Anda di halaman 1dari 12

Laporan Akhir TAM Lokasi Desa Sri Raharja

Kab. Penajam Paser Utara T.A. 2005

BAB IV
HASIL SURVEI INVESTIGASI DAN DESAIN TAM

4.1. Lokasi Perencanaan


Seperti diuraikan sebelumnya, hasil dari diskusi dengan pihak Dinas
Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara maupun Dinas Tanaman
Pangan Propinsi Kalimantan Timur, telah menetapkan 2 (dua) lokasi
kegiatan TAM masing-masing 1 (satu) lokasi di kecamatan Penajam
dan 1 (satu) lokasi di kecamatan Babulu. Untuk Kecamatan Babulu
adalah lokasi Sebakung II Desa Sriharja. Adapun alasan diambilnya
lokasi ini sebagai lokasi kegiatan TAM antara lain:

Lahan rawa pasang surut dan berada dalam satu hamparan


dengan potensi pengembangan lahan pertanian sawah pasang
surut diperkirakan + 380 ha, namun untuk tahap sekarang diambil
206 ha yang dipilih berdasarkan tingkat permasalahan dalam tata
air mikro;
Indeks Penanaman < 100. Pada lokasi di desa Labangka petani
menanam padi sawah 1 kali dalam setahun. Sedangkan di lokasi
desa Sebakung Jaya dan Rawa Mulia, selama dua tahun terakhir
petani tidak dapat melakukan penanaman padi karena adanya
kendala genangan air (banjir) karena tidak berfungsinya saluran
sekunder dan tersier.
Terdapat petani yang berasal dari transmigrant yang memiliki
motivasi tinggi untuk menggarap lahan rawa pasang surut.
Disamping itu juga terdapat kelompok tani yang aktif.
Tidak ditemui tumpang tindih dalam Tata Guna Lahan;

Lokasi kegiatan TAM yang diusulkan untuk T.A 2005 mencakup luas
406 ha sesuai dengan arahan dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan
Propinsi untuk Kabupaten Penajam Paser Utara dibagi dua kecamatan.
Untuk Kecamatan Babulu adalah 206 ha di Desa Sri Raharja. Lokasi ini
berjarak 9 km ke ibukota kecamatan (Gambar 4.1).

Bab IV Hasil Survei Investigasi dan Desain TAM

14

Laporan Akhir TAM Lokasi Desa Sri Raharja


Kab. Penajam Paser Utara T.A. 2005

Bab IV Hasil Survei Investigasi dan Desain TAM

15

Laporan Akhir TAM Lokasi Desa Sri Raharja


Kab. Penajam Paser Utara T.A. 2005

4.2. Kegiatan Pertanian Tanaman Pangan di Kecamatan


Babulu
Kecamatan-kecamatan Babulu sejak dulu terkenal sebagai sentra
produksi padi di Kalimantan Timur. Bahkan kedua kecamatan ini sejak
lama menjadi andalan penghasil beras untuk kabupaten Pasir. Dengan
terbentuknya kabupaten PPU yang terdiri atas 4 kecamatan (Babulu,
Waru, Penajam dan Sepaku), maka secara otomatis kabupaten PPU
memiliki keunggulan dalam bidang penghasil padi.
Luas panen padi di empat kecamatan tersebut sejak dari 1999
hingga 2003 menunjukkan trend menurun (dari 16.355 ha pada 1999,
14.339 ha pada 2000 dan 10.480 ha pada 2002). Namun demikian
produktivitasnya menunjukkan trend meningkat, yakni dari 35,6
kwintal per hektar pada 1999 menjadi 38 kwintal per hektar pada
2002. Konsekwensinya produksi padi mengalami penurunan secara
significant, yakni 58.332,00 ton pada 1999; 51.052,00 ton pada 2000;
39.869,00 ton pada 2002 dan 32.508,00 pada 2003. Penurunan luas
panen dipengaruhi oleh banyak faktor seperti meningkatnya harga
input produksi, kurang menariknya harga dasar gabah yang
ditetapkan pemerintah, kegagalan panen akibat kekeringan, serta
kurangnya dukungan sarana irigasi. Sekitar 90% dari luas tanaman
padi di empat kecamatan tersebut merupakan padi sawah.
Namun demikian penurunan produksi di empat kecamatan tersebut
masih menempatkan kabupaten PPU sebagai penghasil padi di
propinsi Kalimantan Timur, dan bahkan dapat dikatakan masih
swasembada beras.
Sarana irigasi di Kabupaten Penajam Paser Utara saat ini dapat
dikatakan masih sangat terbatas. Ditambah dengan potensi sawah
yang sangat luas serta kurangnya penerapan mekanisasi pertanian,
mengakibatkan potensi sawah yang ada kurang tergarap dengan
maksimum.
Sebagai ilustrasi, potensi sawah seluruh Kabupaten Penajam Paser
Utara 21.841 ha (lihat Tabel 4.1) sementara luas panen pada tahun
2003 hanya mencapai 12.320, sehingga Rasio Luas Panen dengan
Luas Sawah baru 0,353. Jika fasilitas irigasi memadai dan ditunjang
dengan mekanisasi pertanian, maka intensitas tanam bisa mencapai

Bab IV Hasil Survei Investigasi dan Desain TAM

16

Laporan Akhir TAM Lokasi Desa Sri Raharja


Kab. Penajam Paser Utara T.A. 2005

200 (2 kali tanam setahun). Dan jika diasumsikan 80% berhasil panen,
maka potensi optimum luas panen sawah adalah 43.120 ha atau 5 kali
dibanding luas panen kondisi sekarang.
Tabel 4.1.
Kondisi dan Potensi Luas Panen Sawah Jika Ditunjang Irigasi

Seperti terlihat pada analisis di Tabel 4.1., kecamatan Babulu


memiliki potensi yang sangat besar dalam memproduksi padi sawah,
masing-masing 32.508 ton/th.
Data luas panen dan produksi tanaman pangan di kecamatan Babulu
menunjukkan tingkat produktivitas padi sawah sekitar 3,83 ton/ha dan
padi ladang 2,67 ton/ha.
Tabel 4.2.
Data Tanaman Pangan Kecamatan Babulu
No.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

J enis Tanaman
Padi Sawah
Padi Ladang
J agung
Ubi Kayu
Ubi J alar
Kacang Tanah
Kacang Hijau
Kedelai

Luas Panen
(Ha)
5.805
3
151
21
51
4
0
0

Produksi
(Ton)
22.222
8
295
270
401
4
0
0

Produktivitas
(Ton/ Ha)
3,83
2,67
1,95
12,86
7,86
1,00
0,00
0,00

Sumber : Kec. Babulu Dalam Angka, 2003

Bab IV Hasil Survei Investigasi dan Desain TAM

17

Laporan Akhir TAM Lokasi Desa Sri Raharja


Kab. Penajam Paser Utara T.A. 2005

Dilihat
dari
pelaku
kegiatan
pertanian,
kecamatan Babulu yang
terdiri
atas
9
desa
memiliki 130 kelompok
tani dengan total anggota
kelompok (petani) sekitar
4.583 petani (Tabel 4.3).
Jumlah kelompok tani dan
anggota
kelompok
(petani) di lokasi kegiatan
TAM
yang
diusulkan
masing-masing
10
kelompok tani dan 317 petani. Namun demikian, tentu saja tidak
semua kelompok dan anggota kelompok akan diikutkan dalam proyek
TAM T.A. 2005; sesuai dengan prioritas masalah, kebutuhan dan
ketersediaan anggaran pemerintah.

4.3. Kependudukan di Kecamatan Babulu


Berdasarkan data tahun 2003, jumlah penduduk kecamatan Babulu
sebesar 23.148 jiwa dengan jumlah keluarga 6.327 KK, sehingga
ukuran keluarga rata-rata 4 jiwa per keluarga (Tabel 4.4).
Tabel 4.4.
Data Kependudukan Kecamatan Babulu

Bab IV Hasil Survei Investigasi dan Desain TAM

18

Laporan Akhir TAM Lokasi Desa Sri Raharja


Kab. Penajam Paser Utara T.A. 2005

No.

Desa

Luas Wilayah J ml Penduduk Kepadatan R. Tangga Ukuran


(Km2)
(jiwa)
(jiwa/ km2)
KK
Keluarga

1.

Gunung Makmur

24,6

1.351

54,92

389

2.

Gunung Intan

33,9

3.200

94,40

980

3.

Sumber Sari

*)

1.564

382

4.

Sri Raharja

9,0

1.213

134,78

388

5.

Rawa Mulia

10,0

1.496

149,60

366

6.

Sebakung J aya

11,6

1.245

107,33

343

7.

Babulu Laut

130,0

3.272

25,17

769

8.

Babulu Darat

62,7

6.442

102,74

1.731

9.

Labangka
TOTAL

112,6
394,40

3.365
23.148

29,88
698,82

979
6.327

3
4

Sumber : Kec. Babulu Dalam Angka, 2003


*) Masih bergabung dengan Desa Induk

Sementara itu pada Desa Sriharja jumlah penduduk

1.213 jiwa,

jumlah rumah tangga 388 KK.

4.4. Gambaran Lokasi Proyek Tata Air Mikro (TAM)


Desa Sri Raharja hanya berjarak 9 Km dari ibukota Kecamatan Babulu,
dengan kondisi jalan agregat yang lumayan baik sehingga bisa
ditempuh dalam waktu puluhan menit saja.
Kondisi Pertanian
Daerah lokasi perencanaan merupakan persawahan yang aslinya
merupakan rawa dan dipengaruhi oleh pasang surut air laut. Desa Sri
Raharja lokasinya berdekatan dengan Desa Sebakung Jaya, Desa
Labangka, Desa Rawa Mulia dan daerah Pasang surut lainnya yang
secara keseluruhan dibina oleh seorang PPL.

Dari hasil wawancara

dengan PPL diperoleh informasi bahwa keseluruhan luas tanam padi


sawah pada musim 2001 2004 di kedua daerah tersebut sekitar
5.805 ha. Disamping itu terdapat padi ladang sekitar 3 ha.
Selain padi sawah dan padi ladang, petani juga menanam tanaman
palawija seperti jagung (151 ha), kacang tanah (4 ha) ubi kayu (151
ha) dan ubi jalar (21 ha). Di lokasi proyek juga dijumpai banyak
tanaman jeruk, baik yang ditanam di guludan maupun di lahan kering.
Kondisi Tanah

Bab IV Hasil Survei Investigasi dan Desain TAM

19

Laporan Akhir TAM Lokasi Desa Sri Raharja


Kab. Penajam Paser Utara T.A. 2005

Tanah di lokasi proyek terbentuk dari bahan induk endapan, seperti


telah diuraikan di atas. Jenis tanah yang pasti belum didapat, tetapi
jika melihat hasil pengamatan di lapang diperkirakan jenis tanah
antara Entisol atau Ultisol atau asosiasi keduanya.
Dari indikator pH yang diukur di 5 titik di lapang dengan kertas
lakmus, pH tanah di lapisan top-soil rata-rata 5,0 bervariasi antara 4,5
sampai 5,5. Dengan mengetahui pH seperti itu dapat dikatakan
kesuburan tanah di lokasi termasuk cukup subur.

Tabel 4.5.
Hasil Pengukuran pH Lapang

Dari hasil pengukuran pH di lapang juga dapat dikatakan bahwa lokasi


proyek hingga pada kedalaman tanah 100 cm tidak ditemukan
indikasi pirit (FeS).
Pengaruh Pasang Surut
Dari hasil wawancara dengan PPL dan pengurus kelompok tani, dapat
diketahui pengaruh pasang surut air terhadap sawah, seperti disajikan
pada Gambar
4.2.
Pada musim hujan, kondisi pasang dapat
menyebabkan banjir di sawah. Denganmengacu pada Gambar 4.2.,
maka dapat dikatakan fluktuasi pasang surut di lokasi proyek berkisar
antara 43 48 cm. yang menunjukkan beda tinggi muka air (diukur
dari muka air di saluran sekunder) pada
saat surut musim kemaru dan pasang
musim hujan.
Demografi dan Kelembagaan

Bab IV Hasil Survei Investigasi dan Desain TAM

20

Laporan Akhir TAM Lokasi Desa Sri Raharja


Kab. Penajam Paser Utara T.A. 2005

Di lokasi proyek terdapat 10 Kelompok tani dengan total petani 317


petani, dengan ringkasan disajikan pada Tabel 4.6.
Beberapa
kelompok tani jumlah anggotanya lebih dari 30 orang (jumlah optimum
antara 20-30 orang). Misalnya kelompok tani Harapan Tani memiliki
anggota 46 petani. Kelompok tani seperti ini dapat dipecah menjadi
dua kelompok.

Gambar 4.6.
NO.
1

URAIAN

SEBAKUNG II

KETERANGAN

206

wawancara,Analisis

Luas Lahan Proyek T A. 2005 (Ha)

Produktifitas Padi (Ton/Ha) *

wawancara pengurus kelompok & PPL

Pola Tanam pada umumnya

Padi Bera - bera

wawancara pengurus kelompok & PPL

Pola Tanam Potensial

Padi Bera - bera

wawancara pengurus kelompok & PPL

Jumlah Kelompok Tani (Kelompok)

10

wawancara pengurus kelompok & PPL

Periode Tanam Padi

Maret - April

wawancara pengurus kelompok & PPL

Periode Panen padi

Juni - Juli

wawancara pengurus kelompok & PPL

Rata-rata Curah Hujan Bln (an/bl)

22,2

Dinas pertanian

Rata-rata Hari Hujan Bln (hari/bl)

Dinas pertanian

148

Dinas pertanian

10

Jumlah Petani (KK)

11

Rata-rata Pemilik Lahan (ha)

Dinas pertanian

12

Jarak dari Ibukota Kecamatan (Km)

Hasil pengamatan Tim Survei

Hasil pengamatan Tim Survei

43 - 48

Hasil perhitungan Tim Survei

- Ada/Tidak Ada

ada

Dinas pertanian

- Aktif /Tidak Aktif

Aktif

Dinas pertanian

Ultisol

Perkiraan dari faktor pembentuk tanah

13

Jarak Dari Pantai (Km)

14

Fluktuasi Pasang Surut (cm)

15

16
17

18

P3A

Jenis Tanah
Sifat Tanah
- PH (Lapisan s/d 30 cm)

4,5 - 5,5

- Ketebalan Gambut (cm)

-Kedalaman Potensi Pirit (cm)

Umum
Hasil pengukuran dan analisis PH lapangan

Kedalaman Muka Air Tanah


0-5 cm diatas permukaan sawah

wawancara pengurus kelompok & PPL

- Musim Kemarau - Surut

0-5 cm dibawah permukaan sawah

wawancara pengurus kelompok & PPL

- Musim Hujan - Pasang

35-40 cm diatas permukaan sawah

wawancara pengurus kelompok & PPL

0-5 cm diatas permukaan sawah

wawancara pengurus kelompok & PPL

- Musim Kemarau - Pasang

- Musim Hujan - Surut


19

Hasil pengukuran

Sungai Yang Melintas

wawancara pengurus kelompok & PPL

Catatan : *) Gabah Kering


Sumber : - Wawancara dengan Petani, PPL, Dinas Pertanian Kabupaten
- Kec. Babulu dalam angka, 2003

Bab IV Hasil Survei Investigasi dan Desain TAM

21

Laporan Akhir TAM Lokasi Desa Sri Raharja


Kab. Penajam Paser Utara T.A. 2005

Ringkasan Data Dasar


Dari informasi dan data-data seperti diuraikan sebelumnya, dapat
disusun ringkasan data dasar Desa Sri Raharja untuk kepentingan
perencanaan pembangunan TAM dengan data-data dasar disajikan
pada Tabel 4.7.
Tabel 4.7.
Data Dasar Lokasi Proyek TAM di Kecamatan Babulu
NO.

URAIAN

SEBAKUNG I I

KETERANGAN

206

wawancara,Analisis

Produktifitas Padi (Ton/Ha) *

wawancara pengurus kelompok & PPL

Pola Tanam pada umumnya

Padi Bera - bera

wawancara pengurus kelompok & PPL

Pola Tanam Potensial

Padi Bera - bera

wawancara pengurus kelompok & PPL

J umlah Kelompok Tani (Kelompok)

10

wawancara pengurus kelompok & PPL

Periode Tanam Padi

Maret - April

wawancara pengurus kelompok & PPL

Periode Panen padi

J uni - J uli

wawancara pengurus kelompok & PPL

Rata-rata Curah Hujan Bln (an/bl)

22,2

Dinas pertanian

Rata-rata Hari Hujan Bln (hari/bl)

Dinas pertanian

10

J umlah Petani (KK)

148

Dinas pertanian

11

Rata-rata Pemilik Lahan (ha)

Dinas pertanian

12

J arak dari Ibukota Kecamatan (Km)

Hasil pengamatan Tim Survei

13

J arak Dari Pantai (Km)

14

Fluktuasi Pasang Surut (cm)

15

P3A

Luas Lahan Proyek T A. 2005 (Ha)

2
3

Hasil pengamatan Tim Survei

43 - 48

Hasil perhitungan Tim Survei

- Ada/Tidak Ada

ada

Dinas pertanian

- Aktif /Tidak Aktif

Aktif

Dinas pertanian

Ultisol

Perkiraan dari faktor pembentuk tanah

- PH (Lapisan s/d 30 cm)

4,5 - 5,5

Hasil pengukuran

- Ketebalan Gambut (cm)

Umum

-Kedalaman Potensi Pirit (cm)

Hasil pengukuran dan analisis PH lapangan

16

J enis Tanah

17

Sifat Tanah

18

Kedalaman Muka Air Tanah

0-5 cm diatas permukaan sawah

wawancara pengurus kelompok & PPL

- Musim Kemarau - Surut

0-5 cm dibawah permukaan sawah

wawancara pengurus kelompok & PPL

- Musim Hujan - Pasang

35-40 cm diatas permukaan sawah

wawancara pengurus kelompok & PPL

- Musim Hujan - Surut

0-5 cm diatas permukaan sawah

wawancara pengurus kelompok & PPL

Sungai Yang Melintas

wawancara pengurus kelompok & PPL

- Musim Kemarau - Pasang

19

Catatan : *) Gabah Kering


Sumber : - Wawancara dengan Petani, PPL, Dinas Pertanian Kabupaten
- Kec. Babulu dalam angka, 2003

4.5. Identifikasi Kebutuhan Perbaikan Tata Air Mikro


(TAM)
Dari hasil survei investigasi dan diskusi yang dilakukan besama-sama
dengan pengurus kelompok tani dan beberapa petani serta pihak
Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara, telah diidentifikasi

Bab IV Hasil Survei Investigasi dan Desain TAM

22

Laporan Akhir TAM Lokasi Desa Sri Raharja


Kab. Penajam Paser Utara T.A. 2005

masalah dan kebutuhan mendesak untuk memperbaiki tata air mikro


lahan rawa pasang surut di lokasi proyek TAM, yakni :
Tabel 4.8.
Identifikasi Masalah dan Kebutuhan TAM
URAIAN

SEBAKUNG II

Masalah

Terjadinya banjir/genangan di lahan pertanian (rawa


pasang surut) karena saluran tersier, kwarter,
drainase dan sarana pendukung lainnya belum
memadai bahkan pada sebagaian besar lahan
persawahan belum mempunyai saluran dan sarana
pendukung tersebut.
Jalan usaha tani tidak terawat dan kurang dapat
digunakan untuk kegiatan usaha tani
Tidak adanya Pintu air sehingga pengaturan air yang
masuk ke dalam areal persawahan jadi tak terkontrol.

Kebutuha
n

Perlu pembuatan saluran tersier, kwarter, drainase


berikut pintu air dan pembangunan sarana pendukung
lainnya.
Perlu rehabilitasi saluran tersier dan jalan usaha tani.

Sumber: Hasil identifikasi masalah dan kebutuhan secara partisipatif

4.6. Perancangan Kegiatan Perbaikan Tata Air Mikro


(TAM)
Dari hasil identifikasi masalah dan kebutuhan perbaikan Tata Air Mikro
lahan rawa pasang surut di lokasi proyek, tim konsultan telah
membuat rancangan kegiatan dan penyusunan anggaran biaya (RAB),
yang dilengkapi dengan gambar teknis (detail engineering design) dan
pembuatan petunjuk-petunjuk pelaksanaan kegiatan yang diperlukan.
Jika kegiatan-kegiatan dilaksanakan secara penuh, maka diperkirakan
memerlukan dana sekitar Rp. 1.708.795.300,00 untuk seluruh
pekerjaan fisik. Namun demikian dengan keterbatasan pagu anggaran
yang disediakan pemerintah melalui dana APBN T.A 2005 sekitar
Rp.103.208.000,00 untuk seluruh pekerjaan fisik TAM di Sebakung II,

Bab IV Hasil Survei Investigasi dan Desain TAM

23

Laporan Akhir TAM Lokasi Desa Sri Raharja


Kab. Penajam Paser Utara T.A. 2005

Desa Sri Raharja, Kecamatan Babulu; maka tidak semua kebutuhan


dan kegiatan yang telah dirumuskan dapat dilaksanakan dengan
segera. Artinya baru sekitar 6,04% kegiatan yang dapat dilaksanakan
segera dari total kebutuhan riil. Kondisi ini juga sudah disosialisasikan
kepada petani/kelompok tani, sehingga diperlukan prioritasi
pembangunan. Dari hasil diskusi dengan kelompok tani dan pihak
Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara, telah disepakati
bahwa untuk tahap sekarang kegiatan difokuskan pada pekerjaan
yang paling dibutuhkan oleh para petani. Sementara itu sisa program
yang belum dilaksanakan diharapkan dapat didanai dengan dana
APBD-1 atau APBD-2, yakni dengan kebutuhan dana sekitar Rp.
1.782.201.887,00 termasuk biaya Pekerjaan fisik, Perencanaan dan
Pengawasan serta beban PPN 10%.
Tabel 4.9.
Rekapilutasi Kebutuhan Biaya Riil dan Alokasi T.A. 2005 Kegiatan TAM
No.

1.
2.
3.
4.

KEGI ATAN

Pembuatan baru
Rehabilitasi
Perencanaan
Pengawasan

TOTAL

KEBUTUHAN

ALOKASI APBN

SI SA

RI I L

PADA T.A. 2005

KEBUTUHAN

1.032.004.625
676.790.699
119.615.673
68.351.812

98.726.026
4.482.012
7.224.563
4.128.322

933.278.599
672.308.687
112.391.110
64.223.490

1.896.762.808

114.560.922

1.782.201.887

Seperti terlihat pada Tabel 4.9., sebagian kegiatan ada yang bersifat
Pembuatan Baru dan ada yang bersifat pekerjaan Rehabilisasi. Karena
kurangnya dana yang tersedia sehingga kemungkinan besar upaya
perbaikan tata air mikro dan reklamasi lahan rawa pasang surut di
lokasi tidak dapat mendapatkan hasil yang maksimum. Untuk lebih
rinci kegiatan yang dilaksanakan dan tidak dapat dilihat pada Tabel
4.10.

Bab IV Hasil Survei Investigasi dan Desain TAM

24

Laporan Akhir TAM Lokasi Desa Sri Raharja


Kab. Penajam Paser Utara T.A. 2005

Bab IV Hasil Survei Investigasi dan Desain TAM

25