Anda di halaman 1dari 35

TUGAS MAKALAH ILMU LINGKUNGAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP

TUGAS MAKALAH ILMU LINGKUNGAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP Oleh : KELOMPOK 2 Nama :  Moh. Fatwa

Oleh : KELOMPOK 2

Nama

:

Moh. Fatwa Riska Suput Siti Nur Khasanah Moh. Fadlin Syafar Ryan Giri Wijaya Kurniawan Efrista

Zulkifli Usman Rizky Arif Rahman Ilyas Claudia Wilandari Fadel Arifin Imam Munajat Triyanto Tumakaka

JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS TADULAKO

2015 / 2016

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur bagi Allah SWT sehingga kami dapat menyelesaikan makalah Ilmu Lingkungan ini yang berjudul “ Pengelolaan Lingkungan Hidup “ dengan baik dan lancar. Shalawat dan salam kita haturkan kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarga , sahabat sahabatnya dan para pengikutnya yang setia hingga akhir zaman.

Dalam makalah ini kami membuat dan menyusunnya dengan referensi dari beberapa blog dari internet. Makalah ini diharapkan bisa menambah wawasan dan pengetahuan bagi para pembaca nantinya.

Kami

menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna , oleh karena itu

kritik dan saran dari segala pihak untuk makalah ini selalu kami harapkan demi kesempurnaan

makalah ini.

Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang terkait dalam pembuatan makalah ini. Semoga Allah SWT senantiasa meridhoi segala usaha kita. Amin

Palu, 28 September 2015

Penyusun

DAFTAR ISI

KATA

PENGANTAR......................................................................................................................

i

DAFTAR ISI ....................................................................................................................................ii BAB I PENDAHULUAN

1.1

LATAR

BELAKANG..........................................................................................................

1

  • 1.2 RUMUSAN MASALAH ......................................................................................................

1

  • 1.3 TUJUAN ...............................................................................................................................

2

BAB II PEMBAHASAN

  • 2.1 PENGERTIAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP

...............................

3

  • 2.2 UNSUR UNSUR LINGKUNGAN HIDUP .............................................................4

  • 2.3 FAKTOR PENYEBAB KERUSAKAN LINGKUNGAN HIDUP

.........................

5

  • 2.4 KEBIJAKAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP

..................................

9

  • 2.5 PERAN MANUSIA DALAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP

........

14

  • 2.6 UPAYA UPAYA KEBIJAKAN LINGKUNGAN HIDUP

..................................

19

  • 2.7 MANFAAT KEBIJAKAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP

.............

24

BAB III PENUTUP

  • 3.1 KESIMPULAN ......................................................................................................26

  • 3.2 SARAN ..................................................................................................................27

  • 3.3 DAFTAR PUSTAKA

............................................................................................

28

BAB I PENDAHULUAN

  • 1.1 LATAR BELAKANG Di Indonesia, masalah lingkungan merupakan masalah yang cukup serius yang harus segera diatasi. Lingkungan hidup Indonesia yang dulu dikenal sangat ramah dan hijau kini seakan berubah menjadi ancaaman bagi masyarakatnya sendiri. Pencemaran lingkungan dan aktifitas penebangan hutan secara illegal merupakan penyebab utamanya. Kerusakan lingkungan cenderung meningkat akibat bertambahnya penduduk dan upaya – upaya pemanfaatan sumber daya alam tanpa disertai upaya pelestarian fungsi lingkungan. Akhirnya terjadi ketidak seimbangan alam.Tanpa manusia sadari, ketika membuang sampah di sembarang tempat, menebang pohon tanpa perencanaan adalah suatu aktifitas yang membahayakan kehidupannya.Banyaknya bencana yang sering terjadi seperti banjir dan tanah longsor merupakan bukti betapa pentingnya menjaga kelestarian lingkungan di era globalisasi. Besar kecilnya kegiatan manusia pasti akan berdampak pada kualitas lingkungan. Dengan demikian, manusia sebagai pelaku utama lingkungan harus senantiasa mengendalikan dan menjaga lingkungan agar tidak mengalami kerusakan.

  • 1.2 RUMUSAN MASALAH

    • a) Apa Pengertian Pengelolaan Lingkungan Hidup

?

  • b) Apa Unsur – Unsur Pengelolaan Lingkungan Hidup

  • c) Apa Faktor Penyebab Kerusakan Lingkungan Hidup

  • d) Apa Saja Kebijakan Pengelolaan Hidup

?

?

?

  • e) Apa Saja Peran Manusia Terhadap Lingkungan Hidup ?

  • f) Apa Upaya dan Manfaat Dari Kebijakan Kebijakan Pengelolaan

Lingkungan Hidup?

1.3 TUJUAN

  • a) Mengetahui apa itu Pengelolaan lingkungan hidup

  • b) Menjelaskan unsur unsur lingkungan hidup

  • c) Mengetahui faktor penyebab dan kebijakan-kebijakan lingkungan yang ada di Indonesia

  • d) Mengetahui peran manusia dalam pengelolaan lingkungan hidup

  • e) Mengetahui upaya upaya tetang kebijakan pengelolaan lingkungan hidup

  • f) Mengetahui manfaat dari kebijakan pengelolaan lingkungan hidup itu sendiri

BAB II PEMBAHASAN

  • 2.1 PENGERTIAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP Pengelolaan lingkungan hidup merupakan upaya terpadu untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup yang meliputi kebijaksanaan penataan, pemanfaatan, pengembangan, pemeliharaan, pemulihan, pengawasan dan pengendalian lingkungan hidup. SDA seperti air, udara, tanah, hutan dan lainnya merupakan sumberdaya yang penting bagi kelangsungan hidup mahkluk hidup termasuk manusia. Bahkan, SDA ini tidak hanya mencukupi kebutuhan hidup manusia, tetapi juga dapat memberikan kontribusi besar terhadap kesejahteraan yang lebih luas. Namun, semua itu bergantung pada bagaimana pengelolaan SDA tersebut, karena pengelolaan yang buruk berdampak pada kerugian yang akan ditimbulkan dari keberadaan SDA, misalnya dalam bentuk banjir, pencemaran air, dan sebagainya. Lingkungan hidup sendiri memiliki arti kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan dan makhluk hidup, temasuk manusia dan perilakunya yang mempengaruhi kelangsungan peri kehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain. Lingkungan hidup dalam pengertian ekologi tidaklah mengenal batas wilayah baik wilayah negara maupun wilayah administratif, akan tetapi jika lingkungan hidup dikaitkan dengan pengelolaannya maka harus jelas batas wilayah wewenang pengelolaan tersebut. Lingkungan hidup Indonesia sebagai suatu sistem yang terdiri dari lingkungan sosial (sociosystem), lingkungan buatan (technosystem) dan lingkungan alam (ecosystem) dimana ke-tiga sub sistem ini saling berinteraksi (saling

mempengaruhi). Ketahanan masing-masing subsistem ini akan meningkatkan kondisi seimbang dan ketahanan lingkungan hidup, dimana kondisi ini akan memberikan jaminan suatu yang berkelanjutan yang tentunya akan memberikan peningkatan kualitas hidup setiap makhluk hidup di dalamnya.

Kebijakan lingkungan merupakan jiwa dari Manajemen Lingungan karena berisi pernyataan komitmen atau niat manajemen puncak. Tanpa ada niat tentu saja tidak ada alasan atau penggerak bagi diterapkannya pengelolaan lingkungan yang baik di Indonesia. Kebijakan lingkungan merupakan salah satu perwujudan misi dan visi pemerintah dan perusahaan-perusahaan yang merupakan alasan utama kenapa suatu suatu kegiatan berdiri dan dijalankan. Komitmen- komitmen di dalam kebijakan diperlukan sebagai arahan dan panduan bagi para karyawan perusahaan.

  • 2.2 UNSUR UNSUR LINGKUNGAN HIDUP

    • 1. Unsur Hayati (Biotik). Unsur hayati (biotik), yaitu unsur lingkungan hidup yang terdiri dari makhluk hidup, seperti manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan, dan jasad renik. Saat berada di kebun, mak a lingkungan hayati didominasi oleh tumbuhan. Tetapi jika berada di dalam kelas, maka lingkungan hayati yang dominan adalah teman- teman atau sesama manusia.

    • 2. Unsur Sosial Budaya (Kultur). Unsur sosial budaya, yaitu lingkungan sosial dan budaya yang dibuat manusia yang merupakan sistem nilai, gagasan, dan keyakinan dalam perilaku sebagai makhluk sosial. Kehidupan masyarakat dapat mencapai keteraturan berkat adanya sistem nilai dan norma yang diakui dan ditaati oleh segenap anggota masyarakat.

3. Unsur Fisik (Abiotik). Unsur fisik (abiotik), yaitu unsur lingkungan hidup yang terdiri dari benda-benda tidak hidup, seperti tanah, air, udara, iklim, dan lain-lain. Keberadaan lingkungan fisik sangat besar peranannya bagi kelangsungan hidup segenap kehidupan di bumi. Bayangkan, jika air tak ada lagi di muka bumi atau udara menjadi dipenuhi asap. Tentu saja kehidupan di muka bumi tidak akan berlangsung secara wajar. Akan terjadi bencana kekeringan, banyak hewan dan tumbuhan mati, dll.

  • 2.3 FAKTOR FAKTOR KERUSAKAN LINGKUNGAN HIDUP Jumlah kerusakan flora dan fauna akan terus bertambah dan berlangsung lama jika dalam penggunaannya masyarakat tidak memperhatikan keseimbangan terhadap ekosistem lingkungan. Kerusakan ekosistem membawa dampak bukan hanya pada keanekaragaman terhadap flora dan fauna, tetapi juga dapat membawa pengaruh lain terhadap masyarakat itu sendiri seperti longsor, banjir, dan erosi. Dalam lingkungan hidup di Indonesia, banyak terjadi permasalahan di sungai, laut, tanah dan hutan yaitu sebagai berikut :

1. Pencemaran sungai dan laut Sungai dan laut dapat tercemar karena kegiatan manusia seperti pembuangan limbah cair, pembuangan limbah logam, sampah, dll. Secara biologis, fisik, dan kimia, senyawa maupun unsur tersebut sulit bahkan tidak dapat diuraikan. Oleh karena itu semua hal tersebut dapat mencemari lingkungan. 2. Pencemaran Tanah Tanah dapat tercemar karena penggunaan pupuk dan bahan pestisida yang berlebihan. Pencemaran tanah terlihat dari tanah yang mengalami perubahan menjadi kering dan keras. Hal ini disebabkan oleh jumlah kandungan garam

yang sangat besar pada tanah. Selain itu, pencemaran tanah

juga

dapat disebabkan oleh sampah plastik karena pada

umumnya sampah plastik tidak mengalami proses penguraian

secara sempurna.

3. Pencemaran

Hutan

Hutan

juga

bisa

mengalami

kerusakan

apabila pemanfaatannya tidak dilakukan dengan baik. Hutan merupakan salah satu sumber daya alam yang dapat diperbaharui. Salah satu contoh pencemaran atau kerusakan hutan adalah adanya penebangan secara liar. Jika kegiatan tersebut dilakukan dalam jangka panjang maka dapat mengakibatkan gundulnya hutan.

Kerusakan lingkungan hidup oleh alam dapat juga terjadi karena adanya gejala atau peristiwa alam yang terjadi sehingga memengaruhi keseimbangan lingkungan hidup. Peristiwa alam yang dapat memengaruhi kerusakan lingkungan meliputi :

1. Kerusakan Akibat Peristiwa Alam A. Letusan gunung berapi Letusan gunung berapi terjadi karena aktivitas magma di perut bumi yang menimbulkan tekanan kuat keluar melalui

puncak gunung berapi. Bahaya yang ditimbulkan oleh letusan gunung berapi antara lain berupa:

  • a) Hujan abu vulkanik, menyebabkan gangguan pernafasan.

  • b) Lava panas, merusak, dan mematikan apa pun yang dilalui.

  • c) Awan panas, dapat mematikan makhluk hidup yang dilalui.

  • d) Gas yang mengandung racun.

  • e) Material padat (batuan, kerikil, pasir) yang dapat

menimpa perumahan, dan lain-lain. B. Kerusakan Akibat Gempa Bumi

Gempa

bumi

adalah

getaran

kulit

bumi

yang

bisa

disebabkan karena beberapa hal, di antaranya kegiatan magma (aktivitas gunung berapi), terjadinya tanah turun, maupun karena gerakan lempeng di dasar samudra. Manusia dapat mengukur intensitas gempa, namun tidak dapat memprediksikan kapan terjadinya gempa. Oleh karena itu, bahaya yang ditimbulkan oleh gempa lebih dahsyat dibandingkan dengan letusan gunung berapi. Pada saat gempa berlangsung terjadi beberapa peristiwa sebagai akibat langsung maupun tidak langsung, di antaranya :

  • a) Bangunan roboh

  • b) Tanah di permukaan bumi retak, jalan menjadi

putus.

  • c) Tanah longsor akibat guncangan.

  • d) Gempa yang

terjadi

menyebabkan tsunami

di

dasar

laut

dapat

  • C. Kerusakan Akibat Siklon (topan) Angin topan terjadi akibat aliran udara dari kawasan yang bertekanan tinggi menuju ke kawasan bertekanan rendah. Perbedaan tekanan udara ini terjadi karena perbedaan suhu udara yang mencolok. Bahaya angin topan bisa diprediksi melalui foto satelit yang menggambarkan keadaan atmosfer bumi, termasuk gambar terbentuknya angin topan, arah, dan kecepatannya. Serangan angin topan dapat menimbulkan kerusakan lingkungan hidup dalam bentuk :

    • a) Merobohkan bangunan.

    • b) Membahayakan penerbangan.

    • c) Rusaknya areal pertanian dan perkebunan.

    • d) Menimbulkan ombak besar yang dapat menenggelamkan kapal.

  • D. Musim Kemarau Panjang Bencana ini terjadi karena adanya penyimpangan iklim yang terjadi di suatu daerah sehingga musim kemarau terjadi

  • lebih lama dari biasanya. Bencana ini menimbulkan berbagai kerugian, seperti munculnya titik api penyebab kebakaran hutan, mengeringnya sumber-sumber air, dan gagalnya berbagai upaya pertanian petani serta banyaknya tumbuhan yang mati sehingga dapat mengancam kehidupan makhluk hidup lainnya E. Erosi dan Abrasi

    Erosi

    adalah

    peristiwa

    pengikisan

    padatan

    (sedimen,

    tanah, batuan, dan partikel lainnya) akibat transportasi angin, air atau es. Dampak dari erosi adalah menipisnya lapisan permukaan tanah bagian atas, yang akan menyebabkan menurunnnya kemampuan lahan (degradasi lahan). Akibat lain dari erosi adalah menurunnya kemampuan tanah untuk meresapkan air (infiltrasi). Penurunan kemampuan lahan meresapkan air ke dalam lapisan tanah akan meningkatkan limpasan air permukaan yang akan mengakibatkan banjir di sungai. Abrasi adalah proses pengikisan pantai oleh tenaga gelombang laut dan arus laut yang bersifat merusak. Abrasi biasanya disebut juga erosi pantai. Kerusakan garis pantai akibat abrasi ini dipacu oleh terganggunya keseimbangan alam daerah pantai tersebut. Dampak negatif yang diakibatkan oleh abrasi antara lain:

    Penyusutan lebar pantai sehingga menyempitnya lahan bagi penduduk yang tinggal di pinggir pantai, Kerusakan hutan bakau di sepanjang pantai, karena terpaan ombak yang didorong angin kencang begitu besar, Kehilangan tempat berkumpulnya ikan ikan perairan pantai karena terkikisnya hutan bakau.

    2. Kerusakan Akibat Ulah Manusia

    Manusia sebagai penguasa dan pengelola lingkungan hidup di bumi berperan besar dalam menentukan kelestarian lingkungan hidup. Manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang berakal, mampu merubah dunia dari pola kehidupan sederhana sampai ke kehidupan modern seperti sekarang ini. Namun seringkali yang dilakukan manusia tidak diimbangi dengan pemikiran akan masa depan untuk kehidupan generasi berikutnya. Banyak kemajuan yang diraih oleh manusia membawa dampak buruk terhadap kelangsungan lingkungan hidup. Beberapa bentuk kerusakan lingkungan hidup karena faktor manusia, antara lain:

    • a) Terjadinya pencemaran (pencemaran udara, air, tanah, dan suara) sebagai dampak adanya kawasan industri.

    • b) Terjadinya banjir, sebagai dampak buruknya drainase atau sistem pembuangan air dan kesalahan dalam menjaga daerah aliran sungai dan dampak pengrusakan hutan.

    • c) Terjadinya tanah longsor, sebagai dampak langsung dari rusaknya hutan. Beberapa ulah manusia yang baik secara langsung maupun tidak langsung membawa dampak pada kerusakan lingkungan hidup antara lain :

    i.

    Penebangan

    hutan

    secara

    liar

    (penggundulan

    hutan).

    ii.

    Bangunan liar di daerah aliran sungai (DAS).

     

    iii.

    Pemanfaatan

    sumber

    daya

    alam

    secara

    iv.

    berlebihan di luar batas. Penimbunan rawa-rawa untuk pemukiman.

    • v. Pembuangan sampah di sembarang tempat.

    2.4 KEBIJAKAN HIDUP

    KEBIJAKAN

    PENGELOLAAN

    LINGKUNGAN

    Lingkungan hidup sebagaimana dinyatakan dalam undang- undang No. 4 tahun 1982 tentang ketentuan-ketentuan pokok pengelolaan lingkungan hidup diartikan sebagai kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makluk hidup termasuk didalamnya manusia dan perilakunya yang mempengaruhi kelangsungan dan kesejahteraan manusia serta mahkluk hidup lain. Masalah lingkungan di indoneesia mendapat perhatian yang cukup dari pemerintah. Kebijaksanaan lingkungan sangat erat sekali hubungannya dengan kegiatan pembangunan.

    Pancasila sebagai dasar negara dan falsafah negara memberikan keyakinan bagi bangsa indonesia bahwa kebahagiaan hidup akan tercapai apabila didasarkan atas keselarasan, keserasian dan keseimbangan baik keseimbangan dalam hubungannya dengan tuhan, hubungannya dengan sesama manusia maupun hubungannya dengan alam.

    Sedangkan

    UUD

    1945 sebagai landasan konstitusional

    mewajibkan agar sumber daya alam dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat sebagaimana tertuang dalam pasal 33 UUD 1945 yakni bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar- besarnyauntuk kemakmuran rakyat.

    Kebijakan lingkungan merupakan jiwa dari Manajemen Lingungan karena berisi pernyataan komitmen atau niat manajemen puncak. Tanpa ada niat tentu saja tidak ada alasan atau penggerak bagi diterapkannya pengelolaan lingkungan yang baik di Indonesia. Kebijakan lingkungan merupakan salah satu perwujudan misi dan visi pemerintah dan perusahaan-perusahaan yang merupakan alasan utama kenapa suatu suatu kegiatan berdiri dan dijalankan. Komitmen-

    komitmen di dalam kebijakan diperlukan sebagai arahan dan panduan bagi para karyawan perusahaan.

    Kebijakan lingkungan suatu perusahaan di suatu lokasi harus

    sejalan dengan kebijakan lingkungan yang ditetapkan pemerintah karena sulit untuk membayangkan suatu sinergi di dalam satu kebijakan jika berbeda kebijakan dan arah pengembangan. Selain itu, tujuan/sasaran lingkungan dan PML(Program Manajemen Lingkungan) harus memiliki hubungan erat dengan kebijakan-kebijakan perusahaan lainnya seperti sasaran produksi tahunan, sasaran mutu atau kecelakaan kerja. Hal ini penting sebagai bukti bahwa masalah- masalah lingkungan sudah diintegrasikan dengan keseluruhan misi perusahaan dan bukan semata-mata sebagai pelengkap. Ada beberapa hal yang menjadi dasar dalam menentukan kebijakan lingkungan suatu kebijakan yaitu:

    1. Kebijakan lingkungan menjadi manajemen puncak suatu organisasi 2. Sesuai dengan sifat, skala, dan dampak lingkungan kegiatan produk atau jasa. 3. Komitemen terhadap peningkatan kualitas lingkungan secara berkelanjutan,

    pencegahan

    pencemaran,

    kepatuhan

    terhadap

    peraturan

    lingkungan, dan persyaratan lain yang relevan.

    4. Memberikan kerangka

    kerja

    untuk membuat dan mengakaji

    tujuan dan sasaran lingkungan.

    5. Didokumentasikan,

    diterapkan

    dan

    dipelihara

    dan

    dikomunikasikan kepada semua karyawan.

    • 6. Tersedia kepada masyarakat.

    Kebijakan lingkungan tidak memiliki arti jika tidak dapat diwujudkan dalam praktek kerja sehari-hari melalui elemen-elemen lain dalam standar. Tidak ada gunanya karyawan dapat menghafal kata

    demi kata dalam kebijakan lingkungan tetapi mereka tidak mengenali bahaya dari asam sulfat sehingga bekerja tanpa sarung tangan atau tidak mengetahui tujuan dari pemilahan limbah menurut jenisnya sehingga semua jenis sampah dibuang dilokasi yang sama Persepsi salah yang berkembang adalah Klausa Kebijakan lingkungan cukup dipenuhi dengan menyodorkan kepada auditor eksternal berupa bukti-bukti pelatihan, tanda absensi, poster-poster, dll. Semua itu merupakan alat untuk mensosialisasikan kebijakan lingkungan semata. Dalam kaitannya dengan energi, kebijakan lingkungan merupakan hal yang penting demi menjaga kestabilan energi nasional. Terdapat beberapa konsep kebijakan pengelolaan energi yang dapat diaplikasikan demi mencegah terjadinya krisis energi nasional. Hal pertama yang harus dilakukan yaitu peningkatan efisiensi pemanfaatan energi di segala bidang. Energi harus digunakan sebaik- baiknya demi pemenuhan kebutuhan yang benar-benar penting. Penghematan energi masih relevan untuk dilakukan karena fenomena yang ada sekarang yaitu masyarakat menganggap energi sebagai barang yang murah dan mudah didapat sehingga sering dihambur- hamburkan. Untuk itu, perlu dilakukan berbagai penerangan dan penyuluhan publik terkait pentingnya menjaga ketersediaan energi dengan cara menghemat pemakaian energi dan peningkatan efisiensi pemanfaaatan energi.

    Pengembangan kebijakan dan pengelolaan teknologi di bidang energi dan lingkungan perlu dilakukan dengan bijaksana demi mencegah terjadinya krisis energi serta degradasi lingkungan global. Konsep kebijakan pengelolaan energi yang dapat dilakukan yaitu peningkatan efisiensi pemanfaatan energi serta pengembangan diversifikasi energi dan sumber energi terbarukan. Selain mengelola kebijakan energi, sektor-sektor yang berhubungan langsung dengan

    pemanfaatan energi juga perlu diatur agar pengelolaan energi dapat

    dilakukan secara komprehensif. Beberapa sektor yang mendapat perhatian khusu terkait tata kelola energi yaitu sektor transportasi, tata ruang dan bangunan.Pada akhirnya diharapkan sumber daya energi dapat dimanfaatkan dengan berwawasan lingkungan. Kombinasi kebijakan tentang konservasi, diversifikasi dan efisiensi energi perlu dirancang demi penyediaan energi yang berkelanjutan. Beberapa kebijakan lingkungan yang ada di dunia khususnya di indonesia antara lain :

    • 1. Kebijakan Internasional Deklarasi stochlom tahun 1972 Eco development concepts deklarasi rio thejeniro tahun

    1992 (sustaible development concepts) Komisi broundland tahun 1999 (konsep pembangunan

    berkeadilan sosia)

    • 2. Perubahan kebijakan nasional

    Otonomi

    daerah

    uu

    no.22

    tahun

    1999

    (kewenangan

    provinsi kabupaten/kota) Peran daerah lebih luas

    Desentralisai pengambilan keputusan perizinan

    Desentralisasi proses pengawasan lingkungan (amdal)

    • 3. Kebijakan nasional lingkungan 1973 = pelaksanaan pembangunan dan pengelolaan sumber daya secara rasional tanpa merusak tata

    lingkungan 1992 = pemfaatan sumber daya alam dengan memelihara

    lingkungan 1997 = pelestarian lingkungan dengan mengembangkan daya dukung dan daya tampung lingkungan untuk

    kesejahteraan rakyat

    • 4. Pengelolaan Lingkungan UU No.23 Tahun 1997 Pasal 4

    Keserasian manusia dan lingkungan

    Manusia sebagai pelindung lingkungan

    Kelestarian lingkungan berkelanjutan

    Perlindungan lingkungan dari dampak kegiatan ekonomi dan sosial

    • 5. Pelestarian lingkungan UU No 23 Tahun 1997 Pasal 14

    Setiap kegiatan dilarang melanggar baku mutu lingkungan

    Pemerintah pemegang pengawasan baru mutu lingkungan

    Pemerintah menentukan kreteria dan indikator baku mutu

    lingkungan.

    • 6. Perlindungan Lingkungan Uu No23 Tahun 1997 Pasal 15

    Setiap Rencana Kegiatan Wajib

    Memiliki Amdal Tatacara Penyusunan Amdal Ditetapkan

    Pemerintah

    • 7. Pertimbangan Izin Uu No.23 Tahun 1997 Pasal 19

    Rencana Tata Ruang

    Pendapat Masyarakat

    Analisis Profesional

    Rekomendasi Pejabat Pemerintah

    • 8. Hak Masyarakat Dalam Lingkungan Pasal 36

    Gugatan Terhadap Kerugian Masyarakat

    Pejabat Pemerintah Harus Bertindak Membela Masyarakat

    Yang Dirugikan Masyarakat

    Dapat

    Mencabut Izin

    Menolak

    Izin

    Dan

    Pejabat Dapat

    • 9. Hak Dan Peran Serta Masyarakat Pasal 5

     

    Masyarakat Berkedudukan Setara

    Green Politic

     

    Masyarakat Berhak Atas Informasi Lingkungan

    Masyarakat Berperan Untuk Pengelolaan Lingkungan

    10.

     

    Perlindungan Kearifan Lokal

    Pembatasan Konversi Lahan Pertanian/Ekspoitasi Alam

    Perluasan Hutan Lindung

    Perlindungan Hak Dan Masyarakat Adat

    Program Inovasi Lingkungan

    Masyarakat Sadar Lingkungan

    Selain

    itu

    pada

    pasal

    1

    Undang-Undang

    No.

    4 Tahun

    1982

    tentang

    ketentuan-ketentuan

    pokok

    pengelolaan

    lingkungan

    hidup

    merupakan keseluruhan proses yang meliputi penyusunan berturut- turut :

    Penyajian acuan bagi penyusunan analisis dampak lingkungan.

    Kerangka

    acuan

    bagi

    penyusunan analisis dampak

    lingkungan. Analisa dampak lingkungan.

    Rencana pengelolaan lingkungan.

    Rencana pemantauan lingkungan.

    Kebijakan-kebijakan lingkungan yang ada bertujuan untuk memberikan petunjuk bagi penyelenggaraan pengelolaan lingkungan sehingga dalam pelaksanaannya diharapkan tidak menimbulkan hal- hal yang merugikan masyarakat.

    2.5 PERAN MANUSIA DALAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP

    Manusia sebagai khalifah di bumi berperan besar dalam menentukan kelestarian lingkungan hidup. Namun, seringkali apa yang dilakukan manusia tidak diimbangi dengan pemikiran akan masa depan kehidupan generasi berikutnya. Banyak kemajuan yang diraih oleh manusia membawa dampak buruk terhadap kelangsungan lingkungan hidup. Oleh sebab itu manusia mempunyai tanggung jawab yang besar dalam pelestarian lingkungan hidup demi kelangsungan kehidupan makhluk hidup di bumi. Setiap orang harus melakukan usaha untuk menyelamatkan lingkungan hidup di sekitar kita sesuai dengan kapasitasnya masing-masing. Sekecil apa pun usaha yang kita lakukan sangat besar manfaatnya bagi terwujudnya bumi yang layak huni bagi generasi anak cucu kita kelak. Manusia mempunyai peranan dalam pembentukan dan perusakan ekosistem. Peranan manusia dalam pembentukan

    ekosistem adalah pembentukan ekosistem buatan seperti danau, waduk,persawahan dan bendungan. Sedangkan peranan manusia dalam perusakan lingkungan, misalnya pencemaran lingkungan. Pencemaran lingkungan adalah masuknya bahan organik atau anorganik kedalam lingkungan yang dapat mengganggu atau membahayakan organisme dilingkungan tersebut. Pencemaran lingkungan dapat dibagi menjadi empat, yaitu pencemaran tanah, air, udara dan suara. Berikut akan dibahas masing-masing pencemaran.

    A. Pencemaran Air

    Di dalam tata kehidupan manusia, air banyak memegang peranan penting antara lain untuk minum, memasak, mencuci dan mandi. Di samping itu air juga banyak diperlukan untuk mengairi sawah, ladang, industri, dan masih banyak lagi. Pencemaran air adalah masuknya bahan pencemar kedalam lingkungan air. Tindakan manusia dalam pemenuhan kegiatan sehari-hari, secara tidak sengaja telah menambah jumlah bahan anorganik pada perairan dan mencemari air.

    ekosistem adalah pembentukan ekosistem buatan seperti danau, waduk,persawahan dan bendungan. Sedangkan peranan manusia dalam perusakan lingkungan,

    Dampak pemcemaran air antara lain:

    Perubahan warna, bau, dan rasa

    Perubahan Ph

    Eutrofikasi

    Timbulnya endapan Koloid

    Peran manusia mengatasi pencemaran air dapat dilakukan antara lain :

    Mengelola limbah cair industri dan rumah tangga sebelum

    dibuang ke perairan Tidak membuang sampah keperairan atau selokan

    Tidak membuang pestisida keperairan

    B. Pencemaran Tanah

    Tanah merupakan tempat hidup berbagai jenis tumbuhan dan makhluk hidup lainnya termasuk manusia. Bahan yang dapat mencemari tanah dapat dibedakan menjadi dua yaitu polutan yang dapat diuraikan secara alami (degadrable) oleh dekomposer, misalnya sisa hewan dan tumbuhan , dan polutan yang tidak mudah atau tidak dapat diuraikan (nonbiodegradable) secara alami, misalnya pestisida, logam, plastik, kaleng dan buangan limbah lainnya.

    Polutan nondegradable dapat menyebabkan kualitas tanah menurun. Turunnya kualitas tanah terjadi karena bahan-bahan tersebut mengganggu kehidupan didalam tanah terutama aktivitas mikroba pengurai (dekomposer). Jika hal ini terjadi terus menerus, tanah akan kehilangan produktifitasnya (tidak dapat digunakan untuk pertanian). Akibatnya akan menyulitkan manusia untuk memenuhi kebutuhan pangan.

    Peran manusia mengatasi pencemaran tanah :

    Memilah sampah yang mudah terurai dan sulit terurai

     

    Sampah organik digunakan untuk kompos

     

    Sampah anorganik dapat didaur ulang lagi

    Penyuluhan

    tentang

    pengolahan

    sampah

    kepada

    masyarakat

    Membuang sampah pada tempat yang disediakan

     

    Penggunaan

    pestisida

    buatan

    dikurangi

    dan

    diganti

    pestisida alami

     

    Mengolah limbah industri sebelum dibuang

     

    C. Pencemaran Udara

    Udara dikatakan tercemar jika udara tersebut mengandung unsur-unsur yang mengotori udara. Bentuk pencemar udara bermacam-macam, ada yang berbentuk gas dan ada yang berbentuk partikel cair atau padat.

     Pencemar Udara Berbentuk Gas Beberapa gas dengan jumlah melebihi batas toleransi lingkungan, dan masuk ke
    Pencemar Udara Berbentuk Gas
    Beberapa gas dengan jumlah melebihi batas toleransi
    lingkungan, dan masuk ke lingkungan udara, dapat
    mengganggu kehidupan makhluk hidup. Pencemar udara
    yang berbentuk gas adalah karbon monoksida, senyawa
    belerang (SO2 dan H2S), seyawa nitrogen (NO2), dan
    chloroflourocarbon (CFC).
    Pencemar Udara Berbentuk Partikel Cair atau Padat

    Partikel yang mencemari udara terdapat dalam bentuk cair atau padat. Partikel dalam bentuk cair berupa titik-titik air atau kabut. Kabut dapat menyebabkan sesak napas jika terhiap ke dalam paru-paru. Partikel dalam bentuk padat dapat berupa debu atau abu vulkanik. Selain itu, dapat juga berasal dari makhluk hidup, misalnya bakteri, spora, virus, serbuk sari, atau serangga-serangga yang telah mati.

    Dampak Pencemaran

    Pembakaran bahan bakar minyak dan batubara pada kendaraan bermotor dan industri menyebabkan naiknya kadar CO2 di udara. Gas ini juga dihasilkan dari kebakaran hutan. Gas CO2 ini akan berkumpul di atmosfer Bumi. Jika jumlahnya sangat banyak, gas CO2 ini akan menghalangi pantulan panas dari Bumi ke atmosfer sehingga panas akan diserap dan dipantulkan kembali ke Bumi. Akibatnya, suhu di Bumi menjadi lebih panas. Keadaan ini disebut efek rumah kaca (green house effect). Selain gas CO2, gas lain yang menimbulkan efek rumah kaca adalah CFC yang berasal dari aerosol, juga gas metan yang berasal dari pembusukan kotoran hewan. Efek rumah kaca dapat menyebabkan suhu lingkungan menjadi naik secara global, atau lebih dikenal dengan pemanasan global.

    Peran manusaia mengatasi pencemaran udara antara lain :

    Mengurangi pemakaian bahan bakar fosil

    Dilakukan usaha untuk mendata dan membatasi jumlah kendaraan bermotor yang layak beroperasi. Mengurangi penggunaan penggunaan CFC sehingga dapat mencegah rusaknya lapisan ozon di atmosfer sehingga dapat mengurangi pemanasan global. Mengadakan reboisasi Mencegah penebangan hutan secara liar

    Menggunakan

    lingkungan.

    bahan

    bakar

    alternatif

    yang

    ramah

    D. Pencemaran Suara

    Sumber pencemaran suara adalah suara bising. Suara bising merupakan bunyi yang tidak diinginkan dari suatu kegiatan dalam tingkat dan waktu tertentu yang dapat mengganggu manusia dan kenyamanan lingkungan. Suara bising dapat berasal dari suara mesin pabrik, mesin kendaraan dan mesin pesawat.

    Hilangnya pendengara manusia dimulai pada tingkat kebisingan 80-90db selama delapan jam, pada tongkat 120db akan membuat telinga sakit dan dapat membunuh manusia pada tingkat 180db.

    Peran manusia menanggulangi pencemaran suara:

    Membuat dinding kedap suara

     

    Menanam tananam yang dapat meredam suara sekitar rumah

    Mesin-mesin

    yang

    dapat

    mengeluarkan

    suara

    bising

    haruslah dilengkapi peredam suara

     

    Para pekerja haruslah menggunakan penutup telinga untuk mencegah telinga tuli.

    2.6 UPAYA – UPAYA TENTANG KEBIJAKAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP

    Upaya pemerintah untuk mewujudkan kehidupan adil dan makmur bagi rakyatnya tanpa harus menimbulkan kerusakan lingkungan ditindaklanjuti dengan menyusun program pembangunan

    berkelanjutan yang sering disebut sebagai pembangunan berwawasan lingkungan. Pembangunan berwawasan lingkungan adalah usaha meningkatkan kualitas manusia secara bertahap dengan memerhatikan faktor lingkungan. Pembangunan berwawasan lingkungan dikenal dengan nama Pembangunan Berkelanjutan. Konsep pembangunan berkelanjutan merupakan kesepakatan hasil KTT Bumi di Rio de Jeniro tahun 1992. Di dalamnya terkandung 2 gagasan penting, yaitu:

    • a. Gagasan kebutuhan, khususnya kebutuhan pokok manusia untuk menopang hidup.

    • b. Gagasan keterbatasan, yaitu keterbatasan kemampuan lingkungan untuk memenuhi kebutuhan baik masa sekarang maupun masa yang akan datang.

    Upaya yang dilakukan untuk memelihara lingkungan hidup diantaranya adalah :

    A. Upaya yang Dilakukan Pemerintah

    Pemerintah

    sebagai

    penanggung

    jawab terhadap

    kesejahteraan rakyatnya memiliki tanggung jawab besar

    dalam upaya memikirkan dan mewujudkan terbentuknya pelestarian lingkungan hidup. Hal-hal yang dilakukan pemerintah antara lain :

    • a. Memberlakukan Peraturan Pemerintah RI No. 24 Tahun 1986, tentang AMDAL (Analisa Mengenai Dampak Lingkungan).

    • b. Menerbitkan UU No. 4 Tahun 1982, tentang Ketentuan- ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup.

    c. Mengeluarkan UU Pokok Agraria No. 5 Tahun 1960 yang mengatur tentang Tata Guna Tanah.

    d.

    Pada

    tahun

    1991,

    pemerintah

    membentuk

    Badan

    Pengendalian Lingkungan, dengan tujuan pokoknya :

    1) Menanggulangi kasus pencemaran.

    2) Mengawasi bahan berbahaya dan beracun

    (B3).

    3) Melakukan

    penilaian

    analisis

    mengenai

    dampak lingkungan (AMDAL).

    e. Pemerintah mencanangkan gerakan menanam sejuta pohon

    B. Upaya Pelestarian Lingkungan Hidup oleh Masyarakat

    Sebagai

    warga

    negara

    yang baik, masyarakat harus

    memiliki kepedulian yang tinggi terhadap kelestarian lingkungan hidup di sekitarnya sesuai dengan kemampuan masing-masing. Beberapa upaya yang dapat dilakukan masyarakat untuk pelestarian lingkungan hidup antara lain :

    a. Pelestarian tanah (tanah datar dan lahan miring)

    Bencana tanah longsor dan banjir yang terjdi menunjukkan peristiwa yang berkaitan dengan masalah tanah. Banjir dapat menyebabkan terkikisnya lapisan tanah oleh aliran air yang disebut erosi yang berdampak pada hilangnya

    kesuburan tanah serta terkikisnya lapisan tanah dari permukaan bumi. Tanah longsor disebabkan karena tak ada lagi unsur yang menahan lapisan tanah pada tempatnya sehingga menimbulkan kerusakan. Upaya pelestarian tanah dapat dilakukan dengan cara menggalakkan kegiatan menanam pohon atau penghijauan kembali (reboisasi) terhadap tanah yang semula gundul. Untuk daerah perbukitan atau pegunungan yang posisi tanahnya miring perlu dibangun terasering atau sengkedan, sehingga mampu menghambat laju aliran air hujan.

    b. Pelestarian udara

    Udara merupakan unsur vital bagi kehidupan, karena setiap mahluk hidup bernapas memerlukan udara. Di dalam udara terkandung beranekaragam gas, salah satunya oksigen. Udara yang kotor karena debu atau pun asap sisa pembakaran menyebabkan kadar oksigen berkurang. Keadaan ini sangat membahayakan bagi kelangsungan hidup setiap organisme. Maka perlu diupayakan kiat-kiat untuk menjaga kesegaran udara lingkungan agar tetap bersih, segar, dan sehat. Upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga agar udara tetap bersih dan sehat antara lain :

    1) Menggalakkan penanaman pohon atau pun tanaman hias di sekitar kita. Tanaman dapat menyerap gas-gas yang membahayakan bagi manusia. Tanaman mampu

    memproduksi oksigen melalui proses fotosintesis.

    Rusaknya hutan menyebabkan jutaan tanaman lenyap sehingga produksi oksigen jauh berkurang, di samping itu tumbuhan juga mengeluarkan uap air, sehingga kelembapan udara tidak lagi terjaga dengan alami. 2) Mengupayakan pengurangan emisi atau pembuangan gas sisa pembakaran, baik pembakaran hutan maupun pembakaran mesin.

    Asap

    yang

    keluar

    dari

    knalpot

    kendaraan dan

    cerobong asap merupakan penyumbang terbesar kotornya udara di perkotaan dan kawasan industri. Salah satu upaya pengurangan emisi gas berbahaya ke udara adalah dengan menggunakan bahan industri yang aman bagi lingkungan, serta pemasangan filter pada cerobong asap pabrik.

    3) Mengurangi atau bahkan menghindari pemakaian gas kimia yang dapat merusak lapisan ozon di atmosfer. Gas freon yang digunakan untuk pendingin pada AC maupun kulkas serta dipergunakan di berbagai produk kosmetika, adalah gas yang dapat bersenyawa dengan gas ozon, sehingga mengakibatkan lapisan ozon menyusut. Lapisan ozon adalah lapisan di atmosfer yang berperan sebagai filter bagi bumi, karena mampu memantulkan kembali sinar ultraviolet ke luar angkasa yang dipancarkan oleh matahari. Sinar ultraviolet yang berlebihan akan merusakkan jaringan kulit dan menyebabkan meningkatnya suhu udara. Pemanasan global terjadi di antaranya karena makin menipisnya lapisan ozon di atmosfer.

    A. Pelestarian hutan

    Eksploitasi hutan yang terus menerus berlangsung sejak dahulu hingga kini tanpa diimbangi dengan penanaman kembali, menyebabkan kawasan hutan menjadi rusak. Pembalakan liar yang dilakukan manusia merupakan salah satu penyebab utama terjadinya

    kerusakan hutan. Selain menyediakan bahan pangan maupun bahan produksi, hutan juga penghasil oksigen, penahan lapisan tanah, dan menyimpan cadangan air. Upaya yang dapat dilakukan untuk melestarikan hutan antara lain :

    • a. Reboisasi atau penanaman kembali hutan yang gundul.

    • b. Melarang pembabatan hutan secara sewenang-

    wenang.

    • c. Menerapkan sistem tebang pilih dalam menebang

    pohon.

    • d. sistem

    Menerapkan

    tebang

    tanam

    dalam

    kegiatan penebangan hutan.

    • e. Menerapkan sanksi yang berat bagi mereka yang

    melanggar ketentuan mengenai pengelolaan hutan. B. Pelestarian laut dan pantai Selain hutan, laut juga sebagai sumber daya alam potensial. Kerusakan biota laut dan pantai banyak disebabkan karena ulah manusia. Pengambilan pasir pantai, terumbu karang di laut, pengrusakan hutan bakau, merupakan kegatan-kegiatan manusia yang mengancam kelestarian laut dan pantai. Terjadinya abrasi yang mengancam kelestarian pantai disebabkan telah hilangnya hutan bakau di sekitar pantai yang merupakan pelindung alami terhadap gempuran ombak. Upaya untuk melestarikan laut dan pantai dapat dilakukan dengan :

    • a. Melakukan reklamasi

    pantai dengan

    menanam kembali tanaman bakau di areal sekitar pantai.

    • b. Melarang pengambilan batu karang yang ada di sekitar pantai maupun di dasar laut, karena karang merupakan habitat ikan dan tanaman laut.

    • c. Melarang pemakaian bahan peledak dan bahan kimia dalam mencari ikan.

    • d. Melarang pemakaian pukat harimau untuk mencari ikan.

    C. Pelestarian flora dan fauna.

    Kehidupan

    di

    bumi

    merupakan

    sistem

    ketergantungan antara manusia, hewan, tumbuhan, dan alam sekitarnya. Terputusnya salah satu mata rantai dari sistem tersebut akan mengakibatkan gangguan dalam kehidupan. Oleh karena itu, kelestarian flora dan fauna merupakan hal yang mutlak diperhatikan demi kelangsungan hidup manusia. Upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga kelestarian flora dan fauna di antaranya adalah :

    • a. Mendirikan cagar alam dan suaka margasatwa.

    • b. Melarang kegiatan perburuan liar

    • c. Menggalakkan kegiatan penghijauan

    d.

    • 2.7 MANFAAT KEBIJAKAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN

    HIDUP

    Dengan dilakukannya pengelolaan lingkungan secara benar dan dikeluarkannya kebijakan lingkungan telah memberikan manfaat yang besar bagi lingkungan indonesia walaupun hasilnya belum maksimal dirasakan. Sedikit-demi sedikit kerusakan lingkungan dapat diatasi sehingga upaya mengurangi dampak kerusakan lingkungan bagi masyarakat dapat terselenggara dengan baik. Secara umum manfaat dari adaanya pengelolaan

    lingkungan yang benar dan kebijakan lingkungan di indonesia, antara lain :

    1) Memberikan petunjuk bagi pelaksanaan kegiatan sehingga tidak mengakibatkan terjadinya kerusakan lingkungan. 2) Menjadi dasar bagi pembangunan negara. 3) Mengurangi bahkan meniadakan pencemaran lingkungan.

    4) Menjadikan

    lingkungan

    sebagai

    tempat

    menempuh

    kehidupan yang tentram dan sejahtera.

     

    5) Menyadarkan

    makhluk

    utamanya

    manusia

    untuk

    senantiasa menjaga kelestarian lingkungan agar

    tercipta hubungan yang harmonis diantara keduanya. 6) Serta ribuan maanfaat lain dari upaya tersebut.

    BAB III

    PENUTUP

    3.1 KESIMPULAN

    Pengelolaan lingkungan hidup merupakan upaya terpadu untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup yang meliputi kebijaksanaan penataan, pemanfaatan, pengembangan, pemeliharaan, pemulihan, pengawasan dan pengendalian lingkungan hidup. SDA seperti air, udara, tanah, hutan dan lainnya merupakan sumberdaya yang penting bagi kelangsungan hidup mahkluk hidup termasuk manusia. Bahkan, SDA ini tidak hanya mencukupi kebutuhan hidup manusia, tetapi juga dapat memberikan kontribusi besar terhadap kesejahteraan yang lebih luas.

    Lingkungan hidup sendiri memiliki arti kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan dan makhluk hidup, temasuk manusia dan perilakunya yang mempengaruhi kelangsungan peri kehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain. Lingkungan hidup dalam pengertian ekologi tidaklah mengenal batas wilayah baik wilayah negara maupun wilayah administratif, akan tetapi jika lingkungan hidup

    dikaitkan dengan pengelolaannya maka harus jelas batas wilayah wewenang pengelolaan tersebut.

    3.2 SARAN

    Bagi Pemerintah dalam mengambil kebijakan dan pengelolan lingkungan hidup sebaiknya harus diperhatikan lagi secara baik dan benar sehingga keputusan yang tetapkan tidak ada lagi ada hambatan dalam menjalankan kebijakan tersebut. Permasalaan yang ada juga harus diperhatikan secara teliti sehingga dapat dilihat dimana letak dari faktor pecemaran lingkungan yang ada. Jika solusi telah didapatkan pemerintah sebaiknya bersosialisasi dengan masyarakat untuk bersama- sama menjaga lingkungan kita. Sehingga masyarakat lambat- laun akan lebih memperhatikan lingkungan hidup yang ada disekitarnya. Sebaiknya juga, pemerintah harus membuat peraturan bagi masyarakat yang tidak memperhatikan lingkungan dan masih menggangap hal ini sepele harus diberi sanksi bagi yang melanggar sehingga masyarakat benar-benar memperhatikan masalah ini.