Anda di halaman 1dari 22

PENDELEGASIAN

WEWENANG

Try Any Widyastuti., SKM.,MKM


AKK FKM UNSRI

WEWENANG
Wewenang (authority) adalah hak untuk
melakukan sesuatu atau memerintah orang lain
untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu
agar tercapai tujuan tertentu.
Wewenang (Authority) merupakan dasar
untuk bertindak, berbuat, dan melakukan
kegiatan/aktivitas dalam suatu organisasi.

Sumber Wewenang
Pandangan klasik (teori formal)
Wewenang
dianugerahkan
dari
tingkat
masyarakat yang lebih tinggi dan kemudian
secara hukum diturunkan dari tingkat ke tingkat.
Pandangan modern (teori penerimaan)
Wewenang seseorang timbul hanya bila hal itu
diterima oleh kelompok atau individu kepada
siapa wewenang tersebut dijalankan.

Perbedaan kedua pandangan dapat digambarkan :

SUPERVISOR

KARYAWAN

Pandangan formal tentang wewenang yang


menekankan peranan supervisor

Pandangan penerima tentang wewenang


yang menekankan peranan karyawan

Persyaratan Kewenangan yang efektif


(Chester Barnard)
A. dia dapat memahami komunikasi tersebut

B. pada saat keputusannya dibuat dia percaya bahwa


hal itu tidak menyimpang dari tujuan organisasi

C. Dia yakin bahwa hal itu tidak bertentangan dengan


kepentingan pribadinya

D. dia mampu secara mental dan fisik untuk


mengikutinya.

JENIS-JENIS WEWENANG
Wewenang lini (Lini Authority)wewenang
manajer yg bertanggung jawab langsung diseluruh
rantai komando organisasi u. mencapai tujuan.
Wewenang Staf (Staff authority) hak para staf
atau spesialis yg meneyediakan saran & jasa kepada
manajer.
Wewenang fungsional (Functional Authority)
Wewenang anggota staf u/ mengendalikan aktivitas
departemen lain karena berkaitan dengan tanggung
jawab staf spesifik

KEKUASAAN
Robert Mac Iver mengatakan bahwa
Kekuasaan adalah kemampuan untuk
mengendalikan tingkah laku orang lain baik
secara langsung dengan jalan memberi
perintah / dengan tidak langsung dengan
jalan menggunakan semua alat dan cara yg
tersedia.
Amitai Etzioni kekuasaan terdapat dua
macam yaitu :
- Kekuasaan Posisi
- Kekuasaaan Pribadi

Lingkup wewenang dan kekuasaan manajerial semakin luas pada


manajemen puncak suatu organisasi dan semakin menyempit pada
tingkatan yang lebih rendah dari rantai komando.
Direktur

Peraturan dan batasan

Peraturan dan batasan

Keleluasaan wewenang
dan
kekuasaan cenderung
berkurang sesuai dengan
aliran rantai perintah dari
posisi atasan ke bawahan
dalam suatu organisasi

Wakil Direktur
Manajer Divisi
Manajer Departemen
Kepala Penyelia
Penyelia
Karyawan

Gambar 8.3. Batasan-Batasan Wewenang dan Kekuasaan

Sumber Kekuasaan
A. Legitimate Power berkembang dari nilai nilai
intern yang mengemukakan bahwa seseorang
pimpinan mempunyai hak sah untuk mempengaruhi
bawahan.
B. Reward Power kekuasaan yang muncul sebagai
akibat dari seseorang yang posisinya memungkinkan
dirinya untuk memberikan penghargaan terhadap
orang-orang yang berada di bawahnya.
C. Coercive Power merupakan kekuasaan yang
berasal dari perkiraan yang dirasakan orang bahwa
hukuman (dipecat, ditegur, dan sebagainya) akan
diterima bila mereka tidak melaksanakan perintah
pimpinan.

Sumber Kekuasaan
D. Expert Power hasil dari keahlian atau ilmu
pengetahun seseorang dalam bidangnya sehingga
orang tersebut dapat mempengaruhi orang lain.

E. Referent Power

didasarkan pada pemilikan


sumber daya atau ciri pribadi yang diinginkan oleh seseorang,
berkembang dari rasa kagum terhadap orang lain, untuk
menjadi seperti orang yang dikaguminya itu, dikarenakan
adanya karisma.

TANGGUNG JAWAB
Tanggung jawab (responsibility) adalah
keharusan untuk melakukan semua
kewajiban atau tugas tugas yang
dibebankan kepadanya sebagai akibat dari
wewenang yang diterima atau dimilikinya.
Hubungan antara delegator & delegate.
Authority VS Responsibility

DELEGASI WEWENANG
Proses pengalihan tugas kepada orang lain yang
sah atau terlegitimasi (menurut mekanisme
tertentu dalam organisasi) dalam melakukan
berbagai aktifitas yang ditujukan untuk
pencapaian tujuan organisasi

Alasan Pendelegasian
Manajemen baru dikatakan ada, jika ada pembagian wewenang dan
pembagian pekerjaan
Adanya keterbatasan (fisik, waktu, perhatian dan pengetahuan)
seorang manajer.
Pendelegasian wewenang dilakukan supaya sebagian tugas dan
pekerjaan manajer dapat dilakukan oleh bawahannya.
Pendelegasian wewenang merupakan kunci dinamika organisasi.
Menurut Koontz: delegation of authority is the key of
organization.
Menciptakan adanya ikatan, hubungan formal, dan kerjasama antara
atasan dan bawahan.

Menciptakan terjadinya proses manajemen


Memperluas ruang gerak dan waktu seorang manajer.
Membuktikan adanya pimpinan dan bawahan dalam suatu
organisasi.

Empat Kegiatan Terjadi


Ketika Delegasi Dilakukan :
Pendelegasi menetapkan dan memberikan
tujuan dan tugas kepada bawahan
Pendelegasi melimpahkan wewenang yang
diperlukan untuk mencapai tujuan dan tugas
Penerimaan delegasi menimbulkan
kewajiban dan tanggung jawab
Pendelegasi menerima pertanggungjawaban
bawahan untuk hasil hasil yang dicapai

Hambatan Delegasi

Seni Mendelegasikan
Wewenang
The art of delegation didasarkan pada PERSONAL
ATTITUDE.

Yaitu sikap pribadi maanajer yang melakukan


pendelegasian wewenang itu.
Personal attitude yang harus dimiliki adalah
Personal receptiveness (Daya Penerimaan
Pribadi);
Willingness to let go;
Willingness to let others make mistakes;
Willingness to trust subordinate;
Willingness to establish and use broad control;

Teknik Delegasi (Louis


Allen)
Penetapan tujuan,

Penegasan tanggung jawab dan wewenang,


Memberikan motivasi kepada bawahan,
Meminta penyelesaian kerja
Memberikan latihan
Mengadakan pengawasan yang memadai,

SENTRALISASI &
DESENTRALISASI
Sentralisasi
Pemusatan kekuasaan dan wewenang pada
tingkatan atas suatu organisasi.
Desentralisasi
Pelimpahan secara meluas kekuasaan dan
pembuatan keputusan ke tingkatan-tingkatan
organisasi yang lebih rendah.

Keuntungan Desentralisasi
Keuntungan keuntungan desentralisasi
adalah:
Mengurangi beban manajer puncak
Memperbaiki pembuatan keputusan karena
dilakukan dekat dengan permasalahan.
Meningkatkan latihan, moral dan inisiatif
manajemen bawah
Membuat lebih fleksibel dan cepat dalam
pembuatan keputusan.

Beberapa Faktor yang


Mempengaruhi
Desentralisasi

1. Filsafat manajemen
2. Ukuran dan tingkat pertumbuhan
organisasi
3. Strategi dan lingkungan organisasi
4. Penyebaran geografis organisasi
5. Tersedianya peralatan pengawasan yang
efeklif