Anda di halaman 1dari 10

TAMBAHAN

A. DAYA BUNUH BISA ULAR


1. Ular Derik
Ular derik adalah jenis ular yang hanya bisa ditemukan di daratan amerika,
ular ini mudah dikenali dengan suara derik yang berasal dari ekornya.
Sebenarnya ular ini masih tergolong dari Pit Viper yang mampu menyerang
dengan jarak hingga dua pertiga panjang tubuhnya. The East Diamondback
(Si

Punggung

Berlian

Timur)

merupakan

spesies

yang

paling

berbahaya/berbisa diamerika utara.


Uniknya ternyata jenis ular muda dianggap lebih berbahaya daripada ular
dewasa dikarenakan ketidak mampuannya mengontrol jumlah racun yang
disuntikkan.Sebagian besar ular derik memiliki racun hemotoxic yang mampu
menghancurkan organ tubuh dan mengakibatkan koagulopati (pembekuan
darah). Bahkan pada puncak tertentu gigitannya dapat mengakibatan
kerusakan permanen meskipun telah dirawat secara itensif. Hasilnya bagian
tergigit harus diamputasi bahkan dan lebih buruk lagi dapat mengakibatkan
kematian. Namun dengan menggunakan Antivenin resiko kematian masih bisa
dikurangi sebanyak 4 %.
2. Ular Death Adder
Tepatnya disebut The Death Addear, ditemukan di Australia dan Papua
Nugini. Ular ini adalah jenis ular pemburu yang biasa menyerang mangsanya
dengan menyergap secara diam diam juga dikenal sebagai ular yang
memangsa sesama ular. Death Adder mempunyai bentuk yang mirip dengan
ular beludak seperti kepala berbentuk segitiga, pendek, dan lebar. Saat
menggigit mereka menyuntikkan 40 100 mg bisanya, dan perlu diketahui
gigitan

ular

ini

termasuk

yang

paling

berbahaya

didunia.

Racun neurotoxin yang dikeluarkan melalui gigitan dapat menyebabkan


kematian dalam 6 jm dikarenakan gagal pernapasan. Gejala puncak dapat
dilihat sekitar 24 48 jam setelah mengalami gigitan. Awalnya tingkat
kematian akibat gigitan Death Adder mencapai 50%, namun sejak

ditemukannya Antivenin gigitan Death Adder sudah bisa disembuhkan. Hal


ini dikarenakan Antivenin mampu memperlambat penyebaran toxin didalam
tubuh. Death Adder juga dikenal dengan ular yang mampu menyerang
tercepat didunia, dari posisi diam-mematuk-kembali ke posisi semula hanya
membutuhkan waktu 0,13 detik.
3. Viper
Vipers bisa ditemukan hampir seluruh dunia, tetapi bisa dibilang yang paling
berbisa adalah Saw Viper dan Chain Viper, yang banyak ditemukan di
wilayah Timur Tengah dan Asia Tengah, khususnya India, Cina dan Asia
Tenggara. Viper merupakan jenis ular yang dikenal agresif dan bersifat
nokturnal, selalu aktif setelah hujan. Sebagian besar spesies ini memiliki
racun yang menyebabkan gejala dimulai dengan rasa sakit di bekas gigitan,
selanjutnya diikuti dengan pembengkakan yang cukup ekstrim. Salah satu
akibat gigitan yang paling umum adalah pendarahan pada gusi, penurunan
tekanan darah dan denyut jantung. Serta rasa panas pada bekas gigitan.
Nekrosis biasanya hanya terbatas pada otot dekat gigitan, tetapi bisa jadi lebih
parah pada keadaan tertentu. Dari sepertiga kasus akibat penderita gigitan
viper mengalami muntah muntah dan wajah yang membengkak. Nyeri berat
pada kepala dapat berlangsung selama 2-4 minggu. Seringkali pembengkakan
puncak pada bekas gigitan terjadi pada 48-72 jam. Kematian akibat
septikemia, sesak nafas atau kegagalan jantung biasa terjadi 1-14 hari atau
lebih pasca gigitan.
4. Cobra Philipina
Cobra Philipina merupakan jenis ular yang mempunyai racun paling
mematikan dari semua jenis Cobra. Mereka mampu menyemburkan bisanya
hingga sejauh 3 meter. Bisanya merupakan neurotoksin yang mampu
mengganggu fungsi jantung dan pernafasan yang dapat mengakibatkan
neurotiksisitas, paralis pada pernafasan dan juga kematian dalam setengah
jam.

Gigitan

hanyamengakibatkan

luka

kecil,

namun

neurotoksin

mengganggu transmisi sinyal saraf neuron otot. Gejalanya antara lain adalah
kepala, mual, muntah, sakit perut, diare, pusing, kolaps dan kejang-kejang.
5. Ular Harimau (Tiger Snake)
Hidup di wilayah Australia, Ular Harimau memiliki racun neurotoksik yang
sangat ampuh. Gigitannya dapat mengakibatkan kematian dalam waktu 30
menit, namun jika korban mempunyai kondisi fisik cukup bagus biasanya
mampu bertahan dalam waktu 6-24 jam. Sebelum antivenin dikembangkan,
tingkat kematian akibat dari gigitan Ular Harimau mencapai 60-70%.
Gejalanya bisa berupa rasa sakit pada bagian kaki dan leher, kesemutan, mati
rasa, berkeringat, kesulitan bernafas dan bahkan kelumpuhan. Ular Harimau
umumnya akan bersembunyi jika bertemu musuh, namun bisa menjadi cukup
agresif saat terpojok, dan mampu menyerang dengan akurasi yang tinggi.
6. Black Mamba
Black Mamba banyak ditemukan di wilayah benua Afrika. Mereka dikenal
sangat agresif dan menyerang dengan serangan yang mematikan. Black
mamba juga mendapat gelar ular darat tercepat didunia yang mampu
menempuh kecepatan hingga 20 km/jam. Ular ini sangat menakutkan karena
bisa menyerang hingga 12 kali berturut-turut dan sebuah gigitan mampu
membunuh 10 25 orang dewasa. Bisa Black Mamba merupakan jenis
neurotoksin yang mampu menyebar dengan cepat. Dalam setiap gigitannya
bisa yang disuntikkan pada korban sekitar 100-120 mg, namun namun
terkadang dapat mencapai 400 mg. Dalam 50% kasus hanya dengan 0,25 mg
bisa yang telah memasuki pembuluh darah cukup untuk membunuh manusia.
Gejala awal dari gigitan adalah rasa nyeri pada luka, meskipun tidak separah
ular dengan hemotoxins. Korban kemudian mengalami kesemutan di mulut
dan kaki, penglihatan ganda dan kabur, linglung, demam, air liur berlebihan
(mengeluarkan busa dari mulut dan hidung) dan mengalami ataksia (hilangnya
kontrol otot/kejang). Jika korban tidak menerima perhatian medis secepatnya,
gejala akan berkembang menjadi sakit perut yang parah, mual, muntah, pucat,
shock, nefrotoksisitas, toksisitas cardio dan kelumpuhan. Akhirnya korban

mengalami kejang-kejang, sesak napas, koma dan berujung pada kematian.


Bila tidak segera diatasi dengan antivenin, tingkat kematian hampir 100%,
dan merupakan yang tertinggi dari semua ular berbisa. Tergantung pada pada
tingkat gigitan, kematian bisa terjadi antara 15 menit - 3 jam setelah gigitan.
7. Taipan
Berada di Australia, bisa ular Taipan cukup kuat untuk membunuh 12.000
marmut. Bisa Taipan sangat neurotoksik dan bekerja dengan membekukan
darah yang menutup saluran pembuluh darah. Sebelum munculnya sebuah
antivenin korban gigitan Taipan tidak terdeteksi, dan kematian biasanya
terjadi dalam waktu satu jam setelah gigitan. Bahkan setelah diberi antivenin,
korban harus tetap dirawat secara intensif. Dari segi morfologi, ekologi dan
perilaku ular Taipan dianggap sma dengan Black Mamba
8. Ular Welang
Othe Malayan atau Blue Krait atau Ular Welang, sejauh ini merupakan spesies
yang paling mematikan. Dapat ditemukan di seluruh Asia Tenggara dan
Indonesia. 50% dari gigitan dari Ular Welang sangat mematikan dan berakibat
fatal, bahkan setelah diatasi dengan antivenin. Ular Welang merupakan jenis
nokturnal, berburu dan memangsa ular lainnya, bahkan terkadang memangsa
sesamanya. Lebih agresif didalam kegelapan. Namun, secara umum ular ini
cukup pemalu dan lebih memilih bersembunyi daripada melawan. Bisanya
merupakan neurotoxin yang 16 kali lebih kuat dari bisa seekor Cobra. Dengan
cepat mengakibatkan kelumpuhan otot dengan dengan menghalangi fungsi
impuls saraf. Selanjutnya diikuti masa eksitasi parah (kram, tremor, kejang)
dan akhirnya lumpuh total. Untungnya gigitan Ular Welang jarang terjadi
dikarenakan sifat nokturnal mereka. Sebelum pengembangan antivenin,
tingkat kematian akibat gigitan adalah 85%. Bahkan meskipun telah diberi
antivenin dengan cepat, belum tentu menjamin keselamatan hidup korban.
Kematian biasanya terjadi 6-12 jam setelah mengalami gigitan.
9. Eastern Brown Snake
1/14.000 ons bisa ular ini cukup untuk membunuh manusia dewasa. Terdiri
dari berbagai spesies, ular Easter Brown merupakan jenis yang paling

berbisa. Sayangnya, habitat yang disukai juga di sepanjang pusat populasi


utama Australia. East Brown dapat bergerak cepat, terkadang agresif dalam
keadaan tertentu dan sudah dikenal sering mengejar orang/hewan dan
berulang kali menganggu mereka (ular pendendam rupanya hahaha).
Meskipun masih remaja ular ini sudah mampu membunuh manusia. Bisanya
mengandung neurotoksin dan koagulan darah. Untungnya dari sekian kasus
gigitan hanya setengahnya mengandung racun, dan jika memungkinkan ular
ini memilih untuk tidak menggigit. Mereka hanya bereaksi pada gerakan, jadi
jika kita bertemu Eastern Brown di alam liar sebaiknya jangan bergerak agar
tidak digigit.
10. Ular Fierce atau Inland Taipan
Ular ini memang layak berada di urutan pertama. Inland Taipan merupakan
jenis ular berbisa memiliki racun paling mematikan dari semua spesies ular
tanah di dunia. Hanya dengn bisanya sebanyak 110mg, Inland Taipan mampu
membunuh 250.000 tikus atau setara dengan 100 manusia!
Luar biasa bukan. Dengan LD/50 dari 0.03mg/kg, ini sama saja 10 kali lebih
kuat dari jenis ular Mojave, dan 50 kali lebih kuat daripada Cobra biasa.
Beruntunglah Inland Taipan tidak terlalu agresif dan jarang ditemui oleh
manusia di alam liar. Belum ada korban jiwa pernah tercatat meskipun
berpotensi membunuh manusia dewasa dalam waktu 45 menit.

B. DAYA BUNUH BISA LABA-LABA


1.

Black Widow Spider atau laba-laba janda hitam (Latrodectus hasselti)


Black Widow adalah laba-laba yang sangat terkenal karena racunnya yang
mematikan. Laba-laba janda hitam dapat dikenal melalui tanda di perutnya,
berwarna merah berbentuk jam pasir pada perut mereka. Mereka dapat
ditemukan di daerah beriklim sedang di seluruh dunia. Merupakan laba-laba

penghasil racun neurotoxic yang sangat berbahaya. Tersebar hingga ke seluruh


penjuru dunia di lima benua. Racun atau bisanya berbahaya, 10 kali lipat lebih
kuat dari ular derik. Gigitannya bisa menyebabkan sakit otot, nausea dan
gangguan pada diafragma pernapasan walaupun tidak sampai menimbulkan
kematian pada orang dewasa tetapi sangat fatal untuk anak kecil dan lansia
(lanjut usia).
2.

Laba-Laba Pertapa Chili Coklat


Laba-Laba Pertapa Chili Coklat dikenal dengan nama lain, Chilean recluse
spider, laba-laba ini dianggap paling berbahaya dari jenis family Sicariidae dan
bisanya dapat menyebabkan reaksi sistemik pada tubuh manusia yang berujung
pada kematian. Dengan ukuran tubuh 8 sampai 40 mm dan berwarna coklat
dengan garis hitam, leher binatang ini mirip seperti biola dan mempunyai habitat
di kawasan Amerika Selatan. Dalam sebuah riset dinyatkan bahwa bisanya
mengandung

Dermonecrotic,

enzim

Sphingomyelinase

yang

bisa

menyebabkan iskemia dan nekrosis trakea karena enzim ini menghambat sintesis
DNA dan menyebabkan kematian sel dalam hitungan harian.
3.

Laba-Laba Merah Hitam


Laba-Laba Merah Hitam dikenal dengan nama Redback spider, laba-laba
beracun ini terdapat dikawasan Australia dengan ciri khas warna merah hitam
pada tubuhnya dimana panjang tubuh betina sekitar 10 mm dan 3 sampai 4 mm
pada jantan. Hewan ini sangat berbahaya bagi manusia karena mempunyai
bersifat neurotoksin dan menyebabkan gejala Latrodectism pada manusia
dengan timbulnya nyeri ringan dan dikabarkan tidak pernah menyebabkan
kematian pada manusia.

4.

Tarantullas
Tarantula Fringed Ornamental Disebut dengan nama lain Poecilotheria ornate,
laba-laba ini berukuran sangat besar dan bulu berbentuk ornamen menyusuri.
Panjang kakinya dapat mencapai 25 cm, terbesar kedua dalam genus
Poecilotheria. Binatang ini merupakan endemik dan banyak ditemukan di hutanhutan di negara Srilangka, tinggal di lubang pohon tinggi dan membuat jarring-

jaring berbentuk corong asimetrik. Memang tidak pernah dilaporkan ada


manusia meninggal akibat sengatan tarantula, namun bisa nya dapat
menyebabkan rasa sakit dank ram pada otot. Tarantulla di bagi menjadi dua yaitu
New-World Tarantullas dan Old-World Tarantullas. Banyak ditemukan di
Amerika dan Asia. Khusunya pada jenis Old-World Tarantullas, laba-laba ini
memiliki racun necrotic yang sangat berbahaya, bahkan di Asia beberapa
kematian manusia disebabkan oleh gigitan Tarantula ini.
5.

Brazilian Wandering Spider (Phoneutria nigriventer)


Pada tahun 2007, laba-laba ini masuk ke dalam Guinness World Records sebagai
laba-laba beracun paling mematikan di dunia. Banyak ditemukan di Amerika
Selatan dan Tengah. Laba-laba ini menghasilkan racun neurotoxic dalam dosis
tinggi, satu gigitan cukup untuk membunuh seorang manusia dewasa. Laba-laba
ini lebih berbahaya dibanding dengan rivalnya Australian funnel-Web Spider &
Black Widows.

6.

Australian Funnel-Web Spider (Hadronyche modesta)


Banyak ditemukan di bagian tenggara Australia, merupakan laba-laba penghasil
racun neurotoxic. Dimana racun ini dapat mengakibatkan kematian apabila
tidak segera mendapatkan pertolongan pertama. Racun laba-laba ini bernama
atraxotoxin.

7.

Mouse Spider (Missulena bradleyi)


Racun yang dihasilkan laba-laba ini sangat berbahaya bila tergigit olehnya.
Beberapa kasus mengakibatkan kematian. Racun nectoric yang dihasilkan oleh
laba-laba ini hampir menyerupai racun atraxotoxin. Banyak ditemukan di Chili
dan Australia.

8.

Laba-Laba China Pemakan Burung


Laba-Laba China Pemakan Burung dikenal juga dengan nama Chinese bird
spider atau earth tiger, laba-laba ini termasuk jenis spesies tertua di dunia dan
banyak di temukan di negara Cina dan Vietnam dan merupakan anggota dari
genus Haplopelma. Panjang kakinya mencapai 20 cm dan hidup di kawasan
hitan teropis dimana mereka sering menggali lubang ditanah dengan kedalaman

beberapa kaki untuk menyimpan makanan. Laba-laba ini terkenal agresif pada
mangsanya, serangga namun tidak akan menggigit manusia kecuali mereka
merasa terganggu. Bisa atau racun yang dihasilkan cenderung berbahaya dan
bersifat neurotoksin dimana kandung 0,70 mg bisanya dapat membunuh 50%
tikus.
9.

Laba-Laba Tikus
Laba-Laba Tikus juga disebut dengan nama lain Missulena, laba-laba ini
termasuk salah satu dari 11 spesies Missulena yang banyak ditemukan di
kawasan Australia. Gigitan binatang ini sering ditemukan berdampak serius pada
manusia dimana racun (toksin) berpotensi membunuh manusia jika tidak
dilakukan pengobatan medis secara cepat.

10.

Laba-Laba Corong Sydney


Laba-Laba Corong Sydney sesuai dengan namanya, Sydney funnel-web spider,
laba-laba banyak ditemukan di dalam radius 100 Km dari kota Sydney dimana
bisanya dapat menyebabkan luka yang serius dan bahkan kematian jika tidak
ditangani secara cepat. Hewan ini tidak agresif dan cenderung menggigit jika
merasa terganggu dimana gigitannya dapat menyebabkan kematian pada anak
kecil.

11.

Laba-Laba Pasir Mata Enam


Laba-Laba Pasir Mata Enam dikenal dengan nama Six-eyed sand spider dengan
panjang tubuh dari 8 sampai 15 mm dengan panjang kaki mencapai 5 cm, labalaba sangat berbahaya dan beracun namun mereka tinggal di daerah gurun pasir
di kawasan Afrika dan Amerika Selatan dengan kontak minimum dengan
manusia. Gejala pada manusia akibat gigitan laba-laba ini tidak ada dilaporkan
secara khusus pada kasus tertentu namun gigitannya bisa menyebabkan kematian
pada kelinci dalam 5 sampai 12 jam. Sebuah penelitian menyatakan bisanya
menyebabkan efek nekrotoksi yang menyebabkan kebocoran pembulu darah dan
kerusakan darah dan jaringan tubuh.

12.

Laba-Laba Pengembara Brazil

Laba-Laba Pengembara Brazil disebut dengan nama Brazilian wandering spiders


atau laba-laba pisang, jenis hewan ini merupakan paling berbahaya dan beracun
di dunia menurut Guinness World Records pada tahun 2010 yang bisa
menyebabkan kematian pada manusia. Banyak ditemukan di kawasan tropis di
Amerika Latin, laba-laba ini mempunya ukuran panjang kaki dari 13 sampai 15
cm dan tubuh dari 17 sampai 48 mm. Bisanya mengandung neurotoksin yang
dikenal dengan nama PhTx3 yang dapat mengganggu penyerapan kalsium dan
mengeluarkan asam glutamate yang menyebabkan manusia kehilangan kontrol
otot dan pernapasan terganggu. Racun pada bisanya juga menyebabkan rasa
sakit yang luar biasa dan terjadi pendarahan atau priapisme.

C. DAYA BUNUH BISA KALAJENGKING


Gejala yang paling umum sengatan kalajengking adalah rasa nyeri langsung atau
terbakar, Rasa yang paling umum untuk nyeri adalah di seluruh persendian, sedikit
bengkak, sensitivitas terhadap sentuhan, dan sensasi mati rasa / kesemutan. Hanya
sedikit orang yang meninggal akibat sengatan kalajengking, bahkan sengatan

kalajengking Hitam berbisa. Sengatan kalajengking memiliki risiko paling


berbahaya bagi anak-anak dan orang yang lanjut usia. Hewan juga berisiko
D. DAYA BUNUH BISA LEBAH
Jangan menganggap enteng sengatan lebah, karena ada reaksi sengatan lebah yang
mematikan bagi manusia. Berikut ini gejala yang dialami seseorang apabila
tersengat lebah dan sangat dianjurkan untuk segera mencari pertolongan
medis,diantaranya: Sesak nafas,sulit menelan makanan,timbulnya bintik merah
yang tidak biasa,perut mengalami mual dan kram,muntah-muntah,timbul bengkak
tetapi bukan di tempat sengatan lebah.