Anda di halaman 1dari 7

26.

Alasan Pemerintah Orde Baru membatasi kebebasan pers


Peristiwa Malari (Malapetaka 1 Januari) I & II di Jakarta (tahun 1974/1976). Dan tak luput
juga di wilayah kampus lainnya, seperti Gelora Mahasiswa UGM, almamater IPB, Media IT,
Kampus ITB, dan Salemba UI
27.Manfaat pers menurut UU no 40 th 1999 (X)
a. Pers menjadi penyalur aspirasi rakyat
b. Pers bebas mencari atau mendapatkan kebenaran sehingga dapat mewujudkan keadilan.
c. Pers menjadi kontrol sosial yang bebas memberikan kritik, saran, dan pengawasan
d. Pers menjadi penyebar informasi yang dapat memenuhi hak masyarakat
e. Pers menjadi wahana komunikasi massa
f. Pers menjadi penghubung antarsesama manusia
g. Pers menjadi pendidik karena bebas menyebarkan iptek
h. Pers menjadi pemberi hiburan kepada masyarakat
28.Dampak negative penyalagunaan kebebasan pers
Dampak penyalahgunaan kebebasan pers/media masaa, antara lain
1) Menimbulkan keguncangan dalam masyarakat jika tidak segera ditanggulang, maka dapat
menimbulkan disintergrasi bamgsa
2) Menimbulkan bahaya bagi keselamatan bangsa dan Negara\
3) Kritik yang tidak sesuai fakta, sensasional, dan tidak bertanggung jawab akan
menimbulkan fitnah
Adapun dampaki negatif dari penyalahgunaan kebebasan pers/media massa dapat di bedakan
secara intern dan ekstern
1) Secara intern
a. Pers tidak objektif, menyampaikan berita bohong lambat atau cepat akan di
tinggal oleh pembacanya
b. Ketidak siapan masyrakat untuk menggunakan hak jawab menimbulkan
kejengkelan pihak-pihak yang merasa dirugikan oleh pemberitaan pers maka akan
melakukan tindakan anarkis dengan merusak kantor, bahkan tindakan fisik
terhadap wartawan
2) Secara Ekstern
a. Mempercepat kerusakan akhlak dan moral bangsa
b. Menimbulkan ketegangan dalam masyarakat
c. Menimbulkan sikap anti pati dan kejengkelan terhadap pers
d. Menimbulkan sikap saling curiga dan perpecahan dalam msyaralt
e. Mempersult diadakanya islah/mendamaikan kembali kelompok masyarakat yang
sedang komflik
29.Pengertian Hubungan Internasional
Hubungan internasional adalah hubungan antarnegara atau antarindividu dari negara
yang berbeda dalam bidang tertentu untuk kepentingan kedua belah pihak. Setiap negara
tentunya tidak dapat terlepas dari hubungan internasional. Hal ini karena setiap negara memiliki
kelebihan dan kekurangan masing-masing sehingga hubungan internasional melengkapi itu.

30.Tahap-tahap pembuatan perjanjian internasional


1. Perundingan (Negotiation)
Perundingan dilakukan oleh wakil-wakil negara yang diutus oleh negara-negara peserta
berdasarkan mandat tertentu.
2. Penandatanganan (Signature)
Penandatanganan perjanjian internasional yang telah disepakati oleh kedua negara biasanya
ditandatangani oleh kepala negara, kepala pemerintahan, atau menteri luar negeri.
3. Pengesahan (Ratification)
Ratifikasi dilakukan oleh DPR dan pemerintah. Pemerintah perlu mengajak DPR untuk mensahkan
perjanjian karena DPR merupakan perwakilan rakyat dan berhak untuk mengetahui isi dan
kepentingan yang diemban dalam perjanjian tersebut.
Tahapan pembuatan perjanjian internasional, praktiknya di Indonesia yakni sesuai ketentuan
Pasal 6 ayat (1) UU Nomor 24 Tahun 2000 tentang Perjanjian Internasional, yakni:
Tahap Penjajakan
Penjajakan : merupakan tahap awal yang dilakukan oleh kedua pihak yang berunding mengenal
kemungkinan dibuatnya suatu perjanjian internasional
Tahap Perundingan
Perundingan : merupakan tahap kedua untuk membahas substansi dan masalah-masalah teknis
yang akan disepakati dalam perjanjian internasional
Tahap Perumusan Naskah
Perumusan naskah : merupakan tahap merumuskan rancangan suatu perjanjian internasional
Tahap Penerimaan
Penerimaan : merupakan tahap menerima naskah perjanjian yang telah dirumuskan dan
disepakati oleh para pihak. Dalam perundingan bilateral, kesepakatan atas naskah awal hasil
perundingan dapat disebut Penerimaan yang biasanya dilakukan dengan membubuhkan paraf
pada naskah perjanjian internasional oleh ketua delegasi masing-masing. Dalam perundingan
multilateral, proses penerimaan (acceptance/ approval) biasanya merupakan tindakan
pengesahan suatu negara pihak atas perubahan perjanjian internasional
Tahap Penandatanganan
Penandatanganan : merupakan tahap akhir dalam perundingan bilateral untuk melegalisasi
suatu naskah perjanjian internasional yang telah disepakati oleh kedua pihak. Untuk perjanjian
multilateral, penandatanganan perjanjian internasional bukan merupakan pengikatan diri
sebagai Negara pihak. Keterikatan terhadap perjanjian internasional dapat dilakukan melalui
pengesahan ratification/ accession/ acceptance/ approval.
31.Fungsi perwakilan Diplomatik
a. Peningkatan dan pengembangan kerja sama politik dan keamanan, ekonomi, sosial dan
budaya dengan Negara Penerima dan/atau Organisasi Internasional
b. Peningkatan persatuan dan kesatuan, serta kerukunan antara sesama Warga Negara
Indonesia di luar negeri
c. Pengayoman, pelayanan, perlindungan, dan pemberian bantuan hukum dan fisik kepada
Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia, dalam hal terjadi ancaman

dan/atau masalah hukum di Negara Penerima, sesuai dengan peraturan perundang


undangan nasional, hukum internasional, dan kebiasaan internasional.
d. Pengamatan, penilaian, dan pelaporan mengenai situasi dan kondisi Negara Penerima
e. Konsuler dan protokol
f. Perbuatan hukum untuk dan atas nama Negara dan Pemerintah Republik Indonesia
dengan Negara Penerima
g. Kegiatan manajemen kepegawaian, keuangan, perlengkapan, pengamanan internal
Perwakilan, komunikasi dan persandian
h. Fungsi fungsi lain sesuai dengan hukum dan praktek internasional
32.Nilai-nilai yang terkandung didalam demokrasi pancasila
Nilai-nilai moral yang terkandunga dalam demokrasi pancasila antara lain yaitu:
Adanya rasa tanggung jawab terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Menjunjung tinggi kepada nilai-nilai kemanusiaan yang sesuai dengan harkat dan
martabat manusia.
Menjamin dan dapat mempersatukan bangsa;
Berguna untuk mewujudkan keadilan sosial.
33.Prinsip-prinsip budaya demokrasi pancasila
Demokrasi Pancasila merupakan budaya demokrasi bercorak khas Indonesia yang mengandung
prinsip-prinsip sebagai berikut.
1) Pemerintahan berdasarkan hukum.
2) Perlindungan terhadap hak asasi manusia.
3) Pengambilan keputusan atas dasar musyawarah.
4) Peradilan yang merdeka
34.Pengertian masyarakat madani
Masyarakat madani adalah masyarakat yang beradab, menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan,
yang maju dalam penguasaan ilmu pengetahuan, dan teknologi. (Masyarakat demokratis)
35.ciri-ciri masyarakat madani
1) Mencukupi kebutuhannya sendiri (swadaya), paling tidak untuk sebagian,
2) sehingga tidak bergantung pada bantuan pemerintah.
3) Keanggotaannya yang bersifat sukarela, atau atas kesadaran anggota itu masingmasing.
4) Lahir secara mandiri, yang dibentuk oleh warga masyarakat sendiri bukan
5) penguasa negara.
6) Bebas atau mandiri dari kekuasaan negara sehingga berani mengontrol
7) penggunaan kekuasaan negara.
8) Tunduk pada aturan hukum yang berlaku atau seperangkat nilai/norma yang
9) diyakini bersama
36.Bentuk penyimpangan demokrasi pada masa orde baru
1) Pemberantasan hak-hak politik rakyat
2) Pemusatan kekuasaan di tangan presiden
3) Pemilu yang tidak demokratis

4) Korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN)


37.Contoh perilaku yang menunjukan budaya demokrasi
1) Contoh penerapan demokrasi di lingkungan keluarga, antara lain adalah sebagai berikut.
menghargai pendapat orang tua dan saudara,
bertanggung jawab atas perbuatannya,
musyawarah untuk pembagian kerja,
bekerja sama untuk menyelesaikan pekerjaan dan masalah yang ada,
bersedia untuk menerima kehadiran saudara-saudaranya sendiri, dan
terbuka terhadap suatu masalah yang dihadapi.
1) Contoh penerapan budaya demokrasi di lingkungan masyarakat, antara lain adalah
sebagai berikut.
mau mengakui kesalahan yang telah dibuatnya,
menghormati pendapat orang lain yang berbeda dengannya,
menyelesaikan masalah dengan mengutamakan kesepakatan,
bersedia hidup bersama dengan semua warga negara tanpa membedabedakan,
tidak merasa benar atau menang sendiri dalam berbicara dengan warga
lain,
f) menaati peraturan lingkungan dan hukum yang berlaku, dan
g) melibatkan diri dalam upaya memecahkan persoalan bersama.
1) Contoh penerapan budaya demokrasi di lingkungan sekolah, antara lain adalah sebagai
berikut.
menaati peraturan disiplin sekolah,
menerima dengan ikhlas hasil kesepakatan,
menghargai pendapat teman lain meskipun pendapat itu berbeda dengan kita,
bersedia untuk bergaul dengan teman sekolah tanpa diskriminasi,
melibatkan diri dalam upaya memecahkan persoalan bersama,
menerima teman yang berbeda latar belakang suku, budaya, ras, dan agama, dan
mengutamakan musyawarah, membuat kesepakatan untuk menyelesaikan masalah.
38.Pengertian pancasila sebagai ideologi terbuka
Sebagai ideologi Pancasila menjadi pedoman dan acuan bangsa Indonesia dalam menjalankan
aktivitas di segala bidang sehingga sifatnya harus terbuka, luwes dan fleksibel tidak tertutup dan
kaku melainkan harus mampu mengikuti perkembangan jaman tanpa harus mengubah nilai-nilai
dasarnya. Pancasila memberikan orientasi ke depan dan selalu menyadari situasi kehidupan yang
sedang dihadapi dan akan dihadapi di era keterbukaan/globalisasi dalam segala bidang.
39.Pengertian pancasila sebagai sumber nilai
Artinya seluruh tatanan kehidupan masyarakat, bangsa dan negara menggunakan Pancasila
sebagai dasar moral (norma) dan tolok ukur tentang baik buruk dan benar salahnya sikap,
perbuatan dan tingkah laku bangsa Indonesia.
40.Contoh sikap positif terhadap pancasila sebagai ideologi terbuka

Menjunjung tinggi nilai-nilai ketuhanan bahwa setiap warga sudah seharusnya mempunyai cara
berpikir, sikap dan perilaku yang menjunjung tinggi nilai-nilai ketuhanan Yang Maha Esa
Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan yang sesuai dengan sifat ideologi Pancasila terbuka,
sehingga senantiasa mendudukkan manusia sebagai mitra sesuai dengan harkat dan
martabatnya.
Menjunjung tinggi nilai persatuan Indonesia pada sifat ideologi Pancasila terbuka, yang
mengharuskan setiap warga negara wajib mempertahankan keutuhan dan tegak-kokohnya NKRI
Menjunjung tinggi nilai permusyawaratan/perwakilan yang dimaknai untuk menghormati dan
mengedepankan kedaulatan negara sebagai perwujudan kehendak seluruh rakyat.
Menjunjung tinggi nilai keadilan sosial pada sifat ideologi Pancasila terbuka untuk terwujudnya
kesejahteraan lahir dan batin yang berkeadilan seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali.
41.Perbedaan yang mendasar dalam pelaksanaan Pemilu pada masa orde baru & Reformasi
Perbedaan Pemilu Pada Masa Orde Baru Dan Masa Reformasi
Pemilu di masa Orde Baru:
1. Dilaksanakan hanya sekali untuk memilih partai, hanya ada tiga partai (PDI, Golkar dan PPP)
dan pasti Golkar sebagai jawara PEMILU dengan mengusung presiden Soeharto pada SU MPR;
2. Tidak adanya pemilihan Presiden dan Wakil Presiden serta anggota Legislatif secara langsung;
3.Semboyan Pemilu yaitu Luber (Langsung, Umum, Bebas dan Rahasia)
Pemilu di masa Reformasi:
1.Dilaksanakan dengan dua hingga tiga tahapan (satu tahapan untuk memilih partai/anggota
legislatif dan dua tahapan untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden) dengan jumlah partai
mencapai 24 Parpol (Pemilu 2004) dan 34 Parpol (Pemilu 2009);
2. Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden serta anggota Legislatif secara langsung oleh rakyat;
3 emboyan Pemilu yaitu Luber dan Jurdil (Langsung, Umum, Bebas dan Rahasia serta Jujur dan
Adil).
42.Pentingnya hubungan internasional bagi suatu bangsa
Pentingnya Hubungan Internasional Bagi suatu bangsa . Suatu bangsa tidak akan bisa berdiri atau
berkembang lebih maju apabila negara tersebut tidak mempunyai hubungan dengan negara lain
. Jadi, sangatlah penting hubungan Internasional bagi suatu bangsa.
Pentingnya hubungan internasional bagi suatu negara adalah sebagai berikut.
a.Memelihara dan menciptakan hidup berdampingan secara damai dan adil dengan bangsa lain.
b.Mencegah & menyelesaikan konflik / persengketaan yang mengancam perdamaian dunia.
c.Mengembangkan cara penyelesaian masalah secara damai melalui perundingan dan diplomasi.
d.Membangun solidaritas dan sikap menghormati antar bangsa.
e.Membantu bangsa lain yang terancam kemerdekaannya.
f.Berpartisipasi dalam rangka ikut melaksanakan ketertiban dunia,berdasarkan kemerdekaan,
perdamaian abadi & keadilan sosial.
g.Menjamin kelangsungan hidup bangsa & negara, kelangsungan dan keberadaannya di tengahtengah bangsa lain.
43.fungsi perwakilan diplomatik menurut konvensi wina th 1961

Fungsi perwakilan diplomatik menurut Konvensi Wina 1961 adalah mewakili negara pengirim di
negara penerima untuk hal-hal berikut:
1)Melindungi segala kepentingan negara pengirim dan warga negaranya di negara penerima
dalam batas-batas yang diizinkan oleh hukum internasional.
2)Mengadakan persetujuan dengan pemerintah negara penerima
3)Memberikan keterangan tentang kondisi dan perkembangan negara penerima dengan cara
yang diizinkan undang-undang dan melaporkan kepada pemerintah negara pengirim.
4)Memelihara hubungan persahabatan antara negara pengirim dan negara penerima dan
mengembangkan hubungan ekonomi, kebudayaah, dan ilmu pengetahuan.
44.manfaat dibentuknya organisasi ASEAN bagi warga negara indonesia
a.Dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi, sosial, dan budaya di kawasan Asia Tenggara
sendiri.
b.Dapat meningkatkan perdamaian dan stabilitas regional, dengan menghormati keadilan dan
tertib hukum dalam kawasan Asia Tenggara agar menghindari dari bahaya akibat jika tidak ada
keadilan dalam masyarakat.
c.Meningkatkan kerja sama dan menyelesaikan permasalahan yang berhubungan dengan
kepentingan bersama dalam bidang ekonomi, sosial, budaya, teknik, ilmu pengetahuan dan
administrasi.
d.Saling memberikan bantuan dalam bentuk sarana latihan dan penelitian di bidang pendidikan,
profesi, teknik, dan administrasi.
e.Bekerja sama dalam memanfaatkan dengan maksimal bidang pertanian dan industri,
memperluas pasar, komoditas internasional seperti bekerja sama dengan politik luar negeri
Indonesia, memperbaiki sarana distribusi dan komunikasi , serta dalam memperbaiki taraf hidup
penduduk.
f.Meningkatkan pendidikan tentang Asia Tenggara.
g.Menjaga dan memelihara hubungan kerja sama yang baik dengan organisasi internasional yang
ada.
h.Dapat melindungi hak-hak pekerja migran dan hak dan kewajiban warga negara.
i.Menghargai hak asasi manusia serta kemerdekaan fundamental tanpa ada membeda-bedakan
warna, kulit, jenis kelamin, agama dan bahasa.
j.Menjadikan pusat bagi kegiatan bangsa-bangsa dalam mencapai kerja sama yang baik untuk
mencapai tujuan dari PBB.
k.ASEAN juga dapat membantu meningkatkan dan mendorong kawasan pariwisata yang ada di
wilayah Asia Tenggara.
45.contoh perjanjian internasional yang dilakukan indonesia yang berkaitan dengan
pertahanan dan keamanan
Perjanjian bilateral Indonesia India di bidang pertahanan dan ekonomi pada tahun 2011
pertukaran kunjungan pelatihan anti terorisme dan trans national crimes juga akan
dimajukan.(dengan vietnam)
Indonesia, Australia tandatangani perjanjian keamanan
adanya latihan perang bersama untuk meningkatkan kemampuan pertahanan dan keamanan.

46.dampak positif globalisasi bagi indonesia di bidang ekonomi


1. Produksi global dapat ditingkatkan
2. Meningkatkan kemakmuran masyarakat dalam suatu negara
3.Meluaskan pasar untuk produk dalam negeri
4.Dapat memperoleh lebih banyak modal dan teknologi yang lebih baik
5.Menyediakan dana tambahan untuk pembangunan ekonomi
47.aspek aspek globalisasi
A. Globalisasi Informasi dan Komunikasi
B. Globalisasi Ekonomi
C. Globalisasi Hukum
D. Globalisasi Politik
E. Globalisasi Ilmu Pengetahuan
F. Globalisasi Budaya
G. Globalisasi Agama
48.sikap bangsa indonesia terhadap masuknya budaya asing sumber hukum internasional
49.sumber hukum internasional
Pada umumnya istilah sumber hukum internasional menunjuk pada sumber
hukum dalam arti formal. Terkait dengan sumber hukum formal tersebut ada
empat sumber hukum internasional yang digunakan oleh mahkamah
internasional dalam mengadili perkara yang diajukan kepadanya, yakni
a) Perjanjian internasional
b) Kebiasaan internasional
c) Prinsip hukum umum yang diakui oleh bangsa-bangsa beradab
d) Keputusan pengadilan dan pendapat para sarjana terkemuka dari berbagai
negara
50.pengertian hukum internasional
Prof. Mochtar Kusumaatmadja mengartikan hukum internasional sebagai keseluruhan kaidah
dan asas yang mengatur hubungan atau persoalan yang melintasi batas negara, antara negara
dengan negara, dan negara dengan subjek hukum lain bukan negara, atau subjek hukum bukan
negara satu sama lain.