Anda di halaman 1dari 22

PROPOSAL PENELITIAN

Makalah Untuk Memenuhi Tugas


Metode Penelitian kelas F

Oleh
Kelompok 12 :
Tasya Meivina V

135030400111040

Nur Azizah

135030400111048

Luis Naufal R

135030400111051

PROGRAM STUDI ADMINISTRASI PERPAJAKAN


JURUSAN ADMINISTRASI BISNIS
FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
2016

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sebuah penelitian yang baik harus memiliki ide-ide tentang masalah yang akan
diselesaikan. Kesulitan pertama yang dihadapi oleh peneliti, terutama para pendatang
baru dalam bidang penelitian adalah mengidentifikasi dan menemukan masalah dan
sekaligus mendefinisikan masalah penelitian. Para peneliti, terutama peneliti baru
kadangkala secara antusias langsung terjun ke dalam tahap pengumpulan data, tanpa
memformulasikan tujuan penelitian dan hipotetsis yang akan diuji atau teori yang akan
dibangun lebih dahulu (Kasiram, 2010:39).
Menurut Consuelo G. Sevilla, dkk (1993:2) Salah satu langkah paling penting di
dalam penulisan skripsi, tesis atau disertasi adalah pemilihan suatu masalah. Banyak
mahasiswa merasa bahwa tahap ini merupakan dorongan atau bahkan tantangan bagi
mereka. Hal ini sering menjadi faktor yang menghambat mereka melanjutkan penulisan
penelitian. Oleh karena itu, tidaklah heran kalau kita sering mendengar seorang
mahasiswa mengeluh dengan mengatakan, Saya betul-betul tidak bisa mendapatkan
masalah. Beberapa mahasiswa menemukan masalah melalui buku-buku, jurnal-jurnal
atau abstrak-abstrak penelitian yang ada di perpustakaan. Suatu hal yang telah
disepakati ialah bahwa salah satu sumber masalah yang baik adalah teori, sebab teori
menampilkan generalisasi dan prinsip-prinsip yang menjadi sasaran penyelidikan.
Penelitian (riset) dewasa ini berarti pencarian teori, pengujian teori, atau
pemecahan masalah. Ini berarti bahwa masalah itu telah ada dan telah diketahui bahwa
pemecahan masalah tersebut sangat diperlukan. Masalah itu bukanlah suatu yang biasa
dalam arti bahwa pemecahannya bisa didapatkan langsung. Dalam penelitian terdapat
kerangka teori yang bertujuan untuk memberikan gambaran atau batasan-batasan
tentang teori-teori yang akan kita pakai sebagai landasan penelitian yang akan
dilakukan, adalah teori mengenai variabel-variabel permasalahan yang akan diteliti
(Mardalis, 2014:41).
1.2 Rumusan Masalah
1.2.1 Bagaimana membuat isu dan permasalahan penelitian ?

1.2.2
1.2.3

Bagaimana menyusun kajian pustaka dan pengembangan hipotesis?


Bagaimana menguraikan metode penelitian

1.3 Tujuan Masalah


1.3.1 Agar dapat membuat isu dan permasalahan penelitian
1.3.2 Agar dapat menyusun kajian pustaka dan pengembangan hipotesis
1.3.3 Agar dapat menguraikan metode penelitian

BAB II

PEMBAHASAN
2.1 Membuat Isu dan Permasalahan Penelitian
2.1.1 Pengertian Masalah
Dalam KBBI salah satu makna masalah adalah Sesuatu yang harus
diselesaikan (dipecahkan). Sementara itu Sugiyono (2010:32) mengemukakan
bahwa masalah dapat diartikan sebagai penyimpangan antara yang seharusnya
dengan apa yang benar-benar terjadi, antara teori dengan praktek, antara aturan
dengan pelaksaaan, antara rencana dengan pelaksanaan. Sedangkan menurut
Creswell (2009: 18): A research problem is an issue or concern that needs to
be adressed.
Azwar (2013:13) berpendapat masalah adalah bagimana cara mencari topik
yang baik dan patut untuk diteliti. Sementara itu dalam beberapa literatur lain
dinyatakan bahwa masalah adalah situasi yang menunjukkan adanya kesenjangan
keadaan nyata (das sain) dengan tolok ukur tertentu (das sollen) sebagai situasi
ideal atau situasi yang seharusnya. Dari beberapa rumusan tersebut dapat
dikatakan bahwa masalah adalah kesenjangan antara harapan dengan kenyataan
atau kesenjangan antara keadaan yang nyata dengan kondisi ideal yang
diharapkan yang harus dicari solusinya.
2.1.2 Sumber Masalah
Membuat sebuah isu bukanlah hal yang mudah, terlebih lagi sebagai peneliti
pemula terkadang mengalami kesulitan memilih isu yang baik. Walaupun telah
menentukan beberapa kemungkinan isu yang dapat diangkat, kemudian kita
dihadapkan dengan suatu pilihan mengenai isu mana yang paling baik untuk
dibahas dan diteliti lebih lanjut. Menurut Nasution (2012:16) masalah yang dapat
diselidiki sebenarnya tak terbatas jumlahnya. Namun seorang calon sering
mengalami kesulitan untuk menemukan satu masalah yang cocok baginya.
Menurut Sutrisno (2004:55) topik atau pokok persoalan suatu riset yang
dilakukan oleh mahasiswa dapat diperoleh dari tiga sumber: (1) dari mahasiswa
sendiri; (2) dari suatu daftar proyek riset fakultas atau akademi yang dipilih
sendiri oleh mahasiswa; dan (3) dari orang lain, khususnya dari sponsor atau
konsultan. Sedangkan menurut Narbuko dan Achmad (2004:61) menyatakan
sumber masalah berasal dari: (1) penelitian terdahulu; (2) pengamatan di
lapangan; (3) diskusi, ceramah, kuliah; (4) dosen para peneliti dan para ahli; (5)
bibliografi (Daftar kepustakaan).

2.1.3 Karakteristik Masalah yang Baik


Consuelo G. Sevilla, dkk (1993:2) mengemukakan beberapa karakteristik
isu / masalah yang baik adalah :
1. Topik atau judul yang kita pilih benar-benar sangat menarik.
Faktor ini dianggap penting karena dengan ketertarikan yang tinggi terhadap
suatu isu / masalah berarti kita memiliki dasar pengetahuan terhadap isu /
masalah tersebut dan masih dalam lingkup bidang studi kita, serta memiliki
keinginan dan senang untuk mengerjakannya
2. Pemecahan masalah itu harus bermanfaat bagi orang-orang yang
berkepentingan dalam bidang tertentu.
Masalah yang akan diselidiki tersebut mempunyai nilai praktis atau
merupakan sumbangan yang berarti pada bidang pendidikan atau bidang
lain.
3. Masalah harus merupakan hal baru.
Guna menggali isu / masalah lain yang belum diteliti secara menyeluruh,
oleh karena itu perlu dilakukan penelitian secara ekstensif dan juga
menghindari pengulangan penelitian tentang masalah yang sama.
4. Masalah yang baik harus mengundang rancangan yang lebih kompleks.
Pengenalan variable-variable lain meyakinkan kita pada penemuan yang
lebih spesifik, lebih mendalam, dan lebih luas masalahnya. Jadi masalah
yang baik mengundang banyak variable
5. Masalah yang baik dapat diselesaikan sesuai waktu yang diinginkan.
Agar suatu penelitian dapat selesai tepat waktu diperlukan pemilihan isu /
masalah berdasarkan kemampuan masing-masing peneliti.
6. Masalah yang baik tidak bertentangan dengan moral.
Suatu penelitian diharapkan untuk tidak menimbulkan kerugian terutama
secara sosial terhadap narasumber atau respondennya.
Problem atau masalah penelitian Menurut Kasiram (2010:40) Masalah
penelitian adalah bagian pertama dari suatu kegiatan yang harus ditemukan
sebelum penelitian diteruskan. Oleh karena itu penelitian masalah penelitian
memiliki kedudukan yang sentral. Pemilihan masalah menentukan cara untuk
menemukan jawabannya atau metode penelitian yang digunakan.

Masalah penelitian adalah pertanyaan yang muncul dalam pikiran peneliti


tentang sesuatu gejala atau bagian dari gejala yang belum diketahui jawabannya.
Dalam penelitian kata masalah tidak menjadi sesuatu yang harus dipecahkan,
tetapi adalah sesuatu pertanyaan yang ingin diketahui jawabannya. Meskipun
belum ada kesepakatan baku tentang bagaimana teknik memilih dan merumuskan
permasalahan penelitian, tetapi dalam kepustakaan metedologi dapat dijumpai
semacam strategi umum yang dapat diikuti dalam memilih dan merumuskan
masalah. Menurut Kasiram (2010:41) Dalam pemilihan atau menyeleksi masalah
yang hendak diteliti, perlu mempertimbangkan sejumlah pertanyaan sebagai
berikut:
1. Adakah fenomena yang hendak diteliti mengisyaratkan munculnya nilai
temuan yang berarti dan bermanfaat, baik bagi pengembangan teori maupun
bagi kepentingan masyarakat?
2. Adakah fenomena yang dilihat oleh peneliti betul-betul sebuah masalaah
yang riil dan hidup dalam kehidupan masyarakat? Artinya, bukan sesuatu
yang hanya kesan selintas yang dangkal untuk kemudian dipaksakan sebagai
masalah?
3. Apakah masalah yang diteliti itu merupakan sebuah fenomena baru atau
sekedar pengulangan semata?
4. Apakah ada kemungkinan tersedia referensi teoritis yang dapat digunakan
sebagai perspektif untuk memahami dan menjelaskan masalah tersebut?
5. Apakah sebuah fenomena gejala alam itu dapat memberi kepastian tentang
waktu yang dibutuhkan untuk diselesaikan dalam satu proses penelitian?
6. Apakah masalah tersebut tidak bertentangan dengan agama, moral, dan etika
masyarakat?
7. Apakah masalah itu benar-benar menarik dan diminati untuk diteliti?
8. Apakah masalah itu relevan dengan bidang disiplin keilmuan si peneliti?
9. Apakah ada akses bagi peneliti dalam upaya pencarian pengumpulan data?
Tiap penelitian harus mempunyai tujuan atau tujuan-tujuan yang harus
dicapai. Umumnya seorang peneliti memiliki banyak tujuan dalam
peneelitiannya. Banyaknya tujuan tersebut dapat melipatgandakan waktu,
tenaga

dan

biaya

yang

harus

dikeluarkan.

Nasution

(2012:18)

mengemukakan bahwa dalam perumusan tujuan sering terdapat kesalahan


sebagai berikut: (1) Masalah terlampau luas; (2) masalah terlampau sempit;

(3) masalah mengandung emosi, prasangka, atau unsur-unsur yang tak


ilmiah.
2.2 Kajian Pustaka dan Hipotesis
2.2.1 Pengertian Kajian Pustaka
Pengkajian teori tidak akan terlepas dari kajian pustaka atau studi pustaka.
Karena teori secara nyata dapat diperoleh melalui studi atau kajian kepustakaan.
Nazir (2005: 93) menyatakan bahwa studi kepustakaan atau studi literatur, selain
dari mencari sumber data sekunder yang akan mendukung penelitian, juga
diperlukan untuk mengetahui sampai ke mana ilmu yang berhubungan dengan
penelitian telah berkembang, sampai ke mana terdapat kesimpulan dan
generalisasi yang pernah dibuat sehingga situasi yang diperlukan diperoleh. Teori
pada dasarnya berisi penggambaran hubungan sebab-akibat diantara variabelvariabel.
Suatu teori didalam dirinya terkandung keunggulan untuk bisa menjelaskan
suatu gejala, bukan itu saja, teori juga berkekuatan untuk memprediksi sesuatu
gejala (Best, 1982:2). Sedangkan kajian pustaka menurut Nyoman Kutha Ratna
(2010: 276), memiliki tiga pengertian yang berbeda.
1) Kajian pustaka adalah seluruh bahan bacaan yang mungkin pernah dibaca
dan dianalisis, baik yang sudah dipublikasikan maupun sebagai koleksi
pribadi.
2) Kajian pustaka sering dikaitkan dengan kerangka teori atau landasan teori,
yaitu teori-teori yang digunakan untuk menganalisis objek penelitian. Oleh
sebab itu, sebagian peneliti menggabungkan kajian pustaka dengan
kerangka teori.
3) Kajian pustaka adalah bahan-bahan bacaan yang secara khusus berkaitan
dengan objek penelitian yang sedang dikaji.
Menurut Pohan (2007:42) kegiatan ini (penyusunan kajian pustaka)
bertujuan mengumpulkan data dan informasi ilmiah, berupa teori-teori, metode,
atau pendekatan yang pernah berkembang dan telah di dokumentasikan dalam
bentuk buku, jurnal, naskah, catatan, rekaman sejarah, dokumen-dokumen, dan
lain-lain yang terdapat di perpustakaan. Selain itu, kajian ini dilakukan dengan
tujuan menghindarkan terjadinya pengulangan, peniruan, plagiat, termasuk
suaplagiat. Dasar pertimbangan perlu disusunnya kajian pustaka dalam suatu
rancangan penelitian didasari oleh kenyataan bahwa setiap objek kultural

merupakan gejala multidimensi sehingga dapat dianalisis lebih dari satu kali
secara berbeda-beda, baik oleh orang yang sama maupun berbeda (Ratna, 2010).
Berdasarkan pendapat ahli di atas kajian pustaka adalah bahan-bahan bacaan yang
berkaitan dengan objek penelitian yang pernah dibuat yang digunakan untuk
menganalisis objek penelitian yang dikaji.
2.2.1.1

Cara Menyusun Kajian Pustaka


Menurut cara penyajiannya, kajian pustaka dapat dibedakan menjadi dua

macam, yaitu (a) penyajian sesuai dengan tahun penelitian; dan (b) penyajian
disesuaikan relevansi, kedekatannya dengan objek (Ratna, 2010: 278)
a) Sesuai dengan Tahun Penelitian
Cara penyajian kajian pustaka dalam jenis ini disajikan secara kronologis
dengan pertimbangan bahwa aspek kesejarahan memiliki makna tertentu
dalam menentukan objektivitas penelitian seperti dilakukan dalam berbagai
analisis persepsi masyarakat.
b) Sesuai dengan Relevansi dan Kedekatan dengan Objek
Cara kedua dilakukan dengan pertimbangan relevansi kedekatan penelitian
dengan penelitian yang sudah pernah dilakukan. Sebagai penelitian ilmiah
cara kedua ini dianggap lebih baik dengan pertimbangan bahwa penelitian
yang dilakukan memang baru berbeda dengan penelitian lain. Selain itu,
penelitian yang memiliki relevansi paling kuat yang mengantarkan peneliti
untuk melakukan penelitian selanjutnya sekaligus menghindarkan terjadinya
duplikasi.
Selain kedua jenis di atas, terdapat pula dua cara penyajian kajian pustaka
yang berbeda, yaitu (a) secara deskriptif; (b) secara deskriptif dengan analisis
( Ratna, 2010: 278).
a) Penyajian kajian Pustaka secara Deskriptif
Penyajian kajian pustaka secara deskriptif ini hanya menguraikan tanpa
menyebutkan persamaan dan perbedaannya dengan pertimbangan bahwa
analisis akan diuraikan pada bab berikutnya
b) Penyajian Kajian Pustaka secara Deskriptif dengan Analisis
Penyajian kajian pustaka secara deskriptif dengan analisis selain berbentuk
deskripsi juga disertai penjelasan tentang perbedaan dan persamaannya.
Dengan demikian, kajian pustaka menunjukkan di mana posisi penulis
dalam kaitannya dengan penelitian yang sudah pernah dilakukan, apakah
menolak, mengkritik, menerima, dan atau yang lainnya.

Penyusunan kajian pustaka meliputi beberapa langkah sebagai berikut:


1) Membaca karya-karya ilmiah hasil penelitian sebelumnya yang terkait
2) Mencatat hasil intrepretasi terhadap bahan-bahan bacaan
3) Menyusun kajian pustaka berdasarkan hasil analisis terhadap karya ilmiah
sebelumnya yang relevan.
Tinjauan pustaka berfungsi sebagai dasar ilmiah terhadap permasalahan
yang dicoba. Menurut Fox (1969:276) mengemukakan agar hipotesis dinyatakan
pada bagian akhir kajian pustaka. Hal ini cukup beralasan karena hipotesis
penelitian memerlukan teori sehingga hipotesis ini dapat lebih bererti. Teori-teori
yang berhubungan dengan penelitian dicantumkan dalam kajian pustaka.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam kajian pustaka:
1. Pertentangan pendapat dari berbagai penulis dan peneliti kemudian hubungan
satu sama lain.
2. Nyatakan arah setiap penyelidikan dan hubungan dengan topik tesis
penelitian.
3. Hindari duplikasi penempatan pustaka-pustaka yang sama-sama menyatakan
sesuatu yang sama.
4. Tunjukkan bagaimana pustaka dihubungkan dengan hipotesis penelitian.
Dalam menulis kajian pustaka kesalahan-kesalahan yang harus dihindari :
1. Penulisan yang hanya sebagai daftar hasil penelitian atau pendapat para ahli
tanpa diasosiasikan dengan penelitian yang dilakukan.
2. Penulisan semua pustaka yang berhubungan dengan penelitian.
3. Penulisan pustaka dari sumber-sumber yang sudah usang secara umum, kita
harus memilih publikasi terbaru.
4. Penulisan kajian pustaka yang membahas terlebih dahulu hal-hal yang kurang
berhubungan, kemudian diikuti dengan yang paling berhubungan dengan
topik. Atau sebagian besar pustaka terbaru disajikan pada bagian awal
(Narbuko, Cholid :172).
2.2.2 Hipotesis
Hipotesis adalah jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian.
Dikatakan sementara karena jawaban yang diberikan baru didasarkan pada teori

dan belum menggunakan fakta. Oleh karena itu setiap peneliti yang dilakukan
memiliki suatu hipotesis atau jawaban sementara terhadap peneliti yang akan
dilakukan dari hipotesis yang akan dilakukan penelitian lebih lanjut untuk
membuktikan apakah hipotesis benar adanya atau tidak. Menurut Nasution
(2012:39) hipotesis adalah pernyataan tentatif yang merupakan dugaan atau
terkaan tentang apa saja yang kita amati dalam usaha untuk memahaminya.
2.2.2.1

Kegunaan Hipotesis

Hipotesis penelitian dirumuskan karena dua alasan, yaitu:


1. Hipotesis yang mempunyai landasan kuat menunjukkan bahwa peneliti
telah memiliki cukup pengetahuan dalam melakukan penelitian dalam
bidangnya.
2. Hipotesis itu memberikan arah pada pengumpulan dan penafsiran data,
hipotesis ini dapat menunjukkan kepada peneliti tentang prosedur dan jenis
data apa yang harus dikumpulkan.
Hipotesis yang dirumuskan itu memiliki kegunaan sebagai berikut:
1. Hipotesis memberikan penjelasan sementara tentang gejala gejala dan
memudahkan perluasan pengetahuan dalam suatu bidang.
2. Hipotesis memberikan suatu pernyataan hubungan yang langsung dapat
diuji dalam penelitian.
3. Hipotesis memberikan arah bagi penelitian.
4. Hipotesis memberikan kerangka untuk melaporkan kesimpulan dan hasil
penelitian.
Hipotesis diharapkan membahas mengapa hasil-hasil penemuan tersebut
diperoleh seperti itu hasil-hasil dalam bagian ini diperoleh dengan menggunakan
analisis data yang disajikan pada bagian akhir, oleh karena itu pembahasan yang
disajikan harus jelas, akurat, dan hubungan-hubungan yang logis. Macam-macam
hipotesis:
1. Hipotesis Deskriptif adalah dugaan terhadap nilai satu variabel dalam satu
sampel walaupun didalamnya bisa terdapat beberapa katagori.
2. Hipotesis Komparatif adalah dugaan terhadap perbandingan nilai dua
sampel atau lebih.

3. Hipotesis Asosiatif adalah dugaan terhadap hubungan antara dua variabel


atau lebih.
2.2.2.2

Karakteristik Hipotesis
Sesudah hipotesis dirumuskan, sebelum dilakukan pengujian lebih lanjut

peneliti perlu sekali menilai hipotesis yang dirumuskan itu. Suatu hipotesis yang
dirumuskan harus memenuhi kriteria tertentu, sehingga peneliti dapat menguji
secara empiris. Berkenaan dengan kriteria, Kerlinger (1986) mengemukakan
bahwa hipotesis yang baik memiliki dua kriteria, yaitu:
1. Hipotesis adalah pernyataan tentang hubungan atau relasi antara variabel
veriabel.
2. Hipotesis mengandung implikasi implikasi yang jelas untuk pengujian
hubungan hubungan yang dinyatakan.
Hipotesis yang kita rumuskan memiliki ciri ciri khusus atau karakteristik
sebagai berikut:
1. Menyatakan hubungan anatara dua atau lebih variabel variabel.
2. Dinyatakan dalam bentuk ungkapan kalimat pernyataan (deklaratif) yang
dapat diuji.
3. Konsistensi
4. Dirumuskan dengan kalimat sederhana
Menurut Mardals (2014:49) terdapat hal-hal yang perlu diperhatikan dalam
mengemukakan hipotesa yaitu :
1) Hipotesa hendaklah dikemukakan dalam kalimat pernyataan (statemen),
bukan dalam kalimat tanya;.
2) Hipotesa hendaklah dirumuskan secara jelas dan padat, hingga dapat
dimengerti maknanya;
3) Hipotesa hendaknya meenyatakan hubungan atau perbedaan antara dua atau
lebih variabel;
4) Hipotesa hendaknya dapat diuji, maksudnya tersedia data yang akan
dikumpulkan untuk mengujinya;
5) Perlu diuji apakah ada data yang menunjukkan hubungan antara variabel
penyebab dan variabel akibat;
6) Adanya data yang menunjukkan bahwa akibat yang ada, memang
ditimbulkan oleh penyebab, bukan oleh penyebab lain.
2.2.2.3

Cara Merumuskan Hipotesis

Rumusan

hipotesis

penelitian

dapat

berdasarkan

arah

atau

kecenderungannya dapat kita klasifikasikan menjadi dua, yaitu :


2.1 Hipotesis terarah ( directional hypothesis )
Hipotesis terarah, sesuai dengan namanya menunjukakan arah kesimpulan
yang diharapkan. Hipotesis ini dirumuskan oleh peneliti karena peneliti
sendiri mepunyai alasan tertentu untuk mengharapkan terjadinya hubungan
khusus atau perbedaan khusus antara kedua kelompok yang menjadi objek
penelitiannya.
2.2 Hipotesis tak berarah ( nondirectional hypothesis )
Hipotesis ini tidak menetapkan adanya arah perbedaan atau hubungan yang
diharapkan.
2.3 Metode Penelitian
2.3.1 Pengertian Metode
Rancangan penelitian harus logis, diikuti oleh unsur-unsur yang urut,
konsisten, dan operasional, menyangkut bagaimana penelitian tersebut akan
dijalankan. Menurut Suharto (2003:98) Metode adalah cara evaluasi, analisis, dan
seleksi berbagai alternatif cara atau teknik. Misalnya metode analisis kimia,
metode analisis kimia instrumental, metode analisis statistik, dan seterusnya.
Metode digunakan untuk melakukan penelitian ilmiah.
Metode ilmiah ialah cara menerapkan prinsip-prinsip logis terhadap
penemuan, pengesahan, dan penjelasan. Metode ilmiah harus berdasarkan data
dan fakta yang benar dan bebas dari penilaian subjektif. Metode penelitian
merupakan subbagian perencanaan usulan penelitian. Menurut Suharto (2003,98)
Metode dibagi atas 4 kelompok, yaitu :
1. Metode Historis
Upaya mengungkap/mengkaji arti dan hubungan kehidupan umat manusia
berdasarkan dokumen ilmiah yang dihasilkan oleh pendahulunya atau
dokumen sejarah.
2. Metode Survey Deskriptif
Digunakan untuk mengumpulkan data hasil survey dengan pengamatan
sederhana. Selanjutnya peneliti menggolongkan kejadian-kejadian tersebut
berdasarkan pengamatan melalui pengumpulan kuesioner, pengumpulan
pendapat, dan pengamatan fisik.
3. Metode Survey Analitik

Cara yang digunakan untuk mengumpulkan data kuantitatif. Selanjutnya


data

yang

terkumpul

dianalisis

menggunakan

statistik

untuk

diinterpretasikan dan disimpulkan.


4. Metode Eksperimental
Digunakan untuk mengumpulkan data primer di laboratorium atau data
sekunder dari peneliti lain. Metode eksperimental digunakan untuk mencari
dan menemukan hubungan antara sebab (independent variables) dan akibat
(dependent variables).
Sedangkan menurut Nazir dalam Lijan (2014:63) menyimpulkan bahwa
metode penelitian di kelompokkan menjadi lima yakni :
1. Metode Sejarah
Ketika kita mendengar kata sejarah yang terlintas dipikiran kita adalah
suatu kejadian pada masa lalu dan dihubungkan dengan waktu, dan
pelaku kejadian. Selain penafsiran tersebut yang kita bayangkan dengan kata
sejarah barangkali adalah kata tua, antik, bahkan ada yang membayangkan
hal yangmembosankan. Secara umum, sejarah meliputi pengalaman masa
lampau untuk membantu mengetahui apa yang harrus dikerjakan sekarang dan
apa yang akan dikerjakan pada masa depan.
Metode sejarah adalah suatu pengetahuan yang tepat terhadap apa yang
telah terjadi. Sejarah adalah deskripsi yang terpadu dari keadaan-keadaan masa
lampau yang ditulis berdasarkan penelitian untuk mencari kebenaran. Menurut
Lijan (2014 : 64) ciri metode sejarah antara lain :
Data tergantung pengamatan di masa lampau.
Data lebih berorientasi pada primer di banding sekunder.
Data lebih tuntas dan lebih mendalam.
Sumber data dinyatakan secara lengkap dan definitif.
Data lebih tuntas dan lebih mendalam.
2. Metode deskripsi/survey :
a. Metode survey : Penelitian yang mengambil sampel dari satu populasi
dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpul data yang pokok
(Singarimbun; Efendi, ed, 1998). Dalam penelitian ini, peneliti meneliti
karakteristik untuk membuktikan hubungan sebab akibat antar variabel
tanpa adanya intervensi dari peneliti. Metode survey dapat dilakukan
dalam bidang: produksi, usaha tani, sosial, politik administrasi,

pendidikan, dan lain sebagainya. Survey dapat dilakukan dengancara


sensus maupun sampling terhadap hal-hal yang nyata dan yang tidak
nyata (Sunyoto, 2013).
Neuman (2006) mengatakan terdapat enam langkah dasar dalam
melakukan penelitian survey yakni:
Membentuk hipotesis awal, menentukan jenis survey yang akan
dilakukan apakah melalui instrumen yang dikirim melalui surel,
wawancara, atau telepon, membuat daftar pertanyaan, menentukan

kategori responden dan menentukan seting enelitian.


Merencanakan cara pengolahan data dan melakukan pengujicobaan

instrumen yang telah dipersiapkan


Menentukan target populasi dan menetapkan sampel yang kan diteliti,
menyusun kerangka penetapan sampel, menentukan besarnya sampel dan

menetapkan sampel.
Menentukan lokasi responden dan mengumpulkan data.
Mengolah data dengan perangkat yang telah ditentukan dan melakukan

pengujian hipotesis statistik.


Menjelaskan metode yang digunakann dan menjabarkan hasil penemuan
untuk mendapatkan kritik, serta melakukan evaluasi.
Pada umumnya survei menggunakan kuesioner sebagai alat pengambil

data. Survey menganut aturan pendekatan kuantitatif, yaitu semakin sampel


besar, semakin hasilnya mencerminkan populasi. Penelitian survei dapat
digunakan untuk maksud penjajakan (eksploratif), menguraikan (deskriptif),
penjelasan (eksplanatory) yaitu untuk menjelaskan hubbungan kausal dan
pengujian hipotesis, evaluasi, prediksi atau meramalkan kejadian tertentu di
masa yang akan datang, penelitian operational dan pengembangan indikatorindikator sosial.
b. Metode deskriptif berkesinambungan : Metode kerja meneliti yang
dilakukan secara terus-menerus atas suatu objek penelitian (Lijan
2014:74). Menurut Nazir (2003) metode deskriptif berkesinambungan
adalah kerja meneliti secara deskriptif yang dilakukan secara terus
menerus atas suatu obyek penelitian. Metode penelitian ini banyak
digunakan dalam memecahkan masalah-masalah sosial. Pengetahuan

yang lebih menyeluruh dari masalah serta fenomena dan kekuatankekuatan sosial dapat diperoleh jika hubungan-hubungan fenomena dikaji
dalam suatu interval perkembangan dalam suatu periode yang lama.
c. Metode studi kasus : Menurut Maxfield dalam Nazir (2003) studi kasus
adalah penelitian tentang status subjek yang berhubungan dengan suatu
fase yang khas dari keseluruhan personalitas. Langkah-langkah penelitian
studi kasus :
Pemilihan kasus : dalam pemilihan kasus hendaknya dilakukan secara

bertujuan dan bukan secara rambang atau acak.


Pengumpulan data : terdapat beberapa teknik dalam pengumpulan
data, tetapi yang lebih dipakai dalam penelitian kasus adalah

observasi, wawancara, dan analisis dokumentasi.


Analisis data : setelah data terkumpul peneliti dapat mulai
mengagregasi, mengorganisasi, dan mengklasifikasi data menjadi

unit-unit yang dapat dikelola.


Perbaikan : meskipun semua data telah terkumpull, dalam pendekatan
studi kasus hendaknya dilakukan penyempurnaan atau penguatan data

baru terhadap kategori yang telah ditemukan.


Penulisan laporan : laporan hendaknya ditulis secara komunikatif,
mudah dibaca, dan mendeskripsikan suatu gejala atau kesatuan sosial
secara jelas, sehingga memudahkan pembaca untuk memahami

seluruh informasi penting.


d. Metode analisis pekerjaan

analisis

pekerjaan

adalah

proses

pengumpulan informasi mengenai suatu pekerjaan yang dilakukan oleh


seseorang pekerja, yang dilaksanakan dengan mengamati cara atau
mengadakan interview terhadap pekerja, dengan bukti-bukti yang benar
dari supervisor. Analisis pekerjaan ini akan menghasilkan suatu daftar
uraian pekerjaan pernyataan tertulismengenai kewajiban-kewajiban
pekerja dan bisa juga mencakup standart kualifikasi, yang merinci
pendidikan dan pengalaman minimal yang diperlukan bagi seorang
pekerja untuk melaksanakan kewjiban-kewajiban dari kedudukannya
secara memuaskan.
e. Metode studi komparatif : penelitian komparatif adalah penelitian yang
bersifat membandingkan. Menurut Nazir (2005:58) penelitian komparatif
adalah sejenis penelitian deskriptif yang ingin mencari jawaban secara

mendasar tentang sebab-akibat, dengan menganalisis faktor-faktor


penyebab terjadinya ataupun munculnya suatu fenomena tertentu. Jadi
penelitian komparatif adalah jenis penelitian yang digunakan untuk
membandingkan antara dua kelompok atau lebih dari suatu variabel
tertentu.
Tujuan penelitian komparatif :
Untuk membandingkan persamaan dan perbedaan dua atau lebih
fakta-fakta dan sifat-sifat objek yang di teliti berdasarkan kerangka

pemikiran tertentu.
Untuk membuat generalisasi tingkat perbandingan berdasarkan cara

pandang atau kerangka berpikir tertentu.


Untuk bisa menentukan mana yang lebih baik atau mana yang

sebaiknya dipilih.
Untuk menyelidiki kemungkinan hubungan sebab-akibat dengan cara
berdasar atas pengamatan terhadap akibat yang ada dan mencari
kembali faktor yang mungkin menjadi penyebab melalui dana
tertentu.

3. Metode eksperimental
Menurut Roestiyah (2001:80) Metode eksperimen adalah suatu cara
mengajar, di mana siswa melakukan suatu percobaan tentang sesuatu hal,
mengamati prosesnya serta menuliskan hasil percobaannya, kemudian hasil
pengamatan itu disampaikan ke kelas dan dievaluasi oleh guru. Menurut
Robson (2002) di suatu eksperimen, peneliti dapat tetap secara relatif terpisah
dari partisipan, untuk membawa derajat objektifitas pada sebuah riset efek
pengamat dapat mengacaukan eksperimen.
Terdapat enam kriteria umum dari metode eksperimen yang berbeda
dengan metode lain (Nazir, 2003) yaitu :
Masalah harus jelas, penting dan dapat di pecahkan.
Faktor-faktor serta variabel dalam eksperimen harus didefinisikan

sejelas-jelasnya.
Percobaan harus dilaksanakan dengan desain percobaan yang cocok,
sehingga maksimasi variabel perlakuan dan meminimasikan variabel

pengganggu dan variabel random.


Ketelitian observasi dan ketepatan alat ukur harus sangat menentukan.

Metode, material dan referensi yang digunakan dalam penelitian harus


digambarkan

sejelas-jelasnya

karena

kemungkinan

pengulangan

eksperimen atau penggunaan metode dan material untuk percobaan lain

dalam bidang yang serupa.


Interpresstasi serta uji statistik harus dinyatakan dalam beda signifikasi
dari parameter-parameter yang dicari atau yang diestimasikan.

4. Metode Grounded Research


Metode penelitian yang mendasarkan diri pada fakta dan menggunakan
analisis perbandingan yang bertujuan untuk mengadakan generalisasi empiris,
menetapkan konsep-konsep, membuktikan dan mengembangkan teori dimana
pengumpulan data berjalan pada waktu yang bersamaan.Rancangan penelitian
grounded adalah prosedur kualitatif yang sistematik yang digunakan untuk
menghasilkan sebuah teori yang menjelaskan, pada tataran konsep, sebuah
proses, kegiatan, atau interaksi tentang suatu substantif. Langkah-langkah
Grounded Research adalah sebagai berikut :
Tentukan masalah yang akan diteliti.
Rancangan teori grounded tepat apabila peneliti ingin mengembangkan
atau memodifikasi sebuah teori, menjelaskan sebuah proses, dan
mengembangkan abstraksi umum terkait dengan interaksi dan kegiatan

orang.
Identifikasi masalah yang akan diteliti.
Mengingat tujuan dari penelitiann teori grounded adalah untuk
menjelaskan

sebuah

proses,

sejak

dari

awal

peneliti

perlu

mengidentifikasi secara tepat proses yang akan dikaji didalam penelitian


teori grounded peneliti. Proses tersebut boleh jadi berubah dan muncul
ketika penelitian sedang berlangsung, akan tetapi peneliti perlu memiliki

gagasan tentang proses pada tahap ini.


Mengkode data.
Proses pengkodean data dilakukan selama masa pengumpulan data
sehingga anda dapat menentukan data apa lagii yang selanjutnya akan

dikumpulkan.
Gunaan pengkodean selektif dan kembangkan teori
Proses pengkodean terakhir adalah pengkodean secara selektif, dan ini
sebenarnya merupakan pengembangan teori peneliti sendiri. Prosedur ini
mencakup pengaitan kategori-kategori di dalam paradigma pengkodean.

Memvalidasi teori.
Dalam penelitian teori grounded, validasi merupakan bagian aktif dari
proses penelitian (creswell,1998).
Menulis laporan penelitian teori grounded.
Struktur dari laporan penelitian bervariasi mulai dari struktur yang
fleksibel yang tergambar dari emerging dan cunstructivist design sampai
pada struktur yang lebih berorientasikan kuantitatif seperti tercermin dari
rancangan sistematis.

5. Metode Penelitian Tindakan Kelas


Penelitian Tindakan Kelas atau sering disebut PTK adalah penelitian
praktis yang dimaksudkan untuk memperbaiki pembelajaran dikelas. Penelitian
ini merupakan salah satu upaya guru atau praktisi dalam bentuk berbagai
kegiatan yang dilakukan untuk memperbaiki dan atau meningkatkan mutu
pembelajaran dikelas. Oleh karenanya PTK adalah suatu penelitian tentang
praktik pembelajaran yang dilakukan oleh guru itu sendiri (Dantes, 2012).
Penelitian tindakan kelas merupakan hasil dari perkembangan dari penelitian
tindakan (action research).
Syarat Penyusunan PTK :
Harus tertuju atau mengenai hal-hal yang terjadi di dalam pembelajaran

dan diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran.


Menuntut dilakukannya pencermatan secara terus menerus, objektif, dan

sistematis.
Dilakukan sekurang-kurangnya dalam dua siklus tindakan yang

berurutan.
Terjadi secara wajar, tidak mengubah aturan yang sudah ditentukan,

dalam arti tidak mengubah jadwal yang berlaku.


Harus betul-betul disadari oleh pemberi maupun pelakunya, sehingga
pihak-pihak yang bersangkutan dapat mengemukakan kembali apa yang

dilakukan dibandingkan dengan rencana yang sudah dibuat sebelumnya.


Harus benaar-benar menunjukkan adanya tindakan yang dilakukan oleh
sasaran tindakan, yaitu siswa yang sedang belajar.

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Masalah adalah kesenjangan antara harapan dengan kenyataan atau
kesenjangan antara keadaan yang nyata dengan kondisi ideal yang diharapkan
yang harus dicari solusinya. Sumber masalah berasal dari: (1) penelitian
terdahulu; (2) pengamatan di lapangan; (3) diskusi, ceramah, kuliah; (4) dosen
para peneliti dan para ahli; (5) bibliografi (Daftar kepustakaan).
Studi kepustakaan atau studi literatur, selain dari mencari sumber data
sekunder yang akan mendukung penelitian, juga diperlukan untuk mengetahui
sampai ke mana ilmu yang berhubungan dengan penelitian telah berkembang,
sampai ke mana terdapat kesimpulan dan generalisasi yang pernah dibuat
sehingga situasi yang diperlukan diperoleh. Dasar pertimbangan perlu disusunnya
kajian pustaka dalam suatu rancangan penelitian didasari oleh kenyataan bahwa

setiap objek kultural merupakan gejala multidimensi sehingga dapat dianalisis


lebih dari satu kali secara berbeda-beda, baik oleh orang yang sama maupun
berbeda.
Hipotesis adalah jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian.
Dikatakan sementara karena jawaban yang diberikan baru didasarkan pada teori
dan belum menggunakan fakta. Hipotesis diharapkan membahas mengapa hasilhasil penemuan tersebut diperoleh seperti itu hasil-hasil dalam bagian ini
diperoleh dengan menggunakan analisis data yang disajikan pada bagian akhir,
oleh karena itu pembahasan yang disajikan harus jelas, akurat, dan hubunganhubungan yang logis.
Metode penelitian merupakan subbagian perencanaan usulan penelitian.
Menurut Suharto (2003,98) Metode dibagi atas 4 kelompok, yaitu (1) metode
historis; (2) metode survey deskriptif (3) Metode Survey Analitik (4) Metode
Eksperimental.

DAFTAR PUSTAKA
Suharto, Buana Ginsuta dan Arry Miryanti. 2004. Perekayasaan Metode Penelitian.
Yogyakarta: Andi
Kasiram. 2010. Metedologi Penelitian Refleksi Pengembangan Pemahaman dan
Penguasaan Metode Penelitian. Yogyakarta: UIN-Maliki Press
Narbuko dan Achmadi. 2008. Metedologi Penelitian. Jakarta: PT. Bumi Aksara
Sevillia, Consuelo G, dkk. 2006. Pengantar Metodologi Penelitian (Terjemahan
Alimuddin Tuwu). Jakarta: UI-Press
Hadi, Sutrisno. 2004. Metodologi Research (Jilid 1). Yogyakarta: Andi
Sinambela, Lijan Poltak. 2014. Metodologi Penelitian Kuantitatif. Jakarta: Graha Ilmu
Nasution, S. 2012. Metode Research (Penelitian Ilmiah). Jakarta: Bumi Aksara

Azwar, Saifuddin. 2013. Metode Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar


Best, John. W. 1982. Metodologi Penelitian Pendidikan (Terjemahan Sanapiah Faisal).
Surabaya: Usaha Nasional
Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D. Bandung:
Alfabeta
Mardalis. 2014. Metode Penelitian Suatu Pendekatan Proposal. Jakarta: PT Bumi
Aksara
2013.

Pengertian

Metode

Eksperimen.

[Online].

http://www.asikbelajar.com/2013/08/pengertian-metodeeksperimen.html diakses pada 21 Februari 2016


Direktori. Penelitian Pendidikan. 2013. [Online]. http:file.upi.edu/Direktori/DUALMODES/PENETIAN_PENDIDIKAN/BBM_4.pdf diakses pada 21
Februari 2016
Arifin, Saiful. 2015. Eksperime, Expost Facto, Korelasional, Komparatif. [Online].
http://m.kompasiana.com/saeful_arifin/eksperime-expost-factokorelasional-komparatif_55004401a333115373510527 diaskses pada
tanggal 21 Februari 2016
2015.

Pengertian

dan

Macam-Macam

Hipotesis.

[Online]

http://www.pengertianpakar.com/2015/05/pengertian-danmacammacam-hipotesis.html?m=1 diakses 21 Februari 2016


2013.

Tips

Mencari

Masalah

Penelitian.

[Online].

http://www.stialanbandung.ac.id/index.php?
option=com_content&view=article&id=252:tips-mencarimasalah-penelitian&catid=12:artikel&Itemid=85

20 Februari 2016

diakses pada