Anda di halaman 1dari 8

Komposisi Elektrolit Tubuh

KATION

ANION

Natrium

Klorida

Kalium

Bikarbonat

Kalsium

Fosfat

Magnesium

Sulfat

Protein

Mekanisme kompensasi cairan dan elektrolit

CO2 + H2O H2CO3 H+ + HCO3Penyimpangan dari starus normal asam-basa dibagi menjadi empat
kategori, bergantung pada sumber dan arah perubahan abnormal [H +].
Kategori-kategori tersebut adalah asidosis respiratorik, alkalosis
respiratorik, asidosis metabolik, dan alkalosis metabolik.
Asidosis respiratorik memiliki rasio kurang dari 20/1 yang berasal dari
peningkatan [CO2l.
Alkalosis respiratorik memiliki rasio lebih dari 20/1 karena
berkurangnya [CO2J.
Asidosis metabolik memiliki rasio kurang dari 20/1 yang berkaitan
dengan penurunan [HCO3-].
Alkalosis metabolik memiliki rasio lebih dari 20/1 yang berasal dari
peningkatan [HCO3-]

Kompensasi Asidosis Respiratorik


rasio normal perbandingan ion bikarbonat dengan ion hidrogen
600.000 : 1
Tindakan kompensasi bekerja untuk memulihkan pH ke normal:
Dapar kimiawi segera menyerap kelebihan [ H + ]
Mekanisme pernapasan biasanya tidak dapat berespons dengan
meningkatkan ventilasi karena masalah respirasi justru menjadi
penyebab.
Ginjal menjadi sangat penting dalam tindakan kompensasi
terhadap asidosis respiratorik. Organ ini menahan semua HCO 3yang difiltrasi dan menambahkan HCO 3- baru ke plasma dan
secara bersamaan menskresi lebih banyak H +

Kompensasi Alkalosis Respiratorik


Tindakan kompensasi bekerja untuk menggeser pH kembali ke
normal:
I Sistem dapar kimiawi membebaskan H+ untuk mengurangi
keparahan alkalosis.
Sewaktu [CO2-] dan [H+] plasma turun di bawah normal akibat
ventilasi berlebihan, dua dari perangsang kuat untuk
mendorong ventilasi lenyap. Efek ini cenderung "mengerem
dorongan yang ditimbulkan oleh faktor nonrespirasi, misalnya
demam atau rasa cemas, terhadap ventilasi. Karena itu,
hiperventilasi tidak berlanjut ranpa kendali.
Jika situasi berlanjut selama beberapa hari maka ginjal
melakukan
kompensasi
dengan
menahan
H+
dan
mengekskresi HCO3-, lebih banyak

Kompensasi Asidosis
Metabolik
KOMPENSASI UNTUK ASIDOSIS METABOLIK
Penyangga menyerap kelebihan H+.
Paru mengeluarkan lebih banyak CO2-, penghasil
H+.
Ginjal mengekskresikan H. lebih banyak dan
menahan HCO3-, lebih banyak.

Kompensasi Alkalosis Metabolik


KOMPENSASI UNTUK ALKALOSIS METABOLIK
Pada alkalosis metabolik, sistem dapar kimiawi segera
membebaskan H+.
Ventilasi berkurang sehingga CO2-, penghasil H+.
tertahan di cairan tubuh.
Jika keadaan menetap beberapa hari maka ginjal akan
menahan H+ dan mengekskresikan lebih banyak HCO3di urin.

Mekanisme perpindahan cairan dan


Elektrolit
Cairan
dan elektrolit tubuh dapat berpindah melalui beberapa
cara :
Transport pasif merupakan transport ion, molekul, dan
senyawa yang tidak memerlukan energi untuk melewati
membran plasma. Transpor pasif mencakup osmosis dan
difusi

Difusi
Perpindahan zat terlarut suatu larutan dari konsentrasi
tinggi ke konsentrasi rendah
Osmosis
perpindahan zat penglarut suatu larutan dari konsentrasi
tinggi ke konsentrasi rendah melewati membrane permeablel

Transpor aktif adalah pergerakan atau pemindahan yang menggunakan


energi untuk mengeluarkan dan memasukkan ion ion dan molekul melalui
membran sel yang bersifat permeabel dengan tujuan memelihara
keseimbangan molekul kecil di dalam sel.
Endositosis
transpor makromolekul dan materi yang sangat kecil ke dalam
cara membentuk vesikula baru dari membran plasma.

sel dengan

Ekosistosis
mekanisme transpor molekul besar seperti protein dan polisakarida,
melintasi membran plasma dari dalam ke luar sel (sekresi) dengan
cara
menggabungkan vesikula berisi molekul tersebut dengan membran plasma