Anda di halaman 1dari 3

BAB II

ISI

2.1 Pembahasan

Prinsip kerja resistor adalah dengan mengatur elektron yang bergerak melewati
medium dengan material konduktif tertentu yang kemudian menimbulkan suatu hambatan pada
aliran elektron tersebut. Gerak electron yang mengalir pada medium dapat diartikan sebagai arus
listrik. Oleh karena itu, dengan meninjau hubungan arus listrik dengan besaran besaran listrik,
kita dapat menentukan karakteristik elektron pada resistor.
Hukum Ohm semulanya terdiri atas dua bagian. Bagian pertama tidak lain adalah
definisi hambatan, yakni V = I R. Sering hubungan ini dinamai Hukum Ohm. Akan tetapi, Ohm
juga menyatakan, bahwa R adalah suatu konstanta yang tidak bergantung pada V maupun I.
bagian kedua hukum ini tidak seluruhnya benar. Hubungan V = I R dapat diterapkan pada
resistor apa saja, di mana V adalah beda potensial antara kedua ujung hambatan, dan I adalah
arus yang mengalir di dalamnya, sedangkan R adalah hambatan (atau resistansi) resistor tersebut.
(Frederick J. Bueche: 1989)
Hubungan Beda Potensial dan Arus yang searah dan sesuai dengan hukum Ohm
telah dapat dibuktikan penulis dalam suatu percobaan beberapa waktu yang lalu pada praktikum
fisika dasar 2. Melalui suatu rangkaian dengan nilai R yang diketahui, penulis kemudian
merubah rubah harga kuat arus (I) pada rangkaian dan kemudian menuliskan perubahan V (Beda
Potensial) yang terjadi akibat perubahan I tersebut.
Dari percobaan tersebut diperoleh data:
R=10
Kuat Arus (I)
0.03
0.04
0.05
0.06
0.07

Beda Potensial (V)


0.26
0.38
0.5
0.6
0.7

Dari data tersebut dapat dibuat menjadi grafik dengan V sebagai sumbu X dan I
sebagai sumbu Y.

Hubungan V-I
0.8
0.6
V (Beda Potensial)

f(x) = 11x - 0.06


R = 1

0.4
0.2
0
0.02

0.03

0.04

0.05

0.06

0.07

0.08

I (Kuat Arus)

Grafik yang terbentuk merupakan grafik persamaan linier dan menunjukan hubungan V
dan I yang searah dapat dilihat dari bentuk grafik yang mengarah ke atas.

Prinsip kerja kapasitor


Kapasitor disusun dari dua buah plat sejajar yang dipisahkan oleh bahan dielektrik
( bahan yang tidak bisa menghantarkan listrik ) jika bahan dielektrik tersebut dialiri listrik maka
akan terbentuk kondensator. Kondensator merupakan bagian yang membatasi dua plat sejajar
tersebut. Kapasitansi adalah kemampuan suatu kapasitor untuk menampung elektron . Hal-hal
yang mempengaruhi nilai kapasitansi dari kapasitor adalah luas plat sejajar dan jarak antara
kedua plat sejajar tersebut.

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/3/35/Parallel_plate_capacitor.svg/300px
-Parallel_plate_capacitor.svg.png

Elektron elektron yang sebelumnya tertahan dalam kapasitor akan kembalu


bergerak karena adanya laju perbedaan potensial (V). Akan tetapi pergerakan electron (Arus
electron) yang mengalir tidak akan sama seperti saat sebelum masuk ke kapasitor. Nilai arus
akan berkurang dari keadaan awalnya. Hal ini menunjukan bahwa nilai resistansi pada kapasitor
juga dipengaruhi oleh Arus, sama halnya pada resistor, dan karakteristik electron juga dapat
dilihat dari pengaruh arus pada besaran listrik lain.
Hal yang membedakan resistor dengan kapasitor yaitu, jika pada resistor
perubahan arus akan menimbulkan nilai beda potensial yang stabil (Ditunjukan dengan grafik
linier pada hubungan V-I Resistor), berbeda halnya pada kapasitor. Dalam kapasitor, nilai arus
yang mempungaruhi resistansi nilainya tidak stabil.
Karena
V=

Q
C

Maka,
V IR

Q
=0
C

I=

dQ
dt

I=

V
t
exp
R
RC

( )

Dimana RC adalah konstanta waktu

Dari rumus diatas terlihat bahwa besar I yang mengalir dalam kapasitor
dipengaruhi oleh laju perubahan tegangan terhadap waktu, dimana nilai kapasitansi sebagai
konstanta resistansi yang mempengaruhi berkurangnya arus dalam kapasitor.