisasi.
Template berikut mengisi gap dengan memasukkan industry best
practices.
Sebaiknya
dilakukan
perubahan
berdasarkan yang berhasil bekerja.

seiring

waktu

berlalu,

Ingat bahwa apapun pilihan yang dibuat, hanya ada satu tolak
ukur: Apakah itu bekerja?

The Fundamental Approach


Behind the Template
Prinsip
yang
mendasari
template
ini
adalah
untuk
menggambarkan alur kerja menggunakan gaya narasi sederhana
dengan menghindari penggunaan logika yang kompleks.
Trik untuk membuat hal-hal tetap sederhana adalah dengan
menangani variasi di daerah yang terpisah dari dokumen
daripada di satu bagian yang mencakup keseluruhan.
Pertama, Anda mendokumentasikan sebuah interaksi yang tipikal
di bagian yang disebut Basic Flow."
Berikutnya, Anda menggambarkan alternative success scenarios
dalam bagian Alternate Flows.
Terakhir, Anda menggambarkan error handling dalam bagian "
Exceptional Flows .

The Template

1. Use Case
Nama use-case seperti yang muncul pada system
use-case diagrams.
Perspective: Business use case/system use case
Type: Base use
case/extending/included/generalized/specialized
1.1 Brief Description: Menggambarkan use-case
dalam satu paragraf.
1.2 Business Goals and Benefits: Penjelasan
secara singkat dasar bisnis untuk use-casenya.

1.3 Actors
1.3.1 Primary Actors: Mengidentifikasi pengguna atau sistem
yang memulai use-case.
1.3.2 Secondary Actors: Daftar pengguna atau sistem yang
menerima pesan dari use-case. Termasuk pengguna yang
menerima laporan ataupesan
online.
1.3.3 Off-Stage Stakeholders: Mengidentifikasi nonparticipating stakeholders yang memiliki kepentingan dalam usecase.

1.4 Rules of Precedence


1.4.1 Triggers: Menggambarkan kejadian atau kondisi yang memulai usecase,
seperti panggilan diterima; persediaan menipis. Jika pemicu digerakkan
oleh waktu, gambarkan kondisi sementara, seperti akhir bulan.
1.4.2 Pre-conditions: Daftar kondisi yang harus benar sebelum use-case
dimulai. Jika suatu kondisi memaksa use-case terjadi saat hal ini menjadi benar,
jangan disebutkan di sini; sebutkan sebagai pemicu.
1.5 Post-conditions
1.5.1 Post-conditions on Success:
Menggambarkan status sistem
setelah use-case berakhir dengan sukses.
Setiap kondisi yang tercantum di sini dipastikan benar pada setiap penyelesaian
yang sukses.
1.5.2 Post-conditions on Failure:
Menggambarkan status sistem setelah kasus use-case dengan kegagalan.
Setiap kondisi yang tercantum di sini dipastikan benar ketika use-case gagal
seperti yang dijelaskan dalam exceptional flow.

1.6 Extension Points: Nama dan penjelasan poin perpanjangan use-case


dapat memperpanjang
penjelasan use-case. Contoh deklarasi extension
point: Preferred Customer:
2.52.9.
1.7 Priority
1.8 Status: laporan status Anda mungkin menyerupai berikut :
Use-case brief complete: 2005/06/01
Basic flow + risky alternatives complete: 2005/06/15
All flows complete: 2005/07/15
Coded: 2005/07/20
Tested: 2005/08/10
Internally released: 2005/09/15
Deployed: 2005/09/30

1.9 Expected Implementation Date


1.10 Actual Implementation Date
1.11 Context Diagram: Menampilkan system use-case diagram
yang menunjukkan use- case tersebut, semua hubungan nya
(include, exclude, dan hubungan generalnya) dengan use-case
lainnya, dan asosiasinya dengan aktor.

2. Flow of Events
Basic Flow: Menambahkan basic flow steps. Penomoran dimulai
dari 2.1.
Alternate Flows
2.Xa Masukkan nama dari alternate flow. Nama alternate
flownya harus menggambarkan kondisi yang memicu alternate
flow. "2.x" adalah nomor langkah dalam basic flow di mana
interupsi yang terjadi.
Exception Flows
2.Xa Masukkan nama dari exception flow. Nama dari
exception flownya harus menggambarkan kondisi yang
memicu exception flow. Exception flow adalah salah satu
yang menyebabkan use-case untuk berakhir dengan
kegagalan dan untuk "pasca kondisi kegagalan. "2.x

3. Special Requirements
Daftar persyaratan khusus atau kendala apa saja yang
berlaku khusus untuk use-case.
3.1 Non-Functional Requirements: Daftar persyaratan yang
tidak terlihat kepada pengguna selama use-case; keamanan,
performa, kehandalan, dst.
3.2 Constraints: Daftar teknologi, arsitektur, dan batasan lain
pada use-case.

4. Activity Diagram

Jika flownya terhubung dengan cara yang kompleks, masukkan


activity diagram yang menunjukkan workflow untuk kasus
system use-case ini atau pilih bagiannya saja dari use-case.

5. User Interface
Berikan deskripsi/storyboard/prototype hanya untuk membantu
pembaca memvisualisasikan interface pada awalnya, bukan untuk
membatasi design. Nantinya, berikan link untuk screen design artifacts.

6. Class Diagram
Class diagram yang menggambarkan kelas bisnis, hubungan, dan
keragaman dari semua objek yang berpartisipasi dalam use-case.

7. Assumptions
Daftar asumsi apa saja yang ada buat saat membuat use-case.
Verifikasi semua asumsi dengan para stakeholders sebelum sign-of.

8. Information Items
Menyertakan
link
atau
referensi
dokumentasi
yang
menggambarkan aturan untuk data items yang berhubungan
dengan penggunaan use-case. Dokumentasi semacam ini sering
ditemukan dalam tujuan data dictionary. Tujuan pada bagian ini
bagian ini dan bagian berikutnya adalah untuk menjaga rincian
dari use-case tepat sehingga Anda tidak perlu mengubah setiap
kali Anda mengubah aturannya.

9. Prompts and Messages


Setiap petunjuk dan pesan yang muncul dalam use-case yang
tepat harus diidentifikasi oleh nama saja, seperti dalam Invalid
Card Message. Bagian "Anjuran dan Pesan" harus berisi teks yang
pesan yang sebenarnya atau mengarahkan pembaca ke
dokumentasi yang berisi teks.

10. Business Rules


"Business Rules" bagian dari dokumentasi use-case harus
memberikan link atau referensi ke aturan bisnis yang spesifik
yang aktif selama contoh use-case. Contoh dari aturan bisnis
untuk penerbangan adalah Berat pesawat tidak boleh melebihi
maksimum dari yang diizinkan untuk jenis pesawatnya.

11. External Interfaces


Daftar interfaces untuk external systems.

12. Related Artifacts


Tujuan dari bagian ini adalah untuk memberikan titik acuan untuk
rincian lainnya yang berhubungan dengan use-case tetapi akan
mengalihkan perhatian dari reference flow. Meliputi referensi
untuk artifact seperti tabel keputusan, algoritma kompleks, dan
sebagainya.

Documenting the Basic Flow


Basic flow menjelaskan cara yang paling umum bahwa use-case
berhasil terjadi. (Beberapa orang menyebutnya happy scenario.")
dibaca sebagai narasi langsung: "Pengguna melakukan ...; sistem
melakukan ....
Sebagai aturan praktis(rule of thumb), basic flow tidak harus terdiri
dari persyaratan apa pun, karena bagian berikutnya menangani
semua kesalahan dan alternatifnya.
Untuk menjaga konsistensi dokumen, gunakan style guideline pada
seluruh perusahaan Anda untuk menulis persyaratan use-case.

Use-Case Writing Guidelines


Menceritakan langsung
Menggunakan struktur kalimat subjek-kata kerja-obyek
yang sederhana. Gunakan kalimat yang konsisten (present
atau future tense).
Setiap langkah harus berisi satu requirement yang bisa
ditest dan dilacak.
Tetapkan jumlah langkah dalam ukuran kecil (maksimal 9
sampai dengan 25 langkah).
Meminimalkan penggunaan kata "jika." Sebaiknya gunakan
alternate dan exception flow.
Menangani validasi dengan menulis, di bagian Basic
Flow", "Sistem memvalidasi bahwa ...." Jelaskan apa yang
terjadi ketika validasi gagal dalam alternate atau exception

Menggabungkan data fields dan menggunakan data nama


gabungan dalam use-case
Tidak menggambarkan desain antarmuka dalam use-case.
Mendokumentasikan urutan setiap langkah secara jelas dan
konsisten
Menetapkan standar untuk mendokumentasikan langkah-langkah
yang berulang-ulang
Standarisasi trigger untuk sistem eksternal
Pelabelan requirements. Gunakan skema penomoran atau label
teks
Tetap fokus pada flow. Hilangkan apa pun yang akan
mengalihkan perhatian pembaca dari narasi. Dokumen rincian
lain di tempat lain, dan merujuk kepada dokumen rincian
tersebut dari use-case.

Basic Flow Example: CPP


System/Review Case Report
Berikut ini adalah contoh dari beberapa teks yang akan
muncul dalam Review Case Report system use case,
tugas yang memungkinkan pengguna untuk meninjau
laporan kasus dan mengeluarkan dana terhadap kasus
yang memenuhi syarat untuk pembayaran

2. Flow of Events Basic Flow


2.1 Sistem menampilkan daftar kasus yang diselesaikan yang belum
ditinjau.
2.2.Pengguna memilih sebuah kasus.
2.3 Sistem memvalidasi bahwa kasus akan dibayar.
2.4 Sistem menentukan jumlah pembayaran.
2.5 Sistem menandai kasus sebagai sudah dibayar.
2.6 Sistem mencatat jumlah pembayaran.
2.7 Sistem memeriksa catatan dana Kas untuk memastikan bahwa
dana yang memadai ada.
2.8 Sistem mencatat bahwa kasus tersebut telah ditinjau.

Alternate Flow
What Is an Alternate Flow?
An alternate flow adalah skenario selain basic flow yang
menuju sukses. Alternate flow dapat berurusan dengan
user error selama hal tersebut dapat diselesaikan. Error
yang tidak dapat diselesaikan masuk ke dalam
exception flows.

Typical Alternate Flows


User memilih alternatif lain dalam basic flow
User memilih tool icon selama use case
Kondisi yang
system terjadi

berhubungan

dengan

Error
mengenai
pemasukan
diselesaikan teridentifikasi

data

kondisi

dalam

yang

dapat

Alternate Flow Documentation


Trigger: Event yang menyebabkan proses teralihkan dari basic
flow
Divergence point: Titik di antara basic flow di mana proses
beralih ke alternate flow
Convergence point: Titik di mana proses kembali ke basic flow

Example of Use Case with Alternate


Flows:
CPP System/Review Case Report
2. Flow of Events
Basic Flow:
.1 The system displays a list of resolved cases that
have not been reviewed.
.2 The user selects a case.

Alternate flows:
2.3a Non-payable case:
.1 The system marks the case as non-payable.
.2 The user confirms the non-payable status of the
case.

Documenting an Alternate of an Alternate


2. Flow of Events
Basic Flow:
.1 The system displays a list of
resolved cases that have not been
reviewed.
.2 The user selects a case.

Alternate flows:
2.3a Non-payable case:
.1 The system marks the case as
non-payable.
.2 The user confirms the nonpayable status of the case.

2.3a.2a User overrides


non-payable status:
.1 The user indicates
that the case is to be
payable and enters a
reason for the
override.
2.7a Cash funds low
but sufficient:
.1 The system marks
the case as payable.
.2 The system displays
the low-funds warning.
(See Prompts and
Messages.)

Exception Flows
Kondisi-kondisi yang mengarah pada pembuangan
user goal

Typical Alternate Flows


Pembatalan transaksi oleh user
Error pada system yang membatalkan transaksi
pada user

Exception Flow Documentation


Trigger: Event yang menyebabkan proses teralihkan dari basic
flow
Divergence point: Titik di antara basic flow di mana proses
beralih ke exception flow
TIDAK ADA Convergence point karena flow ini tidak
menuju user goal, dan biasanya berakhir dengan
The use case ends in failure

Guidelines for conducting System Use


Case Interviews
1. Menanyakan
pada
narasumber
mendeskripsikan tentang basic flow

untuk

2. Membahas satu per satu basic flow, kemudian


mendata alternate flow atau exception flow
3. Menanyakan pada narasumber
alternate flow atau exception flow

apabila

4. Menanyakan
pada
narasumber
mendeskripsikan tiap flow secara detail

ada
untuk

Activity Diagrams for System Use


case
Apabila use case yang digambarkan memiliki relasi
yang kompleks, tambahkan activity diagram untuk
memperjelas

Related Artifacts
Decision Table
Tabel yang digunakan sebagai alat bantu untuk menyelesaikan
respon system terhadap faktor faktor yang saling berkaitan

Struktur Decision Table


Ada 4 bagian utama yaitu :

1. Condition Stub : Kondisi yang akan diselesaikan


2. Condition Entry : Kemungkinan kondisi yang akan
diseleksi.Apabila terpenuhi ( diberi simbol Y ), apabila
tidak diberi simbol (N).Bila ada x kondisi yang diseleksi,
maka akan terdapat N kemungkinan kejadian yaitu N =
2 pangkat x
3. Action Stub :Pernyataan yang akan dikerjakan baik
dalam kondisi bisa terselesaikan atau tidak
4. Action Entry :Memberi tanda tindakan mana yang
akan dilakukan dan mana yang tidak akan dilakukan

Contoh

Langkah 1 & 2 :

Langkah 3 :

Langkah 4 :
4. Mengisi condition entry

Langkah 5 : Mengisi action entry

Related Artifacts
Decision Tree
Decision tree adalah alat yang digunakan untuk
mengubah data menjadi decision tree dan kemudian
akan diubah menjadi aturan.

Data

Decisi
on
Tree

Rule

Entrophy
Entrophy adalah jumlah bit yang diperkirakan
dibutuhkan untuk dapat mengekstrak suatu kelas (+
atau - ) dari sejumlah data acak pada ruang sample S
Rumus :
Ket : p+ adalah jumlah yang mendukung data sample
untuk kriteria tertentu
P- adalah jumlah yang tidak mendukung pada data
sample untuk kriteria tertentu

Contoh

Langkah 1 : Memilih Node Awal

Entropy = 0.94

Terpilih atribut BERAT BADAN karena


memiliki nilai entropy paling kecil

Perhitungan nilai entropy :

Entropy untuk usia :

Langkah 2 : Penyusunan Tree Awal

Keterangan :
+ : IYA
- : TIDAK

Langkah 3 : Penentuan Leaf Node


Untuk Berat = Overweight

Langkah 4 : Penyusunan tree

Langkah 5 : Hasil tree

Langkah 6 : Mengubah tree


menjadi rule

Langkah 7 : Hasil prediksi pada


data training

Kesimpulan : terjadi kesalahan 12,5 % ( 1 dari 8 data )