Anda di halaman 1dari 13

I.

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Keanekaragaman hayati (biodiversitas) merupakan ungkapan terdapatnya
berbagai macam variasi bentuk, penampilan, jumah dan sifat yang terlihat pada
berbagai tingkat (level) seperti tingkat ekosistem, spesies, bahkan hingga tingkat
genetik Secara lebih sederhana keanekaragaman hati dapat diartikan sebagai
keanekaragaman makhluk hidup di berbagai kawasan di muka bumi.
Keanekaragaman makhluk hidup merupakan sebuah kekayaan biologis meliputi
hewan, tumbuhan, mikroorganisme, dan semua gen yang tekandung di dalamnya,
serta ekosistem yang dibangunnya
Keanekaragaman hayati memiliki peran yang sangat besar dan berdampak
nyata dalam menunjang kehidupan manusia. Setiap organisme yang ada di bumi
sejatinya memiliki peran dan fungsinya masing-masing dalam menjaga
keseimbangan alam, dimana manusia juga ikut terlibat di dalamnya. Sehingga
dapat dipastikan bahwa setiap aspek kehidupan manusia tidak mungkin terpisah
dari keanekaragaman hayati. Namun sayangnya, tidak semua manusia menyadari
hal tersebut. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya kasus kerusakan lingkungan
yang berdampak pada penyusutan keanekaragaman hayati di berbagi tempat.
Salah satu aktifitas manusia yang dianggap menyebabkan kerusakan lingkungan
adalah pertambangan.
Industri pertambangan di satu sisi memberikan kontribusi nyata terhadap
peningkatan ekonomi masyarakat sekitar lokasi pertambangan, dan secara lebih
luas terhadap devisa negara. Namun di sisi lain pertambangan juga seringkali
menjadi penyebab timbulnya kerusakan lingkungan baik di sekitar lokasi
pertambangan maupun pada bekas lokasi pertambangannya sendiri. Menurut
Wibowo (2006), kerusakan lingkungan yang terjadi pada bekas lokasi
penambangan umumnya berupa :
a. Hilangnya lapisan tanah yang subur (top soil) bagi tanaman
b. Perubahan kapasitas infiltrasi tanah untuk memasok air bawah tanah
karena pemadatan dan hilangnya vegetasi
c. Berpotensi terjadinya longsor pada dinding tambang
d. Kerusakan lingkungan jalan dan pemukiman sekitar pertambangan
Kerusakan yang timbul akan sangat berdampak pada keanekaragaman yang
berada pada maupun sekitar lokasi pertambangan. Indonesia sebagai salah satu
negara megabiodiversity di dunia perlu menyadari pentingnya peran
keanekaragam hayati. Menjaga keanekaragaman hayati berarti juga menjaga

eksistensi manusia di bumi, oleh sebab itu diperlukan sebuah upaya untuk
meningkatkan kesadaran tentang pentingnya menjaga keanekaragaman hayati
terutama di lokasi pertambangan.
Usia anak-anak adalah waktu yang sangat tepat untuk menanamkan
berbagai pengertian dan kebiasaan baik. Penelitian yang dilakukan oleh Osborn,
White, dan Bloom yang memperlihatkan bahwa perkembangan intelektual pada:
usia 0-4 tahun mencapai 50%, usia 4-8 tahun mencapai 80%, usia 8-18 tahun
mencapai 100% (Adiputra et al., 2015). Oleh sebab itu, usia anak-anak menjadi
usia yang sangat tepat untuk mengajarkan berbagai informasi dan kebiasaan baik
termasuk informasi tentang keankeragaman hayati, serta perilaku yang baik untuk
menjaga keanekaragaman hayati.
Dibutuhkan sebuah mainan yang baik harus bersifat edukatif dan bisa
menjadi sumber informasi bagi anak-anak. Permainan ular tangga merupakan
salah satu jenis permainan tradisional yang sangat umum di kalangan anak-anak.
Permainan ular tangga termasuk salah satu permainan cooperative play yang
tergolong murah dan mudah dibuat sehingga permainan ini sangat cocok untuk
dijadikan sebagai media pembelajaran mengenai keanekaragaman hayati dan
usaha-usaha yang dapat dilakukan untuk menjaga keanekaragaman hayati
terutama di sekitar tambang.
Permainan ular tangga belum pernah digunakan untuk mengedukasi anakanak tentang keragaman hayati serta perilaku yang tepat dalam menjaganya. Oleh
sebab itu, berdasarkan uraian di atas perlu dibuat sebuah permainan ular tangga
modifikasi yang temanya sudah disesuaikan dengan tema keanekaragaman hayati
di sekitar tambang.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana pengaruh permainan ular tangga modifikasi terhadap
peningkatan kesadaran anak tentang keanekragaman hayati di daerah
tambang?
2. Bagaimana desain permainan ular tangga modifikasi yang baik untuk
meningkatkan kesadaran anak tentang keanekaragaman hayati di daerah
tambang?
3. Bagaimana indikator keberhasilan permainan ular tangga modifikasi
terkait peningkatan kesadaran anak tentang keanekaragaman hayati di
daerah tambang?

C. Tujuan
1. Mengkaji pengaruh permainan ular tangga modifikasi terhadap peningkatan
kesadaran anak tentang keanekaragaman hayati di daerah tambang.
2. Mengkaji desain pernainan ular tangga modifikasi yang baik untuk
meningkatkan kesadaran anak tentang keanekaragaman hayati di daerah
tambang.
3. Mengkaji indikator keberhasilan permainan ular tangga modifikasi terkait
peningkatan kesadaran anak tentang keanekaragaman hayati.

II. GAGASAN
Kanekaragaman hayati menurut World Wildlife Fund dalam Indrawan et
al., (2007) adalah jutaan tumbuhan, hewan dan mikroorganisme termasuk yang

mereka miliki serta ekosistem rumit yang mereka bentuk menjadi lingkungan
hidup. Keanekaragaman hayati dapat digolongkan menjadi tiga tingkat yaitu :
1. Keanekaragaman spesies, hal ini mencakup semua spesies di bumi, termasuk
bakteri dan protista serta spesies dari kingdom bersel banyak (tumbuhan,
jamur, hewan yang bersel banyak atau multiseluler).
2. Keanekaragaman genetik. Variasi genetik dalam satu spesies baik diantara
populasi populasi yang terpisah secara geografis,maupun diantara
individuindividu dalam satu populasi.
3. Keanekaragaman komunitas. Komunitas biologi yang berbeda serta
asosiasinya dengan lingkungan fisik (ekosistem) masing-masing.
Ketiga tingkatan keanekaragaman hayati itu diperlukan untuk kelanjutan
kelangsungan makhluk hidup di bumi dan penting bagi manusia. Keanekaragaman
spesies menggambarkan seluruh cakupan adaptasi ekologi, serta menggambarkan
evolusi spesies terhadap lingkungan tertentu. Keanekaragaman hayati merupakan
sumberdaya hayati dan sumberdaya alternatif bagi manusia..
Keanekaragaman hayati yang ada di alam telah terancam punah oleh
berbagai cara. Suhartini (2009) menyatakan ancaman terhadap keanekaragaman
hayati antara lain terjadi melalui cara berikut:
1. Perluasan areal pertanian dengan membuka hutan atau eksploitasi hutannya
sendiri akan mengancam kelestarian varietas liar/lokal yang hidup di hutan
(seperti telah diketahui bahwa varietas padi liar/lokal banyak dijumpai di hutan
belukar, hutan jati dan hutan jenis lain). Oleh karena itu sebelum pembukaan
hutan perlu dilakukan ekspedisi untuk pengumpulan data tentang varietas
liar/lokal.
2. Rusaknya habitat varietas liar disebabkan oleh terjadinya perubahan lingkungan
akibat perubahan penggunaan lahan.
3. Alih fungsi lahan pertanian untuk penggunaan di luar sektor pertanian
menyebabkan flora yang hidup di sana termasuk varietas padi lokal maupun
liar, kehilangan tempat tumbuh.
4. Pencemaran lingkungan karena penggunaan herbisida dapat mematikan gulma
serta varietas tanaman budidaya termasuk padi.
5. Semakin meluasnya tanaman varietas unggul yang lebih disukai petani dan
masyarakat konsumen, akan mendesak/tidak dibudidayakannya varietas lokal.
6. Perkembangan biotipe hama dan penyakit baru yang virulen akan mengancam
kehidupan varietas lokal yang tidak mempunyai ketahanan.
Aktifitas lain manusia yang dianggap menyebabkan kerusakan lingkungan
adalah pertambangan. Industri pertambangan merupakan industri yang tidak
berkelanjutan karena tergantung pada sumberdaya yang tidak terbarukan.
Pengelolaan lingkungan hidup dalam operasi pertambangan seharusnya meliputi

keseluruhan fase kegiatan pertambangan tersebut, mulai dari fase eksplorasi, fase
produksi, hingga pasca penutupan tambang (Rizky, 2013).
Fenomena yang terjadi pada industri pertambangan di Indonesia, justru
perusahaan tambang tersebut memiliki kekebalan untuk tidak mentaati aturanaturan lingkungan hidup dan dapat dengan bebas melakukan pencemaran tanpa
takut mendapatkan sanksi. Perilaku lainnya adalah praktik pembuangan limbah
pertambangan dengan cara-cara primitif, membuang langsung limbah tailing ke
sungai, danau, dan laut (Rizky, 2013). Contoh nyata kerusakan lingkungan yang
timbul akibat aktifitas pertambangan adalah pencemeran sumber-sumber air
seperti sungai dan danau. Menurut data Status Lingkungan Hidup Indonesia
(SLHI) tahun 2010 yang dikeluarkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup
menyatakan bahwa total sebanyak 307 perusahaan tambang nasional berpotensi
mencemari air permukaan. Pencemaran air permukaan tidak hanya berpotensi
menimbulkan keatian bagi biota yang tinggal di dalamnya, namun dapat pula
mengancam kehidupan manusia.
Kegiatan pasca tambang pembangunan yang berkelanjutan semestinya
menghasilkan output yaitu pemanfaatan yang optimal dan bijak terhadap
sumberdaya alam yang tak terbaharukan, serta berkesinambungan terhadap
keseterdiaan sumber daya alam. Adanya dampak ekologis dari kegiatan pasca
tambang memacu untuk dipikirkan terlebih dahulu, serta dilakukan penelitian dan
penaatan ruang karena bila tidak dilakukan kompehensip, maka penutupan
tambang hanya akan meninggalakan kerusakan bentang alam dan lingkungan
(Rizky, 2013).
Dunia anak pada dasarnya merupakan dunia bermain. Anak-anak akan
lebih mudah menerima informasi melalui sebuah permainan. Selain itu, melalui
permainan anak-anak juga belajar untuk menaati peraturan, komitmen, belajar
memecahkan masalah, dan berlatih bersaing secara sportif untuk membentuk
motivasi untuk memenangkan permainan (Adiputra et al., 2015).
Menurut Djamarah (2002), motivasi belajar adalah dorongan internal dan
eksternal didalam diri seseorang, dorongan internal atau disebut intrinsik dimana
apabila pelajar memiliki motivasi intrinsik yang tinggi, maka pelajar tersebut akan
mengutamakan sekolah dibandingkan yang lain. Ini karena bagi mereka belajar
merupakan suatu cara untuk mendapatkan ilmu pengetahuan sedangkan dorongan
eksternal atau disebut ekstrinsik dimana pelajar memiliki tujuan yang ingin
dicapai dalam pembelajarannya.
Agar perkembangan anak optimal, diperlukan suatu alat permainan
edukatif (APE). Saat ini sudah tersedia berbagai APE yang dapat dengan mudah
diperoleh di pasaran, dari yang standar, seperti lilin, kertas warna, puzzle, dan
balok kontruksi yanh dapat melatif keterampilan motorik halus, meningkatkan
imajinasi, dan kreatifitas, sampai dengan yang canggih, yakni game dalam

computer yang menuntut keterampilan motorik, kecepatan, kecermatan, dan


ketepatan tinggi (Oktariani, 2009). Sebagaimana penelitian membuktikan,
bermain merupakan sarana untuk menggali pengalaman belajar yang sangat
berguna untuk anak, sehingga permainan dapat menjadi sebuah sarana untuk
memperdalam kesan peserta dalam suatu pembelajaran (Mulyati, 2005).
Game adalah aktivitas yang dilakukan untuk fun atau menyenangkan yang
memiliki aturan sehingga ada yang menang dan ada yang kalah (Kamus
Macmillan, 2009-2011). Selain itu, game membawa arti sebuah kontes, fisik atau
mental, menurut aturan tertentu, untuk hiburan, rekreasi, atau untuk menang
taruhan. Bermain game memberikan satu latihan yang sangat efektif kepada otak.
Sejumlah besar dari mereka membutuhkan keterampilan berpikir abstrak dan
tingkat tinggi untuk menang.
Contohnya, dalam sebuah permainan menembak, karakter bisa berjalan
dan menembak pada saat yang sama. Hal ini membutuhkan dunia nyata pemain
untuk melacak posisi karakter, di mana ia menuju, kecepatan mereka, di mana
senjata yang ditujukan, jika tembakan musuh mengena, dan sebagainya. Semua
ini harus diperhitungkan, dan kemudian pemain maka harus mengkoordinasikan
penafsiran otak dan reaksi dengan gerakan di tangan mereka dan ujung jari.
Proses ini membutuhkan banyak koordinasi mata- tangan dan kemampuan visualspasial untuk menjadi sukses mengajar anak-anak sumber daya dan manajemen
keterampilan (Hong dan Liu, 2003).
Salah satu game atau permainan yang memiliki dampak positif
diantaranya adalah ular tangga. Permainan ular tangga dapat dibuat menjadi media
pembelajaran yang efektif, karena sifat permainan yang sederhana dan
mengasyikkan dapat membuat siswa antusias dalam bermain (M. Husna A, 2009).
Berdasarkan alasan tersebut maka permainan ular tangga dapat digunakan sebagai
media pembelajaran yang menyenangkan dan interaktif bagi siswa. Penggunaan
permainan ular tangga dilaporkan dapat mengoptimalkan dan meningkatkan
aktivitas belajar.
Banyak jenis pembelajaran yang dapat dimasukkan atau disisipkan ke
dalam permainan ini seperti halnya pembelajaran atau pengetahuan mengenai
biodiversitas atau keanekaragaman hayati. Dengan menyisipkan pembelajaran
tersebut diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran sejak dini
mengenai pentingnya menjaga kelestarian keanekaragaman hayati.
Melihat uraian di atas dapat disimpulkan bahwa perlu langkah strategis
dan efektif untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya keanekragaman hayati
terutama di daerah tambang. Anak-anak yang tinggal di sekitar daerah tambang
menjadi agen penting dalam upaya konservasi kenakaragaman hayati terutama
pada waktu yang akan datang. Hal mendasar yang perlu dilakukan adalah
bagaimana cara yang efektif untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya

keanekragaman hayati pada anak-anak. Oleh karena itu, perlu suatu upaya untuk
meningkatkan kesadaran tersebut di kalangan anak-anak. Salah satu upaya yang
dapat dilakukan adalah dengan merancang permainan edukatif berbentuk ular
tangga yang sudah dimodifikasi sehingga mengandung informasi tentang
keanekaragaman hayati terutama di sekitar tambang serta pesan moral untuk
menjaga keanekaragaman hayati tersebut.

III.

METODE PENELITIAN
A. Alat dan Bahan

Alat yang diperlukan adalah satu set permainan ular tangga modifikasi, alat
tulis kantor, kamera, dan perekam. Bahan yang digunakan adalah kuisioner.

B. Prosedur
1. Satu set permainan ular tangga dibagikan untuk dimainkan empat orang anak.
2. Diberikan penjelasan mengenai cara merakit set permainan sebagai bagian dari
persiapan.
3. Aturan permainan dijelaskan dan diperagakan kepada masing-masing pemain.
Adapun aturan lengkapnya dapat dibaca di lampiran 1.
4. Dilakukan observasi terhadap masing-masing pemain.
5. Setelah selesai permainan dilakukan wawancara dan pengisian kuisioner.
IV. JADWAL PELAKSANAAN
Tabel 1. Jadwal pelaksanaan penelitian.
Minggu ke-

No.

Kegiatan

Persiapan dan Survey Lokasi Penelitian

Pelaksanaan Penelitian

Pengambilan Data

Analisis Data dan Penyusunan Laporan

DAFTAR PUSTAKA

Adiputra, M.S., N.W. Suniadewi., N. Faidah. Pengaruh Permainan Edukatif


Terhadap Kemampuan Visual-Spasial Anak Usia Pra Sekolah Di
Playgroup Bimba AIUEO Sanur. K.M.B., Maternitas, Anak, dan Kritis. 2
(2): 27-30

Beck, K., Bergen, M., DeMarco, R., Patel, R., Ocasio, M. and Servatius, R. 2003.
The use of a videogame for assessing sensory-motor and cognitive
interference effects in humans. Proceedings of IEEE 29th Annual
Bioengineering Conference, 264-65 Blumberg, F. (1998). Developmental
differences at play: Childrens selective attention and performance in video
games. Journal of Applied Developmental Psychology. 19(4): 615-24.
Blumberg, F. (1998). Developmental differences at play: Childrens selective
attention and performance in video games. Journal of Applied
Developmental Psychology. 19(4): 615-24.
Djamarah, S. B. 2002. Psikologi Belajar. PT Rineka Cipta. Jakarta. 22 hal.
Kementerian Lingkungan Hidup. 2010. Status Lingkungan Hidup Indonesia.
Jakarta. Hal. 1-126.
Mochamad Indrawan, Richard B Primack dan Jatna Supriatna. 2007. Biologi
Konservasi. Yayasan Obor Inonesia. Jakarta.
M. Husna. 2009. 100 Permainan Tradisional Indonesia. Andi Offset. Yogyakarta.
Mulyanti, Lydia. 2005. 50 Permainan Asyik 6. Anak Didik Imanuel. Yogyakarta.
Oktariani, K. D. 2009. Kualitas hidup anak cermin kualitas bangsa. Diakses dari
http;??karinadwijayatnnr07.blogspot.com/2009/05/paud-4.html
pada
tanggal 14 Februari 2016.
Perrone, C., Clark, D. & Repenning, A. (1996). WebQuest: Substantiating
education in edutainment through interactive learning games. Computer
Networks and ISDN Systems, 28(7), 1307-19. Diakses pada 20 Februari
2016.
http://iw3c2.cs.ust.hk/WWW5/www5conf.inria.fr/fich_html/papers/P36/O
verview.html. [online]
Rosas, R., Nussbaum, M., Cumsille, P., Marianov, V., Correa, M., Flores, P., Grau,
V., Lagos, F., Lopez, X., Lopez, V., Rodriguez, P. and Salinas, M. 2003.
Beyond Nintendo: Design and assessment of educational video games for
first and second grade students. Computers & Education. 40: 71-94.
Suhartini. 2009. Peran Konservasi Keanekaragaman Hayati Dalam Menunjang
Pembangunan yang Berkelanjutan. Prosiding Seminar Nasional Penelitian
Pendidikan dan Penerapan MIPA.Fakultas MIPA. UNY. Yogyakarta.

Wibowo, Mardi. Evaluasi Kerusakan Lingkungan Kawasan Penambangan Batu


Pasir Tufaan di Kecamatan Prambanan dan Sekitarnya, Kabupaten
Sleman. J. Tek. Ling. 7:148-155.
W., Rizky. Santosa. 2013. Dampak pencemaran lingkungan laut oleh perusahaan
pertambangan terhadap nelayan tradisional. Lex Administratum 1(2): 6578.

10

Lampiran 1. Aturan permainan


Permainan ini dapat dimainkan dua sampai empat orang. Masing-masing
pemain berusaha menjalankan pionnya dengan jumlah langkah berdasarkan angka
yang didapatkan setelah pelemparan dadu supaya mencapai kotak ke-100.
Permainan ini akan selesai apabila ada salah satu peserta yang masuk ke kotak ke100. Berikut aturan permainannya:
1. Masing-masing pemain memilih karakter si indo sebagai pionnya.
2. Sebelum memulai permainan setiap pemain menaruh pionnya di luar arena
sebelah kotak satu.
3. Urutan maju berdasarkan angka pelemparan dadu oleh masing-masing pemain.
Pemain dengan angka tertinggi maju pertama. Apabila terdapat angka yang
sama diulang kembali.
5. Permainan ular tangga ini memiliki empat kotak spesial dengan warna yang
berbeda. Masing-masing kotak memiliki perintah yang berbeda:
a.Apabila pion menempati kotak hijau, pemain diharuskan mengambil kartu
berwarna hijau dan mengikuti perintah yang ada.
b. Apabila pion menempati kotak merah, pemain diharuskan mengambil
kartu berwarna merah dan mengikuti perintah yang ada.
c.Apabila pion menempati kotak kuning, pemain lawan setelahnya mengambil
kartu berwarna kuning dan membacakan perintahnya untuk pemain tadi yang
pionnya menempati kotak warna kuning.
d. Apabila pion menempati kotak biru, pemain lawan setelahnya mengambil
kartu berwarna biru dan membacakan perintahnya untuk pemain tadi yang
pionnya menempati kotak warna kuning.
7. Selamat bermain!

11

Lampiran 2. Lembar kuisioner.

LEMBAR KUISIONER
1. Bagaimana pendapat saudara/I mengenai permainan ular tangga modifikasi?
a. Sangat menarik

c. Biasa saja

b. Menarik

d. Kurang menarik

Pendapat tambahan: .

2. Menurut anda, apakah permainan ular tangga modifikasi dapat menjadi media
yang sesuai dalam menyampaikan pesan tentang kenakearagaman hayati?
a. Sangat sesuai

c. Biasa saja

b. Kurang sesuai

d. Tidak sesuai

Pendapat tambahan: .

3. Bagaimana pendapat saudara/I mengenai tingkat kemudahan permainan ular


tangga termodifikasi?
a. Sangat mudah

c. Sulit

b. Mudah

d. Sangat sulit

Pendapat tambahan: .

4. Menurut anda apakah permainan ular tangga modifikasi efektif meningkatkan


kesadaran untuk menjaga keanekaragaman hayati khususnya di daerah Quarry?
a. Sangat efektif

c. Biasa saja

b. Kurang efektif

d. Tidak efektif

12

Pendapat tambahan : .

.
5. Bagaimana antusiasme saudara mengenai permainan ular tanggga ini?
a. Sangat antusias

c. Biasa saja

b. Kurang antusias

d. lainnya ..

Pendapat tambahan : .

.
6. Menurut anda apakah permainan semacam ini perlu dikembangkan sebagai
media secara masssal kepada anak-anak di lokasi Quarry?
a. Sangat perlu

c. Kurang perlu

b. Perlu

d. Tidak perlu

Pendapat tambahan : .

Adakah saran yang ingin saudara sampaikan demi perbaikan permainan ini?

13