Anda di halaman 1dari 19

BIOMEKANIK

Dr.H. Mufied Wibisono, Sp.FK


Laboratorium Fisika Kedokteran
Fakultas Kedokteran
Universitas Brawijaya

I.MUSCULO SKELETAL SYSTEM


GAYA
ADALAH TARIKAN / DORONGAN PADA BENDA, SEBAGAI
VEKTOR DAN BERARAH
GAYA: - BEKERJA PADA TUBUHMENABRAK OBYEK
- BERADA DALAM TUBUH GAYA OTOT : - MENGALIRNYA
DARAH
- PERNAFASAN
ADA 2 TIPE: - KEADAAN STATIS
- KEADAAN DINAMIS
GAYA PADA TUBUH DALAM KEADAAN STATIS
ADALAH JUMLAH GAYA DALAM SEGALA ARAH DAN JUMLAH
MOMEN GAYA TERHADAP SUMBU TUBUH = 0
MUSCULO SKELETAL SYSTEM / SISTEM OTOT DAN TULANG
BEKERJA SEBAGAI PENGUMPIL

SISTIM PENGUMPIL PADA TUBUH


TITIK TUMPUAN DIANTARA GAYA BERAT DAN GAYA OTOT

O TITIK TUMPUAN
W GAYA BERAT
OS MAXILLA
OS MANDIBULA
M GAYA OTOT
M. MASSETER

GAYA BERAT DIANTARA TITIK TUMPUAN DAN GAYA OTOT

O TITIK TUMPUAN
W GAYA BERAT: - OS NAVICULARE
- OS. CALCANEUS
- OSSA TARSAL
M GAYA OTOT: - TENDON ACHILES
/CALCANEUS
- M. PERONEUS
/FIBULARIS
- M. SOLEUS
- M. GASTROCNEMEUS

GAYA OTOT DIANTARA TITIK TUMPUAN DAN GAYA BERAT

O TITIK TUMPUAN
W GAYA BERAT: - OS HUMERUS
- OS ULNA
- OS RADIUS
M GAYA OTOT

TITIK PENGUMPIL PADA LENGAN


1. LENGAN BAWAH DEPAN SEBIDANG HORIZONTAL

R GAYA REAKSI HUMERUS


TERHADAP ULNA
M GAYA OTOT
W GAYA BERAT
CG TITIK PUSAT GRAVITASI

2. LENGAN BAWAH DEPAN MEMBENTUK SUDUT TERHADAP BIDANG


HORIZONTAL

3. TARIKAN M. DELTOIDEUS

KEUNTUNGAN MEKANIK (K.M.)


ADALAH PERBANDINGAN ANTARA GAYA OTOT DENGAN GAYA BERAT
MOMEN GAYA TERHADAP TITIK TUMPU
W.IW = O
M.IM = O
KM = M/W =IW/IM

W.IW = M.IM
M/W = IW/IM

Fraktur (patah tulang)


Definisi : Terputusnya tulang / tulang
rawan karena trauma (rudapaksa)
Macam : tertutup, terbuka
Penyembuhan fraktur :
Hematoma fibrosis osteoid kalus
fibrous jaringan kondroid jaringan
osteoid kalus tulang (pertautan klinik)
tulang lamelar (pertautan tulang)
proses swapugar.

Reduksi dan retensi


pada fraktur femur (konservatif)

Penatalaksanaan fraktur (4R)


Rekognisi :
Diagnosa :
anamnesis : cedera khas
inspeksi : bandingkan kanan dan kiri
palpasi
: analisis nyeri nyeri obyektif, nyeri subyektif,
nyeri lingkar, nyeri sumbu pada tarikan / tekanan

Reduksi : Reposisi frakmen fraktur sedekat mungkin


dengan letak normalnya traksi
Retensi : Metode mempertahankan fragmen selama
penyembuhan
Rehabilitasi : Dimulai dan dilaksanakan bersamaan
fraktur

ANALISA GAYA DAN APLIKASI KLINIK


GAYA YANG BEKERJA PADA TUBUH MANUSIA ADALAH GAYA VERTIKAL, GAYA
HORIZONTAL, DAN GAYA YANG MEMBENTUK SUDUT DENGAN BIDANG
HORIZONTAL / VERTIKAL
GAYA VERTIKAL
SEORANG BERDIRI DI ATAS BENDABESARNYA GAYA REAKSI=GAYA BERAT
APLIKASI KLINIK :
TRAKSI LEHER PADA LUXATIO DAN FRAKTUR LEHER

GAYA HORIZONTAL
DUA GAYA BEKERJA PADA BENDA DENGAN ARAH SAMATOTAL GAYA
SAMA = JUMLAH ALJABAR ; S = F1+F2
DUA GAYA BEKERJA PADA BENDA DENGAN ARAH BERLAWANANTOTAL
GAYA = SELISIH GAYA I & II
APLIKASI KLINIK :

1. REDUKSI DAN RETENSI PADA LUXATIO DAN FRAKTUR LEHER

2. Reduksi dan retensi pada fraktur femur


(konservatif)
a. Traksi kulit :
pada anak - anak
beban pemberat 1/10 kg BB
kurang 3 th : Buck s extention traction,
Bryant s traction
3 -12 th : Hamilton Russel s traction

Lanjutan traksi kulit

Buck s extention traction

Bryant s traction

Hamilton Russel s traction

2. Traksi tulang :
pada orang dewasa
beban pemberat 1/7
kg BB
Braun Bohler frame
(statis), Balans
suspension traction
(dinamis)

Braun Bohler frame (statis)

Balans suspension traction (dinamis)

GAYA MEMBENTUK SUDUT


GAYA TARIKAN MEMBENTUK SUDUT DGN GARIS HORIZONTAL ATAU
VERTIKAL.

APLIKASI KLINIK :
TRAKSI PADA KEPALA DAN KAKILEHER DAN TUNGKAI ATAS

Traksi kepala

Traksi kaki