Anda di halaman 1dari 3

Kakekku Seorang Pejuang

Oleh : Wahyu Sri Lestari


Suasana sore itu begitu cerah. Matahari bersinar kekuning-kuningan
pertanda petang segeradatang. Saat itu, kakek dan nenek Diran duduk
di serambi depan. Tiba-tiba Rini dan Fitri dating. Mereka adalah cucu
kakek Diran.
Assalamualaikum, selamat sore Kek, Nek, Rini dan Fitri mengucapkan
salam.
Waalaikumussalam, selamat sore juga, Nak, jawab kakek dan nenek.
Mana ayah dan ibumu?, tanya nenek.
Besok Menyusul Nek,setelah kerja bakti di lingkungan , jawab Fitri.
Kakek akan pergi ke mana, mengemas baju segala? tanya Rini.
Kakek tidak akan pergi ke mana-mana. Ini mengemas baju untuk
dipakai upacara HUT RI nanti, jawab kakek.
Kakek juga mempunyai seragam? Seragam apa, Kek?, tanya Fitri tidak
sabar.
Ya. Kakek kan seorang pejuang juga! jawab Kakek.
Ceritanya bagaimana, Kek? Pasti mengerikan ya, Kek? tanya Rini.
kalau ceritanya mengerikan, kamu pasti takut. Sekarang kita masuk
rumah karena hari sudah petang. Nah, itu nenekmu sudah menyiapkan
minum teh panas dan singkong goreng.Mari diminum dulu, terus kita
lanjutkan cerita ,ajak kakek.
Kakek, Nenek dan, kedua cucunya duduk di ruang tengah.
1

Ceritanya dilanjutkan, Kek, minta Fitri.


Ya, Kakek berjuang bersama teman-teman .
Kakek Diran mulai mengisahkan ceritanya, Pada tanggal 17 Agustus
bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya. Sejak saat itu
bangsa Indonesia lepas dari kekuasaan penjajah. Akan tetapi bangsa
lain yang dahulunya pernah menjajah

Indonesia, yaitu Belanda ingin

menguasai bangsa Indonesia kembali.


Pada tanggal 21 Juli 1947 Belanda mengadakan Agresi Militer I .
Belanda menyerang daerah-daerah RI . Daerah yang dijajah adalah
Jawa dan Sumatera. Yogyakarta sebagai ibu kota RI menjadi sasaran
pengeboman pula.
Tujuan Belanda mengadakan agresi itu apa,Kek ? tanya Rini.
Tujuannya adalah untuk menghancurkan RI . Pada Agresi Belanda I ,
Kakek dan pejuang lain masih tak terkalahkan . Bahkan Belanda
mengadakan Agresi II. Waktu itu tanggal 19 Desember 1948, pukul
06.00 pagi. Kakek dan pasukan yang lain mengadakan serangan secara
bergerilya. Belanda hanya tinggal di kota-kota. Kami bergerilnya dari
satu tempat ke tempat lain. Kakek ingat benar pada waktu itu di akhir
februari 1949. Tepat tanggal 01 Maret 1949, Kakek dengan pejuang
yang lain mengadakan serangan umum. Hari itu kota Yogyakarta telah
dikuasai oleh dikuasai oleh tentara kita. Setelah itu, para gerilyawan
diperintahkan agar mundur.
Terus? Rini semakin penasaran karena cerita Kakek semakin menarik.

Terus, terus kita makan malam dulu. Itu Nenek sudah hidangkan
makanan di meja makan, kata Kakek sambil mencubit hidung kedua
cucunya.
Ya...... Kakek, kata Rini dan Fitri.