Anda di halaman 1dari 13

KEGIATAN

PEMBANGUNAN SALURAN DRAINASE/GORONG-GORONG


PEKERJAAN:
DETAIL ENGGINEER DESAIN (DED)
Drainase Kelurahan Sidorejo, Kelurahan Madurejo dan Desa Pasir Panjang (Arsel)
KECAMATAN ARUT SELATAN
Tahun Anggaran 2013
PASAL 1
PENDAHULUAN
1).Uraian Pendahuluan
Setiap bangunan negara harus diwujudkan dengan sebaik-baiknya, sehingga mampu
memenuhi secara optimal fungsi bangunanya, andal,dan dapat sebagai teladan bagi
lingkungannya sertaberkontribusi positif bagi perkembangan wilayah.Setiap bangunan
negara harus direncanakan, dirancang dengan sebaik-baiknya, sehingga dapat memenuhi
kriteria teknis bangunan yang layak dari segi mutu, biaya dan kriteria administrasi bagi
bangunan negara. Untuk melaksanakan pembuatan perangkat lunak dimaksud perlu
adanya Kerangka Acuan kerja ( KAK ) yang bertujuan untuk :
o

Menjelaskan tujuan dan lingkup konsultansi serta keahlian yang diperlukan.

Sebagai acuan dan informasi bagi para konsultan yang diundang mengikuti
pengadaan dalam rangka menyiapkan kelengkapan administrasi, usulan teknis dan
usulan biaya

Sebagai acuan evaluasi usulan, klarifikasi dan negosiasi dengan calon konsultan,
dasar pembuatan kontrak dan acuan evaluasi hasil kerja konsultan.

2) Latar Belakang
Saat ini begitu banyak permasalahan lingkungan yang terjadi, diantaranya adalah
banjir. Kini banjir sudah umum terjadi di kawasan pedesaan dan perkotaan. Persoalan
ini diakibatkan karena berbagai hal, salah satu penyebabnya adalah kurangnya
perhatian dalam mengelola system drainase. Sistim drainase sendiri terdiri dari empat
macam, yaitu sistem drainase primer, system drainase sekunder, sistem drainase tersier
dan sistem drainase kuarter.Sistem drainase ini memiliki peran dan fungsinya masingmasing. Sudah seharusnya bahwa fungsi drainase ini tidak dialihfungsikan atau
berfungsi ganda sebagai saluran irigasi, yang kini marak terjadi. Alih fungsi ini tidak
hanya menimbulkan satu permasalahan saja, tetapi nantinya akan timbulnya kekacauan
dalam penanganan sistim drainase pula. Permasalahan-permasalahan ini ter jadi akibat
adanya peningkatan debit pada saluran drainase. Penyebab lainnya adalah karena
peningkatan jumlah penduduk, tanah, penyempitan dan pendangkalan saluran, serta
sampah di saluran drainase.Pertama perlu dipahami bahwa masalah banjir adalah
bukan masalah parsial, tetapi masalah yang terintegrasi. Begitu juga penanganannya
harus dilakukan secara terintegrasi. Masalah banjir eratsekali kaitannya dengan sistim

drainase yang kita terapkan, dimana dalam sistim drainase seluruh komponen
masyarakat pasti terlibat.Di dalam mendukung pelaksanaan pembangunan infrastruktur
drainase Perkotaan seperti yang diharapkan, diperlukan suatu perencanaan detail yang
sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat yang tinggal di Kawasan Perumahan
dan Permukiman .
3) Maksud dan Tujuan
Maksud dan tujuan dari pengadaan jasa konsultansi adalah, dalam rangka membantu
Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kotawaringin Barat untuk pembuatan perencanaan
Detail Engineering Design / perangkat lunak tentang drainase sebagai acuan
pelaksanaan fisik pembangunan dan rehabilitasi/pemeliharaan drainase
4)

Lokasi
Untuk melaksanakan perencanaan Detail Engineering Design drainase tersebut diatas
berlokasi di wilayah Kelurahan Sidorejo, Kelurahan Madurejo dan Desa Pasir Panjang,
Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat sesuai yang tertera dalam
DPA SKPD Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kotawaringin Barat Nomor :
. Tanggal : ..

5) Sumber Pendanaan Jasa Konsultansi


Untuk melaksanakan perencanaan Detail Engineering Design drainase diatas, asal
sumber pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten
Kotawaringin Barat Tahun Anggaran 2013. Dana yang dibutuhkan untuk pelaksanaan
kegiatan kurang lebih Rp. 200.000.000,00 (Dua Ratus Juta Rupiah) termasuk Biaya
Pajak PPN
6) Nama dan organisasi pengguna barang/jasa.
Yang memerlukan penyedia jasa konsultansi adalah Dinas Pekerjaan Umum
Kabupaten Kotawaringin Barat, dengan alamat Jalan Sutan Syahrir Nomor 5
Pangkalan Bun. Telepon 21034
1.2) Data Penunjang
1) Data dasar
-

Kontrak perencanaan DED drainase


Peta jaringan drainase Kecamatan Arut Selatan
Daftar ruas drainase Kecamatan Arut Selatan
Daftar harga satuan upah bahan yang telah disahkan oleh Bupati Kotawaringin
Barat
- Data curah hujan dari Meteorologi
- Data geologi / peta daerah gempa
- Data statistik

2) Standar teknis
- Standar perencanaan drainase
- Spesifikasi teknis
- Dokumen pelelangan
3) Studi-studi terdahulu yang pernah dilaksanakan
- Perencanaan Master Plan Drainase / Gorong - Gorong Kel. Sidorejo, Kel. Madurejo
dan Desa Pasir Panjang ( Arsel )
4) Peraturan perundang-undangan yang harus digunakan
-

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 27 Tahun


2007 Tentang Drainase

1.3) Tujuan dan Ruang Lingkup Pekerjaan


1)

Tujuan yang ingin dicapai


Melaksanakan pekerjaan pembuatan perencanaan teknis DED Drainase
lengkap, dengan berorientasi kepada efisien, efektif berhasil guna dan
berdaya guna, yang berarti secara teknis konstruksi dapat
bekerja/dipergunakan sebagaimana mestinya sesuai dengan rencana umur
pelayanan dan dari segi biaya diupayakan semurahmurahnya, dengan
tujuan untuk memudahkan dan memberi arah dalam pelaksanaan pekerjaan
fisik drainasean.

2).

Ruang lingkup pekerjaan yang akan dilaksanakan adalah pembuatan Detail


Enggineer Design ( DED ) Drainase Kelurahan Sidorejo, Kelurahan
Madurejo dan Desa Pasir Panjang, Kecamatan Arut Selatan pada :
Kegiatan Pembangunan Drainase / Gorong - gorong, dengan rincian ruasruas drainase sebagaimana yang tercantum dalam dokumen renja tahun
2013

3)

Keluaran yang akan dihasilkan


Perangkat lunak perencanaan teknis Detail Enggineer Design ( DED )
Drainase Kelurahan Sidorejo, Kelurahan Madurejo dan Desa Pasir
Panjang, Kecamatan Arut Selatan, berupa gambar konstruksi drainase,
perhitungan volume pekerjaan drainase, perhitungan analisa harga satuan
pekerjaan drainase, perhitungan rencana anggaran biaya drainase,
spesifikasi teknis drainase, dokumen pengadaan, laporan hasil perencanaan
Detail Enggineer Design ( DED ) Drainase Kelurahan Sidorejo, Kelurahan
Madurejo dan Desa Pasir Panjang, Kecamatan Arut Selatan, dengan
Tahapan Pelaksanaan Perencanaan Teknis sebagai berikut :

a) Survei lapangan
Reconnaissance Survei
(1) Umum
Reconnaissance survei atau survei pendahuluan bertujuan untuk
mengumpulkan data pendukung untuk melaksanakan survei detail
dan mengumpulkan data lainnya untuk melengkapi data survei
detail, soil dan desain drainase.
(2) Lingkup Pekerjaan
(a) Sebelum ke lapangan, menyiapkan peta dasar berupa peta
jaringan drainase dan peta-peta pendukung lainnya, yang akan
dipergunakan untuk menentukan trase drainase dan titik
awal/akhir trase drainase secara garis besar, dengan
menunjukkan beberapa alternatif drainase dan dimintakan
persetujuan kepada pengguna jasa.
(b) Mempelajari lokasi rencana drainase, lokasi gorong-gorong dan
daerah-daerah sekitarnya dari segi geografis secara umum
(c) Mempelajari dan menganalisa data curah hujan pada daerah
rencana drainase dan lokasi gorong-gorong melalui pengamatan
yang telah ada atau pada jawatan Meteorologi setempat
(d) Menganalisa secara visual keadaan tanah dasar pada daerah
rencana trase jalan lokasi jembatan
(e) Mengumpulkan data yang diperlukan untuk kemungkinan
diperlukan pemasangan jembatan, gorong-gorong dan
bangunan pelengkap jalan.
(f) Membuat foto dokumentasi lapangan pada lokasi-lokasi
penting pada butir b,c dan e.
(g) Mengumpulkan data yang berupa informasi mengenai harga
satuan dan biaya hidup sehari-hari
(h) Membuat laporan lengkap perihal butir a s/d g dan memberikan
saran-saran yang diperlukan untuk pekerjaan konstruksi
drainase/gorong-gorong, dengan memperbandingkan alternatif
drainase/gorong-gorong yang diambil

Pengukuran Topografi Lapangan


(1) Umum
Pengukuran topografi dilakukan sepanjang ruas drainase dan
sekitar lokasi gorong-gorong, sesuai dengan yang telah ditetapkan
pada saat survei pendahuluan yang telah dilakukan. Pekerjaan
pengukuran topografi adalah kegiatan pengumpulan data
permukaan bumi, penghitungan dan membuat peta dengan skala
tertentu serta disajikan pada lembaran kertas. Pengukuran topografi
dilakukan sepanjang sekitar lokasi drainase dengan radius 200
meter dengan mengadakan tambahan pengukuran detail
(pengukuran khusus) pada tempat yang memerlukan, misalnya
pada
lokasi
yang
direncanakan
dibangun
goronggorong/jembatan/bangunan pelengkap/timbunan/ dan pada stasionstasion tertentu.
Pekerjaan pengukuran topografi terdiri dari 2 bagian pekerjaan
yaitu sebagai berikut :
(a) Pekerjaan perintisan untuk pengukuran
(b) Pekerjaan pengukuran, yang terdiri dari : pengukuran titik
kontrol horizontal dan vertical, pengukuran situasi dan
pengukuran-pengukuran khusus
(3) Pekerjaan Pengukuran Drainase
Pekerjaan pengukuran topografi sedapat mungkin dilakukan
sepanjang rencana drainse (mengikuti tangkapan air) dengan
mengadakan pengukuran-pengukuran tambahan pada daerah
persilangan dengan sungai lainnya sehingga memungkinkan
diperolehnya standar yang ditentukan.
Awal pengukuran dilakukan pada tempat yang mudah dikenal dan
aman, pada pengukuran lanjutan harus dimulai dari titik poligon
dan untuk kontrol tinggi dari patok beton (BM) yang masih baik,
belum berubah keadaannya dan diketahui koordinat/ketinggiannya.
Awal dan akhir proyek hendaknya dikaitkan pada titik-titik tetap.
Kegiatan pengukuran terdiri dari :
-

Pengecekan dan koreksi alat ukur


Semelum dilakukan pengukuran, harus dilakukan pengecekan
dan koreksi alat-alat ukur yang akan digunakan. Pengecekan
harus dilakukan di lokasi pekerjaan.
Pengecekan theodolite harus memenuhi syarat-syarat :

Sumbu I vertical, dengan koreksi nivo kotak dan nivo


tabung
Sumbu II tegak lurus sumbu I
Kesalahan kolimasi horizontal = 0
Kesalahan indek vertical = 0

Pengecekan waterpass, harus memenuhi syarat-syarat :


- Sumbu I vertical, dengan koreksi nivo kotak dan nivo
tabung
- Garis bidik harus sejajar dengan garis arah nivo
-

Pengukuran Titik Kontrol Horizontal


Pengukuran titik kontrol horizontal dilakukan dalam bentuk
poligon. Sisis poligon atau jarak antara titik poligon maksimum
100 meter, diukur dengan pegas ukur (meteran) atau alat ukur
jarak elektronik. Patok-patok titik poligon adalah patok kayu,
sedangkan patok-patok untuk titik ikat (BM) adalah dari kayu
ulin atau pipa paralon diisi adukan beton. Sudut-sudut poligon
diukur dengan alat theodolitr dengan ketelitian dalam second
(yang mudah/umum dipakai adalah theodolite jenis T2, atau
Wild atau yang setingkat lebih tinggi). Titik-titik ikat BM harus
diukur sudutnya dengan alat yang sama dengan alat pengukuran
poligon dan jaraknya diukur dengan pegas ukur (meteran).
Ketelitian untuk pengukuran poligon adalah sebagai berikut :
Kesalahan sudut yang diperbolehkan dalam 10 kali akar
jumlah titik poligon. Kesalahan azimuth pengontrol tidak lebih
dari 5.
Pengamatan matahari dilakukan pada titik awal proyek dan
pada setiap jarak 5 km ( 60 titik poligon) serta pada titik akhir
pengukuran.
Pengamatan pada setiap titik dilakukan dalam 4 seri rangkap ( 4
biasa dan 4 luar biasa).

Pengukuran Titik Kontrol Vertikal


Jenis alat yang dipergunakan untuk pengukuran ketinggian
adalah Waterpassing Orde II
Untuk pengukuran ketinggian dilakukan dengan doble stand
dilakukan 2 kali berdiri alat.
Rambu ukur yang dipakai harus dalam keadaan baik dalam arti
pembagian skala jelas dan sama
Setiap kali pengukuran dilakukan pembacaan ketiga
benangnya, dalam satuan millimeter, yaitu benang atas (BA)

benang tengah (BT) dan benang bawah (BB). Sebagai kontrol


pembacaan adalah 2 BT = BA+BB.
-

Pengukuran Situasi
Pengukuran situasi dilakukan dengan system tachymetri
Ketelitian alat yang dipakai 30 (sejenis dengan theodolite TO).
Pengukuran situasi daerah sepanjang jalan/sekitar
harus
mencakup semua detail topografi dan keterangan-keterangan
yang ada di daerah rencana jalan tersebut. Untuk tempat-tempat
perpotongan dengan jalan lain, pengukuran harus diperluas.
Tempat-tempat sumber material jalan yang terdapat di sekitar
jalur jalan perlu dicatat, diberi tanda di atas peta dan difoto
(jenis dan lokasi material).

Pengukuran Penampang Memanjang dan Melintang


Pengukuran
penampang
memanjang
dimaksudkan untuk menentukan arah air.

dan

melintang

Pengukuran penampang memanjang dilakukan sepanjang


rencana drainase. Peralatan yang dipakai untuk pengukuran
penampang memanjang sama dengan yang dipakai untuk
pengukuran titik kontrol vertical (WP.II)
Pengukuran penampang melintang, pada daerah datar dan
landai dilakukan setiap 50 meter dan pada daerah-daerah
tikungan setiap 25 meter.
Khusus untuk perpotongan dengan sungai dilakukan dengan
ketentuan khusus.
Servei Hidrologi
(1) Tujuan
Survei hidrologi bertujuan untuk mencari data yang diperlukan
dalam analisa hidrologi dan selanjutnya dapat dipakai dalam
perencanaan drainase. Sedangkan perencanaan drainase sangat
diperlukan untuk penentuan jenis dan dimensi dari bangunan
bangunan drainase
(2) Lingkup Pekerjaan
Kegiatan-kegiatan yang dilakukan pada umumnya meliputi :
-

Menganalisa pola aliran untuk mendapatkan alur drainase


yang paling aman dilihat dari pengaruh pola aliran tersebut.

Mengambil data curah hujan dan banjir tahunan dari


sumber-sumber yang bersangkutan dan menentukan hujan

rencana yang selanjutnya dapat dipakai untuk menentukan


rencana dengan metode-metode
-

Dari data lapangan dan hasil penghitungan tersebut diatas,


selanjutnya menentukan jenis dan dimensi bangunan
drainase yang diperlukan seperti jenis saluran samping dan
dimensinya, jenis dimensi gorong-gorong dan jenis
jembatan yang diperlukan.

Membuat laporan lengkap mengenai perihal tersebut diatas


yang meliputi penghitungan, grafik, table, gambar/sketsa
dan saran-saran yang diperlukan.

Penyelidikan Tanah dan Sumber Material (Untuk Desain drainase dan


gorong - gorong )
(1) Maksud dan Tujuan
Maksud dari penyelidikan geoteknik disini adalah pemetaan
geologi teknik detail, termasuk pemetaan tanah dasar dan
sebagainya di sepanjang rencana jdrainase dengan tujuan
memberikan informasi/ gambaran secara menyeluruh. Penyelidikan
tanah bertujuan untuk mengetahui lapisan dasar dan konstruksi
yang diperlukan. Penyelidikan mekanika tanah meliputi
penyelidikan tanah dan penyelidikan sumber material serta
memperkirakan jumlah deposit yang ada di sekitar proyek yang
akan dipakai untuk pekerjaan pembangunan drainase dan bangunan
pelengkap lainnya. Pekerjaan ini dimaksudkan untuk menyelidiki
mengenai jenis dan struktur lapisan tanah serta index dan struktur
properties yang diperoleh di lapangan dan laboratorium.
(2) Penyelidikan Material
Yang dimaksud sumber material disini adalah material yang akan
dipergunakan bagi bahan-bahan konstruksi drainase dan bangunan
pelengkap lainnya. Penyelidikan material seperti pasir, batu dan
kerikil dilakukan dengan mempertimbangkan jenis dan tingkat
gradasinya, yang dilakukan cukup secara visual. Dalam
penyelidikan
sumber
material
ini
konsultan
harus
mempertimbangkan jumlah deposit, transport dan kepemilikan
lokasi. Penyelidikan material dilakukan dengan cara pengamatan
secara visual di lapangan di sekitar lokasi . Hal-hal yang perlu
diinventarisir dalam penyelidikan ini antara lain :
-

Jenis quarry dan jenis materialnya (contohnya diambil)


Perkiraan volume material yang tersedia
Jarak lokasi quarry ke lokasi jalan/jembatan
Kesulitan-kesulitan yang mungkin timbul pada saat ekploitasi
(bila ada)

(3)

Perhitungan Volume Pekerjaan Pelaksanaan Fisik


(a).Daftar volume pekerjaan disusun menurut pay item/mata
pembayaran di dalam dokumen kontrak
(b) Volume pekerjaan tanah dihitung dari gambar cross sction
setiap 50 meter

(4)

Penghitungan Biaya Pelaksanaan Fisik Pembuatan Jalan


(a)
(b)
(c)
(d)
(e)

Perhitungan harga satuan untuk setiap pay item


Perkiraan biaya untuk segmen drainase permeter
Daftar harga satuan upah dan bahan dilampirkan
Daftar analisa harga satuan pekerjaan dilampirkan
Jadwal waktu pelaksanaan pekerjaan dilampirkan

(5) Laporan-Laporan
Sebagai hasil produk kegiatan konsultan, akan dituangkan dalam 2
(dua) jenis laporan, yang harus diserahkan secara berurutan sesuai
dengan tahapan dan jadwal pelaksanaan. Laporan kegiatan
pekerjaan Detail Engineering Design (DED) Drainase Pemukiman
yang harus diserahkan konsultan terdiri dari :Laporan Pendahuluan
( inception report)
(a)Laporan pendahuluan (inception report)
Merupakan laporan hasil temuan awal, metodoiogi
dan
pendekatan serta rencana kerja yang akan dilaksanakan penyedia
jasa konsultansi dalam menangani pekerjaan ini. Laporan
pendahuluan, sudah harus diserahkan 15 (lima belas) hari
kalender setelah diterbitkan SPMK dan dinyatakan diterima
setelah dilakukan konsultasi serta pembahasan dengan Tim
Teknis. Jumlah laporan yang diserahkan sebanyak 5 ( Lima )
buku. Garis besar laporan pendahuluan berisi:
- Temuan awal dan gambaran umum lokasi.
- Jadwal penugasan Tenaga Ahli serta tanggung jawabnya
- Metodologi dan pendekatan.
- Rencana Kerja dan Jadwal Pelaksanaan Kegiatan Konsultan.
(b) Laporan Akhir ( final report )
Laporan ini merupakan laporan akhir detail perencanaan teknis
infrastruktur drainase dengan mengakomodir semua masukan masukan hasil diskusi dari konsep laporan akhir yang sudah
disetujui tim teknis. Masing-masing jenis laporan dibuat rangkap
8 (delapan) serta diserahkan selambat-lambatnya 90 (sembilan
puluh) hari kalender setelah diterbitkan SPMK. Keluaran yang
dihasilkan dari kegiatan ini adalah merupakan produk yang jelas
dan konsisten serta disajikan dalam sistematika yang baik.

Adapun bentuk keluaran laporan yang harus diserahkan oleh


Konsultan adalah sebagai berikut:
o
o
o
o
o
o

Rencana Kerja dan Syarat Syarat.


Rencana Anggaran Biaya ( RAB )
Rencana Anggaran Biaya ( RAB )
Gambar Perencanaan dalam ukuran kertas A3
Soft Copy hasil DED
Laporan Akhir

4) Keterkaiatan antara suatu keluaran dengan keluaran lain


Perangkat lunak / perencanaan teknis jalan/jembatan yang dihasilkan
dipergunakan sebagai bahan acuan dalam pengadaan pembangunan
drainase baik dalam tahap pengadaan calon penyedia jasa maupun dalam
tahap implementasi/pelaksanaan fisik drainase. Tanpa adanya perangkat
lunak, dalam pelaksanaan fisik drainase akan mengalami hambatan /
kesulitan, sehingga keluaran/produk perencanaan ini kaitannya dengan
keluaran fisik drainase.
5) Peralatan dan material yang disediakan oleh pengguna barang/jasa
Pengguna barang/jasa tidak menyiapkan peralatan dan material, akan
tetapi menyiapkan dana untuk mengupayakan tersedianya peralatan dan
material yang dipergunakan untuk pembuatan DED drainase tersebut
6) Peralatan dan material yang harus disediakan oleh konsultan
Dengan dana yang disiapkan oleh pengguna barang/jasa, maka penyedia
jasa konsultansi harus mengupayakan tersedianya peralatan dan material
yang diperlukan untun menunjang kelancaran pembuatan DED drainase
dimaksud.
7) Lingkup kewenangan yang dilimpahkan kepada konsultan
Pengguna jasa konsultansi menyerahkan sepenuhnya kepada penyedia jasa
konsultansi atas penyelesaian perencanaan teknis jalan/jembatan, yang
mengacu kepada disiplin ilmu dan ketentuan / peraturan pengadaan
barang/jasa pemerintah.
8) Perkiraan jangka waktu penyelesaian pekerjaan jasa konsultan
Untuk menyelesaikan pembuatan DED drainase tersebut diatas, pengguna
jasa menyediakan waktu selama 90 ( sembilan puluh) hari kalender.
9) Kualifikasi dan jumlah tenaga ahli yang harus disediakan oleh konsultan
perkiraan seluruh tenaga ahli/tenaga pendukung yang diperlukan (jumlah
person-months) dan jadwal setiap tahapan pelaksanaan pekerjaan
(a) Kualifikasi dan tenaga Ahli
Team Leader
Team Leader 1(satu) orang, minimal
berpengalaman dibidangnya selama 4 tahun

lulusan

S.1

sipil,

Senior Asisten Ahli Perencana Drainase


Senior Asisten Ahli Perencana Drainase 1 (satu) orang, minimal
lulusan S.1 sipil, berpengalaman dibidangnya selama 3 tahun
Senior Asisten Ahli Geodesi
Senior Asisten Ahli Geodesi 1 (satu) orang , minimal lulusan S.1
sipil, berpengalaman dibidangnya selama 3 tahun
Surveyor
Surveyor 4 (empat) orang, minimal lulusan S.1 sipil,
berpengalaman dibidangnya selama 0 (nol) tahun sampai 3 (tiga)
tahun
Operator Komputer
Operator komputer, minimal lulusan
mengoperasikan aplikasi Word, Exel, Acad.

SMU

dan

cakap

Operator Auto Cad


Operator Auto Cad 2 (dua) orang, minimal lulusan S.1 Arsitek,
berpengalaman dibidangnya selama 0 (nol) tahun sampai 3 (tiga)
tahun
Tenaga Adminstrasi
Tenaga Administrasi, minimal lulusan
mengoperasikan aplikasi Word, Exel.

SMU

dan

cakap

(b) Uraian Tugas


Team Leader, tugas dan tanggung jawabnya meliputi hal seperti
diuraikan dibawah ini, tetapi tidak terbatas antara lain :
Bertanggung jawab atas laporan hasil perencanaan yang
diserahkan kepada pengguna jasa

Memiliki inisiatif, inofatif, tanggung jawab dan professional


dalam menyelesaikan hasil rancangannya

Mendiskusikan penjadwalan, pentahapan serta hasil lainnya


dengan pengguna jasa selama proses pelaksanaan pekerjaan

Mengkoordinir semua anggota tim dalam menyelesaikan


pekerjaan serta menghubungi instansi-instansi lain yang terkait
dalam menyelesaikan pekerjaan.

Senior Asisten Ahli Perencana Drainase, tugas dan tanggung


jawabnya merencanakan dan melaksanakan semua kegiatan dalam
pekerjaan yang mencakup perencanaan yang berkaitan dengan
hidrologi air, stabilitas dan kekuatan tanah serta memberikan
masukan kepada Tenaga Ahli lainnya yang terkait meliputi hal
seperti diuraikan dibawah ini, tetapi tidak terbatas antara lain :

Bertanggung jawab atas laporan hidrologi, perhitungan tinggi


muka air banjir sampai periode 50 tahunan, tinggi muka air
normal, tinggi muka air rendan dan perhitungan
gerusan/sedimentasi serta laporan mengenai morfologi sungai
yang ada

Bekerja sama dengan personil lainnya dalam satu tim untuk


menyelesaikan permasalahan yang timbul secara terpadu

Senior Asisten Ahli Geodesi , tugas dan tanggung jawabnya


meliputi hal seperti diuraikan dibawah ini, tetapi tidak terbatas
antara lain :

Bertanggung jawab atas laporan dan gambar topografi yang


diserahkan kepada pengguna jasa

Bekerja sama dengan personil lainnya dalam satu tim untuk


menyelesaikan permasalahan yang timbul secara terpadu

Mengerti dan dapat mengoperasikan peralatan pemetaan/alat


ukur seperti TO, T2, GPS dan sebagainya

Surveyor, tugas dan tanggung jawabnya meliputi hal seperti


diuraikan dibawah ini, tetapi tidak terbatas antara lain :

Bertanggung jawab atas terlaksananya pelaksanaan survei


lapangan

Bekerja sama dengan personil lainnya dalam satu tim untuk


menyelesaikan permasalahan yang timbul secara terpadu

Operator Komputer, tugas dan tanggung jawabnya meliputi hal


seperti diuraikan dibawah ini, tetapi tidak terbatas antara lain :

Bertanggung jawab atas terlaksananya pengetikan hasil


perencanaan DED drainase

Bekerja sama dengan personil lainnya dalam satu tim untuk


menyelesaikan permasalahan yang timbul secara terpadu

Operator Auto Cad, tugas dan tanggung jawabnya meliputi hal


seperti diuraikan dibawah ini, tetapi tidak terbatas antara lain :

Bertanggung jawab atas terlaksananya pembuatan gambar


konstruksi drainase

Bekerja sama dengan personil lainnya dalam satu tim untuk


menyelesaikan permasalahan yang timbul secara terpadu

Tenaga Administrasi, tugas dan tanggung jawabnya meliputi hal


seperti diuraikan dibawah ini, tetapi tidak terbatas antara lain :

Bertanggung jawab atas penyusunan dan pengarsipan laporan


laporan hasil perencanaan DED drainase

Bekerja sama dengan personil lainnya dalam satu tim untuk


menyelesaikan permasalahan yang timbul secara terpadu

(c) Jadwal Pentahapan Pekerjaan dan Personil (person-mounths)


Tahap pelaksanaan survei lapangan, personil yang diperlukan .
() orang, waktu yang diperlukan selama () hari
Tahap pengolahan data di laboratorium, pengolahan data di kantor
yang meliputi engineering/perencanaan teknis, penggambaran
konstruksi, penghitungan analisa harga satuan pekerjaan,
penghitungan volume pekerjaan, penghitungan rencana anggaran
biaya, pembuatan spesifikasi teknis, pembuatan dokumen
pengadaan/RKS, pembuatan laporan pendahuluan, laporan interim,
laporan akhir pekerjaan, personil yang diperlukan sebanyak ..
(.) orang. Waktu yang diperlukan selama .. ()
hari.
7) Penutup
Kerangka Acuan Kerja ini dibuat berdasarkan Pengetahuan, Pemahaman dan
Pengalaman Lapangan dalam pekerjaan yang sejenis, akan tetapi tidak menutup
kemungkinan penyesuaian Kondisi Lapangan yang ditemui selama penyelenggaraan
Penyediaan Jasa Konsultansi DED ini berlangsung. Setelah Kerangka Acuan Kerja
(KAK) ini diterima maka konsultan hendaknya memeriksa semua masukan yang
diterima dan mencari bahan informasi yang dibutuhkan.
Kuasa Pengguna Anggaran,
Kegiatan Pembangunan Saluran Drainase/Gorong-Gorong
Tahun Anggaran 2013
Ir. ALYONO
NIP. 19610624 199503 1 001