Anda di halaman 1dari 37

Kisi-kisi Biologi.

1. Bioma Stepa/Padang Rumput


Curah hujan yang sangat rendah +/-25 mm/tahun
Memiliki kelembaban udara yang sangat rendah
Evaporasi (penguapan) tinggi yang lebih cepat dari prepitiasi (hujan)
Tingkat deflasi yang tinggi
Tanah pasir tandus karena tidak mengandung air
Suhu udara di siang 45 derajat celcius dan di malam hari sekitar 0 derajat celcius
Bioma Tundra
Hampir di setiap wilayahnya tertutup oleh salju/es
Mempunyai musim dingin yang panjang dan gelap serta musim panas yang panjang
dan terang.
Usia tumbuh tanaman sangat pendek, berkisar dari 30-120 hari (1-4 bulan)
Bioma Taiga
Memiliki musim dingin yang cukup panjang dan musim kemarau yang panas sangat
singkat yakni hanya berlansung 1-3 bulan.
Selama musim dingin, air tanah akan berubah menjadi es yang mencapai 2 meter di
bawah permukaan tanah.
Jenis tumbuhan yang hidup sangat sedikit, umumnya hanya terdiri atas dua atau tiga
jenis tumbuhan
Bioma Gurun
Memiliki curah hujan yang sangat rendah +/- 25 mm/tahun
Evaporasi (penguapan) tinggi dan lebih cepat daripada presipitasi (hujan)
Tingkat deflasi yang tinggi
Memiliki perbedaan suhu udara siang dan malam yang sangat tinggi yaitu disiang hari
45 derajat celcius, malam 0 derajat celcius.
Tanah pasir sangat tandus karena tidak dapat menampung air
Mempunyai kelembaban udara yang sangat rendah
Bioma Hutan Hujan Tropis
Curah hujan sangat tinggi, lebih dari 2.000 mm/tahun
Pohon-pohon utama memiliki ketinggian antara 20-40 m.
Mendapat sinar matahari yang cukup, tetapi sinar matahari tidak dapat menembus
dasar hutan
Cabang pohon berdaun lebat dan lebar dengan hijau sepanjang tahun
Memiliki iklim mikro di lingkungan sekitar permukaan tanah/dibawah kanopi (daun
pada pohon-pohon besar dengan membentuk tudung).
Bioma Hutan Gugur
Curah hujan merata antara 75 - 1.000 mm pertahun
Pohon yang bercirikan lebar, hijau pada musim dingin, rontok pada musim panas dan
memiliki tajuk yang rapat
Memiliki jumlah/jenis tumbuhan yang relatif sedikit
Musim panas yang hangat dan musim dingin tidak terlalu dingin.
Terdiri 4 musim ialah musim panas, gugur, dingin, semi
Bioma Sabana

Terdapat di daerah khatulistiwa (iklim tropis)


Memiliki curah hujan antara 100-150 mm/tahun
Curah hujan yang sedang dan tidak teratur
Porositas (air yang meresap ke tanah) dan drainase (pengarian) cukup baik
2. Protozoa
Organisme uniseluler (bersel tunggal)
Eukariotik (memiliki membran nukleus)
Hidup soliter (sendiri) atau berkoloni (kelompok)
Umumnya tidak dapat membuat makanan sendiri (heterotrof)
Hidup bebas, saprofit atau parasit
Dapat membentuk kista untuk bertahan hidup
Alat gerak berupa pseudopodia, silia, atau flagela
3. Klafisikasi jamur
1. Zygomycota
Zygomycota dikenal sebagai jamur zigospora (bentuk spora berdinding tebal
a. Ciri-ciri Zygomycota
Hifa tidak bersekat dan bersifat koenositik (mempunyai beberapa inti).
Dinding sel tersusun dari kitin.
Reproduksi aseksual dan seksual.
Hifa berfungsi untuk menyerap makanan, yang disebut rhizoid.
2. Ascomycota
a. Ciri-ciri Ascomycota
1. Hifa bersekat-sekat dan di tiap sel biasanya berinti satu.
2. Bersel satu atau bersel banyak.
3. Ada yang brsifat parasit, saprofit, dan ada yang bersimbiosis dengan ganggang hijau
dan ganggang biru membentuk lumut kerak.
4. Mempunyai alat pembentuk spora yang disebut askus, yaitu suatu sel yang berupa
gelembung atau tabung tempat terbentuknya askospora. Askospora merupakan hasil
dari reproduksi generatif.
5. Dinding sel dari zat kitin.
6. Reproduksi seksual dan aseksual.
3. Basidiomycota
Sering dikenal dengan jamur gada karena memiliki organ penghasil spora berbentuk gada
(basidia)
a. Ciri-ciri Basidiomycota
1. Hifanya bersekat, mengandung inti haploid.
2. Mempunyai tubuh buah yang bentuknya seperti payung yang terdiri dari bagian batang
dan tudung. Pada bagian bawah tudung tampak adanya lembaran-lembaran (bilah) yang
merupakan tempat terbentuknya basidium. Tubuh buah disebut basidiokarp.
3. Ada yang brsifat parasit, saprofit, dan ada yang bersimbiosis dengan ganggang hijau
dan ganggang biru membentuk lumut kerak.
4. Reproduksi secara seksual (dengan askospora) dan aseksual (konidia).

4. Deuteromycota
Sering dikenal sebagai fungi imperfecti (jamur yang tak sebenarnya), karena belum diketahui
perkembangbiakannya secara seksual
a. Ciri-ciri Deuteromycota
Hifa bersekat, tubuh berukuran mikroskopis
Bersifat parasit pada ternak dan ada yang hidup saprofit pada sampah
Reproduksi aseksual dengan konidium dan seksual belum diketahui.
Banyak yang bersifat merusak atau menyebabkan penyakit pada hewan-hewan ternak,
manusia, dan tanaman budidaya
4. Beberapa tingkatan takson tumbuhan yaitu:
1. Kingdom
Kingdom merupakan tingkatan paling tinggi dari semua takson yang ada. memiliki anggota
paling banyak. Untuk tumbuhan sendiri termasuk kedalam kingdom plantae yang berarti
tumbuhan. Memiliki ciri ciri tidak dapat bergerak, serta tidak memiliki alat indra, mapu
untuk menghasilkan makanan sendiri.
2. Divisi
Berbeda dengan hewan yang memiliki nama filum untuk tingkatan takson yang serupa.
Terdapat tiga divisi tumbuhan antara lain divisi bryopphyta (tumbuhan lumut), pteridopyta
atau tumbuhan paku dan spermatopyta atau tumbuhan berbiji.
3. Clasiis atau kelas
Berdasarkan beberapa persamaan yang dimiliki, beberapa divisi di bedakan lagi menjadi
bebrapa kelas. Nama kelas pada tumbuhan biasanya emiliki akhiran yang berbeda beda yaitu
opsida untuk lumut, -edoneae untuk tumbuhan berbiji tertutup. Misalnya divisi bryopyta di
bagi menjadi dua kelas yaitu hepaticosida (lumut hati), dan bryopsida
4. Ordo
Ordo atau yang biasa disebut dengan bangsa ini biasanya memiliki beberapa karakteristik
yang sama. Nama ordo dalam tumbuhan biasanya memiliki akhiran khusu seperti ales.
Misalnya kelas dycotilesoneae dibagi menjadi beberapa ordo yaitu ordo solanes, malvales,
dan poales.
5. Familia
Setiap anggota takson ordo yang memiliki persamaan khusus di kelompokkan lagi menjadi
beberapa famili. Dalam kingdom tumbuhan, takson famili biasanya memiliki akhiran berupa
aceae. Misalnya famili malvaceae, rosaceace, dan poaceace. Namun adapula yang
menggunakan akhiran aceae misalnya poaceae atau nama lain dari poaceace.
6. Genus
Famili yang memiliki ciri khusus kemudian di kelompokkan lebih spesifik lagi menjadi
genus. Misalnya genus familia poaceae terdiri dari genus zea (jagung dan saccharum (tebu).
Aturan penulisan genus biasanya huruf pertama haruslah huruf kapital, dan dicetak miring
atau di garis bawahi.
7. Spesies
Merupakan tingkatan takson paling rendah dari tigkatan takson tumbuhan. Misalnya genus
rosa memiliki spesies rosa rugosa dan lain lain.
Berdasarkan Ciri Morfologi dan Anatomi
Untuk mengetahui persamaan dan perbedaan dari makhluk hidup pertama-tama yang dapat
dilakukan adalah mengamati bentuk luar dari makhluk hidup tersebut, misalnya bentuk paruh

dan jumlah sayap. Apabila hendak menggolongkan beberapa tumbuhan, maka yang dapat
diamati adalah bentuk pohon, bentuk daun, bentuk bunga, warna bunga, dan lain-lain.
Ciri-ciri inilah yang dinamakan ciri morfologi. Apabila kita mengamati dari ada tidaknya sel
trakea, kambium, ada tidaknya berkas pengangkut, ada tidaknya sel kambium, ciri-ciri ini
dinamakan ciri anatomi.
5. Kingdom plantae + animalia

6. Sumber-sumber pencemaran lingkungan


1. Pencemaran kimiawi
Pencemaran kimiawi adalah pencemaran karena zat-zat kimia. Misalnya seperti logam berat
atau raksa dan timbale. Limbah adalah hasil proses produksi.
2. Pencemaran fisik
Pencemaran fisik adalah pencemaran yang disebabkan oleh zat cair, padat, atau gas.
Yang padat misalnya sampah, yang gas misalnya asap pabrik, yang cair misalnya limbah
rumah tangga.
3. Pencemaran biologis
Pencemaran

biologis adalah

pencemaran

yang

disebabkan

oleh

berbagai

macam

mikroorganisme penyebab penyakit. Misalnya sumur atau sumber air yang tercemar kuman
7. Dampak Sampah terhadap Lingkungan
Pencemaran Udara
Sampah yang menumpuk dan tidak segera terangkut merupakan sumber bau tidak sedap yang
memberikan efek buruk bagi daerah sensitive sekitarnya seperti pemukiman, perbelanjaan,
rekreasi, dan lain-lain. Pembakaran sampah sering kali terjadi pada sumber dan lokasi
pengumpulan terutama bila terjadi penundaan proses pengangkutan sehingga menyebabkan

kapasitas tempat terlampaui. Asap yang timbul sangat potensial menimbulkan gangguan bagi
lingkungan sekitarnya.
Pencemaran Air
Prasarana dana sarana pengumpulan yang terbuka sangat potensial menghasilkan lindi. Lindi
adalah air hasil degradasi dari sampah dan dapat menimbulkan pencemaran apabila tidak
diolah terlebih dahulu. Aliran lindi ke saluran atau tanah sekitarnya akan menyebabkan
terjadinya pencemaran. Instalasi pengolahan berskala besar menampung sampah dalam
jumlah yang cukup besar pula sehingga potensi lindi yag dihasilkan di instalasi juga cukup
potensial untuk menimbulkan pencemaran air dan tanah disekitarnya.
Pencemaran Tanah
Pembuangan sampah yang tidak dilakukan dengan baik misalnya di lahan kosong atau TPA
yang dioperasikan secara sembarangan akan menyebabkan lahan setempat mengalami
pencemaran akibat tertumpuknya sampah organik dan mungkin juga mengandung Bahan
Buangan Berbahaya (B3). Bila hal ini terjadi maka akan diperlukan waktu yang sangat lama
sampai sampah terdegradasi atau larut dari lokasi tersebut. Selama waktu itu lahan setempat
berpotensi menimbulkan pengaruh buruk terhadap manusia dan lingkungan sekitarnya.
8. Karakteristik limbah:
1. Berukuran mikro
2. Dinamis
3. Berdampak luas (penyebarannya)
4. Berdampak jangka panjang (antar generasi)
Berdasarkan karakteristiknya, limbah industri dapat digolongkan menjadi 4
1. Limbah cair
2. Limbah padat
3. Limbah gas dan partikel
4. Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun)
9. Daur Sulfur
Bakteri yang terlibat dalam proses daur belerang atau sulfur
yaitu desulfibrio dan desulfomaculum
Daur Nitrogen
bakteri Rhizobium & Bakteri Nitrosomonas
Jaringan yang menyusun batang adalah sebagai berikut:
Epidermis
Epidermis terutama berfungsi sebagai pelindung. Pada dikotil banyak lapisan gabus yang
menutup epidermis dan mengisi celah-celah akibat pertumbuhan membesar sekunder. Untuk
fungsi pertukaran zat pada batang terdapat lentisel yang tidak tertutup oleh lapisan gabus.
Korteks
Korteks tidak berfungsi untuk pengangkutan zat, tetapi membentuk kulit yang dapat
berfungsi sebagai pelindung dan penguat batang. Pada dikotil terdapat sel-sel yang disebut
kambium gabus (felogen), yang kearah luar membentuk felem (gabus) dan kedalam
membentuk feloderm kulit gabus).
Silinder pusat
Pada silinder pusat terdapat berkas pengangkut (xilem dan floem), jaringan dasar, empulur,
dan jaringan penguat yang dikelilingi jaringan perisikel. Pada dikotil berkas pengangkut

disebut kolateral terbuka, dengan susunan dari luar kedalam, floem kambium xilem.
Kambium sel-selnya selalu membelah diri membentuk kulit dan kayu sekunder sehingga
terjadi pertumbuhan sekunder. Pada monokotil berkas pengangkut bertipe kolateral tertutup
dengan xilem yang langsung dikelilingi oleh floem.
10. Jaringan tumbuhan
1. Aorta
Aorta adalah arteri terbesar dalam tubuh. Letaknya di bagian atas jantung. Fungsi aorta
adalah untuk membawa darah yang mengandung oksigen dari ventrikel kiri ke seluruh tubuh.
2. Vena Kava Superior
Vena kava superior (vena cava) adalah vena besar dalam tubuh. Letaknya juga di bagian atas
jantung. Fungsi vena kava superior adalah untuk membawa kembali darah kaya karbon
dioksida dari seluruh tubuh bagian atas ke jantung.
3. Arteri Pulmonalis
Arteri pulmonalis adalah arteri yang mengangkut darah dari jantung ke paru-paru. Fungsi
arteri pulmonalis adalah untuk mengganti karbon dioksida dan uap air yang ada di dalam
darah dengan oksigen.
4. Katup Aorta
Katup aorta adalah katup yang memisahkan ventrikel kiri dengan aorta. Perubahan tekanan
darah pada kedua sisi katup menyebabkan katup dapat terbuka dan tertutup. Fungsi katup
aorta adalah untuk mencegah darah mengalir ke arah yang salah.
5. Atrium
Atrium adalah bentuk jamak dari atria yang sama artinya dengan serambi. Terdapat dua
atrium yaitu atrium kiri (serambi kiri) dan atrium kanan (serambi kanan). Atrium dua ruangan
teratas dari empat ruang utama pada jantung. Fungsi atrium kiri adalah adalah menerima
darah dari paru-paru yang kaya oksigen dan membawanya ke ventrikel kiri. Sedangkan
fungsi atrium kanan adalah menerima darah dari seluruh tubuh yang kaya akan karbon
dioksida kemudian membawanya ke ventrikel kanan.
6. Vena pulmonalis
Vena pulmonalis adalah vena yang membawa darah kaya oksigen dari paru-paru ke jantung
tepatnya di atrium kiri. Ukurannya lebih kecil dari vena cava dan terdiri dari vena pulmonalis
kanan dan vena pulmonalis kiri. Fungsi vena pulmonalis adalah untuk membawa darah kaya
oksigen kembali ke jantung untuk kemudian diedarkan ke seluruh tubuh.
7. Katup Trikuspidalis
Katup trikuspidalis atau katup trikuspid adalah katup yang terdiri dari dari tiga daun katup.
Katup ini dapat terbuka jika sistole berkontraksi dan dapat menutup kembali. Fungsi katup
trikuspidalis adalah untuk memisahkan atrium kanan dan ventrikel kanan dan membantu
mengalirkan darah miskin oksigen dari atrium kanan ke ventrikel kanan.
8. Katup Mitral
Katup mitral atau bicuspid adalah katup yang memisahkan atrium kiri dan ventrikel kiri.
Katup ini dapat terbuka saat darah kaya oksigen di atrium kiri hendak mengalir ke ventrikel
kiri. Fungsi katup mitral adalah untuk mencegah darah yang telah berada di ventrikel kiri
kembali ke atrium kiri.
9. Ventrikel
Ventrikel adalah dua ruang kosong dari empat ruang di bagian bawah jantung. Ventrikel juga
disebut bilik. Ada dua macam ventrikel, yaitu ventrikel kiri (bilik kiri) dan ventrikel kanan

(bilik kanan). Fungsi ventrikel adalah untuk menerima darah dari atrium kemudian
membawanya keluar dari jantung. Fungsi ventrikel kiri adalah menerima darah dari atrium
kiri dan membawanya ke seluruh tubuh. Fungsi ventrikel kanan adalah menerima darah dari
atrium kanan dan membawanya ke paru-paru.
10. Vena Kava Inferior
Vena kava inferior atau vena cava inferior adalah vena terbesar dalam tubuh manusia. Fungsi
vena kava inferior adalah membawah darah dari bagian bawah tubuh ke atrium kanan
jantung.
Selain bagian-bagian yang disebutkan dalam gambar anatomi di atas, berikut adalah beberapa
bagian lain jantung manusia:
11. Katup Atrioventrikular
Katup atrioventrikular atau katup atrioventrikuler adalah katup yang terletak di antara atrium
dan ventrikel. Fungsi katup atrioventrikular adalah untuk membuat darah hanya dapat
mengalir dari atrium ke ventrikel.
12. Dinding Jantung
Dinding jantung adalah bagian terluar yang melapisi jantung. Dinding jantung terdiri dari tiga
lapisan yaitu endokardium (terdalam), miokardium (bagian tengah), dan epikardium (terluar).
Endokardium terdiri dari epitel pipih selapis. Miokardium terdiri dari otot kardiak (otot
jantung). Epikardium adalah sebuah membran fibrosa. Fungsi dinding jantung adalah
membuat jantung berdetak dan mencegah supaya jantung tidak bocor.
11. Jaringan Hewan

a. Epitel pipih selapis


Lokasi jaringan epitel:pembuluh limfe, endotel, kapsula glomerulus, alveoli, peritonium,
pleura, perikardium.
Fungsi jaringan epitel: difusi, filtrasi
b. Epitel kubus selapis
Lokasi jaringan epitel:tubula ginjal, saluran kelenjar ludah, kelenjar keringat, permukaan
ovari, permukaan dalam lensa mata, sel-sel berpigmen dari retina.
Fungsi jaringan epitel: sekresi dan absorbs

c. Epitel silindris selapis


Lokasi jaringan epitel: lambung, usus, kelenjar pencernaan, kantong empedu, saltran uterus,
uterus, rongga hidung.
Fungsi jaringan epitel: sekresi dan absorpsi
d. Epitel pipih berlapis banyak
Lokasi jaringan epitel: epidermis, vagina, mulut, esofagus, saluran anus, ujueg uretra.
Fungsi jaringan epitel: proteksi
e. Epitel kubus berlapis banyak
Lokasi jaringan epitel: kelenjar keringat, kelenjar minyak, kelenjar tiroid, ovarium, zakar.
Fungsi jaringan epitel: sekresi dan ekskresi
f. Epitel silindris berlapis banyak
Lokasi jaringan epitel: saluran kelenjar ludah, saluran kelenjar susu, uretra, laring, faring,
langit-langit mulut.
Fungsi jaringan epitel: sekresi dan pergerakan.
g. Epitel silindris berlapis banyak
Lokasi jaringan epitel: saluran reproduksi, rongga hidung, saluran pernapasan, saluran
ekskresi yang besar.
Fungsi jaringan epitel: sekresi, proteksi dan gerakan zat
h. Epitel transisional
Lokasi jaringan epitel: saluran kencing, kandung kemih, ureter, ginjal.
Fungsi jaringan epitel: memungkinkan perubahan dalam bentuk.
12. Sistem Sirkulasi
1. Aorta
Aorta adalah arteri terbesar dalam tubuh. Letaknya di bagian atas jantung. Fungsi aorta
adalah untuk membawa darah yang mengandung oksigen dari ventrikel kiri ke seluruh tubuh.
2. Vena Kava Superior
Vena kava superior (vena cava) adalah vena besar dalam tubuh. Letaknya juga di bagian atas
jantung. Fungsi vena kava superior adalah untuk membawa kembali darah kaya karbon
dioksida dari seluruh tubuh bagian atas ke jantung.
3. Arteri Pulmonalis
Arteri pulmonalis adalah arteri yang mengangkut darah dari jantung ke paru-paru. Fungsi
arteri pulmonalis adalah untuk mengganti karbon dioksida dan uap air yang ada di dalam
darah dengan oksigen.
4. Katup Aorta
Katup aorta adalah katup yang memisahkan ventrikel kiri dengan aorta. Perubahan tekanan
darah pada kedua sisi katup menyebabkan katup dapat terbuka dan tertutup. Fungsi katup
aorta adalah untuk mencegah darah mengalir ke arah yang salah.
5. Atrium
Atrium adalah bentuk jamak dari atria yang sama artinya dengan serambi. Terdapat dua
atrium yaitu atrium kiri (serambi kiri) dan atrium kanan (serambi kanan). Atrium dua ruangan
teratas dari empat ruang utama pada jantung. Fungsi atrium kiri adalah adalah menerima
darah dari paru-paru yang kaya oksigen dan membawanya ke ventrikel kiri. Sedangkan
fungsi atrium kanan adalah menerima darah dari seluruh tubuh yang kaya akan karbon
dioksida kemudian membawanya ke ventrikel kanan.

6. Vena pulmonalis
Vena pulmonalis adalah vena yang membawa darah kaya oksigen dari paru-paru ke jantung
tepatnya di atrium kiri. Ukurannya lebih kecil dari vena cava dan terdiri dari vena pulmonalis
kanan dan vena pulmonalis kiri. Fungsi vena pulmonalis adalah untuk membawa darah kaya
oksigen kembali ke jantung untuk kemudian diedarkan ke seluruh tubuh.
7. Katup Trikuspidalis
Katup trikuspidalis atau katup trikuspid adalah katup yang terdiri dari dari tiga daun katup.
Katup ini dapat terbuka jika sistole berkontraksi dan dapat menutup kembali. Fungsi katup
trikuspidalis adalah untuk memisahkan atrium kanan dan ventrikel kanan dan membantu
mengalirkan darah miskin oksigen dari atrium kanan ke ventrikel kanan.
8. Katup Mitral
Katup mitral atau bicuspid adalah katup yang memisahkan atrium kiri dan ventrikel kiri.
Katup ini dapat terbuka saat darah kaya oksigen di atrium kiri hendak mengalir ke ventrikel
kiri. Fungsi katup mitral adalah untuk mencegah darah yang telah berada di ventrikel kiri
kembali ke atrium kiri.
9. Ventrikel
Ventrikel adalah dua ruang kosong dari empat ruang di bagian bawah jantung. Ventrikel juga
disebut bilik. Ada dua macam ventrikel, yaitu ventrikel kiri (bilik kiri) dan ventrikel kanan
(bilik kanan). Fungsi ventrikel adalah untuk menerima darah dari atrium kemudian
membawanya keluar dari jantung. Fungsi ventrikel kiri adalah menerima darah dari atrium
kiri dan membawanya ke seluruh tubuh. Fungsi ventrikel kanan adalah menerima darah dari
atrium kanan dan membawanya ke paru-paru.
10. Vena Kava Inferior
Vena kava inferior atau vena cava inferior adalah vena terbesar dalam tubuh manusia. Fungsi
vena kava inferior adalah membawah darah dari bagian bawah tubuh ke atrium kanan
jantung.
Selain bagian-bagian yang disebutkan dalam gambar anatomi di atas, berikut adalah beberapa
bagian lain jantung manusia:
11. Katup Atrioventrikular
Katup atrioventrikular atau katup atrioventrikuler adalah katup yang terletak di antara atrium
dan ventrikel. Fungsi katup atrioventrikular adalah untuk membuat darah hanya dapat
mengalir dari atrium ke ventrikel.
12. Dinding Jantung
Dinding jantung adalah bagian terluar yang melapisi jantung. Dinding jantung terdiri dari tiga
lapisan yaitu endokardium (terdalam), miokardium (bagian tengah), dan epikardium (terluar).
Endokardium terdiri dari epitel pipih selapis. Miokardium terdiri dari otot kardiak (otot
jantung). Epikardium adalah sebuah membran fibrosa. Fungsi dinding jantung adalah
membuat jantung berdetak dan mencegah supaya jantung tidak bocor.

13. Sistem Sirkulasi


a. Peredaran darah kecil atau peredaran
darah pendek adalah peredaran darah yang dimulai
dari bilik kanan jantung menuju ke paru-paru dan
akhirnya kembali ke serambi kiri jantung.
b. Peredaran darah besar atau peredaran darah
panjang adalah peredaran darah yang dimulai dari bilik
kiri jantung menuju ke seluruh tubuh, kemudian
kembali lagi ke serambi kanan jantung.
Kesimpulan : Peredaran Darah
a. Peredaran darah kecil : jantung (bilik kanan) =>
pembuluh nadi paru-paru => paru-paru => pembuluh
balik paru-paru => jantung (serambi kiri )
b. Peredaran darah besar : jantung (bilik kiri) aorta
=> pembuluh nadi => pembuluh kapiler => pembuluh
balik => jantung (serambi kanan)

14. Sistem Sirkulasi


1. Anemia
Yang pertama, adalah anemia. Anemia merupakan suatu kondisi dimana seseorang
mengalami kekurangan darah, sehingga darah yang mengalir di pembuluh darah mengalami
deficit, dan menyebabkan tidak optimalnya peredaran darah ke bagian-bagaian tubuh dan
juga organ tubuh tertentu.
2. Varises
Varises merupakan salah satu kelainan dan juga penyakit yang berhubungan dengan
pembuluh darah lainnya. Varises merupakan suatu kondisi dimana pembuluh darah vena
memiliki gangguan atau hambatan dalam mengalirkan darah. Hal ini disebabkan karena
adanya kelainan atau kesalahan pada katub pembuluh vena dalam mengatur peredaran darah
sehingga menyebabkan peredaran darah pembuluh vena menjadi terhambat.
3. Hipertensi
sponsored links
Hipertensi (darah tinggi) merupakan salah satu jenis penyakit yang berhubungan dengan
peredaran darah yang paling populer. Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan
penyakit dimana kondisi tekanan darah yang mengalir pada pemmbuluh darah melebihi batas
normal, dan menimbulkan berbagai komplikasi lainnya, seperti :
Kepala sering pusing
Sakit kepala
Cepat marah
Dapat menyebabkan penyakit kronis

Kelelahan

4. Hipotensi
Hipotensi (darah rendah) merupakan kebalikan dari hipertensi, yaitu kondisi dimana tekanan
darah yang mengalir pada pembuluh darah berada pada batasan di bawah normal. Biasanya
penyakit yang berhubungan dengan peredaran darah ini dapat terjadi karena beberapa hal,
yaitu
Terjadi pendarahan
Diare yang disertai muntah
Kekurangan zat gizi penting bagi tubuh
Overdosis atau kelebihan konsumsi obat penurun tekanan darah

5. Leukemia (Kanker Darah)


Leukemia juga sering disebut dengan kanker darah. Hal ini dsebabkan karena memang
terdapat sel kanker yang menyerang bagian darah yang mengalir di pembuluh darah, terutama
sel darah putih. Hal ini menyebabkan terjadinya pertumbuhan dari leukosit yang tidak normal
yang disebabkan oleh :
Virus karsinogenik
Adanya paparan zat radioaktif
Alkohol dan juga merokok berlebihan
Infeksi zat kimia beracun
Faktor gen atau keturunan
6. Penyakit Jantung Koroner
Penyakit jantung koroner merupakan jenis lainnya dari penyakit yang berhubungan dengan
peredaran darah. Lebih tepatnya adalah peredaran darah yang mengalir pada pembuluh darah
koroner. Hal ini dapat menyebabkan penyakit ini adalah kondisi dimana pembuluh darah
koroner mengalami penyumbatan, sehingga peredaran darah menjadi terganggu. Kondisi ini
biasanya disebabkan oleh :
Pengerasan pembuluh nadi / arteri
Endapan lemak
Endapan zat kapur
7. Gagal Jantung
Selain penyakit jantung coroner, penyakit yang berhubungan dengan peredaran darah lainnya
adalah gagal jantung. Sesuai dengan namanya, gagal jantung terjadi ketika jantung pada
tubuh seseorang gagal untuk bekerja secara optimal. Hal in imenyebabkan kekuatan kontraksi
dari jantung menurun, yang dapat menyebabkan berkurangnya pasokan darah ke seluruh
tubuh. Biasanya gangguan atau penyakit ini dapat menimbulkan gejala seperti :
Cepat lelah
Penyebab dada sesak nafas
Bengkak pada bagian kaki
Pembengkakan paru-paru

8. Hemofilia
Hemofilia merupakan salah satu kelainan pada darah, apabila tidak ingin disebut sebagai
penyakit yang berhubungan dengan peredaran darah. Hemofilia merupakan kondisi dimana
darah mengalami kesulitan untukmelakukan proses pembekuan. Hal ini dapat menyebabkan
penderitanya mengalami pendarahan yang hebat dan tidak wajar, meskipun hanya mengalami
luka kecil saja. Biasanya, penyebab hemofilia paling utama karena adanya faktor keturunan.
15. Sistem Pencemaran
Pencernaan
Hati menjalankan fungsi yang aktif dalam proses pencernaan melalui produksi empedu.
Empedu adalah campuran dari air, garam empedu, kolesterol, dan pigmen bilirubin.
Hepatocytes dalam hati memproduksi empedu, yang mana ketika melalui saluran empedu
maka akan disimpan dalam gallbladder. Jika makanan yang mengandung lemak mencapai
duodenum, sel duodenum mengeluarkan hormon yang disebut cholecystokinin untuk
menstimulasi gallbladder unuk mengeluarkan empedu. Empedu melewati saluran empedu
dan dikeluarkan menuju duodenum dimana lemak dengan massa yang besar diemulsi.
Emulsifikasi oleh empedu membentuk segumpal lemak menjadi ukuran yang lebih kecil dan
dengan begitu akan lebih mudah dicerna oleh tubuh. (baca : fungsi hati manusia)
Peran bilirubin dalam empedu adalah produk dari pencernaan hati atas sel darah merah yang
terpakai. Sel kupffer dalam hati menangkap dan menghancurkan sel darah merah yang tidak
lagi dibutuhkan ke hepatocytes. Hepatocytes kemudian melakukan metabolisme hemoglobin,
pigmen sel darah merah yang membawa oksigen ke komponen heme dan globin.
Protein globin terpakai sebagai sumber energi untuk tubuh. Kelompok heme yang berisi
materi yang lebih keras tidak bisa dipakai lagi oleh tubuh dan diubah menjadi pigmen
bilirubin kemudian ditambahkan ke empedu untuk diekskresi dari tubuh. Bilirubin tersebut
memberikan warna hijau pada empedu. Kemudian, bakteri dalam usus mengubah bilirubin ke
sebuah pigmen coklat yang disebut stercobilin yang memberikan warna untuk feses.
16. Sistem Pencemaran
1. Mulut (enzim Amilase)
Enzim amilase berperan dalam mengubah pati (amilum menjadi maltosa)
2. Lambung (Asam lambung, Enzim Renin, Enzim pepsin)
Asam lambung (HCL) adalah zat kimia yang berperan dalam membunuh bakteri yang
terdapat pada makanan di dalam lambung dan juga membantu kerja enzim pepsin.
Enzim Renin di dalam lambung berperan dalam Mengubah kaseinogen menjadi kasein.
Enzim pepsin berfungsi dalam Mengubah protein menjadi proteosa, polipeptida dan pepton
3. Pankreas ( Tripsin, Enzim karbohidrase pankreas, Enzim lipase pankreas, Enzim
amilase pankreas)
Enzim tripsin berfungsi untuk Mengubah protein menjadi polipeptida
Enzim Karbohidrase pankreas berfungsi dalam mencerna amilum menjadi maltosa
Enzim Lipase Pankreas berfungsi Melakukan emulsi lemak menjadi asam lemak dan gliserol.
Enzim Amilase pankreas berfungsi Mengubah amilum menjadi disakarida

4. Usus Halus ( Enzim enterokinase, Enzim maltase, Enzim laktase, Enzim sukrase,
enzim paptidase, enzim lipase)
Enzim enterokinase berfungsi dalam mengubah tripsinogen menjadi tripsin
Enzim maltase berfungsi dalam Mengubah maltosa menjadi Glukosa
Enzim laktase berfungsi dalam mengubah Laktosa menjadi galaktosa dan Glukosa
Enzim Sukrase berfungsi dalam Mengubah sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa
Enzim peptidase berfungsi dalam mengubah polipeptida menjadi Asam amino
Enzim Lipase berfungsi dalam mengubah Mengubah Lemak menjadi gliserol dan asam
lemak
5. Hati (Empedu)
Cairan Empedu berfungsi dalam Mengemulsikan Lemak.
Itulah beberapa jenis Enzim Pencernaan yang ada pada manusia, semua enzim tersebut
sangat bermanfaat dalam mencerna makanan sehingga kita dapat merasakan pengaruhnya
terhadap tubuh.
17. Sistem Koordinasi
Otak terbuat dari tiga bagian utama: otak depan, otak tengah, dan otak belakang.
Otak depan terdiri dari cerebrum, thalamus, dan hypothalamus.
Otak tengah ini terdiri dari tectum dan tegmentum.
Otak belakang terbuat dari otak kecil, pons dan medula.
Seringkali otak tengah, pons, dan medula disebut bersama-sama sebagaibatang otak.
Cerebrum (otak besar)
Cerebrum atau korteks adalah bagian terbesar dari otak manusia, yang berhubungandengan
fungsi otak yang lebih tinggi seperti pikiran dan tindakan. Korteks serebraldibagi
menjadi empat bagian, yang disebut "lobus": lobus
frontal, lobus parietal, lobusoksipital, dan lobus temporal. Berikut adalah representasi visual
dari korteks:

Apa fungsi masing-masing dari lobus?


Lobus frontal-terkait dengan penalaran, perencanaan, bagian bicara, gerakan,emosi, dan
pemecahan masalah
Lobus parietal-terkait dengan gerakan, persepsi, pengenalan orientasi, danrangsangan
Lobus oksipital-terkait dengan pemrosesan visual
Lobus temporal-terkait dengan persepsi
dan pengenalan rangsanganpendengaran, memori, dan bicara.
Cerebellum
Cerebellum, atau "otak kecil", mirip dengan cerebrum, dalam hal ini memiliki duabelahan
otak dan memiliki permukaan yang sangat terlipat atau korteks. Struktur iniberhubungan
dengan pengaturan dan koordinasi gerakan, postur, dan keseimbangan.
Sistem limbik
Sistem limbik, yang
sering disebut
sebagai "otak
emosional", ditemukan terkubur di
dalam otak besar. Sistem ini berisi thalamus, hypothalamus, amygdala, danhippocampus.
Berikut adalah representasi visual dari sistem ini, dari pandanganmidsagittal dari otak
manusia:

Thalamus
Thalamus merupakan sebuah massa besar dari materi abu-abu terletak mendalam di otak
bagian depan di bagian paling atas dari diencephalon. Strukturini memiliki fungsi sensorik
dan motorik. Hampir semua informasi sensorikmemasuki struktur ini dimana neuron
mengirim informasi tersebut ke korteksatasnya. Akson dari setiap sistem Sensorik
(kecuali penciuman) menempel di sini sebagai situs estafet terakhir
sebelum informasi
tersebut mencapai korteks serebral.
Hipotalamus
Hipotalamus merupakan bagian dari diencephalon, ventral ke talamus.Struktur ini terlibat
dalam fungsi homeostasis, emosi, kehausan, kelaparan, iramasirkadian, dan kontrol dari
sistem saraf otonom. Selain itu, ia mengendalikanhipofisis.
Amigdala
Amigdala merupakan bagian dari telencephalon, yang terletak di lobus temporal, yang
terlibat dalam memori, emosi, dan ketakutan. Amigdala terletak di bawah permukaan bagian
depan, sebelah medial dari lobus temporal di manamenyebabkan tonjolan di permukaan
disebut uncus (komponen dari sistemlimbik).

Hippocampus
Hippocampus merupakan bagian dari otak hemisphers di bagian sebelah medial basal dari
lobus temporal. Ini bagian dari otak yang penting untuk belajar dan memori, untuk
mengubah memori jangka pendek ke memori yang lebih permanen, dan untuk mengingat
hubungan spasial.
Batang Otak
Di bawah sistem limbik terdapat batang otak. Struktur ini bertanggung jawab untuk fungsi
dasar kehidupan vital seperti pernapasan, detak jantung, dan tekanan darah. Para ilmuwan
mengatakan bahwa batang otak merupakan bagian "paling sederhana" dari otak manusia
karena otak seluruh binatang, seperti reptil (yang muncul awal pada skala evolusi)
menyerupai batang otak kita.
Otak Tengah
Otak tengah / mesencephalon terletak di bagian rostral dari batang otak, yang meliputi
tectum dan tegmentum. Otak tengah terlibat dalam fungsi seperti penglihatan, pendengaran,
gerak mata, dan gerak tubuh. Bagian anteriormempunyai tangkai otak, yang merupakan
bundel besar akson yang bepergian dari korteks serebral melalui batang otak dan serat
ini (bersama dengan strukturlainnya) yang penting untuk fungsi motorik.
Pons
Pons-bagian dari metencephalon di otak belakang. Bagian ini terlibat dalam kontrol motor
dan analisis sensorik... Misalnya, informasi dari telinga pertama memasuki otak di pons. Pons
memiliki bagian yang penting bagi tingkat kesadaran dan untuk tidur. Beberapa struktur
dalam pons terkait dengan otak kecil, sehingga terlibat dalam gerakan dan postur.
Medulla
Struktur ini merupakan bagian ekor-sebagian besar batang otak, antara ponsdan sumsum
tulang belakang. Medulla ini bertanggung jawab untuk menjagafungsi tubuh yang
vital, seperti pernapasan dan detak jantung.
18. Sistem Ekresi
A. PENYAKIT YANG MENYERANG GINJAL
1. Diabetes Insipidus
Diabetes insipidus adalah suatu penyakit yang penderitanya mengeluarkan urine terlalu
banyak. Penyebab penyakit ini adalah kekurangan hormon ADH ( Anti Diuretic Hormone
) yaitu hormon yang mempengaruhi proses reabsorpsi cairan pada ginjal. Bila kekurangan
hormon ADH, jumlah urine dapat meningkat menjadi 30 kali lipat.
2. Glukosuria
Glukosuria adalah penyakit yang ditandai adanya glukosa dalam urine. Penyakit ini
disebut juga kencing manis. Kadar gula dalam darah meningkat karena kekurangan
hormon insulin. Nefron tidak mampu menyerap kembali kelebihan glukosa, sehingga
kelebihan glukosa dibuang bersama urine.
3. Batu ginjal
Batu ginjal dapat terbentuk karena pengendapan garam kalsium di dalam rongga ginjal,
saluran ginjal, dan kantong kemih. Batu ginjal terbentuk kristal yang tidak bisa larut dan
mengandung kalsium oksalat, asam urat, dan kristal kalsium fosfat. Penyebabnya adalah
karena karena terlalu banyak mengonsumsi garam mineral dan terlalu sedikit
mengonsumsi air. Batu ginjal tersebut dapat menimbulkan hidronefosis ( membesarnya

ginjal karena urine tidak dapat mengalir keluar ) hal itu akibat penyempitan aliranginjal
atau tersumbat oleh batu ginjal.
4. Gagal ginjal
Gagal ginjal adalah kelainan ginjal yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Penyakit
ini disebabkan karena kondisi yang mengganggu fungsi ginjal. Penyakit ini terbagi
menjadi 2 yaitu penyakit ginjal semestara dan tetap. Penderita penyakit ginjal sementara
dapat ditolong dengan cuci darah. Sedangkan penderita penyakit ginjal tetap dapat ditong
dengan cangkok ginjal.
5. Nefritis
Nefritis adalah peradangan pada ginjal yang terjadi karena infeksi bakteri penyakit pada
nefron. Bakteri ini masuk melalui saluran pernafasan kemudian dibawa darah ke ginjal.
Karena infeksi ini nefron mengalami peradangan sehingga protein dan sel sel darah
yang masuk bersama urine primer tidak dapat disaring dan keluar bersama urine. Selain
itu, nefritis dapat menyebabkan uremia, yaitu ureum yang masuk dalam darah melebihi
kadar normal. Terdapatnya ureum di dalam darah dapat menyebabkan penyerapan air
terganggu, selanjutnya air akan menumpuk di kaki atau organ tubuh yang lain.
Selain itu, nefritis dapat diakibatkan karena suatu reaksi kekebalan yang keliru dan
melukai ginjal. Tanda-tanda dari nefritis adalah hematuria (darah di dalam air kemih),
proteinuria (protein di dalam air kemih) dan kerusakan fungsi hati, yang tergantung
kepada jenis, lokasi dan beratnya reaksi kekebalan.
6. Albuminuria
Albuminuria adalah penyakit pada sistem ekskresi yang ditandai dengan urine penderita
mengandung albumin. Albumin merupakan protein yang bermanfaat bagi manusia karena
berfungsi untuk mencegah agar cairan tidak terlalu banyak keluar dari darah. Penyakit ini
menyebabkan terlalu banyak albumin yang lolos dari saringan ginjal dan terbuang
bersama urine. Penyakit ini antara lain disebabkan oleh kekurangan protein. Cara
mencegahnya dengan cara pengendalian kadar gula darah dan mengurangi derajat
albuminuria dengan pemberian diuretik dosis kecil dan pembatasan asupan protein (0,60,8 gram / kg berat badan per hari).
B. PENYAKIT YANG MENYERANG KULIT
1. Jerawat
Jerawat merupakan gangguan umum yang bersifat kronis pada kelenjar minyak. Penyakit
tersebut umumnya dialami anak-anak masa remaja. Jerawat biasanya menyerang bagian
wajah, dada atas, dan punggung. Pemijitan jerawat secara tidak benar perlu kamu
hindari, sebab hal tersebut dapat menyebabkan infeksi. Cara pencegahan timbulnya
jerawat yang paling mudah yaitu makan makanan yang seimbang, cukup tidur dan, olah
raga, serta rajin menjaga kebersihan kulit.

2. Biang keringat
Biang keringat dapat mengenai siapa saja; baik anak-anak, remaja, atau orang tua. Biang
keringat terjadi karena kelenjar keringat tersumbat oleh sel-sel kulit mati yang tidak dapat
terbuang secara sempurna. Keringat yang terperangkap menyebabkan timbulnya bintikbintik kemerahan yang disertai gatal. Daki, debu, dan kosmetik juga dapat menyebabkan
biang keringat.
3. Skabies
Penyakit skabies disebabkan oleh parasit insekta yang sangat kecil (Sarvoptes scabies)
dan dapat menular pada orang lain. Penularannya dengan 2 cara kontak langsung dan
kontak tak langsung. Pada penyakit skabies ditemukan 4 tanda cardinal yaitu pruritus
nocturna, menyerang manusia secara berkelompok, adanya terowongan (kunikulus) pada
tempat-tempat predileksi yang berwarna putih atau keabu-abuan dan menemukan tungau.
Ujud kelainan kulit pada penyakit skabies yaitu ditemukannya papul, vesikel, erosi,
ekskoriasi, krusta dan lain-lain.
4. Eksim
Eksim merupakan penyakit kulit yang akut atau kronis. Penyakit tersebut. menyebabkan
kulit menjadi kering, kemerah-merahan, gatal-gatal, dan bersisik. Mengobatinya dengan
cara menempelkan segenggam daun lamtoro (petai cina), kapur sirih, dan garam pada
kulit yang terkena eksim. Lakukan selama seminggu atau obati dengan tembakau ranau
yang direndam dalam satu gelas air hangat, kemudian peras dan ambil sarinya. Bersihkan
eksim dan olesilah dengan sari ramuan tersebut 3 kali sehari.
5. Biduran
Udara dingin kadang bisa menyebabkan kulit kita menjadi gatal dan timbul bengkakbengkak dengan bentuk yang tidak teratur. Biduran dapat berlangsung beberapa jam
hingga beberapa hari dan tidak meninggalkan bekas. Biasanya biduran disebabkan karena
alergi terhadap bahan kimia, makanan, atau obat-obatan. Penyakit ini dapat dicegah
dengan tidak mengkonsumsi sesuatu yang menyebabkan biduran. Untuk megatasinya,
ambillah batu bata merah yang sudah ditumbuk sebanyak 1 gelas. Batu bata merah
digoreng tanpa minyak, taruh dalam kain bekas, lalu oles-oleskan pada bagian yang
biduran. Anda akan merasakan hangat-hangat dan tidak lama kemudian biduran akan
segera sembuh dan tidak gatal lagi.
6. Kanker kulit
Dari semua jenis kanker, kanker kulit adalah jenis kanker yang paling sering dijumpai.
Paparan terhadap sinar matahari yang berlebihan dapat memicu timbulnya kanker kulit.
Penyakit ini lebih sering menyerang orang dengan kulit berwarna terang yang lebih
sensitif terhadap sinar matahari. Pencegahan dapat dilakukan dengan menggunakan tabir
surya atau membatasi lamanya kulit terpapar sinar matahari.

C. PENYAKIT YANG MENYERANG PARU PARU


1. TBC
Penyakit TBC disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini dapat
menular melalui percikan ludah saat penderita batuk. Bila diperlukan, penderita TBC
dapat juga dikarantina di tempat khusus agar tidak menularkan penyakitnya .Penyakit ini
juga sebenarnya merupakan salah satu penyakit yang sudah ditaklukan, tetapi belakangan
kembali menyerang. Salah satunya adalah karena penderita tuberkulosis ini tidak
menghabiskan obat mereka. Obat harus diminum secara teratur selama 6 sampai 9 bulan
untuk menyembuhkan penyakit ini. Tidak menghabiskan obat dapat menyebabkan
penderita tidak dapat sembuh dan menyebabkan obat tidak mampu lagi melawan kuman
karena kuman menjadi kebal.
2. Pneumonia
Penyakit ini disebabkan oleh bakteri, virus atau jamur yang menginfeksi paru-paru
khususnya di alveolus. Penyakit ini menyebabkan oksigen susah masuk karena alveolus
dipenuhi oleh cairan. Pencegahnnya dengan cara selalu memelihara kebersihan dan
menjaga daya tahan tubuh tetap kuat dapat mencegah agar bakteri tidak mampu
menembus pertahanan kesehatan tubuh. Apabila telah menderita pneumonia, biasanya
disembuhkan dengan meminum antibiotik.
3. Asma
Asma dikenal dengan bengek yang disebabkan oleh bronkospasme. Asma merupakan
penyempitan saluran pernapasan utama pada paru-paru. Gejala penyakit ini ditandai
dengan susah untuk bernapas atau sesak napas. Penyakit ini tidak menular dan bersifat
menurun. Kondisi lingkungan yang udaranya tidak sehat atau telah tercemar akan memicu
serangan asma. Prinsip dasar penanganan serangan asma adalah dengan pemberian obatobatan baik suntikan (Hydrocortisone), syrup ventolin (Salbutamol) atau nebulizer (gas
salbutamol) untuk membantu melonggarkan saluran pernafasan.
4. Kanker paru-paru
Kanker paru-paru adalah pertumbuhan sel kanker yang tidak terkendali dalam jaringan
paru. Jika dibiarkan pertumbuhan yang abnormal ini dapat menyebar ke organ lain, baik
yang dekat dengan paru maupun yang jauh misalnya tulang, hati, atau otak. Penyakit
kanker paru-paru lebih banyak disebabkan oleh merokok (87%), sedangkan sisanya
disebabkan oleh zat asbes, radiasi, arsen, kromat, nikel, klorometil eter, gas mustard dan
pancaran oven arang bisa menyebabkan kanker paru-paru, meskipun biasanya hanya
terjadi pada pekerja yang juga merokok.
5. Emfisema
Emfisema disebabkan karena hilangnya elastisitas alveolus. Alveolus sendiri adalah
gelembung-gelembung yang terdapat dalam paru-paru. Pada penderita emfisema, volume
paru-paru lebih besar dibandingkan dengan orang yang sehat karena karbondioksida yang

seharusnya dikeluarkan dari paru-paru terperangkap didalamnya. Asap rokok dan


kekurangan enzim alfa-1-antitripsin adalah penyebab kehilangan elastisitas pada paruparu.
6. Pleuritis
Pleuritis adalah peradangan pada pleura, yang merupakan, lembab berlapis ganda
membran yang mengelilingi paru-paru dan garis tulang rusuk. Kondisi ini dapat membuat
napas sangat menyakitkan. Kadang-kadang dikaitkan dengan kondisi lain yang disebut
efusi pleura, di mana kelebihan cairan mengisi daerah antara lapisan membran itu.
D. PENYAKIT YANG MENYERANG HATI
1. Hepatitis
Hepatitis adalah radang hati yang disebabkan oleh virus. Virus hepatitis ada beberapa
macam, misalnya virus hepatitis A dan hepatitis B. Hepatitis yang disebabkan oleh virus
hepatitis B lebih berbahaya daripada hepatitis yang disebabkan oleh virus hepatitis A.
Pencegahannya adalah dengan vaksinassi. Pengobatannya melalui kimiawi yang
bertujuan untuk mematikan virus hepatitis.
2. Penyakit kuning
Penyakit kuning disebabkan oleh tersumbatnya saluran empedu yang mengakibatkan
cairan empedu tidak dapat dialirkan ke dalam usus dua belas jari, sehingga masuk ke
dalam darah dan warna darah menjadi kuning. Kulit penderita tampak pucat kekuningan,
bagian putih bola mata berwarna kekuningan, dan kuku jaripun berwarna kuning. Hal ini
terjadi karena di seluruh tubuh terdapat pembuluh darah yang mengangkut darah
berwarna kekuningan karena bercampur dengan cairan empedu.
3. Sirosis hati
Sirosis hati adalah keadaan penyakit yang sudah lanjut dimana fungsi hati sudah sangat
terganggu akibat banyaknya jaringan ikat di dalam hati. Sirosis hati dapat terjadi karena
virus Hepatitis B dan C yang berkelanjutan, karena alkohol, salah gizi, atau karena
penyakit lain yang menyebabkan sumbatan saluran empedu. Sirosis tidak dapat
disembuhkan, pengobatan dilakukan untuk mengobati komplikasi yang terjadi (seperti
muntah dan berak darah, asites/perut membesar, mata kuning serta koma hepatikum).
4. Kanker hati
Kanker hati terjadi apabila sel kanker berkembang pada jaringan hati. Kanker hati yang
banyak terjadi adalah Hepatocellular carcinoma (HCC). HCC merupakan komplikasi
akhir yang serius dari hepatitis kronis, terutama sirosis yang terjadi karena virus hepatitis
B, C dan hemochromatosis.
5. Koletasis dan jaundice
Kolestasis merupakan keadaan akibat kegagalan memproduksi dan pengeluaran empedu.
Lamanya menderita kolestasis dapat menyebabkan gagalnya penyerapan lemak dan
vitamin A, D, E, K oleh usus, juga adanya penumpukan asam empedu, bilirubin dan

kolesterol di hati. Adanya kelebihan bilirubin dalam sirkulasi darah dan penumpukan
pigmen empedu pada kulit, membran mukosa dan bola mata disebut jaundice. Pada
keadaan ini kulit penderita terlihat kuning, warna urin menjadi lebih gelap, sedangkan
faeces lebih terang.
6. Perlemakan hati
Perlemakan hati terjadi bila penimbunan lemak melebihi 5 % dari berat hati atau
mengenai lebih dari separuh jaringan sel hati. Perlemakan hati ini sering berpotensi
menjadi penyebab kerusakan hati dan sirosis hati. Kelainan ini dapat timbul karena
mengkonsumsi alkohol berlebih disebut ASH (Alcoholic Steatohepatitis), maupun bukan
karena alkohol disebut NASH (Nonalcoholic Steatohepatitis).
19. Sistem Reproduksi

1. Fase Proliferasi
Fase proliferasi sering kali disebut fase estrogenik. Hal ini disebabkan pada fase ini prosesnya
dikendalikan oleh hormon estrogen. Fase ini mulai terjadi pada hari kelima hingga hari
keempat belas dari siklus menstruasi. Setelah haid terjadi bagian hipofisis anterior akan
mensekresikan Follicle Stimulating Hormone (FSH). FSH memengaruhi proses pertumbuhan
dan pemasakan ovum dan folikel graaf memacu pembentukan hormon estrogen. Hormon
estrogen kemudian memengaruhi uterus untuk membangun endometrium sehingga rahim
mengalami penebalan hingga 5 7 cm. Dengan dihasilkannya estrogen, pengeluaran FSH
akan dihambat, sedangkan LH dirangsang untuk diproduksi. Dengan pecahnya folikel graaf,
ovum akan dilepaskan keluar dan terjadilah ovulasi. Proses ini terjadi pada hari ke-14 setelah
siklus menstruasi.
2. Fase Sekresi
Fase ini sering kali disebut fase progesteronik karena dipengaruhi oleh hormon progesteron.
Fase sekresi berlangsung pada hari ke-14 sampai ke-28. Pada fase ini folikel graaf yang
pecah pada saat terjadi ovulasi berubah menjadi korpus rubrum. Dengan adanya LH yang

memengaruhi, korpus rubrum berubah menjadi korpus luteum atau disebut juga badan
kuning. Korpus luteum ini selanjutnya menghasilkan hormon progesteron.
Sewaktu berlangsungnya fase sekresi, endometrium mengalami penebalan, arteri-arteri
mengalami pembesaran, dan tumbuhnya kelenjar endometrium. Jika tidak terjadi kehamilan,
korpus luteum akan mengalami degenerasi yang menyebabkan berkurangnya kadar hormon
progesteron dan estrogen atau bahkan tidak ada sama sekali.
3. Fase Menstruasi
Fase ini dimulai dari saat meluruhnya endometrium yang ditandai dengan keluarnya darah
dan berakhir pada hari keempat sampai keenam. Pada fase ini hormon estrogen dan
progesteron sudah tidak dihasilkan lagi. Dengan tidak diproduksinya estrogen dan
progesteron maka akan terjadi degenerasi endometrium. Darah haid yang mengandung
mukus dan sel-sel epitel, kemudian dikeluarkan dari rongga uterus menuju fagina.
20. Pertmbuhan dan Perkembangan pada tumbuhan
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan

1. Faktor Internal
Faktor internal adalah segala pengaruh/faktor yang berasal dari tanaman itu sendiri yaitu
meliputi gen dan hormon.
a. Gen
Gen merupakan dasar faktor internal yang paling tidak bisa ditawar karene setiap mahluk
hidup tentu saja memiliki gen yang berbeda satu sama lain. Gen merupakan unit pewarisan
sifat bagi organisme hidup. Bentuk fisiknya adalah urutan DNA menyandi protein,
polipeptida atau seuntaian DNA yang memiliki fungsi bagi organisme yang memilikinya.
Batasan modern gen adalah suatu lokasi tertentu pada genom yang berhubungan dengan
pewarisan sifat dan dapat dihubungkan dengan fungsi sebagai regulator (pengendali),
sasaran transkripsi, atau peran-peran fungsional lainnya. Tentu saja dalam DNA ini telah
disandi sebagaimana rupa yang menentukan bentuk dan pewarisan sifa dari induknya. Jadi
begini Sahabat Blogger kalau yang mengontrol seluruh pertumbuhan dan perkembangan
tumbuhan ini.

b. Hormon
Hormon adalah pembawa pesan kimiawi antarsel atau antarkelompok sel. Semua organisme
multiselular, termasuk tumbuhan memproduksi hormon. Dalam pertumbuhan ini peran
hormon ini sangatlah penting. berikut adalah daftar hormon yang mempengaruhi
pertumbuhan dan perkembangan tanaman. berikut adalah beberapa hormon yang berperan
dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman:
1. Auksin
Jenis Hormon
Fungsi
Tempat Diproduksi
Auksin
Mendorong
perpanjangan
batang, Dihasilkan pada embrio dalam biji,
pertumbuhan akar, differensiasi sel dan meristem batang dan daun daun
percabangan,
pertumbuahan
buah, muda.
dominasi
epikal,
fototropisme,
geotropisme.
Ada beberapa janis auksin, antara lain adalah auksin A dan auksin B. Sebenarnya
auksin A itu serupa dengan auksin B hanya berbeda pada kandungan airnya. Auksin A
memeliki kandungan air yang lebih banyak yaitu sekitar 1 mol air leih banyak dari pada
auksin B. Selain itu, ada zat yang disebut dengan heteroauksin yang kemudian di ketahui
sebagai asam indol asetat (IAA). Semakin jauh dari ujung tumbuhan konsentrasi auksin ini
akan semakin menyusut.
2. Giberilin
Jenis Hormon
Fungsi
Tempat Diproduksi
Giberilin
Mendorong pertumbuhan tinggi tanaman, Di produksi oleh meristem batang,
mempengaruhi perpanjangan sel dan meristem akar, daun muda dan
pembelahan sel.s erta pertumbuhan pada embrio.
akar daun dan bunga serta buah.
Giberilin di temukan oleh Eiichi Kurosawa pada tahun 1926. Giberilin merupakan
suatu zat yang diperoleh dari suatu jenis jamur yang hidup sebagai parasit pada padi di
Jepang, yaitu jamur Gibberella fujikkuroi. Tanaman padi yang terserang oleh jamur tersebut
mengalami pertumbuhan yang abnormal.

3. Asam traumalin
Jenis Hormon
Fungsi
Tempat Diproduksi
Asam Traumalin Mampu memperbaiki kerusakan atau
regenerasi sel pada luka yang terjadi pada
tubuh tumbuhan baik pada daun, batang
ataupun akar.
Pertama kali dipelajari oleh Haberland. Pada percobaan yang dia lakukan, jaringan
tanaman dilukai kemudian di cuci bersih, ternyata bekas bidang luka tidak membentuk
jaringan baru. Pada jaringan luka tersebut yang dibiarkan akan terbentuk jaringa baru di dekat
luka tersebut.
4. Kalin
Jenis Hormon
Fungsi
Tempat Diproduksi
Kalin
Hormon yang mempengaruhi pembentukan
organ pada tumbuhan

Hormon kalin dibedakan menjadi 4 macam:


a. Rizokalin yaitu hormon yang merangsang pembentukan akar, identik dengan vitamin B.
b. Kaulokalin yaitu hormon yang merangsang pertumbuhan batang.
c. Filokalin yaitu hormon yang merangsang pembentukan daun.
d. Antokalin yaitu hormon yang merangsang pertumbuhan pada bunga.
5. Asam Absisat
Jenis Hormon
Fungsi
Tempat Diproduksi
Asam Absisat
Menghambat
pertumbuhan,
menutup Disintesis pada daun, buah, batang
stomata selama kekurangan air, menunda dan biji.
pertumbuhan.
Asam Abscisat (ABA) adalah penghambat (inhibitor) pertumbuhan merupakanlawan dari
giberelin dan auksin. Hormon ini memaksa dormansi, mencegah biji dariperkecambahan dan
menyebabkan rontoknya daun, bunga dan buah. Secara alamitingginya konsentrasi asam
abscisat ini dipicu oleh adanya stress oleh lingkunganmisalnya kekeringan. Hormon ini
dibentuk pada daun-daun dewasa.
6.Gas Etilen
Jenis Hormon
Fungsi
Tempat Diproduksi
Gas Etilen
Mendorng
pemasakan
buah
dan Diproduksi oleh jaringan buah
menyebabkan penebalan pada batang.
masak, diruas batang dan jaringan
tua.
Buah-buahan terutama yang sudah tua melepaskan gas yang disebut etilen. Etilendisintesis
oleh tumbuhan dan menyebabkan proses pemasakan yang lebih cepat. Selainetilen yang
dihasilkan oleh tumbuhan, terdapat etilen sintetik, yaitu etepon (asam 2-kloroetifosfonat).
Etilen sintetik ini sering di gunakan para pedagang untuk mempercepat pemasakan buah.
Oleh karena itu buah yang tua sering diletakkan ditempat tertutup (diperam) agar cepat
masak.
Etilen merupakan senyawa unik dan hanya dijumpai dalam bentuk gas. senyawaini memaksa
pematangan buah, menyebabkan daun tanggal dan merangsang penuaan.Tanaman sering
meningkatkan produksi etilen sebagai respon terhadap stress dansebelum mati. Konsentrasi

etilen fluktuasi terhadap musim untuk mengatur kapanwaktu menumbuhkan daun dan kapan
mematangkan buah.Selain memacu pematangan, etilen juga memacu perkecambahan biji,
menebalkanbatang, mendorong gugurnya daun, dan menghambat pemanjangan batang
kecambah.Selain itu, etilen menunda pembungaan, menurunkan dominansi apikal dan
inisiasiakar, dan menghambat pemanjangan batang kecambah.
2.Faktor Eksternal
Faktor eksternal merupakan sesuatu yang mempengaruhi/faktor yang berasal dari luar
tubuh tumbuhan tersebut yaitu dari lingkungan atau ekosistem. Ada beberapa faktor ekstrenal
yang mempengaruhi pertumbuhand an perkembangan tumbuhan yaitu air, cahaya,
kelembapan, makanan(nutrisi), suhu.
1.Makanan
Makanan adalah sumber energi dan sumber materi untuk mensintesis berbagai komponen sel.
Tidak hanya karbondioksida dan air saja yang dibutuhkan tumbuhan untuk bisa tumbuh
dengan baik tetapi juga beberapa unsur unsur minerel. Adapun menurut jumlah yang di
butuhkan oleh tubuh, unsur mineral ini dibedakan menjadi 2:
- Makroelemen yaitu golongan unsur-unsur mineral yang dibutuhkan dalam jumlah banyak.
Makroelemen ini meliputi oksigen, carbon, hidrogen, sulfur, nitrogen, fosfor, kallium,
kalsium dan magnesium.
- Mikroelemen yaitu golongan unsur-unsur mineral yang dibutuhkan dalm jumlah sedikit.
Mikroelemen ini meliputi besi, klorin, tembaga, seng, molibddenum, boron dan nikel. Mikro
elemen ini betfungsi sebagai kofaktor yaitu reaksi enzimatik dalam tumbuhan.
Jika kekurangan nutrisi maka tumbuhan tersebuat akan mengalami difisiensi. Difisiensi ini
menyebabkan pertumbuhan tanaman terganggu.
2.Air
Tanpa air, tumbuhan tidaklah dapat tumbuh. Air termasuk senyawa yang dibutuhkan
tumbuhan. Air berfungsi anatara lain sebagai fotosintesis, mengaktifkan reaksi enzim
ezimatik, menjaga kelembapan dan membengtu perkecambahan pada biji.
3. Suhu
Pada umumnya,tumbuhan membutuhkan suhu tertentu untuk tumbuh. Suhu dimana
tumbuhan dapat tumbuh dan berkembang dengan baik dan maksimal disebut dengan suhu
optimum. Suhu paling rendah yang masih memungkinkan suatu tumbuhan untuk tumbuh
disebut suhu minimum sedangkan suhu tertinggi yang masih memungkinkan tumbuhan untuk
tumbuh disebut suhu maximum.
4. Kelembapan
Pengeruh kelembapan udara berbeda terhadap berbagai tumbuhan. Tanah dan udara yang
lembab berpengaruh baik bagi pertumbuhan tumbuhan.
5. Cahaya
Pada umumnya, cahaya menghambat pertumbuhan meninggi tanaman karena dapat
menguraikan auksin. Tetapi, cahaya juga merangsang pembungaan tumbuhan tertentu.
Adapun tumbuhan yang dapat berbunga pada hari pendek (lamanya penyinaran matahari
lebih pendek ketimbang waktu gelapnya malam). Ada pula tumbuhan yang berbunga pada
hari
panjang(lamnya
penyinaran
matahari
lebih
lama
ketimbang
waktu
gelapnya). Mengapa hal itu dapat terjadi karena pada tumbuhan terdapat hormon fitokrom
yang mengatur pengaruh cahaya ini dalam pertumbuhan dan perkembangan pembungaan
tanaman.
21. *. Membran sel (hewan) atau dinding sel (tumbuhan) Membran sel merupakan bagian
terluar dari sel dan sitoplasma yang berfungsi mengatur pertukaran substansi zat dan
melindungi bagian dalam sel. Pada sel tumbuhan terdapat dinding sel yang berfungsi : a.

Melindungi bagian sel yang terletak lebih dalam b. Memperkokoh sel c. Mencegah agar sel
tidak pecah d. Menjadi tempat berpindahnya air dan mineral.
*. Sitoplasma Sitoplasma merupakan massa protoplasma yang terletak di bagian dalam sel di
antara membran sel dan nukleus. Sitoplasma terdiri dari dua bagian yaitu bagian luar
(ektoplasma) dan bagian dalam (endoplasma). Sitoplasma dapat berbentuk cair atau gel dan
berperan penting dalam transportasi zat makanan. Di dalam sitoplasma terdapat organelorgnael sel yang memiliki fungsi-fungsi tertentu. Sitoplasma tediri dari matriks dan inklusio
sitoplasma.
*. Inti sel (nukleus) Merupakan salah satu organel terbesar yang dilindungi oleh membran
nukleus yang disebut nukleus dan di dalamnya terdapat nukleolus. Nukleus berfungsi : a.
sebagai pusat pengatur seluruh kegiatan sel b. mengendalikan reproduksi sel c. mengatur
sintesis protein
22. Proses transpor pasif
Transport pasif menggambarkan pergerakan zat menuruni landaian konsentrasi dan tidak
membutuhkan konsumsi energi.
Proses transpor aktif
Transport aktif adalah gerakan zat terlarut melawan landaian konsentrasi dan membutuhkan
pelepasan energi (biasanya ATP).
23 .Sukrosa > glukosa + fruktosa
24.

25. Metabolisme Karbohidrat


Karbohidrat merupakan sember energi utama dalam sel
Metabolisme karbohidrat merupakan pusat dari semua proses metabolisme
glukosa dimetabolisme mellui tahap oksidatif yang berlangsung secara aerobik (dalam
mitokondrio) maupun anaerobik (dalam sitosol) yang menghasilkan pembentukan ATP
(adenosin trifosfat)

METABOLISME PROTEIN TUBUH


zat padat tubuh terdiri dari protein (otot, enzim, protein plasma, antibodi, hormon)
Protein merupakan rangkaian asam amino dengan ikatan peptide
Banyak protein terdiri ikatan komplek dengan fibril protein fibrosa
Macam protein fibrosa: kolagen (tendon, kartilago, tulang); elastin (arteri); keratin
(rambut, kuku) ; dan aktin-miosin
26. proses respirasi anaerob
Respirasi anaerob merupakan respirasi yang tidak
menggunakan oksigen sebagai penerima elektron akhir pada
saat pembentukan ATP. Respirasi anaerob juga menggunakan
glukosa sebagai substrat. Respirasi anaerob merupakan proses
fermentasi.

27. proses foto sintesis


Reaksi gelap adalah tahap kedua
dalam proses fotosintesis yang disebut
juga dengan nama siklus Calvin. Reaksi
gelap menggunakan karbondioksida
(CO2) untuk membentuk gliseraldehida
3 fosfat (G3P) yang merupakan gula
berkarbon 3.

28. persamaan DNA dan RNA


PERBEDAAN
Pembanding
RNA
Nukleus
kloroplas,
Letak
ribosom
Fungsi
Rantai
Kadar
Gula pentosa

DNA

mitokondria,
sitoplasma dan Nukles,
kloroplas
dan
mitokondria
Pembawa informasi genetic
Umumnya sintesis protein
dan sintesis protein
Tangga tali terpilin (double
Tunggal dan tidak terpilin
helix)
Berubah-ubah
tergantung
aktivitas sintesis protein
Tetap
Ribose
Deoxiribosa

Basa Nitrogen

Purin: adenine dan Guanin


Purin: Adenin dan Guanin
Pirimidin: Urasil dan Citosin/ Pirimidin: Timin dan Sitosin/
Sitosin
Citosin

PERSAMAAN
1. Merupakan asam nukleat 2.Disusun oleh nukleotida 3.Memiliki tulang punggung berupa
kompleks gula fosfat 4. Memiliki 4 tipe basa nitrogen
29. PROSES SISTENSIS PROTEIN

30. gambar dan identifikasi

31 . teknik bioteknologi
Bioteknologi adalah cabang ilmu yang mempelajari pemanfaatan makhluk hidup
(bakteri, fungi, virus, dan lain-lain) maupun produk dari makhluk hidup (enzim, alkohol)
dalam proses produksi untuk menghasilkan barang dan jasa.[1] Dewasa ini, perkembangan
bioteknologi tidak hanya didasari pada biologi semata, tetapi juga pada ilmu-ilmu terapan dan
murni lain, seperti biokimia, komputer, biologi molekular, mikrobiologi, genetika, kimia,
matematika, dan lain sebagainya.[1] Dengan kata lain, bioteknologi adalah ilmu terapan yang
menggabungkan berbagai cabang ilmu dalam proses produksi barang dan jasa.

32. biotek modern


Bioteknologi modern adalah jenis ilmu bioteknologi yang menggunakan alat alat modern
dan bersifat sangat kecil sekali sehingga sulit untuk dilakukan di rumah rumah.
BIoteknologi modern memiliki ciri ciri yaitu sudah memanfaatkan teknologi DNA
rekombinan. Salah satu contoh dari BIoteknologi modern adalah memanfaatkan Bakteri
E.Coli untuk perbanyakan hormon insulin bagi penderita diabetes sehingga kadar gula
darahnya dapat dikurangi.Pada intinya Bioteknologi sudah memanfaatkan teknologi
penyambungan dan pemotongan dna dari suatu virus atau bakteri untuk digabung dengan
makhluk hidup lainnya agar lebih bermanfaat. Contoh Bioteknologi Modern yaitu : Bayi
tabung,Produksi hormon pertumbuhan manusia (Growth Hormon), Antibiotik, Vaksin
Malaria, Hormon BST, Hewan Transgenik, Tanaman Tahan hama, Dan domba Dolly.
33. Bioteknologi konvensional
Bioteknologi konvensional adalah penerapan ilmu bioteknologi dengan memanfaatkan
makhluk hidup secara langsung untuk mengubah kandungan gizi dari suatu produk.
Bioteknologi konvensional mudah dilakukan di rumah rumah sederhana sekalipun karena
prosesnya mudah dan juga bahan bahannya mudah di dapatkan. Beberapa contoh dari
Bioteknologi konvensional yaitu pembuatan tempe, pembuatan, kecap, pembuatan oncom
dan pembuatan tape.
34. dampak bioteknologi
Beberapa dampak positif dari adanya bioteknologi, adalah :
meningkatnya sifat resistensi tanaman terhadap hama dan penyakit tanaman, misalnya
tanaman transgenik kebal hama.
meningkatnya produk-produk ( baik kualitas maupun kuantitas ) pertanian , perkebunan,
peternakan maupun perikanan. Dengan temuan bibit unggul.
meningkatnya nilai tambah bahan makanan. Pengolahan bahan makanan tertentu, seperti
air susu menjadi yoghurt, mentega, keju.
Membantu proses pemurnian logam dari bijihnya pada pertambangan logam (
biohidrometalurgi )
membantu manusia mengatasi masalah-masalah pencemaran lingkungan, Seperti : bacteri
pemakan plastik dan parafin, bacteri penghasil bahan plastik biodegradable,
membantu manusia mengatasi masalah sumber daya energi. Misalnya : bioethanol, biogas
Dampak negative bioteknologi.
Beberapa dampak negative akibat timbulnya bioteknologi, adalah :
munculnya pencemaran biologis, berupa penyebaran organisme transgenik yang tak
terkendali.
gangguan keseimbangan ekosistem akibat perubahan dinamika populasi.
kerusakan tatanan sosial masyarakat , ketika cloning pada manusia tidak terkendali.
tersingkirnya berbagai plasma nutfah alami / lokal. Flora dan fauna lokal "terdesak" oleh
kehadiran flora dan fauna transgenik.
menimbulkan pertentangan berkepanjangan antara tokoh ilmuwan bioteknologi dengan
tokoh-tokoh kemanusiaan dan agama.

timbulnya reaksi alergi pada manusia yang mengkonsumsi tanaman / hewan transgenik
munculnya penyakit-penyakit baru dan kerentanan terhadap penyakit akibat pemanfaatan
tanaman / hewan transgenic
35. penentuan fenotip dan genotip
Genotipe dan fenotipe adalah istilah yang digunakan untuk membedakan antara genetik dari
suatu organisme dan cara mengekspresikan diri. Ada perbedaan yang menarik antara dua
istilah ini. Mari kita cari tahu apa itu mereka.
Genotipe mengacu pada kumpulan sebenarnya gen yang dibawa di dalam organisme. Ketika
gen ini diekspresikan dalam kondisi diamati, mereka disebut fenotipe dan ekspresi disebut
ekspresi fenotipik. Menarik, bukan? Mungkin Anda bertanya bagaimana mereka berbeda?
Setelah semua, bagaimana seorang pria dapat berbeda dari gen yang ia telah warisi?

36. PintarBiologi.com - Penyimpangan Semu Hukum Mendel - Dalam kondisi normal,


persilangan monohibrida menghasilkan perbandingan individu keturunan 3 : 1 atau 1 : 2 : 1,
dan persilangan dihibrida menghasilkan individu keturunan 9 : 3 : 3 : 1. Dalam prakteknya,
hasil persilangan Mendel dapat menghasilkan perbandingan individu yang tidak tepat. Pada
persilangan dihibrida, dapat dihasilkan perbandingan yang merupakan variasi dari
perbandingan 9 : 3 : 3 : 1 yaitu 12 : 3 : 1; 9 ; 7 atau 15 : 1. Meskipun demikian, perbandingan
tersebut tetap mengikuti aturan Hukum Mendel. Oleh karena itu, hasil perbandingan tersebut
dikatakan sebagai penyimpangan semu Hukum Mendel.
Penyimpangan tersebut terjadi karena adanya beberapa gen yang saling memengaruhi dalam
menghasilkan fenotip. Meskipun demikian, perbandingan fenotip tersebut masih mengikuti
prinsip-prinsip Hukum Mendel. Penyimpangan semu Hukum Mendel tersebut
meliputi: interaksi gen, kriptomeri, polimeri, epistasis-hipostasis, gen-gen komplementer, gen
dominan rangkap dan gen penghambat.
a. Interaksi gen (Interaksi beberapa pasangan gen)
Penelitian tentang adanya interaksi gen ini ditemukan oleh
William Bateson (1861-1926) dan R.C. Punnet. Pada
interaksi gen ini, suatu sifat tidak ditentukan oleh satu gen
tunggal pada autosom tetapi alel-alel dari gen yang berbeda
dapat berinteraksi atau saling memengaruhi dalam
memunculkan sifat fenotip.
Gambar 5.4 Empat macam pial ayam yang berbeda (a)
Walnut (b) Pea, (c) Rose, dan (d) Single
Misalnya, pada ayam dijumpai empat macam bentuk pial
(jengger), antara lain: jengger berbentuk ercis atau biji (pea)
dengan genotip rrP-; jengger dengan belah atau tunggal
(single) dengan genotip rrpp, jengger berbentuk mawar atau gerigi (rose) dengan genotip
Rpp, dan jengger berbentuk sumpel (walnut), dengan genotip R-P-. Perhatikan Gambar 5.4.
Pada persilangan ayam berpial rose (mawar) dengan ayam berpial pea (biji), semua keturunan
F1nya berpial walnut (sumpel). Agar lebih memahaminya, perhatikanlah diagram persilangan
berikut.

Dari persilangan ayam berpial


rose dan pea, dihasilkan fenotip
baru yaitu walnut atau sumpel.
Apa
yang
menyebabkan
terbentuknya pial walnut? Pial
walnut muncul karena interaksi
2 pasang alel (gen) yang
dominan.
Sementara
itu,
persilangan antara sesama ayam
berpial walnut dihasilkan 4
macam pial yaitu walnut, rose,
pea, dan 1 pial yang baru yaitu
single dengan perbandingan 9 :
3 : 3 : 1. Pial tunggal terjadi
karena adanya 2 pasang alel
(gen)
yang
resesif.
b. Kriptomeri
Kriptos
(Yunani)
berarti
tersembunyi,
sehingga
kriptomeri dikatakan sebagai
gen dominan yang seolah-olah
tersembunyi jika berdiri sendiri dan akan tampak pengaruhnya apabila bersama-sama de ngan
gen dominan yang lainnya. Peristiwa kriptomeri ini pertama kali ditemukan oleh Correns
(Tahun 1912) setelah menyilangkan bunga Linaria marocanna berwarna merah (Aabb),
dengan bunga Linaria maroccana berwarna putih (aaBB). Keturunan F1nya adalah bunga
berwarna ungu (AaBb) yang berbeda dengan warna dari bunga kedua induknya (yaitu merah
dan putih). Rasio fenotip F2nya adalah 9 ungu: 3 merah: 4 putih.
Lantas dari manakah warna ungu tersebut timbul?
Dari hasil penelitian plasma sel, ternyata warna merah
disebabkan oleh adanya pigmen antosianin dalam
lingkungan asam. Dalam lingkungan basa, pigmen ini
akan memberikan warna ungu. Jika di dalam plasma
tidak terdapat pigmen antosianin, baik di dalam
lingkungan asam atau basa, maka akan terbentuk
warna putih. Faktor A, apabila mengandung pigmen
antosianin dalam plasma sel dan faktor a jika tidak ada
antosianin dalam plasma sel. Faktor B, apabila kondisi
basa dan b dalam kondisi asam.
Sifat A dominan terhadap a dan sifat B dominan
terhadap sifat b. Oleh karena itu, tanaman yang
berbunga merah disimbolkan dengan Aabb atau
AAbb, sedangkan tanaman yang berbunga putih
disimbolkan dengan aaBB atau aabb.

Dari penjelasan di atas, dapat dikatakan bahwa bunga merah memiliki antosianin di mana
dalam lingkungan plasma sel bersifat asam. Sedangkan bunga putih tidak memiliki antosianin
di mana lingkungan plasma sel bersifat basa. Apabila kedua tanaman tersebut saling
disilangkan, dapat dilihat pada diagram berikut.
c. Polimeri
Pada uraian sebelumnya
telah dijelaskan tentang
kriptomeri.
Selanjutnya,
kalian akan mempelajari
tentang polimeri. Apakah
perbedaan antara keduanya?
Untuk dapat menjawabnya,
simaklah uraian berikut.
Polimeri
atau
karakter
kuantitatif adalah persilangan
heterozigot dengan banyak
sifat beda yang berdiri
sendiri, tetapi memengaruhi
bagian yang sama dari suatu
organisme.
Peristiwa
polimeri ditemukan oleh Lars
Frederik Nelson dan Ehle, setelah melakukan percobaan dengan menyilangkan gandum
berbiji merah dengan gandum berbiji putih.
Persilangan itu menghasilkan keturunan heterozigot berwarna merah lebih muda bila
dibandingkan
dengan
induknya
yang
homozigot (merah). Oleh karena itu, biji merah
bersifat dominan tidak sempurna terhadap
warna putih. Setelah generasi F1 disilangkan
sesama, pada generasi F2 diperoleh
perbandingan fenotip 3 merah : 1 putih.
Supaya kalian lebih memahami, cermatilah
contoh berikut.
Gandum berbiji merah : M1M1M2M2
Gandum berbiji putih : m1m1m2m2
Rasio fenotip F2 adalah 15 merah : 1 putih
Dari hasil keturunan pada diagram di atas,
banyaknya jumlah faktor M memengaruhi
warna bijinya. Semakin banyak faktor M yang
ada, warnanya semakin tua atau semakin
gelap.

Kapankah peristiwa polimeri dapat terjadi? Peristiwa ini terjadi pada pewarisan, warna kulit
manusia. Warna kulit disebabkan oleh zat warna kulit (pigmen). Jika faktor pigmen kulit
manusia dilambangkan dengan P, genotip orang berkulit putih p1p1 p2p2 p3p3.
Apabila pria kulit putih menikah dengan wanita kulit hitam (negro), maka keturunan F1 akan
mempunyai kulit mulad (coklat sawo matang), yang berfenotip P1p1P2p2P3p3. Derajat
kehitaman kulit bergantung pada banyaknya faktor pigmen P.
d. Epistasis-hipostasis
Kalian tentunya masih ingat tentang istilah epikotil (epi = di atas) dan hipokotil (hipo = di
bawah) bukan? Istilah tersebut dapat dianalogkan dengan epistasis dan hipostasis. Dalam hal
ini, epistasis adalah sebuah atau sepasang gen yang menutupi atau mengalahkan ekspresi gen
lain yang tidak selokus (sealel). Bagaimana dengan Hipostasis? Hipostasis adalah gen yang
tertutupi oleh sebuah atau sepasang gen lain yang tidak selokus (yang bukan alelnya).
Epistasis dibedakan menjadi tiga, yaitu epistasis dominan, epistasis resesif, dan epistasis
dominan resesif. Nah, agar kalian lebih memahami perbedaannya, perhatikanlah contoh
berikut.
1) Epistasis Dominan
Epistasis dominan terjadi pada persilangan umbi lapis bawang berwarna merah dengan umbi
berwarna kuning. Gen A menyebabkan umbi berwarna merah dan gen B menyebabkan umbi
berwarna kuning. Persilangan tersebut dapat dilihat di bawah ini.

Jika dilihat, hasil perbandingan fenotip F2 tersebut adalah 12 merah : 3 kuning : 1 putih.
Angka perbandingan tersebut merupakan variasi atau modifi kasi dari perbandingan dihibrida
9:3:3:1.
Berdasarkan hasil yang diperoleh tersebut, dapat disimpulkan bahwa epistasis dominan
terjadi bila sebuah gen dominan mengalahkan pengaruh gen lain yang bukan alelnya.
Rumusnya adalah gen A bersifat epistasis terhadap gen B dan b. Oleh karena itu, meskipun
dalam genotip terdapat gen B atau b, gen A tetap menutup ekspresi dari gen B dan b.
2) Epistasis Resesif
Peristiwa ini terjadi jika gen resesif mengalahkan pengaruh gen dominan dan resesif yang
bukan alelnya. Rumusnya adalah gen aa epistasis terhadap B dan b. Pada persilangan antara
anjing berambut emas dan anjing berambut coklat, dihasilkan keturunan F1 berambut hitam.
Beberapa gen yang berperan adalah gen B (menentukan warna hitam), gen b (menentukan
warna coklat), gen E (menentukan keluarnya warna), dan gen e (menghambat keluarnya
warna). Peristiwa persilangannya dapat dilihat sebagai berikut.

Dari hasil penyilangan tersebut menunjukkan perbandingan fenotip 9 hitam: 4 emas: 3 coklat.

Oleh karena itu, rumus epistasis resesif adalah aa epistasis terhadap B dan b. Dalam contoh
ini, aa adalah ee (menghambat keluarnya warna).

Gambar: Anjing dengan berbagai macam warna bulu


3) Epistasis dominan resesif
Epistasis dominan resesif merupakan peristiwa suatu gen menghambat ekspresi fenotip yang
disebabkan oleh gen mutan yang bukan alelnya. Gen mutan tersebut bersifat menghambat,
sehingga disebut gen penghalang atau inhibitor atau gen suspensor.
Epistasis dominan resesif terjadi pada persilangan lalat buah (Drossophila melanogaster).
Gen P menentukan warna mata merah, gen p menentukan warna mata ungu, gen S
merupakan gen non-suspensor, dan s merupakan gen suspensor. Berikut ini peristiwa
persilangannya.

Perbandingan fenotipnya adalah 13 merah: 3 ungu. Rumus epistasis dominan resesif adalah A
epistasis terhadap B dan b serta bb epistasis terhadap A dan a.
e. Gen-gen komplementer.
Gen-gen komplementer merupakan interaksi antara gen-gen dominan yang berbeda, sehingga
saling melengkapi. Jika kedua gen tersebut terdapat bersama-sama dalam genotip, maka akan
saling membantu dalam menentukan fenotip. Jika salah satu gen tidak ada, maka pemunculan
fenotip menjadi terhalang. Agar lebih jelas, simaklah contoh berikut.
Apabila F1 (keturunan pertama) hasil perkawinan 2 orang yang bisu tuli disilangkan dengan
sesamanya, maka generasi atau keturunan F2 ada yang normal dan bisu tuli.

Dalam hal ini, gen T dan gen


B tidak akan menunjukkan
sifat normal apabila kedua
gen tersebut tidak terdapat
bersama-sama dalam satu
genotip. Dengan demikian,
jika hanya terdapat gen T
tanpa gen B, atau jika hanya
terdapat gen B tanpa gen T
maka
akan
tetap
memunculkan sifat bisu tuli.
Rasio fenotip F2 yang
dihasilkan adalah 9 Normal :
7 bisu tuli.
f. Gen Dominan Rangkap
Masih
ingatkah
kalian
dengan gen dominan? Gen
dominan rangkap merupakan dua gen dominan yang memengaruhi bagian tubuh makhluk
hidup yang sama. Kedua gen itu berada bersama-sama dan fenotipnya merupakan gabungan
dari kedua sifat gen-gen dominan tersebut. Perhatikanlah contoh berikut.
Pada persilangan tanaman Bursa sp. yang berbuah oval dengan tanaman Bursa sp. yang
berbuah segitiga, dihasilkan keturunan pertama (F1) yaitu tanaman Bursa sp. semua
berbentuk oval. Untuk mengetahui hasil keturunan F2, cermatilah diagram di bawah ini:
Diagram Pembastaran
g. Atavisme
Sebelum mengetahui tentang
peristiwa atavisme, cobalah
ingat
kembali
tentang
interaksi gen pada pial ayam.
Pial walnut dihasilkan dari
persilangan ayam berpial rose
dan pea. Pial pea dikatakan
menghilang dan muncul sifat
di luar induknya. Setelah
ayam
berpial
walnut
disilangkan
sesamanya,
dihasilkan 4 macam pial
yaitu rose, pea, walnut, dan
single. Pada peristiwa ini,
pial rose dan pea muncul

kembali setelah menghilang pada keturunan pertama. Nah, oleh Charles Darwin, peristiwa
munculnya kembali sifat keturunan pada generasi berikutnya setelah sempat menghilang ini
disebut atavisme.
Atavisme juga terjadi pada burung merpati (Columba livia) India. Hasil perkawinan antara
sesama merpati berekor seperti kipas, akan menghasilkan merpati berekor lurus. Merpati
berekor seperti kipas muncul kembali setelah perkawinan antara sesama merpati berekor
lurus
37. Golongan Rhesus
Golongan ini dinamakan berdasar nama kera dari India, Macacus rhesus, yang dulu sering
digunakan untuk mengetes darah orang.
Golongan darah ini ada dua yaitu Rhesus + dan Rhesus -. Susunan genotif dan kemungkinan
gamet dapat dilihat pada tabel berikut.

Golongan Rhesus ini memiliki arti penting pada perkawinan. Bila seorang pria Rhesus +
menikah dengan wanita Rhesus -, kemungkinan anaknya menderita eritroblastosis fetalis
(penyakit kuning bayi).
Contoh: perkawinan antara pria Rh + dengan wanita Rh
P

pria Rhesus +

wanita Rhesus

RhRh

rhrh

G :

Rh

rh

F :

Rhrh Rhesus +

(eritroblastosis fetalis)

Hemofili
Hemofili merupakan suatu kelainan dimana darah seseorang sulit untuk membeku. Penyakit
ini disebabkan gen resesif h, sedangkan sifat normal dikendalikan oleh gen H. Seorang
wanita normal memiliki dua gen H pada masing-masing kromosom X. Bila salah satu
kromosom X terdapat gen h, wanita ini termasuk wanita normal tetapi membawa sifat
hemofili (carrier). Bila pada kedua kromosom X terdapat gen h wanita tersebut menderita
hemofili dan umumnya lethal. Pria menderita hemofili bila pada kromosom X-nya terdapat
gen h, dan normal bila terdapat gen H. Seorang anak laki-laki hemofili dapat lahir dari ibu
carrier.
Buta warna
Butawarna merupakan cacat menurun dimana seseorang tidak bisa membedakan warna.
Umumnya tidak bisa membedakan warna merah dan hijau (dikromatis). Sedangkan pada

butawarna total orang tidak bisa melihat warna. Kelainan ini juga disebabkan gen resesif c,
sedangkan sifat normal dikendalikan gen dominan C.
Anak perempuan buta warna dapat dilahirkan dari pria butawarna yang menikah dengan
wanita carrier.
P

pria butawarna

wanita carrier

XcY
G :

XCXc

Xc, Y

XC, Xc
XCXc

XcXc
XCY
XcY

wanita
:

normal
wanita

pria

carrier
butawarna
normal

: pria butawarna

38. Teori Biogenesis


Teori Biogenesis menyatakan bahwa makhluk hidup berasal dari makhluk hidup. Tokoh
pendukung teori ini antara lain Francesco Redi, Lazzaro Spallanzani, dan Louis Pasteur.
Francesco Redi merupakan orang pertama yang melakukan penelitian untuk membantah teori
Abiogenesis.
a. Percobaan Francesco Redi
Francesco Redi melakukan penelitian menggunakan 8 tabung yang dibagi menjadi 2 bagian.
Empat tabung masing-masing diisi dengan daging ular, ikan, roti dicampur susu, dan daging.
Keempat tabung dibiarkan terbuka. Empat tabung yang lain diperlakukan sama dengan 4
tabung pertama, tetapi tabung
ditutup rapat. Setelah beberapa hari pada tabung yang terbuka terdapat larva yang akan
menjadi lalat.
Berdasarkan hasil percobaannya, Redi menyimpulkan bahwa ulat bukan berasal dari daging,
tetapi berasal dari telur lalat yang terdapat dalam daging dan menetas menjadi larva.
Penelitian ini ditentang oleh penganut teori Abiogenesis karena pada tabung yang tertutup
rapat, udara dan zat hidup tidak dapat masuk sehingga tidak memungkinkan untuk adanya
suatu kehidupan. Bantahan itu mendapat tanggapan dari Redi. Redi melakukan percobaan
yang sama, namun tutup diganti dengan kain kasa sehingga udara dapat masuk dan ternyata
dalam daging tidak terdapat larva.
39. Teori seleksi alam yang dikemukakan Darwin dapat disimpulkan sebagai berikut :
Spesies memiliki kemampuan untuk menghasilkan keturunan yang banyak.
Sumber daya alam di bumi terbatas. Oleh karena itu, terjadi kompetisi untuk bertahan
hidup di antara keturunan pada setiap generasi.

Terdapat variasi dalam populasi makhluk hidup. Tidak terdapat dua individu yang
sama persis. Variasi ini umumnya dapat diwariskan.
Proses ini berlangsung dari generasi ke generasi. Populasi lambat laun menjadi
teradaptasi lebih baik terhadap lingkungannya.

Teori Evolusi Lamarck :


1. Gagasan use and disuse (digunakan dan tidak digunakan)
bagian tubuh yang digunakan secara intensif untuk menghadapi suatu lingkungan tertentu
akan menjadi besar dan kuat. Sementara itu, bagian tubuh yang jarang digunakan akan
mengalami kemunduran.
Teori weintmen
Weismann berpendapat bahwa perubahan sel tubuh karena pengaruh lingkungan tidak akan
diwariskan kepada keturunannya. Evolusi menyangkut bagaimana pewarisan gen-gen melalui
sel-sel kelamin, artinya evolusi adalah gejala seleksi alam terhadap faktor-faktor genetika.
40. Seleksi alam menyatakan bahwa makhluk hidup yang lebih mampu menyesuaikan diri
(beradaptasi) dengan kondisi alam habitatnya akan mendominasi dengan cara memiliki
keturunan yang mampu bertahan hidup.
Sebaliknya, makhluk hidup yang tidak mampu beradaptasi akan punah. Sebagai contoh
sekelompok rusa yang hidup di bawah ancaman hewan pemangsa (seperti macan, harimau,
singa, dan citah), secara alamiah rusa-rusa yang mampu berlari kencang dapat bertahan hidup
dan berketurunan. Sebaliknya, rusa yang lemah, sakit-sakitan, dan tidak dapat berlari kencang
akan mati dan tidak melanjutkan keturunan.