Anda di halaman 1dari 14

KELOMPOK 5

1.
2.
3.
4.
5.
6.

ONESIMUS FRAN EWAL


D1011141032
FRANSISKUS AHEN
D1011141004
SITI MARIAM
D1011141006
ROBI SUPRA SETYO
D1011141106
ANDRY CHRISTIAN
D1011141072
FADHIL ISNAN S.
D1011141022

PERMEABILITAS DAN
REMBESAN

PERMEABILITAS
Permeabilitas didefinisikan sebagai sifat
bahan yang memungkinkan aliran rembesan
dari cairan yang berupa air atau minyak
mengalir lewat rongga pori. Untuk tanah,
Permeabilitas dilukiskan sebagai sifat tanah
yang mengalirkan air melalui rongga pori
tanah. Tahanan terhadap aliran bergantung
pada jenis tanah, ukuran butiran, bentuk
butiran, rapat massa, serta bentuk geometri
rongga pori.

ALIRAN AIR DALAM TANAH


Menurut Bernoulli, tinggi energi total
(total Head) adalah tinggi energi
elevasi atau Elevation Head(z)
ditambah tinggi energi tekanan atau
pressure Head (h) yaitu Ketinggian
kolom air h atau hB. Didalam pipa
diukur dalam millimeter atau meter
diatas titiknya.

Tekanan hidrostatis bergantung pada


kedalaman suatu titik dibawah muka air
tanah.
Untuk mengetahui besar
tekanan air pori, Teorema Bernaulli
dapat diterapkan.
Menurut Bernaulli, tinggi energi total
(total Head) pada suatu titik dapat
dinyatakan oleh persamaan :
h=

HUKUM DARCY
Dalam tanah jenuh, asalkan rongga pori
tanah tidak sangat besar, aliran air
adalah laminer. Pada rentang aliran
laminer, Darcy (1956), mengusulkan
hubungan antara kecepatan dan gradient
hidrolik sebagai berikut :
v = ki

Debit rembesan (q) dinyatakan dalam


persamaan :
q = vA = kiA
Koefisien permeabilitas (k) mempunyai
satuan yang sama dengan kecepatan
cm/det atau mm/det. Yaitu menunjukkan
ukuran tahanan tanah terhadap air, bila
pengaruh sifat-sifatya dimasukkan, maka :
k (cm/det) =

Persamaan

kecepatan rembesan lewat


tanah ( dapat diperoleh dengan cara
sebagai berikut ini.
Untuk tanah dengan volume satuan,
porositas (n) dinyatakan dengan:

Debit rembesan: q = v ( + ) =
Dengan:
= luas penampang tanah yang ditinjau
Karena untuk volume satuan, / ( + ) = / A = n ;
maka dapat diperoleh:
=v/n
= ki / n

UJI PERMEABILITAS DI
LABORATORIUM

Ada empat macam pengujian untuk


menentukan koefisien permeabilitas
dilaboratorium, yaitu :
1.
2.
3.

4.

Uji tinggi energi tetap


Uji tinggi energi turun
Penentuan secara tidak langsung dari uji
konsolidasi
Penentuan secara tidak langsung dari uji
kapiler horizontal

REMBESAN
Di alam, aliran air melewati tidak hanya
satu arah atau seragam diseluruh luasan
yang tegak lurus arah aliran.
Pada kasus yang demikian aliran air
tanah umumnya ditentukan dengan
menggunakan grafik yang di sebut jaring
arus.
Rembesan yang akan dipelajari disini
didasarkan pada analisis dua dimensi.

Bila tanah dianggap homogen dan


isotropis (k_x= k_z= k), maka dalam
bidang x-z hukum darcy dapat
dinyatakan sebagai berikut:
v = ki = -k

v = ki = -k

TEKANAN REMBESAN
Air pada keadaan statis di dalam tanah, akan
mengakibatkan tekanan hidrostatis yang
arahnya ke atas.
Akan tetapi, jika air mengalir lewat lapisan
tanah, aliran air akan mendesak partikel tanah
sebesar tekanan rembesan hidrodinamis yang
bekerja menurut arah alirannya.
Besarnya tekanan rembesan merupakan
fungsi dari gradient hidrolik.

SEKIAN DAN TERIMA KASIH