Anda di halaman 1dari 63

BIOLISTRIK

Kelistrikan Pada Tubuh Manusia

Ada 2 aspek kelistrikan & magnet dlm


bidang kedokteran yg dipelajari
1.

Listrik dan
magnet yg timbul
dalam tubuh
manusia

2.

Penggunaan
listrik dan magnet
pd permukaan tubuh
manusia

PERCOBAAN PERTAMA KALI


Luigi

Galvani (1780) Mulai


mempelajari kelistrikan pd tubuh hewan

Caldani

(1856) Kelistrikan pd otot


katak yg telah mati

Arons

(1892) Merasakan ada aliran


frekuensi tinggi melalui tubuhnya

KELISTRIKAN DAN KEMAGNETAN YG


TIMBUL DALAM TUBUH
Tubuh

terdiri dari berbagai macam

sistem
Antara lain :
- sistem pencernaan
- sistem syaraf
- sistem pernafasan
- dll

Sistem syaraf dibagi atas 2 macam, yaitu :


1.

Sistem Syaraf Pusat


2. Sistem Syaraf Otonom

Sistem Syaraf Pusat


Terdiri

dari otak, medulla spinalis, dan saraf

perifer
Saraf perifer adalah serat saraf yg mengirim
informasi sensoris keotak (medulla spinalis)
saraf Afferen
Serat saraf yg mengirimkan informasi dari
otak keotot & kelenjar2 saraf Efferen
Sistem saraf ini dpt lebih dipelajari pd buku
Anatomi Fisiologi

Sistem Syaraf Otonom


Serat

saraf ini yang mengatur organ dlm


tubuh secara tidak sadar, contoh : Jantung,
usus, kelenjar2 dll
Struktur dasar dari sistem saraf disebut
Neuron/Sel Saraf
Suatu sel saraf punya fungsi untuk :
menerima, interpretasi, dan menghantarkan
aliran listrik

Skema Neuron Motoris

Untuk lebih memahami tentang kecepatan


impuls serat saraf Neuroanatomi
Serat

Syaraf yg berdiameter besar


mempunyai kemampuan menghantar
impuls lebih cepat drpd serat saraf
berdiameter lebih kecil
Dengan menggunakan mikroskop
elektron, serat saraf dibagi 2 :
- Serat saraf bermyelin
- Serat saraf tak bermyelin

Myelin

merupakan suatu isolator/hambatan


dan mempunyai kemampuan mengaliri listrik
sangat rendah
Potensial aksi akan menurun jika melewati
serat saraf yg bermyelin

GAMBAR SEL

KONSENTRASI ION PADA SEL


MEMBRAN

LUAR
SEL

DALAM
SEL
Konsentrasi Ion (+)

Konsentrasi Ion (-)

A= Protein
Cl- = Clorida
K+ = Kalium
Na + = Natrium

Didalam sel lebih negatif daripada diluar sel 60-90 mV

Dari hasil penelitian diperoleh konsentrasi ion


didalam dan diluar membran suatu akson
berbeda.

Didalam sel terdapat ion-ion Na, K, Cl, dan A(protein).


Sel mempunyai kemampuan memindahkan ion dari
satu sisi kesisi yg lain yg disebut Aktivitas kelistrikan
Sel.
Dalam keadaan biasa/normal/istirahat konsentrasi
ion Na+ lebih besar diluar sel daripada didalam sel.
Keadaan ini disebut sel mengalami Potensial
membran negatif / potensial istirahat.

Apabila terjadi suatu rangsang mekanik/ listrik/ kimia,


membran sel akan berubah / bereaksi dan beberapa ion
Na+ akan masuk dengan cepat dari luar kedalam sel,
sampai mencapai titik tertentu (nilai ambang = +40mV)
sehingga didalam sel akan menjadi meningkat polaritasnya
(Potensial membran positif / Potensial aksi).
Keadaan membran ini disebut mengalami Depolarisasi
Setelah potensial aksi mencapai puncak mekanisme
pengangkutannya, membran dengan cepat mengembalikan
ion Na+ keluar sel sehingga mencapai potensial membran
istirahat (-90mV).
Proses ini disebut repolarisasi dan berakhir.

RANGSANG

Na+

Na+

Na+

Na+

Na+

Na+

Na+

Na+

Na+

Na+

Na+

Na+

Na+

Na+

Grafik terjadinya potensial membran


mV
+ 40
mS

0
Potensial Aksi

- 90

Rangsang
<1

2,5

Repolarisasi

Pada

Sel-sel saraf dan otot bergaris/lurik, jika


dilakukan rangsang pada keadaan potensial
membran istirahat, maka ion-ion Na+ akan masuk
kedalam sel dan setelah terjadi nilai ambang akan
timbul depolarisasi lagi
Sedangkan pada sel otot jantung, ion Na+ mudah
bocor, sehingga segera setelah terjadi repolarisasi
komplit, ion Na+ perlahan-lahan masuk kembali
kedalam sel dan mengakibatkan terjadi gejala
depolarisasi secara spontan sampai mencapai
nilai ambang dan terjadi potensial aksi tanpa
memerlukan rangsang dari luar.

Alat Defibrilator

PENGGUNAAN ISYARAT
LISTRIK & MAGNET
PD PERMUKAAN TUBUH
MANUSIA

Penggunaan isyarat Listrik & Magnet pd permukaan tubuh


manusia
ELEKTRODA
Elektroda

adalah suatu transduser (biasanya


berbentuk plat) yg digunakan untuk memindahkan
transmisi ion ke penyalur elektron.
Bahan pembuat elektroda Perak & Tembaga
Jika sebuah elektroda tembaga & sebuah elektroda
perak dicelupkan kedalam sebuah larutan elektrolit
setimbang / cairan tubuh, maka akan terjadi
perbedaan potensial antar kedua elektroda sebesar
0,46 mV.

Potensial

kedua elektroda ini disebut OFFSET


ELEKTRODA.
Besarnya perbedaan potensial, tergantung
dari bahan pembuat elektroda

TABEL PERBEDAAN BAHAN PEMBUAT ELEKTRODA


LOGAM

ION

Alumunium Al +++
Besi
Fe ++
H+
Zat cair
Ag ++
Perak
Au ++
Emas
Zn ++
Seng
Pb ++
Timbal
Cu ++
Tembaga
Pt ++
Platina

POTENSIAL
(Volt)

- 1.66
- 0.44
0
+ 0.80
+ 1.50
- 0.76
- 0.12
+ 0.34
+ 0.86

JENIS-JENIS ELEKTRODA
1.

Elektroda Jarum
2. Elektroda Mikropipet
3. Elektroda Permukaan Kulit

- Bentuk Plat
- Bentuk Suction Cup
- Bentuk Floating
- Bentuk Earclip
- Bentuk Batang

Elektroda Jarum

Penggunaan elektroda jarum pada sel


dilihat dengan Mikroskop Elektron

Elektroda Mikropipet

Elektroda Bentuk Plat

Elektroda Suction Cup

Elektroda Ear Clip

Elektroda Floating

Elektroda Batang

ISYARAT LISTRIK TUBUH


Pengukuran

Isyarat listrik tubuh secara


selektif digunakan untuk memperoleh
informasi klinik tentang fungsi tubuh

CONTOH-CONTOH

PENGUKURAN
ISYARAT LISTRIK TUBUH ANTARA
LAIN :

Gambar Pulsa Kelistrikan Isyarat Listrik Tubuh


pada Monitor

Gambar Pulsa Kelistrikan Isyarat Listrik Tubuh


pada Kertas Bewarna

Gambar Pulsa Kelistrikan Isyarat Listrik Tubuh


pada Kertas Hitam Putih

1. EMG (Elektromiogram)
Pencatatan

potensial otot selama


pergerakan otot/kontraksi.
Tujuan: memperoleh informasi ttg
aktivitas kelistrikan otot
Teknik pengukuran EMG ada 2, yaitu :
1. Pengukuran sel otot tunggal
2. Pengukuran pd beberapa serat otot

2. ENG (Elektroneurogram)
Pencatatan

potensial neuron/serat saraf


selama neuron berkontraksi
Tujuan:
- Untuk mengetahui keadaan lengkung reflex
- Untuk mengetahui kecepatan konduksi
saraf motoris & sensoris
- Untuk menentukan penderita Miastenia
Gravis

3. ERG (Elektroretinogram)
Pencatatan

bentuk kompleks potensial


biolistrik yg ada pd retina mata dgn
melalui rangsangan cahaya pd retina.
Tujuan:
Untuk mengetahui apakah pasien
mengalami perubahan retina atau tidak
(retina pigmentosa)

4. EOG (Elektrookulogram)
Pencatatan

berbagai potensial pd
kornea-retina sebagai akibat perubahan
posisi & gerakan mata.
Tujuan:
Untuk mengetahui kelainan mata pd
pasien

5. EGG (Elektrogastrogram)
Merupakan

EMG yang berkaitan


dengan gerakan peristaltik traktus
gastrointestinalis

6. EEG (Elektroensefalogram)
Pencatatan
Tujuan

isyarat listrik otak.

:
- Untuk mendiagnosa epilepsi &
klasifikasinya
- Untuk menunjukkan tumor otak
- Sebagai alternatif pengganti EKG
pada waktu operasi

7. ECG/EKG (Elektrokardiogram)
Pencatatan
Tujuan

isyarat kelistrikan jantung

:
- Untuk mengetahui ada kelainan / tidak
pada jantung pasien