Anda di halaman 1dari 38

SISTEM PAKAR IDENTIFIKASI KAYU LOKAL

UNTUK PEMBUATAN STICK DRUM


MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING

TUGAS MATA KULIAH SISTEM PAKAR

Oleh :
Glorious Marshal

(12.5.00043 / A2)

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA-S1


SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA & KOMPUTER
SINAR NUSANTARA SURAKARTA
2016

I. PENDAHULUAN
Setiap orang yang memerlukan kayu biasanya terlebih dahulu akan bertanya jenis
kayu apa yang cocok dengan keperluannya. Di Indonesia tumbuh lebih kurang
empat ribu jenis pohon. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan sudah
menyimpan contoh kayu dari lebih kurang 3233 jenis pohon yang tercakup dalam
785 marga dari 106 suku. Pohon yang kayunya dikenal dalam perdagangan
sampai saat ini diperkirakan 400 jenis botanis suatu spesies, tercakup dalam 198
marga atau generasi dari 68 suku atau familia. Kayu perdagangan di Indonesia
memiliki aneka jenis dan ukuran dengan variasi yang tinggi pada kualitas dan
penampilan akibat sifat fisis, mekanis, dan cacat bawaan yang sangat beragam.
Kekuatan kayu terkuat bisa mencapai 11 - 13 kali kekuatan kayu terlemah,
sedangkan kekakuan kayu terkaku bisa mencapai 6 - 8 kali kayu terlentur, dan
variasi ini bahkan dapat juga terjadi dalam jenis kayu yang sama (Surjokusumo,
et.al, 2003).
Di bidang musik, dikenal jenis kayu tonewood atau kayu nada yang merupakan
sebutan untuk golongan kayu yang mampu meneruskan getaran suara dengan baik
sehingga banyak diolah untuk membuat berbagai jenis alat musik mulai dari alat
musik harmonis (gitar, ukulele, dll), alat musik melodis (kulintang, harpa, dll),
dan alat musik ritmis (drum, djembe, cajon, dll). Selain diolah menjadi badan
suatu instrumen, kayu juga dapat dimanfaatkan untuk pembuatan aksesoris
instrumen, dan salah satunya adalah stick drum. Stick drum merupakan aksesoris
yang menjadi kebutuhan utama drummer dalam memainkan drum, sehingga tak
jarang seorang drummer menghabiskan banyak waktu hanya untuk mencari stick
yang sesuai dengan gaya permainannya. Tidak hanya bentuk dan ukuran, jenis
kayu juga sangat penting dalam pemilihan stick agar bisa didapatkan stick yang
cocok dengan genre dan style bermain.
Para ahli di bidang kayu telah banyak membuat tulisan untuk mengidentifikasi
dan menggolongkan kayu, salah satunya adalah menggunakan kunci identifikasi
kayu. Cara yang dilakukan dengan mencocokkan ciri yang terdapat dalam kayu
yang akan diidentifikasi dangan ciri yang telah dibuat kuncinya. Kunci
identifikasi merupakan pertanyaan yang jawabannya harus ditemukan pada
spesimen yang akan diidentifikasi.
Perkembangan di bidang komputer sangatlah pesat, salah satu adalah teknik untuk
membuat komputer mampu mengolah pengetahuan yang dikenal dengan teknik
kecerdasan buatan atau artificial intelligence. Dangan pendekatan ini manusia
mencoba membuat komputer dapat berfikir seperti cara yang dipakai manusia
memecahkan masalah. Salah satu bidang kecerdasan buatan adalah sistem pakar

atau expert system yang dapat meniru proses penalaran para pakar dalam
memecahkan masalah. Teknologi komputer berusaha memindahkan pengetahuan
dari para pakar ke dalam komputer agar dapat digunakan pada berbagai bidang
sesuai dengan kepakaran yang dimasukkan. Mengingat keterbatasan jumlah ahli
atau pakar perkayuan dan begitu banyaknya keanekaragaman kayu di Indonesia
serta banyaknya permintaan identifikasi kayu ke pusat.

II. KNOWLEGDE BASE


A. Kayu Stick Drum
Kayu yang dipakai untuk pembuatan stick drum tidaklah bisa sembarangan,
oleh karena itu hingga saat ini hanya terdapat 4 jenis kayu yang umum diolah

menjadi stick drum yaitu hickory, maple, oak, dan birch. Berikut adalah detail
profil dari keempat kayu tersebut
1. Kayu Maple
a. Morfologi.
Maple merupakan pohon yang biasa tumbuh hingga 10 - 45 meter
(30-145 kaki) tingginya, walaupun ada beberapa spesies yang berupa
semak dengan tinggi kurang dari 10 meter. Sebagian besar spesies
merupakan tipe pohon yang menyesuaikan diri dengan iklim sedang
dingin sehingga pada musim gugur, daun maple akan berubah warna
menjadi kuning hingga kemerahan dan berguguran; tapi beberapa
spesies seperti di Asia selatan dan wilayah Mediterania maple adalah
adalah tumbuhan yang hijau sepanjang tahun. Kebanyakan maple
adalah tumbuhan yang mampu beradaptasi dengan intensitas cahaya
matahari yang rendah ketika muda dan menjadi riparian dalam
ekologi, bentuk akar biasanya padat dan berserat. Beberapa spesies,
terutama Acer cappadocicum, sering menghasilkan root-sprout(tunas
yang berasal dari akar atau pangkal tumbuhan), yang dapat
berkembang menjadi koloni klonal (koloni yang bersifat identik
dengan induk).

Gambar pohon maple


Maples memiliki cirisusunan daun yang berhadapan. Pada umumnya
daun maple berbentuk palmate berurat dan lobed, dengan 3 sampai 9
(jarang 13) pembuluh darah yang mengarah ke setiap lobus, salah
satunya adalah pusat atau apikal. Sejumlah kecil spesies memiliki
perbedaan struktur daun karena memiliki susunan palmate, susunan
menyirip, daun berurat atau unlobed menyirip. Beberapa spesies,

termasuk Acer griseum (Paperbark maple); Acer mandshuricum


(Manchuria maple); Acer maximowiczianum (Nikko maple), dan Acer
triflorum (Tiga-bunga maple), memiliki daun trifoliate. Satu spesies,
Acer negundo (Kotak-tua), memiliki daun pinnately kompleks yang
mungkin hanya trifoliate atau mungkin memiliki lima, tujuh, atau
sembilan selebaran jarang. Sebuah beberapa bunga, seperti Acer
laevigatum (Nepal maple) dan Acer carpinifolium (hornbeam maple),
memiliki daun sederhana pinnately berurat.

gambar daun maple


Bentuk bunga maple dibagi menjadi golongan biasa, pentamerous,
dan bunga yang terdapat dalam tandan, corymbs, atau umbels. Mereka
memiliki empat atau lima sepal, empat atau lima kelopak sekitar 1 - 6
mm panjang (tidak terdapat dalam beberapa spesies), 4-10 benang sari
sekitar 6 - 10 mm, dan dua putik atau putik dengan dua macam
bentuk. Ovarium lebih terlihat dan memiliki dua karpel, dan memiliki
sayap yang memanjangkan bunga, sehingga mudah untuk mengetahui
bahwa bunga itu adalah betina. Maples berbunga di akhir musim
dingin atau awal musim semi, pada sebagian besar spesies mereka
berbunga setelah munculnya daun (awal musim semi), atau dalam
beberapa spesies mereka berbunga sebelum daun pohon berguguran
(pada akhir musim dingin).
Bunga maple berwarna hijau, kuning, oranye atau merah. Meskipun
ukuran bunga kecil, namun pada beberapa spesies akan tampak luar
biasa ketika semua bunga mekar secara bersama - sama. Maple yang
berbunga pada awal musim semi merupakan sumber serbuk sari dan
nektar untuk lebah madu. Satu biji buah maple disebut Samaras atau

"maple keys", "helicopters", "whirlybirds" or "polynoses". Satu biji


terdapat padasatu sisi pasangan. setiap satu biji ditutupi dalam sebuah
ruang yang terhubung denga rangka sayap, dimana sayap buah
terbentuk dari sebuah jaringan tipis mirip kertas. Biji berbentuk
sedemikian rupa hingga mampu untuk berputar saat jatuh dan
membawa biji pergi pada jarak yang cukup jauh bersama angin. Anakanak sering menyebutnya "helikopter" karena cara mereka berputar
saat jatuh. Buah matang dalam kurun waktu beberapa minggu sampai
enam bulan setelah berbunga, dan benih jatuh ( lalu menyebar) tak
lama setelah buah tersebut matang. Satu pohon dapat melepaskan
ratusan ribu bibit pada satu waktu. Berdasarkan spesies yang ada,
ukuran benih dapat bervariasi, mulai dari kecil dan berwarna hijau
hingga oranye dan besar dengan ukuran biji lebih tebal. Benih-benih
hijau dirilis berpasangan, kadang-kadang dengan batang tetap
terhubung. Benih kuning dilepaskan secara terpisah dan hampir selalu
tanpa batang. Sebagian besar spesies memerlukan stratifikasi untuk
tumbuh, dan beberapa bibit dapat tetap terbengkalai di dalam tanah
selama beberapa tahun sebelum berkecambah.

Gambar buah maple dan bunga maple


b. Budaya Signifikansi.
Sebuah daun maple adalah pada lambang negara Kanada, dan pada
bendera Kanada. Maple adalah simbol umum dari kekuatan dan daya
tahan dan telah dipilih sebagai pohon nasional dari berbagai negara
termasuk Kanada. Daun maple secara tradisional merupakan bagian
penting dari Pasukan Militer Kanada.
c. Penggunaan
Horticular
Maple ditanam sebagai pohon hias oleh pemilik rumah, bisnis hingga
skala perkotaan. Acer platanoides (Norwegia maple) sangat populer
karena cepat berkembang dan tahan dengan cuaca dingin yang

ekstrim. Contoh lain yang populer adalah Norway Maple (sering


dianggap sebagai bukan spesies asliAmerika Utara), Silver Maple,
Japanese Maple, and Red Maple. Maple lain, yaitu spesies yang lebih
kecil,lebih sering digunakan sebagai pohon spesimen.

Cultivars
Beberapa jenis maple pilihan dapat diperbanyak hanya dengan
reproduksi aseksual seperti stek, kultur jaringan, tunas atau okulasi.
Acer Palmatum (maple Jepang) sendiri memiliki lebih dari 1.000
kultivar, paling dipilih di Jepang, dan banyak dari mereka tidak lagi
disebarkan atau tidak dalam budidaya di dunia Barat. Beberapa hasil
kultivar halus biasanya ditanam dalam pot dan jarang mencapai
ketinggian lebih dari 50-100 cm.

Bonsai
Maple cukup favorit untuk seni bonsai. Acer Palmatum (maple
Jepang), Acer buergerianum (Trident maple), Acer ginnala (Amur
maple), Acer Campestre (Field maple) dan Montpellier maple (A.
monspessulanum) adalah spesies unggul dalam dunia bonsai karena
mampu beradaptasi dengan kondisi minimal, walaupun hampir semua
jenis maple bisa dijadikan bonsai.

Gambar bonsai maple

Koleksi.
Jenis Maple Collection, atau terkadang disebutaceretums, biasanya
ditanam di kebun dan arboreta seluruh dunia termasuk "Five Great
Ws" di Inggris: Wakehurst Taman Place, Westonbirt Arboretum,
Windsor Great Park, Winkworth Arboretum dan Kebun Wisley. Di

Amerika Serikat, aceretum di Harvard milik Arnold Arboretum di


Boston sangat terkenal. Dalam jumlah spesies dan kultivar, yang
berada di Aceretum Esveld di Boskoop, Belanda merupakan yang
terbesar di dunia.

Pariwisata.
Sebagian besar pohon maple memiliki warna dedaunan yang cerah
dan menarik pada musim gugur, dan banyak negara memiliki tradisi
menonton daun. Di Jepang, tradisi melihat perubahan warna daun
maple di musim gugur disebut "momijigari". Nikko dan Kyoto
merupakan tempat favorit untuk melakukan kegiatan ini. Selain itu, di
Korea, aktivitas yang sama disebut "Danpung-Nori". Pegunungan
Seoraksan dan Naejangsan adalah tempat yang sangat terkenal untuk
itu.
Acer saccharum (maple gula) adalah penarikwisatawan musim gugur
di Amerika Utara, khususnya di Central Ontario, Quebec, dan tingkat
utara Amerika Serikat termasuk Wisconsin, Michigan, Vermont, New
York, New Hampshire dan Barat Massachusetts.

d. Kegunaan Komersial
Sirup Maple.
Para maple Gula (Acer saccharum) disadap untuk getah, yang
kemudian direbus untuk menghasilkan sirup maple atau dibuat
menjadi gula maple atau permen maple. Dibutuhkan sekitar 40 liter
getah maple untuk membuat 1 liter sirup. Sirup dapat dibuat dari
spesies maple lainnya, tetapi kadar gula yang dihasilkanjauh lebih
rendah.

Kayu.
Beberapa spesies maple memiliki kayu berkualitas tinggi, terutama
Sugar maple di Amerika Utara, dan Sycamore maple di Eropa. Kayu
Sugar maple - sering dikenal sebagai "hard maple" - adalah kayu
pilihan untuk pin bowling, jalur bowling, poros tongkat biliar, dan
blok tukang daging. kayu maple juga digunakan untuk pembuatan bat
kayu pada olahraga baseball, meskipun kurang sering daripada ash
atau hickory karena kecenderungan bat maple untuk patah ketika
banyak mendapat benturan. Bat maple diperkenalkan ke Major
League Baseball (MLB) pada tahun 1998 oleh Sam Holman dari Bats
Sam. Saat ini bats maple merupakan bats standard pada setiap liga
baseball professional. Maple juga biasa digunakan dalam panahan

sebagai bahan inti pada tungkai dari recurve Bow karena kekakuan
dan kekuatan.
Kayu maple sering dinilai berdasarkan karakteristik fisik dan estetika.
Terminologi yang paling umum termasuk skala penilaian dari
common #2 yang bukan merupakan kayu pilihan, dan sering
digunakan untuk kayu kerajinan;common #1 digunakan untuk
bangunan komersial dan perumahan, Clear and Selected Grade yang
digunakan untuk pengerjaan halus.
Beberapa kayu maple memiliki tekstur kayu yang sangat dekoratif,
yang dikenal sebagai Flame Maple, Quilt Maple, Birdseye Maple dan
Burl Wood. Kondisi ini terjadi secara acak di setiap pohon beberapa
spesies, dan sering tidak dapat terdeteksi sampai kayu digergaji,
meskipun kadang-kadang terlihat di pohon sebagai pola berdesir di
kulit.

Tonewood
Maple dianggap sebagai tonewood, atau kayu yang membawa
gelombang suara dengan baik, dan digunakan dalam banyak alat
musik. Maple memiliki karakter suara yang lebih bright dan memiliki
daya amplifikasi yang lebih baik dari Mahoni, yang merupakan
tonewood utama yang digunakan dalam pembuatan instrumen.
Bagian belakang, samping, dan leher instrumen seperti, biola alto,
cello, double bass dan gitar mayoritas terbuat dari maple.
Leher gitar listrik biasanya terbuat dari maple. Leher Fender
Stratocaster dan Telecaster awalnya merupakan model one piece
maple, namun kemudian juga tersedia neck dengan bahan
fingerboards rosewood. Fingerboards maple yang dikatakan memiliki
suara lebih bright dari rosewood. Puncak dari gitar Gibson Les Paul
terbuat dari maple berukir. Mayoritas Les Paul dibuat menggunakan
flame maple, dan model ini sangat dihargai oleh pemain dan kolektor
untuk kecantikan mereka. Sangat sedikit gitar yang keseluruhan
bodinya terbuat dari maple, karena dianggap terlalu berat. Karena itu
biasanya satu unit gitar dibuat menggunakan campuran beberapa
kayu.

Maple juga sering digunakan untuk membuat bassoons dan kadangkadang untuk instrumen tiup kayu lainnya seperti recorder maple.
Banyak drum terbuat dari maple. Dari 70-an ke 90-an, maple Drum
kit merajai pasaran, tetapi dalam beberapa tahun terakhir, Birch
kembali menyaingi maple. Beberapa perusahaan drum besar memilih
maple sebagai bahan utama produk mereka, terutama untuk produk
kelas mid hingga pro. Hal ini dikarenakan Maple drum memiliki
resonan suara yang bright. Produsen stick drum juga menggunakan
maple sebagai bahan pembuatan stick untuk beberapa tipe produknya.

Pertanian
Karena mereka adalah sumber utama serbuk sari di awal musim semi
sebelum tanaman lainnya berbunga, pohon maple penting bagi
kelangsungan hidup lebah madu yang memiliki peran vital untuk
bidang komersial pada musim semi dan musim panas (membantu
proses penyerbukan).

Pulp wood
Maple juga digunakan sebagai pulp. Dinding serat yang relatif tebal
mencegah collapse setelah pengeringan pulp. Ketebalan dinding serat
berpengaruh pada ketajaman cetak, dan kertas dari pulp maple mampu
memberi hasil yang baik pada pencetakan.

2. Kayu Hickory
a. Morfologi
Hickory (dari Powhatan) adalah jenis pohon, yang terdiri dari genus
Carya (Yunani Kuno: "kacang"). Genus mencakup 17-19
spesies pohon gugur dengan daun majemuk pinnately dan bentuk
polong besar. Lima atau enam spesies merupakan spesies asli China,
Indochina, dan India (Negara Bagian Assam), sebanyak 12 spesies asli
Amerika Serikat, empat ditemukan di Meksiko, dan sekitar 2 4
spesies asli Kanada. Bunga hickory berbentuk catkins kecil berwarna
kuning-hijau diproduksi di musim semi. Penyerbukan bunga dibantu
oleh angin dan merupakan pohon berumah 1 ( tidak bisa melakukan
penyerbukan sendiri ).

Gambar daun hickory (kiri), dan


daun hickory saat musim gugur (kanan)
Buah hickory berbentuk bulat atau oval seperti kacang dengan
dimensi panjang 2-5 cm (0,79-1,97 inch) dan diameter 1,5-3 cm (0,591,18 inch). Biji tertutup dalam sabut empat sisi, yang akan pecah dan
terbuka saat buah masak. Kulit biji tebal dan keras di sebagian besar
spesies, dan tipis dalam beberapa, terutama C. illinoinensis yang
terbagi menjadi dua bagian, dan terpecah ketika berkecambah.

Gambar buah hickory


Beaked hickory (Annamacharya sinensis) adalah spesies yang
sebelumnya diklasifikasikan sebagai Carya sinensis, tapi sekarang
diputuskan masuk dalam genus monotypic Annamacharya.

Gambar pohon hickory


b. Spesies dan klasifikasi
Asia
Carya sect. Sinocarya Asian hickories
Carya dabieshanensis M.C. Liu Dabie Shan Hickory
( mungkin masih keterkaitan dengan C. cathayensis)
Carya cathayensis Sarg. Chinese Hickory
Carya hunanensis W.C.Cheng & R.H.Chang Hunan Hickory
Carya kweichowensis Kuang & A.M.Lu Guizhou Hickory
Carya poilanei Leroy - Poilane's Hickory
Carya tonkinensis Lecomte Vietnamese Hickory
North America
Carya sect. Carya typical hickories
Carya floridana Sarg. Scrub Hickory
Carya glabra (Mill.) Sweet Pignut Hickory, Pignut, Sweet
Pignut, Coast Pignut Hickory, Smoothbark Hickory, Swamp
Hickory, Broom Hickory
Carya myristiciformis (F.Michx.) Nutt. Nutmeg Hickory,
Swamp Hickory, Bitter Water Hickory
Carya ovalis (Wangenh.) Sarg. Red Hickory, Spicebark
Hickory, Sweet Pignut Hickory (treated as a synonym of C.
glabra by Flora N. Amer.)
Carya ovata (Mill.) K.Koch Shagbark Hickory
Carya ovata var. ovata Northern Shagbark Hickory
Carya ovata var. australis Southern Shagbark Hickory,
Carolina Hickory (syn. C. carolinae-septentrionalis)

Carya laciniosa (Mill.) K.Koch Shellbark Hickory, Shagbark


Hickory, Bigleaf Shagbark Hickory, Kingnut, Big Shellbark,
Bottom Shellbark, Thick Shellbark, Western Shellbark
Carya pallida (Ashe) Engl. & Graebn. Sand Hickory
Carya texana Buckley Black Hickory
Carya tomentosa (Poir.) Nutt. Mockernut Hickory (syn. C.
alba)
Carya washingtonensis - Manchester Extinct Miocene

Carya sect. Apocarya pecans


Carya aquatica (F.Michx.) Nutt. Bitter pecan or Water
Hickory
Carya cordiformis (Wangenh.) K.Koch Bitternut Hickory
Carya illinoinensis (Wangenh.) K.Koch Pecan
Carya palmeri W.E. Manning Mexican Hickory
c. Ekologi
Dalam ekologinya, hickory merupakan tumbuhan yang menjadi
makanan bagi larva dari beberapa spesies lepidoptera, yang
diantaranya :
Luna moth (Actias luna)
Brown-tail (Euproctis chrysorrhoea)
Coleophora case-bearers, C. laticornella and C. ostryae
Regal moths (Citheronia regalis), ulatnya sering dikenal sebagai
hickory horn-devils
Walnut sphinx (Amorpha juglandis)
The Bride (termasuk subspecies Catocala neogama neogama)
Phylloxera (Phylloxera Carya caulis) juga menggunakan pohon
hickory sebagai sumber makanan. Phylloxeridae yang masih berkaitan
dengan kutu daun memiliki siklus hidup yang sama kompleks. Telur
menetas di awal musim semi dan membentuk kantung (galls) yang
terbuat dari dahan daun dimana mereka akan berkembang. Adanya
phylloxera menyebabkan tanaman hickory menjadi lemah dan bahkan
stress, tetapi umumnya tidak berbahaya. Daun dan batang yang
terinfeksi dan terdapat galls akan gugur pada musim semi. Dan tupai
akan segera memakan galls tersebut karena adanya Phylloxera yang
mengandung protein.
d. Kegunaan

Kayu hickory sangat keras, kaku, padat dan tahan guncangan. Ada
jenis kayu yang lebih kuat dari hickory dan hutan yang lebih sulit,
tetapi kombinasi dari kekuatan, ketangguhan, kekerasan dan kekakuan
yang dimiliki kayu hickory tidak ditemukan dalam jenis kayu
komersial lainnya. Oleh karena itu, hickory banyak digunakan untuk
gagang perkakas, busur, jari-jari roda, gerobak, stick drum, gagang
tongkat lacrosse, golf club shaft (kadang-kadang masih disebut
tongkat hickory, meskipun terbuat dari baja atau grafit), bagian bawah
ski, tongkat dan untuk tongkat penunjuk atau tongkat hukuman yang
biasa digunakan pada sekolah tradisional. Dayung juga sering dibuat
dari hickory.
Bat baseball dulunya terbuat dari hickory, tapi sekarang lebih sering
dibuat dari ash. Hickory menggantikan ash sebagai kayu pilihan untuk
Scottish shinty sticks (juga dikenal sebagai camans). Hickory secara
luas digunakan untuk rangka pesawat awal.
Hickory juga sangat berharga untuk tungku kayu bakar dan perapian
rumah, karena kandungan energi yang tinggi. kayu hickory juga
merupakan jenis kayu favorit untuk proses pengasapan daging. Di
Amerika Serikat Selatan, hickory populer untuk memasak barbekyu,
seperti hickory tumbuh subur di wilayah ini, dan menambah rasa
daging.
Hickory kadang-kadang digunakan untuk lantai kayu karena daya
tahan dan karakternya. Namun begitu, kayu hickory tidak begitu tahan
terhadap kelapukan.
Sebuah ekstrak kulit kayu dari shagbark hickory juga digunakan
dalam sirup dengan rasa mirip sirup maple, dengan sedikit pahit,
dengan karakter rasa yang smoky.
Biji dari beberapa spesies enak dimakan, sementara yang lain pahit
dan hanya cocok untuk pakan ternak. Shagbark dan shellbark hickory,
bersama dengan kemiri, dianggap oleh sebagian orang sebagai pohon
kacang terbaik.
Ketika dibudidayakan untuk konsumsi, klonal (pencangkokan) pohon
dari kultivar yang sama tidak dapat menyerbuki satu sama lain karena
mereka merupakan tumbuhan berumah satu. Dua atau lebih kultivar
harus ditanam bersama-sama agar penyerbukan berhasil. Bibit

(berkembang dari kacang hickory) biasanya akan memiliki variasi


genetik yang cukup kompleks.
3. Kayu Oak
Ek adalah istilah yang berasal dari bahasa Belanda eik, untuk menyebut
nama dari beberapa ratus spesies pohon dan semak dalam genus Quercus
(bahasa Inggris: Oak; "Tarbantin") dan beberapa genus yang
berhubungan, terutama Cyclobalanopsis dan Lithocarpus. Genus ini
berasal dari belahan bumi utara, dan termasuk spesies peluruh dan hijau
abadi yang menyebar dari lintang yang dingin sampai Asia yang tropis
dan Amerika.
Pohon Ek sering dikenal dengan pohon Oak. Pohon Oak dapat tumbuh di
berbagai daerah dan hampir di setiap daerah. Berdasarkan habitatnya,
pohon ini terdiri dari tiga jenis, yaitu:
1) Quercus
Pohon Oak jenis Quercus tumbuh di bumi belahan utara, yaitu
negara-negara di benua Eropa dan Amerika. Contohnya adalah
pohon Oak Jurupa yang termasuk spesies Quercus palmeri atau ek
palm, ini dinamai Jurupa karena angin jurupa yang seringkali
berhembus di bukit di mana ia hidup.
2) Cyclobalanopsis
Pohon Oak jenis Cyclobalanopsis tumbuh di daerah Asia yang dingin
seperti Jepang, Taiwan dan Korea.
3) Cork Oak
Pohon Oak jenis Cork Oak tumbuh di Portugis, Spanyol dan
Maroko.
Jenis-jenis dari genus Quercus yang tersebar di Indonesia: Mempening
(Quercus argentata) dan pasang jambe (Quercus gemelliflora)
Karakteristiknya adalah memiliki batang yang kokoh, daun yang rindang
dan anggun, daya tahan batang dan cabang-cabangnya yang kuat, dan
sistem akar besar yang sensitif terhadap karakteristik tanah, pH dan kadar
air. Pohon Oak juga memiliki kebiasaan yang aneh, yaitu tidak
menggugurkan daunnya ketika musim gugur meskipun warnanya tetap
berubah kecoklatan. Ketika tunas-tunas daun muncul di musim semi,
barulah pohon Ek menggugurkan daun yang sudah coklat tadi.

Gambar pohon ek (kiri), dan buah serta daun ek (kanan)


Pohon Oak memiliki banyak kegunaan, yaitu:

Pohon Oak dapat digunakan sebagai pelindung karena daunnya


rindang dan pohonnya kuat

Kayu pohon ini bisa dijadikan bahan bangunan mulai dari membuat
kapal laut hingga furniture, dinding, panel lantai, dll. Hal ini
dikarenakan berat jenis kayu yang mencapai 0,75 g/cm3 dan
kandungan tanning yang tinggi sehingga kayu pohon oak sangat
tahan terhadap serangan serangga, rayap, dan jamur.

Kayu oak jepang digunakan dalam pembuatan drum profesional oleh


pabrikan Yamaha Drums. Kepadatan kayu ek yang lebih tinggi
memberikan bright tone pada drum dan daya amplifikasi yang lebih
baik dibandingkan dengan bahan shell drum tradisional seperti
maple dan birch.

Kayu Ek yang tumbuh di Perancis sangat terkenal karena dipercaya


mampu menghasilkan minuman dengan kualitas terbaik di dunia
seperti wine, karena memiliki aroma vanila dari Ek dan rasa serta
warna yang lebih baik. Aroma khas yang dihasilkan kayu Ek ini juga
biasa digunakan untuk mengasapi makanan seperti keju, daging dan
ikan.

Buah Oak yang disebut Acorn, bisa dijadikan tepung untuk membuat
roti dan kue. Bila dipanggang juga bisa menghasilkan kopi Acorn.

4. Kayu Birch
a. Morfologi
Birch adalah pohon gugur berdaun tipis dari genus Betula dalam
keluarga betulaceae, yang juga termasuk alder, Hazels, dan
hornbeams, dan berkaitan erat dengan keluarga beech / oak, Fagaceae.
Genus Betula mengandung 30 sampai 60 taksa yang dikenal. Dari
jumlah itu, 11 diantaranya termasuk dalam IUCN 2011 Green List of
Threatened Species. Mereka adalah spesies pionir yang biasanya
berusia agak pendek dan menyebar luas di belahan bumi utara,
khususnya di daerah beriklim sedang dan boreal utara.
Spesies birch umumnya berupa pohon berukuran kecil hingga sedang
atau semak, sebagian besar hidup daerah beriklim sedang. Daun birch
relatih sederhana, bergigi tunggal atau ganda, bulu-berurat, petiolate
dan stipulate. Mereka sering muncul berpasangan, namun pasangan
ini berada pada tempat seperti susuh, berdaun dua, dan branchlets
lateral. Buah birch berupa samara kecil, meskipun sayap mungkin
tidak berbentuk sempurna dalam beberapa spesies. Buah birch
berbeda dibandingan alder (Alnus, genus lain dalam keluarga) yang
mana catkins birch betina tidak berkayu dan hancur pada saat masak,
memecahkan diri untuk melepaskan benih; tidak seperti catkins alder
betina yang berbentuk seperti cone dan tidak berkayu.
Kulit semua pohon birch memiliki tanda yang khas yaitu lentisel
horisontal panjang, dan sering membentuk lapisan pelat tipis kulit,
terutama pada Paper Birch. Warna kulit digunakan untuk memberikan
nama umum untuk setiap spesies yang berbeda seperti birch abu-abu,
putih, hitam, silver dan kuning.

Gambar batang pohon birch


b. Ekologi
Birch sering membentuk barisan batang tegak sejajar dengan arah
cahaya matahari, memiliki kemampuan drainase yang baik, khususnya
ketika mereka tumbuh di tanah yang memiliki sifat asam. Mereka
dianggap sebagai spesies pionir, cepat menjelajah tanah terbuka
terutama di urutan suksesi sekunder setelah bencana alam atau
kebakaran hutan. Birch adalah jenis pohon awal untuk membangun di
suksesi primer, dan dapat menjadi ancaman bagi daerah padang
rumput jika bibit dan anakan tidak ditekan oleh rerumputan atau
pembakaran periodik. Birch umumnya spesies yang hidup di dataran
rendah, tetapi beberapa spesies, seperti Betula nana, memiliki daerah
persebaran di pegunungan.
Di Kepulauan Inggris, ada beberapa perbedaan antara lingkungan dari
Betula pendula dan pubescens Betula, dan beberapa hibridisasi,
meskipun keduanya "oportunis dalam sistem hutan mapan". jamur
mikoriza, termasuk selubung (ecto) mikoriza, ditemukan dalam
beberapa kasus bermanfaat bagi pertumbuhan pohon. Dedaunan birch
digunakan sebagai sumber makanan oleh sebagian besar larva dari
spesies lepidopteran (kupu-kupu dan ngengat).
c. Kegunaan
Karena kekerasan Birch, lebih baik untuk membentuknya dengan alatalat listrik, karena cukup sulit untuk bekerja dengan alat-alat tangan.

Kayu birch yang halus dan pucat sering disebut memiliki


kemilau yang mirip dengan satin. Corak desiran terkadang
tampak pada permukaan kayu dan meningkatkan nilai kayu
untuk pembuatan veneer dan furniture. Masur Birch (atau

Karelian) yang sangat dekoratif, dari Betula verrucosa var.


carelica, memiliki tekstur riak dikombinasikan dengan garisgaris gelap yang menarik dan garis tegas. Kayu birch cocok
untuk veneer, dan birch plywood adalah salah satu plywood
yang terkuat dan memiliki dimensi kayu lapis paling stabil,
meskipun tidak cocok untuk penggunaan eksterior.
Kayu lapis birch terbuat dari birch veneer yang dilaminasi.
Plywood ini ringan tapi kuat, dan memiliki banyak keunggulan
lainnya. Kayu lapis birch yang digunakan untuk membuat
longboards (skateboard), memberikan fleksibilitas dan
kekuatan saat digunakan. Plywood juga digunakan untuk
membuat pesawat model (sering di buat sangat tipis dengan
banyak laminasi).
Ekstrak kulit birch digunakan untuk penyedap atau minyak
kulit, dan dalam kosmetik seperti sabun atau sampo. Di masa
lalu, minyak komersial wintergreen (metil salisilat) terbuat dari
birch manis (Betula lenta).
Birch-tar atau minyak Rusia diekstrak dari kulit kayu birch
adalah termoplastik dan tahan air; birch tar juga digunakan
sebagai lem, misalnya, pada panah, dan juga untuk tujuan
pengobatan. [8]
Ranting harum birch perak dimanfaatkan di sauna untuk
relaksasi.
Birch juga terkait dengan hari raya Pentakosta di Jerman,
Eropa Tengah dan Timur, dan Rusia, di mana cabangcabangnya digunakan sebagai hiasan untuk gereja dan rumahrumah pada saat Pentakosta berlangsung.
Daun birch digunakan untuk membuat teh diuretik dan ekstrak
daun dimanfaatkan untuk pewarna dan kosmetik.
Kulit kayu Ground Birch, difermentasi dalam air laut,
digunakan untuk zat tambahan dalam wol, rami atau layar kain
dan tali rami perahu tradisional Norwegia.
Birch plywood disebut oleh BBC sebagai satu-satunya kayu
yang dapat digunakan dalam pembuatan kabinet berumur
panjang untuk loudspeaker LS3 / 5A.
Birch digunakan sebagai kayu bakar karena nilai kalori yang
tinggi per satuan berat dan satuan volume. Kayu birch tetap
dapat terbakar sempurna walau dalam keadaan beku atau baru
saja ditebang. Kulit akan terbakar dengan sangat baik bahkan
ketika basah karena kandungan minyak yang cukup tinggi.

Dengan tekneik tertentu, kulit birch bisa dipotong menjadi


lembaran yang sangat tipis yang akan menyala bahkan hanya
dari sedikit percikan api.
Getah birch adalah minuman tradisional di Eropa Utara, Rusia,
dan Cina Utara. Getah juga dikemas dalam botol dan dijual
secara komersial. Getah birch dapat digunakan untuk membuat
sirup birch, yang digunakan seperti sirup maple untuk pancake
dan wafel. kayu birch dapat digunakan untuk mengasapi
makanan.
minyak birch digunakan dalam industri kulit Russia, agar
didapat produk kulit tahan air.
Birch Baltic adalah salah satu kayu favorit dalam pembuatan
kabinet speaker. Birch memiliki resonansi alami yang sangat
baik dalam menyalurkan frekuensi tinggi dan rendah, yang
sulit disamai oleh kabinet dari kayu apapun. Resonansi ini
mengkompensasi roll-off frekuensi rendah dan tinggi di
speaker, dan bahkan setiap tone. Birch dikenal karena memiliki
"EQ alami".
Drum sering dibuat dari birch. Sebelum tahun 1970-an, birch
merupakan kayu drum paling populer. Hal itu dikarenakan
kebutuhan untuk volume yang lebih besar dan kejelasan
midrange, walau saat ini drum mayoritas terbuat dari maple.
Ketika berada pada suatu kondisi dimana dibutuhkan suara
besar, drum Birch memiliki bakat alami dalam frekuensi tinggi
dan rendah, yang memungkinkan drum terdengar lebih penuh.
Kayu birch terkadang digunakan sebagai tonewood untuk body
gitar akustik baik secara keseluruhan atau setengahnya, dan
kadang-kadang untuk gitar solid-body. Ini juga merupakan
bahan yang umum digunakan di palu untuk keyboard perkusi.

B. Kayu Lokal
Indonesia terkenal akan produksi hasil hutannya. Utamanya adalah hasil
hutan kayu. Banyak kayu perdagangan yang sering digunakan sebagai bahan
bangunan, perkakas, dan furniture karena kekerasan dan kekuatan kayu.
Berikut adalah contoh kayu lokal yang terkenal akan kekuatan dan
keuletannya
1. Kayu Jati
Jati adalah sejenis pohon penghasil kayu bermutu tinggi. Pohon besar,
berbatang lurus, dapat tumbuh mencapai tinggi 30-40 m. Berdaun besar,

yang luruh di musim kemarau. Jati dikenal dunia dengan nama teak
(bahasa Inggris). Nama ini berasal dari kata thekku () dalam bahasa
Malayalam, bahasa di negara bagian Kerala di India selatan. Nama
ilmiah jati adalah Tectona grandis L.f.
Jati dapat tumbuh di daerah dengan curah hujan 1 500 2 000 mm/tahun
dan suhu 27 36 C baik di dataran rendah maupun dataran tinggi.
Tempat yang paling baik untuk pertumbuhan jati adalah tanah dengan pH
4.5 7 dan tidak dibanjiri dengan air. Jati memiliki daun berbentuk elips
yang lebar dan dapat mencapai 30 60 cm saat dewasa.
Jati memiliki pertumbuhan yang lambat dengan germinasi rendah
(biasanya kurang dari 50%) yang membuat proses propagasi secara alami
menjadi sulit sehingga tidak cukup untuk menutupi permintaan atas kayu
jati. Jati biasanya diproduksi secara konvensional dengan menggunakan
biji. Akan tetapi produksi bibit dengan jumlah besar dalam waktu tertentu
menjadi terbatas karena adanya lapisan luar biji yang keras. Beberapa
alternatif telah dilakukan untuk mengatasi lapisan ini seperti merendam
biji dalam air, memanaskan biji dengan api kecil atau pasir panas, serta
menambahkan asam, basa, atau bakteri. Akan tetapi alternatif tersebut
masih belum optimal untuk menghasilkan jati dalam waktu yang cepat
dan jumlah yang banyak.
a. Habitus
Pohon besar dengan batang yang bulat lurus, tinggi total mencapai 40
m. Batang bebas cabang (clear bole) dapat mencapai 1820 m. Pada
hutan-hutan alam yang tidak terkelola ada pula individu jati yang
berbatang bengkok-bengkok. Sementara varian jati blimbing memiliki
batang yang berlekuk atau beralur dalam; dan jati pring (Jw. bambu)
nampak seolah berbuku-buku seperti bambu. Kulit batang coklat
kuning keabu-abuan, terpecah-pecah dangkal dalam alur memanjang
batang.dan seringkali masyarakat indonesia salah mengartikan jati
dengan tanaman jabon( antocephalus cadamba ) padahal mereka dari
jenis yang berbeda.
Pohon jati (Tectona grandis sp.) dapat tumbuh meraksasa selama
ratusan tahun dengan ketinggian 40-45 meter dan diameter 1,8-2,4
meter. Namun, pohon jati rata-rata mencapai ketinggian 9-11 meter,
dengan diameter 0,9-1,5 meter.

Pohon jati yang dianggap baik adalah pohon yang bergaris lingkar
besar, berbatang lurus, dan sedikit cabangnya. Kayu jati terbaik
biasanya berasal dari pohon yang berumur lebih daripada 80 tahun.
Daun umumnya besar, bulat telur terbalik, berhadapan, dengan tangkai
yang sangat pendek. Daun pada anakan pohon berukuran besar, sekitar
6070 cm 80100 cm; sedangkan pada pohon tua menyusut menjadi
sekitar 15 20 cm. Berbulu halus dan mempunyai rambut kelenjar di
permukaan bawahnya. Daun yang muda berwarna kemerahan dan
mengeluarkan getah berwarna merah darah apabila diremas. Ranting
yang muda berpenampang segi empat, dan berbonggol di bukubukunya.
Bunga majemuk terletak dalam malai besar, 40 cm 40 cm atau lebih
besar, berisi ratusan kuntum bunga tersusun dalam anak payung
menggarpu dan terletak di ujung ranting; jauh di puncak tajuk pohon.
Taju mahkota 6-7 buah, keputih-putihan, 8 mm. Berumah satu.
Buah berbentuk bulat agak gepeng, 0,5 2,5 cm, berambut kasar
dengan inti tebal, berbiji 2-4, tetapi umumnya hanya satu yang
tumbuh. Buah tersungkup oleh perbesaran kelopak bunga yang
melembung menyerupai balon kecil. Nilai Rf pada daun jati sendiri
sebesar 0,58-0,63.

Gambar pucuk dan buah pohon jati


b. Ekologis
Jati menyebar luas mulai dari India, Myanmar, Laos, Kamboja,
Thailand, Indochina, sampai ke Jawa. Jati tumbuh di hutan-hutan
gugur, yang menggugurkan daun dimusim kemarau.
Menurut sejumlah ahli botani, jati merupakan spesies asli di Burma,
yang kemudian menyebar ke Semenanjung India, Thailand, Filipina,

dan Jawa. Sebagian ahli botani lain menganggap jati adalah spesies
asli di Burma, India, Muangthai, dan Laos.
Sekitar 70% kebutuhan jati dunia pada saat ini dipasok oleh Burma.
Sisa kebutuhan itu dipasok oleh India, Thailand, Jawa, Srilangka, dan
Vietnam. Namun, pasokan dunia dari hutan jati alami satu-satunya
berasal dari Burma. Di Afrika dan Karibia juga banyak dipelihara.
Jati paling banyak tersebar di Asia. Selain di keempat negara asal jati
dan Indonesia, jati dikembangkan sebagai hutan tanaman di Srilangka
(sejak 1680), Tiongkok (awal abad ke-19), Bangladesh (1871),
Vietnam (awal abad ke-20), dan Malaysia (1909).
Iklim yang cocok adalah yang memiliki musim kering yang nyata,
namun tidak terlalu panjang, dengan curah hujan antara 12003000
mm pertahun dan dengan intensitas cahaya yang cukup tinggi
sepanjang tahun. Ketinggian tempat yang optimal adalah antara 0
700 m dpl; meski jati bisa tumbuh hingga 1300 m dpl.
Tegakan jati sering terlihat seperti hutan sejenis, yaitu hutan yang
seakan-akan hanya terdiri dari satu jenis pohon.
Ini dapat terjadi di daerah beriklim muson yang begitu kering,
kebakaran lahan mudah terjadi dan sebagian besar jenis pohon akan
mati pada saat itu. Tidak demikian dengan jati. Pohon jati termasuk
spesies pionir yang tahan kebakaran karena kulit kayunya tebal.
Lagipula, buah jati mempunyai kulit tebal dan tempurung yang keras.
Sampai batas-batas tertentu, jika terbakar, lembaga biji jati tidak
rusak. Kerusakan tempurung biji jati justru memudahkan tunas jati
untuk keluar pada saat musim hujan tiba.
Guguran daun lebar dan rerantingan jati yang menutupi tanah melapuk
secara lambat, sehingga menyulitkan tumbuhan lain berkembang.
Guguran itu juga mendapat bahan bakar yang dapat memicu
kebakaran yang dapat dilalui oleh jati tetapi tidak oleh banyak jenis
pohon lain. Demikianlah, kebakaran hutan yang tidak terlalu besar
justru mengakibatkan proses pemurnian tegakan jati: biji jati
terdorong untuk berkecambah, pada saat jenis-jenis pohon lain mati.
Tanah yang sesuai adalah yang agak basa, dengan pH antara 6-8,
sarang (memiliki aerasi yang baik), mengandung cukup banyak kapur
(Ca, calcium) dan fosfor (P). Jati tidak tahan tergenang air.

Pada masa lalu, jati sempat dianggap sebagai jenis asing yang
dimasukkan (diintroduksi) ke Jawa; ditanam oleh orang-orang Hindu
ribuan tahun yang lalu. Menurut T.Altona, penanaman jati yang
pertama dilakukan oleh orang hindu yang datang ke Jawa. Sehingga
terkesan, jati didatangkan oleh orang hindu atau negeri hindulah
tempat asli dari jati. Pendapat ini diperkuat oleh seorang ahli botani,
Charceus yang mengatakan bahwa jati di Pulau Jawa berasal dari
India yang dibawa sejak tahun 1500 SM sampai abad ke- 7 Masehi.
Kontroversi ini kemudian terjawab dengan penelitian marker genetik
menggunakan teknik isoenzyme/pengujian variasi isozyme yang
dilakukan oleh Kertadikara pada tahun 1994. Hasil penelitiannya
menunjukan bahwa jati yang tumbuh di Indonesia (Jawa) merupakan
jenis asli. Jati di Jawa telah berevolusi sejak puluhan hingga ratusan
ribu tahun yang silam (Mahfudz dkk., t.t. ). Jati ini mengalami
mekanisme adaptasi khusus sesuai dengan keadaan iklim dan edaphis
yang berkembang puluhan hingga ratusan ribu tahun sejak zaman
quarternary dan pleistocene di asia Tenggara. Karena nilai kayunya,
jati kini juga dikembangkan di luar daerah penyebaran alaminya. Di
Afrika tropis, Amerika tengah, Australia, Selandia Baru, Pasifik dan
Taiwan.
c. Sifat kayu dan pengerjaan
Kayu jati merupakan kayu kelas satu karena kekuatan, keawetan dan
keindahannya. Secara teknis, kayu jati memiliki kelas kekuatan I dan
kelas keawetan I. Kayu ini sangat tahan terhadap serangan rayap.
Kayu teras jati berwarna coklat muda, coklat kelabu hingga coklat
merah tua. Kayu gubal, di bagian luar, berwarna putih dan kelabu
kekuningan.
Meskipun keras dan kuat, kayu jati mudah dipotong dan dikerjakan,
sehingga disukai untuk membuat furniture dan ukir-ukiran. Kayu yang
diampelas halus memiliki permukaan yang licin dan seperti
berminyak. Pola-pola lingkaran tahun pada kayu teras nampak jelas,
sehingga menghasilkan gambaran yang indah.
Dengan kehalusan tekstur dan keindahan warna kayunya, jati
digolongkan sebagai kayu mewah. Oleh karena itu, jati banyak diolah
menjadi mebel taman, mebel interior, kerajinan, panel, dan anak
tangga yang berkelas.

Sekalipun relatif mudah diolah, jati terkenal sangat kuat dan awet,
serta tidak mudah berubah bentuk oleh perubahan cuaca. Atas alasan
itulah, kayu jati digunakan juga sebagai bahan dok pelabuhan,
bantalan rel, jembatan, kapal niaga, dan kapal perang. Tukang kayu di
Eropa pada abad ke-19 konon meminta upah tambahan jika harus
mengolah jati. Ini karena kayu jati sedemikian keras hingga mampu
menumpulkan perkakas dan menyita tenaga mereka. Manual kelautan
Inggris bahkan menyarankan untuk menghindari kapal jung Tiongkok
yang terbuat dari jati karena dapat merusak baja kapal marinir Inggris
jika berbenturan.
Pada abad ke-17, tercatat jika masyarakat Sulawesi Selatan
menggunakan akar jati sebagai penghasil pewarna kuning dan kuning
coklat alami untuk barang anyaman mereka. Di Jawa Timur,
masyarakat Pulau Bawean menyeduh daun jati untuk menghasilkan
bahan pewarna coklat merah alami. Orang Lamongan memilih
menyeduh tumbukan daun mudanya. Sementara itu, orang Pulau
Madura mencampurkan tumbukan daun jati dengan asam jawa. Pada
masa itu, pengidap penyakit kolera pun dianjurkan untuk meminum
seduhan kayu dan daun jati yang pahit sebagai penawar sakit.
Jati burma sedikit lebih kuat dibandingkan jati jawa. Namun, di
Indonesia sendiri, jati jawa menjadi primadona. Tekstur jati jawa lebih
halus dan kayunya lebih kuat dibandingkan jati dari daerah lain di
negeri ini. Produk-produk ekspor yang disebut berbahan java teak (jati
jawa, khususnya dari Jawa Tengah dan Jawa Timur) sangat terkenal
dan diburu oleh para kolektor di luar negeri.
Menurut sifat-sifat kayunya, di Jawa orang mengenal beberapa jenis
jati (Mahfudz dkk., t.t.):
Jati lengo atau jati malam, memiliki kayu yang keras, berat, terasa
halus bila diraba dan seperti mengandung minyak (Jw.: lengo,
minyak; malam, lilin). Berwarna gelap, banyak berbercak dan
bergaris.
Jati sungu. Hitam, padat dan berat (Jw.: sungu, tanduk).
Jati werut, dengan kayu yang keras dan serat berombak.
Jati doreng, berkayu sangat keras dengan warna loreng-loreng
hitam menyala, sangat indah.
Jati kembang.
Jati kapur, kayunya berwarna keputih-putihan karena
mengandung banyak kapur. Kurang kuat dan kurang awet.

d. Kegunaan
Kayu jati mengandung semacam minyak dan endapan di dalam sel-sel
kayunya, sehingga dapat awet digunakan di tempat terbuka meski
tanpa divernis; apalagi bila dipakai di bawah naungan atap.
Jati sejak lama digunakan sebagai bahan baku pembuatan kapal laut,
termasuk kapal-kapal VOC yang melayari samudera pada abad ke-17.
Juga dalam konstruksi berat seperti jembatan dan bantalan rel.
Di dalam rumah, selain dimanfaatkan sebagai bahan baku furniture
kayu jati digunakan pula dalam struktur bangunan. Rumah-rumah
tradisional Jawa, seperti rumah joglo Jawa Tengah, menggunakan
kayu jati di hampir semua bagiannya: tiang-tiang, rangka atap, hingga
ke dinding-dinding berukir.
Dalam industri kayu sekarang, jati diolah menjadi venir (veneer)
untuk melapisi wajah kayu lapis mahal; serta dijadikan keping-keping
parket (parquet) penutup lantai. Selain itu juga diekspor ke
mancanegara dalam bentuk furniture luar-rumah.
Ranting-ranting jati yang tak lagi dapat dimanfaatkan untuk mebel,
dimanfaatkan sebagai kayu bakar kelas satu. Kayu jati menghasilkan
panas yang tinggi, sehingga dulu digunakan sebagai bahan bakar
lokomotif uap.
Sebagian besar kebutuhan kayu jati dunia dipasok oleh Indonesia dan
Myanmar.
2. Kayu Mahoni
a. Morfologi dan persebaran
Mahoni termasuk pohon besar dengan tinggi pohon mencapai 3540
m dan diameter mencapai 125 cm. Batang lurus berbentuk silindris
dan tidak berbanir. Kulit luar berwarna cokelat kehitaman, beralur
dangkal seperti sisik, sedangkan kulit batang berwarna abu-abu dan
halus ketika masih muda, berubah menjadi cokelat tua, beralur dan
mengelupas setelah tua. Mahoni baru berbunga setelah berumur 7
tahun, mahkota bunganya silindris, kuning kecoklatan, benang sari
melekat pada mahkota, kepala sari putih, kuning kecoklatan. Buahnya
buah kotak, bulat telur, berlekuk lima, warnanya cokelat. Biji pipih,
warnanya hitam atau cokelat. Mahoni dapat ditemukan tumbuh liar di
hutan jati dan tempat-tempat lain yang dekat dengan pantai, atau

ditanam di tepi jalan sebagai pohon pelindung. Tanaman yang asalnya


dari Hindia Barat ini, dapat tumbuh subur bila tumbuh di pasir payau
dekat dengan pantai.
b. Kegunaan
Pohon mahoni bisa mengurangi polusi udara sekitar 47% - 69%
sehingga disebut sebagai pohon pelindung sekaligus filter udara dan
daerah tangkapan air. Daun-daunnya bertugas menyerap polutanpolutan di sekitarnya. Sebaliknya, dedaunan itu akan melepaskan
oksigen (O2) yang membuat udara di sekitarnya menjadi segar. Ketika
hujan turun, tanah dan akar-akar pepohonan itu akan mengikat air
yang jatuh, sehingga menjadi cadangan air. Buah mahoni mengandung
flavonoid dan saponin. Buahnya dilaporkan dapat melancarkan
peredaran darah sehingga para penderita penyakit yang menyebabkan
tersumbatnya aliran darah disarankan memakai buah ini sebagai obat,
mengurangi kolesterol, penimbunan lemak pada saluran darah,
mengurangi rasa sakit, pendarahan dan lebam, serta bertindak sebagai
antioksidan untuk menyingkirkan radikal bebas, mencegah penyakit
sampar, mengurangi lemak di badan, membantu meningkatkan sistem
kekebalan, mencegah pembekuan darah, serta menguatkan fungsi hati
dan memperlambat proses pembekuan darah.
Sifat Mahoni yang dapat bertahan hidup di tanah gersang menjadikan
pohon ini sesuai ditanam di tepi jalan. Bagi penduduk Indonesia
khususnya Jawa, tanaman ini bukanlah tanaman yang baru, karena
sejak zaman penjajahan Belanda mahoni dan rekannya, Pohon Asam,
sudah banyak ditanam di pinggir jalan sebagai peneduh terutama di
sepanjang jalan yang dibangun oleh Daendels antara Anyer sampai
Panarukan. Sejak 20 tahun terakhir ini, tanaman mahoni mulai
dibudidayakan karena kayunya mempunyai nilai ekonomis yang
cukup tinggi.
Kualitas kayunya keras dan sangat baik untuk meubel, furnitur,
barang-barang ukiran dan kerajinan tangan. Sering juga dibuat
penggaris karena sifatnya yang tidak mudah berubah. Kualitas kayu
mahoni berada sedikit dibawah kayu jati sehingga sering dijuluki
sebagai primadona kedua dalam pasar kayu.
Pemanfaatan lain dari tanaman mahoni adalah kulitnya dipergunakan
untuk mewarnai pakaian. Kain yang direbus bersama kulit mahoni
akan menjadi kuning dan tidak mudah luntur. Sedangkan getah

mahoni yang disebut juga blendok dapat dipergunakan sebagai bahan


baku lem, dan daun mahoni untuk pakan ternak.
Ekstrak biji pohon mahoni juga dapat digunakan sebagai pestisida
nabati untuk mengendalikan hama pada pertanaman kubis, yaitu
Plutella xylostella dan Crocidolomia binolalis khususnya pada saat
hama berada pada stadia larva. Penggunaan insektisida botani
merupakan salah satu alternatif pengendalian yang bertujuan untuk
mengurangi dampak negatif akibat penggunaan insektisida sintetik
yang tidak bijaksana

Gambar Kayu Mahoni


3. Kayu Merbau
a. Morfologi
Merbau atau ipil adalah nama sejenis pohon penghasil kayu keras
berkualitas tinggi anggota suku Fabaceae (Leguminosae). Karena
kekerasannya, di wilayah Maluku dan Papua barat kayu ini juga
dinamai kayu besi. Di Papua Nugini, kayu ini dikenal sebagai kwila;
sedangkan nama-namanya dalam bahasa Inggris adalah mirabow,
Moluccan ironwood, Malacca teak, dan lain-lain.
Pohon berperawakan sedang hingga besar, dapat mencapai tinggi 50m,
dengan batang bebas cabang sekitar 20m dan gemang hingga 160(250) cm. Dengan banir (akar papan) yang tinggi dan tebal. Pepagan
berwarna abu-abu terang atau coklat pucat, halus dengan bintil-bintil
kecil lentisel, mengelupas serupa sisik bulat-bulat.
Daun majemuk dengan 2 pasang anak daun, terkecuali daun-daun di
ujung yang hanya memiliki sepasang anak daun. Anak daun bundar
telur miring tak simetris, 2,5-16,5 1,811 cm, dengan ujung tumpul

atau melekuk dan pangkal membundar, permukaannya gundul dan


licin, tulang daun utama berambut panjang di sisi bawah.
Bunga-bunga terkumpul dalam karangan di ujung (terminal), panjang
hingga 10 cm, berambut halus. Mahkota berwarna putih, yang berubah
menjadi jambon atau merah; benangsari seluruhnya merah atau ungu.
Buah polong, 10-28 24 cm, berbiji 1-8 butir, hitam dan besar, 2-3,5
1,5-3 0,7-0,8 cm.
Intsia bijuga kebanyakan tumbuh di daerah pantai, seringkali pada
zona di belakang hutan bakau.

Gambar Intsia bijuga


b. Sifat kayu
Kayu teras berwarna kelabu coklat atau kuning coklat sampai coklat
merah cerah atau hampir hitam. Kayu gubal berwarna kuning pucat
sampai kuning muda, jelas dibedakan dari kayu teras. Merbau
memiliki tekstur kayu yang kasar dan merata, dengan arah serat yang
kebanyakan lurus. Kayu yang telah diolah memiliki permukaan yang
licin dan mengkilap indah.
Kayu merbau termasuk ke dalam golongan kayu berat (BJ 0,63-1,04
pada kadar air 15%) dan kuat (kelas kuat I-II). Kayu ini memiliki
penyusutan yang sangat rendah, sehingga tidak mudah menimbulkan
cacat apabila dikeringkan. Merbau juga awet: daya tahannya terhadap

jamur pelapuk kayu termasuk kelas I dan terhadap rayap kayu kering
termasuk kelas II. Kayu merbau termasuk tahan terhadap penggerek
laut (teredo), sehingga acap digunakan pula dalam pekerjaan
konstruksi perairan.
Merbau termasuk tidak sulit digergaji, dapat diserut dengan mesin
sampai halus, diamplas dan dipelitur dengan memuaskan, namun
kurang baik untuk dibubut. Kayu ini juga biasanya pecah apabila
dipaku, dan dapat menimbulkan noda hitam apabila berhubungan
dengan besi atau terkena air
c. Pemanfaatan
Merbau terutama dimanfaatkan kayunya, yang biasa digunakan dalam
konstruksi berat seperti balok-balok, tiang dan bantalan, di bangunan
rumah maupun jembatan. Oleh karena kekuatan, keawetan dan
penampilannya yang menarik, sekarang kayu merbau juga
dimanfaatkan secara luas untuk pembuatan kusen, pintu dan jendela,
lantai parket (parquet flooring), papan-papan dan panel, mebel, badan
truk, ukiran dan lain-lain.
Bahan pewarna coklat dan kuning dapat diekstrak dari substansi
berminyak yang dikandung oleh kayu dan pepagannya. Pepagan dan
daun juga digunakan sebagai bahan obat tradisional.
Pepagan yang mengelupas, ditumbuk dan dicampur dengan buah
pinang yang tua, sebagai obat untuk menghentikan murus. Biji-bijinya
dibembam dalam arang atau abu panas agar pecah kulitnya, lalu
direndam dalam air garam selama 3-4 hari, sebelum direbus dan
dimakan.
4. Kayu Sonokeling
a. Morfologi
Sonokeling atau sanakeling adalah nama sejenis pohon penghasil kayu
keras dan indah, anggota dari suku Fabaceae. Kayunya yang berbobot
sedang dan berkualitas tinggi itu dalam perdagangan dikenal sebagai
Indian rosewood, Bombay blackwood atau Java palisander (Ingg.),
palisandre de lInde (Prc.); dalam klasifikasi Indonesia digolongkan
sebagai kayu sonokeling. Di Jawa, dikenal varian yang dinamai
sonobrit dan sonosungu
Pohon berukuran sedang hingga besar, tingginya 20-40 m dengan
gemang mencapai 1,52 m. Tajuk lebat berbentuk kubah,

menggugurkan daun. Pepagan berwarna abu-abu kecoklatan, sedikit


pecah-pecah membujur halus.
Daun majemuk menyirip gasal, dengan 5-7 anak daun yang tak sama
ukurannya, berseling pada porosnya. Anak daun berbentuk menumpul
(obtusus) lebar, hijau di atas dan keabu-abuan di sisi bawahnya.
Bunga-bunga kecil, 0,5-1 cm panjangnya, terkumpul dalam malai di
ketiak. Buah polong berwarna coklat, lanset memanjang, meruncing di
pangkal dan ujungnya. Berisi 1-4 butir biji yang lunak kecoklatan,
polong tidak memecah ketika masak.

Gambar pohon sonokeling


b. Ekologi dan persebaran
Di Indonesia, sonokeling hanya didapati tumbuh liar di hutan-hutan
Jawa Tengah dan Jawa Timur pada ketinggian di bawah 600m dpl.,
terutama di tanah-tanah yang berbatu, tidak subur, dan kering secara
berkala. Tumbuh berkelompok, namun tidak terlalu banyak, di hutanhutan musim yang menggugurkan daun-daunnya di waktu kemarau.
Sebaran alami sonokeling lainnya adalah anak-benua India, mulai dari
kaki Pegunungan Himalaya hingga ujung selatan semenanjung,
terutama di hutan-hutan monsun yang kering di wilayah-wilayah
Karnataka, Kerala, dan Tamil Nadu, di Ghats Barat. Meskipun
demikian, tumbuhan ini hidup baik di daerah dengan curah hujan
antara 750 5.000 mm pertahun; di atas aneka jenis tanah, walau
lebih menyukai tanah-tanah yang dalam dan lembap, yang memiliki
drainase baik.

c. Sifat kayu
Sonokeling tergolong ke dalam kayu keras dengan bobot sedang
hingga berat. Berat jenisnya antara 0,77-0,86 pada kadar air sekitar
15%. Teksturnya cukup halus, dengan arah serat lurus dan kadang kala
berombak. Kayu ini juga awet; tahan terhadap serangan rayap kayu
kering dan sangat tahan terhadap jamur pembusuk kayu.
Kayu terasnya berwarna coklat agak lembayung gelap, dengan
coreng-coreng coklat sangat gelap hingga hitam. Kayu gubal berwarna
keputih-putihan hingga kekuningan, 35 cm tebalnya, terbedakan
dengan jelas dari kayu teras.
Kayu sonokeling agak sukar dikerjakan dengan tangan, namun sangat
mudah dengan mesin. Kayu ini dapat diserut sehingga permukaannya
licin; dan dapat pula dikupas dan diiris untuk membuat venir
dekoratif. Kayu ini juga dapat dibubut, disekerup dan dipelitur dengan
hasil yang baik. Namun, kayu ini sukar diberi bahan pengawet.
d. Pemanfaatan
Sonokeling terutama dimanfaatkan kayunya, yang memiliki pola-pola
yang indah, ungu bercoret-coret hitam, atau hitam keunguan berbelang
dengan coklat kemerahan. Kayu ini biasa digunakan untuk membuat
mebel, almari, serta aneka perabotan rumah berkelas tinggi. Venirnya
yang bernilai dekoratif digunakan untuk melapisi permukaan kayu
lapis mahal. Karena sifatnya yang baik, kayu sonokeling juga sering
digunakan untuk membuat barang ukiran dan pahatan, barang
bubutan, alat-alat musik dan olahraga, serta perabot kayu bengkok
seperti gagang payung, tongkat jalan dan lain-lain.
Kayu ini juga kuat dan awet, sehingga tidak jarang digunakan dalam
konstruksi seperti untuk kusen, pintu dan jendela, serta untuk
membuat gerbong kereta api. Atau untuk peralatan seperti gagang
kapak, palu, bajak dan garu, serta untuk mesin-mesin giling-gilas.
Selain itu, sonokeling dipakai pula dalam pembuatan lantai parket.
Sonokeling merupakan salah satu tanaman agroforestri yang populer
di Indonesia. Pohon ini ditanam dalam sistem tumpangsari, diselingi
dengan aneka tanaman pangan seperti padi ladang, jagung, ubi kayu,
atau kacang-kacangan. Sonokeling juga menjadi pohon penyusun
wanatani, bercampur dengan mangga, nangka, sirsak, jambu biji dan
lain-lain. Daun-daun sonokeling dimanfaatkan untuk pakan ternak dan

pupuk hijau. Perakaran sonokeling bersifat mengikat nitrogen, dan


dengan demikian dapat memperbaiki kesuburan tanah.
Nilainya yang tinggi telah mendorong pemanenan yang berlebihan,
sehingga populasi alami pohon ini menghadapi kepunahan. Oleh
sebab itu, sejak 1998 Badan Konservasi Dunia IUCN telah
memasukkan Dalbergia latifolia ke dalam kategori Rentan (VU,
vulnerable).

III.
A. Matriks

PEMBAHASAN

B. Data Kualifikasi Kayu Stick

C. Tree Table

D. Tree

E. If Then
1. tampil pertanyaan
2. if pilih = pertanyaan then
3. proses pengambilan data fisik kayu dari id_ciri
4. tampil pertanyaan
5. if pilih = pertanyaan then
6. tampilkan form input
7. proses mencari grade stick yang memiliki spesifikasi sesuai input pada
id_grade
8. If grade ditemukan = true then
9. tampilkan grade stick
10. if pilih = identifikasi lagi then
11. kembali ke baris 1
12. else
13. keluar dari program
14. end if
15. else if grade ditemukan = false then
16. tampilkan pesan error
17. if pilih = identifikasi lagi then
18. kembali ke baris 1
19. else keluar dari program
20. end if
F. Flow
Terlampir
G. If Then Menu
1. start

2. tampil menu utama


3. if pilih = home then
4. kembali ke baris 2
5. else if pilih = mulai then
6. menuju ke menu identifikasi
7. else if pilih = kamus then
8. menuju ke kamus istilah
9. else
10. end
11. end if

IV.

PENUTUP

A. Kesimpulan
Sistem pakar untuk mengidentifikasi jenis kayu lokal untuk pembuatan
stick drum merupakan sebuah program komputer yang dibuat untuk
mewakili seorang pakar dalam identifikasi dan sifat kayu dalam bentuk
aturan-aturan dengan tujuan untuk mempermudah pengguna untuk
memecahkan masalah proses identifikasi jenis kayu lokal yang cocok
digunakan untuk menghasilkan produk stick drum berkualitas. Hasil yang
telah dicapai dari pengembangan sistem ini adalah dapat membantu
pengguna dalam melakukan proses identifikasi suatu jenis kayu dengan

cara memasukan ciri-ciri makroskopis suatu jenis kayu ke dalam sistem.


Pengguna dapat mengetahui grade stick drum yang akan diperoleh dari
suatu jenis kayu.
B. Saran
Sistem Pakar ini dapat dikembangkan dengan melakukan penambahan
data ciri selain ciri makroskopis sehingga sistem ini dapat melakukan
proses identifikasi suatu jenis kayu berdasarkan ciri-ciri mikroskopis.

DAFTAR PUSTAKA
Geoff Nicholls; Tony Bacon (1 June 1997). The drum book. Hal Leonard
Corporation.
The Illustrated Grading Guide to American Hardwoods
(http://www.ahec.org/hardwoods/pdfs/IllustratedGradingGuide.pdf)
http://web.archive.org/web/20070812014108/http://www.inh.co.jp/~hayasida/Ebu
nrui1.html
Philips, Roger. Trees of North America and Europe, Random House, Inc., New
York ISBN 0-394-50259-0, 1979.
http://www.eoearth.org/view/article/161730/
http://www.woodmagazine.com/materials-guide/lumber/wood-species-1/birch/
Mahfudz dkk., t.t., Sekilas Jati. Puslitbang Biotek dan Pemuliaan Tanaman Hutan.
Jogyakarta
http://anasia.info/en/img/CIRAD-Merbau.pdf
https://id.wikipedia.org/wiki/Sonokeling

http://www.dephut.go.id/Halaman/STANDARDISASI_&_LINGKUNGAN_KEH
UTANAN/INFO_V02/VII_V02.htm

LAMPIRAN
1. Flowchart