Anda di halaman 1dari 5

PELARUT ORGANIK

Posted: May 3, 2010 in IPTEK


Tags: konstanta dielektrik, momen dipol, pelarut, solvent
1
Sebagian besar reaksi kimia secara luas dilakukan di dalam larutan. Larutan terdiri dari pelarut
(solvent) dan zat terlarut (solute). Pelarut (solvent) pada umumnya adalah zat yang berada pada
larutan dalam jumlah yang besar, sedangkan zat lainnya dianggap sebagai zat terlarut (solute).
Pelarut memenuhi beberapa fungsi dalam reaksi kimia, dimana pelarut melarutkan reaktan dan
reagen agar keduanya bercampur, sehingga hal ini akan memudahkan penggabungan antara
reaktan dan reagen yang seharusnya terjadi agar dapat merubah reaktan menjadi produk. Pelarut
juga bertindak sebagai kontrol suhu, salah satunya untuk meningkatkan energi dari tubrukan
partikel sehingga partikel-partikel tersebut dapat bereaksi lebih cepat, atau untuk menyerap panas
yang dihasilkan selama reaksi eksotermik.
Pada umumnya pelarut yang baik mempunyai kriteria sebagai berikut :
1. Pelarut harus tidak reaktif (inert) terhadap kondisi reaksi.
2. Pelarut harus dapat melarutkan reaktan dan reagen.
3. Pelarut harus memiliki titik didih yang tepat.
4. Pelarut harus mudah dihilangkan pada saat akhir dari reaksi.
Kriteria kedua adalah dengan menggunakan prinsip like dissolves like, dimana reaktan yang
nonpolar akan larut dalam pelarut nonpolar sedangkan reaktan yang polar akan larut pada pelarut
polar. Dalam hal ini juga terdapat tiga ukuran yang dapat menunjukkan kepolaran dari suatu
pelarut yaitu :
a. momen dipol
b. konstanta dielektrik

c. kelarutannya dengan air


Molekul dari pelarut dengan momen dipol yang besar dan konsanta dielektrik yang tinggi
termasuk polar. Sedangkan molekul dari pelarut yang memilki momen dipol yang kecil dan
konstanta dielektrik rendah diklasifikasikan sebagai nonpolar. Sedangkan secara operasional,
pelarut yang larut dengan air termasuk polar, sedangkan pelarut yang tidak larut dalam air
termasuk nonpolar. Nilai momen dipol dan panjang dipol beberapa senyawa yang umum
ditunjukkan pada Tabel di bawah.
Berdasarkan kepolaran pelarut, maka para ahli kimia mengklasifikasikan pelarut ke dalam tiga
kategori yaitu :
a. Pelarut Protik Polar
Protik menunjukkan atom hidrogen yang menyerang atom elektronegatif yang dalam hal ini
adalah oksigen. Dengan kata lain pelarut protik polar adalah senyawa yang memiliki rumus
umum ROH. Contoh dari pelarut protik polar ini adalah air H2O, metanol CH3OH, dan asam
asetat (CH3COOH).
b. Pelarut Aprotik Dipolar
Aprotik menunjukkan molekul yang tidak mengandung ikatan O-H. Pelarut dalam kategori ini,
semuanya memiliki ikatan yang memilki ikata dipol besar. Biasanya ikatannya merupakan ikatan
ganda antara karbon dengan oksigen atau nitorgen. Contoh dari pelarut yang termasuk kategori
ini adalah aseton [(CH3)2C=O] dan etil asetat (CH3CO2CH2CH3).
c. Pelarut Nonpolar

Pelarut nonpolar merupakan senyawa yang memilki konstanta dielektrik yang rendah dan tidak
larut dalam air. Contoh pelarut dari kategori ini adalah benzena (C6H6), karbon tetraklorida
(CCl4) dan dietil eter (CH3CH2OCH2CH3).
Daftar Nilai Momen Dipol dan Panjang Dipol Beberapa Senyawa Umum

Nama Senyawa

Kondisi

Momen Dipol
(1030p/(Cm))

Panjang Dipol
(lp/pm)

Acetic acid

3.3 to 5.0

21 to 31

Acetone

10.0

62

Benzene

Ethanol

5.7

35

Ethyl acetate

6.2

39

Ethylene glycol

6.7

42

Ethyl ether

4.2

26

Hexane

Methanol

5.5

34

Water

6.7 to 10.0

42 to 62

Water

6.2

39

Keterangan : kondisi setiap senyawa diatas, dimana pengukuran dilakukan, ditandai dengan
simbol; b, substansi dalam larutan benzene; g, substansi sebagai gas; l, substansi sebagai cairan.
Panjang dipol lp adalah sama dengan p/e dimanap adalah momen dipol dan e adalah nilai dari
proton.
https://marnalajoshua.wordpress.com/2010/05/03/pelarut-organik/

Zat pelarut atau macam-macam pelarut adalah zat yang dapat melarutkan bahan-bahan tertentu.
Beberapa jenis pelarut mungkin dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari, tapi kebanyakan
dari jenis bahan pelarut ini memiliki rumus kimia pelarut yang harus berhati-hati dalam
menggunakannya.
Dibawah ini beberapa macam pelarut beserta rumus kimia pelarut yang saya kutip dari
Wikipedia.org, daftar dibawah ini termasuk solvent pelarut, rumus kimia pelarut, titik didih pelarut,
konstanta pelarut, dan massa jenis pelarut. Selengkapnya silahkan simak daftar macam macam
pelarut berikut:

Macam-Macam Pelarut
Solvent

Rumus kimia

Titik

Konstanta

Massa

didih

Dielektrik

jenis

Pelarut Non-Polar
Heksana

CH3-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3

69 C

2.0

0.655 g/ml

Benzena

C6H6

80 C

2.3

0.879 g/ml

Toluena

C6H5-CH3

111 C

2.4

0.867 g/ml

Dietil eter

CH3CH2-O-CH2-CH3

35 C

4.3

0.713 g/ml

Kloroform

CHCl3

61 C

4.8

Etil asetat

CH3-C(=O)-O-CH2-CH3

77 C

6.0

1.498
g/ml
0.894 g/ml

Pelarut Polar Aprotic


1.033

1,4-Dioksana

/-CH2-CH2-O-CH2-CH2-O-

101 C

2.3

Tetrahidrofuran(THF)

/-CH2-CH2-O-CH2-CH2-

66 C

7.5

Diklorometana(DCM)

CH2Cl2

40 C

9.1

Asetona

CH3-C(=O)-CH3

56 C

21

0.786 g/ml

Asetonitril (MeCN)

CH3-CN

82 C

37

0.786 g/ml

153 C

38

0.944 g/ml

189 C

47

Dimetilformamida(DMF) H-C(=O)N(CH3)2
Dimetil
sulfoksida(DMSO)

CH3-S(=O)-CH3

g/ml
0.886 g/ml
1.326
g/ml

1.092
g/ml

Pelarut Polar Protic

Asam asetat

CH3-C(=O)OH

118 C

6.2

n-Butanol

CH3-CH2-CH2-CH2-OH

118 C

18

1.049
g/ml
0.810 g/ml

Isopropanol (IPA)

CH3-CH(-OH)-CH3

82 C

18

0.785 g/ml

n-Propanol

CH3-CH2-CH2-OH

97 C

20

0.803 g/ml

Etanol

CH3-CH2-OH

79 C

30

0.789 g/ml

Metanol

CH3-OH

65 C

33

0.791 g/ml

Asam format

H-C(=O)OH

100 C

58

1.21 g/ml

Air

H-O-H

100 C

80

1.000 g/ml

http://tepus.org/2014/02/macam-macam-pelarut/