Anda di halaman 1dari 37

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Di seluruh dunia frekuensi anemia dalam kehamilan cukup tinggi. Berkisar
antara 10% dan 20%, karena defisiensi makanan memegang peranan yang sangat
dipahami dalam timbulnya anemia. Maka dapat dipahami bahwa frekuensi ibu
lebih tinggi lagi dibandingkan di negara-negara yang sedang berkembang,
dibandingkan di negara-negara yang sudah maju (Prawirohardjo, 2002).
Mortalitas dan morbiditas pada wanita hamil dan bersalin adalah
masalah besar di negara berkembang, di negara miskin sekitar 25-50%
kematian wanita usia subur disebabkan hal yang berkaitan dengan kehamilan
(Prawirohardjo, 2001).
Frekuensi ibu hamil dengan anemia di Indonesia relatif tinggi yaitu
63,5%. Sedangkan di Amerika 6%, kekurangan gizi dan perhatian defesiensi
ibu hamil di Indonesia (Prawirohardjo, 2001).
Menurut WHO kejadian anemia hamil berkisar antara 20% sampai 89%
dengan menetapkan 11gr% sebagai dasarnya. Angka anemia kehamilan di
Indonesia menunjukkan nilai yang cukup tinggi, Hoo Swie Tjiong menemukan
angka anemia kehamilan 3,8% pada Trimester I, 13,6% pada Trimester II dan
24,8% Trimester III Akrib Sukarman sebesar 40,1% dari Bogor. Bakta
menemukan anemia hamil sebesar 50,7% di Puskesmas Kota Denpasar,
sedangkan Sindu menemukan sebesar 33,4% di Puskesmas Mangloi,
Simanjuntak menemukan bahwa sekitar 70% ibu hamil di Indonesia anemia
kekurangan gizi (Ida Bagus Gde Manuaba, 1998).
Wanita memerlukan zat besi lebih tinggi dari laki-laki karena terjadi
menstruasi dengan perdarahan sebanyak 50-80 cc setiap bulan dan kehilangan
zat besi sebesar 30-40 mgr. Disamping itu kehamilan memerlukan tambahan
zat besi untuk meningkatkan jumlah sel darah merah dan membentuk sel darah
merah janin dan placenta. Makin sering seorang wanita mengalami kehamilan
1

dan melahirkan akan makin banyak kehilangan zat besi dan menjadi makin
anemia (Ide Bagus Gde Manuaba, 1998).
Jika persediaan makanan Fe minimal, maka setiap kehamilan akan
menguras persediaan Fe tubuh dan akhirnya menimbulkan anemia pada
kehamilan berikutnya. Pada kehamilan relatif terjadi anemia karena darah ibu
hamil mengalami Hemodilusi (pengenceran) dengan peningkatan volume
plasma 30-40%, yang puncaknya pada kehamilan 32-34 minggu. Jumlah
peningkatan sel darah 18% sampai 30%, dan hemoglobin sekitar 19%. Bila
hemoglobin ibu sebelum hamil sekitar 11 gr% maka dengan terjadinya
Hemodilusi akan mengakibatkan anemia hamil fisiologis, dan Hb ibu akan
menjadi 9,5-10 gr% (Ide Bagus Gde Manuaba, 1998).
Dampak anemia pada kehamilan antara lain abortus, partus prematuritas,
hambatan tumbuh kembang janin dalam rahim, mudah terjadi infeksi, mola
hidatidosa, hyperemesis gravidarum, perdarahan antepartum, ketuban pecah dini
(RPD) dan ancaman kompensasi kordis (Ide Bagus Gde Manuaba, 2002).
Terapi anemia defesiensi besi ialah dengan preparat besi oral atau
parenteral terapi oral ialah dengan pemberian preparat besi : Fero sulfat, fero
gluconat atau Na-Fero bisitrat pemberian preparat 60 mg/hari dapat menaikkan
kadar Hb sebesar 1 gr% per-bulan, efek samping pada traktus gastroenteritis relatif
kecil. Pada pemberian preparat Na-Fero bisitrat dibandingkan dengan fero sulfat.
Kini program pemerintah menganjurkan kombinasi 60 mg besi dan 50
mg asam sulfat untuk profilaksis anemia. Pemberian preparat parenteral, yaitu
2 x 10 ml/IV pada gluteus, dapat meningkatkan Hb relatif lebih cepat yaitu
2 gr%. Pemberian parenteral ini mempunyai indikasi, intorelansi besi pada
traktus gastrointestinal, anemia yang berat dan kepatuhan yang buruk. Efek
samping utama ialah reaksi alergi untuk mengetahuinya dapat diberikan dosis
0,5 cc/IM dan bila tak ada reaksi dapat diberikan seluruh dosis (Saifuddin
Abdul Bari, 2002).

1.2 TUJUAN
1.2.1 Tujuan Umum
Agar penulis mendapatkan pengalaman yang nyata dan mampu
mengembangkan pola pikir secara alamiah dalam melaksanakan
Asuhan Kebidanan pada ibu hamil dengan anemia ringan.
1.2.2 Tujuan Khusus
Setelah dilakukan Asuhan Kebidanan pada Ny. AS G IP00000
umur kehamilan 38-39 minggu mahasiswa dapat menerapkan 7 (tujuh)
langkah kebidanan menurut Varney, yaitu :
1. Melakukan pengkajian data.
2. Mengidentifikasi masalah dan diagnosa.
3. Mengidentifikasi masalah potensial.
4. Mengidentifikasi kebutuhan segera.
5. Merumuskan suatu rencana tindakan.
6. Melaksanakan suatu tindakan sesuai dengan rencana.
7. Mengevaluasi pelaksanaan Asuhan Kebidanan.
1.3 Waktu dan Tempat pelaksanaan
Waktu : praktek Klinik di lakukan pada tanggal 29 desember 2012- 11 Januari
2013
Tempat Pelaksanaan : Puskesmas Tanah Kali Kedinding Surabaya

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 KONSEP DASAR NIFAS


2.1.1 Pengertian Kehamilan
Kehamilan adalah masa dimulai dari hasil konsepsi sampai lahirnya
janin dengan lama kehamilan 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari)
dihitung dari hari pertama haid terakhir (Prawirohardjo, 2002 : 39).
2.1.2 Proses Kehamilan
Proses kehamilan merupakan mata rantai yang berkesinambungan
dan terdiri dari :
1. Ovulasi
Ovulasi adalah proses pelepasan ovum yang dipengaruhi oleh
sistem hormonal yang kompleks.
2. Terjadi Migrasi Spermatozoa dan Ovum
Proses pembentukan spermatozoa merupakan pembentukan yang
kompleks.
a. Spermatozoa berasal dari primitive tubulus.
b. Menjadi spermatozit pertama.
c. Menjadi spermatozit kedua.
d. Menjadi spermatotid.
e. Akhirnya spermatozoa.
3. Terjadinya konsepsi atau pertumbuhan zygote.
4. Terjadinya dinasi (implantasi) pada uterus.
5. Pembentukan placenta dan mukosa rahim.
6. Tumbuh kembang hasil konsepsi sampai aterm.
2.1.3 Perubahan Fisiologis pada Wanita Hamil
1. Perubahan pada Sistem Reproduksi
a. Uterus
1) Ukuran pada kehamilan cukup bulan 30 x 25 x 20 cm dengan
kapasitas lebih dari 4000 cc.
2) Berat uterus naik secara luar biasa dari 30 gram menjadi
1000 gram pada akhir kehamilan.

b. Ovarium
1) Ovarium berhenti.
2) Masih terdapat uri yang mengambil alih pengeluaran estrogen
dan progesteron.
c. Vagina dan vulva
Karena pengaruh estrogen terjadi perubahan pada vagina. Akibat
hiperveskularisasi, vagina dan vulva terlihat lebih merah atau
kebiruan, warna livida pada vagina pada posio serviks disebut
tanda chadwick.
2. Perubahan pada Organ dan Sistem Lainnya
a. Sistem sirkulasi darah
1) Volume darah akan bertambah banyak, kira-kira 25% dengan
puncaknya pada kehamilan 32 minggu diikuti curah jantung
(cardias output) yang meningkat banyak kurang lebih 30%
kenaikan plasma darah akan mencapai 40% saat mendekati
cukup bulan.
2) Jumlah protein albumin dan gamma globulin meningkat
secara bertambah pada akhir kehamilan.
3) Jumlah leukosit meningkat sampai 10.000 cc begitu pula
dengan produksi trombosit.
b. Sirkulasi urinaria
Bila kepala bayi mulai turun ke bawah PAP, maka terdapat
keluhan sering kencing, ini disebabkan karena kandung kemih
mulai tertekan kembali, disamping itu juga terdapat poliurea
yang disebabkan oleh peningkatan sirkulasi diginjal.
c. Payudara.
Selama kehamilan, payudara bertambah besar, tegang dan berat,
hiperpigmentasi dan areola mammae dan papilla pada usia
kehamilan 12 minggu atau 4 bulan ke atas puting susu akan
mengeluarkan air susu (kolostrum) karena prolaktin ditekan oleh
PIH (prolaktin inhibiting hormone).

2.1.4 Perubahan Psikologis Wanita Hamil


1. Trimester I
a. Ibu merasa tidak sehat dan sering kali membenci kehamilan.
b. Perasaan kecewa, penolakan, kecemasan dan kesedihan.
c. Berharap tak hamil.
d. Butuh dicinta.
e. Masih rahasia teruntuk orang lain.
2. Trimester II
a. Ibu merasa sehat.
b. Ibu senang menerima kehamilannya.
c. Merasakan gerakan bayi.
d. Merasa nyaman.
3. Trimester III
a. Periode menunggu dan waspada.
b. Merasa khawatir.
c. Meningkatkan

kewaspadaan

akan

timbulnya

tanda

dan

gangguan terjadinya persalinan.


d. Melindungi bayinya agar terhindar dari bahaya.
e. Merasa aneh dan jelek.
f. Merasa sedih kalau akan berpisah dengan bayinya akan
kehilangan perhatian khusus yang diterima selama hamil.
g. Butuh dukungan dari suami, keluarga, bidan.
h. Persiapan aktif untuk kelahiran bayi dan menjadi orang tua.
2.1.5 Pertumbuhan dan Perkembangan Janin Intra Uteri
Pertumbuhan dan perkembangan janin dipengaruhi oleh beberapa faktor
dan sub faktor, sebagai berikut :
1. Faktor Ibu
a. Keadaan saat ibu hamil.
b. Penyulit yang menyertai kehamilan.
c. Penyulit kehamilan.
d. Kelainan pada uterus.
e. Kehamilan tunggal atau ganda atau triple.
f. Kebiasaan ibu merokok, alkohol dan kecanduan.

2. Faktor Janin
a. Jenis kelamin janin.
b. Penyimpangan genetik, kelainan kongenital, pertumbuhan
abnormal.
c. Infeksi intrauteri.
3. Faktor Placenta
Placenta

adalah

akarnya

janin

untuk

dapat

tumbuh

dan

perkembangan dengan baik dalam rahim untuk menjamin


kesehatan janin dalam rahim.
2.1.6 Tanda dan Gejala Kehamilan
1. Tanda-tanda Hamil atau Tanda Presuntif
a. Amenorhea
1) Konsepsi dan nidasi menyebabkan tidak terjadi pembentukan
forikel degraaf dan ovulasi.
2) Mengevaluasi tanggal haid terakhir yang perhitungan rumus
neagle dapat ditentukan perkiraan persalinan.
b. Mual muntah
1) Pengaruh estrogen dan progesteron terjadi pengeluaran asam
lambung yang lebih menimbulkan mual, muntah terutama
pada pagi.
2) Akibat mual muntah nafsu makan berkurang.
c. Ngidam
Wanita hamil yang menginginkan makanan tertentu keadaan
yang demikian disebut ngidem.
d. Pingsan atau sinkope
1) Terjadi gangguan sirkulasi ke daerah kepala (sentral)
menyebabkan ischemia susunan saraf pusat dan menimbulkan
sinkope dan pingsan.
2) Keadaan ini menghilang setelah umur kehamilan 16 minggu.
e. Payudara tegang

1) Pengaruh estrogen dan progestron dan somatomatropin


menimbulkan deposit lemak, air dan garam pada payudara.
2) Payudara membesar dan tegang.
3) Ujung saraf tertekan menyebabkan rasa sakit terutama pada
hamil pertama.
f. Sering miski
1) Desakan rahim ke depan menyebabkan kandung kemih cepat
terasa penuh dan sering miski.
2) Pada triwulan kedua sudah menghilang.
g. Konstipasi atau obstipasi
Pengaruh

estrogen

dapat

menghambat

peristaltik

usus

menyebabkan kesulitan untuk BAB.


h. Pigmentasi kulit
1) Sekitar pipi : Cloasma gravidarum
Keduanya

melanophore

stimulating

hormon

hipofises

anterior menyebabkan pigmentasi kulit.


2) Dinding perut
a) Strie livida
b) Strie nigra.
c) Linea alba dan nigra makin hitam.
3) Sekitar payudara
a) Hiperpigmentasi areola mammae.
b) Puting susu makin menonjol.
c) Pembuluh darah makin menipis sekitar payudara.
i. Epulis
Hipertropi gusi disebut epulis dapat terjadi bila hamil.
j. Varices atau penampakan pembuluh darah vena
1) Pengaruh estrogen dan progesteron terjadi penampakan
pembuluh darah vena terutama bagi mereka yang punya bakat.
2) Penampakan pembuluh darah itu terjadi sekitar genetalia
eksterna, kaki, dan betis, payudara.

3) Penampakan pembuluh darah ini dapat menghilang setelah


persalinan.
2. Tanda tidak pasti kehamilan
Tanda tidak pasti kehamilan dapat ditentukan dengan jalan :
a. Rahim membesar, sesuai dengan tuanya hamil.
b. Pada pemeriksaan kehamilan dapat dijumpai :
1) Tanda Hegar.
2) Tanda Chadwick.
3) Tanda prechasic.
4) Kontraksi Braxton Hicks.
3. Tanda pasti kehamilan
Tanda pasti kehamilan ditentukan dengan jalan.
a. Gerakan janin dalam rahim
1) Terlihat atau teraba gerakan janin.
2) Teraba bagian-bagian janin.
b. Denyut jantung janin
1) Didengar dengan stetoskop laenec, alat kardotokografi, alat
doppler.
2) Dilihat dengan ultra sonografi.
3) Pemeriksaan dengan alat canggih, yaitu rontgen untuk
melihat kerangka janin, ultrasonografi.
2.2 KONSEP DASAR TEORI ANEMIA PADA KEHAMILAN
Anemia pada kehamilan adalah anemia karena kekurangan zat gizi, jenis
anemia yang pengobatannya relatif murah.
2.2.1 Kebutuhan Zat Besi pada Wanita Hamil
Wanita memerlukan zat besi lebih tinggi dari laki-laki karena
terjadi menstruasi dengan perdarahan sebanyak 50-80 cc setiap bulan
dan kehilangan saat besi sebesar 30-40 mgr. Disamping itu, kehamilan
memerlukan zat besi untuk meningkatkan jumlah sel darah merah dan
membentuk sel darah janin dan placenta. Pada kehamilan relatif terjadi
anemia karena darah ibu hamil mengalami hemolidusi (pengenceran)

10

dengan peningkatan volume 30-40% yang puncaknya pada kehamilan


32-34 minggu. Jumlah peningkatan sel darah 18-30% dan hemoglobin
sekitar 19%. Bila hemoglobin ibu sebelum hamil sekitar 11 gr% maka
dengan terjadinya hemolidusi akan meningkatkan anemia hamil
fisiologi dan Hb ibu akan menjadi 9,5-10 gr%.
Pemeriksaan dan pengawasan Hb dapat dilakukan dengan
menggunakan alat sahli. Hasil pemeriksaan Hb dengan sahli dapat
digolongkan sebagai berikut :
Hb 11 gr% : Tidak anemia
9-10 gr% : Anemia ringan
7-8 gr% : Anemia sedang
< 7 gr% : Anemia berat
2.2.2 Bentuk-bentuk Anemia
Faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan darah adalah,
sebagai berikut :
1. Komponen (bahan) yang berasal dari makanan terdiri dari :
a. Protein, glukosa, dan lemak.
b. Vitamin B12, B6 asam folat dan Vitamin C.
c. Elemen dasar Fe, Ion Cu dan Zink.
2. Sumber pembentukan darah : Sumsum tulang.
3. Kemampuan resorbsi usus halus terhadap bahan yang diperlukan.
4. Umur sel darah merah (eritrosit) terbatas sekitar 120 hari. Sel-sel
darah merah yang sudah tua dihancurkan kembali menjadi bahan
baku untuk membentuk sel darah yang baru.
5. Terjadi perdarahan kronik
a. Gangguan menstruasi.
b. Penyakit yang menyebabkan perdarahan pada wanita.
c. Parasit dalam usus.
Berdasarkan faktor-faktor tersebut di atas, anemia dapat digolongkan
menjadi :
1. Anemia defisiensi besi (kekurangan zat besi).
2. Anemia mengaloblastik (kekurangan vitamin B 12).

11

3. Anemia hemolitik (pemecahan sel-sel darah lebih cepat dari


pembentukan).
4. Anemia hipoplastik (gangguan pembentukan sel-sel darah).
2.2.3 Pengaruh Anemia pada Kehamilan pada Janin
1. Pengaruh Anemia Terhadap Kehamilan
a. Bahaya selama kehamilan
1) Dapat terjadi abortus.
2) Persalinan prematuritas.
3) Hambatan tumbuh kembang janin dalam rahim.
4) Mudah terjadi infeksi.
5) Ancaman dekompensasi kordis (Hb < 6 gr%).
6) Mola hidatidosa.
7) Hyperemesis gravidarum.
8) Perdarahan antepartum.
9) Ketuban pecah dini (KPD).
b. Bahaya terhadap persalinan
1) Gangguan His kekuatan pengejan.
2) Kala I

: Dapat berlangsung lama.

3) Kala II : Berlangsung lama sehingga dapat melelahkan dan


sering memerlukan tindakan operasi kebidanan.
4) Kala uri dapat diikuti retensio placenta dan perdarahan post
partum karena atonia uteri.
5) Kala IV : Dapat terjadi perdarahan post partum sekunder
dan atonia uteri.
c. Pada kala nifas
1) Terjadi subinfolusi uteri menimbulkan perdarahan postpartum.
2) Memudahkan infeksi puerperium.
3) Pengeluaran ASI berkurang.
4) Terjadi dikompensasi kordis mendadak setelah persalinan.
5) Anemia kala nifas.
6) Mudah terjadi infeksi mammae.
2. Bahaya Terhadap Janin

12

a. Abortus.
b. Terjadi kematian intrauteri.
c. Persalinan prematuritas tinggi.
d. Berat badan lahir rendah.
e. Kelahiran dengan anemia.
f. Dapat terjadi cacat bawaan.
g. Bayi mudah mendapat infeksi sampai kematian perinatal.
h. Intelegensia rendah.
2.3 KONSEP DASAR ASUHAN KEBIDANAN PADA KEHAMILAN DENGAN
ANEMIA RINGAN
2.3.1 Pengkajian
Pada data ini dikumpulkan semua informasi yang akurat dan
lengkap

dari

sumber

yang

berkaitan

dengan

cara

anamnesa,

pemeriksaan fisik, pemeriksaan menunjang.


1. Data Subyektif
Data subyektif adalah data yang diperoleh dari hasil anamnesa
kepada klien, keluarga dan anggota tim kesehatan lain. Data
mencakup semua keluhan dari klien terhadap masalah kesehatan
yang dialaminya, meliputi :
a. Biodata
Meliputi nama, umur, agama, suku/bangsa, pendidikan, pekerjaan,
penghasilan, status kawin, lama kawin, umur kawin, alamat.
b. Keluhan
Adalah keluhan yang dirasakan oleh klien sehingga menyebabkan
adanya gangguan kesehatan
Ds. : Ibu mengatakan hamil ke .umur kehamilan.
Ibu sering merasakan pusing, cepat telah, letih.
c. Riwayat kesehatan
1) Riwayat kesehatan sekarang
Yang perlu ditanyakan apa yang dirasakan klien.
2) Riwayat kesehatan yang lalu

13

Yang perlu ditanyakan apakah klien pernah menderita sakit


menular, keturunan, menahun, seperti : Asma, Diabetes
Mellitus, jantung, hepatitis, hipertensi.
3) Riwayat kesehatan keluarga
Yang perlu ditanyakan apakah di dalam anggota keluarga ada yang
menderita penyakit asma, jantung, Diabetes Mellitus, hepatitis,
hipertensi, dan apakah ada yang mempunyai anak kembar.
d. Riwayat kebidanan
1) Riwayat haid
Yang ditanyakan kapan menarche, siklus haid, lamanya,
teratur atau tidak, banyaknya, warna, bau, flour albus,
keluhan.
2) Riwayat kehamilan sekarang
Amenorhea berapa bulan, hamil ke berapa, HPHT, gerakan janin
mulai dirasakan, ANC : TM. I, TM. II dan TM. III. Keluhan :
TM. I, TM. II dan TM. III, obat-obatan yang pernah didapat,
imunisasi TT1, TT2, penyuluhan yang pernah didapat.
3) Riwayat kehamilan, persalinan, nifas yang lalu
Yang ditanyakan anak keberapa, umur kehamilan, jenis
persalinan, penolong, jenis kelamin, BBL, PBL, umur, hidup
atau mati, nifas.
4) Riwayat KB
Yang perlu ditanyakan pernah memakai KB apa, berapa
lama, ada keluhan atau tidak.
e. Riwayat gynecology
Yang perlu ditanyakan apakah klien pernah atau sedang
menderita penyakit seperti tumor, kista, kanker, dan lain-lain.
f. Riwayat psikososial
Yang perlu ditanyakan apakah ibu senang atas kehamilannya,
hubungan ibu dengan suami bagaimana.

14

g. Latar belakang sosial budaya


Yang perlu ditanyakan apakah selama hamil pernah minum jamu.
Pernah dipijat ke dukun yang dapat membahayakan kehamilannya.
h. Pola kebiasaan sehari-hari
a. Pola nutrisi
Yang perlu ditanyakan berapa kali makan dalam sehari,
porsinya bagaimana, selain itu dikaji pula pola minum
berapa gelas dalam sehari sebelum hamil dan saat hamil.
b. Pola eliminasi
Yang perlu ditanyakan berapa kali BAB dan BAK dalam
sehari dan bagaimana konsistensinya, warnanya, baunya,
apakah ada keluhan atau tidak sebelum hamil dan pada saat
hamil.
c. Istirahat
Yang perlu ditanyakan pada tidur dalam sehari apakah ada
gangguan atau tidak, ditanya selama hamil dan sebelum hamil.
d. Aktivitas
Ditanyakan aktivitas apa yang dilakukan oleh klien selama
hamil dan sebelum hamil.
e. Personal hygiene
Yang perlu ditanyakan berapa kali klien gosok gigi, ganti
baju, mandi dalam sehari, keramas dalam 1 minggu, dikaji
sebelum hamil dan selama hamil.
f. Pola seksual
Yang perlu ditanyakan berapa kali melakukan hubungan
suami istri dalam 1 minggu, ada keluhan atau tidak, dikaji
sebelum hamil dan pada saat hamil.
2. Data Obyektif
a. Keadaan umum

: Baik, cukup, lemah

15

Kesadaran

: Composmentis, apatis, samnolen, sopor,


coma.

Ekspresi wajah

: Cemas, sedih.

Cara berjalan

: Tegak, pincang.

Postur tubuh

: Lordosis, skoliosis, kifosis

Tinggi badan

: > 145 cm

Berat badan

: .kg

Kenaikan berat badan : 0,5 kg


Lila

: > 23,5 cm

b. TTV : TD

: 100/70-140/90 mmHg

: 70-100 x/mnt

: 36-37OC

RR

: 16-24 x/mnt

c. Pemeriksaan fisik
1) Inspeksi
Kepala

: Simetris, warna rambut, tidak bercabang, tidak


rontok bersih, tidak ada ketombe.

Muka

: Pucat, tidak oedema, tidak ada cloasma gravidarum.

Mata

: Simetris, conjungtiva pucat, sklera putih, tidak


oedema.

Hidung

: Simetris, tidak ada polip, tidak ada sekret, tidak


ada pernafasan cuping hidung.

Telinga

: Simetris, bentuk daun telinga normal, tidak ada


serumen.

Mulut & : Bibir tidak sumbing, mukosa bibir lembab, lidah


Gigi
Leher

bersih, gigi tidak ada yang caries.


: Tidak ada pembesaran kelenjar tyroid maupun
bendungan vena jugularis.

Axilla

: Tidak ada pembesaran kelenjar limfe, bersih.

Dada

: Tidak ada tarikan intercosta.

Mammae : Simetris,

papilla

menonjol,

areola mammae, tidak ada strie.

hiperpigmentasi

16

Abdomen : Uterus membesar sesuai dengan umur kehamilan,


terdapat linea alba, linea nigra, strie livida, strie
albican, bekas sectio ceasarea tidak ada.
Genetalia : Bersih, tidak oedema, tidak ada varices, ada
tanda chadwick.
Anus

: Bersih.

Ext. atas : Simetris, tidak ada gangguan gerak, kuku pucat.


Ext. bawah : Simetris, tidak ada gangguan gerak, tidak
oedema, tidak ada varices.
2) Palpasi
Kepala

: Tidak ada nyeri tekan, tidak ada benjolan.

Leher

: Tidak ada pembesaran kelenjar tyroid maupun


bendungan vena jugularis.

Axilla

: Tidak ada pembesaran kelenjar limfe, tidak ad


benjolan abnormal.

Mammae : Kolostrum +/+ atau -/-, tidak ada benjolan abnormal,


tidak ada nyeri tekan.
Abdomen : Leopold I : Menentukan TFU dan bagian apa
yang terdapat di fundus.
(TFU, fundus teraba bokong tidak
bundar, lunak, tidak melenting).
Leopold II : Bagian apa yang terdapat di kanankiri uterus ibu jika punggung (panjang
dan keras).
Leopold III : Bagian apa yang terdapat disebelah
bawah uterus ibu.
(Bagian bahwa teraba keras, bundar,
melenting kepala) kepala belum
masuk PAP.
Leopold IV : Convergen
Mc. Donald : TFU dalam cm menggunakan
metelin.

17

TBJ

: - Kepala masuk PAP


(TFU dalam cm 11x155 : gram)
- Kepala mepet PAP
(TFU dalam cm 12x155 :
gram)
- Kepala belum masuk PAP.
(TFU dalam cm 13x155 :
gram)

Ext. bawah : Tidak oedema.


3) Auskultasi
Dada

: Tidak ada wheezing maupun ronchi.

Abdomen : DJJ , frekuensi : 120-160 x/mnt.


4) Perkusi
Refleks Patella : Negatif .
d. Pemeriksaan panggul
Dengan menggunakan jangka panggul dan metelin ukuran
panggul dapat diukur, ukuran normal :
1) Distansia spinarum : + 23-26 cm
2) Distansia cristarum : + 26-28 cm
3) Conjugate externa

: + 18-20 cm

4) Lingkar panggul

: + 80-90 cm

e. Pemeriksaan penunjang
Hb : 9-10 gr%
Urine albumin : Warna jernih (negatif)
Urine reduksi : Warna biru atau biru kehijau-hijauan (negatif)
2.3.2 Identifikasi Diagnosa, Masalah dan Kebutuhan
Diagnosa : GP, umur kehamilan ..minggu, tunggal, hidup
intra uteri, presentasi kepala, keadaan jalan lahir normal,
keadaan umum ibu baik dengan anemia ringan.

18

Ds

: Adanya komunikasi verbal antara klien dan petugas


kesehatan tentang hamil ke berapa, usia kandungannya
berapa bulan, dan apa yang dirasakan ibu saat ini.

Do

: - Keadaan umum : Baik


- Kesadaran

: Composmentis

- TTV : TD

: 100/70 - 140/90 mmHg

: 70-100 x/mnt

: 36-37 OC

RR

: 16-24 x/mnt

- Abdomen :
Leopold I

: Menentukan tinggi fundus uteri dan


bagian apa yang terdapat di fundus.

Leopold II : Bagian apa yang terdapat di sebelah


kanan dan kiri uterus ibu.
Leopold III : Bagian apa yang terdapat disebelah bawah
uterus ibu, sudah masuk PAP atau belum.
Leopold IV : Seberapa jauh kepala masuk PAP.
2.3.3 Antisipasi Masalah Potensial
Masalah potensial adalah masalah yang mungkin timbul dan
apabila tidak segera diatasi dapat mengganggu keselamatan hidup klien,
hingga terus diawasi, dicegah, diantisipasi dan disiapkan tindakan untuk
mengatasi, sedangkan antisipasi masalah potensial pada ibu hamil
dengan anemia ringan adalah partus prematurus dengan berat badan lahir
rendah, hambatan tumbuh kembang janin dalam rahim, ketuban pecah
dini, terjadi kematian intra uteri.
2.3.4 Identifikasi Kebutuhan Segera
Merupakan langkah-langkah kebutuhan segera yang harus segera
dilakukan bila masalah potensial benar terjadi, kebutuhan segera ini tidak
harus berupa tindakan langsung Bidan terhadap klien tetapi bisa saja
situasi lainnya tidak merupakan kegawatan, tetapi memerlukan konsultasi,
kolaborasi yang bersifat rujukan, kepada dokter atau tim kesehatan lain.

19

2.3.5 Intervensi
Adalah

pengembangan

rencana Asuhan

Kebidanan

yang

menyeluruh ditentukan oleh langkah sebelum intervensi harus disetujui


bersama antara Bidan dan klien, adapun intervensi harus memuat
rasional yang tepat berdasarkan pada :
Diagnosa : GP, umur kehamilan ..minggu, tunggal, hidup
intra uteri, presentasi kepala, keadaan jalan lahir normal,
keadaan umum ibu baik dengan anemia ringan.
Tujuan

: Setelah dilakukan Asuhan Kebidanan selama xmenit


klien mengerti tentang keadaannya.

Kriteria

: Klien dapat mengerti penjelasan yang sampaikan oleh petugas dan


dapat mengulangi penjelasan dari petugas tentang keadaan dirinya.

Intervensi :
1. Lakukan pendekatan pada klien dan keluarga.
Rasional : Dengan akan terjalin kerjasama dan kepercayaan
terhadap tenaga kesehatan, dan klien lebih kooperatif
dalam tindakan.
2. Jelaskan pada klien tentang hasil pemeriksaan.
Rasional : Klien mengetahui dan mengerti keadaan dirinya dan
janinnya.
3. Jelaskan lebih lanjut keadaan ibu, bahwa ibu anemia ringan
Rasional : Penjelasan lebih lanjut dapat menjelaskan keadaan,
sehingga ibu dan keluarga mengerti tentang anemia.
4. Berikan penjelasan pada ibu dan suami bahaya anemia pada ibu
hamil, ibu bersalin dan pada bayi.
Rasional : Dengan mengetahui bahaya anemia maka ibu dan suami
akan berusaha mengatasi.
5. Anjurkan ibu mengkonsumsi makanan yang bergizi dan seimbang
dan banyak minum.
Rasional : Makanan

yang

seimbang

dan

bergizi

dapat

mempertahankan tubuh dan membantu dalam tumbuh


kembang janin dalam uterus.

20

6. Anjurkan ibu menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar.


Rasional : Lingkungan bersih bebas dari kuman, virus, bakteri, jamur,
dan dapat mempertahankan kesehatan ibu dan janin.
7. Jelaskan tanda bahaya kehamilan.
Rasional : Klien mengetahui tanda bahaya kehamilan sehingga klien
lebih berhati-hati dan lebih siaga atas kehamilannya.
8. Berikan tablet Fe (zat besi) 60 mg/hari.
Rasional : Tablet zat besi dapat meningkatkan kadar Hb dalam
tubuh.
9. Anjurkan ibu minum obat yang diberikan secara teratur.
Rasional : Obat yang diberikan dapat menunjang kesehatan ibu
kesehatan janin dan tumbuh kembang dalam rahim.
10. Anjurkan klien untuk memeriksakan kehamilannya 2 minggu lagi.
Rasional : Kontrol rutin pada TM. II (bulan sekali dapat
mengetahui keadaan ibu dan janin dan mengetahui
komplikasi yang mungkin terjadi secara diri.
2.3.6 Implementasi
Implementasi yang komprehensif merupakan pengeluaran dan
perwujudan dan rencana yang telah disusun pada tahap-tahap
perencanaan pelaksanaan hakekat masalah. Jenis tindakan atau
pelaksanaan bisa dikerjakan oleh Bidan sendiri, klien, kolaborasi
sesama tim atau kesehatan lain atau profesi lain. Selama kegiatan ini
dimonitor, kemajuan kesehatan klien serta diupayakan dalam waktu
singkat, efektif dan efisien, pelaksanaan perlu dilakukan secara tertulis
dan berkesinambungan.
2.3.7 Evaluasi
Evaluasi adalah seperangkat tindakan yang sering berhubungan
untuk mengukur pelaksanaan serta didasarkan tujuan dan kriteria. Guna
mengevaluasi ini adalah untuk menilai kemampuan dalam Asuhan
Kebidanan sebagai umpan balik untuk memperbaiki Asuhan Kebidanan,
dalam evaluasi menggunakan SOAP yaitu :
S

: Data yang diperoleh dari wawancara langsung pada klien.

21

: Data yang diperoleh dari hasil observasi dan pemeriksaan.

: Pernyataan yang terjadi atas data subyektif dan data obyektif.

: Perencanaan yang ditentukan sesuai dengan masalah yang terjadi.

22

BAB III
TINJAUAN KASUS

3.1 PENGKAJIAN
Tanggal Pengkajian : 03-01-2013

Jam : 10.00 WIB

3.1.1 Data Subjektif


1. Biodata
Nama

: Ny. AS

Nama

: Tn. A

Umur

: 26 tahun

Umur

: 27 tahun

Agama

: Islam

Agama

: Islam

Suku/bangsa : Jawa/Indonesia

Suku/bangsa : Jawa/Indonesia

Pendidikan

: SMP

Pendidikan

: SMA

Pekerjaan

: IRT

Pekerjaan

: Sopir

Penghasilan

:-

Penghasilan

: Rp. 400.000,-/bln

Status kawin : Kawin

Status kawin : Kawin

Lama kawin : 1 tahun

Lama kawin : 1 tahun

Umur kawin : 25 tahun

Umur kawin : 26 tahun

Alamat
: Pogot 7/22
2. Keluhan Utama

Alamat

: Pogot 7/22

Ibu mengatakan ingin memeriksakan kehamilan pertamanya dengan


usia 7 bulan dan ibu sering merasakan pusing, dan badan terasa letih.
3. Riwayat Kebidanan
a. Riwayat haid
Menarche

: 12 tahun

Siklus haid

: + 28 hari

Teratur/tidak

: Teratur

Lamanya

: 7-8 hari

Banyaknya

: Ganti pembalut 2-3 x/hari.

Konsistensi

: Cair ada sedikit gumpalan-gumpalan

Dismenorche

: Tidak

Flour Albus

: Ya

Kapan

: 2 hari sebelum datangnya haid

Warna/bau

: Putih jernih atau tidak bau

Keluhan

:-

23

b. Riwayat kehamilan sekarang


Hamil ke

:1

Amenorche

: 7 bulan

HPHT

: 14-06-2012

HPL

: 21-03-2013

Umur kehamilan : 28 minggu


Gerakan janin mulai dirasakan pada umur kehamilan 5 bulan
ANC

: TM. I : 3 x di Bidan
TM. II : 2 x di Bidan
TM. III :

Keluhan: TM. I : Mual, muntah, pusing terutama pada pagi hari


TM. II : TM. III : pusing dan cepat lelah kalau beraktifitas
Obat-obatan yang pernah didapat : Fe, vitamin, kalk.
Imunisasi : TT1 : Pada umur kehamilan 4 bulan
TT2 : Pada umur kehamilan 5 bulan
Penyuluhan yang pernah didapat : Gizi Bumil
c. Riwayat kehamilan, persalinan, nifas yang lalu
Hamil ini.
d. Riwayat KB
Ibu mengatakan tidak pernah memakai KB.
4. Riwayat Kesehatan
a. Riwayat kesehatan sekarang
Ibu mengatakan bahwa tidak sedang dalam menderita penyakit
asma, jantung, flu, Diabetes Mellitus, ibu sering merasakan
pusing, badannya terasa letih.
b. Riwayat kesehatan yang lalu
Ibu mengatakan tidak pernah menderita penyakit asma, jantung,
Diabetes Mellitus, TBC, hepatitis, hipertensi dan tidak pernah MRS.
c. Riwayat kesehatan keluarga
Ibu mengatakan di dalam anggota keluarga tidak ada yang
mempunyai riwayat anak kembar, tidak ada yang menderita
penyakit Diabetes Mellitus, asma, jantung, hepatitis, hipertensi, TBC.

24

5. Riwayat Gynecology
Ibu mengatakan tidak pernah menderita penyakit kanker, tumor,
penyakit kandungan penyakit kelamin.
6. Riwayat Psikososial
Ibu dan suami merasa senang atas kehamilan pertamanya, ibu
merasa senang karena sudah merasakan gerakan bayinya dan ibu
merasa khawatir karena akhir-akhir ini dirinya sering merasa
pusing, badannya lemas. Hubungan ibu dan suami keluarga baik,
ibu merencanakan persalinannya nanti ditolong oleh Bidan.
7. Latar Belakang Sosial dan Budaya
Ibu mengatakan selama hamil tidak pernah minum jamu, tidak pernah,
pijat ke dukun, tidak ada pantangan makanan apapun dalam keluarga.
8. Pola Kebiasaan Sehari-hari
a. Pola nutrisi
Sebelum hamil : Makan : 3x/hr porsi piring dengan nasi,
lauk-pauk.
Minum : 5-6 gls/hr, air putih
Selama hamil : Makan : 3x/hr, porsi piring dengan nasi,
lauk-pauk, kadang buah.
Minum : 6-7 gls/hr, air putih.
b. Pola eliminasi
Sebelum hamil : BAK : 6-7x/hr warna kuning jernih, bau khas,
tidak ada keluhan.
BAB : 1x/hr warna kuning, lembek, bau khas,
tidak ada keluhan.
Selama hamil : BAK : 7-8x/hr warna kuning jernih, bau khas,
tidak ada keluhan
BAB : 1 x/hr warna kuning jernih, bau khas,
tidak ada keluhan.
c. Pola istirahat
Sebelum hamil : Siang jam : 14.00-15.30 WIB
Malamjam : 22.00-04.30 WIB
Selama hamil : Siang jam : 14.00-15.30 WIB
Malamjam : 22.00-04.30 WIB

25

d. Pola aktivitas
Sebelum hamil : Melakukan pekerjaan-pekerjaan rumah tangga,
dan ke sawah.
Selama hamil : Melakukan pekerjaan-pekerjaan tangga.
e. Pola personal hygiene
Sebelum hamil : Mandi, gosok gigi, ganti baju 2x/hr, keramas
3x/mgg.
Selama hamil : Mandi, gosok gigi, ganti baju 2x/hr, ganti
celana dalam 2x/hr, keramas 3 x/mgg.
f. Pola seksual
Sebelum hamil : 2-4 x/mgg, tidak ada keluhan.
Selama hamil : 1-2 x/mgg, tidak ada keluhan.
3.1.2 Data Obyektif
1. Keadaan umum

: Baik

Ekspresi wajah

: Cemas.

Postur tubuh

: Lordosis

Tinggi badan

: 153,5 cm

BB sekarang

: 63 kg

BB sebelum hamil : 53 kg
Kenaikan BB

: 10 kg

Lila

: 26 cm

2. TTV : TD

: 100/70 mmHg

: 80 x/mnt

: 364 OC

RR

: 40 x/mnt

3. Pemeriksaan fisik
a. Inspeksi
Muka

: Pucat, tidak oedema, tidak ada cloasma gravidarum.

Mata

: Simetris, conjungtiva pucat, sklera putih, palpera


tidak oedema.

Mulut

: , mukosa bibir lembab, sedikit pucat

Leher

: Tidak ada pembesaran kelenjar tyroid maupun


bendungan vena jugularis.

26

Axilla

: Tidak ada pembesaran kelenjar limfe, bersih.

Dada

: Tidak ada tarikan intercosta.

Mammae

: Simetris, papilla menonjol, hiperpigmentasi areola


mammae, tidak ada strie.

Abdomen : Uterus membesar sesuai dengan umur kehamilan,


terdapat linea alba, linea nigra, strie livida, strie
albican, bekas sectio ceasarea tidak ada.
Genetalia

: Bersih, tidak oedema, tidak ada varices, tidak ada


condiloma

vulva

berwarna

keungu-unguan,

perineum utuh, tidak ada jaringan parut.


Anus

: Bersih, tidak ada hemoroid.

Ext. atas

: Simetris, tidak ada gangguan gerak, kuku pucat.

Ext. bawah : Simetris, tidak ada gangguan gerak, tidak oedema,


tidak ada varices.
b. Palpasi
Kepala

: Tidak ada nyeri tekan, tidak ada benjolan.

Leher

: Tidak ada pembesaran kelenjar tyroid maupun


bendungan vena jugularis.

Axilla

: Tidak ada pembesaran kelenjar limfe, tidak ad


benjolan abnormal.

Mammae

: Kolostrum -/-, tidak ada benjolan abnormal.

Abdomen : Leopold I : TFU 3 hari atas pusat, fundus teraba


(bokong) tidak bundar, tidak melenting,
lunak.
Leopold II : Bagian kanan uterus ibu teraba panjang
dan keras (punggung) bagian kiri uterus
ibu teraba bagian-bagian kecil janin.
Leopold III : Bagian terbawah janin teraba keras,
bundar,

melenting

belum masuk PAP.

(kepala)

kepal

27

Leopold IV : Convergen
TFU Mc. Donald : 20 cm
TBJ : 20-13 x 155 : 1085 gram
Gerakan janin

: Aktif

Ext. bawah

: Tidak oedem

c. Auskultasi
Dada

: Tidak ada wheezing maupun ronchi.

Abdomen

: DJJ 11-11-12 (136 x/mnt) terdengar disebelah


bawah pusat ibu.

d. Perkusi
Ext. bawah : Refleks Patella +/+
e. Pemeriksaan panggul
Distansia spinarum

: 26

cm

Distansia cristarum

: 24

cm

Conjugata externa

: 17,5 cm

Lingkar panggul

: 82

cm

f. Pemeriksaan penunjang
Hb : 8,4 gr%
Urine albumin :
Urine reduksi :
3.2 IDENTIFIKASI DIAGNOSA, MASALAH
Diagnosa : GIP00000 umur kehamilan 28 minggu, tunggal, hidup, intra uteri,
presentasi kepala, keadaan jalan lahir normal, keadaan umum ibu
baik dengan anemia Sedang

3.3 ANTISIPASI MASALAH POTENSIAL


3.4 IDENTIFIKASI KEBUTUHAN SEGERA

28

3.5 INTERVENSI .
1. Lakukan pendekatan pada klien dan keluarga.
Rasional : Dengan pendekatan akan terjalin kerjasama dan kepercayaan
terhadap tenaga kesehatan, dan klien lebih kooperatif dalam
tindakan.
2. Jelaskan pada klien tentang hasil pemeriksaan.
Rasional : Klien mengetahui dan mengerti keadaan dirinya dan janinnya.
3. Jelaskan lebih lanjut keadaan ibu, bahwa ibu anemia ringan
Rasional : Penjelasan lebih lanjut dapat memperjelas keadaan sehingga
ibu dan keluarga mengerti tentang anemia.
4. Berikan penjelasan pada ibu dan suami bahaya anemia pada ibu hamil, ibu
bersalin, ibu nifas, dan pada bayi.
Rasional : Makanan yang seimbang dan bergizi dapat mempertahankan
tubuh dan membantu dalam tumbuh kembang janin dalam
uterus.
5. Anjurkan ibu mengkonsumsi makanan yang bergizi dan seimbang dan
banyak minum.
Rasional

: Makanan yang seimbang dan bergizi dapat mempertahankan


tubuh dan membantu dalam tumbuh kembang janin dalam uterus.

6. Anjurkan ibu menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar.


Rasional

: Lingkungan bersih bebas dari kuman, virus, bakteri, jamur, dan


dapat mempertahankan kesehatan ibu dan janin.

7. Jelaskan tanda bahaya kehamilan.


Rasional

: Klien mengetahui tanda bahaya kehamilan sehingga klien lebih


berhati-hati dan lebih siaga atas kehamilannya.

8. Berikan tablet Fe (zat besi) 60 mg/hari.


Rasional

: Tablet zat besi dapat meningkatkan kadar Hb dalam tubuh.

9. Anjurkan ibu minum obat yang diberikan secara teratur.


Rasional

: Obat yang diberikan dapat menunjang kesehatan ibu kesehatan


janin dan tumbuh kembang dalam rahim.

29

10. Anjurkan klien untuk memeriksakan kehamilannya 2 minggu lagi.


Rasional

: Kontrol rutin pada TM. II (bulan sekali dapat mengetahui


keadaan ibu dan janin dan mengetahui komplikasi yang
mungkin terjadi secara diri.

3.6 IMPLEMENTASI
Tanggal 03 Januari 2013

jam : 10.10 WIB

1. Jam : 10.11 WIB


Melakukan pendekatan pada klien dan keluarga dengan cara menyapa klien
dan keluarga dengan sopan dan ramah.
2. Jam : 10.11 WIB
Menjelaskan pada klien tentang hasil pemeriksaan.
Posisi janin sudah benar (letak kepala) hasil pemeriksaan Hb 8,4 gr%,
reduksi , albumin ukuran panggul normal.
3. Jam : 10.12 WIB
Menjelaskan lebih lanjut bahwa ibu anemia Sedang.
Hb 8,4 gr% ibu termasuk anemia sedang yang perlu diatasi dengan segera
dengan tidak lebih lanjut.
4. Jam : 10.13 WIB
Memberikan pada ibu dan suami bahaya anemia pada ibu hamil, ibu
bersalin, ibu nifas, ibu pada janin.
Bahaya anemia pada :
Ibu Hamil : - Dapat terjadi abortus atau keguguran
- Persalinan prematuritas
- Ketuban pecah dini.
- Mudah terjadi infeksi.
Ibu bersalin : - Gangguan his.
- Kala I terjadi lama.
- Kala II yang lama.
- Kala uri dapat diikuti retensio placenta.

30

Ibu nifas

: - Terjadi perdarahan karena gangguan involasi.


- Memudahkan infeksi peurperium.
- Pengeluaran ASI berkurang.

Pada janin : - Kematian intra uteri, cacat bawaan.


- Berat badan lahir ringan, hambatan tumbuh kembang janin
dalam rahim.
5. Jam : 10.15 WIB
a. Menganjurkan ibu mengkonsumsi makanan yang bergizi dan seimbang
dan banyak minum.
b. Menganjurkan klien memakan makanan seperti nasi, sayur, ikan, tahu,
tempe, telur, minum air putih sedikitnya 3 lt/hari.
6. Jam : 10.16 WIB
Menganjurkan ibu menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar.
-

Mandi 2 x/hari, gosok gigi siap kali habis makan dan menjelang tidur,
dan menjaga kebersihan rumah.

7. Jam : 10.17 WIB


Menjelaskan tanda bahaya kehamilan :
a. Pusing yang hebat.
b. Sakit ulu hati yang hebat.
c. Kaki bengkok.
d. Penglihatan kabur.
e. Perdarahan.
8. Jam : 10.18 WIB
Memberikan tablet Fe 60 mg/hari.
-

Salvitral 1 x 1

9. Jam : 10.19 WIB


Menganjurkan ibu minum obat yang diberikan secara teratur.
-

Minum obat salvitral 1 x 1 pada waktu siang, Calmega 1 x 1 pada waktu pagi.

10. Jam : 10.20 WIB


Menganjurkan pada ibu untuk kontrol 1 bulan lagi, yaitu pada tanggal
02 Februari 2013 atau bila keluhan berlanjut.

31

3.7 EVALUASI
Tanggal 03 Januari 2013
S

jam : 10.20 WIB

: Ibu mengerti dan paham tentang penjelasan yang telah diberikan


oleh petugas.

: Ibu dapat mengulangi kembali penjelasan yang telah diberikan


oleh petugas dengan benar.

: Masalah teratasi

: Intervensi dihentikan.

32

BAB IV
PENUTUP

4.1 KESIMPULAN
pada pengkajian Asuhan Kebidanan pada Ny AS G IP00000 umur
kehamilan 28 minggu, dengan anemia ringan didapatkan pada anamnesa ibu
mengatakan hamil anak pertama dengan umur kehamilan 7 bulan dan ibu sering
merasakan pusing-pusing dan sering lelah, letih pada pemeriksaan fisik
didapatkan keadaan umum baik, kesadaran composmentis, ekspresi wajah ceria,
cara berjalan tegak, postur tubuh lordosis, TB : 153,5 cm, BB sekarang : 59,5 kg,
kenaikan BB :

6,5 kg, TTV : (TD : 100/70 mmHg, S : 36 4 OC, N : 80 x/mnt,

RR : 20 x/mnt), muka tidak pucat, conjungtiva pucat, leopold I : TFU 3 jari atas
pusat; Leopold II bagian kanan uterus ibu teraba panjang dan keras (punggung)
bagi kiri uterus ibu teraba bagian-bagian kecil janin; Leopold III bagian terbawah
janin teraba keras, bundar, melenting (kepala) kepala belum masuk PAP; Leopold
IV convergent, gerakan janin aktif, DJJ 11-11-12 (136 x/mnt). Pada
pemeriksaan laboratorium Hb : 8,4 gr%, urine albumin , urine reduksi .
Pada identifikasi diagnosa masalah didapatkan diagnosa GIP00000 umur
kehamilan 28 minggu, tunggal, hidup, intra uteri, presentasi kepala, keadaan jalan
lahir normal, keadaan umum ibu baik, dengan anemia ringan.
Pada antisipasi masalah berdasarkan data yang mendukung masalah yang
mungkin timbul adalah tidak ada.
Identifikasi kebutuhan segera atas masalah yang muncul pada kasus adalah
tidak ada.
Pada intervensi (pengembangan rencana dengan prioritas asuhan selama
1 x 10 menit dengan kriteria hasil klien dapat mengerti, paham tentang keadaan
dirinya dan dapat mengulangi penjelasan dari petugas tentang keadaan
mengulangi penjelasan dari petugas tentang keadaan kehamilannya.

33

Implementasi dilakukan pada tanggal 03 Januari 2013 jam 10.00 WIB


sampai jam 10.20 WIB sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.
Pada evaluasi pada tanggal 03 Januari 2013 jam 10.20 WIB didapatkan ibu
33
mengerti dan paham tentang penjelasan yang telah dilakukan oleh petugas dan ibu
dapat mengulangi penjelasan yang disampaikan petugas, masalah teratasi,
intervensi dihentikan.
4.2 SARAN
4.2.1 Bagi Institusi
lebih menyediakan literatur yang berkaitan sehingga memudahkan
dalam penyusunan Asuhan Kebidanan.
4.2.2 Bagi Lahan Praktek
Diharapkan petugas bisa cepat dan tepat dalam memberikan
Asuhan Kebidanan sesuai dengan standart pelayanan.
4.2.3 Bagi Penulis
Dengan penyusunan Asuhan semoga dapat dijadikan sebagai
pengalaman dan perbandingan antara teori yang didapat dengan kasus
nyata yang ada di lapangan.

34

DAFTAR PUSTAKA

Mochtar Rustam, 1998. Sinopsis Obsteri. Obstetri Fisiologi Obstetri Patologi.


Jakarta : EGC

Manuaba, 1998. Ilmu Kandungan Penyakit Kandungan dan KB untuk


Pendidikan Bidan. Jakarta : EGC.

Obstetri Fisiologi, 1993. Fakultas Kedokteran Universitas Pandjadjaran Bandung

Prawirohardjo Sarwono, 1994. Ilmu Kebidanan. Jakarta : Yayasan Pustaka


Sarwono Prawirohardjo.

Saifudin Abdul Bari, 2002. Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta :
YBP-SP.

35

KATA PENGANTAR

Wassalamualaikum Wr.Wb.
Segala puji bagi Allah SWT atas segala rahmat dan hidayah-Nya penulis
dapat menyelesaikan Asuhan Kebidanan pada Ny. Y G IP00000 umur kehamilan
26 minggu dengan anemia ringan di BPS Ny. Tien Soeyono Jombang.
Dalam penyusunan Asuhan Kebidanan ini penulis tidak lepas dari bantuan,
dukungan serta bimbingan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan
ini penulis ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :
1. Tien Soeyono, Amd.Keb., selaku Pembimbing Praktek.
2. Dra. Soelijah Hadi, M.Kes., selaku Direktur Akademi Kebidanan Husada
Jombang.
3. Rumpiati, S.S.T., selaku Dosen Pembimbing Akademi Kebidanan Husada
Jombang.
4. Seluruh Staf Dosen dan Karyawan Akademi Kebidanan Husada Jombang.
5. Semua rekan yang telah membantu dan memberikan saran dalam kelancaran
penulisan Asuhan Kebidanan ini.
Penulis menyadari bahwa penulisan Asuhan Kebidanan ini masih jauh dari
sempurna. Oleh karena itu kritik dan saran sangat dibutuhkan bagi kesempurnaan
Asuhan Kebidanan ini.
Harapan penulis semoga Asuhan Kebidanan ini dapat bermanfaat bagi kita
semua, dan tak lupa penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila ada
kesalahan baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja.
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Jombang,

2006
Penulis

iii

36

DAFTAR ISI
Hal.
HALAMAN JUDUL ..............................................................................................
i
LEMBAR PENGESAHAN ....................................................................................

ii

KATA PENGANTAR ............................................................................................. iii


DAFTAR ISI ........................................................................................................... iv
BAB I

BAB II

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang .................................................................................

1.2 Tujuan Penulisan ..............................................................................

1.3 Tehnik Pengumpulan Data ...............................................................

1.4 Sistematika Penulisan ......................................................................

1.5 Tempat dan Waktu Penyusunan Asuhan Kebidanan .......................

TINJAUAN PUSTAKA
1.1 Konsep Dasar Nifas ........................................................................

1.2 Konsep Dasar Teori Anemia pada Kehamilan ............................... 10


1.3 Konsep Dasar Asuhan Kebidanan Pada Kehamilan Dengan Anemia
Ringan ............................................................................................. 13
BAB III TINJAUAN KASUS
3.1 Pengkajian ....................................................................................... 22
3.2 Identifikasi Diagnosa Masalah ....................................................... 28
3.3 Antisipasi Masalah Potensial ......................................................... 28
3.4 Identifikasi Kebutuhan Segera ....................................................... 28
3.5 Intervensi ........................................................................................ 29
3.6 Implementasi ................................................................................... 30
3.7 Evaluasi ........................................................................................... 32
BAB IV P E N U T U P
4.1 Kesimpulan ..................................................................................... 33
4.2 Saran

...........................................................................................34

DAFTAR PUSTAKA
iv

37

A S U H A N K E B I D A N A N PAD A Ny. Y G I P 0 0 0 0 0
UMUR KEHAMILAN 26 MINGGU DENGAN ANEMIA RINGAN
DI BPS Ny. TIEN SOEYONO KABUH
JOMBANG

Oleh :
MIL ATUL HAYYINAH
Nim. 04.193

AKADEMI KEBIDANAN HUSADA


JOMBANG
2006