Anda di halaman 1dari 9

1.

Unsur-Unsur Berdirinya Suatu Negara


Berikut ulasan mengenai Unsur-Unsur Berdirinya Suatu Negara. Silahkan disimak!
Unsur - unsur berdirinya suatu negara yaitu:
a. Rakyat (penghuni )
b. Wilayah yang permanen
c. Penguasa yang berdaulat
d. Kesanggupan berhubungan dengan Negara
e. Pengakuan Deklaratif

a. Rakyat
Rakyat adalah semua orang yang berada dan berdiam dalam suatu Negara menjadi penghuni
Negara yang tunduk pada kekuasaan Negara itu. Penduduk adalah mereka yang bertempat
tinggal atau berdomisili didaalam suatu wilayah negara (menetap). Penduduk adalah mereka yang
lahir secara turun temurun dan besar di dalam suatu Negara. Bukan Penduduk adalah mereka
yang berada dalam suatu wilayah negara hanya untuk sementara waktu, seperti wisatawan
mancanegara atau tamu-tamu asing dlaam suatu negara.
Warga Negara adalah mereka yang beradasarkan hukum tertentu merupakan anggota dari suatu
negara. Warga Negara adalah mereka yang menurut undang-undang atau perjanjian diakui
sebagai warga negara, atau melalui proses naturalisasi. Bukan Warga Negara (Orang Asing)
adalah mereka yang berada pada suatu negara tetapi secara hukum tidak menjadi anggota negara
yang bersangkutan, namun dtunduk pada pemerintahan dimana mereka berada. Contohnya
adalah korps kiplomatik, konsuler, orang asing dan sebagainya.

b. Wilayah
Wilayah Daratan
Merupakan daerah dipermukaan bumi berserta kandungan dibawahnya dalam batas wilayah
negara. Penentuan batas-batas suatu wilayah daratan, baik yng mencakup dua negara atau lebih
pada umumnya berbentuk perjanjan atau traktat.
Wilayah Ekstra Teritorial
Daerah Ekstra Teritorial adalah tempat yang menurut kebiasaan internasional diakui sebagai
daerah kekuasaan suatu negara meskipun tempat itu secara nyata berada
diwilayah negara lain.
Wilayah Lautan

Merupakan perairan berupa samudra, laut, selat, daanau dan sungai dalam batas wilayah Negara.
Terdapat 2 (dua) konsepsi pokok mengenai wilayah laut suatu negara, yaitu :
- Res Nullius adalah konsepsi yang menyatakan bahwa laut dapat diambil dan dimiliki oleh masingmasing negara
- Res Communish adalah konsepsi yang menyatakan bahwa laut adalah milik masyarakat dunia
sehingga tidak dapat diambil atau dimiliki oleh masing-masing individu
Wilayah Udara
Wilayah Udara adalah udara yang berada dipermukaan bumi diatas wilayah darat dan laut. Pasal
1 Konvensi Paris 1919 menyatakan bahwa negara-negara merdeka dan berdaulat berhak
mengadakajn eksplorasi dan eksploitasi diwilayah udaranya, seperti dalam rangka penerbangan,
komunikasi radio, satelit dan sebgainya.
Pasal 1 Konvensi Chicago 1944 menyatakan: Setiap negara memiliki kedaulatan yang utuh dan
eksklusif diruang udara diatas wilayahnya
Berdasarkan undang-undang nomor 20 tahun 1982, wilayah kedaulatan dirgantara RI termasuk
orbit geo stationer adalah 35.761 km.

c. Pemerintah Yang Berdaulat


Pada hakikatnya yang dimaksud dengan pemerintah yang berdaulat adalah pemerintahan yang
mempunyai kekuasaan tertinggi yang dihormati dan ditaati oleh seluruh rakyat itu serta diakui dan
dihormati oleh negara lain.
Kata daulat dalam pemerintahan berasal Bahasa Latin Supremus, daulah (Bahasa Arab),
Souvereignity(Inggris), Souvereiniteit(Prancis), dan Sovranita (Italia) yang berarti Kekuasaan
Tertinggi
Pengakuan dibagi menjadi dua yaitu:
1) Pengakuan secara de facto
Yaitu pengakuan tentang kenyataan adanya suatu negara yang dapat mengadakan hubungan
dengan negara lain yang mengakuinya.
2) Pengakuan secara de jure
Adalah pengakuan secara resmi berdasarkan hukum oleh negara lain dengan segala hukum oleh
negara lain dengan segala konsekuensinya.

2. A. Bentuk-Bentuk Negara
1. Bentuk-Bentuk Negara Berdasarkan Teori Negara Modern

a. Negara Kesatuan - Negara kesatuan adalah bentuk negara yang merdeka dan berdaulata,
dengan satu pemerintah pusat yang berkuasa dan juga mengatur seluruh daerah. Dalam
pelaksanaannya,
Ciri-Ciri Bentuk Negara Kesatuan - Secara umum, bentuk-bentuk negara kesatuan memiliki ciriciri sebagai berikut..

Kedaulatan negara mencakup kedaulatan ke dalam dan ke luar yang ditangani oleh
pemerintah pusat
Negara hanya memiliki satu undang-undang dasar, satu kepala negara, satu dewan
menteri, dan satu dewan perwakilan rakyat.
Hanya ada satu kebikjaksanaan yang menyangkut mengenai persoalan politik, sosial
budaya, ekonomi, serta pertahanan dan keamanan.

Contoh-Contoh Negara Kesatuan - contoh negara yang berbentuk kesatuan adalah belanda,
jepang, filipina, indonesia, dan italia.

b. Negara Serikat (Federasi) - Negara serikat adalah bentuk negara gabungan dari beberapa negara
bagian. Negara-negara bagian pada awalnya adalah negara yang merdeka, berdaulat dan berdiri
sendiri. Setelah menggabungkan diri dan membentuk negara serikat, negara-negara tersebut
melepaskan sebagian kekuasaannya dan menyerahkannya pada negara serikat. Penyerahan
kekuasaan dari negara bagian pada negara serikat disebut dengan negara limitatif yang berarti
sebuah demi sebuah. Hanya kekuasaan yang disebut oleh negara bagian saja yang menjadi
kekuasaan negara serikat.
Kekuasaan asli dalam negara serikat tetap pada negara bagian, karena negara bagian berhubungan
langsung kepada rakyatnya. Sementara dari itu, kekuasaan diserahkan oleh negara bagian kepada
negara serikat adalah hal-hal yang berkaitan langsung dengan hubungan luar negeri, pertahanan
negara, keuangan dan urusan pos, kekuasaan ini yang didelegasikan (delegated powes).
Ciri-Ciri Bentuk Negara Serikat (Federasi) - Secara umum, bentuk negara serikat memiliki ciri-ciri
sebagai berikut..

Tiap negara bagian berstatus tidak berdaulatan, namun kekuasaan asli tetap pada negara
bagian
Kepala negara dipilih oleh rakyat dan bertanggung jawab kepada rakyat
Pemerintah pusat memperoleh kedaulatan rakyat dari negara-negara bagian untuk urusan
ke luar dan sebagian ke dalam
Setiap negara bagian memiliki kewenangan dalam mebuat UUD sendiri yang selama ini
tidak bertentangan dengan pemerintah pusat
Kepala negara memilik hak veto (pembatalan keputusan) yang diajukan oleh parlemen
(senat dan kongres)

Contoh-Contoh Negara Serikat (Federasi) - Contoh negara yang berbentuk serikat seperti
Amerika serikat, Australia, Jerman, Swiss, India, Malaysia dan Jerman.

3. Tujuan negara Indonesia dijabarkan dalam Alinea IV Pembukaan UUD 1945. Secara rinci, tujuan
tersebut adalah

a. melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia,


b. memajukan kesejahteraan umum,
c. mencerdaskan kehidupan bangsa, serta
d. ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi
dan keadilan sosial
4. Sikap patriotisme dan nasionalisme dapat diwujudkan dalam berbagai lingkungan kehidupan :
a.

Lingkungan keluarga
Jiwa dan semangat patriotisme dapat ditanamkan dan dimulai di lingkungan keluarga, misalnya
kita harus selalu berbuat bai kdi lingkungan kita untuk menjaga nama baik keluarga, meelstarikan
ketenttraman keluarga, emmbantu meringankan beban keluarga.
b. Lingkungan sekolah
Berbagai macam tingkah laku atau kegiatan yang mengacu pada nilai kesopanan dan kebaikan,
baik terhadap guru, karyawan maupun teman, mengikuti upacar dengan tertib.
Menajdi anggota OSIS, menjaga nama baik sekolah, menjadi team olah raga, menghidnari
tawuran pelajar, menjaga kebersihan dan ketertiban sekolah dan lain sebagainya.
c. Lingkungan masyarakat
Sikap patriotisme di masyarakat dapat ditumbuhkan dan dilaksanakan melalui menjaga
keamanan lingkungan, menaikkan bendera di depan rumah pada hari besar nasional,
membersihkan lignkungan, aktif dalam kegiatan desa dan ikut membela negara bila diperlukan.

5. Hukum adalah salah satu dari norma yang ada dalam masyarakat. Norma hukum memiliki
hukuman yang lebih tegas. Hukum merupakan untuk menghasilkan keteraturan dalam masyarakat,
agar dapat terwujud keseimbangan dalam masyarakat dimana masyarakat tidak bisa sebebasbebasnya dalam bermasyarakat, mesti ada batasan agar ketidakbebasan tersebut dapat
menghasilkan keteraturan.
6. Sebagai Pengadilan Negara Tertinggi, Mahkamah Agung merupakan pengadilan kasasi yang
bertugas membina keseragaman dalam penerapan hukum melalui putusan kasasi dan peninjauan
kembali menjaga agar semua hukum dan undang-undang diseluruh wilayah negara RI diterapkan
secara adil, tepat dan benar.
Disamping tugasnya sebagai Pengadilan Kasasi, Mahkamah Agung berwenang memeriksa dan
memutuskan pada tingkat pertama dan terakhir; semua sengketa tentang kewenangan mengadili;
permohonan peninjauan kembali putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap
(Pasal 28, 29,30,33 dan 34 Undang-undang Mahkamah Agung No. 14 Tahun 1985,Erat kaitannya
dengan fungsi peradilan ialah hak uji materiil, yaitu wewenang menguji/menilai secara materiil
peraturan perundangan dibawah Undang-undang tentang hal apakah suatu peraturan ditinjau dari
isinya (materinya) bertentangan dengan peraturan dari tingkat yang lebih tinggi (Pasal 31 Undangundang Mahkamah Agung Nomor 14 Tahun 1985).
7. Upaya yang Dapat Ditempuh dalam Pemberantasan Korupsi
Ada beberapa upaya yang dapat ditempuh dalam memberantas tindak korupsi di Indone-sia, antara
lain sebagai berikut :
1. Upaya pencegahan (preventif).
2. Upaya penindakan (kuratif).
3. Upaya edukasi masyarakat/mahasiswa.
4. Upaya edukasi LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat)

8.upaya pemerintah dalam penegakan HAM


1. Membentuk Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) - Upaya Pemerintah dalam
Menegakkan HAM

Komnas HAM dibentuk pada tanggal 7 Juni 1993 melalui Kepres Nomor 50 Tahun 1993. Keberadaan
Komnas HAM selanjutnya diatur dalam Undang-undang RI Nomor 39 Tahun1999 tentang Hak Asasi
Manusia pada Pasal 75 sampai dengan Pasal 99. Komnas HAM merupakan lembaga negara mandiri
setingkat lembaga negara lainnya yang berfungsi sebagai lembaga pengkajian, penelitian,
penyuluhan, pemantauan, dan mediasi HAM.

2. Membuat produk hukum yang mengatur mengenai HAM


Pembuatan produk hukum yang mengatur mengenai hak asasi manusia (HAM) dimaksudkan untuk
menjamin kepastian hukum dalam proses penegakan HAM. Selain itu, produk hukum tersebut
memberikan arahan bagi pelaksanaan proses penegakan HAM. Adapun, pembentukan produk
hukum dibentuk dari Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, ketentuan
MPR, Piagam HAM 1998, dan meratifikasi instrumen HAM internasional.

3. Membentuk pengadilan HAM - Upaya Pemerintah dalam Menegakkan HAM


Pengadilan HAM dibentuk berdasarkan UU Nomor 26 Tahun 2000. Pengadilan HAM adalah peradilan
khusus di lingkungan peradilan umum. Peradilan HAM memiliki wewenang memeriksa dan memutus
perkara pelanggaran hak asasi manusia yang berat, termasuk yang dilakukan di luar teritorial wilayah
Negara Republik Indonesia oleh warga negara Indonesia.
9. Wujud partisipasi masyarakat dalam upaya mewujudkan penegakan HAM dapat berwujudkan:
1. Menyampaikan laporan atas terjadinya pelanggaran HAM kepada Komnas HAM atau lembaga
lain yang berwenang.
2. Mengajukan usulan mengenai perumusan dan kebijakan yang berkaitan dengan hak asasi
manusia kepada Komnas HAM atau lembaga lainnya.
3. Secara sendiri-sendiri atau bekerja sama dengan Komnas HAM dapat melakukan
penelitian, pendidikan, dan penyebarluasan informasi mengenai hak asasi manusia.
10. Peradilan HAM Internasional

Terjadinya pelanggaran hak asasi manusia di berbagai belahan dunia menimbulkan


kesengsaraan penderitaan. Untuk itu dibutuhkan lembaga peradilan yang bersifat
internasional yang menjangkau yuridiksi atau wilayah-wilayah negara secara internasional.
Sebuah pengadilan ataulembaga yang memiliki kekuasaan mengadili para penjahat
kemanusiaan. Dalam hal ini, komisi PBB untuk Hak Asasi Manusia yang terdiri dari 43
negara anggota (dibentuk tahun 1991) bekerja keras melakukan pengkajian terhadap
pelanggaran-pelanggaran dalam suatu negara atau secara global dilakukan secara intensif.
Hasil pengkajian komisi itu digunakan menghimbau secara persuasif kepada negara yang
bersangkutan. Selain itu hasil kajian itu juga dimuat dalam berita kemanusiaan tahunan
(Year Book of Human Right) yang disampaikan pad Sidang Umum PBB. Apabila dalam
sidang umum menyetujui diselesaikan melalui badan peradilan maka dengan rekomendasi
Dewan Keamanan PBB menyerahkan penyelesaian kepada Makhkamah Internasional.
11. Hal-hal yang dimuat dalam Undang-Undang Dasar 1945,antara lain sebagai berikut :
1. Hal-hal yang bersifat umum, misalnya tentang kekuasaan dalam negara dan identitas-identitas
negara
2. Hal yang menyangkut lembaga-lembaga negara,hubungan antar lembaga
negara,fungsi,tugas,hak,dan kewenangannya.
3. Hal yang menyangkut hubungan antara negara dengan warga negar,yaitu hak dan kewajiban
negara terhadap warganya,atau hak dan kewajiban warga negara terhadap negaranya

4. Konsepsi atau cita-cita negara dalam berbagai bidang, misalnya


pendidikan,kesejahtraan,ekonomi,sosial, dan pertahanan.
5. Hal mengenai perubahan Undang-Undang Dasar.
6. Ketentuan-ketentuan peralihan atau ketentuan transisi.
12. Substansi (isi) konstitusi negara, pada umumnya konstitusi atau UUD berisi:

Pernyataan tentang ideologi dasar negara atau gagasan-gagasan moral


kenegaraan
- Ketentuan tentang struktur organisasi Negara
-Ketentuan tentang perlindungan hak-hak asasi manusia
- Ketentuan tentang prosedur mengubah undang-undang dasar
-Larangan mengubah sifat tertentu dari undang-undang dasar Konstitusi merupakan aturan dasar atau aturan pokok negara. Sebagai aturan pokok
negara,konstitusi negara berisi aturan aturan mendasar dan mengatur hal-hal penting dalam
penyelenggaraan bernegara.Aturan dasar tersebut merupakan implementasi atau penuangan dari
norma-norma yang tercantum dalam dasar negara.
13.

14. Menurut pasal 26 AYAT 1 UUD 1945


(1) Yang menjadi warga negara ialah orang-orang bangsa Indonesia asli dan orang-orang bangsa lain yang
disahkan dengan undang-undang sebagai warga negara.
(2) Penduduk ialah warga negara Indonesia dan orang asing yang bertempat tinggal di Indonesia.
(3) Hal-hal mengenai warga negara dan penduduk diatur dengan undang-undang.

15. HAK & KEWAJIBAN WARGA NEGARA DALAM PASAL 30 UUD 1945
Disini saya akan menyimpulkan tentang topik diskusi mengenai Hak dan Kewajioban Warga Negara tertuang
dalam pasal 30 UUD 1945 jadi Usaha mempertahankan keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tugas dari
TNI dan KNRI. Tapi juga menjadi tugas warga Negara Indonesia. Bagaimanapun juga jika TNI dan Kepolisian
Negara Republik Indonesia hanya bekerja sendiri-sendiri, usaha pertahanan dan keamanan Negara tidak akan
pernah terwujud bila tanpa adanya bantuan dari masyarakat atau warga Negara. Jadi hak dan kewajiban setiap
warga

negara

yaitu

turut

serta

dalam

usaha

menjaga

pertahanan

dan

keamanan

negara.

Dan dikatankan juga dalam pasal 30 bahwahak dan kewajiban warga Negara yaitu turut serta dalam upaya
menjaga pertahanan dan keamanan Negara. ini berlaku bagi semua warga Negara yang tinggal di Indonesia dan
yang mengaku sebagai warga Negara, Tidak ada alasan apapun untuk tidak menjalankan hak dan kewajiban
tersebut. Karena jika tercipta suatu keamanan di Indonesia, kehidupan diantara masyarakatpun akan lebih serasi,
makmur, dan rukun.

16.
17. Perwujudan Budaya Politik Partisipan
1.

Dalam Lingkungan Sekolah

Budaya partisipan politik dapat dilihat / diwujudkan dalam kegiatan OSIS. Setiap tahun akan
ada pemilihan pengurus OSIS secara langsung dan demokratis. Sebagai warga sekolah yang baik
setiap siswa harus aktif mengikuti kegiatan ini.
2. Dalam Lingkungan Masyarakat
Budaya politik partisipan dapat dilakukan dengan ikut aktif dalam kegiatan karang taruna,
organisasi pemuda, dan LSM.
3. Dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara / Pemerintah
Budaya politik partisipan dapat dilihat dengan adanya kegiatan partai politik untuk menjadikan
salah satu anggotanya untuk memenangkan kursi calon pejabat.

18. Pasal 2 ayat (1) UUD 1945 hasil amandemen menyatakan, bahwa MPR terdiri atas anggota DPR dan
anggota DPD yang dipilih melalui pemilihan umum dan diatur lebih lanjut dengan undang undang.
Atas dasar ketentuan Pasal 2 ayat (1) UUD 1945 hasil amandemen berarti, bahwa jumlah anggota MPR
didasarkan atas penjumlahan anggota DPR dan anggota DPD (juga diatur dalam Pasal 2 UU No. 22
tahun 2003). Keanggotaan MPR diresmikan dengan Keputusan Presiden (Pasal 3 UU No, 22 Tahun
2003), jumlah anggota DPR sebanyak 550 orang (Pasal 7(1) UU No. 22 tahun 2003), sedang anggota
DPD ditentukan, bahwa anggota DPD dari setiap propinsi ditetapkan sebanyak 4 orang dan anggota
DPD tidak boleh lebih dari 1/3 jumlah anggota DPR

19. Kelebihan Sistem Pemerintahan Presidensial

Badan eksekutif lebih stabil kedudukannya sebab tidak tergantung pada parlemen
Bahwa seorang Menteri tidak dapat di jatuhkan Parlemen karena bertanggung jawab
kepada presiden.
Pemerintah dapat leluasa karena tidak ada bayang-bayang krisis kabinet
Legislatif bukan tempat kaderisasi untuk jabatan-jabatan eksekutif sebab dapat diisi oleh
orang luar termasuk juga anggota parlemen sendiri.
Masa jabatan badan eksekutif lebih pasti dengan jangka waktu tertentu. Misalkan, masa
jabatan Presiden Amerika Serikat selama empat tahun, sedangkan Presiden Indonesia
lima tahun.
Penyusun program kerja kabinet lebih mudah disesuaikan dengan jangka waktu masa
jabatannya.

20. Budaya politik merupakan pola perilaku suatu masyarakat dalam kehidupan bernegara,
penyelenggaraan administrasi negara, politik pemerintahan, hukum, adat istiadat, dan norma
kebiasaan yang dihayati oleh seluruh anggota masyarakat setiap harinya. Budaya politik juga
dapat di artikan sebagai suatu sistem nilai bersama suatu masyarakat yang memiliki kesadaran
untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan kolektif dan penentuan kebijakan publik
untuk masyarakat seluruhnya
21. Tipe-tipe budaya politik
1. Budaya Politik Parokial
Budaya politik parokial biasanya terdapat pada sistem politik tradisional dan sederhana dengan ciri khas
spesialisasi masih sangat kecil. Dengan demikian, pelaku-pelaku politik belum memiliki pengkhususan tugas.

Masyarakat dengan budaya parokial tidak mengharapkan apa pun dari sistem politik termasuk melakukan
perubahan-perubahan.

2. Budaya Politik Kaula

Menurut Mochtar Masoed dan Colin Mac Andrews (2000), budaya politik kaula/subjek menunjuk pada orangorang yang secara pasif patuh pada pejabat-pejabat pemerintahan dan undang-undang, tetapi tidak melibatkan diri
dalam politik atau pun memberikan suara dalam pemilihan.
3. Budaya Politik Partisipan
Menurut pendapat Almond dan Verba (1966), budaya politik partisipan adalah suatu bentuk budaya yang
berprinsip bahwa anggota masyarakat diorientasikan secara eksplisit terhadap sistem sebagai keseluruhan dan
terhadap struktur dan proses politik serta administratif.

22. Contoh budaya politik partisipan :

1. Mengikuti pemilu
2. Aktif dalam kegiatan politik
3. Membentuk organisasi politik atau menjadi anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang dapat
4.
5.

mengontrol maupun memberi input terhadap setiap kebijakan pemerintah.


Bergabung dalam kelompok-kelompok kepentingan kontemporer, seperti unjuk rasa secara damai tidak anarkis
atau merusak, petisi, protes, dan demonstrasi.
Selalu mengkritisi kebijakan pemerintah dan selalu memberikan masukan kepada pemerintah.

23.

Akibat dari pemerintahan yang tidak transparan :

1. Rendahnya kepercayaan warga Negara terhadap pemerintah


2. Rendahnya partisipasi warga Negara terhadap kebijakan-kebijakan yang dibuat pemerintah
3. Sikap apatis warga Negara dalam mengambil inisiatif dan peran yang berkaitan dengan
kebijakan public
4. Jika warga negara apatis, ditunjang dengan rezim yang berkuasa sangat kuat dan lemahnya
fungsi legislatif, KKN akan merajalela dan menjadi budaya yang mendarah daging (Nilai
dominan)
5. Krisis moral dan akhlak yang berdampak pada ketidak adilan, pelanggaran hukum dan hak
asasi manuasia
24. 1. Partisipasi (Participation), yaitukeikutsertaan masyarakat dalam proses pembuatan keputusan, kebebasan
berserikat dan berpendapat, berpartisipasi secara konstruktif.
2. Aturan Hukum (rule of law), hukum harus adil tanpa pandang bulu.
3. Tranparan (transparency) yaitu adanya kebebasan aliran informasi sehingga mudah diakses masyarakat.
4. Daya Tanggap (responsivenes) yaitu proses yang dilakukan setiap institusi diupayakan untuk melayani berbagai
pihak (stakeholder).
5. Berorientasi Konsessus (Consensus Oriented) bertindak sebagai mediator bagi kepentingan yang berbeda
untuk mencapai kesepakatan.
6. Berkeadilan (equity) memberikan kesempatan yang sama baik pada laki maupun
meningkatkan danmemelihara kualitas hidupnya.

perempuan dalamupaya

7. Efektifitas dan Efisiensi (Effectiveness and Efficiency) segala proses dan kelembagaan diarahkan untuk
menghasilkan sesuatu yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan melalui pemamfaatan berbagai sumber yang
tersedia dengan baik.
8. Akuntabilitas (Accountability) yaitupara pengambilkeputusan baik pemerintah, swasta dan masyarakat madani
harus bertanggung jawab pada publik.
9. Bervisi strategis (stratrgic Vision) para pemimpin dan masyarakat emiliki perspektif yang luas dan jangka
panjang dalam menyelenggaraan dan pembangunan dengan mempertimbangkan

aspek historis,kultur dan

kompleksitas sosial.
10. Kesalingketerkaitan (Interrelated),adanya kebijakan yang saling memperkuat dan terkait (mutually reinforcing)
dan tidak berdiri sendiri.

25.

FUNGSI PERS

Menurut UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers, disebutkan dalam pasal 3 fungsi pers adalah sebagai berikut :
A. Sebagai Media Informasi, ialah perrs itu memberi dan menyediakan informasi tentang peristiwa yang
terjadi kepada masyarakat, dan masyarakat membeli surat kabar karena memerlukan informasi.
B. Fungsi Pendidikan, ialah pers itu sebagi sarana pendidikan massa (mass Education), pers memuat tulisantulisan yang mengandung pengetahuan sehingga masyarakat bertambah pengetahuan dan wawasannya.
C. Fungsi Menghibur, ialah pers juga memuat hal-hal yang bersifat hiburan untuk mengimbangi berita-berita berat
(hard news) dan artikel-artikel yang berbobot. Berbentuk cerita pendek, cerita bersambung, cerita bergambar, tekateki silang, pojok, dan karikatur.
D. Fungsi Kontrol Sosial, terkandung makna demokratis yang didalamnya terdapat unsur-unsur sebagai berikut:
1. Social particiption yaitu keikutsertaan rakyat dalam pemerintahan.
2. Socila responsibility yaitu pertanggungjawaban pemerintah terhadap rakyat.
3. Socila support yaitu dukungan rakyat terhadap pemerintah.
4. Social Control yaitu kontrol masyarakat terhadap tindakan-tindakan pemerintah.
E. Sebagai Lembaga Ekonomi, yaitu pers adalah suatu perusahaan yang bergerak dibidang pers dapat
memamfaatkan keadaan disekiktarnya sebagai nilai jual sehingga pers sebagai lembaga sosial dapat memperoleh
keuntungan maksimal dari hasil prodduksinya untuk kelangsungan hidup lembaga pers itu sendiri.