Anda di halaman 1dari 3

Laporan Akhir TAM

Kabupaten Bulungan T.A. 2005

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Peningkatan produktivitas di daerah lahan pasang surut menghadapi
kendala pada masalah tenaga kerja, serangan organisme penggangu
tanaman dan terutama kendala tata air mikro. Melalui perbaikan tata
air,

dimungkinkan

untuk

diversifikasi

tanaman,

peningkatan

produktivitas dan intensitas pertanaman.


Lahan rawa terletak di daerah cekungan antara sungai, atau di
belakang beting sungai atau beting pantai yang selalu atau tergenang
air. Berdasarkan letaknya lahan rawa dapat dibedakan kedalam tiga
zone yaitu : 1) lahan rawa lebak,

2) rawa pasang surut air payau dan

3) pasang surut air tawar. Batas pengaruh air pasang surut di musim
hujan digunakan untuk membedakan zone pasang surut dan non
pasang surut atau lebak. Sedangkan batas pengaruh air salin/payau di
musim kemarau digunakan untuk medeliniasi zone pasang surut air
payau dan zone pasang surut air tawar.
Perbedaan zone ini akan menyebabkan jenis tanah yang ada pada
masing-masing zone berbeda. Perbedaan karakteristik itu membawa
dampak terhadap sistem jaringan tata air dan pengolahan lahan yang
berbeda. Jaringan tata air yang dibuat umumnya dilaksanakan pada
daerah pasang surut, baik air tawar maupun payau. Menangani
pengelolaan air di lahan pasang surut lebih sulit dibandingkan dengan
sistem irigasi di lahan sawah karena di lahan pasang surut saluran itu
berfungsi ganda bisa sebagai saluran irigasi (suplai) bila air pasang
dan sebagai saluran drainase (pembuang) bila air surut. Oleh karena
itu pembuatan jaringan irigasi di lahan rawa harus dapat memenuhi
fungsi saluran pembuang dan saluran pemberi, agar jaringan irigasi
tersebut

dapat

Bab I Pendahuluan

memenuhi

fungsi-fungsi

tersebut

maka

dalam

Laporan Akhir TAM


Kabupaten Bulungan T.A. 2005

pembangunan diperlukan bangun/desain jaringan disesuaikan dengan


kondisi hidrologi dan topografi daerah setempat.
Kabupaten Bulungan terbagi dalam 2 (dua) Lokasi yaitu dan
lokasi ... merupakan salah satu kabupaten yang mendapatkan
bantuan pendanaan yang bersumber dari APBN untuk perbaikan Tata
Air Mikro (TAM), dengan pagu dana disediakan sekitar . Juta
Rupiah yang peruntukannya untuk pekerjaan fisik, perencanaan,
pengawasan TAM, termasuk beban PPN 10%.

1.2. Tujuan dan Keluaran


Kegiatan Survei Investigasi dan Desain (SID) perbaikan TAM di
Kabupaten Bulungan bertujuan untuk meningkatkan produktivitas
lahan rawa pasang surut melalui perbaikan Tata Air Mikro, sesuai
dengan

kebutuhan

petani

peserta.

Dengan

demikian

kegiatan

perbaikan TAM dilakukan secara partisipatif melibatkan petani atau


kelompok tani maupun stakeholder kunci seperti PPL, Dinas Pertanian
Kabupaten maupun Dinas Pertanian Tanaman Pangan Propinsi.
Keluaran yang diharapkan dari kegiatan ini antara lain:

Teridentifikasinya lokasi kegiatan sesuai dengan kriteria yang


disepakati bersama;

Teridentifikasinya petani peserta dan tersusunnya peta lokasi


kegiatan berikut petak-petak lahan yang akan menjadi target
perbaikan TAM, skala

1 : 10.000;

Teridentifikasinya kebutuhan petani untuk memperbaiki Tata Air


Mikro lahan rawa pasang surut melalui proses partisipatif;

Tersusunnya desain rancangan (engineering design) pekerjaan


perbaikan Tata Air Mikro (skala 1:10.000) sesuai dengan pagu dana
yang tersedia saat ini, berikut Rancangan Anggaran Biaya (RAB);

Tersusunnya Pedoman Pelaksanaan Pekerjaan yang akan dijadikan


acuan dalam kegiatan fisik baik yang akan dilakukan sendiri oleh
petani ataupun oleh pihak ketiga (KSO), dan pedoman-pedoman
lainya yang terkait seperti Pedoman Operasi dan Pemeliharaan

Bab I Pendahuluan

Laporan Akhir TAM


Kabupaten Bulungan T.A. 2005

Fasilitas

Fisik

yang

dibangun,

Pedoman

Pengembangan

Kelembagaan, maupun Usahatani.

Bab I Pendahuluan