Anda di halaman 1dari 32

SEORANG WANITA USIA 38

TAHUN DENGAN NYERI HEBAT


PADA MUKA SEBELAH KIRI

A.A. Gede Suprihatin S 22010115210099


Wulandari Ramadiyani 22010115210004
Ramona Intan Permatasari 22010115210055
Jodhia Rachmaputri 22010115210083
Elvita Chandra Pranata 22010115210131

PENDAHULUAN

TINJAUAN PUSTAKA

NYERI DAN NYERI


OROFASIAL
Nyeri:
pengalaman perasaan emosional yang tidak
menyenangkan akibat terjadinya kerusakan
yang aktual maupun potensial, atau
menggambarkan kondisi terjadinya kerusakan
Nyeri Orofasial:
rasa sakit dan disfungsi yang mempengaruhi
transmisi motorik dan sensorik dalam sistem
saraf trigeminal

ETIOLOGI NYERI OROFASIAL

PATOFISIOLOGI NYERI
Transduksi

NEURALGIA TRIGEMINAL
Kumpulan gejala yang ditandai
dengan serangan sakit yang hebat
secara mendadak disertai spasme
wajah dalam waktu singkat
Sering menyebabkan spasme pada
sisi muka yang sama
Insiden: 70 dari 100.000 populasi,
meningkat seiring usia, jarang pada
usia muda, wanita lebih sering

GEJALA DAN TANDA NEURALGIA


TRIGEMINAL
Umumnya
Di
Berlangsung
DI
Nyeri

GANGREN RADIKS

PERIODONTITIS APIKALIS
AKUT

MEKANISME KELAINAN PERIAPIKAL

ABRASI GIGI
Lapisan email yang hilang dan terkikis,
kadang-kadang hingga lapisan dentin
Penyebab:
Teknik menyikat gigi yang salah (horizontal
di leher gigi secara kuat)
Kebiasaan buruk (menggigit pensil,
menggunakan tusuk gigi secara berlebihan)
Gigi tiruan lepasan yang memakai
pencengkram

GAMBARAN KLINIS
Kelainan ditemukan pada daerah servikal
labial/bukal gigi
Berupa parit yang dalam dan sempit berbentuk V
Pada umumnya hanya terjadi pada satu gigi yang
mengalami tekanan eksentrik pada oklusal yang
berlebihan atau adanya halangan yang
mengganggu oklusi

AKIBAT

Gigi menjadi hipersensitif


Risiko terkena pulpa gigi
Risiko fraktur
Estetika

LAPORAN KASUS

Identitas Pasien
Nama
: Ny. Kubtiyah
Umur
: 38 tahun 10 bulan 20 hari
Pekerjaan : Ibu rumah tangga
Jenis Kelamin: Perempuan
Masuk RSDK : 7 Januari 2015
No. CM
: C567704
Alamat
: Jepara

Autoanamnesis pada tanggal 13 Januari 2016 pukul 10.00


WIB di Poli Gigi dan Mulut RSDK.

ANAMNESIS

Keluhan utama
Nyeri hebat pada muka sebelah kiri
Riwayat penyakit sekarang
10 hari yang lalu (4 Januari 2016), pasien mengalami
nyeri hebat di daerah muka sebelah kiri, pasien juga
kesulitan untuk mengunyah karena nyeri. Pada
Kamis (7 Januari 2016) pasien berobat ke RSUD
Jepara, lalu dirujuk ke poli Saraf RSUP Dr. Kariadi,
oleh dokter didiagnosis neuralgia trigeminal. Pasien
dikonsulkan ke poli Gigi dan Mulut untuk dilakukan
pemeriksaan status dental.
Riwayat penyakit dahulu
Riwayat menderita penyakit yang sama, hipertensi,
diabetes mellitus, jantung, alergi obat disangkal

Obat-obatan yang sedang dikonsumsi


dan/atau dibawa pasien saat ini:
Na diclofenac, carbamazepine
Riwayat penyakit keluarga
Riwayat hipertensi, diabetes mellitus,
jantung disangkal
Riwayat sosial ekonomi
Pasien merupakan seorang ibu rumah
tangga. Biaya pengobatan dengan JKN non
PBI.
Kesan : sosial ekonomi cukup.

Pada tanggal 13 Januari 2016 pukul 10.00 WIB di Poli Gigi


dan Mulut RSDK.

PEMERIKSAAN FISIK

STATUS GENERALIS
Keadaan umum : tampak sakit
Kesadaran : compos mentis
GCS E4M6V5 = 15
Keadaan gizi : BB = 55 kg TB = 158 cm
Kesan : gizi baik
Tanda vital
Tekanan darah : 120/80 mmHg
HR : 64 x/menit
RR : 20 x/menit
Suhu : 36.90C
VAS : 4

Pemeriksaan ekstraoral
Wajah
Inspeksi : Asimetris (-), edema (-), trismus (-),
kemerahan (-)
Palpasi : Nyeri tekan (-)
Mata : tidak dilakukan pemeriksaan
Hidung : Deviasi (-), krepitasi (-), discharge
(-)
Telinga : Discharge (-)
Sensoris : Hipestesia (-)
Leher
Inspeksi : simetris, pembesaran tiroid (-)
Palpasi : pembesaran nnll (-)

Pemeriksaan intraoral
Mukosa pipi : edema -/-, hiperemis -/Mukosa palatum : edema -/-, hiperemis -/Mukosa dasar mulut : edema -/-, hiperemis -/Mukosa faring : edema -/-, hiperemis -/Kelainan periodontal : (-)
Gingiva atas : edema -/-, hiperemis -/Gingiva bawah : edema -/-, hiperemis -/Karang gigi : (-)

STATUS LOKALIS
gigi 1.6, 2.7
Inspeksi : 1.6, 2.7 sisa akar

gigi 4.4
Inspeksi : 4.4 abrasi cervical
Sondasi : (-)
Perkusi : (-)
Palpasi : (-)
Vitalitas : tidak dilakukan

ODONTOGRAM

Keterangan:
1.6, 2.7 sisa akar
4.4 abrasi cervical

Diagnosis kerja
Diagnosis keluhan utama
1.6, 2.7 periodontitis apikalis et causa
gangren radix
4.4 abrasi cervical
Diagnosis banding : Diagnosis penyakit lain : Rencana Terapi dan Tatalaksana
Rujuk balik ke poli Neuro
Diusulkan untuk dilakukan ekstraksi gigi 1.6,
2.7 dan konservasi gigi 4.4 setelah
persetujuan DPJP

PEMBAHASAN

Keluhan
utama
pasien
didiagnosis
sebagai
periodontitis apikalis et causa
gangren radix pada gigi 1.6
dan 2.7 serta abrasi cervical
pada gigi 4.4.
Periodontitis
apikalis
merupakan
penyebaran
inflamasi yang berlanjut ke
jaringan periapikal dan dapat
terjadi
pada
gigi
vital
maupun
non
vital.
Periodontitis apikalis pada
umumnya menimbulkan rasa
sakit saat menggigit maupun.

Penyebab utama: iritasi


yang
berdifusi
dari
nekrosis pulpa, gangren
pulpa maupun gangren
radix ke jaringan periapikal
seperti
bakteri,
toksin
bakteri, obat disinfektan
dan debris.
Gangren radix: sisa akar
yang
dapat
menjadi
tempat yang subur untuk
perkembangbiakan bakteri
dan dapat menjadi fokus
infeksi. Dapat disebabkan
oleh beberapa hal seperti
kerusakan
gigi
akibat
karies
gigi,
trauma
ataupun pencabutan gigi
yang tidak sempurna.

Tata laksana lebih


lanjut: ekstraksi akar
gigi 1.6 dan 2.7 dan
konservasi gigi 4.4 yang
mengalami abrasi
cervical. Pada gigi 1.6
dan 2.7 dilakukan
pencabutan akar gigi
karena diduga sebagai
sumber infeksi
penyebab terjadinya
periodontitis apikalis.

Setelah dilakukan
terapi, pasien perlu
diberikan edukasi
tentang perlunya
menjaga faktor higienitas
oral dengan baik sebagai
upaya pencegahan
terbentuknya fokus
infeksi kembali.

KESIMPULAN

Hasil pemeriksaan wanita usia 38 tahun:


diagnosis penyakit utama adalah periodontitis
apikalis et causa gangren radiks gigi 1.6 dan
2.7 serta abrasi cervical gigi 4.4.
Tatalaksana: ekstraksi gigi 1.6 dan 2.7 karena
gigi 1.6 dan 2.7 diduga sebagai sumber infeksi
penyebab terjadinya periodontitis apikalis.
Selain itu perlu juga dilakukan konservasi pada
gigi 4.4 yang mengalami abrasi cervical.
Edukasi mengenai pentingnya menjaga
higienitas oral karena infeksi gigi dapat
berlanjut menjadi infeksi yang lebih berat, baik
di daerah sekitar gigi atau di luar daerah gigi.

TERIMA KASIH