Anda di halaman 1dari 5

PRAKTIKUM KE 1

PATHOLOGY ANATOMIC
1. MASTOPATHIA KRONIKA KISTIKA(Lesi fibrokistik)

Lesi ini penting karena frekeunsinya banyak, dan mungkin dapat menjadi
karsinoma . Kausa yang pasti tidak diketahui, namun mungkin faktor hormonal ikut
berperan, yaitu hormon estrogen yang berlebihan. Dapat terjadi bilateral, dengan usia
antara 25-45 tahun, jarang ditemukan pada masa setelah menopause. Berdasarkan
proliferasinya oleh PAGE dibagi menjadi: Page I (lesi tanpa proliferasi epitel) , Page II
(lesi dengan proliferasi tanpa atipi sel), Page III ( lesi proliferasi dengan atipi ).
Klinik:
Wanita 35 tahun, dengan benjolan sebesar rambutan pada payudara kiri, mudah
digerakkan dari sekitarnya. Seluruh benjolan diangkat.
Makroskopik:
Jaringan ukuran 4x3,5x3 cm tak berkapsul, konsistensi kenyal Penampang putih
dengan bercak-bercak kuning dan beberapa kista kecil-kecil.
Mikroskopik:
perbesaran lemah dan kuat
Tampak jaringan payudara dengan proliferasi duktuli kelenjar, sebagian sampai
papilar.
Duktuli ada yang melebar kistik berisi massa merah homogen.
Tampak epitel duktus yang mengalami metaplasi apokrin.
Jaringan fibrosa interlobuler bertambah.
Di antara tubuli kelenjar dijumpai sebukan limfosit.
2.FIBROADENOMA PAYUDARA
Pengertian umum :
Merupakan tumor jinak yang terdiri atas epitel kelenjar dan jaringan ikat yang terjadi
pada kelenjar payudara. Bersimpai dengan permukaan licin dan mudah digerakkan.
Tumor tampak sebagai masa berkapsul, kenyal padat, lobular, biasanya multipel.
Penampang putih, melendir. Tumor banyak dijumpai pada wanita remaja dan dewasa
muda.
Perempuan 20 tahun, Indonesia, sejak 6 bulan terdapat tumor sebesar telur merpati
pada mammae sinistra di atas papilla mammae. Permukaan licin, lepas dari sekitarnya.
Makroskopis :
Yang diterima untuk diperiksa adalah 2 buah jaringan masing-masing sebesar jagung
dan kemiri. Simpai baik, penampang putih , konsistensi keras.
Mikroskopis Perbesaran Lemah dan Kuat :
Jaringan tumor berbentuk lobuli terdiri atas jaringan ikat kolagen atau jaringan
miksomatous, mengandung saluran-saluran berdinding epitel. Saluran-saluran tersebut

ada yang bulat (perikanalikuler), ada yang berbentuk celah yang memanjang dan
bercabang-cabang (intrakanalikuler).
3. Phyloides Tumor
Clinical information:
A 35 year old female was admitted to the hospital because she had been feeling a lump in
her right breast. On palpation the lump is felt rubbery solid and mobile. She underwent
operation, and the specimen was sent to pathology lab.
Gross examination:
A firm mass, 13 cm in diameter, sharply demarcated from surrounding tissue,
encapsulated. The cut surface is smooth, grayish white.
Macroscopic:
A firm encapsulated mass.
Microscopic picture:
Phyloides Tumor in appearance the proportion of benign glandular element and stromal
connective tissue hipercellularity . Cellular stroma without atypical feature concetrated in
periductal areas.

4. Gynecomartia
A 25 year old male was admitted to the hospital because she had been feeling a lump in her right
breast. On palpation the lump is felt rubbery solid and mobile. She underwent operation, and the
specimen was sent to pathology lab.
Gross examination:
A firm mass, 3 cm in diameter, sharply demarcated from surrounding tissue,
uncapsulated. The cut surface is smooth, grayish white .
Macroscopic:
A firm solid mass.
Microscopic picture:
Microscopic change are related to the duration tend to have a prominent stromal
fibrosis. Cases of short duration tend to have prominent hiperpastic epithelial component
and stromal edema. In cases of long duration have prominent stromal fibrosis.

5. Paget`s Disease
A 45 year old male was admitted to the hospital because she had been feeling eczema like lesion
are centered in the nipple. She underwent operation, and the specimen was sent to pathology lab.
Gross examination:
A mass, 3 x 1 x 0.4 cm in , not clearly demarcated from surrounding dermis, .
Macroscopic:
A firm black mass.
Microscopic picture:
In the epidermis founded paget`s Cells. .
6.KARSINOMA PAYUDARA JENIS DUKTAL INFILTRATIF DENGAN BAGIANBAGIAN KOMEDO KARSINOMA

Merupakan neoplasma ganas epitelial yang berasal dari epitel duktus payudara.
Karsinoma ini menduduki tempat pertama dalam frekuensi tumor ganas pada
wanita, jarang dijumpai pada usia < 20 tahun. Faktor-faktor yang berperan pada
timbulnya karsinoma payudara adalah: genetik, hormonal (hiperestrinisme), virus,
trauma. Lokasi kebanyakan pada payudara kuadran luar atas (40%). Karsinoma ini
menyebar melalui pembuluh limfe dan pembuluh darah.
Gambaran klinis yang dapat dijumpai yaitu:
1. adanya masa yang terfiksir ( melekat pada fascia dinding thorax)
2. retraksi kulit ( karena ada penyebaran ke kulit)
3. peau dorange yaitu gambaran seperti kulit jeruk yang terjadi akibat
tersumbatnya saluran limfe,
menyebabkan kulit sembab, dan menebal
seperti kulit jeruk
4. retraksi puting susu, jika mengenai duktus ekskresi utama
5. metastasis ke kelenjar limfe regional atau metastasis jauh
6. keadaan umum penderita memburuk
7. lesi pada kuadran lateral atas , tumbuh progresif ke semua arah
Klinik:
Wanita 42 tahun, dengan tumor payudara sebesar kepala bayi, puting payudara
retraksi. Kulit di atas tumor seperti kulit jeruk (peau d'orange). Seluruh payudara
diangkat.
Makroskopis
Kulit payudara memberi gambaran peau d'orange. Gambaran ini disebabkan karena
kulit di sekitar folikel rambut dan kelenjar keringat edema berat. Edema ini disebabkan
tersumbatnya pembuluh limfe bagian dalam. Puting payudara retraksi karena fibrosis
jaringan ikat di bawahnya. Pada pembelahan terdapat masa putih batas tak tegas
dengan fokus-fokus kecil nekrosis berwarna putih kekuningan. Bila masa tumor
menginfiltrasi puting ke kulit di atasnya dapat menimbulkan ulkus.

Mikroskopik:
perbesaran lemah dan kuat
Tampak tumor epitelial sebagian solid, sebagian bentuk komedo tumbuh
menyebuk/infiltratif diantara jaringan ikat sekitarnya.
Komedo adalah tumor duktus yang di tengah-tengahnya terdapat jaringan
nekrosis.
Sel-sel tumor atipi, polimorfi, sitoplasma eosinofil cukup.
Inti basofil gelap dengan kondensasi kromatin sangat tidak teratur dengan anak
inti jelas. Mitosis cukup banyak ditemukan.

HISTOLOGY
1.
Glandula mammaria
No. Sediaan
: IN-4
Teknik pewarnaan : HE
Ditunjukkan kelenjar yang sedang tidak melakukan kegiatan
Pada perbesaran lemah dan kuat perhatikanlah :

a. Lobulus
- batas : tidak jelas
- isi
: - alveolus tenang, tidak ada tanda kegiatan
- ductus lactiferous : epithelium cuboideum simplex
b. septum interlobularis
serabut kolagen padat
ductus lactiferous interlobularis : epithel berlapis
sel lemak banyak di luar lobulus
2. Glandula mammaria pada stadium kehamilan
No. sediaan
: IN-4b
Teknik pewarnaan : HE
Bandingkan dengan sediaan IN-4 yang menunjukkan glandula mammalian yang sedang tidak
melakukan kegiatan
Perhatikan : - ductus sekretoris : epitheliocytus memperbanyak diri
- pars sekretoris
: terbentuk tanpa lumen sekresi pada akhir kehamilan
- jaringan interstitium
: - jaringan lemak sebagian besar menghilang
- infiltrasi sel lymphoid
3. Glandula mammaria pada stadium laktasi
No. Sediaan
: IN-4c
Teknik pewarnaan : Toluidin biru dan Eosin
Perhatikan
:
- pars secretorius
: gambaran berbagai tahap
Ada yang ditandai :
lumen lebar, penuh air susu sehingga dinding menipis
lumen sempit, dinding tebal
dinding tersusun oleh sel yang bentuknya mungkin :
* silindris : apex menonjol, kadang-kadang terpisah dari sel sendiri
* pipih : permukaan halus, nucleus membulat, mengerut, sentral
Ciri khas tahap sekretori adalah pada permukaan sel tampak tetes-tetes lemak yang
menonjol kea rah lumen.
- ductus exretorius
: lapisan dinding berturut-turut dari lumen
ke luar :
- ductus lactiferous
: dekat muara saluran pada papilla mammae
dilengkapi dengan
epithelium squamosum stratificatum
- jaringan ikat interstitium
: padat, membagi lobi menjadi lobuli