Anda di halaman 1dari 8

Skrining Ultrasonografi Pada Payudara Kontralateral Setelah Operasi

Kanker Payudara
Seung Ja Kima, Se-Yeong Chungb, Jung Min Changb, Nariya Chob,Wonshik Hanc,
Woo Kyung Moonb,
a

Department of Radiology, Seoul Metropolitan Government Seoul National University, Boramae Medical Center, Republic

of Korea
b

Department of Radiology, Seoul National University Hospital, Republic of Korea

Department of Surgery, Seoul National University Hospital, Republic of Korea

Article info
1. Riwayat Artikel
Diterima 18 Jun1 2014
Diterima dan direvisi 6 September 2014
Publikasi 29 September 2014
2. Keywords:
Ca Mammae
Mammografi
Ultrasonografi
Payudara Kontralateral
Kategori BI-RADS
Uji tapis ultrasound payudara
Abstrak
Tujuan

: Untuk menentukan antara uji tapis tambahan ultrasound (US)


dengan mamografi dalam meningkatkan deteksi karsinoma dari
payudara kontralateral pasien dengan riwayat karsinoma mammae
dan payudara datar.

Metode

:Selama satu tahun periode penelitian, 1314 pasien uji tapis dengan
riwayat Ca Mammae dan pasyudara datar secara berurutan
menjalani mammografi dan US payudara. Kategori BI-RADS
digunakan untuk mamografi atau deteksi lesi US payudara
kontralateral. Standar referensi histologi dan/atau pencitraan rutin
satu tahun, dan nilai Ca Mammae berdasarkan kategori BI-RADS
untuk analisa modalitas deteksi.

Hasil

: Dari 1314 pasien, 84 pasien (6.4%) dikatergorikan menjadi 3


dengan satu interval karsinoma dan satu karsinoma yang
meningkat hingga kategori 4A sampai 6 bulan setelah pemeriksaan
US (2.5% nilai Karisnoma, 95% Cis 1.59.1%). Lima belas pasien
(1.1%) memiliki kategori lesi 4A atau 4B pada payudara
kontralateral. Empat lesi dideteksi pada mamografi (dua lesi juga
tampak pada US) dan 11 lesi dideteksi pada US dan 5 karsinoma
terkonfirmasi (33.3%, 95% CIs 15.058.5%). Enam pasien (0.5%)
memiliki lesi kategori 4C, 2 terdeteksi oleh mamografi dan 4 pada
US dan 4 karsinoma terkonfirmasi (66.7%, 95% CIs 29.690.8%).
Tidak ada lesi yang terkategorikan sebagai kategori 5 pada
payudara kontralateral. Nilai karsinoma terdeteksi oleh mamografi
adalah 3.3 per 1000 pasien sedangkan menggunakan US adalah 5.0
per 1000 pasien, meskipun begitu seluruh deteksi nilai karsinoma
menggunakan mamografi dan US adalah 8.3 per 1000 pasien. Nilai
biopsi lesi positif deteksi mamografi adalah 66.7% (4 dari 6) dan
lesi deteksi US adalah 40.0% (6 of 15).

Kesimpulan

: US dapat lebih membantu untuk mendeteksi dibanding secara


mamografi pada karsinoma payudara kontralateral dengan nilai
biopsi positif tinggi dan kategori rendah dengan nilai 3 pada pasien
dengan riwayat karsinoma payudara dan payudara datar.

2014 Elsevier Ireland Ltd. All rights reserved.


1. Pendahuluan
Telah diketahui dengan baik pasien yang didiagnosa dengan Ca mammae
meningkatkan resiko berkembangnya karsinoma payudara kontralatera seperti
rekurensi loco-regional. Insidensi karsinoma payudara kontraletral dilaporkan
antara 0.5% sampai 1.0% pertahun dan resiko kumulatif berada pada usian 20
tahun sebesar 15.4%[1,2].
Pengawasan untuk kemunculan karsinoma payudara kontralateral setelah
didiagnosis pada Ca mammae unilateral biasanya tahunan dengan mamografi
dan interval 3-6 bulan dengan pemeriksaan fisik [3]. Bagaimanapun,
mamografi diketahui kurang sensitif pada pasien muda , payudara rata, dan

menunjukan sensitivitas rendah untuk pengawasan karsinoma payudara


kontralateral pada onset dini pasien Ca mammae, sehingga modalitas
pencitraan diperlukan untuk mendeteksi karsinoma payudara kontralateral bari
pada pasien dengan resiko tinggi dan payudara rata [48]. Sementara itu,
deteksi kontralateral Ca mammae di daerah loco-regional yang terisolasi atau
rekurensi payudara kontralateral pada pasien asimptomatik memiliki dampak
berguna dalam ketahanab pasien dengan Ca mammae ketika dibandingkan saat
deteksi lambat simptomatik [9].
Beberapa penelitian melaporkan bahwa uji tapis tambahan ultrasound (US)
setelah mamografi dapat mendeteksi karsinoma yang tidak terlihat secara
mamografi di payudara datar [5,10,11]. Terutama untuk wanita dengan resiko
tinggi

Ca

mammae,

tambahan

pemeriksaan

US

untuk

mamografi

meningkatkan deteksi kecil, karsinoma nodul negatif, dengan penambahan


deteksi karsinoma 4.2 kegansan per 1000 pasien [11]. Meskipun begitu,
peningkayan jumlah positif palsu secara substansial dan prediksi nilai positif
biopsi direkomendasikan 23% untuk mamografi dan 9% untuk US [11].
Sebagi tambahan, hal ini dapat mendeteksi bermacam Breast Imaging
Reporting and Data System (BI-RADS) 3 yang kemungkinan jinak yang
membutuhkan pemantauan tambahan jangka pendek [12]. Ada beberapa
penelitian tentang hasil ketahanan US pasien posoperafit dan hasilnya
menunjukan bahwa US dapat berkontribusi dalam deteksi dini rekurensi Ca
mammae selain lokasi lesi [13,14]. Beberpa laporan membandingkan peran
diagnostik mamografi dan US, US menunjukan keunggulan peran dalam
deteksi ca mammae kontralateral [15] dan ipsi lateral atau rekurensi lesi yang
tidak dapat dipalpasi [16]. BI-RADS US daftar dan penilaian akhir digunakan
untuk menilai lesi deteksi US dalam membandingkan nilai deteksi karsinoma
dan biopsi positif untuk uji tapis mamografi tunggal dan kombinasi mamografiUS [17]. Sementara itu, beberapa penelitian fokus pada peran tambahan ujia
tapis US dengan mamografi pada payudara kontralateral berdasarkan penilaian
BI-RADS [18].
Tujuan penelitan retrospektif ini adalah untuk memntukan diantara tambahan
uji tapis US dengan mamografi dapat meningkatkan nilai deteksi karsinoma

pada payudara kontralateral pasien dengan riwayat ca mammae dan payudara


rata.
2. Metode
a. Studi populasi
Penelitian retsospektif ini disetujui oleh institusi pengawasan internasional
dan informed conscent disetujui. Pasien yang memenuhi syarat untuk
mengikuti penelitian jika mereka memiliki riwayat ca mammae lebih dari
satu tahun lalu untuk US, tidak memiliki tanda gejalan dari abnormalitas
payudara dan memiliki pemeriksaan klinis normal. Seluruh partisipan untuk
mamografi dan pemeriksaan payudara US dilakukan pada hari yang sama,
kami mencari secara komputerisasi data dari 2006 dan menemukan 1314
secara berurutan pasien asimptomatik yang sesuai dengan kriteria inklusi
kami.
b. Pengawasan dan interprtesi pencitraan
Di rumah sakit kami (pusat pendidikan kedokteran), uji tapis US telah
dilakukan untuk pasien dengan payudra datar ( ketebalan mamografi 3-4
dengan lebih 50% jaringan glandular) dan pasien dengan resiko tinggi ca
mammae seperti pasien dengan riwayat ca mammae. Sebelum uji US,
mamografi digital 2D telah dilakukan kepada pasien dan mamograms
standar 4 lapang pandang telah diinterpretasi oleh radiologis yang
melakukan pemeriksaan. Penilaian ketevalan payudara dengan pemeriksaan
visual bukan menggunakan software komputer. Berdasarkan kamus BIRADS, komposisi paryudara dinilai oleh pola berikut:
1) Payudara hampir berisi lemak seluruhnya (<25% glandular).
2) Terdapat area penyebaran densitas fibroglandular (mendekati 2550%
glandular).
3) Jaringan payudara ketebalanya heterogen, yang mana mengaburkan
massa kecil (mendekati 5175% glandular).
4) Ketebalan jaringan payudara ekstrim, dimana sensitivitas amografi
rendah (>75% glandular)[17].
Sistem CAD komersial untuk mamografi dipalikasikan untuk beberapa dari
mereka, tidak semuanya karena sistem CAD digunakan hanya untuk
memperoleh gambaran dengan unit Senographe 2000D FFDM (GE Medical
Systems, Milwaukee, WI, USA). US menggunakan tangan dilakukan oleh

satu dari lima radiologis dengan pengalaman 5-20 tahun dengan mesin US
(HDI 5000; Philips ATL, Bothell, WA or LOGIQ 9; GE Medical Systems,
Milwaukee, WI, USA) menggunakan tranduser linear 512 MHz. US
payudara dilakukan untuk kedua payudara dan regio axila dalam potongan
radial dan anti-radial dan/atau transversal dan sagital.
Dalam beberapa kasus, Doppler warna digunakan untuk evaluasi
vaskularitas sebelum pengelompokan akhir dari deteksi lesi payudara
menggunakan US. Beberapa radiolog secara prospektif mengevaluasi
karakteristik deteksi lesi payudara dengan US dan memberikan penilaian
final berdasarkan BI-RADS[17]. Sejak 2005, kamus BI-RAD US secara
rutin digunakan dalam praktik klinis institusi ini dan kriterian penilaian
akhir untuk deteksi lesi US telah dilaporkan [18]. Lesi US diklasifikasikan
sebagai kategori 3 BI-RADS tidak dapat memiliki fitur yang mencurigakan
termasuk fitus US seperti bentuk ovalm orientasi paralel, garis batas, tidak
ada fitur posterior atau peningkatan posterior minimal, pola isoechoic.
hypoechoic [17,19]. Pada kasus pasien dengan lesi payudara multipel lesi
yang paling memiki temuan serius digunakan sebagai penilaian akhir.
Radiolog yang menggunakan US merekam antara lesi deteksi mamografi
atau US. Kami menilai ulang laporan rekaman semua pasien dan mencatat
kategori BI-RADS untuk payudara kontralateral.
c. Manajemen pasien
Pasien dengan temuan negatif atau jinak (BI-RADS kategor 1 atau 2)
direkomendasikan untuk pemeriksaan rutin. Pasien dengan temuan
probabilitas jinak (BI-RADS kategori 3) direkomendasikan pemeriksaan
jangka pendek selama 6 bulan. Pasien dengan katgori 4 atau 5
direkomendasikan untuk biopsi. Pada kasus yang jarang biopsi dilakukan
untuk permintaan pasien atau dokter selain dari kategori BI-RADS. Contoh
jaringan dengan bantuan US biopsi jarum dengan

ukuran 14 (Bard

Peripheral Vascular/Bard Biopsy Systems, Tempe, AZ, USA) atau sebuah


vakum asisten ukuran 11 (Mammotome; Johnson & Johnson, Cincinnati,
OH, USA) dan pengarahan dengan mamografi dengan alat vakum ukuran 11
untuk lesi yang dapat terlihat hanya dengan mamografi.
d. Analisis Data

Seorang radiolog menilai ulang seluruh pencitraan dan catatan medik.


Referensi standar berdasarkan hasil biopsi dan/ atau 12 bulan pemeriksaan.
Beberapa lesi abnorma ditemukan pada mamografi didefinisikan sebagai
terdeteksi mammografi apakah ini juga dapat terlihat oleh US. Lesi yang
memiliki temuan negatif pada mammogram tetapi dapat dideteksi dengan
US didefinisikan sebagai Terdeteksi US. Setiap kategori BIRADS, tingkat
keganasan ( jumlah dari kasus keganasan terbagi oleh total kasus) dihitung
dengan interval kepercayaan 95% (CIs). Deteksi keganasan per 1000
pasienm jumlah biopsi dan biopsi positif ( seberapa sering biopsi berakhir
dengan keganasan , PPV3) dihitung berdasarkan modalitas pencitraan.
Untuk seluruh lesi hasil biopsi, dicatat patologisnya dan untuk kasus
keganasan, kami juga mencatat temuan klinisi seperti usia saat didiagnosis
ca mammae kontralateral, metode operasi sebelumnya, stadium TNM
keganasan sebelumnya, jarak antara operasi pertama sampai diagnosis ca
mammae kontralateral dan modalitas deteksi ca mammae kontralateral,
densitas mamografi dan kategori BI-RADS dan temuan patologis seperti
tipe histologi, ukuran tumor, derajat histologik, dan status nodul.

Fig. 1.Flow chart of study population.


Kami juga memperoleh hasil pemeriksaan selama 2 tahun dari 1211 pasien
dengan referensi standar di studi populasi kami.
3. Hasil
a. Pengkategorian BI-RADS dan jumlah keganasan
Selama 1 tahun periode, total 1314 wanita ( rata-rata usia 51.8 tahun, rentan
20-91 tahun) masuk penelitian kami (Fig. 1). Mereka memiliki riwayat ca
mammae dan menjalani mamografi dan US pada hari yang sama. Dari 1314
wanita, 1209 payudara kontralateral pasien (92.0%) dikategorikan sebagai
negatif atau jinak. Diantara mereka, 1109 pasien dilakukan pemeriksaan
selama 1 tahun dan tidak diteukan keganasan (jumlah keganasan 0%). 84
payudara kontralateral pasien (6.4%) dikategorikan sebagai kategori 3 dan
81 pasien dilakukan pemeriksaan selama satu tahun dengan satu interval
keganasan terdeteksi oleh palpasi pasien (Fig. 2) dan satu keganasan
meningkat menjadi kategori BI-RADS 4A setelah 6 bulan pemantauan

dengan US terlihat peningkatan ukuran lesi (Fig. 3) (2.5% cancer rate, 95%
CIs 1.59.1%). Payudara kontralateral dari 15 pasien (1.1%) dikategorikan
sebagai 4A atau 4B. Empat dari 15 lesi terdeteksi mamografi dan 11
terdeteksi US dan 5 keganasan terkonfirmasi diantara 14 lesi yang telah
dibiopsi (33.3% jumlah keganasan, 95% CIs 15.058.5%) (Fig. 4). Satu dari
15 lesi diperiksa lanjut selama satu tahun dan berlanjut bebearapa tahun
tanpa perubahan interval. Payudara kontralateral dari enam pasien (0.5%)
dikategorikan sebagai 4C , 2 terdeteksi mammografi dan 4 oleh US dan 4
keganasan terkonfirmasi (66.7% nilai keganasan, 95% CIs 29.690.8%).
Tidak ada lesi yang dikategorukan sebagai derajat 5. Sementara itu, diantara
BI-RADS kategori 3, 4 pasien, 20.6% (21 of 102) memiliki lesi multipel di
kontralateral dan tidak ada pasien dengan dua keganasan bersamaan di
kontralateral.
b. Deteksi kejadian keganasan dan nilai biopsi positif berdasarkan modalitas
Terdapat 104 pasien yang hilang dari pemantauan, diantaranya pasien
dengan kategori 1,2,3, sementara itu pasien dengan referensi standar
berjumlah 1211. Ketika kami terbatas fokus pada payudara kontralateral,
deteksi keganasan oleh mammogorafi 3.3 per 1000 (4 dari 1211, 95% CIs
1.08.8 per 1000) sedangkan deteksi dengan US adalah 5.0 per 1000 pasien
(6 dari 1211, 95% CIs 2.011.0 per 1000). Pemeriksaan mammografi
ditambah UD menunjukan deteksi keganasan adalah 8.3 per 1000 pasien (10
of 1211, 95% CIs 4.315.4 per 1000). Empat lesi yang terdeteksi
mammografi, terdapat dua yang juga terlihat dengan US. Sementara itu 40%
(4 dari 10) ca mammae dengan hasil mammografi positif dan 80% (8 of 10)
dengan hasil US positif. Total jumlah rekomendasi biopsi untuk lesi tersebut
diulang oleh abnormalitas mammografi adalah 0.50% (6 dari 1211) dan
abnormalitas dengan US 1.32% (16 dari 1211, termasuk satu kasus yang
naik kelas kategori). Peningkatan rekomendasi biopsi dari 0.50% menjadi
1.82% (22 of 1211) dengan penambahan deteksi US. Biopsi positif lesi
terdeteksi mammografi adalah 40.0% (6 dari 15).
c. Temuan patologik pada seluruh lesi yang dibiopsi berdasarkan kategori BIRADS
Satu interval keganasan terdeteksi dengan pemeriksaan SADARI setelah 2
minggu skrining US. Patologisnya adalah 4cm karsinoma duktus insitu

derajat rendah. Hasil histologi seluruh lesi kontralateral berdasarkan


kategori BI-RADS terlihat pada tabel 1.
Satu kasus dengan kategori awal 3 tetapi ketika diperiksa ulang termasuk
kategori 4A setelah 6 bulan pemeriksaan lanjutan US memiliki karsinoma
duktus invasif derajat rendah sebesar 1,5 cm.
Diantara 15 kategori lesi 4A atau 4B , satu kasus diikuti tanpa konfirmasi
jaringan (Fig. 1). Lima dari 14 lesi biopsi yang dikategorikan 4A dan 4B
adalah keganasan, seluruh karsinoma duktus invasif dan 9 lesi lainnya
adalah jinak. Dua dari 5 kegansan yang terdeteksi mammografi dan 3
keganasan yang terdeteksi US (Fig. 4).
Seluruh lesi kategori 4C yang dibiopsi dan 4 dari mereka adalah kanker, 2
termasuk karsinoma duktus in situ dan 2 adalah karsinoma duktus invasif,
dua lesi lainnta adalah jinak. Dua dari 4 kanker terdeteksi mammografi dan
dua lainnya menggunakan US.